BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
3.7. Uji Multivariate Analysis of Variance (Manova)
Menurut Ghozali (2016) Uji Multivariate Analysis of Variance (Manova) adalah suatu Teknik statistik yang digunakan untuk menghitung pengujian signifikansi perbedaan rata-rata secara bersamaan antara kelompok untuk dua atau lebih variabel dependen, dalam penelitian ini uji manova dilakukan untuk mengetahui tingkat signifikansi perubahan kinerja keuangan perusahaan secara
simultan atau keseluruhan dari semua rasio keuangan antara sebelum dan sesudah merger.
Untuk mengetahui signifikansi perubahan kinerja keuangan perusahaan secara simultan dari semua rasio keuangan antara sebelum dan sesudah merger.
Dalam uji ini menggunakan tingkat signifikansi α = 5% atau 0,05, jika prob < taraf signifikansi yang ditetapkan (α=0,05) maka secara simultan variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, yang artinya terdapat perbedaan yang secara simultan signifikan antara kinerja keuangan berdasarkan keseluruhan rasio keuangan sebelum dan sesudah merger. Namun, jika prob > taraf signifikansi yang ditetapkan (α=0,05) maka secara simultan variabel independen tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, berarti tidak terdapat perbedaan yang secara simultan signifikan antara kinerja keuangan berdasarkan keseluruhan rasio keuangan sebelum dan sesudah merger.
Dalam uji Manova ada beberapa uji statistik yang dapat digunakan untuk membuat keputusan, yaitu:
a) Pillai’s Trace : Statistik uji ini paling cocok digunakan jika asumsi homogenitas matriks varians-kovarians tidak dipenuhi, ukuran-ukyran sampel kecil, dan jika hasil-hasil dari pengujian bertentangan satu sama lain. Semakin tinggi nilai statistic Pillai’s Trace, pengaruh terhadap model semakin besar.
b) Wilk’s Lambda : Statistik uji ini digunakan jika terdapat lebih dari dua kelompok variabel independent dan asumsi homogenitas matriks varians-
kovarians dipenuhi. Semakin rendah nilai statistic Wilk’s Lambda, pengaruh terhadap model semakin besar.
c) Hotelling’s Trace : Statistik uji ini cocok digunakan jika hanya terdapat dua kelompok variabel independent. Semakin tinggi nilai statistic Hotelling’s Trace, pengaruh terhadap model semakin besar.
d) Roy’s Largest Root : Statistik uji ini hanya digunakan jika asumsi homogenitas varians-kovarians dipenuhi. Semakin tinggi nilai statistic Roy’s Largest Root, pengaruh terhadap model semakin besar.
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum PT. Bank Woori Saudara, Tbk
Bank Woori Saudara (BWS) dibentuk melalui merger antara Bank Woori Indonesia (BWI) dan Bank Saudara (BS) pada tanggal 30 Desember 2014 untuk memenuhi peraturan Bank Indonesia mengenai kepemilikan tunggal. Bank Saudara adalah bank yang menerima hasil penggabungan dan Bank Woori Indonesia telah bubar demi hukum tanpa melalui proses likuidasi. Selanjutnya pada Februari 2015, Bank Saudara mengubah namanya menjadi Bank Woori Saudara. Dengan merger, maka bank gabungan akan masuk kategori BUKU 2 dengan modal disetor diatas Rp 2 triliun dan Total Asset menjadi ±Rp 18 triliun.
Bank Saudara adalah Bank Umum Devisa yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan portofolio yang beragam dan focus pada produk perbankan ritel (retail banking), khususnya KUPEN (Kredit Pensiun) dan KUPEG (Kredit Pegawai) di bidang perkreditan serta TASKA (Tabungan Asuransi Berjangka) dan deposito ritel di bidang pendanaan. Sedangkan Bank Woori Indonesia (BWI) adalah bank joint venture yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Woori Bank Korea. BWI memiliki beragam produk dan layanan perbankan korporasi (corporate banking), termasuk ekspor, impor, deposit, pinjaman, remittance, dan treasury. Produk- produk ini ditargetkan terutama kepada perusahaan-perusahaan Korea dan perusahaan lokal.
Bank baru hasil merger tersebut mampu menawarkan pilihan yang seimbang dari jasa keuangan di semua bidang termasuk keuangan perusahaan dan ritel dengan menyatukan kekuatan perbankan korporasi tradisional Korea dari Bank Woori Indonesia (BWI) dengan fokus pada perbankan ritel Indonesia dari Bank Saudara.
Bank Woori Saudara (BWS) menggunakan strategi ganda yang menekankan pada pertumbuhan eksternal melalui ekspansi aset penting, jumlah nasabah, dan bisnis usaha sekaligus meningkatkan produktivitas dan kinerja aset melalui penurunan aset berkinerja buruk, penghematan biaya yang efisien, dan pelatihan sumber daya manusia.
Dengan bantuan pengembangan sistem IT dan keuangan dari bank induknya, Woori Bank Korea (WBK), Bank Woori Saudara (BWS) berupaya untuk memainkan peran penting dalam industri keuangan Indonesia sehingga memberikan kontribusi untuk meningkatkan daya saing nasional.
Adapun, Bank Woori Saudara (BWS) berupaya tidak hanya mengembangkan dan menawarkan berbagai macam produk untuk pelanggan ritel yang telah ada tetapi juga memperluas bisnis lokal sekaligus memberikan dukungan kepada perusahaan-perusahaan Korea yang beroperasi di seluruh Indonesia dan berbagai layanan keuangan yang dikembangkan untuk karyawan - karyawan perusahaan tersebut.Bank Woori Saudara (BWS) akan melakukan yang terbaik sebagai mitra keuangan nasabah untuk memastikan impian nasabah menjadi kenyataan di masa depan.
Kantor Pusat Bank Woori Saudara berlokasi di Jl. Diponegoro No.28 Bandung. Kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kantor kas tersebar di 23 (dua puluh tiga) provinsi di seluruh Indonesia
4.2. Statistik Deskriptif
Metode ini dilakukan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan data yang telah terkumpul sehingga dapat memberikan gambaran suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, maksimum dan minimum.
Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu ROA, DR, TATO, CR, dan EPS.
4.2.1. Analisis Statistik Deskriptif 1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah Merger
Tabel 4.1
Statistik Deskriptif Kelompok 1 (Satu)
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
ROA_1Thn_Sebelum 4 .00 .01 .0032 .00356
DR_1Thn_Sebelum 4 .76 .93 .8882 .08389
TATO_1Thn_Sebelum 4 .02 .10 .0533 .03699
CR_1Thn_Sebelum 4 1.06 1.15 1.0827 .04550
EPS_1Thn_Sebelum 4 7.00 27.00 14.5000 8.66025
ROA_1Thn_Sesudah 4 .01 .01 .0100 .00330
DR_1Thn_Sesudah 4 .78 .79 .7846 .00808
TATO_1Thn_Sesudah 4 .02 .08 .0495 .02458
CR_1Thn_Sesudah 4 1.13 1.14 1.1321 .00585
EPS_1Thn_Sesudah 4 53.00 80.00 65.5000 11.95826
Valid N (listwise) 4
Berdasarkan tabel 4.1 di atas menunjukkan hasil uji statistik deskriptif pada periode 1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah Merger. Dapat dianalisis bahwa :
1. Variabel Return On Asset (ROA) pada periode 1 tahun sebelum Merger memiliki nilai minimum sebesar 0,00, nilai maksimum sebesar 0,01, dan nilai mean sebesar 0,0032. Pada periode 1 tahun sesudah Merger nilai minimum sebesar 0,01, nilai maksimum sebesar 0,01, dan nilai mean sebesar 0,0100. Jadi rata-rata nilai Return On Asset (ROA) 1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah Merger mengalami sedikit peningkatan.
2. Variabel Debt Ratio (DR) pada periode 1 tahun sebelum Merger memiliki nilai minimum sebesar 0,76, nilai maksimum sebesar 0,93, dan nilai mean sebesar 0,8883. Pada periode 1 tahun sesudah Merger nilai minimum sebesar 0,78, nilai maksimum sebesar 0,79, dan nilai mean sebesar 0,7846.
Jadi rata-rata nilai Debt Ratio (DR) 1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah Merger mengalami sedikit penurunan.
3. Variabel Total Asset Turnover (TATO) pada periode 1 tahun sebelum Merger memiliki nilai minimum sebesar 0,02, nilai maksimum sebesar 0,10, dan nilai mean sebesar 0,0533. Pada periode 1 tahun sesudah Merger nilai minimum sebesar 0,02, nilai maksimum sebesar 0,08, dan nilai mean sebesar 0,0495. Jadi rata-rata nilai Total Asset Turnover (TATO) 1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah Merger mengalami sedikit penurunan.
4. Variabel Current Ratio (CR) pada periode 1 tahun sebelum Merger memiliki nilai minimum sebesar 1,06, nilai maksimum sebesar 1,15, dan nilai mean sebesar 1,0827. Pada periode 1 tahun sesudah Merger nilai
minimum sebesar 1,13, nilai maksimum sebesar 1,14, dan nilai mean sebesar 1,1321. Jadi rata-rata nilai Current Ratio (CR) 1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah Merger mengalami sedikit peningkatan.
5. Variabel Earning Per Share (EPS) pada periode 1 tahun sebelum Merger memiliki nilai minimum sebesar 7,00, nilai maksimum sebesar 27,00, dan nilai mean sebesar 14,5000. Pada periode 1 tahun sesudah Merger nilai minimum sebesar 53,00, nilai maksimum sebesar 80,00, dan nilai mean sebesar 65,5000. Jadi rata-rata nilai Earning Per Share (EPS) 1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah Merger mengalami peningkatan.
4.2.2. Analisis Statistik Deskriptif 2 Tahun Sebelum dan 2 Tahun Sesudah Merger
Tabel 4.2
Statistik Deskriptif Kelompok 2 (Dua)
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic
ROA_2Thn_Sebelum 4 .00 .02 .0099 .00232 .00465
DR_2Thn_Sebelum 4 .92 .93 .9287 .00294 .00588
TATO_2Thn_Sebelum 4 .04 .12 .0807 .01893 .03787
CR_2Thn_Sebelum 4 1.06 1.08 1.0671 .00452 .00905
EPS_2Thn_Sebelum 4 13.00 56.00 40.5000 9.80221 19.60442
ROA_2Thn_Sesudah 4 .00 .01 .0085 .00251 .00501
DR_2Thn_Sesudah 4 .80 .81 .7994 .00234 .00468
TATO_2Thn_Sesudah 4 .02 .08 .0506 .01253 .02505
CR_2Thn_Sesudah 4 1.12 1.13 1.1231 .00148 .00297
EPS_2Thn_Sesudah 4 40.00 63.00 55.0000 5.30723 10.61446
Valid N (listwise) 4
Sumber: Output SPSS 21
Berdasarkan tabel 4.2 di atas menunjukkan hasil uji statistik deskriptif pada periode 2 tahun sebelum dan 2 tahun sesudah Merger. Dapat dianalisis bahwa :
1. Variabel Return On Asset (ROA) pada periode 2 tahun sebelum Merger memiliki nilai minimum sebesar 0,00, nilai maksimum sebesar 0,02, dan nilai mean sebesar 0,0099. Pada periode 2 tahun sesudah Merger nilai minimum sebesar 0,00, nilai maksimum sebesar 0,01, dan nilai mean sebesar 0,0085. Jadi rata-rata nilai Return On Asset (ROA) 2 tahun sebelum dan 2 tahun sesudah Merger mengalami sedikit penurunan.
2. Variabel Debt Ratio (DR) pada periode 2 tahun sebelum Merger memiliki nilai minimum sebesar 0,92, nilai maksimum sebesar 0,93, dan nilai mean sebesar 0,9287. Pada periode 2 tahun sesudah Merger nilai minimum sebesar 0,80, nilai maksimum sebesar 0,81, dan nilai mean sebesar 0,7994.
Jadi rata-rata nilai Debt Ratio (DR) 2 tahun sebelum dan 2 tahun sesudah Merger mengalami penurunan.
3. Variabel Total Asset Turnover (TATO) pada periode 2 tahun sebelum Merger memiliki nilai minimum sebesar 0,04, nilai maksimum sebesar 0,12, dan nilai mean sebesar 0,0807. Pada periode 2 tahun sesudah Merger nilai minimum sebesar 0,02, nilai maksimum sebesar 0,08, dan nilai mean sebesar 0,0506. Jadi rata-rata nilai Total Asset Turnover (TATO) 2 tahun sebelum dan 2 tahun sesudah Merger mengalami sedikit penurunan.
4. Variabel Current Ratio (CR) pada periode 2 tahun sebelum Merger memiliki nilai minimum sebesar 1,06, nilai maksimum sebesar 1,08, dan nilai mean sebesar 1,0671. Pada periode 2 tahun sesudah Merger nilai
minimum sebesar 1,12, nilai maksimum sebesar 1,13, dan nilai mean sebesar 1,1231. Jadi rata-rata nilai Current Ratio (CR) 2 tahun sebelum dan 2 tahun sesudah Merger mengalami sedikit peningkatan.
5. Variabel Earning Per Share (EPS) pada periode 2 tahun sebelum Merger memiliki nilai minimum sebesar 13,00, nilai maksimum sebesar 56,00, dan nilai mean sebesar 40,5000. Pada periode 2 tahun sesudah Merger nilai minimum sebesar 40,00, nilai maksimum sebesar 63,00, dan nilai mean sebesar 55,0000. Jadi rata-rata nilai Earning Per Share (EPS) 2 tahun sebelum dan 2 tahun sesudah Merger mengalami sedikit peningkatan.
4.2.3. Analisis Statistik Deskriptif 3 Tahun Sebelum dan 3 Tahun Sesudah Merger
Tabel 4.3
Statistik Deskriptif Kelompok 3 (Tiga)
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic
ROA_3Thn_Sebelum 4 .01 .02 .0111 .00237 .00474
DR_3Thn_Sebelum 4 .91 .93 .9159 .00480 .00960
TATO_3Thn_Sebelum 4 .04 .11 .0752 .01563 .03126
CR_3Thn_Sebelum 4 1.06 1.07 1.0619 .00418 .00835
EPS_3Thn_Sebelum 4 18.00 39.00 24.7500 4.80234 9.60469
ROA_3Thn_Sesudah 4 .01 .02 .0109 .00219 .00438
DR_3Thn_Sesudah 4 .77 .81 .7905 .00987 .01973
TATO_3Thn_Sesudah 4 .02 .07 .0473 .01140 .02281
CR_3Thn_Sesudah 4 1.12 1.21 1.1709 .01976 .03953
EPS_3Thn_Sesudah 4 66.00 89.00 72.5000 5.51513 11.03026
Valid N (listwise) 4
Sumber: Output SPSS 21
Berdasarkan tabel 4.3 di atas menunjukkan hasil uji statistik deskriptif pada periode 3 tahun sebelum dan 3 tahun sesudah Merger. Dapat dianalisis bahwa :
1. Variabel Return On Asset (ROA) pada periode 3 tahun sebelum Merger memiliki nilai minimum sebesar 0,01, nilai maksimum sebesar 0,02, dan nilai mean sebesar 0,0111. Pada periode 3 tahun sesudah Merger nilai minimum sebesar 0,01, nilai maksimum sebesar 0,02, dan nilai mean sebesar 0,0109. Jadi rata-rata nilai Return On Asset (ROA) 3 tahun sebelum dan 3 tahun sesudah Merger mengalami sedikit penurunan.
2. Variabel Debt Ratio (DR) pada periode 3 tahun sebelum Merger memiliki nilai minimum sebesar 0,91, nilai maksimum sebesar 0,93, dan nilai mean sebesar 0,9159. Pada periode 3 tahun sesudah Merger nilai minimum sebesar 0,77, nilai maksimum sebesar 0,81, dan nilai mean sebesar 0,7905.
Jadi rata-rata nilai Debt Ratio (DR) 3 tahun sebelum dan 3 tahun sesudah Merger mengalami sedikit penurunan.
3. Variabel Total Asset Turnover (TATO) pada periode 3 tahun sebelum Merger memiliki nilai minimum sebesar 0,04, nilai maksimum sebesar 0,11, dan nilai mean sebesar 0,0752. Pada periode 3 tahun sesudah Merger nilai minimum sebesar 0,02, nilai maksimum sebesar 0,07, dan nilai mean sebesar 0,0473. Jadi rata-rata nilai Total Asset Turnover (TATO) 3 tahun sebelum dan 3 tahun sesudah Merger mengalami sedikit penurunan.
4. Variabel Current Ratio (CR) pada periode 3 tahun sebelum Merger memiliki nilai minimum sebesar 1,06, nilai maksimum sebesar 1,07, dan nilai mean sebesar 1,0619. Pada periode 3 tahun sesudah Merger nilai
minimum sebesar 1,12, nilai maksimum sebesar 1,21, dan nilai mean sebesar 1,1709. Jadi rata-rata nilai Current Ratio (CR) 3 tahun sebelum dan 3 tahun sesudah Merger mengalami sedikit peningkatan.
5. Variabel Earning Per Share (EPS) pada periode 3 tahun sebelum Merger memiliki nilai minimum sebesar 18,00, nilai maksimum sebesar 39,00, dan nilai mean sebesar 24,7500. Pada periode 3 tahun sesudah Merger nilai minimum sebesar 66,00, nilai maksimum sebesar 89,00, dan nilai mean sebesar 72,5000. Jadi rata-rata nilai Earning Per Share (EPS) 3 tahun sebelum dan 3 tahun sesudah Merger mengalami peningkatan.
4.3. Uji Normalitas
4.3.1. Uji Normalitas 1 Tahun Sebelum dan 1 Tahun Sesudah Merger Tabel 4.4
Kolmogorov-Smirnov Test Kelompok 1 (Satu)
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
ROA_1Thn DR_1Thn TATO_1Thn CR_1Thn EPS_1Thn
N 8 8 8 8 8
Normal Parametersa,b
Mean .0066 .8364 .0514 1.1074 40.0000
Std.
Deviation
.00483 .07819 .02914 .04000 28.92354
Most Extreme Differences
Absolute .172 .334 .138 .312 .208
Positive .172 .334 .138 .244 .208
Negative -.145 -.253 -.108 -.312 -.173
Kolmogorov-Smirnov Z .488 .944 .390 .882 .590
Asymp. Sig. (2-tailed) .971 .335 .998 .418 .878
Sumber: Output SPSS 21
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Test untuk 1 Tahun sebelum dan 1 tahun sesudah merger adalah :
1. Return On Asset (ROA) memiliki nilai Asymp. Sig. sebesar 0,971. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,971>0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa varibel Return On Asset (ROA) berdistribusi normal.
2. Debt Ratio (DR) memiliki nilai Asymp. Sig. sebesar 0,335. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,335>0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Debt Ratio (DR) berdistribusi normal.
3. Total Asset Turnover (TATO) memiliki nilai Asymp. Sig. sebesar 0,998.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,998>0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Total Asset Turnover (TATO) berdistribusi normal.
4. Current Ratio (CR) memiliki nilai Asymp. Sig. sebesar 0,418. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,418>0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Current Ratio (CR) berdistribusi normal.
5. Earning Per Share (EPS) memiliki Asymp. Sig. sebesar 0,878. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,878>0,05 sehingga dapat dikatakan variabel Earning Per Share (EPS) berdistribusi normal.
4.3.2. Uji Normalitas 2 Tahun Sebelum dan 2 Tahun Sesudah Merger Tabel 4.5
Kolmogorov-Smirnov Test Kelompok 2 (Dua)
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
ROA_2Thn DR_2Thn TATO_2Thn CR_2Thn EPS_2Thn
N 8 8 8 8 8
Normal Parametersa,b
Mean .0092 .8640 .0657 1.0951 47.7500
Std.
Deviation
.00454 .06932 .03380 .03059 16.52487
Most Extreme Differences
Absolute .175 .303 .134 .298 .250
Positive .121 .303 .134 .210 .178
Negative -.175 -.293 -.090 -.298 -.250
Kolmogorov-Smirnov Z .495 .856 .378 .842 .706
Asymp. Sig. (2-tailed) .967 .456 .999 .478 .701
Sumber: Output SPSS 21
Tabel 4.5 menunjukkan bahwa Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Test untuk 2 Tahun sebelum dan 2 tahun sesudah merger adalah :
1. Return On Asset (ROA) memiliki nilai Asymp. Sig. sebesar 0,967. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,967>0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa varibel Return On Asset (ROA) berdistribusi normal.
2. Debt Ratio (DR) memiliki nilai Asymp. Sig. sebesar 0,456. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,456>0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Debt Ratio (DR) berdistribusi normal.
3. Total Asset Turnover (TATO) memiliki nilai Asymp. Sig. sebesar 0,999.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,999>0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Total Asset Turnover (TATO) berdistribusi normal.
4. Current Ratio (CR) memiliki nilai Asymp. Sig. sebesar 0,478. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,478>0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Current Ratio (CR) berdistribusi normal.
5. Earning Per Share (EPS) memiliki Asymp. Sig. sebesar 0,701. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,701>0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Earning Per Share (EPS) berdistribusi normal.
4.3.3. Uji Normalitas 3 Tahun Sebelum dan 3 Tahun Sesudah Merger Tabel 4.6
Kolmogorov-Smirnov Test Kelompok 3 (Tiga)
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
ROA_3Thn DR_3Thn TATO_3Thn CR_3Thn EPS_3Thn
N 8 8 8 8 8
Normal Parametersa,b
Mean .0110 .8532 .0612 1.1164 48.6250
Std.
Deviation
.00423 .06857 .02940 .06398 27.26032
Most Extreme Differences
Absolute .179 .283 .139 .251 .238
Positive .162 .235 .139 .251 .220
Negative -.179 -.283 -.122 -.203 -.238
Kolmogorov-Smirnov Z .506 .800 .392 .710 .673
Asymp. Sig. (2-tailed) .960 .545 .998 .695 .755
Sumber: Output SPSS 21
Tabel 4.6 menunjukkan bahwa Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Test untuk 3 Tahun sebelum dan 3 tahun sesudah merger adalah :
1. Return On Asset (ROA) memiliki nilai Asymp. Sig. sebesar 0,960. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,960>0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa varibel Return On Asset (ROA) berdistribusi normal.
2. Debt Ratio (DR) memiliki nilai Asymp. Sig. sebesar 0,545. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,545>0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Debt Ratio (DR) berdistribusi normal.
3. Total Asset Turnover (TATO) memiliki nilai Asymp. Sig. sebesar 0,998.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,998>0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Total Asset Turnover (TATO) berdistribusi normal.
4. Current Ratio (CR) memiliki nilai Asymp. Sig. sebesar 0,695. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,695>0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Current Ratio (CR) berdistribusi normal.
5. Earning Per Share (EPS) memiliki Asymp. Sig. sebesar 0,755. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,755>0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Earning Per Share (EPS) berdistribusi normal.
Untuk lebih jelas dapat dilihat ringkasan tabel 4.7 berikut ini:
Tabel 4.7
Tabel Ringkasan Kolmogorov-Smirnov Test Kelompok 1 (Satu), Kelompok 2 (Dua) dan Kelompok 3 (Tiga)
Periode Variabel Sig. Taraf
Sugnifikansi Kesimpulan
1 Tahun Sebelum dan 1 Tahun Sesudah
ROA 0,971 0,05 Normal
DR 0,335 0,05 Normal
TATO 0,998 0,05 Normal
CR 0,418 0,05 Normal
EPS 0,878 0,05 Normal
Periode Variabel Sig. Taraf
Sugnifikansi Kesimpulan
2 Tahun Sebelum dan 2 Tahun Sesudah
ROA 0,967 0,05 Normal
DR 0,456 0,05 Normal
TATO 0,999 0,05 Normal
CR 0,478 0,05 Normal
EPS 0,701 0,05 Normal
3 Tahun Sebelum dan 3 Tahun Sesudah
ROA 0,960 0,05 Normal
DR 0,545 0,05 Normal
TATO 0,998 0,05 Normal
CR 0,695 0,05 Normal
EPS 0,755 0,05 Normal
Sumber: Data diolah peneliti
Berdasarkan tabel 4.7 diatas menunjukkan ringkasan hasil uji normalitas One Sample Kolmogorov Smirnov Test, diketahui bahwa semua variabel rasio yaitu Return On Asset, Debt Ratio, Total Asset Turn Over, Current Ratio, dan Earning Per Share dari tiap kelompok berdistribusi normal karena masing-masing rasio tersebut memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Maka dari itu semua perhitungan data akan menggunakan uji Paired Sample T-Test.
4.4. Uji Hipotesis
4.4.1. Paired Sample T-Test 1 Tahun Sebelum dan 1 Tahun Sesudah Merger
Tabel 4.8
Paired Sample T-Test Kelompok 1 (Satu)
Paired Samples Test
Paired Differences t df Sig.
(2- tailed) Mean Std.
Deviation
Std.
Error Mean
95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair
1
ROA_1Thn_Sebelum - ROA_1Thn_Sesudah
-.00681 .00233 .00117 -.01051 -.00310 -5.838 3 .010
Pair 2
DR_1Thn_Sebelum - DR_1Thn_Sesudah
.10366 .08995 .04497 -.03947 .24678 2.305 3 .105
Pair 3
TATO_1Thn_Sebelum - TATO_1Thn_Sesudah
.00380 .04529 .02264 -.06826 .07585 .168 3 .878
Pair 4
CR_1Thn_Sebelum - CR_1Thn_Sesudah
-.04944 .04719 .02360 -.12454 .02566 -2.095 3 .127
Pair 5
EPS_1Thn_Sebelum - EPS_1Thn_Sesudah
-51.00000 18.92089 9.46044 -81.10735 -20.89265 -5.391 3 .013 Sumber: Output SPSS 21
Pada tabel 4.8 diatas adalah hasil uji Paired Sample T-Test pada 1 Tahun Sebelum dan 1 tahun Sesudah Merger yang menunjukkan bahwa :
1. Variabel Return On Asset (ROA) mempunyai rata-rata (mean) -0,00681, dengan standar deviasi sebesar 0,00233 dan standar error 0,00117.
Confidence interval terendah -0,01051 dan tertinggi sebesar -0,00310.
Sedangkan t-hitung pada Return On Asset (ROA) sebesar -5,838 dan sig. (2- tailed) sebesar 0.010 dengan nilai probabilitas 0,05 yang berarti 0,010<0,05.
Hasil ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio Return On Asset (ROA) pada 1 tahun sesudah Merger.
2. Variabel Debt Ratio (DR) mempunyai rata-rata (mean) 0,10366, dengan standar deviasi sebesar 0,08995 dan standar error 0,04497. Confidence interval terendah -0,03947 dan tertinggi sebesar 0,24678 . sedangkan t- hitung pada Debt Ratio (DR) sebesar 2.305 dan sig. (2-tailed) sebesar 0,105 yang berarti 0,105>0,05. Hasil ini menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan pada rasio Debt Ratio (DR) pada 1 tahun sesudah Merger.
3. Variabel Total Asset Turnover (TATO) mempunyai rata-rata (mean) 0,00380, dengan standar deviasi sebesar 0,04529 dan standar error sebesar 0,02264. Confidence interval terendah -0,06826 dan tertinggi sebesar 0,07585. Sedangkan t-hitung pada Total Asset Turnover (TATO) sebesar 0,168 dan sig. (2-tailed) sebesar 0,878 yang berarti 0,878>0,05. Hasil ini menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan pada rasio Total Asset Turnover (TATO) pada 1 tahun sesudah Merger.
4. Variabel Current Ratio (CR) mempunyai rata-rata (mean) -0,04944, dengan standar deviasi sebesar 0,04719 dan standar error sebesar 0,02360.
Confidence interval terendah -0,12454 dan tertinggi sebesar 0,02566.
Sedangkan t-hitung pada Current Ratio (CR) sebesar -2,095 dan sig. (2- tailed) sebesar 0,127 yang berarti 0,127>0,05. Hasil ini menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan pada rasio Current Ratio (CR) pada 1 tahun sesudah Merger.
5. Variabel Earning Per Share (EPS) mempunyai rata-rata (mean) -51,0000, dengan standar deviasi sebesar 18,92089 dan standar error sebesar 9,46044.
Confidence interval terendah -81,10735 dan tertinggi sebesar -20,89265.
Sedangkan t-hitung pada Earning Per Share (EPS) sebesar -5,391 dan sig.
(2-tailed) sebesar 0,013 yang berarti 0,013<0,05. Hasil ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio Earning Per Share (EPS) pada 1 tahun sesudah Merger.
4.4.2. Paired Sample T-Test 2 Tahun Sebelum dan 2 Tahun Sesudah Merger
Tabel 4.9
Paired Sample T-Test Kelompok 2 (Dua)
Paired Samples Test
Paired Differences t df Sig.
(2- tailed) Mean Std.
Deviation Std.
Error Mean
95% Confidence Interval of the
Difference Lower Upper Pair
1
ROA_2Thn_Sebelum - ROA_2Thn_Sesudah
.00139 .00052 .00026 .00055 .00223 5.297 3 .013
Pair 2
DR_2Thn_Sebelum - DR_2Thn_Sesudah
.12936 .00904 .00452 .11497 .14374 28.612 3 .000
Pair 3
TATO_2Thn_Sebelum - TATO_2Thn_Sesudah
.03010 .01293 .00646 .00953 .05067 4.657 3 .019
Pair 4
CR_2Thn_Sebelum - CR_2Thn_Sesudah
-.05602 .01145 .00572 -.07423 -.03781 -9.788 3 .002
Pair 5
EPS_2Thn_Sebelum - EPS_2Thn_Sesudah
-14.50000 18.73499 9.36750 -44.31156 15.31156 -1.548 3 .219 Sumber: Outpus SPSS 21
Pada tabel 4.9 diatas adalah hasil uji Paired Sample T-Test pada 2 Tahun Sebelum dengan 2 tahun Sesudah Merger yang menunjukkan bahwa :
1. Variabel Return On Asset (ROA) mempunyai rata-rata (mean) 0,00139, dengan standar deviasi sebesar 0,00052 dan standar error 0,00026.
Confidence interval terendah 0,00055 dan tertinggi sebesar 0,00223.
Sedangkan t-hitung pada Return On Asset (ROA) sebesar 5,297 dan sig. (2- tailed) sebesar 0.013 dengan nilai probabilitas 0,05 yang berarti 0,013<0,05.
Hasil ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio Return On Asset (ROA) pada 2 tahun sesudah Merger.
2. Variabel Debt Ratio (DR) mempunyai rata-rata (mean) 0,12936, dengan standar deviasi sebesar 0,00904 dan standar error 0,00452. Confidence interval terendah 0,11497 dan tertinggi sebesar 0,14374. Sedangkan t- hitung pada Debt Ratio (DR) sebesar 28,612 dan sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang berarti 0,000<0,05. Hasil ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio Debt Ratio (DR) pada 2 tahun sesudah Merger.
3. Variabel Total Asset Turnover (TATO) mempunyai rata-rata (mean) 0,03010, dengan standar deviasi sebesar 0,01293 dan standar error sebesar 0,00646. Confidence interval terendah 0,00953 dan tertinggi sebesar 0,05067. Sedangkan t-hitung pada Total Asset Turnover (TATO) sebesar 4,657 dan sig. (2-tailed) sebesar 0,019 yang berarti 0,019<0,05. Hasil ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio Total Asset Turnover (TATO) pada 2 tahun sesudah Merger.