BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
4.7. Implikasi Manajerial
Berdasarkan hasil analisa dan penjelasan mengenai perbandingan kinerja keuangan pada sebelum dan sesudah merger pada PT Bank Woori Saudara Tbk, terdapat beberapa penilaian penting yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dan dimanfaatkan oleh para investor dan manajemen perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan tidak mempunyai perbedaan yang signifikan pada sebelum dan sesudah merger.
Berikut adalah hasil implikasi manajerial penelitian ini yang berkaitan dengan perbedaan kinerja keuangan pada sebelum dan sesudah merger dilakukan :
1. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada periode 1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah merger, 2 tahun sebelum dan 2 tahun sesudah merger juga pada 3 tahun sebelum dan 3 tahun sesudah merger. Implikasi manajerialnya adalah dengan tidak adanya perbedaan yang signifikan berarti belum tercapainya salah satu atau lebih motif merger, salah satunya adalah sinergi. Sinergi merupakan nilai keseluruhan perusahaan setelah merger dan akuisisi yang lebih besar daripada penjumlahan masing-masing perusahaan sebelum merger dan akuisisi (Abdul Moin, 2003 dalam Murni Hadiningsih; 2007). Namun pada penelitian ini setelah diuji secara simultan atau keseluruhan dari semua rasio keuangan (ROA, DR, TATO, CR, EPS) antara sebelum dan sesudah merger tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Yang berarti implikasi manajerial bagi para calon investor untuk lebih hati-hati dalam menghadapi perusahaan yang melakukan merger, agar lebih bisa teliti meramal perkembangan perusahaan tersebut dan dapat menganalisa perkembangan kondisi keuangan perusahaan, apakah nantinya akan dapat memberikan keuntungan atau kerugian, karena tidak semua kondisi keuangan perusahaan yang melakukan penggabungan bisa lebih baik.
2. Dengan tidak adanya perbedaan yang signifikan pada semua rasio keuangan (ROA, DR, TATO, CR, EPS) antara sebelum dan sesudah merger, yang berarti salah satu atau lebih dari tujuan atau motif merger belum tercapai,. Salah satu motif merger adalah untuk menciptakan sinergi, sinergi adalah nilai perusahaan
yang lebih besar sesudah merger dibanding nilai masing-masing perusahaan sebelum merger. Serta motif nonekonomi yaitu yang berasal dari manajemen perusahaan atau pemilik perusahaan seperti prestise dan ambisi. Maka implikasi manajerial bagi manajemen perusahaan adalah sebaiknya perusahaan perlu berpikir panjang dalam menganalisa lebih lanjut sebelum merencanakan merger baik secara faktor politik, perekonomian, sosial apakah akan memberi kemudahan pada perusahaan atau tidak setelah melakukan merger. Perlu lebih menganalisa lebih jauh terhadap perusahaan target untuk melakukan merger yang diharap mampu menciptakan motif-motif dari merger itu sendiri serta memberi kemajuan terhadap kondisi keuangan perusahaan yang melakukan merger tersebut. Dan manajemen perusahaan juga tetap harus mementingkan kepuasan para karyawan, karna salah satu sumber motif merger dapat tercapai berasal dari ambisi para karyawan. Untuk itu perusahaan diharapkan untuk tetap mementingkan kepuasan karyawannya serta terus mengelola usahanya agar dapat berkembang dan memiliki profit dimasa depan, sehingga dapat mecapai tujuan perusahaan atau motif merger tersebut.
BAB V
KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Pada pengujian yang dilakukan secara bersamaan terhadap seluruh rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan. Sementara hasil pengujian yang dilakukan secara parsial menunjukkan hampir pada seluruh rasio yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sesudah merger. Baik pada 1 tahun sebelum dengan 1 tahun sesudah, 2 tahun sebelum dengan 2 tahun sesudah dan 3 tahun sebelum dengan 3 tahun sesudah merger. Berikut penjelasan kesimpulan masing-masing rasio keuangan yang digunakan pada penelitian ini:
1. Pada variabel Return On Asset (ROA) yang diuji dengan metode Paired Sample T-Test pada Kelompok 1 (Satu) dan Kelompok 2 (Dua) terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah merger, sedangkan pada Kelompok 3 (Tiga) menunjukkan tidak ada perbedaan.
2. Pada variabel Debt Ratio (DR) Kelompok 1 (Satu) tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah merger, sedangkan pada kelompok 2 (Dua) dan Kelompok 3 (Tiga) terdapat perbedaan.
3. Pada variabel Total Asset Turnover (TATO) Kelompok 1 (Satu) tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah merger, sedangkan pada Kelompok 2 (Dua) dan Kelompok 3 (Tiga) terdapat perbedaan.
4. Pada variabel Current Ratio (CR) Kelompok 1 (Satu) tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah merger, sedangkan pada Kelompok 2 (Dua) dan Kelompok 3 (Tiga) terdapat perbedaan.
5. Pada variabel Earning Per Share (EPS) Kelompok 1 (Satu) dan Kelompok 3 (Tiga) terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah merger, sedangkan pada Kelompok 2 (Dua) tidak terdapat perbedaan.
6. Pada variabel Return On Asset (ROA), Debt Ratio (DR), Total Asset Turnover (TATO), Current Ratio (CR) dan Earning Per Share (EPS). Yang diuji secara simultan menggunakan metode Multivariate Analysis of Variance (Manova) tidak mempunyai perbedaan terhadap kinerja keuangan antara sebelum dan sesudah merger. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum aktivitas merger yang dilakukan PT Bank Woori Saudara Tbk belum dapat menaikkan kinerja perusaaan selama 3 tahun sesudah merger.
5.2. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini mempunyai keterbatasan-keterbatasan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi peneliti berikutnya agar mendapatkan hasil yang lebih baik.
1. Dalam penelitian ini hanya menggunakan periode waktu selama 3 tahun saja sehingga manfaat dari merger belum terlihat, sementara jika menggunakan periode lebih dari 3 tahun bisa lebih jelas mengetahui perbedaan antara sebelum dan sesudah merger lebih detail.
2. Kedua, penelitian ini hanya menganalisis kinerja berdasarkan rasio keuangan yang merupakan aspek ekonomi saja, sementara banyak faktor non ekonomis yang tidak dapat dimasukan kedalam ukuran kuantitatif, seperti teknologi, sumber daya manusia, budaya perusahaan dan sebagainya. Oleh karena itu penelitian ini tidak dapat menggambarkan keseluruhan aspek kinerja perusahaan.
5.3. Saran
Dibawah ini peneliti akan memberikan saran yang terkait dalam penelitian ini, antara lain:
1. Saran bagi Investor
Bagi investor sebaiknya lebih berhati-hati dalam menyikapi kegiatan merger yang dilakukan perusahaan, karena tidak selalu aktivitas merger membawa dampak yang baik bagi perusahaan yang melakukan merger.
2. Saran bagi pihak Manajemen Perusahaan
Bagi perusahaan yang akan melakukan kegiatan merger sebaiknya melakukan persiapan yang baik sebelum memutuskan untuk melakukan aktivitas merger.
Seperti halnya melihat kondisi perusahaan terlebih dahulu, baik dari manajemen perusahaan maupun financial perusahaan serta melihat kondisi ekonomi secara keseluruhan apakah dalam keadaan baik atau buruk bagi perusahaan. Karena berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, bahwa aktivitas merger tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, sehingga pihak manajemen perusahaan harus
benar-benar memperhitungkan apakah dengan melakukan merger sudah sesuai dengan tujuan perusahaan.
3. Saran bagi Penelitian Selanjutnya
Bagi peneliti lain hendaknya melakukan pengukuran kinerja keuangan dengan variabel rasio keuangan yang lain atau bahkan menambah variabel rasio keuangan untuk dapat melihat kinerja perusahaan yang dilihat ketika melakukan merger, dan dapat menggunakan metode yang lain sehingga dapat meningkatkan kualitas hasil penelitian. Lalu bagi penelitian di masa mendatang hendaknya melakukan pengamatan pada periode yang lebih di perpanjang dan memasukan pula aspek-aspek non ekonomis sehingga dapat diperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kinerja perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Aggarwal, M., & Singh, S. (2015). Effect of Merger on Financial Performance : A Case Study of Kingfisher Airlines. XVI Annual Conference Proceedings January, 2015 Effect, (978), 399–413.
Chrismatani, H. H. (2014). Analisis Kinerja Keuangan Sebelum Dan Sesudah Merger Dengan Menggunakan Metode Camel, 3(3), 1–20.
Dermawan Sjahrial. (2007). Manajemen Keuangan. Mitra Wacana Media. Jakarta.
Fitriasari, Faranita. (2016). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum dan Sesudah Merger dan Akuisisi terhadap Manajemen Entrenchment (Studi Perusahaan yang Melakukan Merger dan Akuisisi yang Terdaftar di BEI Periode 2011-2013)”. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Ghozali, Imam. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Edisi 3.
Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Ghozali, Imam. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23.
Semarang: BPFE Universitas Diponegoro.
Gitman, L. J., & Zutter, C. J. (2012). Principles of Managerial Finance. Boston:
Prentice Hall.
Hadiningsih, M. (2007). Analisis Dampak Jangka Panjang Merger dan Akuisisi.
Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia
Hamidah, & Noviani, M. (2013). Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum Dan Sesudah Merger Dan Akuisisi ( Pada Perusahaan Pengakuisisi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2004-2006 ). Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia (JRMSI), 4(1), 31–52.
Horne, J. C., & Wachowicz, J. M. (2013). Fundamentals of Financial Management.
Edisi 13. Buku Dua. Jakarta: Salemba Empat.
Ikatan Akuntansi Indonesia. (2007). Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat.
Ismail. (2011). Manajemen Perbankan Teori Menuju Aplikasi. Kencana Media Group.
Jakarta.
Iswi Hariyani, R. Serfianto dan Cita Yustisia Serfiyani. (2011). Merger, Konsolidasi, Akuisisi, & Pemisahan Perusahaan: Cara Cerdas Mengembangkan &
Memajukan Perusahaan. Jakarta: Visimedia.
Jumingan. (2006). Analisisis Laporan Keuangan. Jakarta: Bumi Aksara
Kasmir. (2014). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. PT Raja Grafindo Persada.
Leepsa, N. M., & Mishra, C. S. (2012). Post Merger Financial Performance : A Study with Reference to Select Manufacturing Companies in India. International Research Journal of Finance and Economics, 83(83). Jakarta.
Meta, Annisa CW. (2009). Analisis Manajemen Laba dan Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi Sebelum dan Sesudah Merger dan Akuisisi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2009.
Munir Fuady. (2008). Hukum Tentang Merger. Perseroan Terbatas Citra Aditya Bakti.
Bandung.
Robbins, Stephen P. (2001). Perilaku Organisasi: Konsep, Kontroversi, Aplikasi. Jilid 1, Edisi 8. Prenhallindo. Jakarta.
Roos, Westerfield & Jordan. (2004). Fundamentals of Corporate Finance Sixth Edition, McGraw-Hill Higher Education, Singapore.
Sisbintari, I. (2010). Analisis Komparatif CAR, LDR, ROA DAN ROE Sebelum Dan Sesudah Merger pada PT. Bank CIMB Niaga Tbk. Jurnal Profit, 6, 163–173.
Sucipto. (2003). Penilaian Kinerja Keuangan. Jurnal Akuntansi. Universitas Sumatra Utara. Medan.
Wibowo, Fairuz Angger. (2012). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum dan Sesudah Merger dan Akuisisi (Studi pada Perusahaan yang Melakukan Merger dan Akuisisi, Periode 2004-2010). Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Diponegoro, Semarang.
Website :
http://www.bankwoorisaudara.com/
http://www.kppu.go.id/docs/Merger/PP_57_2010_MERGER.pdf
LAMPIRAN
Lampiran 1 : Data Penelitian (PT Bank Woori Saudara Tbk)
PERIODE ROA DR TATO CR EPS
M-12 0.00586 0.90675 0.03585 1.06355 18 J-12 0.00834 0.91403 0.06502 1.05505 21 S-12 0.01460 0.91336 0.09467 1.05604 21 D-12 0.01559 0.92942 0.10522 1.07309 39 M-13 0.00452 0.92063 0.03536 1.07992 40 J-13 0.00779 0.92969 0.06862 1.06530 13 S-13 0.01218 0.93474 0.09458 1.05871 56 D-13 0.01502 0.92980 0.12438 1.06433 53 M-14 0.00085 0.92758 0.03289 1.06257 12 J-14 0.00096 0.93237 0.06583 1.05798 7 S-14 0.00258 0.93050 0.09899 1.05937 12 D-14 0.00840 0.76241 0.01531 1.15089 27 M-15 0.00558 0.77774 0.02007 1.12689 80 J-15 0.00961 0.77768 0.04107 1.14052 70 S-15 0.01157 0.78941 0.05929 1.13072 59 D-15 0.01325 0.79341 0.07741 1.13044 53 M-16 0.00238 0.80133 0.02041 1.12056 40 J-16 0.00664 0.79579 0.04195 1.12383 55 S-16 0.01124 0.79527 0.06179 1.12697 63 D-16 0.01369 0.80505 0.07838 1.12098 62 M-17 0.00591 0.80472 0.01985 1.20919 89 J-17 0.00922 0.81011 0.04012 1.11557 68 S-17 0.01217 0.77243 0.05569 1.18195 66 D-17 0.01620 0.77454 0.07348 1.17702 67
Lampiran 2 : Uji Statistik Deskriptif
1 Tahun Sebelum dan 1 Tahun Sesudah Merger
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
ROA_1Thn_Sebelum 4 .00 .01 .0032 .00356
DR_1Thn_Sebelum 4 .76 .93 .8882 .08389
TATO_1Thn_Sebelum 4 .02 .10 .0533 .03699
CR_1Thn_Sebelum 4 1.06 1.15 1.0827 .04550
EPS_1Thn_Sebelum 4 7.00 27.00 14.5000 8.66025
ROA_1Thn_Sesudah 4 .01 .01 .0100 .00330
DR_1Thn_Sesudah 4 .78 .79 .7846 .00808
TATO_1Thn_Sesudah 4 .02 .08 .0495 .02458
CR_1Thn_Sesudah 4 1.13 1.14 1.1321 .00585
EPS_1Thn_Sesudah 4 53.00 80.00 65.5000 11.95826
Valid N (listwise) 4
2 Tahun Sebelum dan 2 Tahun Sesudah Merger
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic
ROA_2Thn_Sebelum 4 .00 .02 .0099 .00232 .00465
DR_2Thn_Sebelum 4 .92 .93 .9287 .00294 .00588
TATO_2Thn_Sebelum 4 .04 .12 .0807 .01893 .03787
CR_2Thn_Sebelum 4 1.06 1.08 1.0671 .00452 .00905
EPS_2Thn_Sebelum 4 13.00 56.00 40.5000 9.80221 19.60442
ROA_2Thn_Sesudah 4 .00 .01 .0085 .00251 .00501
DR_2Thn_Sesudah 4 .80 .81 .7994 .00234 .00468
TATO_2Thn_Sesudah 4 .02 .08 .0506 .01253 .02505
CR_2Thn_Sesudah 4 1.12 1.13 1.1231 .00148 .00297
EPS_2Thn_Sesudah 4 40.00 63.00 55.0000 5.30723 10.61446
Valid N (listwise) 4
3 Tahun Sebelum dan 3 Tahun Sesudah Merger
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic
ROA_3Thn_Sebelum 4 .01 .02 .0111 .00237 .00474
DR_3Thn_Sebelum 4 .91 .93 .9159 .00480 .00960
TATO_3Thn_Sebelum 4 .04 .11 .0752 .01563 .03126
CR_3Thn_Sebelum 4 1.06 1.07 1.0619 .00418 .00835
EPS_3Thn_Sebelum 4 18.00 39.00 24.7500 4.80234 9.60469
ROA_3Thn_Sesudah 4 .01 .02 .0109 .00219 .00438
DR_3Thn_Sesudah 4 .77 .81 .7905 .00987 .01973
TATO_3Thn_Sesudah 4 .02 .07 .0473 .01140 .02281
CR_3Thn_Sesudah 4 1.12 1.21 1.1709 .01976 .03953
EPS_3Thn_Sesudah 4 66.00 89.00 72.5000 5.51513 11.03026
Valid N (listwise) 4
Lampiran 3 : Uji Normalitas
1 Tahun Sebelum dan 1 Tahun Sesudah Merger
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
ROA_1Thn DR_1Thn TATO_1Thn CR_1Thn EPS_1Thn
N 8 8 8 8 8
Normal Parametersa,b Mean .0066 .8364 .0514 1.1074 40.0000
Std. Deviation .00483 .07819 .02914 .04000 28.92354
Most Extreme Differences
Absolute .172 .334 .138 .312 .208
Positive .172 .334 .138 .244 .208
Negative -.145 -.253 -.108 -.312 -.173
Kolmogorov-Smirnov Z .488 .944 .390 .882 .590
Asymp. Sig. (2-tailed) .971 .335 .998 .418 .878
a. Test distribution is Normal.
2 Tahun Sebelum dan 2 Tahun Sesudah Merger
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
ROA_2Thn DR_2Thn TATO_2Thn CR_2Thn EPS_2Thn
N 8 8 8 8 8
Normal Parametersa,b Mean .0092 .8640 .0657 1.0951 47.7500
Std. Deviation .00454 .06932 .03380 .03059 16.52487
Most Extreme Differences
Absolute .175 .303 .134 .298 .250
Positive .121 .303 .134 .210 .178
Negative -.175 -.293 -.090 -.298 -.250
Kolmogorov-Smirnov Z .495 .856 .378 .842 .706
Asymp. Sig. (2-tailed) .967 .456 .999 .478 .701
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
3 Tahun Sebelum dan 3 Tahun Sesudah Merger
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
ROA_3Thn DR_3Thn TATO_3Thn CR_3Thn EPS_3Thn
N 8 8 8 8 8
Normal Parametersa,b Mean .0110 .8532 .0612 1.1164 48.6250
Std. Deviation .00423 .06857 .02940 .06398 27.26032
Most Extreme Differences
Absolute .179 .283 .139 .251 .238
Positive .162 .235 .139 .251 .220
Negative -.179 -.283 -.122 -.203 -.238
Kolmogorov-Smirnov Z .506 .800 .392 .710 .673
Asymp. Sig. (2-tailed) .960 .545 .998 .695 .755
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Lampiran 4 : Uji Hipotesis Paired Sample T-Test
1 Tahun Sebelum dan 1 Tahun Sesudah Merger
Paired Samples Test
Paired Differences t df Sig.
(2- tailed) Mean Std.
Deviation Std.
Error Mean
95% Confidence Interval of the
Difference Lower Upper Pair
1
ROA_1Thn_Sebelum - ROA_1Thn_Sesudah
-.00681 .00233 .00117 -.01051 -.00310 - 5.838
3 .010
Pair 2
DR_1Thn_Sebelum - DR_1Thn_Sesudah
.10366 .08995 .04497 -.03947 .24678 2.305 3 .105
Pair 3
TATO_1Thn_Sebelum - TATO_1Thn_Sesudah
.00380 .04529 .02264 -.06826 .07585 .168 3 .878
Pair 4
CR_1Thn_Sebelum - CR_1Thn_Sesudah
-.04944 .04719 .02360 -.12454 .02566 - 2.095
3 .127
Pair 5
EPS_1Thn_Sebelum - EPS_1Thn_Sesudah
-51.00000 18.92089 9.46044 -81.10735 -20.89265 - 5.391
3 .013
2 Tahun Sebelum dan 2 Tahun Sesudah Merger
Paired Samples Test
Paired Differences t df Sig.
(2- tailed) Mean Std.
Deviation
Std.
Error Mean
95% Confidence Interval of the
Difference Lower Upper Pair
1
ROA_2Thn_Sebelum - ROA_2Thn_Sesudah
.00139 .00052 .00026 .00055 .00223 5.297 3 .013
Pair 2
DR_2Thn_Sebelum - DR_2Thn_Sesudah
.12936 .00904 .00452 .11497 .14374 28.612 3 .000
Pair 3
TATO_2Thn_Sebelum - TATO_2Thn_Sesudah
.03010 .01293 .00646 .00953 .05067 4.657 3 .019
Pair 4
CR_2Thn_Sebelum - CR_2Thn_Sesudah
-.05602 .01145 .00572 -.07423 -.03781 -9.788 3 .002
Pair 5
EPS_2Thn_Sebelum - EPS_2Thn_Sesudah
-14.50000 18.73499 9.36750 -44.31156 15.31156 -1.548 3 .219
3 Tahun Sebelum dan 3 Tahun Sesudah Merger
Paired Samples Test
Paired Differences t df Sig.
(2- tailed) Mean Std.
Deviation Std.
Error Mean
95% Confidence Interval of the
Difference Lower Upper Pair
1
ROA_3Thn_Sebelum - ROA_3Thn_Sesudah
.00022 .00151 .00076 -.00218 .00263 .294 3 .788
Pair 2
DR_3Thn_Sebelum - DR_3Thn_Sesudah
.12544 .02657 .01328 .08316 .16772 9.442 3 .003
Pair 3
TATO_3Thn_Sebelum - TATO_3Thn_Sesudah
.02791 .00980 .00490 .01231 .04350 5.695 3 .011
Pair 4
CR_3Thn_Sebelum - CR_3Thn_Sesudah
-.10900 .03654 .01827 -.16714 -.05086 -5.967 3 .009
Pair 5
EPS_3Thn_Sebelum - EPS_3Thn_Sesudah
-47.75000 17.68945 8.84473 -75.89786 -19.60214 -5.399 3 .012
Lampiran 5 : Uji Manova
Multivariate Testsa
Effect Value F Hypothesis df Error df Sig.
Intercept
Pillai's Trace 1.000 30761.114b 5.000 17.000 .000
Wilks' Lambda .000 30761.114b 5.000 17.000 .000
Hotelling's Trace 9047.386 30761.114b 5.000 17.000 .000 Roy's Largest Root 9047.386 30761.114b 5.000 17.000 .000
SesudahMerger
Pillai's Trace .524 1.278 10.000 36.000 .279
Wilks' Lambda .531 1.264b 10.000 34.000 .289
Hotelling's Trace .778 1.245 10.000 32.000 .302
Roy's Largest Root .607 2.184c 5.000 18.000 .101
a. Design: Intercept + SesudahMerger b. Exact statistic
c. The statistic is an upper bound on F that yields a lower bound on the significance level.