© Copyright 2016
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PERCETAKAN SABLON DENGAN MENGGUNAKAN
METODE FULL COSTING PADA CV. ATR BORNEO MANDIRI DI BALIKPAPAN
Noorhayati Rachman 1
Abstrack
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung dan menganalisis harga pokok produksi dan perbedaan perhitungan harga pokok produksi percetakan dengan menggunakan metode full costing.Hasil perhitungan harga pokok produksi dengan jumlah percetakan sablon sebanyak 910 produk pada bulan Januari 2016, didapat perhitungan harga pokok produksi pada percetakan sablon sebesar Rp 60.583.083,00, sedangkan perhitungan menggunakan metode full costing diperoleh hasil sebesar Rp 61.005.999,00.
Harga pokok produksi pada jenis produk percetakan sablon yang dengan harga pokok per-unit Rp 44.638,00.Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa CV. Atr Borneo Mandiri tidak menggunakan metode full costing karena tidak memasukkan biaya penyusutan ke dalam overhead pabrik, seharusnya perusahaan menggunakan metode full costing karena membebankan seluruh biaya baik itu biaya tetap maupun variabel.
Kata Kunci : harga pokok produksi dan metode full costing
Pendahuluan
Persaingan dan kemajuan dalam dunia industri guna menghasilkan suatu produk yang berkualitas sejauh ini berkembang dengan pesat baik dlam skala besar meupun kecil juga memiliki peran penting terhadap perekonomian Indonesia. Perkembangan sektor usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia dapat dikembangkan dengan baik sehingga mewujudkan usaha menengah yang tangguh. Sehingga penggunaan tehnik sablon saat ini banyak dimanfaatkan oleh perusahaan dan menghasilkan berbagai macam produk yang berguna bagi masyarakat. Percetakan sablon CV. Atr Borneo Mandiri merupakan salah satu perusahaan yang bergeraak dalam produksi sablon di Balikpapan CV. Atr Borneo Mandiri adalah tempat produksi segala jenis pakaian seperti kaos, polo, kemeja kerja, jacket, jumper hoodie, jearsey dan topi.
Metode penentuan harga pokok produksi adalah cara memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam biaya produksi (Mulyadi, 2005:17). Penentuan harga pokok produksi terdapat dua metode yaitu metode full costing dan variable costing. Halim (2011:49) menyatakan bahwa “perbedaan antara kedua metode yaitu full costing dan variable costing berdasarkan perhitungan harga
1
pokok produksi dapat dikatakan bahwa perbedaan antara kedua metode tersebut terletak pada perlakuan biaya overhead pabrik yang bersifat tetap. Menurut metode full costing biaya overhead tetap diperhitungkan dalam harga pokok, sedangkan berdasarkan metode variable costing biaya tersebut diperlakukan sebagai biaya periodik.Metode yang tepat digunakan pada CV. Atr Borneo Mandiri untuk menghitung harga pokok produksi adalah metode full costing.
Sehingga dengan menerapkan metode ini penulis mengharapkan dapat membantu perusahaan dalam penentuan harga pokok produksi.
Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimana perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing pada percetakan Sablon CV. Atr Borneo Mandiri ?
Tujuan penelitian
Untuk mmengetahui harga pokok produksi pada usaha CV. Atr Borneo Mandiri dengan menggunakan metode full costing dan menganalisis perbedaan perhitungan harga pokok produksi percetakan sablon antara metode full costing dengan harga pokok produksi yang dilakukan oleh CV.Atr Borneo Mandiri.
Kerangka Dasar Teori Akuntansi
Munawir (2000:5) menyatakan bahwa “akuntansi adalah seni dari pada pencatatan, penggolongan, dan peringkasan dari pada peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya dan dengan petunjuk atau dinyatakan dalam uang, sistem operasi serta penafsiran terhadap hal-hal yang timbul”.
Akuntansi Biaya
Mulyadi (2009:7) memberikan pengertian akuntansi biaya sebagai
“proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya”.
Biaya
Biaya menurut Wasilah (2009:22) adalah pengluaran-pengeluaran atau nilai pengorbanan untuk memperoleh barang atau jasa yang berguna untuk masa yang akan datang dan mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
Harga Pokok Produksi
Menurut Witjaksono (2006:10) harga pokok adalah sejumlah nilai aktiva (asset), tetapi apabila selama tahun berjalan aktiva tersebut dimanfaatkan untuk membantu memperoleh penghasilan, aktiva tersebut harus dikonversikan kebeban (expense).
Metode Penentuan Harga Pokok Produksi
Mulyadi (2005:17) mendefinisikan metode penentuan harga pokok produksi adalah cara memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam biaya
produksi. Untuk memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam biaya produksi, terdapat dua pendekatan, yaitu full costing dan variabel costing.
Metode Full Costing
Menurut Sujarweni (2015:148) full costing adalah metode untuk menentukan harga pokok produksi dengan membebankan semua biaya produksi tetap maupun variable pada produk yang dihasilkan.
Definisi Konsepsional
Pada skripsi ini penulis telah menghitung harga pokok produksi percetakan sablon dengan menggunakan metode full costing, sehingga dapat diperoleh hasil perhitungan harga pokok produk percetakan sablon yang tepat sesuai dengan teori akuntansi biaya. Adapun definisi tiap variabel dari judul tersebut secara konsepsional adalah sebagai berikut.
1. Harga pokok produksi adalah perhitungan biaya untuk menghasilkan suatu produk mulai dari kegiatan produksi sampai pada produk tersebut dijual.
2. Metode full costing merupakan metode harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang bersifat tetap dan variabel.
3. Percetakan sablon adalah bagian dari ilmu grafika terapan yang bersifat praktis. Jika diuraikan secara verbal, cetak sablon dapat diartikan sebagai kegiatan cetak-mencetak grafis dengan menggunakan kain gasa, biasa disebut screen, pada bidang yang menjadi sasaran cetak.
Metode Penelitian Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Desain metode kuantittif menurut Sugiyono (2009:14) adalah data yang berbentuk angka atau data kuantitatif sedangkan desain metode kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata atau narasi semata.
Definisi Operasional
Definisi operasional mengenai variabel-variabel yang digunakan dalam perhitungan harga pokok produksi percetakan sablon pada CV. Atr Borneo Mandiri.
1. Biaya bahan baku adalah biaya bahan yang dipakai untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Dan yang termasuk biaya ini adalah bahan kain.
2. Biaya tenaga kerja langsung adalah tenaga keja yang jasanya dapat diikuti jejak manfaatnya pada produk tertentu. yang termasuk dalam biaya tenaga kerja langsung adalah pekerja bagian penyablonan,penjahit,tukang potong dan desain.
3. Biaya ini meliputi semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Adapun yang dapat digolongkan sebagai biaya overhead pabrik pada percetakan Atr Borneo Mandiri adalah sebagai berikut : (1) Biaya Overhead pabrik tetap yaitu : (a) biaya printing fill
warna; (b) biaya depresiasi computer; (c) biaya depresiasi mesin press; (d) biaya depresiasi computer desain grafis; (e) biaya depresiasi meja afdruk;
(f) biaya depresiasi mesin jahit; (g) biaya depresiasi hair drayer besar; (h) biaya depresiasi hot gun; (i) biaya depresiasi hair drayer kecil; (j) biaya sewa ruko; (k) biaya telepon dan speedy; (l) biaya depresiasi toll set; (m) biaya listrik; (n) biaya air (kebersihan dan admin) . Sedangkan (2) Biaya Overhead pabrik variable yaitu : (a) biaya pasta pewarna (bibit warna); (b) biaya obat afdruk; (c) biaya rakel; (d) biaya soda api; (e) biaya M3(minyak pelarut tinta); (f) biaya minyak goreng; (g) biaya lem meja; (h) biaya semprotan air; (i) biaya tinta robber; (j) biaya screen sablon; (k) biaya cutier; (l) biaya penguat apdruk; (m) biaya sendok pasta; (n) biaya lakban;
(o) biaya sabun wings; (p) biaya beclin; (q) biaya plastic; (r) biaya benang;
(s) biaya air.
Teknik Analisis Data
Alat analisis dalam penelitian ini yaitu perhitungan harga pokok produksi percetakan sablon dengan menggunakan metode full costing dan tariff overhead pabrik atas dasar penggunaan bahan baku yang digunakan.
1. Perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing.
Rumus untuk menghitung harga pokok produksi dengan metode full costing menurut Mulyadi (2005:122) adalah sebagai berikut.
Biaya bahan baku Rp xx
Biaya tenaga kerja langsung Rp xx
Biaya overhead pabrik tetap Rp xx
Biaya overhead pabrik variable Rp xx +
Harga pokok produksi Rp xx
2. Tarif Biaya Overhead Pabrik
Mulyadi (2005:200) menyatakan bahwa ketika biaya overhead pabrik yang dominan bervariasi dengan nilai bahan baku, maka dasar yang dipakai untuk membebankan dan memisahkan biaya overhead pabrik kepada produk adalah biaya bahan baku. Sebagaimana dapat dilihat pada rumus berikut.
Hasil Penelitian dan Pembahasan Biaya Produksi
Berikut adalah biaya- biaya yang dikeluarkan di bulan Januari 2016 Biaya bahan baku
Biaya bahan baku yang digunakan selama proses produksi percetakan sablon bulan Januari 2016
Tabel Biaya bahan baku CV. Atr Borneo Mandiri bulan Januari 2016
Keterangan Satuan Jumlah Harga (Rp) Total (Rp)
Pesanan
Kain Catton Combet 180 kg 537 80.000,00 14.400.000,00 Kain American Drill 60 kg 115 120.000,00 7.200.000,00
Kain Locaste 72 kg 204 88.000,00 6.336.000,00
Kain Baby Terri 10 kg 22 74.000,00 740.000,00
Kain Dri Fitt 16 kg 32 72.000,00 1.152.000,00
JUMLAH 338 29.828.000,00
Sumber : CV. Atr Borneo Mandiri Balikpapan Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja yang dikeluarkan oleh CV. Atr Borneo Mandiri pada bulan Januari 2016
Tabel Biaya Tenaga Kerja CV. Atr Borneo Mandiri bulan Januari 2016 Keterangan Satuan Harga (Rp) Total(Rp) Pekerja sablon leader 1 Orang 3.700.000,00 3.700.000,00 Pekerja sablon back 1 Orang 3.500.000,00 3.500.000,00
Penjahit 1 910 Baju 8.000,00 7.280.000,00
Tukang potong 1 Orang 1.800.000,00 1.800.000,00
Desain 1 Orang 3.100.000,00 3.100.000,00
JUMLAH 19.380.000,00
Sumber : CV. Atr Borneo Mandiri Balikpapan Biaya overhead pabrik
Tabel Biaya Overhead Pabrik Tetap CV. Atr Borneo Mandiri bulan Januari 2016
Keterangan Satuan Harga (Rp) Total (Rp) Biaya telepon dan speedy 1 Bulan 475,000.00 475,000.00 Biaya air (kebersihan ) 1 Bulan 3,750.00 3,750.00 Biaya air ( admin) 1 Bulan 2,000.00 2,000.00 Biaya listrik 4 Minggu 250,000.00 1,000,000.00 Biaya sewa ruko 12 Bulan 37,000,000.00 3,083,333.33
JUMLAH 4,564,083.33
Sumber : CV. Atr Borneo Mandiri Balikpapan
Tabel Biaya Overhead Pabrik Variabel CV. Atr Borneo Mandiri bulan Januari 2016
Keterangan Satuan Harga (Rp) Total (Rp)
Biaya air 1 Bulan 500,000.00 500,000.00
Biaya screen sablon 30 Pcs 50,000.00 1,500,000.00
Biaya pewarna 40 Kilo 60,000.00 2,400,000.00
Biaya obat afdruk 10 Kaleng 25,000.00 250,000.00
Biaya rakel 5 Biji 4,000.00 20,000.00
Biaya soda api 1 Liter 30,000.00 30,000.00
Biaya M3 1 Kilo 50,000.00 50,000.00
Biaya minyak goreng 1 Liter 24,000.00 24,000.00
Biaya lem meja 1 Kaleng 20,000.00 20,000.00
Biaya semprotan air 3 Botol 15,000.00 45,000.00
Biaya tinta rober 10 Kilo 80,000.00 800,000.00
Biaya Cutier 12 Pcs 10,000.00 120,000.00
Biaya penguat afdruk 1 Kilo 100,000.00 100,000.00 Biaya sendok pasta 2 Lusin 50,000.00 100,000.00
Biaya lakban 12 Pcs 8,000.00 96,000.00
Biaya sabun wings 10 Pcs 5,000.00 50,000.00
Biaya beclin 6 Botol 15,000.00 90,000.00
Biaya plastic 2 Kilo 8,000.00 16,000.00
Biaya benang 4 Minggu 150,000.00 600,000.00
JUMLAH 6,811,000.00
Sumber : CV. Atr Borneo Mandiri Balikpapan
Hasil Penjualan
Tabel Hasil Penjualan Produksi Percetakan CV. Atr Borneo Mandiri bulan Januari 2016
No Tanggal Jumlah Keterangan
Harga Jual
(Rp) Total (Rp) 1 2-Jan-2016 25 Mandiri Meubel 85.000,00 2.125.000,00 2 4-Jan-2016 15 Berak & Martin 90.000,00 1.350.000,00
3 5-Jan-2016 25 Volcom 85.000,00 2.125.000,00
4 7-Jan-2016 22 Kaos Metal 90.000,00 1.980.000,00 5 7-Jan-2016 45 Bendera Sablon 45.000,00 2.025.000,00
6 8-Jan-2016 5 Silat Merah 90.000,00 450.000,00
7 8-Jan-2016 1 You Are Me 90.000,00 90.000,00
8 12-Jan-2016 40 Marching Band 75.000,00 3.000.000,00 9 12-Jan-2016 13 Ice Cream 95.000,00 1.235.000,00
10 12-Jan-2016 2 Sablon Kaos 30.000,00 60.000,00
11 13-Jan-2016 2 Sablon Throme 15.000,00 30.000,00
12 13-Jan-2016 5 Listrik 90.000,00 450.000,00
13 14-Jan-2016 2 Sablon Agung 90.000,00 180.000,00
14 14-Jan-2016 13 Go Green 70.000,00 910.000,00
15 15-Jan-2016 14 Man Trap 85.000,00 1.190.000,00
16 15-Jan-2016 25 My Trip Hadi 85.000,00 2.125.000,00
17 16-Jan-2016 5 Tapak Suci 90.000,00 450.000,00
18 16-Jan-2016 1 AMK 90.000,00 90.000,00
19 18-Jan-2016 5 My Trip Jannah 90.000,00 450.000,00 20 18-Jan-2016 55 Kemeja BNN 160.000,00 8.800.000,00 21 18-Jan-2016 40 Sablon Kaos Kelas 9 85.000,00 3.400.000,00 22 19-Jan-2016 1 Sablon borneo 90.000,00 90.000,00 23 20-Jan-2016 2 Sablon Agung 90.000,00 180.000,00 24 20-Jan-2016 50 Chitra Pratama 70.000,00 3.500.000,00 25 21-Jan-2016 2 Sablon Abdul 90.000,00 180.000,00 26 21-Jan-2016 100 Baju Handil 80.000,00 8.000.000,00 27 21-Jan-2016 10 Sablon Agil 90.000,00 900.000,00 28 22-Jan-2016 50 Baju Paskas 100.000,00 5.000.000,00
29 22-Jan-2016 12 Dota 85.000,00 1.020.000,00
30 24-Jan-2016 12 Fire rescue 90.000,00 1.080.000,00
31 24-Jan-2016 4 Persija Ir soekarno 95.000,00 380.000,00
32 25-Jan-2016 100 RSUD 120.000,00 12.000.000,00
33 25-Jan-2016 24 Polo Catering 95.000,00 2.280.000,00 34 25-Jan-2016 30 Polo Turn Back 110.000,00 3.300.000,00
35 26-Jan-2016 7 Samboja 95.000,00 665.000,00
36 26-Jan-2016 8 Sablon Baju Putih XL 90.000,00 720.000,00 37 27-Jan-2016 15 Gang Fals 85.000,00 1.275.000,00
38 27-Jan-2016 50 CAI 100.000,00 5.000.000,00
39 27-Jan-2016 25 Brasmara 85.000,00 2.125.000,00
40 30-Jan-2016 8 Billabong 90.000,00 720.000,00
41 30-Jan-2016 5 Bordir 50.000,00 250.000,00
42 30-Jan-2016 10 Kemeja Ceetah 210.000,00 2.100.000,00 43 31-Jan-2016 25 Polo Salon&Spa 100.000,00 2.500.000,00
JUMLAH 910 3.835.000,- 85.780.000,00
Sumber : CV. Atr Borneo Mandiri Balikpapan
Tabel Hasil Perhitungan Harga Pokok Produksi Percetakan CV. Atr Borneo Mandiri bulan Januari 2016
Elemen Biaya Catton. C American. D Locaste Baby Terri Drifit
Total Biaya
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
Bahan Baku 14.400.000,00 7.200.000,00 6.336.000,00 740.000,00 1.152.000,00 29.828.000,00 Tenaga Kerja 3.876.000,00 3.876.000,00 3.876.000,00 3.876.000,00 3.876.000,00 19.380.000,00 overhead
pabrik tetap
2.203.280,00 1.101.680,00 969.488,00 113.299,00 176.336,00 4.564.083,00
overhead pabrik variabel
3.287.773,00 1.644.014,00 1.446.763,00 169.196,00 263.255,00 6.811.000,00
Total HPP 23.767.053,00 13.821.694,00 12.628.251,00 4.898.494,00 5.467.591,00 60.583.083,00 Jumlah
Pesanan 910 unit
537 115 204 22 32
HPP Satuan 44.259,00 120.189,00 61.903,00 222.659,00 170.862,00 619.872,00
Sumber : CV. Atr Borneo Mandiri Balikpapan Analisis
Biaya bahan baku
Seperti halnya biaya bahan baku percetakan sablon adalah kain kaos. Karena percetakan akan beroperasi apabila ada pesanan maka biaya bahan baku juga bervariasi. Jenis kain percetakan adalah Catton combet, American drill, locaste, baby terri dan dri fit sehingga mengeluarkan biaya bulan Januari adalah Rp 29.828.000,00
Biaya tenaga kerja
Biaya tenaga kerja yang dikeluarkan terkait upah karyawan langsung yang terkait dengan proses produksi pada CV. Atr Borneo Mandiri adalah Rp 19.380.000,00
Biaya Overhead Pabrik
Terdapat beberapa biaya-biaya overhead pabrik yang ditemukan penulis pada saat melakukan penelitian. Adapun penggolongan biaya overhead pabrik tersebut adalah sebagai berikut.
1. Biaya overhead pabrik tetap
a. Biaya speedy sebesar Rp 475..000,00 b. Biaya air (kebersihan) Rp 3.750,00 c. Biaya air (admin) Rp 2.000,00 d. Biaya depresiasi printing
=
= Rp 290.000,00 per tahun
= Rp 24.167,00 per bulan
e. Biaya depresiasi computer
=
= Rp 580.000,00 per tahun = Rp 48.333,00 per bulan
f. Biaya depresiasi computer desain grafis
=
= Rp 1.360.000,00 per tahun = Rp 133.333,00 per bulan
g. Biaya depresiasi mesin press
=
= Rp 790.000,00pertahun
= Rp 65.833,00 per bulan h. Biaya depresiasi meja afdruk
=
= Rp 220.000,00 per tahun
= Rp 18.333,00 per bulan i. Biaya depresiasi mesin jahit
=
= Rp 180.000,00 per tahun
= Rp 15.000,00 per bulan
4 mesin jahit x @ Rp 15.000,- = Rp 60.000,00 per bulan j. Biaya depresiasi hot gun
= Rp 219.000,00 per tahun = Rp 18.250,00 per bulan k. Biaya depresiasi alat pemanas (hair drayer besar)
= Rp 125.000,00 per tahun = Rp 10.417,00 per bulan
l. Biaya depresiasi alat pemanas (hair drayer kecil)
= Rp 51.000,00 per tahun = Rp 4.250,00 per bulan m. Biaya depresiasi toll set
=
= Rp 480.000,00 per tahun = Rp 40.000,00 per bulan
n. Biaya Sewa ruko
= Rp 3.083.333,00 per bulan 2. Biaya overhead pabrik variable
a. Biaya air sebesar Rp 500.000,00
b. Biaya pembelian pasta pewarna 40 kilogram × @ Rp 60.000,00
= Rp 240.000,00
c. Biaya pembelian obat afdruk 10 kaleng × @ Rp 25.000,00 = Rp 250.000,00
d. Biaya pembelian rakel 5 biji × @ Rp 4.000,00 = Rp 20.000,00 e. Biaya pembelian soda api 1 liter sebesar Rp 30.000,00
f. Biaya pembelian M3 1 liter sebesar Rp 50.000,00 g. Biaya minyak goreng 1 liter sebesar Rp 24.000,00 h. Biaya pembelian lem meja 1 liter sebesar Rp 20.000,00
i. Biaya pembelian semprotan air 3 botol × @ Rp 15.000,00 = Rp 45.000,00
j. Biaya pembelian tinta robber 10 kilogram × @ Rp 80.000,00 = Rp 800.000,00
k. Biaya pembelian cutier 12 pcs × @ Rp 10.000,00 = Rp 120.000,00
l. Biaya pembelian penguat afdruk 1 kilogram sebesar Rp 100.000,00
m. Biaya pembelian sendok pasta 2 lusin × @ Rp 50.000,00 = Rp 100.000,00
n. Biaya pembelian lakban 12 pcs × @ Rp 8.000,00 = Rp 96.000,00 o. Biaya pembelian sabun wings 10 biji × @ Rp 5.000,00 = Rp
50.000,00
p. Biaya pembelian baclin 6 botol × @ Rp 15.000,00 = Rp 90.000,00
q. Biaya pembelian plastik 2 kilogram × @ Rp 8.000,00 Rp 16.000,00
r. Biaya pembelian benang sebesar Rp 600.000,00
Tabel Biaya overhead pabrik tetap CV.Atr Borneo Mandiri Bulan Januari 2016
Keterangan Total (Rp)
Biaya Speedy 475.000.00
Biaya air (kebersihan ) 3.750.00
Biaya air ( admin) 2.000.00
Biaya listrik 1.000.000.00
Biaya Depresiasi Printing 24.167.00
Biaya Depresiasi Computer 48.333.00
Biaya Depresiasi Computer Desain Grafis 133.333.00
Biaya Depresiasi Mesin Press 65.833.00
Biaya Depresiasi Meja Afdruk 18.333.00
Biaya Depresiasi Mesin Jahit 60.000.00
Biaya Depresiasi Hot Gun 18.250.00
Biaya Depresiasi Alat Pemanas Besar 10.417.00 Biaya Depresiasi Alat Pemanas Kecil 4.250.00
Biaya Depresiasi Toll Set 40.000.00
Biaya Sewa Ruko 3.083.333.00
Jumlah 4.986.999.00
Sumber : data diolah
Tabel Biaya overhead pabrik variabel CV.Atr Borneo Mandiri Bulan Januari 2016
Keterangan Total (Rp)
Biaya Air 500.000.00
Biaya Screen Sablon 1.500.000.00
Biaya Pewarna 2.400.000.00
Biaya Obat Afdruk 250.000.00
Biaya Rakel 20.000.00
Biaya Soda Api 30.000.00
Biaya M3 50.000.00
Biaya Minyak goreng 24.000.00
Biaya Lem Meja 20.000.00
Biaya Semprotan Air 45.000.00
Biaya Tinta Robber 800.000.00
Biaya Cutier 120.000.00
Biaya Penguat Afdruk 100.000.00
Biaya Sendok Pasta 100.000.00
Biaya Lakban 96.000.00
Biaya Sabun Wings 50.000.00
Biaya Beclin 90.000.00
Biaya Plastik 16.000.00
Biaya Benang 600.000.00
Jumlah 6.811.000.00
Sumber : data diolah
Perhitungan BOP per Produk
Dalam perhitungan harga pokok produksi, langkah awal yang harus dilakukan dengan berdasarkan bahan baku yang digunakan sebagaimana berikut.
1) Tarif BOP =
=
= 39,55%2) BOP Tetap dan BOP Variabel a) BOP Tetap =
=
= 16,71%
b) BOP Variabel =
=
= 22,83%
1) BOP Kain Catton Combet
(a) BOP Tetap = Rp 14.400.000,00 × 16,71%
= Rp 2.406.788,00
(b) BOP Variabel = Rp 14.400.000,00 × 22,83%, = Rp 3.287.773,00
2) BOP Kain American Drill
(a) BOP Tetap = Rp 7.200.000,00 × 16,71%
= Rp 1.203.668,00
(b) BOP Variabel = Rp 7.200.000,00 × 22,83% = Rp 1.644.014,00 3) BOP Kain Locaste
(a) BOP Tetap = Rp 6.336.000,00 × 16,71%
= Rp 1.059.294,00
(b) BOP Variabel = Rp 6.336.000,00 × 22,83% = Rp 1.446.763,00 4) BOP Kain Baby Terri
(a) BOP Tetap = Rp 740.000,00 × 16,71% = Rp 124.202,00 (b) BOP Variabel = Rp 740.000,00 × 22,83% = Rp 169.195,00,00 5) BOP Kain Dry Fitt
(a) BOP Tetap = Rp 1.152.000,00 × 16,71% = Rp 193.047,00 (b) BOP Variabel = Rp 1.152.000,00 × 22,83% = Rp 263.255,00 Tabel Hasil Perhitungan Harga Pokok Produksi Percetakan Menggunakan
Metode full costing bulan Januari 2016
Elemen Biaya
Catton. C American. D Locaste Baby Terri Driff
Total Biaya
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
Bahan Baku 14.400.000,00 7.200.000,00 6.336.000,00 740.000,00 1.152.000,00 29.828.000,00 Tenaga Kerja 3.876.000,00 3.876.000,00 3.876.000,00 3.876.000,00 3.876.000,00 19.380.000,00 overhead
pabrik tetap 2.406.788,00 1.203,668,00 1.059.294,00 124.202,00 193.047,00 4.986.999,00 overhead
pabrik variabel
3.287.773,00 1.644.014,00 1.446.763,00 169.195,00 263.255,00 6.811.000,00 Total HPP 23.970.561,00 13.923.682,00 12.718.057,00 4.909.397,00 5.484.302,00 61.005.999,00
Jumlah 537 115 204 22 32
Pesanan 910 unit
HPP Satuan 44.638,00 121.075,00 62.343,00 223.154,00 171.384,00 622.594,00
Sumber : data diolah Pembahasan
Hasil perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing berdasarkan pada penggolongan dan pengumpulan biaya yang dikeluarkan perusahaan. Selanjutnya akan dilakukan perbandingan harga pokok produksi menurut perusahaan dengan hasil analisis.Berikut perbandingan harga pokok produksi percetakan sablon menurut CV.Atr Borneo Mandiri dan menurut analisis dengan menggunakan metode full costing dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel Perbandingan harga pokok produksi percetakan sablon menurut CV.
Atr Borneo Mandiri dan Hasil Analisis Produk
Harga Pokok Produksi
Selisih (Rp) CV. Atr Borneo
Mandiri (Rp)
full costing (Rp) Kain Catton
Combet 23.767.053,00 23.970.561,00 203.508,00 Kain American
Drill 13.821.694,00 13.923.682,00 101.988,00 Kain Locaste 12.628.251,00 12.718.057,00 89.806,00 Kain Baby Terri 4.898.494,00 4.909.397,00 10.903,00 Kain Dri Fitt 5.467.591,00 5.484.302,00 16.711,00 Total HPP 60.583.083,00 61.005.999,00 422.916,00 Sumber : data diolah
Tabel Perbandingan harga pokok produksi per- unit percetakan sablon menurut CV. Atr Borneo Mandiri dan hasil analisis
Produk
Harga Pokok Produksi
Selisih (Rp) CV. Atr Borneo
Mandiri (Rp)
full costing (Rp)
Kain Catton Combet 44.259,00 44.638,00 379,00 Kain American Drill 120.189,00 121.075,00 886,00
Kain Locaste 61.903,00 62.343,00 440,00
Kain Baby Terri 222.659,00 223.154,00 495,00
Kain Dri Fitt 170.862,00 171.384,00 522,00
Total HPP 619.872,00 622.594,00 2.722,00 Sumber : data diolah
Biaya yang dikeluarkan selama bulan Januari 2016 berdasarkan data yang ada harga pokok produksi diperusahaan adalah sebesar Rp 60.583.083,00sedangkan biaya produksi yang dihasilkan dengan menggunakan metode full costing yang berdasarkan analisis adalah sebesar Rp 61.005.999,00 terdapat selisish Rp 422.916,00. Sedangkan harga pokok produksi per- unit diperusahaan adalah sebesar Rp 619.872,00 dan biaya produksi yang dihasilkan dengan menggunakan metode full costing yang berdasarkan analisis dalah sebesar Rp 622.594,00 terdapat selisih Rp 2.722,00.Sehingga dari produk percetakan sablon yang sangat menguntungkan adalah Kain Catton Combet sebesar Rp 44.638,00/ unit. Akibat dari perbedaan tersebut karena biaya-biaya yang seharusnya diperhitungkan sebagai unsur biaya dalam produksi tidak diperhitungkan. Biaya ini adalah biaya overhead pabrik yang meliputi penyusutan alat. Sedangkan CV. Atr Borneo Mandiri tidak membebankan biaya penyusutan peralatan sehingga banyak biaya-biaya yang dikeluarkan tetapi tidak dibebankan ke dalam perhitungan harga pokok produksi. Karena menurut akuntansi biaya perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing memasukkan semua elemen-elemen biaya produksi baik biaya tetap maupun variabel. Dari hal tersebut dapat dikemukakan bahwa CV.Atr Borneo Mandiri seharusnya lebih teliti dalam memasukan elemen biaya produksi ke dalam perhitungan harga pokok produksi sehingga akan menghasilkan laba sesuai dengan yang diharapkan dan semaksimal mungkin.
Adanya kesalahan terhadap pengumpulan penggolongan biaya produksi tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya, sehingga perhitungan harga pokok produksi itu sendiri lebih rendah dan dapat menyebabkan informasi yang dihasilkan menjadi salah dalam pengambilan keputusan dan penentuan harga jual produksi. Sedangkan melakukan pengumpulan penggolongan biaya produksi yang tepat dan sesuai dengan akuntansi biaya maka dapat menghasilkan informasi biaya yang benar. Dengan penentuan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing yang benar dan tepat maka CV. Atr Borneo Mandiri dapat memperhitungkan berapa besar pengembalian modal yang dikeluarkan dan pendapatan laba yang diperoleh setiap tahun berjalan.
Persamaan dari hasil penelitian ini dengan hasil penelitian terdahulu (Andri Eka Permatasari, 2013; Ahmad Nur Al Yudha, 2013; Nugroho, 2013) adalah pada masalah yang diteliti yakni tentang perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing sehingga perhitungan harga pokok produksi yang dihasilkan lebih tinggi menggunakan metode full costing di bandingkan dengan menggunakan metode perusahaan. Sedangkan perbedaanya terletak pada pembebanan tariff biaya overhead pabrik berdasarkan bahan baku yang di gunnakan untuk menghitung harga pokok produksi per-unitnya, karena di penelitian ini memiliki banyak jenis produk sedangkan di penelitian terdahulu hanya meneliti satu jenis produk saja.
Penutup
CV. Atr Borneo Mandiri tidak menggunakan metode full costing pada perhitungan harga pokok produksinya, karena tidak memasukkan biaya penyusutuan ke dalam overhead pabrik.
Penyusunan harga pokok produksi perusahaan seharusnya menggunakan metode full costing karena membebankan seluruh biaya baik itu biaya tetap maupun variabel sebagai penentuan harga pokok produksinya sehingga akan diperoleh harga pokok produksi perusahaan yang wajar.
Perbedaan antara perhitungan CV. Atr Borneo Mandiri dengan metode full costing terletak pada biaya overhead pabrik yaitu perusahaan belum memasukkan biaya penyusutan alat dan mesin ke dalam perhitungan harga pokok produksinya sehingga hasilnya pun kurang tepat dan akurat.
Sebaiknya CV. Atr Borneo Mandiri menghitung biaya penyusutan alat dan mesin karena merupakan biaya penting untuk menghitung biaya overhead pabrik dalam perhitungan harga pokok produksinya dan seharusnya perusahaan dapat menggunakan metode full costing karena memasukkan seluruh biaya baik biaya tetap maupun variabel.
Penetapan harga jual perusahaan sebaiknya tidak hanya melihat dari perusahan pesaing disekitarnya, namun perlu melakukan perhitungan harga pokok produksinya agar dapat menetapkan harga jual yang tepat.
Sebaiknya peneliti selanjutnya di harapkan dapat meneliti dengan periode yang panjang dan dapat meneliti secara mendalam tentang kelebihan dan kelemahan metode full costing.
Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsimi. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Halim, Supomo dan Syam Kusafi. 2011. Akuntansi Manajemen. Edisi Kedua Cetakan Pertama. Yogyakarta : BPFE IKAPI
Mulyadi. 2005. Akuntansi Biaya. Edisi Kelima Cetakan Ketujuh. Yogyakarta : UPP.AMP.YKPN.
Mulyadi. 2009. Akuntansi Biaya. Edisi Kelima. Yogyakarta : BPFE YKPN.
Munawir, S. 2000. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Keempat. Yogyakarta : Liberty.
Narbuko, Kholid. 2013. Metodologi Penelitian. Jakarta : Bumi Aksara.
Sujarweni, V Wiratna. 2015. Akuntansi Biaya, Teori dan Penerapannya.
Cetakan Pertama. Yogyakarta : Pustaka Baru Press.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Adminstrasi. Edisi Revisi Cetakan Keenam Belas. Bandung : Alfabeta.
Wasilah, Abdullah. 2009. Akuntansi Biaya. Jakarta : Salemba Empat.
Widilestariningtyas, Donny dan Sri Dewi. 2012. Akuntansi Biaya. Edisi Pertama. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Witjaksono, Armanto. 2006. Akuntansi Biaya. Edisi Pertama. Yogyakarta : Graha Ilmu.