SKRIPSI
diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Akuntansi (S.Akun) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Program Studi Akuntansi Syariah
Oleh :
TESHA AULIA AMANDA NIM E20193127
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
MARET 2023
ANALISIS RASIO KINERJA LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN JASA TRANSPORTASI BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) PERIODE TAHUN 2017 HINGGA TAHUN 2021 DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM DU-PONT
SKRIPSI
diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Akuntansi (S.Akun) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Program Studi Akuntansi Syariah
Oleh :
TESHA AULIA AMANDA NIM E20193127
Desetujui oleh:
Dosen Pembimbing
Nur Hidayat, S.E., M.M NUP. 201603132
ii
ANALISIS RASIO KINERJA LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN JASA TRANSPORTASI BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) PERIODE TAHUN 2017 HINGGA TAHUN 2021 DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM DU-PONT
SKRIPSI
Telah diuji diterima untuk memenuhi salah satu Persyaratan memperoleh gelar Sarjana Akuntansi (S.Akun)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Program Studi Akuntansi Syariah
Hari : Jum’at Tanggal : 31 Maret 2023
Tim Penguji
Ketua Sekretaris
Dr. H. Fauzan S.Pd.,M.Si. Agung Parmono, SE, M.Si NIP. 197403122003121008 NIP. 197512162009121002 Anggota:
1. Dr. Abdul Rokhim, S.Ag., M.E.I ( )
2. Nur Hidayat, S.E., M.M ( )
Menyetujui
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Dr. Khamdan Rifa'i, S.E., M.Si.
NIP. 196808072000031001
iii
MOTTO
Artinya : Dan setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan balasan amal perbuatan mereka
dan mereka tidak dirugikan (Qs. Al-Ahqaaf: 19)1
1 Departemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemahnya (Bekasi: Cipta Bagus Segara, 2012)
iv
PERSEMBAHAN
Skripsi ini saya persembahkan pada mereka yang telah berjasa dalam kesuksesan yang telah saya lalui selama ini, di antaranya:
1. Untuk orang tua saya, Bapak Edi Pranoto serta Ibu Puji Astuti dengan tuntunan serta do’a yang selalu terpanjatkan untuk segala kelancaran, serta penyemangat saya dalam menempuh pendidikan S1.
2. Untuk nenek saya tercinta Alm.Lilik Dwi yang telah memberikan saya semangat dan motivasi selama beliau masih ada.
3. Untuk saudara saya Chica Maulinda dan Wanda Honey yang selalu memberikan semangat dalam menempuh pendidikan S1.
4. Teman-Teman seperjuangan Akuntansi Syariah 2019 Kelas AKS3 yang telah mendukung segala hal skripsi selesai khususnya Yeni Alfia Wardah, Millatul Maghfiroh, Ainiyatiz, Din Silmi, dan Nurul Hidayati yang selalu memberi bantuan, semangat dan saling mendukung satu sama lain dalam menyusun skripsi ini.
5. Sahabat saya yang selalu mendukung dan memberikan semangat untuk saya Alisa Kotrun Nada dan Novita Pariski
6. Almamater Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan kesempatan untuk menuntut ilmu sehingga memberikan pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga.
7. Last but not least, i wanna thank me for believing in me, i wanna thank me for doing all this hard work, i wanna thank me for having no days off, i wanna thank me for never quitting, i wanna thank me for just being me all time.
v
KATA PENGANTAR
Puji syukur Kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-Nya serta shalawat dan salam yang selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Ilmiah Tertulis (Skripsi) dengan judul “Analisis Rasio Kinerja Laporan Keuangan Pada Perusahaan Jasa Transportasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Periode Tahun 2017 Hingga Tahun 2021 Dengan Menggunakan Sistem Du-Pont”.
Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Pendidikan Program Sarjana Strata Satu (S-1) pada Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
Pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian skripsi ini, yaitu:
1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM. selaku Rektor UIN KHAS Jember 2. Dr. Khamdan Rifa’i, S.E., M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam UIN KHAS Jember.
3. Nur Ika Mauliyah, M.Ak selaku Koordinator Program Studi Akuntansi Syariah.
4. Nur Hidayat, S.E., M.M. selaku Dosen Pembimbing dan Dosen Penasehat Akademik yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam skripsi ini.
vi
5. Seluruh Bapak/Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang telah sabar dan ikhlas mendidik dan memberikan ilmunya kepada penulis, semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat.
6. Dan seluruh pihak secara langsung maupun tidak langsung telah memberikan bantuan, sejak mulai dari pelaksanaan hingga penyusunan skripsi ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih belum sempurna.
Besar harapan penulis atas segala kritik dan saran yang bersifat membangun demi kebaikan dan semoga skripsi ini dapat memberi manfaat bagi pembaca. Aamiin.
Jember, 1 Maret 2022
Penulis
vii
ABSTRAK
Tesha Aulia Amanda, 2023: Analisis Rasio Kinerja Laporan Keuangan Pada Perusahaan Jasa Transportasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Periode Tahun 2017 Hingga Tahun 2021 Dengan Menggunakan Sistem du Pont.
Kata Kunci: Return On Investment, Perputaran Aktiva, Net profit Margin
Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui kinerja keuangan berdasarkan Du Pont System pada PT. Garuda Indonesia, PT. Kereta api Indonesia, PT. Prlayaran Nasional Indonesia, dan PT. ASDP Indo Ferry. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode dekriptif kuantitatif, yaittu dengan melakukan perhitungan yang relevan terhadap masalah yang diteliti, sedangkan pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah Du Pont System atau ROI, yang mana sampel digunakan adalah laporan keuangan selama 5 tahun.
Berdasarkan hasil penelitian, maka beberapa kesimpulan yang dapat diberikan oleh penulis adalah sebagai berikut hasil analisis Du-Pont System dengan menggunakan Return On Investment maka diketahui bahwa pada PT.
Garuda Indonesia mulai tahun 2017 sebesar -6%, tahun 2018 sebesar -6%, tahun 2019 sebesar -1%, tahun 2020 sebesar -23%, tahun 2021 sebesar -1%, sehingga perusahaan mengalami penurunan yang cukup drastis karena perusahaan memiliki beberapa permasalahan yang cukup besar salah satunya seperti total kewajiban pada ekuitas perusahaan terjadi minus. Pada PT. Kereta Api Indonesia mulai dari tahun 2017 sebesar 5%, tahun 2018 sebesar 4%, tahun 2019 sebesar 4%, tahun 2020 sebesar -3%, tahun 2021 sebesar -1%, penurunan yang terjadi di tahun 2020 dan tahun 2021 mengakibatkan ROI menjadi minus dan tidak stabil pada saat itu terdapat permasalahan perusahaan yaitu ketidakpatuhan yang berimbas pemborosan keuangan perseroan. Pada PT. Pelayaran Nasional Indonesia mulai tahun 2017 sebesar 4%, tahun 2018 sebesar 2%, tahun 2019 sebesar 3%, tahun 2020 sebesar 0%, tahun 2021 sebesar 1%, dapat diketahui disetiap tahunnya mengalami fluktuasi dan adanya dampak covid-19 yang mempengaruhi kegiatan penjualan tiket. Pada PT. ASDP Indo Ferry mulai dari tahun 2017 sebesar 4%, tahun 2018 sebesar 4%, tahun 2019 4%, tahun 2020 sebesar 2%, tahun 2021 sebesar 4%, dapat diketahui hanya di tahun 2020 nilai ROI turun dikarenakan pada saat itu adanya dampak covid-19 pada kegiatan penjualan tiket. Berdasarkan perhitungan ROI diatas, yang mana dibandingkan dengan rata-rata industri yaitu sebesar 30%, maka perusahaan yang kurang baik karena tingkat pengembalian investasi pertahun kurang dari 30% adalah PT. Garuda Indonesia, PT. Kereta Api Indonesia, PT. Pelayaran Nasional Indonesia, PT. ASDP Indo Ferry.
viii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
KATA PENGANTAR ... vii
ABSTRAK ... ix
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 11
B. Rumusan Masalah ... 15
C. Tujuan Masalah ... 15
D. Manfaat Penelitian ... 16
E. Ruang Lingkup Penelitian ... 17
1. Variable Penelitian ... 17
2. Indikator Penelitian ... 18
F. Devinisi Operasional ... 19
G. Asumsi Penelitian ... 20
H. Sistematika Pembahasan ... 21
ix
BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 23
A. Penelitian Terdahulu ... 23
B. Kajian Teori ... 33
1. Analisis du Pont ... 34
2. Kinerja Keuangan ... 38
3. Rasio Keuangan ... 40
BAB III METODE PENELITIAN ... 46
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian... 46
B. Populasi dan Sampel ... 47
C. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ... 48
D. Analisis Data ... 50
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ... 54
A. Gambaran Obyek Penelitian ... 54
B. Penyajian Data ... 58
C. Analisis Data ... 60
D. Pembahasan ... 68
BAB V PENUTUP ... 75
A. Kesimpulan ... 75
B. Saran ... 75
DAFTAR PUSTAKA ... 77
x
DAFTAR TABEL
No. Uraian Hal
1.1 Perusahaan Besar di Bidang Transportasi ... 7
1.2 Indikator Variabel ... 19
2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu... 31
4.1 Ikhtisar Keuangan Perusahaan Jasa Transportasi Milik BUMN... 58
4.2 Aktiva Lancar 4 Perusahaan Jasa Transportasi Milik BUMN ... 60
4.3 Rasio Perputaran Aktiva dari 4 Perusahaan Jasa Transportasi Milik BUMN ... 61
4.4 Rasio Net Profit Margin dari 4 Perusahaan Jasa Transportasi Milik BUMN ... 62
4.5 Return On Investment dari 4 Perusahaan Jasa Transportasi Milik BUMN ... 63
4.6 Pembahasan ... 68
xii
DAFTAR GAMBAR
No. Uraian Hal
1.1 Laporan Keuangan Laba/Rugi PT. Garuda Indonesia ... 8
1.2 Laporan Keuangan Laba/Rugi PT. Kereta Api Indonesia ... 9
1.3 Laporan Laba/Rugi PT. Pelayaran Nasional Indonesia ... 10
1.4 Laporan Laba/Rugi PT. PT. ASDP Indo Ferry ... 11
4.1 Return on Investment dari 4 Perusahaan Jasa Transportasi Milik BUMN Tahun 2017-2021 ... 66
xii
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Sampel Penelitian
Lampiran 2 Hasil Penghitungan Data Sekunder Lampiran 3 Matrik Penelitian
Lampiran 4 Surat Izin Penelitian Lampiran 5 Jurnal Penelitian
Lampiran 6 Surat Selesai Penelitian
Lampiran 7 Surat Keterangan Selesai Bimbingan Lampiran 8 Pernyataan Keaslian Penulisan Lampiran 9 Biodata Penulis
xv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Salah satu hal penting yang akan dilakukan para investor perusahaan yaitu, mereka akan memperhatikan analisis rasio keuangan. Suatu alat yang digunakan untuk menilai bagaimana kinerja keuangan dengan berdasarkan data pada masing-masing pos, merupakan pengertian analisis rasio keuangan.
Analisis rasio keuangan merupakan metode analisa yang dipakai untuk menjadi sebuah indikator terhadap pertumbuhan perusahaan dengan berpatokan pada laporan keuangan selama masa tertentu. Sehingga dengan menggunakan cara ini dapat dilihat apakah perusahaan sudah maksimal atau belum.
Terdapat banyak metode analisis rasio yang digunakan oleh perusahaan dalam menilai kinerja keuangannya, yaitu Balanced Scorecard, Performance Pyramid System (PPS), The Tableau De Bord (TdB), Productivity Measurement and Enchancement System (ProMES), Activity- Based Costing (ABC), Sink And Tuttle, Theory Of Constrains, Du Pont, dan lain sebagainya.2 Salah satunya metode yang sering digunakan analisis laporan keuangan yaitu metode Du-Pont. Du-Pont merupakan rasio keuangan yang digunakan untuk menganalisis kemampuan perusahaan untuk meningkatkan pengembalian atas ekuitas, atau return on equity (ROE).
2 M Bratanata Wibowo, “Analisis Kinerja Mine Operation Pendekatan Analissa Key Performance Indicator dan Balanced Scorecard” (Tesis, Universitas Hasanudin Makasar, 2017), 2
1
Dalam Penelitian ini yang menggunakan Du Pont System karena
`lebih bersifat menyeluruh dari yang lain, karena mencangkup tingkat efisiensi perusahaan dalam penggunaan aktivanya dan dapat mengukur tingkat keuntungan atas pendapatan produk yang yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Analisis Du Pont System dapat mengukur kinerja keuangan secara lebih terperinci yaitu menunjukkan bagaimana margin laba bersih, perputaran total asset, dan equity multiplier dalam menentukan tingkat pengembangan ekuitas. melalui analisis Du Pont System ini memberikan informasi mengenai berbagai faktor yang menyebabkan naik turunnya kinerja keuangan sebuah perusahaan, metode Du Pont System ini hampir sama dengan analisis laporan keuangan biasa, namun pendekatannya lebih integrative dengan menggunakan komposisi laporan keuangan sebagai komponen analisisnya, yaitu dengan menganalisis rasio keuangan agar perusahaan dapat mengetahui berbagai faktor yang mempengaruhi efektivitasnya dalam mengelola sumber daya yang perusahaan miliki, sehingga perencanaan keuangannya akan lebih baik dimasa yang akan datang.3
Du Pont System dapat mencerminkan kinerja dari suatu perusahaan berdasarkan rasio yang ada di analisis Du Pont System yaitu rasio profitabilitas dan rasio aktivitas, sedangkan penilaian efektivitas suatu perusahaan dapat dilihat dengan cara menganalisis laporan keuangan suatu
3 Meutia Dewi, Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Du Pont System Pada PT. Indosat Tbk, Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi (JENSI). Vol, 2. No, 2.(2018).
perusahaan yang berisikan data-data keuangan perusahaan.4 Du Pont System digunakan sebagai metode untuk menganalisis efektivitas perusahaan dengan analisis Du Pont System karena du Pont system memungkinkan kita mengetahui faktor mana antara Net Profit Margin dan Total Asset Turnover, yang paling besar pengaruhnya terhadap Return On Invesment. Du Pont System juga bermanfaat untuk mengukur pengendalian biaya dan efektivitas penggunaan aktiva yang disebabkan oleh naik turunnya pendapatan yang bisa kita ukur, sehingga bisa menentukan strategi pendapatan di masa depan agar profitabilitas dari suatu perusahaan menaik.5
Laporan keuangan merupakan daftar ringkasan akhir transaksi keuangan organisasi yang menunjukkan kegiatan operasional organisasi dan akibatnya selama tutup tahun buku yang bersangkutan.6 Salah satu metode yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan adalah analisis rasio, yaitu angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari suatu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan relevan dan signifikan.7 Kinerja keuangan perusahaan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam periode
4 Sutrisno. Manajemen Keuangan, Teori konsep dan aplikasi, edisi pertama, EKONISIA.
Yogyakarta.(2003).
5 Dede Irmaningsih, Analisis Penerapan Du Pont System Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Pada Sub Sektor Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012-2015). Skripsi. Universitas Lampung. (2017).
6 Sugiyarso & Winarni, Manajemen Keuangan. Yogyakarta: Media. Pressindo Ghalia Indonesia.(2006).
7 Harahap, Sofyan Syafri, Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. (2006).
tertentu.8 Hal ini sangat penting agar sumber daya digunakan secara optimal dalam menghadapi perubahan lingkungan. Lingkungan perusahaan dikelompokkan dalam lingkungan makro dan lingkungan industri, faktor- faktor dalam lingkungan makro yang menentukan perusahaan antara lain : kondisi perekonoian secara keseluruhan, inflasi, tingkat suku bunga, tingkat pengangguran dan peraturan pemerintah.
Kondisi perusahaan yang harus selalu dipantau, dapat dilakukan dengan menganalisa laporan keuangan sendiri yang pada umumnya terdiri dari laporan neraca dan laporan laba/rugi. Laporan neraca dan laba/rugi ini bersifat saling berkaitan dan melengkapi. Neraca menggambarkan keadaan keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu, sedangkan laporan laba rugi menunjukkan hasil usaha dan biaya-biaya selama periode akuntansi.
Laporan keuangan tersebut akan lebih informatif dan bermanfaat, maka pihak-pihak yang berkepentingan yang berkepentingan terhadap informasi keuangan harus melakukan analisa terlebih dahulu.
Kinerja keuangan dalam konteks dunia usaha mengandung pengertian yang sangat luas. Pengertian kinerja keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia adalah kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengendalikan sumber daya yang dimilikinya. Kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana, yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas, dan
8 Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Satu. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. (2015), hal.
106.
profitabilitas.9 Kinerja keuangan merupakan gambaran dari pencapaian keberhasilan perusahaan dapat diartikan sebagai hasil yang telah dicapai atas berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Dapat dijelaskan bahwa kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.10
Kinerja keuangan perusahaan dapat diukur dengan mengenalisis dan mengevaluasi laporan keuangan. Informasi posisi keuangan dan kinerja keuangan dimasa lalu seringkali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja dimasa depan dan hal-hal lain yang langsung menarik perhatian pemakaian seperti pembayaran deviden, upah, pergerakan harga sekuritas dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmennya ketika jatuh tempo. Kriteria kinerja perusahaan yang baik salah satunya yaitu memiliki kondisi keuangan yang sehat dan menguntungkan. Untuk menilai kinerja keuangan perusahaan dapat dilakukan berbagai cara antara lain yaitu, dengan metode analisa laporan keuangan, analisa atas laporan keuangan suatu perusahaan sangat penting untuk menilai kinerja keuangan perusahaan dimasa yang akan datang.
Perkembangan ekonomi yang semakin pesat dan persaingan pasar yang semakin ketat mendorong para pelaku ekonomi untuk lebih tanggap terhadap perubahan yang terjadi dalam dunia bisnis. Sehingga banyak perusahaan-perusahaan yang melakukan strategi-strategi tertentu supaya
9 Jumingan, Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Bumi Aksara. (2006). hal 239.
10 Fahmi, Irham, Analisis Kinerja Keuangan , Bandung: Alfabeta. (2012).
kegiatan produksi tetap berjalan dan bertahan dalam persaingan pangsa pasar.
Produk yang dihasilkan pun menjadi produk utama dan produk unggulan yang mampu memaksimalkan nilai perusahaan.
Di Indonesia terdapat berbagai macam sektor perusahaan, yaitu sektor pertanian, sektor pertambangan, sektor manufaktur, transportasi, dan lain sebagainya. Salah satu perusahaan yang dikaji dalam penelitian ini adalah sektor transportasi. Sektor ini menarik untuk dikaji dengan berbagai macam isu yang menderanya seperti pembatasan berpergian karena Covid-19, kenaikan harga bahan bakar, dan isu kebangkrutan seperti yang dialami Garuda Indonesia dan pemborosan keuangan perseroan yang dialami oleh PT.
Kereta api Indonesia. Transportasi merupakan suatau kegiatan pemindahan barang (muatan) dan penumpang dari suatu tempat ketempat lain.
Transportasi sebagai dasar untuk pembangunan ekonomi dan perkembangan masyarakat secara pertumbuhan industri. Dengan adanya transportasi menyebabkan spesialisasi atau pembagian pekerjaan menurut keahlian sesuai dengan budaya adat-istiadat, dan budaya suatu bangsa atau daerah.
Transportasi memiliki pengaruh yang besar terhadap perseorangan, masyarakat pembangunan ekonomi, dan sosial politik suatu negara.11 Pengangkutan merupaan suatu sarana dan prasarana bagi pembangunan ekonomi negara yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam pertumbuhan ekonomi membutuhkan jasa angkutan yang cukup serta memadai, tanpa adanya transportasi sebagai sarana penunjang
11 Abbas Salim, Manajemen Transportasi (Jakarta: Raja Grafindo, 2006)
tidak dapat diharapkan tercapainya hasil yang memuaskan dalam usaha pengembangan ekonomi suatu negara. Berdirinya suatu usaha yang didirikan oleh perorangan, lembaga atau badan usaha dengan tujuan untuk perkembangan perusahaan tersebut dan pelayanan pada masyarakat. Tujuan pokok dari berdirinya perusahaan adalah untuk mendapatkan laba atau keuntungan, baik perusahaan tersebut berada dibidang jasa, industri, atau perdagangan. Keuntungan yang diperoleh dari hasil operasional suatu perusahaan antara lain berfungsi untuk menjaga kelangsungan kerja dari perusahaan tersebut.12
Perusahaan jasa transportasi merupakan salah satu perusahaan yang hingga kini terus berkembang. Ini termasuk transportasi darat, transportasi laut, dan transportasi udara. Perusahaan-perusahaan besar dalam bidang transportasi banyak berdiri seiring kebutuhan transportasi yang semakin bertambah. Terdapat delapan nama perusahaan besar di bidang transportasi yang terdapat di Indonesia.
Tabel 1.1
Perusahaan Besar di Bidang Transportasi No Nama Perusahaan
1 PT. Kereta Api Indonesia (KAI) 2 PT. Garuda Indonesia
3 PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) 4 PT. ASDP Indo Ferry
5 PT. Pelabuhan Indonesia (PELINDO) 6 Perum Damri
7 Perum PPD 8 PT. Pos Indonesia
Sumber : https://bumn.go.id/portfolio/cluster
12Assauri, Manajemen Produksi dan Operasi Edisi Revisi, (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1999).
Disini Peneliti akan meneliti dari 4 perusahaan yaitu PT Kereta Api Indonesia, PT Garuda Indonesia, PT Pelayaran Nasional Indo (PELNI), PT.
ASDP Indo Ferry. Data diambil dari situs resmi masing-masing Perusahaan dan data yang diambil merupakan data sekunder. Berikut ini merupakan laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan selama lima tahun terakhir.
Gambar 1.1
Laporan Keuangan Laba/Rugi PT. Garuda Indonesia
Sumber : Laporan Laba/Rugi PT. Pelayaran Nasional Indonesia dari https://www.garuda-indonesia.com
Pada gambar 1.1 merupakan laporan Laba/Rugi PT. Garuda Indonesia selama lima tahun kebelakang.13 Pada tahun 2017 perusahaan mengalami Rugi sebesar Rp 213.389.678, pada tahun 2018 mengalami Rugi sebesar Rp 228.889.524, pada tahun 2019 perusahaan terdapat peningkatan Laba Bersih sebesar Rp 6.457.765, pada tahun 2020 kembali mengalami Rugi sebesar Rp 2.476.633.349, pada tahun 2021 juga mengalami Rugi sebesar Rp 4.174.004.768. Dapat diketahui bahwa perusahaan PT. Garuda Indonesia
13 Penyusun, T. Garuda Indonesia. (2021). Retrieved September 1, 2022, from annual-report:
http://www.garuda-indonesia.com -4,500,000,000
-4,000,000,000 -3,500,000,000 -3,000,000,000 -2,500,000,000 -2,000,000,000 -1,500,000,000 -1,000,000,000 -500,000,000 0 500,000,000
2017 2018 2019 2020 2021
Grafik Laba/Rugi PT.
Garuda Indonesia
mengalami fluktuasi kenaikan dan penurunan Laba/Rugi, maka dari itu perusahaan PT. Garuda Indonesia ini memiliki kinerja keuangan yang kurang baik.
Gambar 1.2
Laporan Keuangan Laba/Rugi PT. Kereta Api Indonesia
Sumber : Laporan Laba/Rugi PT. Kereta Api Indonesia dari https://kai.id Pada gambar 1.2 merupakan laporan Laba/Rugi PT. Kereta Api Indonesia (KAI) selama lima tahun kebelakang.14 Pada tahun 2017 perusahaan mendapatkan Laba Bersih sebesar Rp 1.720.316.985, pada tahun 2018 mendapatkan Laba Bersih sebesar Rp 1.535.582.583, pada tahun 2019 perusahaan mendapatkan Laba Bersih sebesar Rp 1.975.047.535, pada tahun 2020 perusahaan mengalami Rugi sebesar Rp 1.736.237.692, pada tahun 2021 juga mengalami Rugi sebesar Rp 425.195.643. Dapat diketahui bahwa perusahaan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) mengalami fluktuasi kenaikan
14 Penyusun, T. Kereta Api Indonesia. (2021). Retrieved September 1, 2022, from Kereta Api Indonesia: http://kai.id
-2,000,000,000 -1,500,000,000 -1,000,000,000 -500,000,000 0 500,000,000 1,000,000,000 1,500,000,000 2,000,000,000 2,500,000,000
2017 2018 2019 2020 2021
Grafik Laba/Rugi PT.
Kereta Api Indonesia (KAI)
dan penurunan Laba/Rugi, maka dari itu perusahaan PT. KAI ini memiliki kinerja keuangan yang kurang baik.
Gambar 1.3
Laporan Keuangan Laba/Rugi PT. Pelayaran Nasional Indonesia
Sumber : Laporan Laba/Rugi PT. Pelayaran Nasional Indonesia dari https://www.pelni.co.id
Pada gambar 1.3 merupakan laporan Laba/Rugi PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) selama lima tahun kebelakang.15 Pada tahun 2017 perusahaan mendapatkan Laba Bersih sebesar Rp 276.881, pada tahun 2018 mendapatkan Laba Bersih sebesar Rp 123.014, pada tahun 2019 perusahaan mendapatkan Laba Bersih sebesar Rp 180.134, pada tahun 2020 perusahaan mendapatkan Laba Bersih sebesar Rp 30.967, pada tahun 2021 mendapatkan Laba Bersih sebesar Rp 41.101. Dapat diketahui bahwa perusahaan PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengalami fluktuasi
15 Penyusun, T. Pelayaran Nasional Indonesia. (2021). Retrieved September 1, 2022, from Pelayaran Nasional Indonesia: http://www.pelni.co.id
0 50,000 100,000 150,000 200,000 250,000 300,000
2017 2018 2019 2020 2021
Grafik Laba/Rugi PT.
Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) (dalam million juta)
kenaikan dan penurunan Laba Bersih, maka dari itu perusahaan PT. PELNI ini memiliki kinerja keuangan yang kurang baik.
Gambar 1.4
Laporan Keuangan Laba/Rugi PT. ASDP Indo Ferry
Sumber : Laporan Laba/Rugi PT. ASDP Indo Ferry dari https://asdp.id
Pada gambar 1.4 merupakan laporan Laba/Rugi PT. ASDP Indo Ferry selama lima tahun kebelakang.16 Pada tahun 2017 perusahaan mendapatkan Laba Bersih sebesar Rp 269.264, pada tahun 2018 mendapatkan Laba Bersih sebesar Rp 255.633, pada tahun 2019 perusahaan mendapatkan Laba Bersih sebesar Rp 318.104, pada tahun 2020 perusahaan mengalami Rugi sebesar Rp 181.147, pada tahun 2021 juga mengalami Rugi sebesar Rp 326.301. Dapat diketahui bahwa perusahaan PT. ASDP Indo Ferry mengalami fluktuasi kenaikan dan penurunan Laba/Rugi, maka dari itu perusahaan PT. ASDP Indo Ferry ini memiliki kinerja keuangan yang kurang baik.
16 Penyusun, T. ASDP Indo Ferry. (2021). Retrieved September 1, 2022, from ASDP Indo Ferry:
https://asdp.id 0 50,000 100,000 150,000 200,000 250,000 300,000 350,000
2017 2018 2019 2020 2021
Grafik Laba/ Rugi PT.
ASDP Indo Ferry (dalam million Rupiah)
Berdasarkan fenomena diatas perusahaan memerlukan Mitigasi risiko yaitu upaya untuk mengurangi / menghentikan dampak negatif (kerugian) yang sudah terjadi. Adapun hubungan pengelolaan risiko dengan pengendalian internal. Titik temu utamanya adalah pada kepentingan untuk melakukan tindakan pencegahan (preventive action) atau membangun sistem peringatan dini (early warning system or alert system) yang efektif di perusahaan, dimana berbagai risiko yang mungkin terjadi beserta dampaknya dapat diidentifikasi, diukur, dan akhirnya dapat diminimalkan sekecil mungkin (controllable risk).17
Pengukuran kinerja merupakan proses dalam menilai kemajuan suatu pekerjaan apakah telah sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah diregularkan oleh perusahaan sebelumnya. Didalam pengukuran kinerja itu sangat penting untuk menilai akuntabilitas organisasi dan manajer dalam menghasilkan pelayanan publik yang lebih baik. Dengan melakukan pengukuran kinerja, maka keberhasilan suatu perusahaan dapat terlihat dari bagaimana kemampuan perusahaan tersebut untuk mencapai tujuan sesuai dengan rencana yang tertuang dalam perencanaan strategi.18
Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 105
17 Muhammad Madrofil Banin, Analisis Risiko Pada UKM Omah Batik Ngesti Pandowo Di Kampung Batik Semarang, Yogyakarta : Tesis Universitas Islam Indonesia. (2022). hal 21.
18 Rizki Wahyu Utami Ohorella, “Implementasi Sitem Pengukuran Kinerja Perbankan Syari’ah Dengan Metode Balanced Scorecard” (Skripsi, Universitas Islam Indonesia Yogyakara, 2018), 1.
Artinya : Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (Qs. At-Taubah 105).19
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan Bada Usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Negara melalui pernyataan langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan (APBD). BUMN memiliki peran sangat penting bagi pemerintah dan masyarakat. Pada Undang-undang No 19 Tahun 2003 menjelaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara pasal 2 yaitu maksud dan tujuan dari pendirian BUMN untuk memberikan sumbangan bagi perkembangan nasional dan penerimaan negara, mengejar keuntungan, menyelenggarakan pemanfaatan umum berupa penyediaan barang/jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak, serta turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada golongan ekonomi lemah, koperasi dan masyarakat.
Berdasarkan penelitian terdahulu menunjukkan bahwa, kinerja keuangan yang dianalisis dengan menggunakan metode du pont system pada PT. Indosat Tbk selama tahun 2008-2017 menunjukkan kinerja keuangan yang fluktuatif atau berubah-ubah.20 Hasil dari penelitian lainnya menunjukkan bahwa Return On Investment pada PT. Bumi Sarana Beton kurang baik karena berada di bawah standar rata-rata industri pada umumnya,
19 Al-Qur’anul Karim, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Semarang : PT Karya Toha Putra, T.T), 2175.
20 Meutia Dewi, Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Du Pont System Pada PT. Indosat, Tbk, Aceh : Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi (JENSI). (2018).
dengan menggunakan analisis du pont system ketidak tercapainya tingkat ROI dapat dievaluasi melalui perbaikan tingkat rasio Total Asset Turn Over, karena masih dibawah dari standar industri yang telah ditetapkan, yang berarti perusahaan tidak mampu mengelola aktivanya secara efektif dalam menghasilkan pendapatan.21 Hasil penelitian yang lainnya juga menunjukkan bahwa Net Profit Margin (NPM), Asset Turn Over (ATO), Return On Equity (ROE) mengalami penurunan sehingga kinerja keungan perusahaan tersebut mengalami penurunan dan buruk.22 Perbedaan penelitian ini dengan sebelumnya yaitu objek dan tahun penelitian yang digunakan dan hasil ukuran kinerja yang berbeda digunakan dimasing-masing presprektifnya.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan permasalahan dan informasi terbaru, yang mengembangkan hasil dari penelitian sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan kondisi laba perusahaan mengalami perubahan setiap tahunnya, dapat dilihat dari data Net Profit Margin, Perputaran Total Aktiva, dan Pengembalian Aset masing-masing mengalami penurunan, hal ini akan berdampak pada tingkat pengembalian investasi atau asset perusahaan. Kinerja keuangan yang baik akan menghasilkan tingkat pengembalian investasi atau asset yang meningkat dari
21 Eka Merdekawati, Adriani, Hasliah, Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Du Pont System Pada PT. Bumi Sarana Beton Makassar, Accounting Acountability and Organization System (AAOS) Journal. (2021)
22 Yuni RH, Yansen S, Debi EP, Ernest G, Analisis Du Pont System Dalam Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Fast Food Indonesia, Tbk Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Program Studi Akuntansi STIE Sultan Agung. (2019).
periode ke periode, dimana rasio tersebut digunakan untuk operasi perusahaan dalam menghasilkan keuantungan.23
Pentingnya strategi posisi perusahaan dalam sektor transportasi di Indonesia dan pentinnya laporan keuangan sebagai indikator kinerja perusahaan, maka dalam penulisan ini ingin meneliti mengenai rasio kinerja laporan keuangan perusahaan milik BUMN periode tahun 2017 hingga tahun 2021 dengan menggunakan sistem Du Pont.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana rasio kinerja laporan keuangan berdasarkan metode Du Pont System pada perusahaan jasa transportasi milik BUMN selama
periode tahun 2017-2021?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah ungkapan yang mengacu pada masalah–
masalah yang telah dirumuskan sebelumnya. Tujuan dari suatu penelitian dapat untuk mengidentifikasi atau menggambarkan suatu konsep atau untuk menjelaskan atau memprediksi suatu situasi atau solusi untuk suatu situasi yang mengindikasikan jenis studi yang akan dilakukan.24
Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah Untuk mengetahui analisis rasio kinerja laporan keuangan berdasarkan metode Du Pont
23 Munawir, S. Analisis laporan Keuangan Edisi keempat. Cetakan Kelima Belas. Yogyakarta:
Liberty. (2010), hal.89
24 Beckingham, C. F, Bulletin of the School of Oriental and African Studies, Volume 37. Issue 02.
London: School of Oriental and African Studies.(1974)
System pada perusahaan jasa transportasi milik BUMN selama periode
tahun 2017-2021.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berisi mengenai kontribusi apa yang diberikan setelah selesai melakukan penelitian. Kegunaan dapat berupa kegunaan yang bersifat teoristis dan kegunaan praktis, seperti kegunaan bagi penulis, instansi dan masyarakat secara keseluruhan, kegunaan penelitian harus realistis.
Kegunaan penelitian adalah hasil dari penelitian yang dapat digunakan oleh berbagai pihak. Penulis berharap dalam penelitian ini memberikan manfaat diantaranya adalah:
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk menjadi bahan rujukan dalam penyusunan karya ilmiah di bidang Akuntansi Syariah khususnya mengenai kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan metode Du Pont.
2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti
1) Dengan adanya penelitian ini, penulis dapat memperoleh pengalaman, wawasan dan pemahaman yang lebih baik lagi mengenai rasio keuangan dan kinerja keuangandengan menggunakan metode Du Pont. Harapan dari penulis yaitu dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat, dalam masa
perkuliahan dan dapat memperoleh gelar sarjana Akuntansi di UIN KHAS Jember.
2) Pernelitian ini dimanfaatkan oleh peneliti dalam upaya memenuhi persyaratan tugas akhir perkuliahan di UIN KHAS Jember.
b. Bagi Perusahaan jasa transportasi milik BUMN
Penelitian ini diharapkan menjadi pedoman atau sebagai bahan evaluasi bagi manajemen perusahaan agar dapat dijadikan masukan dan dasar dalam pengambilan keputusan.
c. Bagi Pembaca
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu bahan, referensi serta dapat membantu pembaca, khususnya mahasiswa/i yang mempunyai minat untuk meneliti kondisi keuangan pada suatu perusahaan dengan menggunakan metode Du Pont.
E. Ruang Lingkup Penelitian 1. Variabel Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yang mana pada penelitian ini peneliti harus menentukan variabel secara jelas dan pertegas. Oleh karena itu penelitian ini memakai variabel Kinerja perusahaan. Rasio kinerja perusahaan merupakan suatu tampilan keadaan secara utuh atas perusahaan selama periode tertentu, merupakan hasil atau prestasi yang dipengaruhi oleh kegiatan operasional perusahaan
dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki.25 Penelitian ini menilai kinerja dengan menggunakan metode Du Pont. Dalam kinerja dari suatu perusahaan berdasarkan rasio yang ada di analisis Du Pont System yaitu rasio profitabilitas dan rasio aktivitas, sedangkan penilaian efektivitas suatu perusahaan dapat dilihat dengan cara menganalisis laporan keuangan suatu perusahaan yang berisikan data-data keuangan perusahaan.26 Du Pont System digunakan sebagai metode untuk menganalisis efektivitas perusahaan dengan analisis Du Pont System karena du Pont system memungkinkan kita mengetahui faktor mana antara Net Profit Margin dan Total Asset Turnover, yang paling besar pengaruhnya terhadap Return On Invesment.
2. Indikator Penelitian
Indikator variabel merupakan rujukan empiris dari variabel yang diteliti. Indikator empiris akan dijadikan sebagai dasar dalam membuat butir-butir pernyataan dalam angket, dan observasi.27
25 M Abdullah, Manajamen dan Evaluasi Kinerja Karyawan (Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2014), 144
26 Sutrisno. Manajemen Keuangan, Teori konsep dan aplikasi, edisi pertama, EKONISIA.
Yogyakarta.(2003).
27 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 39.
Tabel 1.2 Indikator Variabel
Variabel Indikator Sumber
Kinerja Perusahaan 1. Total Aktiva a. Aktiva Lancar
b. Total Aktiva
Aktiva Lancar Aktiva Tetap c. Perputaran Aktiva
Pendapatan
Total Aktivax 1 Kali 2. Rasio Laba Bersih
a. Total Biaya
Harga Pokok Pendapatan Beban Usaha Bunga Pajak b. Laba Setelah Pajak
Pendapatan Total Biaya c. Net Profit Margin
Laba Setelah Pajak
Pendapatan x 100 3. Return On Investasi (ROI)
Net Profit Margin x Perputaran Aktiva
Fahmi, 2014
F. Definisi Operasional
Definisi operasional merupakan definisi yang diberikan kepada variabel dengan cara memberikan arti atau memberikan suatu operasionalisasi yang diperlukan untuk mengukur variabel tertentu.28 Variabel dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan perusahaan. Kinerja Keuangan Perusahaan merupakan suatu alat analisis keuangan yang digunakan oleh perusahaan dalam menilai kinerja perusahaannya dengan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan seperti laporan neraca, laporan arus kas, dan laporan laba/rugi. Kinerja Keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana,
28 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 40.
yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas.29 Untuk menganalisis kinerja perusahaan dapat dilakukan pencapaian dalam suatu periode dengan periode sebelumnya dengan menggunakan metode Du Pont System.
Du Pont System merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis profitabilitas perusahaan dan tingkat pengembalian ekuitas pemegang saham yang sifatnya dapat menunjukkan keterkaitan antara rasio hasil pengembalian atas investasi (ROI) dan Rasio hasil pengemblian atas ekuitas (ROE). Sistem Du Pont merupakan suatu sistem analisis yang dimaksudkan untuk menunjukkan Net Profit Margin (NPM), Total Assets Turnover (TATO), dan Retun On Invesment (ROI) saling berinteraksi untuk menentukan Return On Equity (ROE).
G. Asumsi Penelitian
Asumsi penelitian atau anggapan dasar atau postulat, merupakan sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh peneliti.
Dengan anggapan dasar harus dirumuskan secaara jelas sebelum peneliti melangkah mengumpulkan data. Anggapan dasar tersebur berfungsi sebagai dasar berpijak yang kukuhh bagi masalah yang diteliti dan untuk mempertegas variabel yang menjadi pusat perhatian penelitian.30
Asumsi penelitian merupakan sebagai anggapan-anggapan dasar yang dijadikan pijakan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian.
Peneliti memberikan asumsi dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :
29 Jumingan. Analisis Laporan Keuangan. PT. Bumi Aksara. (2006), hal 239
30 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 41.
1. Laporan keuangan dan non-keuangan yang digunakan merupakan laporan keuangan perusahaan BUMN pada sektor transportasi, yaitu perusahaan PT. Garuda Indonesia, PT. Kereta Api Indonesia, PT. Pelayaran Nasional Indonesia, PT. ASDP Indo Ferry.
2. Analisis dengan menggunakan metode Du Pont yang nantinya akan mempermudah menilai kinerja perusahaan BUMN pada sektor transportasi, yaitu perusahaan PT. Garuda Indonesia, PT. Kereta Api Indonesia, PT. Pelayaran Nasional Indonesia, PT. ASDP Indo Ferry.
H. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan berisi mengenai kerangka pemikir yang telah diterapkan dalam membuat skripsi ini, sehingga bisa dipelajari dan dipahami oleh pembaca. Berikut sistematika pembahsan ini :
BAB I PENDAHULUAN
Berisi 8 sub bab, yakni : latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, definisi operasional, asumsi penelitian, dan yang terakhir dalam BAB I ini adalah sistematika pembahasan.
BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN
Berisi pemaparan kajian kepustakaan serta literature yang berhubungan dengan skripsi. Penelitian terdahulu yang mencantumkan penelitian serupa dengan rasio kinerja perusahaan dengan menggunakan metode du pont system. Dilanjutkan dengan kajian teori yang memuat tentang rasio kinerja perusahaan dan metode du pont system. Fungsi pada bab ini
yaitu sebagai landasan teori pada bab selanjutnya guna menganalisa data yang dihasilkan dari penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang terdiri dari pendekatan dan jenis penelitian, populasi dan sampel, teknik dan instrumen pengumpulan data, serta analisis data.
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Bab ini terdiri dari beberapa sub bab, yaitu gambaran objek penelitian, penyajian data, analisis data, dan pembahasan.
BAB V PENUTUP
Bab terakhir ini terdiri dari simpulan, dan saran dari hasil penelitian.
BAB II
KAJIAN KEPUSTAKAAN
A. Penelitian Terdahulu
Pada bagian ini peneliti akan mencantumkan beberapa penelitian sejenis yang telah dilakukan sebelumnya dengan penelitian yang dilakukan dengan kemudian membuat ringkasannya, baik penelitian yang sudah atau belum terpublikasi (skripsi, tesis, disertasi, dan lain sebagainya). Terdapat bebrapa penelitian terdahulu yang relevan dengan variabel pembahasan peneliti saat ini, diantaranya :
1. Penelitian yang dilakukan oleh Roben Wijaya dengan judul “Analisa Kinerja Keuangan Pada PT. Astra Internasional Tbk. Periode 2012-2017 Dari Sudut Pandang Analisis Rasio Keuangan Dan Metode Du Pont”.31 Banyak hal yang harus dipertimbangkan dan strategi harus dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan perusahaan tersebut sehingga perusahaan tersebut bisa tetap eksis.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa dan mengukur kinerja keuangan dari PT. Astra Internasional Tbk dengan menggunakan analisa rasio keuangan dan analisa du pont.
Dengan menggunakan metode analisa rasio keuangan dan analisa du pont. Hasil penelitiannya dari analisa rasio keuangan menunjukkan bahwa perusahaan mengalami peningkatan setiap tahunnya, sedangkan dari analisa du pont dapat dilihat bahwa perusahaan menunjukkan
31 Roben Wijaya, Analisa Kinerja Keuangan Pada PT. Astra Internasional Tbk. Periode 2012- 2017 Dari Sudut Pandang Analisis Rasio Keuangan Dan Metode Du Pont, Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan. Vol, 02 No, 6. (2018). 1.
23
peningkatan Net Profit Margin dan Total Asset Turnover terus menerus setiap tahunnya.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Shabri Indrawan, Budihardjo, Titing Suharti dengan judul “Analisis Sistem Du Pont Untuk Mengukur Kinerja Keuangan”.32 Dalam penelitian ini untuk menganalisis kinerja perusahaan digunakan Analisis Du Pont. Analisis Du Pont akan memberikan gambaran tentang seberapa jauh kinerja keuangan pada suatu perusahaan dan bagaimana tingkat prestasi perusahaan dalam menghasilkan laba. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2016. Dengan menggunakan metode analisis du pont. Hasil dari penlitiannya dengan menggunakan sistem Du Pont, Return On Equity (ROE) diperoh bahwa PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. dan dari hasil perhitungan Return On Investment (ROI) dan Return On Equity (ROE), PT. Indofood Sukse Makmur Tbk dan PT. Mayora Indah Tbk, mengalami Fluaktif setiap tahunnya.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Meutia Dewi yang berjudul “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Du Pont System Pada PT. Indosat Tbk”.33 Dapat dilihat bahwa PT. Indosat Tbk dari tahun 2008 sampai 2012 mengalami penurunan laba/rugi bersih, dari tahun 2013 sampai 2015 laba/rugi bersih PT. Indosat Tbk mengalami kerugian,
32 Shabri Indrawan, Budihardjo, Titing Suharti, Analisis Sistem Du Pont Untuk Mengukur Kinerja Keuangan, Jurnal Ilmu Manajemen. Vol, 1 No, 1. (2018).
33 Meutia Dewi Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Du Pont System Pada PT. Indosat Tbk, Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi (JENSI). Vol, 2. No, 2.(2018)
dan pada dua tahun terakhir 2016 dan 2017 PT. Indosat Tbk mulai menunjukkan kinerja keuangan laba/rugi bersih yang baik dan bernilai positif. Kinerja keuangan perusahaan yang naik turun dapat mempengaruhi kinerja keuangan suatu perusahaan, dengan demikian analisis kinerja keuangan dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dari segi keuangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Indosat Tbk tahun 2008-2017 dengan menggunakan metode du pont system. Dengan menggunakan metode du pont system sedangkan data yang digunakan kualitatif dan kuantitatif.
Hasil dari penelitian ini dari analisis data yang dilakukan pada laporan keuangan sepuluh tahun terakhir dengan menggunakan metode du pont system PT. Indosat Tbk selama tahun 2008-2017 menunjukkan kinerja keuangan yang fluktuatif.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Lusi Damayanti, Diah Yudhawati, Riris aishah Prasetyowati dengan judul “Analisis Du Pont Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan”.34 Dalam penelitian ini untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan pada sektor industri semen digunakan Analisis Du-Pont. Analisis Du-Pont akan mengukur kinerja keuangan perusahaan guna menghasilkan laba perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Semen Indonesia Tbk dan PT. Indocement Tunggal Prakasa Tbk dengan menggunakan Du Pont system. Menggunakan metode analisis data du pont system dan
34 Lusi Damayanti, Diah Yudhawati, Riris Aishah Prasetyowati, Analisis Du Pont Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan, Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Khaldun Bogor. (2019). 1.
menggunakan jenis data kuantitatif. Hasil dari penelitiannya disimpulkan bahwa kinerja keuangan pada PT. Semen Indonesia Tbk dan PT.
Indocement Tunggal perkasa Tbk selama 6 tahun dari tahun 2012-2017 diperoleh Return On Equity dengan rata-rata 17,01%.
5. Penelitian yang dilakukan oleh Yuni Rezki Hutasoit, Yansen Siahaan, Debi Eka Putri, Ernest Grace dengan judul “Analisis Du Pont System Dalam Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT Fast Food Indonesia, Tbk Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”.35 Nilai rata- rata Return On Equity (ROE) PT Fast Food Indonesia, Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013-2017 mengalami fluktuasi dan cenderung menurun. Nilai Return On Equity (ROE) menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,13 kali. Hal ini disebabkan oleh nilai Net Profit Margin (NPM) dan Asset Turnover mengalami penurunan sedangkan Equity Multiplier mengalami kenaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kinerja keuangan dengan menggunakan metode du pont system dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan penurunan kinerja keuangan dengan menggunakan analisis du pont system pada PT. Fast Food Indonesia, Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode yang digunakan menggunakan data sekunder dan teknik analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitatif dan induktif. Hasil penelitiannya dapat disimpulkan bahwa Net Profit Margin (NPM), Asset Turnover (ATO), Return On Asset (ROA)
35 Yuni Rezki Hutasoit, Yansen Siahaan, Debi Eka Putri, Ernest Grace, Analisis Du Pont System Dalam Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT Fast Food Indonesia, Tbk Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, Jurnal Akuntansi. Vol, 5 No, 2. (2019) hal.40-49.
dan Return On Equity (ROE) mengalami penurunan sehingga kinerja keuangan perusahaan tersebut mengalami penurunan dan buruk. Peneliti menyarankan sebaiknya perusahaan lebih memaksimalkan penggunaan asset, mengoptimalkan Pendapatan dan lebih meminimalkan beban beban.
6. Penelitian yang dilakukan oleh Bagja Pasca Ramadhan, Acep Samsudin, Dicky Jhoansyah yang berjudul “Analisis Efektivitas Perusahaan Dengan Model Du Pont”.36 Dalam menilai efektivitas dalam suatu perusahaan diperlukan bahan yang dapat menggambarkan posisi keuangan perusahaan yaitu laporan keuangan (Lianto, 2013). Di dalam perusahaan tidak lepas dengan yang namanya laporan keuangan karena laporan keuangan dapat memberikan informasi kepada pihak manajemen perusahaan atau pemakai laporan keuangan bagaimana kondisi keuangan perusahaan dan laporan keuangan juga dapat menggambarkan kinerja keuangan dari suatu perusahaan sehingga perusahaan dapat merencanakan, meramalkan strategi dan membuat keputusan ekonomi perusahaan ke depannya agar lebih baik dan mendapatkan laba yang diinginkan. Laporan keuangan juga ditunjukan sebagai apa saja yang di lakukan manajemen dan bukti pertanggung jawaban manajemen atas pengelolaan suatu perusahaan dan biasanya ditunjukan pada setiap akhir periode.Tujuan dari penelitian ini mengetahui model du pont system dalam menganalisis efektivitas operasional perusahaan dalam
36 Bagja Pasca Ramadhan, Acep Samsudin, Dicky Jhoansyah, Analisis Efektivitas Perusahaan Dengan Model Du Pont, Journal Of Business, Management and Accounting. Vol, 1. No, 1. (2019).
menghasilkan laba pada PT. Gajah Tunggal Tbk. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitiannya menunjukkan efektivitas perusahaan selama lima tahun tersebut dinilai kurang baik melihat penurunan yang terjadi pada beberapa aspek yang di teliti dapat mempengaruhi nilai akhir du pont system.
7. Penelitian yang dilakukan oleh Trisia Karina dan Noer Sasongko yang berjudul “Analisis Pengukuran Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Du Pont system Dan Metode Economic Value Added (EVA)”.37 Analisis Du Pont System hampir sama dengan analisis laporan keuangan hanya saja pendekatan lebih integratif. Analisis Economic Value Added (EVA) merupakan alat ukur yang relevan untuk mengukur nilai tambah ekonomis yang dihasilkan oleh suatu perusahaan pada periode tertentu. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan menggunakan metode du pont system dan economic value added (EVA). Menggunakan metode du pont system dan economic value added. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan makanan dan minuman jika diukur dengan metode du pont system terdapat 3 perusahaan yang dikategorikan baik yaitu PT. Indofood CBP Sukses Makmur, PT. Multi Bintang Indonesia, dan PT. Ultrajaya Milk Industri,
37 Trisia Karina dan Noer Sasongko, Analisis Pengukuran Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Du Pont system Dan Metode Economic Value Added (EVA), Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Vol, 1. No, 1. (2020).
sedangkan hasil analisis dengan menggunakan EVA menunjukkan bahwa PT. Indofoodmampu menghasilkan rata-rata nilai ekonomis tertinggi.
8. Penelitian yang dilakukan oleh Eka Merdekawati, Adriani, dan Hasliah yang berjudul “Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Du Pont system pada PT. Bumi Sarana Beton Makassar”.38 Dalam penelitian ini yang digunakan untuk menganalisa laporan keuangan tersebut adalah Du Pont System. Analisis Du Pont System ini bersifat menyeluruh karena mencakup tingkat efisiensi perusahaan dalam penggunaan aktivanya dan dapat mengukur tingkat keuntungan atas pendapatan produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Tujuan analisis ini digunakan untuk menetahui sejauh mana efektvitas perusahaan dalam memutar modalnya, sehingga analisis ini mencakup berbagai rasio. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kinerja keuangan dengan menggunakan du pont system. Menggunakan metode du pont system dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitiannya menunjukkan Return On Investment pada PT. Bumi Sarana Beton kurang baik karena berada dibawah standar rata-rata industri pada umumnya.
9. Penelitian yang dilakukan oleh Nur Anisa dan Ahmad Ali yang berjudul
“Analisis Kinerja Keuangann Dengan Metode Du Pont Pada PT, Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk Periode 2015-2019”.39 Dalam
38 Eka Merdekawati, Adriani, Hasliah, Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Du Pont system pada PT. Bumi Sarana Beton Makassar, Accounting, Accountability and Organization System (AAOS) Journal. Vol, 3. No, 1.(2021)
39 Nur Anisa dan Ahmad “Analisis Kinerja Keuangann Dengan Metode Du Pont Pada PT, Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk Periode 2015-2019”, Jurnal Manajemen. Vol, 1. No, 1.(2021)
penelitian ini yang digunakan untuk menganalisis laporan keuangan adalah Du Pont System yang bersifat menyeluruh yang dapat mengukur tingkat efisiensi perusahaan dalam penggunaan aktiva dan tingkat keuntungan atas pendapatan produk yang dihasilkan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Oleh karena itu analisis ini cocok digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat efektvitas perusahaan dalam pengukuran tingkat profitabilitas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan berdasarkan metode du pont pada PT.
Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Menggunakan metode du pont system. Hasil dari penelitiannya menunjukkan Return On Invesment (ROI) PT. Telekomunikasi Indonesia (persero) Tbk dalam kondisi kurang baik. Hal tersebut dikarenakan menurunnya net income dan meningkatnya kewajiban atau beban perusahaan.
10. Penelitian yang dilakukan oleh Fera Maulina yang berjudul “Analisis Tingkat Penggunaan Efiensi Penggunaan Modal Melalui Pendekatan Du Pont system Pada PT. Siantar Top Tbk”.40 Salah satu analisis pengukuran kinerja keuangan adalah analisis Du pont. Du Pont system menjelaskan hubungan pos-pos laporan keuangan sampai mendetail. Untuk mengetahui tingkat pengembalian aset (ROA), Du Pont System menggabungkan rasio aktivitas yakni perputaran aktiva dengan rasio profitabilitas yakni net profit margin, dan menunjukkan bagaimana keduanya berinteraksi dalam menentukan Return On Assets (ROA) yang
40 Fera Maulina “Analisis Tingkat Penggunaan Efiensi Penggunaan Modal Melalui Pendekatan Du Pont system Pada PT. Siantar Top Tbk”, Jurnal Ekonomi Integra. Vol, 11. No, 2. (2021). hal 137-151.
dapat di kalikan dengan rasio leverage yakni equity multiplier sehingga menghasilkan Return On Equity (ROE). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis efisiensi penggunaan modal melalui pendekatan Du Pont. Menggunakan metode analisis kuantitatif. Hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih sudah efisien.
Tabel 2.1
Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu
No Peneliti Judul Persamaan Perbedaan
1 Roben Wijaya, 2018.
Analisa Kinerja Keuangan Pada PT. Astra Internasional Tbk. Periode 2012-2017 Dari Sudut Pandang
Analisis Rasio Keuangan Dan Metode Du Pont
Sama-sama meneliti tentang Kinerja keuangan, Analisis Rasio, Du pont
Lokasi penelitian, objek
penelitian, dan hasil penelitian
2 Shabri Indrawan, Budihardjo, Titing Suharti, 2018.
Analisis Sistem Du Pont Untuk Mengukur Kinerja Keuangan
Sama-sama meneliti kinerja keuangan, menggunaka n Du pont, sumber data penelitian.
Objek penelitian, pendekatan penelitian, pengumpulan data
dokumentasi, hasil
penelitian.
3 Meutia Dewi, 2018.
Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan
Du Pont
System Pada PT. Indosat Tbk
Sama-sama meneliti tentang kinerja keuangan, menggunakan Du pont, bentuk
penelitian, sumber data
Terdapat dokumentasi, survey literature, pendekatan penelitian, objek penelitian, Hasil penelitian.
No Peneliti Judul Persamaan Perbedaan penelitian.
4 Lusi
Damayanti, Diah Yudhawati, Riris aishah Prasetyowati, 2019.
Analisis Du Pont Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan
Sama-sama meneliti Kinerja keuangan, menggunaka n Du pont, sumber data penelitian, cara
pengumpula n data.
Objek
penelitian,hasil penelitian
5 Yuni Rezki
Hutasoit, Yansen
Siahaan, Debi Eka Putri, Ernest Grace, 2019.
Analisis Du Pont System Dalam
Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT Fast Food
Indonesia, Tbk Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
Sama-sama meneliti kinerja keuangan, menggunaka n Du pont, pendekatan penelitian, bentuk penelitian, sumber data penelitian,
Objek penelitian, hasil penelitian.
6 Bagja Pasca Ramadhan, Acep Samsudin, Dicky
Jhoansyah,2019.
Analisis Efektivitas Perusahaan Dengan Model Du Pont.
Sama-sama menggunaka n metode Du pont, bentuk penelitian.
Mengenalisis efektivitas operasional perusahaan, pendekatan penelitian, Objek penelitian, Lokasi penelitian, hasil penelitian.
7 Trisia Karina
dan Noer
Sasongko, 2020.
Analisis Pengukuran Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Du
Sama-sama meneliti tentang kinerja keuangan, menggunakan Du pont, bentuk
Objek penelitian, hasil penelitian.