PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana penerapan sistem bagi hasil deposito mudharabah pada PT.
Penelitian Terdahulu
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penentuan nisbah bagi hasil dan bagi hasil pada produk deposito mudharabah. Dias Wahyuningsih berjudul Penerapan Sistem Bagi Hasil Akad Mudharabah pada Tabungan Tamara di BMT El-Amanah Kendal. Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan kami kaji adalah peneliti sebelumnya membahas tentang sistem bagi hasil pada tabungan, sedangkan penelitian yang akan kami kaji adalah bagi hasil pada produk deposito mudharabah.
Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan diteliti adalah penelitian sebelumnya membahas tentang bagi hasil mudharabah dan musyarakah, sedangkan penelitian yang akan diteliti membahas tentang bagi hasil mudharabah dan musyarakah.
Metode Penelitian
- Jenis dan Pendekatan Penelitian
- Waktu dan Lokasi Penelitian
- Subjek/Informan Penelitian
- Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh peneliti sendiri langsung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan 15 Dalam penelitian ini data primer diperoleh melalui wawancara dengan karyawan PT. Observasi atau observasi adalah suatu metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, data penelitian dapat diamati oleh peneliti 16 Data yang dikumpulkan merupakan hasil observasi langsung di PT. Analisis data adalah proses meneliti dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari observasi, catatan lapangan, dan bahan-bahan lainnya agar mudah dipahami dan temuannya dikomunikasikan kepada orang lain.
Dengan demikian, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti dalam melakukan pengumpulan data lebih lanjut, serta mencarinya bila diperlukan.
Sistematika Penulisan
Temuan dapat berupa gambaran atau gambaran suatu benda yang sebelumnya samar-samar atau gelap sehingga menjadi jelas setelah diperiksa. Hal ini dapat berupa hubungan sebab akibat atau interaktif, hipotesis dan teori.
KAJIAN TEORI
Konsep Bagi Hasil
Jumlah dana investasi yang diterima bank syariah akan mempengaruhi bagi hasil yang diterima nasabah investor. Secara proporsional, ketika suatu lembaga memberikan hubungan bagi hasil, harus sesuai dengan porsi antara pelanggan dan lembaga. Pada dasarnya LKS dapat menggunakan prinsip bagi hasil bersih dan bagi hasil untuk membagi hasil usaha kepada mitranya (pelanggan).
Bagi hasil yang diterima pelanggan dapat dihubungkan ke akun lain sesuai permintaan pelanggan. Secara umum, semakin panjang jangka waktu deposito maka semakin tinggi persentase nisbah bagi hasil yang diberikan oleh bank syariah. Pembayaran hasil deposito berjangka dilakukan pada tanggal valuta, yaitu tanggal dibukanya deposito berjangka.
Dalam perhitungan bagi hasil deposito mudharabah muthlaqah (URIA), yang dihitung adalah hari bagi hasil yang sebenarnya, termasuk tanggal akhir buku tetapi tidak termasuk tanggal pembukaan deposit mudharabah muthlaqah (URIA) dan tanggal kadaluwarsanya. Peneliti juga mewawancarai beberapa nasabah simpanan mudharabah mengenai berapa lama nasabah menyimpan dana di BPRS Adam dan berapa besar nisbah bagi hasil yang diterima antara nasabah dengan BPRS Adam. BPRS Adam Bengkulu, pembahasan rumusan masalah bagaimana penerapan sistem bagi hasil deposito mudharabah di PT.
Persentase nisbah bagi hasil merupakan hasil kesepakatan antara pemilik dana dan pengelola dana. Dalam pembagian bagi hasil tentunya terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya bagi hasil yang diterima pelanggan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa penetapan nisbah bagi hasil deposito Mudharab dilakukan oleh BPRS Adam sesuai dengan PSV dan peraturan di bawah LPS.
BPRS Adam Bengkulu menggunakan sistem ARO (automatic roll over) dengan metode perhitungan bagi hasil menggunakan metode Revenue Sharing dan akad simpanan yang digunakan adalah simpanan mudharabah mutlaqah.
Perbedaan Bunga dan Bagi Hasil
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bagi Hasil
Merupakan persentase dana yang ditanam kembali oleh bank syariah baik untuk pembiayaan maupun penyaluran dana lainnya. Investasi mudharabah dalam penggalangan dana dapat ditawarkan dalam beberapa jenis, yaitu: tabungan mudharabah, deposito mudharabah dan sertifikat investasi mudharabah syariah (SIMA) antar bank. Setiap jenis reksa dana memiliki karakteristik berbeda-beda yang akan mempengaruhi besaran bagi hasil.
Bagi hasil akan berbeda-beda tergantung dasar penghitungan bagi hasil, yaitu bagi hasil yang dihitung dengan konsep bagi hasil dan bagi hasil dengan menggunakan bagi hasil.
Metode Perhitungan Bagi hasil
Dasar perhitungan bagi hasil dengan menggunakan bagi hasil adalah bagi hasil yang dihitung dari keuntungan/kerugian usaha. Asas bagi hasil disini adalah asas bagi hasil berdasarkan syariat yang digunakan oleh bank berdasarkan prinsip bagi hasil dalam hal: (1) menentukan imbalan yang sebaiknya diberikan kepada masyarakat sehubungan dengan pemanfaatan/penggunaan. dari publik. dana yang dipercayakan kepadanya, (2) menentukan imbalan yang akan diterima sehubungan dengan pemberian dana kepada masyarakat berupa kebutuhan investasi dan modal kerja, dan (3) menentukan imbalan sesuai dengan kegiatan usaha lain yang biasa dilakukan oleh bank. atas dasar bagi hasil. 28.
Indikator Bagi hasil
Konsistensi adalah proses pelaksanaan suatu perjanjian sesuai dengan perjanjian di awal akad, yaitu sesuai dengan syarat-syarat akad.
Fatwa DSN MUI
Pembayaran Bagi Hasil
Berbeda dengan tanggal ulang tahun, metode akhir bulan melakukan pembayaran bagi hasil kepada pelanggan pada tanggal tutup buku setiap akhir bulan (menyesuaikan jumlah hari dalam setiap bulannya).
Deposito Mudharabah
- Deposito
- Mudharabah
- Deposito mudharabah
Penarikan bunga deposito dapat dilakukan setiap bulan atau pada saat jatuh tempo atau sesuai jangka waktu. Deposito berjangka mata uang asing biasanya diterbitkan dalam mata uang keras seperti dolar AS, yen Jepang, DM Jerman, atau mata uang keras lainnya. Sifat simpanan adalah penarikannya hanya dapat dilakukan sesuai jangka waktunya, sehingga umumnya imbalan berupa nisbah bagi hasil yang ditawarkan bank kepada simpanan lebih tinggi dibandingkan mudharabah.
ARO (automatic roll-over), artinya ketika deposito berjangka telah habis masa berlakunya, maka dapat diperpanjang secara otomatis oleh bank tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada pemegang deposito. Pada saat jatuh tempo, deposito berjangka tersebut dicairkan, dan apabila pemegang rekening deposito tidak berangkat ke kantor, maka bank dapat memindahkan dana yang timbul dari deposito tersebut ke rekening lain, misalnya rekening tabungan. Apabila nasabah deposito tidak mempunyai rekening tabungan atau giro, maka dananya akan disimpan dalam bentuk titipan atau kewajiban segera.
Bank membayar biaya penempatan deposito berjangka dalam bentuk bagi hasil yang besarnya ditentukan dalam rekening sesuai nisbah yang disepakati. Pembayaran hasil simpanan dapat dilakukan secara tunai, ditransfer ke rekening lain milik nasabah seperti giro atau tabungan, atau ditransfer langsung ke bank lain atau ditambah dengan nominal deposito berjangka. Deposito mudharabah muqayyadah (RIA) dengan pembayaran bulanan bagi hasil dapat dilunasi sebelum jatuh tempo dengan denda 3%.
Denda ini dikenakan karena bank telah memperkirakan penggunaan dana tersebut sehingga pembayaran deposito sebelum habis masa berlakunya dapat mengganggu likuiditas bank. Ada nasabah tertentu yang tidak dikenakan sanksi apabila menarik dana dari deposito berjangka yang belum habis masa berlakunya, misalnya nasabah prima (prime customer) yang tidak dikenakan sanksi.
GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
Motto, Visi dan Misi PT. BPRS Adam Bengkulu
BPRS Adam yaitu Customer Service akan menjelaskan bentuk pembagian nisbah bagi hasil dan jenis simpanan yang digunakan Customer Service BPRS Adam akan memberikan nasabah dua pilihan yaitu sistem simpanan mudharabah ARO atau non ARO. Setelah nasabah menyetorkan dananya ke BPRS Adam, maka nasabah akan menerima persentase bagi hasil dari dana yang dikelola bank tersebut. Persentase nisbah bagi hasil berbeda-beda sesuai dengan jangka waktu yang dipilih nasabah, semakin lama nasabah menyimpan dananya maka semakin besar pula persentase nisbah bagi hasil.
Metode perhitungan bagi hasil yang digunakan BPRS Adam adalah dengan menggunakan metode bagi hasil, yaitu perhitungan bagi hasil berdasarkan pendapatan sebelum dikurangi biaya.” 60. Berdasarkan hasil penelitian, besarnya nisbah bagi hasil tidak ditentukan oleh pemilik dana dan pengelola dana, tetapi bank telah menentukan persentase nisbah bagi hasil. Metode perhitungan bagi hasil adalah perhitungan bagi hasil berdasarkan penjualan atau pendapatan usaha sebelum dikurangi biaya-biaya.
15/DSN-MUI/IX/2000 tentang Bagi Hasil, hendaknya menggunakan metode bagi hasil dalam menentukan bagi hasil. Faktor utama yang mempengaruhi bagi hasil adalah pendapatan dari hasil usaha yang dilakukan oleh mudharib. Alasan nasabah menyimpan dananya adalah, pertama, nisbah bagi hasil yang diterimanya; kedua, nasabah memiliki sejumlah dana yang dapat dikelola oleh PT.
Pembagian nisbah bagi hasil berbeda-beda berdasarkan jangka waktu, tergantung lamanya nasabah menyimpan dananya. Bagi peneliti selanjutnya sebagai bahan bacaan dan referensi mengenai sistem bagi hasil yang diterapkan pada perbankan syariah khususnya pada bank pembiayaan umat syariah. Penentuan Nisbah Bagi Hasil Deposito Mudharabah Pada Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) UGT Sidogiri Cabang Tanah Merah Bangkalan, skripsi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pengaruh Bagi Hasil Terhadap Jumlah Dana Deposito Mudharabah Syariah yang Ada di Bank Syariah Mandiri.
Struktur Organisasi PT. BPRS Adam Bengkulu
Produk-Produk PT. BPRS Adam Bengkulu
Artinya, pembiayaan dengan sistem bagi hasil sesuai dengan kesepakatan antara bank dan nasabah, seperti: untuk proyek pemerintah dan swasta. Berbeda dengan bank konvensional yang menggunakan sistem bunga untuk membagi keuntungan, bank syariah menggunakan sistem bagi hasil untuk membagi keuntungan (margin). Penentuan nisbah juga disepakati antara nasabah dengan BPRS Adam, nasabah akan diberikan browser tentang besarnya nisbah bagi hasil, semakin lama nasabah menyetorkan dananya maka semakin besar persentase nisbah yang akan ditanggungnya. akan diterima oleh pelanggan. .
Apabila menghitung nisbah bagi hasil, dihitung berdasarkan tarif yang telah ditentukan. Misal seorang nasabah menyetor uang dalam jangka waktu enam bulan, perhitungan nisbah bagi hasil adalah 7. Sedangkan untuk nisbah bagi hasil, saya tidak merasa atau tidak setuju, saya setuju dengan nisbah yang telah ditentukan. Saya juga sudah membuat janji terlebih dahulu dengan BPRS Adam melalui pihak bank”. 70. Hasil wawancara menunjukkan bahwa nasabah tidak mempermasalahkan besarnya nisbah bagi hasil, karena nasabah dan BPRS telah mencapai kesepakatan mengenai nisbah bagi hasil.
Walaupun nisbah bagi hasil ditetapkan oleh bank pada saat akad, namun nisbah tersebut disepakati kedua belah pihak yaitu nasabah dan PT. Bagi hasil yang dibagikan setiap bulannya akan berbeda-beda tergantung pendapatan operasionalnya, ketika pendapatan bank meningkat maka bagi hasil yang diterima nasabah juga meningkat dan begitu pula sebaliknya.