ANALISIS STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KERJA DAN PENGAWASAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS PETERNAKAN
DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI SULAWESI SELATAN
Adrianus Janggur1, Taufik Thahir2, Syarief Dienan Yahya3
1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
ABSTRACT
This research aims to find out the effect of standard operating procedures and supervision on employee performance at the Animal Health and and Livestock Service Office of South Sulawesi Province. The data analysis method used in this research is descriptive quantitative. The results of hypothesis testing are based on the results of statistical calculations through multiple linear regression with aprovitability level of 5%. The result of t test showed that the variables of Standard Operational Procedures and Supervision significantly effect on employee performance at the Animal Health and and Livestock Service Office of South Sulawesi Province.
Keywords: Standard Operational Procedures, Supervision, Employee Performance.
PENDAHULUAN
Pada dasarnya aset paling berharga yang dimiliki organisasi adalah sumber daya masnusia, yang dapat memberikan kontribusi yang sangat besar umtuk mendorng pertumbuhan dan perkembangan organisasi.
Setiap Perusahaan maupun instansi pemerintah, dalam upaya pengelolaan dan mengarahkan aktivitas sumber daya manusia dalam menjalankan tugas dan fungsinya, memerlukan standar operasional prosedur kerja.
Standar operasional prosedur kerja merupakan elemen vital yang menuntun arah pelaksanaan segala unit kegiatan yang ada dalam perusahaan ataupun Instansi Pemerintah. Pada Perusahaan dan Instansi Pemerintah, Karyawan dan pegawai merupakan pihak yang terlibat langsung dalam menjalankan standar operasional prosedur kerja. Setiap Karyawan atau Pegawai dalam menjalankan tugasnya diwajibkan untuk mengikuti pedoman kerja yang telah ditetapkan dan hasil kerjanya pun harus sesuai dengan yang telah direncanakan.
Penetapan standar operasional prosedur kerja yang kurang tepat dapat menyebabkan menurunnya kualitas kinerja kerja karyawan dan gagal tercapainya tujuan Organisasi.
Seringnya terjadi kegagalan dalam mencapaian
tujuan organisasi disebabkan oleh penerapan standar operasional prosedur kerja yang dibuat oleh organisasi, dimana isi dari standar operasional prosedur kerja tidak sesuai dengan kebutuhan kerja organisasi dan juga pihak- pihak yang menjalankan standar operasional prosedur kerja yang tidak memahami dan tidak mau mendukung standar operasional prosedur kerja yang ada.
Selain standar operasional prosedur kerja, untuk mendukung dalam mewujudkan kinerja kerja yang baik dan mendukung pencapaian tujuan Organisasi perlu adanya pengawasan kerja. Pengawasan pada dasarnya merupakan sebuah tindakan untuk membandingkan antara hasil dalam kenyataan dengan hasil yang telah direncanakan. Sasaran utaman pengawasan sesungguhnya berkisar pada karyawan atau pegawai. Karena karyawan dan pegawai merupakan pihak yang menjalankan semua aktivitas kerja Organisai.
Pelaporan informasi yang tidak akurat dari sistem Pengawasan dapat menyebabkan Organisasi mengambil tindakan koreksi kurang tepat. Sistem Pengawasan yang efektif harus dapat melaksanakan fungsinya dengan baik, setidaknya dapat mengidentifikasikan masalah yang sedang terjadi dan melakukan penelusuran terhadap sumber munculnya sebuah permasalahan serta memberikan solusi perbaikan dengan tepat atas masalah tersebut.
Pelaksanaan suatu rencana atau program kerja tanpa diiringi dengan suatu sistem Pengawasan yang baik dan jelas, akan mengakibatkan pelaksanaan kerja tidak dilakukan secara optimal sehingga dapat menyebabkan tidak tercapainya sebuah tujuan yang telah direncanakan. Seringnya terjadi masalah yang berulang-ulang dalam menjalankan kegiatan kerja disebabkan karena tidak atau kurang adanya pengawasan kerja.
Masalah yang sering terjadi karena tidak atau kurang adanya pengawasan dalam menjalankan suatu kegiatan contohnya, pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai pedoman standar operasional prosedur yang ditetapkan, keterlambatan penyelesaian tugas, dan kurangnya disiplin kerja Karyawan atau Pegawai dalam menjalankan tugas kerja.
Hadirnya Pengawasan pada suatu kegiatan dapat memberikan jaminan ketepatan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana, membangun rasa tanggung jawab Karyawan atau Pegawai dalam menjalankan tugas, menghindari terjadinya penyimpangan dan menjamin untuk tercapai dengan baiknya tujuan yang ditetapkan oleh organisasi.
Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan yang beralamat di Jl. Veteran Selatan No.234, Maricaya Kec. Mamajang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, mempunyai tugas pokok mengurus Pemerintahan dibidang peternakan dan kesehatan hewan yang menjadi wewenang daerah Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Standar Operasional Prosedur Kerja dan Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan”.
Berdasarkan uraian latar belakang masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah Standar Operasional Prosedur Kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan ?, (2) Apakah Pengawasan berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan ?, dan (3) Apakah Standar Operasional Prosedur Kerja dan Pengawasan secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan ?.
Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui pengaruh Standar Operasional Prosedur Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan. (2) Untuk mengetahui Pengaruh pengawasan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan.
dan (3) Untuk mengetahui pengaruh Standar Operasional Prosedur Kerja dan Pengawasan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan.
TINJAUAN LITERATUR
Istilah Standar Operasional Prosedur (SOP) Kerja untuk menyebut semua dokumen yang mengatur kegiatan operasional organisasi, seperti protokol, prosedur tetap, instruksi kerja, lembar kerja, diagram alir dan sebagainya.
Menurut Soemohadiwidjojo (2018), Standar operasional prosedur kerja merupakan sarana pengendalian dan pemantauan aktivitas dalam perusahaan, untuk memastikan setiap aktivitas dijalankan secara efektif dan efisien sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Menurut Nur’aini (2019), Standar operasional prosedur (SOP) merupakan salah satua acuan pokok mengenai langkah atau tahap yang berhubungan dengan aktivitas aplikatif yang merupakan aktivitas kerja dalam sebuah perusahaan.
Menurut Fatimah dalam Novrianti &
Jumaren (2019), menyebutkan bahwa agar implementasi standar operasional prosedur dapat dilaksanakan dengan baik dan berhasil diterapkan pada seluruh karyawan maka perusahaan perlu memperhatikan beberapa faktor: 1) Sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang tidak memiliki kompetensi dalam melaksanakan fungsi tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan prosedur kerja yang sudah ditetapkan oleh perusahaan dapat mempengaruhi sukses atau tidaknya standar operasional prosedur. 2) Kemampuan.
Minimnya kemampuan atau pengetahuan dalam menjalankan prosedur kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan dapat mempengaruhi sukses atau tidaknya standar
operasional prosedur. 3) Kinerja karyawan.
Karyawan yang tidak disiplin dalam mejalankan pekerjaan dapat mempengaruhi sukses atau tidaknya standar operasional prosedur. 4) Fasilitas. Minimnya ketersediaan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan terhadap karyawan dapat mempengaruhi sukses atau tidaknya standar operasional prosedur.
Manfaat standar operasional prosedur diantaranya adalah (Rifka, 2017): (1) Memberikan Informasi Standar operasional prosedur memberikan informasi mengenai kualifikasi kompetensi yang harus dikuasai oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya, memberikan informasi mengenai penigkatan kompetensi pegawai, memberikan informasi mengenai beban tugas yang harus dipikul oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya dan membantu memberikan informasi yang diperlukan dalam penyusunan standar pelayanan. (2) Pedoman Karyawan Seorang karyawan dapat memahami apa yang sebaiknya dilakukan dalam melaksanakan tugasnya. Standar operasional prosedur dapat mempercepat karyawan untuk belajar memahami standar cara kerja yang ditetapkan.
(3) Patokan Kerja Terbaik Dengan mengunakan standar operasional prosedur, maka perusahaan dapat melakukan standarisasi cara kerja dari hasil praktik yang terbaik.
Standar operasional prosedur dapat dijadikan panduan standar cara kerja. Untuk mendapatkan standar kerja yang diharapkan, standar operasional prosedur sebagai pegangan untuk evaluasi kinerja bagi manajemen. (4) Pedoman Menilai Karyawan. Standar operasional prosedur dapat digunakan sebagai pedoman dalam menilaian kinerja karyawan.
Apabila hasil yang diharapkan tidak tercapai, maka pihak manajemen perlu melakukan evaluasi kinerja. Melalui standar operasional prosedur kerja, manajemen mendapatkan umpan balik atas kinerja karyawan dan paham tentang apa yang perlu dilakukan. (5) Instrumen Pelindung Karyawa. Standar operasional prosedur sebagai instrumen yang dapat melindungi pegawai dari kemungkinan tuntutan hukum karena tuduhan melakukan penyimpangan. (6) Pedoman Bahan Ajar.
Standar operasional prosedur dapat dijadikan bahan pelatihan bagi karyawa baru. Dengan adanya standar operasional prosedur maka diharapkan pelatihan dapat menjadi lebih cepat, tepat, dan efisien. Kepatuhan karyawan
terhadap standar operasional prosedur mampu mengurangi tingkat kesalahan yang sama. (7) Memastikan Pelaksanaan Tugas. Standar operasional prosedur mampu memastikan pelaksanaan tugas penyelengaraan pemerintah berlangsung dalam berbagai situasi. (8) Sarana Penelusuran Ketidak Sesuaian. Standar operasional prosedur dapat mempermudah manajemen melakukan penelusuran atas ketidak sesuaian yang terjadi. Standar operasional prosedur mampu memilah tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan, mengidentifikasikan tentang apa yang tidak dilakukan, dimana penyimpangan itu terjadi dan apa yang menjadi penyebab masalah atau ketidak sesuaian itu terjadi. (9) Menjamin Konsisten Pelayanan. Standar operasional prosedur dapat menjamin konsistensi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik dari sisi mutu, maupun prosedur dalam pemberiaan pelayanan.
Istilah pengawasan tidak hanya melihat sesuatu denga skema dan melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mengandung arti memperbaiki dan meluruskan segala permasalahan dan anomali yang terjadi selama proses pelaksanaan kegiatan kerja berlangsung.
Menurut Noor (2015), Pengawasan adalah proses pengamatan dari pada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
Menurut Karyoto (2016), Pengawasan adalah suatu fungsi pengendalian yang diterapkan organisasi untuk memastikan bahwa pekerjaan dapat dilakukan dengan prosedur.
Faktor yang mempengaruhi pengawasan (Handoko, 2016): (1) Perubahan Lingkungan Organisasi. Berbagai perubahan lingkungan organisasi terjadi terus menerus dan tidak dapat dihindari, seperti munculnya inovasi produk dan pesaing baru. Melalui pengawasan manajer mendeteksi perubahan-perubahan yang berpengaruh pada barang dan jasa organisasi, sehingga mampu menghadapi tantangan atau memanfaat kesempatan yang dicibtakan perubahan perubahan yang terjadi.
(2) Peningkatan Kompleksitas Organisasi.
Semakin besar organisasi semakin memerlukan pengawasan yang lebih formal dan hati-hati.
Disamping itu organisasi sekarang lebih bercorak desntralisasi, dengan banyak agen-
agen dan pabrik-pabrik yang terpisah secara geografis, atau fasilitas-fasilitas penelitian yang tersebar luas. Semuanya memerlukan pelaksanaan fungsi pengawasan dengan lebih efisien dan efektifitas. (3) Kesalahan-Kesalahan.
Bila para bawahan tidak pernah melakukan kesalahan, manajer secara sederhana melakukan fungsi. Tetapi kebanyakan anggota Organisasi sering membuat kesalahan- kesalahan, sistem pengawasan memungkinkan manajer mendeteksi kesalahan-kesalahan tersebut menjadi kritis.
Menurut Suhendi & Anggara (2018), kinerja adalah catatan mengenai akibat-akibat yang dihasilkan pada sebuah fungsi pekerjaan atau aktivitas selama periode tertentu yang berhubungan dengan tujuan organisasi.
Menurut Bintaro & Daryanto (2017), kinerja sumber daya manusia adalah prestasi kerja atau hasil kerja baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai sumber daya manusia per satuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Menurut Mangkunegara (2019), Kinerja SDM adalah prestasi kerja atau hasil kerja (output) baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai SDM per satuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja adalah sebagai berikut: (Afandi, 2018):
(1) Kemampuan, kepribadian dan minat kerja.
(2) Kejelasan dan peneriaman atau kejelasan peran seseorang pekerja yang merupakan taraf pengertian dan penerimaan seseorang atas tugas yang diberikan kepadanya. (3) Tingkat motivasi pekerja yaitu daya energi yang
mendorong, mengarahkan dan
mempertahankan perilaku. (4) Kompetensi yaitu keterampilan yang dimiliki oleh seorang pegawai. (5) Fasilitas kerja yaitu seperangkat alat pendukung kelancaran operasional perusahan. (6) Budaya kerja yaitu prilaku kerja pegawai yang kreatif dan inovatif. (7) Kepemimpinan yaitu perilaku pemimpin dalam mengarahkan pegawai dalam bekerja.
(8) Disiplin kerja yaitu aturan yang dibuat oleh perusahan agar semua pegawai ikut mematuhi agar tujuan tercapai.
Sebagai bahan perbandingan untuk merumuskan hipotesis pada penelitian ini, peneliti mencantumkan penelitian terdahulu diantaranya:
Permadi & Nafsahu (2019), dengan judul Pengaruh Budaya Organisasi dan Penerapan Standar Operasional Prosedur Terhadap Kinerja Karyawan PT. Spirit Avia Sentosa Jakarta. Hasil analisis data menunjukan bahwa secara parsial variabel Budaya Organisasi dan variabel Penerapan Standar Operasional Prosedur berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan PT. Sprit Avia Sentosa Jakarta.
Sedangkan hasil uji secara simultan variabel Budaya Organisasi dan variabel Penerapan standar Operasional Prosedur memberikan pengaruh yang sangant rendah terhadap kinerja karyawan PT. Sprit Avia Sentosa Jakarta.
Dani et al (2019), dengan judul
“Pengaruh Standar Operasional Prosedur dan Pengawasan terhadap Kinerja Pramuniaga Pasaraya Sri Ratu Pemuda Semarang. Hasil pengujian hipotesis secara simultan variabel pengawasan dan variabel kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT sakura jaya. Hasil perhitungan pengujian hipotesis secara parsial variabel pengawasan dan variabel kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT sakura jaya.
Nugraheni, et al (2014), dengan judul Pengaruh Standar Operasional Prosedur dan Pengawasan terhadap Kinerja Pramuniaga Pasaraya Sri Ratu Pemuda Semarang. Hasil pengujian hipotesis secara parsial varibel Standar Operasional Prosedur dan variabel Pengawasan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pramuniaga Pasaraya Sri Ratu Pemuda Semarang.
Sedangkan hasil uji secara simultan variabel Standar Operasional Prosedur dan variabel Pengawasan secara bersama-sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pramuniaga Pasaraya Sri Ratu Pemuda Semarang.
Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, maka rumusan hipotesis pada peneltian ini tentang “Pengaruh Standar Operasional Prosedur Kerja dan Pengawasan terhadap Kinerja Pegawai Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan”
adalah sebagai berikut:
H1 : Standar Operasional Prosedur Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan.
H2 : Pengawasan berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan.
H3 : Standar Operasional Prosedur Kerja dan Pengawasan secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan hasil uraian hipotesi, maka model penelitian ini adalah:
Gambar 1. Model Penelitian
Sumber: Sugiyono (2016).
METODE PENELITIAN
Desain penelitian adalah suatu langkah- langkah yang dibuat oleh seorang peneliti dalam rangka membuktikan hipotesis yang sudah dikemukakan sebelumnya.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini akan mendeskripsikan tentang pengaruh antara variabel Standar Operasional Prosedur Kerja dan Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan. Alat bantu yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian dalam penelitiaan ini adalah menggunakan aplikasi software SPSS.
Tempat pelaksanaan penelitian ini dengan judul “Pengaruh Standar Operasional Prosedur Kerja dan Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai” adalah pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan dengan lamanya waktu kurang lebih Satu bulan, dari tanggal 03 November 2020 sampai tanggal 03 Desember 2020.
Menurut Sugiyono (2016), berdasarkan jenisnya, data hasil penelitian dapat dibedakan menjadi data kualitatif yaitu data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar dan data
kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, atau data kuantitaf yang diangkakan (skoring).
Menurut Yulianto, H (2016), data penelitian menurut cara memperolehnya mencakup data primer adalah data yang diperoleh dari sumber pertama atau secara langsung dari sumber data. Dalam penelitian ini, metode yang dilakukan untuk mengumpulkan data primer adalah dengan melakukan Wawancara, Observasi dan Kuesioner dengan Pegawai Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan dan data sekunder adalah data yang diperoleh dari pihak kedua. Data sekunder dalam penelitian ini bersumber dari data-data laporan yang dibuat oleh Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan.
Menurut Sukardi (2017) Populasi adalah semua anggota kelompok manusia, peristiwa, atau benda yang tinggal bersama dalam suatu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah 130 orang.
Menurut Zulganef (2018) Sampel adalah bagian atau subset yang terdiri dari anggota-anggota yang terpilih. Untuk menentukan jumlah sampel pada penelitian ini mengunakan rumus slovin. Jumlah sampel dalam penelitian ini dengan jumlah populasi 130 orang pegawai dengan tingkat keprcayaan 90% adalah 57 orang.
Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk memperoleh dan mengumpulkan data penelitian. Menurut Widodo (2017), metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian yaitu dengan mengunakan Kuesioner (angket), Wawancara dan Observasi.
Dalam kegiatan penelitian, variabel merupakan komponen yang sangat penting untuk memberikan petunjuk dan mempermudah seorang peneliti untuk menggali data dan informasi pada tempat penelitian. Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah:
(1) Standar Operasional Prosedur Kerja (2) Pengawasan (3) Kinerja Pegawai.
HASIL DAN PEMBAHASAN SOP Kerja
X1
Pengawasan X2
Kinerja Pegawai
Y
Hasil uji Validitas dengan dasar pengambilan keputusannya adalah Uji validitas dapat dikatakan valid apabila signifikan < 0,05 atau 5%. Adapun kriteria penilaian uji validitas adalah Apabila r hitung
> r tabel, maka item kuesioner tersebut valid, dan Apabila r hitung < r tabel, maka item kuesioner tersebut tidak valid.
Tabel 1. Hasil Ujian Validitas Standar Operasional Prosedur Kerja Item
Pernyataan R hitung R tabel Status
1 0,531 0,261 Valid
2 0,619 0,261 Valid 3 0,616 0,261 Valid 4 0,470 0,261 Valid 5 0,656 0,261 Valid 6 0,816 0,261 Valid
Sumber: data primer diolah (2020).
Tabel 1. menujukan bahwa instrumen penelitian variabel Standar Operasional Prosedur Kerja sudah dinyatakan valid, hal tersebut dapat dilihat pada perolehan enam nilai R hitung lebih besar dari nilai R tabel.
Tabel 2. Hasil Pengujian Validitas Variabel Pengawasan
Item
Pernyataan R hitung R tabel Status
1 0,761 0,261 Valid
2 0,586 0,261 Valid 3 0,707 0,261 Valid 4 0,644 0,261 Valid 5 0,608 0,261 Valid 6 0,695 0,261 Valid
Sumber: data primer diolah (2020).
Tabel 2. menunjukan bahwa instrumen penelitian variabel Pengawasan (X2) sudah dinyatakan valid, hal tersebut dapat dilihat pada perolehan enam nilai R hitung lebih besar dari nilai R tabel.
Tabel 3. Hasil Pengujian Validitas Variabel Kinerja Pengawai
Item
Pernyataan R hitung R tabel Status
1. 0,662 0,261 Valid
2. 0,548 0,261 Valid 3. 0,534 0,261 Valid 4. 0,714 0,261 Valid 5. 0,586 0,261 Valid 6. 0,509 0,261 Valid
Sumber: data primer diolah (2020).
Tabel 3. menunjukan bahwa instrumen penelitian variabel Kinerja Pegawai sudah dinyatakan valid, hal tersebut dapat dilihat pada perolehan enam nilai R hitung lebih besar dari nilai R tabel.
Hasil uji reliabilitas dengan dasar pengambilan keputusan adalah Cronbach's Alpha dapat diterima jika > 0,6. Semakin dekat Alpha cronbach’s dengan 1, semakin tinggi keandalan konsistensi internal. Untuk mengetahui hasil uji reliabilitas dapat diamati pada hasil berikut ini:
Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Standar Operasional Prosedur Kerja,
Pengawasan, Kinerja Pegawai Reliability Statistics N
o
Variabel Cronbach's Alpha
N of Ite ms 1 Standar
Oprasional Prosedur Kerja
,683 6
2 Pengawasan ,747 6
3 Kinerja Pegawai
,623 6
Sumber: data primer diolah (2020).
Berdasarkan data pada tabel 4. Maka dapat di jelaskan bahwa: (1) Dalam instrumen penelitian variabel Standar Oprasional Prosedur Kerja terdapat enamitem pernyataan dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,683.
Jika dilakukan perbandingan nilai Cronbach's Alpha dengan dasar pengambilan keputusan 0,6 diatas, maka dapat diketahui nilai Cronbach's Alpha 0,683 > 0,6. (2) Dalam instrumen penelitian variabel pengawasan, terdapat enam item pernyataan dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,747. Jika dilakukan perbandingan nilai Cronbach's Alpha dengan dasar pengambilan keputusan 0,6 diatas, maka dapat diketahui nilai Cronbach's Alpha 0,747 > 0,6. (3) dalam instrumen penelitian untuk variabel Kinerja Pegawai, terdapat enam item pernyataan
dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,623.
jika dilakukan perbandingan nilai Cronbach's Alpha dengan dasar pengambilan keputusan 0,6 diatas, maka dapat diketahui nilai Cronbach's Alpha 0,623 > 0,6. Dari hasil uji reliabilitas variabel Standar Oprasional Prosedur Kerja, variabel Pengawasan dan variabel Kinerja Pegawai, maka dapat dismpulkan bahwa item pernyataan instrumen untuk ketiga variabel t yang diteliti tersebut adalah reliabel.
Uji regresi linear berganda dalam penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel Standar Operasional Prosedur Kerja (X1) dan Pengawasan (X2) terhadap variabel Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan (Y). Hasil uji regresi linear berganda dapat diliha pada tabel berikut ini:
Tabel 5. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients
Standar dized Coeffic
ients
T Sig.
B Std.
Error
Beta
1
(Constan t)
10,179 2,646 3,846 ,000 Standar
Operasin al Prosedur Kerja X1
,334 ,122 ,347 2,730 ,009
Pengawa san X2
,246 ,090 ,346 2,724 ,009 a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai
Sumber: data primer diolah (2020).
Berdasarkan data pada tabel 5, maka persamaan yang dibentuk untuk model regresi
. Jadi Y=10,179 + 0,334 + 0,246. Konstanta sebesar 10,179, berarti jika variabel Standar Operasional Prosedur Kerja dan Pengawasan diabaikan maka dapat berakibat menurunnya Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan.
(1) Koefisien regresi variabel Standar Operasional Prosedur Kerja sebesar 0,334.
Jika terjadi peningkatan, maka dapat
meningkatkan Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 0,334. (2) Koefisien regresi variabel Pengawasan sebesar 0,246. Jika terjadi peningkatan, maka dapat mendorong untuk meningkatkan Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 0,246.
Uji parsial bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial variabel Standar Operasional Prosedur Kerja dan Pengawasan terhadap variabel Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan. Dasar pengambilan keputusan dalam melakukan uji T yaitu Apabila tingkat signifikan > 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima, berarti tidak ada pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat dan Apabila tingkat signifikan
< 0,05 maka Ho diterima dan H1 ditolak, berarti ada pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat. Untuk hasil uji T dapat dilihat pada tabel 7. Hasil pengujian hipotesis secara parsial melalui uji T yaitu: (1.) Nilai T hitung variabel Standar Operasional Prosedur Kerja adalah 2,730. Nilai T hitung dilakukan perbandingan dengan nilai T tabel sebesar 1,674. Makan dapat diketahui 2,730 > 1,674.
Apabila dilakukan perbandingan tingkat signifikan uji parsial dengan taraf signifikan 0,05, maka dapat diketahui nilai signifikan 0,009 < 0,05. Dengan hasil perbandingan tersebut, diketahui variabel Standar Operasional Prosedur Kerja berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan demikian dapat dinyatakan Ho diterima dan H1 ditolak. (2.) Nila T hitung variabel Pengawasan adalah sebesar 2,724. Nilai T hitung dilakukan perbandingan dengan nilai T tabel sebesar 1,674. Jika dilakukan perbandingan nilai T hitung dengan nilai T tabel, maka dapat diketahui nilai T hitung > T tabel atau 2,724 > 1,674. Dan jika dilakukan perbandingan tingkat signifikan uji parsial dengan taraf signifikan 0,05, maka dapat diketahui nilai signifikan 0,009 < 0,05. Dari hasil perbandingan tersebut, diketahui variabel Pengawasan berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan
demikian dapat dinyatakan Ho diterima dan H1 ditolak.
Hasil uji F (simultan) dengan dasar pengambilan keputusan dalam melakukan uji F (Simultan) adalah Uji kecocokan model ditolak jika α > 0,05 dan Uji kecocokan model diterima jika α < 0,05 dengan tingkat signifikan 0,05.
Tabel 6. Hasil Uji F (Simultan) ANOVAa,
a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai b. Predictors: (Constant), Standar Operasional
Prosedur Kerja Dan Pengawasan Sumber: data primer diolah (2020).
Data pada tabel 6. Menunjukan hasil uji F (Simultan) diperoleh nilai F hitung sebesar 15,452 dengan nilai signifikan 0,000. Nilai F hitung 15,452 dilakukan perbandingan dengan nilai F tabel 3,17. Jika dilakukan perbandingan nilai F tabel dengan F hitung, maka dapat diketahui nilai F hitung lebih besar dari nilai F tabel atau 15,452 > 3,17. Dapat pula dilakukan perbandingan nilai signifikan dengan dasar pengabilan keputuan 0,05 yaitu 0,000< 0,05.
Dengan hasil tersebut, maka dalam penelitian ini Ho dinyatakan diterima dan H1 dinyatakan ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa Standar Operasional Prosedur Kerja dan Pengawasan secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan.
Tabel 7. Hasil Uji Determinan R2 Model Summaryb
a. Predictors: (Constant), Standar Operasional Prosedur Kerja dan Pengawasan
b. Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sumber: data primer diolah (2020).
Data pada tabel 7. menunjukkan bahwa variabel Standar Operasional dan Pengawasan mampu mempengaruhi variabel Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai R Square sebesar 0,364 atau 36%. sedangakan sisannya 63,6% dipengaruhi oleh variabel lain.
PENUTUP
Dari hasil penelitian mengenai Pengaruh Standar Operasional Prosedur Kerja dan Pengawasan terhadap Kinerja Pengawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan dengan kesimpulan: (1) Variabel Standar Operasional Prosedur Kerja berpengaruh secara singnifikan terhadap Kinerja Pengawai pada Kantor Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan. (2) Variabel Pengawasan berpengaruh singnifikan terhadap Kinerja Pengawai pada Kantor Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan.
(3) Variabel Standar Operasional Prosedur Kerja dan Pengawasan secara bersama-sama (Simultan) berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pengawai pada Kantor Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan.
Dari hasil pembahasan pada penelitian ini, peneliti memberikan beberapa saran yaitu:
(1) Untuk meningkatkan Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, maka seluruh Pegawai harus mengikuti Standar Operasional Prosedur Kerja yang ditetapkan oleh Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan. (2) Untuk meningkatkan Kinerja Pengawai pada Kantor Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, perlu melakukan Pengawasan yang jelas dalam menjalankan operasional kerjaan Kantor dengan tujuan agar pegawai lebih serius dan profesional dalam bekerja untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. (3) Bagi peneliti selanjutnya, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya, kususnya dalam meneliti Pengaruh Standar Operasional Prosedur Kerja dan Pengawasan terhadap Kinerja Pengawai pada Kantor Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan.
Model Sum of Squares
Df Mean Square
F Sig
1
Regressi on
127,026 2 63,513 15,452 ,000b Residual 221,957 54 4,110
Total 348,982 56
Mo del
R R
Squ are
Adjuste d R Square
Std. Error of the Estimate
Durbi nWats
on
1 ,603a ,364 ,340 ,027 2,195
DAFTAR PUSTAKA
Afandi, P. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia: Teori, Konsep dan Indikator.
Cetakan ke-1. Zanafa Publishing. Nusa Media. Yogyakarta.
Bintaro & Daryanto. (2017). Manajemen Penilaian Kinerja Karyawan. Cetakan Ke- 1. Gava Media. Yogyakarta.
Dany., Purba, P.Y., Eric., Merianti & Chintya, E. (2019). Pengaruh Pengawasan Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Sakura Jaya Meden. Jurnal Aksara Public. Batam. Universita Prima Indonesia.
Agustus: 74-89. Diakses pada tanggal 20 september 2020. Melalui website
http://www.aksarapublic.com/index.php/ho me/article/view/282/277
Handoko, T.H. (2016). Manajemen Edisi 2.
Cetakan ke-28. BPFE. Yogyakata.
Karyoto. (2016). Dasar-Dasar Manajemen Teori, Definisi Dan Konsep. Cv. Andi Offset. Yogyakarta.
Mangkunegara, A.P. (2019). Evaluasi Kinerja SDM. Cetakan Ke-9. Refika Aditama. Bandung.
Novrianti, D.P & Jumaren. (2019). Pengaruh Standar Operasional Prosedur Dan Fasilitas Perusahaan Terhadap Kinerja Karyawan.
Jurnal Manajemen Universitas Bung Hatta.
Universita Putera Batam. Januari: 37-45.
Diakses pada tanggal 20 september 2020.
Melalui website.
https://www.ejurnal.bunghatta.ac.id/index.p hp/JMN/article/view/13877
Noor, J. (2015). Penelitian Ilmu Manajemen Tinjauan Filosofi Dan Praktis. Cetakan Ke- 1. Prenadamedia Group. Jakarta.
Nur’aini, F. (2019). Panduan Lengkap Menyusun Sop & KPI. Cetakan Pertama.
Anak Hebat Indonesia. Yogyakarta.
Nugraheni, R., Apriatni & Budiatmo, A.
(2014). Pengaruh Standar Operasional Prosedu dan Pengawasan Terhadap Kinerja Pramuniaga Pasaraya Sriatu Pemuda Semarang. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis.
Universita Diponegoro. Februari: 187-195.
Diakses pada tanggal 25 september 2020.
Melalui website.
https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jiab/
article/view/5194/5000
Permadi, S & Nafsahu, L.O.M. (2019).
Pengaruh Budaya Organisasi & Penerapan Standar Operasional Prosedur (Sop) Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal
Penelitian,Pengembangan Ilmu Manajemen Dan Akuntansi Stie Putra Perdana Indonesisa. STIE Putera Perdana Indonesia.
April: 172-192. Diakses pada tanggal 23 september 2020. Melalui website https://ejournal.stieppi.ac.id/file/JURNAL%20 LA%20ODE%20APRIL.pdf
Rifka, R.N. (2017). Step By Step Lancar Membuat Sop. Cetakan Ke-1. Nauli Media.
Yogyakarta.
Soemohadiwidjojo, A.T. (2018). Sop Dan Kpi Untuk Umkm & Starup. Cetakan Ke-1 .Raih Asas Sukses. Jakarta.
Sukardi. (2017). Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi Dan Praktiknya.
Cetakan Ke-16. Pt. Bumi Aksara. Jakarta.
Sugiyono. (2016). Statistik Untuk Penelitian.
Cetakan Ke-27. Cv, Alfabeta. Bandung.
Suhendi, H Dan Anggara, S. (2018). Prilaku Organisasi. Catakan Ke-3. Cv. Pustaka Setia.
Widodo. (2017). Metodologi Penelitian Populer & Praktis. Cetakan Ke-1. PT.
Rajagravindo Persada. Jakarta.
Yulianto, H. (2016). Statistik 1. Cetakan Ke-1.
Lembaga Ladang Kata. Yogyakarta.
Zulganef. (2018). Metode Penelitian Bisnis Dan Manajemen. Cetakan Ke-1. Pt. Refika Aditama. Bandung.