Hermin Indrarini Kurniawati, SH.,M.Hum selaku dosen pembimbing yang memberikan dukungan bimbingan selama masa perkuliahan. Kedua orang tua dan kakak-kakak telah memberikan doa dan dukungannya selama proses penulisan skripsi ini.
Latar Belakang Masalah
Untuk memenuhi hak masyarakat, pertambangan harus memenuhi baku mutu tingkat kebisingan yang diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor KEP-48/MENLH/11/1996. Segala kegiatan pertambangan yang mengakibatkan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup yang merugikan masyarakat dapat disebut perbuatan melawan hukum yang diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata.
Rumusan Masalah
5 Stockpile merupakan tempat penyimpanan sementara hasil pertambangan untuk pengiriman dan juga berfungsi sebagai tempat pencampuran bahan tambang untuk mencapai kualitas yang telah ditentukan.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Kajian Pustaka
- Perlindungan Lingkungan Hidup
- Pengertian Hukum Pertambangan Mineral dan Batu Bara
- Asas-Asas Hukum Pertambangan Mineral dan Batu Bara
- Landasan Yuridis dan Sosiologi Tentang Pertambangan Mineral dan Batu
- Sistem Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batu Bara
- Izin Usaha Pertambangan
- Hubungan Hukum Pertambangan dengan Hukum Lingkungan
- Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2010 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Hal itu tertuang dalam pasal 169 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
Metode Penelitian
Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. 19 macam hal yang berkaitan dengan objek penelitian yang berkaitan dengan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di lapangan. Bahan yang diperoleh untuk melengkapi sumber data dari sumber lain berupa artikel di Internet yang berkaitan dengan peraturan perundang-undangan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yaitu upaya yang dilakukan dengan cara memilah data menjadi satuan-satuan sehingga dapat dikelola, mensintesisnya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari serta memutuskan apa yang perlu dilakukan. dapat dijelaskan kepada Anda.
Sistematika Penulisan
Bagaimana penerapan penambangan yang dilakukan oleh CV.Sumber Agung dengan memanfaatkan perbekalan dalam penambangan untuk perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di CV. Sumber Agung merupakan hasil kegiatan pertambangan dengan memadukan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan, kesejahteraan, dan kualitas hidup tetap terjaga untuk generasi mendatang. Solusi yang diterapkan perusahaan untuk mengelola lingkungan sedemikian rupa sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Juga memperhitungkan permasalahan ketidakpatuhan lingkungan hidup yang dilakukan perusahaan sehingga dapat memberikan solusi yang berdampak positif bagi generasi mendatang.
Hasil penelitian
Sumber Agung merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya pertambangan batu sungai yang beroperasi di wilayah Kabupaten Mojokerto, Kecamatan Jati Rejo, Desa Sumber Agung. Sumber lengkapnya adalah, Striping Over Burden. Kegiatan ini bertujuan untuk mengupas lapisan penutup sehingga batu kapur yang memenuhi syarat dapat dengan mudah ditambang. Stockpile merupakan tempat penyimpanan sementara hasil tambang untuk pengiriman, dan juga berfungsi sebagai tempat pencampuran bahan-bahan tambang hingga mencapai kualitas yang telah ditentukan dan selanjutnya material yang dihasilkan dari stockpile tersebut dapat siap untuk didistribusikan.
Sumber Agung tidak sesuai dengan yang seharusnya karena stok perusahaan menggunakan sungai yang merupakan sumber air setempat sebagai bahan pembersihan bahan tambang dengan cara memutus aliran sungai yang kemudian dialirkan ke cadangan dan kemudian tailing. . Hasil penimbunan yang diendapkan dialirkan kembali ke sungai setempat, namun perusahaan ini menyamarkan sungai-sungai rakyat seolah-olah mengalir langsung dengan membuat saluran-saluran tertutup/saluran air yang sebenarnya palsu.
Peraturan dan Pelaksanaan usaha pertambangan bahan galian golongan C
34 Indonesia (AMPHIBI), katanya, aturan mengenai pertambangan di Mojokerto sebenarnya sudah diatur lengkap dalam Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 18 Tahun 2014, namun implementasinya di lapangan jauh dari yang diharapkan, termasuk banyak pengusaha pertambangan yang asal-asalan. meninggalkan tambangku terbuka. Hal ini jelas sangat membahayakan masyarakat sekitar. “Entah tahun berapa, saya lupa, pernah ada kasus anak meninggal akibat tenggelam di lubang galian tambang yang sangat dalam berisi air, ini jelas sangat memprihatinkan”28.
Dampak yang ditimbulkan dari usaha pertambangan bahan galian golongan C
Penyelenggaraan dan Ketentuan Usaha Pertambangan Golongan C (Batu) Pelaksanaan ketentuan mengenai pengusahaan bahan galian golongan C diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang kemudian diatur secara khusus dalam Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 18 Tahun Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan. Hal ini didukung dengan peraturan lain mengenai pertambangan mineral golongan C. Akibat lemahnya pengawasan terhadap para penambang, meskipun peraturan yang dibuat sudah cukup baik, namun pelanggaran yang terjadi selama ini tidak bisa dihentikan. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan terhadap kegiatan pertambangan mempunyai pengaruh yang besar bagi masyarakat dan mempunyai dampak positif dan negatif.
Dapat disimpulkan bahwa sebenarnya masyarakat yang dirugikan akibat kegiatan pertambangan mempunyai hak untuk menerima ganti rugi yang layak, namun dalam prakteknya hal ini masih belum sepenuhnya dilaksanakan dan hak banyak orang masih terabaikan. Namun karena kurangnya pengawasan dari pihak-pihak terkait seperti: Perhutani, Kepolisian dan Aparat Pemerintah Daerah, hal ini tidak sepenuhnya merupakan kesalahan dari pihak yang berwenang, melainkan karena kurangnya pihak yang berwenang di lapangan dan lokasi tambang yang terpencil. faktor yang mengakibatkan buruknya pengawasan di wilayah lokasi tambang. . Selama ini upaya penanggulangan permasalahan lingkungan hidup masih belum maksimal karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh pengusaha pertambangan untuk melakukan kegiatan reklamasi dan pascatambang, hal ini merupakan suatu hal yang baik.
Pelaksanaan dan Peraturan usaha pertambangan bahan galian golongan C
Dampak yang ditimbulkan akibat pertambangan galian golongan C (batu)
44 Dampak negatif yang terjadi akibat pertambangan sebenarnya sudah coba diperbaiki oleh Pemerintah Daerah Mojokerto, namun masih banyak pelanggaran yang terjadi. Dilihat dari dampak positif dan negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan pertambangan di Kabupaten Mojokerto, dampak negatif yang ditimbulkan cenderung lebih banyak disebabkan oleh para pengusaha pertambangan yang masih belum menyadari pentingnya dampak lingkungan yang diakibatkan oleh tidak adanya penambangan, selain karena kurangnya pengawasan dari pihak-pihak yang terlibat. pihak yang berwenang, sebaiknya ditutup sementara untuk mengendalikan pelanggaran yang terjadi di lapangan tanpa batas waktu demi menjaga kelestarian lingkungan sehingga pasti berdampak pada kehidupan sehari-hari warga sekitar. 45 wilayah pertambangan lainnya kini kondisinya memprihatinkan, ratusan hektare wilayah pertambangan Sirtu tersebar di berbagai kecamatan.
“46 tambang sirtu di Kabupaten Mojokerto telah sesuai dengan peta wilayah pertambangan (WP) yang ditetapkan Kementerian ESDM.36.
Upaya mengatasi dampak lingkungan hidup akibat pertambangan galian C
Dalam penerapannya, peraturan bagi perusahaan pertambangan tidak bisa lepas dari kendala yang dialami oleh pemerintah daerah dan pengusaha pertambangan. 48 yang menjalankan kegiatan pertambangannya di kabupaten Mojokerto, terbukti dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan penulis bersama Bapak Destawan selaku pengusaha pertambangan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Pak Jarod selaku LSM, beliau mengatakan bahwa “karena dalam melakukan pemantauan terhadap objek pertambangan kita tidak selalu bisa mendapatkan informasi terkini dari lokasi tersebut, maka diperlukan juga peran aktif masyarakat untuk turut serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan. pertambangan. dampak kerusakan akibat penambangan dengan memberikan peringatan dan pemberian bantuan. terhadap operator pertambangan, jika kami tidak dapat memperoleh informasi yang baik, kami akan melaporkan hal ini kepada pihak yang berwenang, namun terkadang memerlukan waktu yang cukup lama sebelum mendapat tanggapan”38.
Apabila para pengusaha pertambangan melakukan kegiatan konservasi, pemulihan lingkungan hidup, dan pascatambang pada lahan bekas tambang yang sudah terbengkalai, maka hal ini mempunyai potensi wisata yang cukup besar karena keindahan alam lingkungan yang mendukungnya. Diimplementasikan, bukan tidak mungkin akan banyak wisatawan yang datang ke sana, apalagi jika didukung dengan fasilitas yang memadai, hal ini juga berpotensi meningkatkan taraf perekonomian warga sekitar sehingga memiliki penghasilan lain dan tidak hanya bergantung pada operasional pertambangan.
Perlindungan Hukum
51 tambang batu kapur yang dikelola oleh pemerintah dan masyarakat setempat menghasilkan daya tarik wisata yang sungguh menakjubkan. Pasal 20, Masyarakat yang terkena dampak negatif langsung dari kegiatan pertambangan berhak memperoleh ganti rugi yang layak dan dapat menggugat ke pengadilan atas kerugian yang ditimbulkan oleh pengusaha pertambangan yang melanggar ketentuan. Pasal 56 Dalam memberikan pedoman bagi para pihak yang terlibat dalam penyelesaian sengketa lingkungan hidup untuk mencapai kesepakatan dalam penghitungan dan pembayaran ganti rugi serta pelaksanaan tindakan tertentu akibat pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, diatur pula dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 57, Penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang melakukan perbuatan melawan hukum berupa pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang menimbulkan kerugian pada orang lain atau masyarakat dan/atau lingkungan hidup atau negara, wajib melakukan tindakan dan tindakan tertentu. memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang dirugikan.
Kesimpulan
55 penyebab : Menyebabkan bencana banjir pada musim hujan lebat karena sungai tersumbat di titik-titik tertentu oleh tumpukan material tambang, Hilangnya sumber air setempat akibat penambangan yang tidak teratur, Akibat proses penambangan dan pengangkutan menimbulkan banyak debu yang membahayakan kesehatan, Hilangnya ketenangan jiwa warga akibat melintasnya truk dan aktivitas alat berat yang bekerja.Truk pengangkut batu juga terkadang menimbulkan kemacetan karena berjalan lambat di tengah jalan. Dampak negatif yang terjadi akibat pertambangan sebenarnya sudah coba diperbaiki oleh Pemerintah Daerah Mojokerto, namun masih banyak pelanggaran yang terjadi. Dilihat dari dampak positif dan negatif yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan di Kabupaten Mojokerto, dampak negatif cenderung lebih banyak disebabkan oleh para pengusaha pertambangan yang masih belum menyadari pentingnya dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh pertambangan.
Dalam upaya mengatasi dampak penambangan batu di Kabupaten Mojokerto, sebenarnya pemerintah telah melakukan upaya yang cukup baik dengan membuat peraturan pertambangan, namun implementasi di daerah tersebut belum berjalan maksimal dan perlu ditingkatkan lagi.
Saran-saran
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 18 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan” diakses pada 13 Maret 2020, 06.15, https://id.m.wikipedia.org/wiki/analisis_dampak_lingkungan. Jawa Timur dengan potensi mineral melimpah” diakses 9 Juni 2020, 03.10, https://www.kompasiana.com/dahlaniskan/54f7a363a333119d1c8b468c/jawa-timur-dengan-potential-mineral-abundant.
Data dan Statistik Geografis dan Iklim di Lingkungan Kabupaten Mojokerto”, diakses pada 9 Juni 2020 pukul 02.54, https://mojokertokab.go.id/datastatistik/geografi-dan-iklim.