• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANATOMI AKAR, BATANG DAN DAUN TUMBUHAN DIKOTILDANMONOKOTIL

N/A
N/A
Dita Imraatul Khairat

Academic year: 2024

Membagikan " ANATOMI AKAR, BATANG DAN DAUN TUMBUHAN DIKOTILDANMONOKOTIL "

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANATOMI AKAR, BATANG DAN DAUN TUMBUHAN DIKOTIL DAN MONOKOTIL

Ardelia Chairunnisa1, Fauzan1, Mhd. Rehan Nefi1, Puannjana Jasmine Dhetazsa1, Zahra Hikmah Lubis1

1Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang

*e-mail korespondensi: [email protected]

Abstract.

Plants are one of the living creatures that have a diversity of types and consist of multicellular organisms. Plant anatomy aims to study the internal parts of the structure of plant organs. Plants are composed of various organs such as roots, stems, leaves and reproductive organs. Basically, plants are composed of three main organs, namely roots (roots), stems (caulis), and leaves (folium). The aim of the research is to determine the anatomical structure and characteristics of the roots, stems and leaves of corn plants (Zea mays and Impatient blasmina), to know the types of transport bundles and to be able to differentiate the anatomy of the roots, stems and leaves of monocot and dicot plants. The research method used was research carried out using samples of corn (Zea mays) and (Impatient blasmina) plants by making fresh preparations and observing using a microscope with magnification. Cross-sectional observations of plant parts are carried out directly by identifying them under a microscope. Research results: The anatomical structures of the roots, stems and leaves of the Zea mays and Impatient blasmina plants are different.

Keyword:plants, plant anatomy, Zea mays, Impatient blasmina Abstrak

Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup yang memiliki keanekaragaman jenis dan terdiri dari organisme multiseluler. Anatomi tumbuhan bertujuan untuk mempelajari bagian-bagian dalam dari struktur organ-organ tumbuhan. Tumbuhan tersusun dari berbagai organ seperti akar, batang, daun dan organ reproduksi. Pada dasarnya tumbuhan tersusun atas tiga organ pokok yaitu akar (radiks), batang (kaulis),

(2)

dan daun (folium). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui struktur anatomi dan karakteristik akar, batang dan daun tanaman Jagung (Zea mays dan Impatient blasmina), mengetahui tipe-tipe berkas pengangkut serta mampu membedakan anatomi akar, batang, daun tumbuhan monokotil dan dikotil. Metode penelitian yang digunakan Penelitian yang dilakukan menggunakan sampel tanaman Jagung (Zea mays) dan (Impatient blasmina) dengan membuat preparat segar dan melakukan pengamatan menggunakan mikroskop dengan perbesaran. Pengamatan penampang melintang bagian tanaman dilakukan secara langsung dengan mengidentifikasi dibawah mikroskop. Hasil penelitian Struktur anatomi akar, batang dan daun tanaman Zea maysdanImpatient blasminamemiliki perbedaan.

Kata Kunci :tanaman, anatomi tumbuhan,Zea mays,Impatient blasmina

PENDAHULUAN

Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup yang memiliki keanekaragaman jenis dan terdiri dari organisme multiseluler. Sel-sel tumbuhan yang memiliki bentuk, susunan dan fungsi yang sama akan membentuk jaringan tumbuhan tertentu[1]. Akar, batang dan daun merupakan alat tubuh pokok (organ pokok) pada tumbuhan, sedangkan Bunga, buah, dan biji merupakan organ khusus pada tumbuhan.

Anatomi tumbuhan merupakan salah satu bidang ilmu botani yang berhubungan dengan struktur internal dalam tumbuhan. Anatomi tumbuhan bertujuan untuk mempelajari bagian-bagian dalam dari struktur organ-organ tumbuhan. Kajian Anatomi tumbuhan akan menjelaskan berbagai macam sel dan jaringan penyusun tubuh tumbuhan serta bagian-bagain tumbuhan[2].

Pada dasarnya tumbuhan tersusun atas tiga organ pokok yaitu akar (radiks), batang (kaulis), dan daun (folium). Tumbuhan tersusun dari berbagai organ seperti akar, batang, daun dan organ reproduksi. Organ-organ tersebut juga tersusun dari berbagai sel dan jaringan, seperti jaringan dewasa, meristem, parenkim, sklerenkim, kolenkim, epidermis dan jaringan pengangkut. Akar, berfungsi untuk melekat,

(3)

menyerap air dan garam tanah, dan menyimpan cadangan makanan. Batang, memperkuat daun, dan memindahkan air, garam tanah dan hasil fotosintesis. Daun merupakan organ utama bagi fotosintesis.

Berdasarkan latar belakang diatas, tujuan dari artikel ini yaitu untuk mengetahui struktur anatomi dan karakteristik akar, batang dan daun tanaman Jagung (Zea mays dan Impatient blasmina), mengetahui tipe-tipe berkas pengangkut serta mampu membedakan anatomi akar, batang, daun tumbuhan monokotil dan dikotil.

METODOLOGI PENELITIAN

Alat dan Bahan

Alat -alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah pisau silet, tissu, talenan, mikroskop, objek glass cover dan pipet tetes. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah tanaman Jagung (Zea mays dan Impatient blasmina) (Akar, Batang dan Daun).

Metode

Penelitian yang dilakukan menggunakan sampel tanaman Jagung (Zea mays danImpatient blasmina). Cara kerja dari praktikum ini yaitu :

a) Sayat secara horizontal untuk pengamatan bagian akar dan batang setipis mungkin. lalu letakkan di atas kaca objek lalu diteteskan dengan air. Kemudian amati di mikroskop dari perbesaran 4x sampai perbesaran 40x. Tentukan struktur jaringan penyusun akar dan batang serta fungsinya

b) Sayat secara Paradermal daun Jagung (Zea mays danImpatient blasmina) setipis mungkin lalu di letakkan di kaca preparat. Ditutup dengan cover glass dan tetesi dengan air biasa. Amati di mikroskop dengan perbesaran 4x sampai 100x. Amati gambar dan tipe stomata pada permukaan daun tersebut.

(4)

c) Buatlah tabel perbandingan struktur anatomi jaringan tumbuhan yang dibawa dan gambarlah setiap pengamatan di buku kerja

Pengamatan bentuk dan ukuran jaringan tanaman dilakukan dengan membuat preparat segar dan melakukan pengamatan menggunakan mikroskop dengan perbesaran. Pengamatan penampang melintang bagian tanaman dilakukan secara langsung dengan mengidentifikasi dibawah mikroskop.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dari struktur anatomi jaringan akar, batang dan daun tanaman Jagung (Zea maysdanImpatient blasmina) dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

1. Akar

Gambar 1. Hasil pengamatan sel akarZea maysdanImpatient blasmina

Tanaman Jagung (Zea mays) termasuk kelompok tumbuhan monokotil.

Berdasarkan hasil pengamatan akar tanaman (Gambar 1), bahwa jaringan penyusun penampang melintang akar tanaman terdiri atas epidermis (rambut akar), korteks (endodermis), floem dan xylem. Hasil pegamatan pada pengamatan akar tanamanZea maysdapat dilihat bagian luar penampang yang tebal yang merupakan epidermisnya.

B Epidermis

Endodermis epidermis

kolenkim

xylem floem empulur

(5)

Pada pengamatan akar jagung bagian yang dapat diamati yaitu epidermis, jaringan pembuluh, korteks, endodermis. Penampang akar ini tidak memiliki kambium yang memisahkan antara bagian xylem dan floem. Ikatan pembuluhnya, xilem dan floem belum terlihat jelas, sehingga akar jagung ini memiliki tipe berkas pembuluh kolateral tertutup hal ini karena antara xylem dan floem tidak dijumpai adanya kambium.

Selanjutnya tanaman jagung memiliki tipe stele ataktostele yaitu stele dengan sistem jaringan pengangkut tersebar[4].

Pada pengamatan tanaman Impatient blasmina dapat diamati bagian epidermis, korteks, floem, xylem dan endodermis. Epidermis merupakan bagian terluar kemudian diikuti oleh jaringan dasar atau korteks. Didekat bagian berkas pembuluh terdapat endodermis yang dapat menyokong bagian pembuluh angkut. Ikatan pembuluh juga terlihat jelas, dimana antara kambium, terdapat sylem dan floem yang terpisah dan dapat diamati dengan jelas. Tipe pembuluh tanaman ini termasuk kedalam tipe pembulu kolateral terbuka, karena antara xylem dan floem dipisahkan oleh kambium dan hal ini dapat dijumpai pada tanaman dikotil[2].

2. Batang

Gambar 2. Hasil pengamatan anatomi batang tanamanZea maysdanImpatient blasmina

(6)

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa, struktur batang monokotil berbeda dengan struktur anatomi batang dikotil. Pada batang monokotil, jaringan pembuluh biasanya tersusun dalam berkas-berkas terpisah dalam penampang melintang tampak tersebar di seluruh batang, tidak dalam penyusunan silindris.

Anatomi batang monokotil secara umum tersusun dari jaringan epidermis, parenkim, dan jaringan pembuluh. Pembuluh angkut (xylem dan floem) tersebar, tidak mempunyai jari-jari empulur, tidak ada kambium vaskuler sehingga tidak dapat membesar, dan empulur tidak dapat dibedakan di daerah korteks. Pada stele monokotil dapat dilihat terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya diantara xylem dan floem tidak ditemukan adanya kambium.

Tanaman Impatient blasmina merupakan salah satu tanaman dikotil.

Berdasarkan gambar diatas, struktur anatomi batang dikotil memiliki perbedaann dengan batang monokotil. Menurut pendapat[3] bahwa tumbuhan dikotil khsususnya batang terdiri dari dinding sel, membrane sel, epidermis sebagai pelindung, pembuluh angkut (xilem dan floem) yang bertipe kolateral terbuka (dimana antara xylem dan floem terdapat kambium).

Pada tumbuhan dikotil terdapat kambium yang terletak diantara xylem dan floem. Kambium merupakan jaringan yang aktif membentuk sel-sel baru ke arah dalam maupun ke arah luar. Sel-sel baru yang terbentuk ke arah luar akan berdiferensiasi menjadi floem sekunder, dan yang terbentuk ke arah dalam akan berdiferensiasi menjadi xylem sekunder. Floem dan xylem sekunder disebut sebagai pembuluh angkut sekunder dan menyebabkan batang tumbuhan dikotil dapat membesar ke samping. Oleh karena itu kambium disebut pula meristem sekunder.

Pada batang monokotil tidak terdapat kambium, karena itu pembesaran ke arah samping menjadi terbatas.

(7)

3. Daun

Gambar 3. Hasil pengamatan sel daun tanaman Zea maysdanImpatient blasmina

Berdasarkan hasil pengamatan dapat dilihat bahwa epidermis pada tanaman monokotil jagung terdiri dari satu lapis sel dengan penebalan zat kitin. Sedangkan pada tanaman dikotil terdiri dari satu lapis sel dan letak epidermis terdapat di permukaan atas dan bawah daun. Mesofil daun terutama tersusun oleh jaringan parenkim. Pada daun dikotil mesofil naun umumnya dapat dibedakan menjadi dua macam , yaitu jaringan palisade yang berbentuk seperti tabung tersusun seperti pagar sehingga dikenal dengan jaringan pagar, dan jaringan bunga karang atau spons parenkim yeng bentuknya bercabang-cabang tidak teratur dengan banyak ruang antar sel di antaranya. Pada tumbuhan rumput-rumputan dan monokotil umumnya mesofil tersusun oleh sel-sel bunga karang atau sel lipatan yang bentuk dan ukurannya hampir sama.

Daun merupakan organ tumbuhan yang terutama berperan penting dalam proses fotosintesis, meskipun pada beberapa jenis tumbuhan ada organ lain yang juga berperan pada proses fotosintesis. Jika irisan melintang daun diamati dengan mikroskop, maka akan tampak bahwa daun terdiri atas beberapa lapisan sel. Lapisan

Dinding Sel

(8)

terluar adalah epidermis yang tebalnya hanya selapis sel. Epidermis sebelah atas dan bawah umumnya dilapisi oleh lapisan lilin yang disebut kutikula yang lebih tebal daripada epidermis. Fungsi epidermis adalah melindungi jaringan di dalam daun dari penguapan yang terlalu besar, dari serangan jamur, dan kerusakan mekanis. Pada sel epidermis tidak terdapat kloroplas. Lapisan dibawah epidermis adalah lapisan mesofil yang merupakan sel parenkim.

KESIMPULAN

Struktur anatomi akar, batang dan daun tanaman Zea mays dan Impatient blasmina memiliki perbedaan. Tanaman jagung merupakan tanaman monokoti sedangkan tanaman pacar air merupakan tanaman dikotil. Struktur anatomi dikotil dan monokotil.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah Biologi Dasar dan Asisten praktikum biologi dasar atas ilmu yang diberikan selama kuliah dan praktikum. Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada teman-teman kelompok dan teman-teman praktikum selama praktikum mata kuliah biologi dasar. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca lainnya.

DAFTAR RUJUKAN

[1] Mulyani, S. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Kanisius

[2] Nurlailah, M. 2012. Anatomi Tumbuhan dan Struktur Umum Tumbuhan. Jurusan Biologi Fakultas Sain dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

[3] Sudjadi. 2005. Biologi. Erlangga, Jakarta

[4] Syafii, Wan. 2013. Anatomi Tumbuhan Riau:Universitas Riau Press.

Referensi

Dokumen terkait

karena gambar hasil pengamatan tidak begitu jelas. Epidermis atas sel daun karet Epidermis bawah sel

KL 25% memiliki diameter pori xilem dan ketebalan lapisan xilem lebih kecil dan berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan lain (Tabel.1) Sel epidermis pada

Menyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa skripsi yang berjudul “Struktur Anatomi Sel Epidermis Dan Stomata Daun Beberapa Tanaman Suku Euphorbiaceae Serta

Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa

Hasil pengamatan sediaan mikroskopis sayatan transversal menunjukkan bahwa susunan daun Hoya yang diamati (sukulen) dari yang teratas, yaitu kutikula atas,

- Menggambarkan struktur anatomi membujur pada daun (epidermis atas dan epidermis bawah). - Menganalisis keterkaitan antara pengaruh lingkungan terhadap struktur anatomi pada

KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa bentuk dari sel epidermis daun pada tanaman jagung berbentuk persegi panjang, bayam berbentuk drush bintang,

Tipe epidermis pada spesies 7 dari sampel feses memiliki ciri yang sama dengan epidermis daun spesies 1 Poaceae dari penelitian Cholidin 2021, yaitu menunjukkan bentuk sel epidermis