PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Berdasarkan permasalahan yang diuraikan pada latar belakang, maka dapat diidentifikasi beberapa permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran IPA di kelas VI. kelas di Sekolah Khusus Autisme Bin Anggit di Yogyakarta. Kemampuan memahami siswa autis di kelas VI. kelas di SLB Bin Anggit Yogyakarta dalam pembelajaran ilmu hewan bermanfaat dan manfaatnya serta bahaya hewan di lingkungan sekitar masih rendah, dengan nilai yang diraih siswa sebesar 60.
Pembatasan Masalah
Siswa autis kelas VI di SLB Bina Anggita Yogyakarta kurang antusias dan mudah bosan dalam belajar, oleh karena itu diperlukan media yang dapat menarik minat siswa dalam belajar. Media diorama belum digunakan dalam pembelajaran IPA pada siswa autis dan belum diketahui efektivitas media diorama dalam pembelajaran IPA pada siswa autis.
Rumusan Masalah
Apa saja faktor pendukung efektivitas media diorama dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa autis kelas VI di SLB Bina Anggita Yogyakarta?
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pelaksanaan pembelajaran khususnya dalam pemilihan perangkat pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa autis.
KAJIAN PUSTAKA
Pengertian Anak Autis
Karakteristik Anak Autis
Bentuk perilaku berulang pada anak autis dapat berupa melingkari suatu benda, memutar suatu benda, bertepuk tangan dan melambaikan tangan, dll. (Hallahan, dkk. Kebanyakan anak autis menunjukkan kemampuan intelektual di bawah rata-rata seperti anak tunagrahita (Hallahan, dkk.).
Kajian tentang Media Diorama
- Jenis Media Pembelajaran
- Pengertian Media Diorama
- Manfaat Media Diorama
- Kelebihan dan Kekurangan Media Diorama
- Penerapan Media Diorama pada Pembelajaran IPA
Media diorama dipilih sebagai alat untuk menyampaikan materi tentang hewan bermanfaat beserta manfaatnya dan hewan berbahaya, karena dapat menampilkan objek nyata dalam bentuk 3 dimensi. Guru menggunakan media diorama dengan memperlihatkan replika hewan dan manfaat yang dibawa hewan tersebut.
Kajian tentang Hasil Belajar
- Pengertian Hasil Belajar
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
- Hasil Belajar Kognitif
Pada tipe hasil belajar evaluasi, siswa diminta melakukan penilaian terhadap suatu pernyataan, konsep, situasi, dan sebagainya. berdasarkan kriteria tertentu (Purwanto, 2013:47). Hasil belajar pada ranah kognitif pada penelitian ini dibatasi pada aspek pengetahuan dan pemahaman.
Kajian tentang Pembelajaran IPA
- Pengertian IPA
- Manfaat Pembelajaran IPA
- Kompetensi Dasar Mata Pelajaran IPA untuk Siswa Autis
- Pembelajaran IPA dengan Media Diorama bagi Siswa Autis 29
Tes yang diberikan merupakan tes kemampuan kognitif mengenai hewan bermanfaat dan manfaatnya serta hewan merugikan. Penggunaan media diorama mampu meningkatkan hasil pembelajaran IPA khususnya mengenai hewan bermanfaat dan manfaatnya serta hewan berbahaya.
Kerangka Berpikir
Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Metode eksperimen semu mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih, dengan kata lain metode eksperimen semu bertujuan untuk mengetahui pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya. Alasan peneliti menggunakan jenis penelitian eksperimen kuasi ini adalah peneliti ingin menguji keefektifan media diorama dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa autis kelas VI di SLB Bina Anggita Yogyakarta.
Desain Penelitian
Ukur dan kumpulkan data dalam kondisi baseline (A) secara terus menerus minimal 3 atau 5 kali atau hingga tren penggerak dan level data menjadi stabil. Pengumpulan data kemampuan dasar subjek dihentikan apabila diperoleh data yang konsisten atau menunjukkan arah yang konsisten.
Tempat dan Waktu Penelitian
- Tempat Penelitian
- Waktu Penelitian
Tahap ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi yang diberikan pada siswa autis kelas VI dengan mengumpulkan data dalam 3 sesi.
Subjek Penelitian
Definisi Operasional Variabel
Hewan berbahaya tersebut bisa berupa hewan yang dapat menimbulkan penyakit maupun hewan yang mengandung racun. Penelitian ini membatasi bahan hewani berbahaya yang ada di lingkungan sekitar pada hewan yang dapat menimbulkan penyakit pada tubuh manusia, seperti lalat, nyamuk, tikus, dan kecoa.
Variabel Penelitian
Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Instrumen Pengumpulan Data
Mengikuti tes penilaian hasil belajar IPA tentang hewan bermanfaat dan manfaatnya, serta hewan berbahaya di lingkungan sekitar, masing-masing bernilai 1 poin untuk jawaban benar dan 0 poin untuk jawaban salah. Jaringan Hasil Belajar Instrumen Tes Bidang Kognitif Materi: Hewan bermanfaat beserta manfaatnya dan hewan merugikan.
Uji Validitas Instrumen
Persentase skor dan kategori keberhasilan IPA Tes hasil belajar ranah kognitif Materi tentang manfaat hewan beserta manfaatnya dan hewan. Aspek instrumen tes hasil belajar yang telah divalidasi adalah kesesuaian soal tes dengan kompetensi dasar, kesesuaian soal tes dengan indikator, kesesuaian soal tes dengan materi pembelajaran hewan bermanfaat dan manfaatnya serta hewan berbahaya dan kesesuaian soal tes dengan kemampuan. siswa kelas VI Sekolah Khusus Autisme Bina Anggita Yogyakarta. .
Prosedur Pelaksanaan Perlakuan
- Teknik Analisis Data
Guru dapat menunjuk satu per satu replika hewan bertuah pada diorama dengan menyebutkan nama hewan tersebut. Guru memberikan penjelasan mengenai nama-nama hewan berbahaya yang ada di lingkungan sekitar dengan mendemonstrasikan hewan-hewan berbahaya tersebut dalam diorama. Guru dapat menunjuk satu per satu replika hewan berbahaya yang ada di diorama dengan menyebutkan nama hewan tersebut.
Guru menampilkan replika hewan-hewan berbahaya dalam diorama, menjelaskan bagaimana penyakit hewan tersebut menyebar.
Kriteria Efektivitas Media Diorama dalam Meningkatkan
Garis vertikal memuat persentase hasil yang diperoleh subjek dalam mengerjakan soal tes kemampuan kognitif yang berkaitan dengan hewan yang bermanfaat dan bermanfaat serta hewan yang merugikan. Intervensi yang dilakukan adalah penggunaan media diorama dalam pembelajaran IPA, materi hewan bermanfaat beserta manfaatnya dan bahaya hewan. Garis vertikal memuat persentase hasil yang diperoleh subjek dalam mengerjakan soal tes kemampuan kognitif yang berkaitan dengan hewan yang bermanfaat dan bermanfaat serta hewan yang merugikan.
Sasaran (target behavior) dalam memberikan intervensi ini adalah hasil pembelajaran ilmiah pada ranah kognitif, materi tentang hewan bermanfaat beserta manfaatnya dan hewan berbahaya.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Khusus Autisme Bina Anggita Yogyakarta yang terletak di Dusun Kanoman, Tegal Pasar, Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. SLB Bina Anggita Yogyakarta mempunyai empat jenjang pendidikan yaitu TKLB, SDLB, SMPLB dan SMALB. Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, SLB Bina Anggita Yogyakarta memiliki berbagai program pengajaran.
Pelaksanaan kegiatan pedagogi dan pembelajaran di sekolah ini dibagi menjadi beberapa bagian yaitu pagi, siang dan sore.
Deskripsi Subjek Penelitian
Hal ini terlihat dari tidak adanya hambatan pada saat subjek melakukan aktivitas olah raga seperti berlari, menangkap bola dan melempar bola. Keterampilan motorik halusnya cukup baik, subjek dapat memotong, menulis, melukis dan menempel dengan baik, namun ketika diminta mengoleskan lem sering kali kelebihannya. Kapasitas pengembangan diri subjek cukup baik, subjek mampu secara mandiri melakukan aktivitas sehari-hari, seperti makan, mencuci piring, mengepel, menyapu, memakai pakaian.
Terlihat bahwa ketika terdengar suara pesawat yang lewat, subjek sering keluar kelas untuk melihat pesawat tersebut.
Deskripsi Hasil Penelitian
- Deskripsi Fase Baseline 1
- Deskripsi Pelaksanaan Intervensi
- Deskripsi Fase Baseline 2
Peneliti mengajukan pertanyaan lisan kepada subjek tentang hewan yang bermanfaat dan merugikan di lingkungan sekitar yang disajikan pada intervensi 1. Peneliti mengajukan pertanyaan lisan tentang hewan yang bermanfaat dan mengarahkan subjek untuk meninjau kembali materi tentang hewan yang bermanfaat yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. . Para peneliti secara lisan mengajukan pertanyaan tentang hewan yang bermanfaat dan merugikan yang diteliti.
Peneliti mengajukan pertanyaan secara lisan mengenai manfaat hewan dan manfaatnya, kemudian peneliti menginstruksikan subjek untuk meninjau kembali materi hewan bermanfaat yang telah disampaikan pada sesi sebelumnya. Peneliti mengajukan pertanyaan secara lisan tentang hewan yang bermanfaat dan merugikan yang telah dipelajari subjeknya. Data gabungan nilai tes kemampuan kognitif Materi pelajaran: Hewan yang bermanfaat beserta manfaatnya dan hewan yang merugikan.
Hasil Uji Hipotesis
Analisa kondisi pada fase intervensi adalah durasi kondisi yang dilakukan pada fase ini adalah 7. Banyaknya sesi yang diberikan pada fase intervensi ini berdasarkan tingkat kestabilan data dimana kestabilan data diperoleh pada sesi ketujuh. . . Jumlah sesi yang diberikan pada baseline 2 didasarkan pada tingkat kestabilan data dimana kestabilan data diperoleh pada sesi ketujuh. Berdasarkan garis tren arah pada lampiran 1.
Perubahan level data dari sesi terakhir fase baseline 1 ke sesi pertama fase intervensi adalah sebesar 25%.
Pembahasan
Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas media diorama dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa autis di Kelas VI SLB Bina Anggita Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media diorama memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar sains pada ranah kognitif hewan bermanfaat beserta manfaatnya dan hewan berbahaya. Artinya media diorama efektif meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VI autis di SLB Bina Anggita Yogyakarta.
Berdasarkan pendapat ahli dan uji hipotesis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa media diorama efektif meningkatkan hasil belajar IPA siswa autis kelas VI di SLB Bina Anggita Yogyakarta.
Keterbatasan Penelitian
Siswa dapat menyebutkan 5 jenis hewan yang bermanfaat bagi lingkungan yaitu ayam, bebek, sapi, kambing dan kuda, setelah melakukan observasi menggunakan media diorama. Dengan menggunakan media diorama, guru menjelaskan bagaimana penyakit menular pada hewan berbahaya di lingkungan yaitu lalat, nyamuk, tikus dan kecoa. Guru membimbing siswa dalam mengajukan pertanyaan tentang bagaimana penyakit menular pada hewan berbahaya di lingkungan yaitu lalat, nyamuk, tikus dan kecoa.
Mengidentifikasi cara penularan penyakit pada hewan berbahaya di lingkungan sekitar yaitu lalat, nyamuk, tikus dan kecoa.
SIMPULAN DAN SARAN
Implikasi
Dampak media diorama terhadap pembelajaran IPA dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut, seperti penelitian terkait pembelajaran bagi siswa autis dan siswa berkebutuhan khusus lainnya. Selain itu, media diorama juga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif model media pembelajaran IPA dimana bahan ajar IPA bersifat abstrak sehingga memerlukan media pembelajaran untuk menyampaikan materinya. Media diorama dapat dijadikan salah satu alternatif pilihan media pembelajaran untuk memudahkan penyampaian bahan ajar guna meningkatkan hasil belajar IPA.
Penggunaan media diorama dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan kurikulum sekolah khususnya dalam pemilihan media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa autis.
Saran
Siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri bagian tubuh ayam, bebek, sapi, kambing, dan kuda setelah mengamatinya melalui penggunaan media diorama. Siswa mampu menyebutkan 4 jenis hewan penyebab penyakit di lingkungan sekitar yaitu lalat, nyamuk, tikus dan kecoa setelah melakukan observasi menggunakan media diorama. Siswa mampu mengidentifikasi cara penyebaran penyakit pada hewan berbahaya di lingkungan sekitar yaitu lalat, nyamuk, tikus dan kecoa setelah melakukan observasi melalui penggunaan media diorama.
Guru menjelaskan bahwa hewan dapat digolongkan menjadi hewan yang bermanfaat dan hewan yang merugikan. Guru memberikan penjelasan dengan menggunakan media diorama mengenai ciri-ciri bagian tubuh ayam, bebek, sapi, kambing dan kuda. Guru memberikan penjelasan dengan menggunakan media diorama mengenai manfaat yang diberikan oleh hewan bermanfaat di lingkungan sekitar, dan siswa kemudian diminta menyebutkan satu per satu manfaat yang diberikan oleh hewan bermanfaat dengan menggunakan media diorama.