Kritik Dan Apresiasi Karya Seni
APRESIASI SENI MUSIK PENDIDIKAN DI SEKOLAH
DISUSUN
Oleh :
WALDATI FITRI Nim: 1906102030064
FAKULTAS SENDRATASIK
UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM, BANDA ACEH
TA. 2023 M / 1444 H
i
KATA PENGANTAR
Segala puji kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini. Tak lupa pula Shalawat seiring salam sama-sama kita sanjung sajikan kepangkuan Baginda Nabi Muhammad SAW beserta segenap keluarga dan sahabat beliau.
Makalah ini disusun sebagai tugas yang diberikan Dosen Pembimbing kepada kami dengan segala kerendahan hati, kami mohon dengan tulus ikhlas kiranya para pembaca berkenan memberikan saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaan tugas ini.
Akhirnya penulis ucapkan terimakasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak. Atas kekurangan isi tugas ini kami mohon maaf sedalam-dalamnya.
Banda Atjeh, September, 2023
Penulis
ii DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 2
C. Tujua Penulisan ... 2
BAB II PEMBAHASAN ... 3
A. Pengertian Pendidikan Seni Musik ... 3
B. Fungsi Pendidikan Seni Musik Di Sekolah ... 4
C. Alat Musik Irama, Melodis, Harmonis ... 6
D. Kritik dan Apresisi Seni Musik di Sekolah ... 11
BAB III PENUTUP ... 13
A. Kesimpulan ... 13
B. Saran ... 13
DAFTAR PUSTAKA ... 14
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Musik adalah bunyi yang mengandung unsur-unsur tertentu, yang diterima oleh individu, kelompok, maupun golongan masyarakat yang berbeda- beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya, dan selera seseorang.
Seni musik menurut Aristoteles adalah curahan kemampuan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam satu rentetan nada (melodi) yang memiliki irama. Menurut KBBI, seni musik adalah ilmu atau seni yang menyusun nada atau suara ke dalam urutan, kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi atau susunan yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan (dikutip dari notepam.com).
Apresiasi seni musik merupakan memberikan informasi kepada orang- orang apa maksud dari karya musik dan mengapresiasi berbagai jenis musik.
Biasanya, apresiasi musik mencakup tentang sejarah karya diciptakan, dan untuk menjelaskan mengenai makna yang terkandung dalam karya musik. Apresiasi dalam hal ini berarti memahami nilai dan keistimewaan karya musik. Apresiasi karya dapat dilakukan dengan mendengarkan musik, memberikan pendapat mengenai karya musik yang didengarkan, menghayati karya musik atau dengan memberikan penghargaan khusus.
Materi pengajaran seni musik di sekolah terbagi menjadi dua yaitu teori musik dan praktik musik. Dalam pelaksanaan pengajaran teori musik masih banyak siswa yang kurang memahami dan menguasai unsur- unsure teori musik.
Tujuan pelajaran teori musik adalah agar siswa mengerti dan menguasai tentang unsur-unsur dasar teori musik yang terkandung didalamnya seperti : unsur irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu dan ekspresi. Dari kesemua unsur tersebut akan membentuk suatu lagu atau musik. Hal ini sesuai dengan pendapat Jamalus (mengatakan : “Musik adalah suatu hasil dari karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik, yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu : unsur irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan
2 B. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, maka dapat dibuat beberapa rumusan masalah seperti:
1. Apa Pengertian pendidikan seni musik ? 2. Apa Fungsi Pendidikan seni di Sekolah ?
3. Bagaimana alat musik Irama, Melodis dan Harmonis ?
C. Rumusan Masalah
Tujuan penulisan yaitu untuk mengetahui:
1. Untuk mengetahui Pengertian pendidikan seni musik 2. Untuk mengetahui Fungsi Pendidikan seni di Sekolah 3. Untuk mengetahui alat musik Irama, Melodis dan Harmonis
3 BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan Seni Musik
Pendidikan atau pembelajaran seni anak adalah usaha sadar manusia dengan menggunakan medium seni (musik, tari, dan rupa) untuk mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran pendidikan seni untuk anak usia Sekolah. Seni untuk anak-anak berbeda dengan seni untuk orang dewasa karena karakter fisik maupun mentalnya berbeda. Hal ini penting diperhatikan khususnya dalam melakukan penilaian karya anak didik, supaya hasil kreasi anak tidak diukur menurut selera dan kriteria keindahan orang dewasa saja, akan tetapi kita sebagai pendidik haruslah melihat tingkat kematangan dan perkembangan anak didik1
Musik adalah suatu bunyi yang bisa didengarkan yang mempunyai nada tersendiri sehingga menjadi bunyi yang enak didengar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Musik adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara diutarakan, kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai keseimbangan dan kesatuan, nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan (terutama yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu). Musik merupakan cara simbolis untuk mengekspresikan pikiran atau suasana hati seseorang. Dengan musik anak- anak diberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaan- perasaan dan gagasan mereka dengan cara menari atau bergerak mengikuti suara musik.2
Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa musik merupakan hal yang penting untuk seseorang terutama anak- anak usia awal sekolah yang masih senang bergerak bebas dan bermain. Karena pentingnya musik bagi kehidupan terutama anak- anak maka perlu dikembangkan kecerdasan musikalnya agar kecerdasan yang lain lebih mudah untuk dikembangkan secara optimal.
1 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar evaluasi pendidikan, (Jakarta : Bumi aksara, 2009), hal. 39
2 Soedarso. Tinjauan Seni Sebuah Pengantar Untuk Apresiasi Seni. (Yogyakarta. Suku Dayar Sana, 1990), hal. 51
4
Di Sekolah kompetensi keterampilan lebih difokuskan pada pengalaman eksplorasi untuk melatih kemampuan sensorik dan motorik, bukan menjadikan anak mahir atau ahli. Sedangkan kreativitas di sini meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik yang terlihat dari produk atau hasil karya dan proses dalam bersibuk diri secara kreatif
Pembelajaran apresiasi disampaikan tidak hanya sebatas pengetahuan saja, namun melibatkan pengalaman mengamati, mengalami, menghayati, menikmati dan menghargai secara langsung aktivitas anak didik dalam memainkan,dan berolah seni yang mereka sukai.3
Ciri-ciri khusus pendidikan seni di sekolah adalah musik dan tari yang sesuai dengan kemampuan siswa dari aspek intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisikal, estetik dan kreatif. Bermain merupakan pendekatan yang paling cocok untuk pembelajaran musik dan tari pada anak usia awal Sekolah.
Ciri-ciri bentuk musik dan tari Sekolah adalah: musik yang bertema, musik nya bersifat tiruan (gerak imitatif), musik lebih variatif, bentuk atau lama waktu penyajian musik kurang lebih 5 menit
B. Fungsi Pendidikan Seni Musik Di Sekolah
Musik sangat penting untuk dikembangkan kepada anak usia sekolah.
Karena saat ini yang banyak dikembangkan adalah kecerdasan kognitif dan matematisnya. Oleh karena itu akan diuraikan alasan dari pentingnya fungsi mengembangkan kecerdasan musikal atau mengembangkan musik saat anak masih berada pada masa awal sekolah. Alasan – alasan pentingnya musik bagi anak adalah :
1. Musik dapat meningkatkan kreativitas dan imajinasi.
Musik merupakan stimulan bagi anak dalam segala hal termasuk juga kreativitas. Musik melatih seluruh otak anak karena ketika mendengarkan sebuah lagu, otak kiri (bahasa, logika, matematika dan akademik) memproses lirik, sementara otak kanan memproses musik (irama, persamaan bunyi, gambar, emosi, kreativitas). Dengan musik anak bisa
3Mukhtar, Desain Pembelajaran Seni , (Jakarta : Misaka Galiza, 1995), hal. 63
5
berekspresi sesuka hatinya, sehingga ia akan lebih mengeksplor dengan lingkungan sekitarnya. Anak yang mendengar sebuah lagu akan menggerakkan badannya sesuai dengan imajinasi masing-masing.
Sehingga tanpa ia sadari kreativitas dan imajinasinya berkembang dengan sendirinya.
2. Musik dapat meningkatkan dan mengajarkan kecerdasan lainnya.
Musik telah diperlihatkan secara langsung dan secara konsisten meningkatkan pemikiran matematis, khususnya keterampilan pemikiran abstrak, pada anak- anak. Misalnya, psikolog dalam sebuah studi menemukan bahwa pengajaran piano jauh lebih hebat dari pengajaran komputer dalam meningkatkan keterampilan berpikir abstrak yang akan diperlukan seorang anak agar unggul dalam matematika dan sains kelak.
Menurut Lwin, dkk (2008) “salah satu studi yang dipublikasikan secara luas juga memperlihatkan bahwa anak- anak yang kepadanya diperdengarkan musik selama delapan bulan mengalami peningkatkan 46% dalam IQ spasial dibandingkan hanya suatu peningkatan 6% dalam suatu kelompok kontrol yang kepadanya tidak diperdengarkan musik”.
3. Musik dapat merangsang daya ingat.4
Musik merupakan alat yang paling efektif digunakan untuk mengekspresikan suatu hal. Sebelum menemukan bahasa tulis, musik merupakan salah satu cara untuk berkomunikasi atttau meneruskan pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada kenyataannya biara- biara zaman pertengahan menggunakan musik untuk membantu menghafalkan Kitab Suci agar tidak mudah lupa. Hal itu terjadi karena musik disimpan dalam otak bagian kanan yang merupakan memory jangka panjang. Selain itu, jika mendengarkan musik emosi akan positif (senang) sehingga mudah menerima materi yang masuk ke otak. Contohnya saja saat anak diajarkan untuk menghafal huruf tanpa musik, tentu saja akan mudah lupa. Namun berbeda jika menghafal huruf abjad dengan
4Notepam. 11+ Pengertian Seni Musik Menurut Para Ahli (+Fungsi & Unsur). (Jakarta : Rajagrafindo. 2019), hal. 44
6
dilagukan. Anak akan bertambah daya ingatnya tentang huruf dan hal itu bisa diingatnya sampai ia dewasa.
4. Musik dan Pendidikan
Musik tidak hanya berfungsi mengasah kemampuan bermusik seseorang , tetapi juga berperan dalam bidang pendidikan atau bidang ilmu lain, misalnya meningkatkan kecerdasan di bidang matematika, sosial, dan bahasa.
5. Musik dan Kecerdasan Emosional
Musik merupakan perwujudan fisik dari ekspresi emosi melalui media suara yang, dengan segala kekuatannya, dapat memengaruhi suasana hati, perilaku dan sikap seseorang.
6. Musik dan Kesehatan
Terapi musik adalah kegiatan terapi kesehatan manusia dengan menggunakan musik. Jenis terapi yang di maksud antara lain pemulihan, penyembuhan, dan peringanan, terutama untuk tujuan kesehatan mental- psikologis.5
C. Alat Musik Irama, Melodis, Harmonis 1. Alat Musik Irama
Irama dalam musik merupakan gerak musik yang berjalan teratur yang tidak tampak dalam lagu, tetapi dapat dirasakan setelah lagu dialunkan. Irama berkaitan erat dengan panjang pendek not dan berat ringan tekanan pada not.
Bahasan irama berkaitan erat dengan kegiatan membirama. Membirama adalah teknik dan seni memimpin atau memberi aba-aba pada permainan musik bersama.
Kegiatan membirama memiliki peranan penting dalam kegiatan musik bersama agar tiap komponen musik tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terarah dan terkoordinasi sehingga menghasilkan karya musik yang kompak, indah, dan harmonis.
5Niken Wahyu Utami,.. Optimalisasi Sumber Belajar Dalam Peningkatan Apresiasi Seni Siswa. (Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta. 2011), hal. 29
7 Contoh alat musik Irama adalah :
a. Kendang
Kendang sangat populer di Indonesia dan jadi alat musik tradisional khas Jawa Barat dan Jawa Tengah. Alat musik ritmis yang satu ini terbuat dari kayu dengan rongga yang ditutup kulit sapi. Kendang memang biasanya digunakan dalam musik-musik tradisional. Belakangan, musik kontemporer juga sudah menggunakan alat musik ini sebagai pengiringnya. Cara memainkan kendang adalah dipukul bagian kulit atau yang sering disebut sebutan kendang. Alat musik khas ini juga sudah mulai diajarkan di beberapa sekolah dan universitas di luar negeri.6
b. Tifa
Cara memainkan alat musik ritmis ini mirip seperti kendhang, yaitu dipukul pada bagian kulitnya. Bedanya, tifa biasanya dimainkan pada upacara tradisional masyarakat Indonesia Timur, semisal Maluku dan Papua. Fungsinya untuk mengiri lagu dan tari-tarian khas dari banyak suku di sana. Alat musik tifa juga terbuat dari kayu yang diberi rongga di bagian tengah dan ditutup kulit di salah satu sisinya. Bentuknya lebih panjang dan lebih ramping, serta punya bunyi yang mirip dengan kendang.
c.Conga
Masih dari alat ritmis pukul. Conga merupakan alat musik ritmis yang sudah cukup mendunia. Alat musik ini berasal dari Afrika dan masyarakat di sana mengenalnya dengan sebutan tumbora. Bentuknya pun menyerupai kendang yang dipasang dengan menggunakan alat bantu dari besi. Conga sudah banyak digunakan dalam musik pop modern. Bentuknya pun selalu berubah mengikuti zaman. Alat musik ini sekarang sudah terbuat dari serpihan kayu atau fiberglass.
6 HaSlamet riyadi dan Sri Widati. Seni Musik bagi siswa. (Jakarta: C.V. Baru,. 1989), hal. 47
8 d. Tamborin
Alat musik ritmis ini punya dua jenis bunyi yang akan terbuat saat dimainkan. Bunyi pertama adalah bunyi pukulan dari bagian kulit dan bunyi lainnya adalah gemerincing. Dengan kata lain, alat musik ini bisa dimainkan dengan cara dipukul dan dikocok. Sudah banyak musisi yang menggunakan alat musik tamborin dalam karya-karyanya. Dewasa ini, tamborin sudah semakin mudah dijumpai bahkan yang terbuat dari plastik.7
2.Alat Musik Melodis
Melodi adalah susunan rangkaian nada yang terdengar berurutan serta berirama dan mengungkapkan sebuah gagasan. Sebuah melodi merupakan bagian awal, pergerakan nada-nada, dan bagian akhir. Melodi mempunyai arah, bentuk, dan kesinambungan. Gerakan naik turun nada-nada melodi menimbulkan kesan ketegangan dan penyelesaian, harapan dan kenyataan. Ini yang disebut kurva melodi atau garis melodi. Nada merupakan bunyi yang teratur getarannya baik lama maupun kecepatan getarannya. Alat musik melodis adalah alat musik yang biasanya membunyikan melodi pada suatu lagu, pada umumnya alat musik ini tidak bisa memainkan kord secara sendirian.
Contoh alat musik melodis adalah : a. Gitar
Salah satu alat musik petik melodis yang paling dikenal dan banyak dimainkan. Terbuat dari kayu dengan 6 senar yang menjadi sumber bunyinya Secara berurutan dari senar paling atas sampai kebawah memiliki nada E, A, B, G, B dan E. Hal ini menjelaskan bahwa gitar adalah alat musik pembentuk nada.
Gitar dapat menghasilkan bermacam-macam nada dengan 144 kord atau kunci nada jika dimainkan dengan baik dan benar.
b. Kecapi
Alat musik melodis tradisional khas Indonesia. Berasal dari daerah Sunda di Jawa Barat. Terbuat dari kayu, terdiri dari kecapi perahu yang memiliki 18-20
7Kodijat, Latifah. Istilah-Istilah Musik. Cet ke-2. (Jakarta: Djambatan., 1986), hal. 83
9
senar dan kecapi ricik yang cuma 15 senar. Dimainkan dengan cara dipetik menggunakan teknik tertentu, kecapi bisa menghasilkan nada-nada pentatonis.
Nada pentatonis adalah notasi tangga nada yang berdasarkan konsep pelog dan slendro. Hanya terdiri dari 5 nada, yaitu Da, Mi, Na, Ti, dan La.
c.Mandoling
Alat musik petik sejenis gitar yang memiliki latar belakang di Italia yang kemudian menyebar hingga ke Timur Tengah. Masuk ke Indonesia melalui akulturasi budaya Arab sebagai bagian dari musik tradisional Melayu. Mandolin sejatinya memang bersifat chordophone, yaitu alat musik pencipta nada. Sehingga dimainkan sebagai instrumen melodi dalam sebuah komposisi musik yang lengkap.8
d. Flute (Seruling)
Merupakan alat musik tiup yang juga bersifat chordophone, artinya alat musik yang menghasilkan nada utama atau melodi. Dimainkan dengan cara ditiup menyamping pada lubang rongga udara dengan menempelkan bibir sehingga aliran udara mengenai pinggiran lubang. Lubang tiup adalah bagian yang penting untuk menghasilkan suara yang indah jika ditiup dengan benar.
e.Harmonika
Penggunaannya. Cukup dengan meniup dan menghisapnya saja bisa dihasilkan nada utama pembentuk musik. Berukuran relatif kecil sekitar 20 cm saja. Terbuat dari kombinasi material kayu dan logam. Keindahan suara yang keluar dari alat musik ini terletak pada 20 plat bernada di dalam badan harmonika dengan 10 lubang tiup dan hisap.
8 Depdikbud. Musik dan Anak. (Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik, 1996), hal. 22.
10 3. Alat musikHarmonis
Alat musik harmonis adalah alat musik yang dimankan untuk memainkan harmoni pada suatu lagu. Karena alatmusik ini biasa memainkan harmoni maka cir-cirinya ialah bisa memainkan tiga nada atau lebih secara bersamaan. Contoh alat musik harmonis adalah :
a. Harpa
Harpa adalah alat musik harmonis, tapi selain dimainkan dengan memetik dawainya satu persatu. Harpa ini juga dapat dimainkan dengan cara memetik tiga dawainya secara bersamaan agar menghasilkan nada yang harmonis. Harpa ini juga sering dimainkan secara solo, karena alat musik ini memiliki karakteristik suara yang halus dan juga menenangkan, namun tidak jarang juda alat musik ini digunakan sebagai pengiring dalam sebuah acara musik
b. Bonang
Bonang merupakan salah satu alat musik tradisional yang berkembang di daerah Jawa dan juga Bali. Bonang sering digunakan dalam gamelan. Alat musik ini juga adalah salah satu alat musik harmonis dan nada yang dihasilkannya juga dengan cara memukul tiga nada yang berbeda secara bersamaan. Pada setiap nada yang dihasilkan dan gon-gong kecil yang tersusun di rak. Pemain bonang juga cara memainkan nya itu menggunakan pemukul yang di balut dengan kain atau karet.9
c. Piano
Piano adalah salah satu alat musik yang termasuk ke dalam musik melodis dan juga harmonis. Dengan memeiliki tanda jika piano tersebut di mainkan dengan satu persatu tutsnya maka itu disebut dengan nada melois.
Sedangkan jika tuts piano tersebut dimainkan dengan 3 nada tertentu secara bersamaan maka alat musik tersebut akan mengeluarkan bunyi harmonis. Piano
9 Depdikbud. Musik dan Anak. (Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik, 1996), hal. 26
11
ini juga sering dimainkan dalam acara musik klasik ataupun musik pengiring lagu-lagu pop.
d. Celempung dan siter
Alat musik celempung dan siter ini merupakan alat musik petik dalam gamelan Jawa. Celempung dan siter ini masing-masing memiliki 11 dan 13 pasang senar, di rentang ke dua sisinya antara kotak resonator. Ciri khas ari alat musik ini yaitu satu senar yang di setel nada pelog dan senar lainnya dengan nada salendro. Celempung ini biasanya memiliki panjang sekitar 90cm dan mempunyai empat kaki, dan juga di setel satu oktaf di bawah siter. Sedangkan siter sendiri memiliki panjang sekitar 30cm dan dimasukkan dalam sebuah kotak saat dimainkan. Alat musik celempung dan siter ini sering digunakan sebagai salah satu alat musik yang dimainkan bersama
e. Sampe
Sampe merupakan alat musik tradisional dari suku Dayak, alat musik ini juga terbuat dari berbagai macam kayu. Namun yang paling sering dijadikan bahan pembuatannya adalah kayu arrow, kayu ulin dan juga kayu kapur.
Proses pembuatannya dapat memakan waktu cukup lama. Karena alat musik ini dibuat dengan 3 senar, 4 senar dan 6 senar. Diukir sesuai dengan keinginan pembuatannya dan setiap ukiranny juga memiliki artinya sendiri.
D. Kritik dan Apresisi Seni Musik di Sekolah
Banyak sekali manfaat musik yang dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran. Apabila dapat mengoptimalkan manfaat yang dimiliki musik tentunya dapat meminimalisir perkembangan moralitas siswa yang cenderung semakin buruk. siswa cenderung tumbuh dengan baik sesuai dengan fitrahnya dan memiliki karakter yang baik pula.
Apabila pihak-pihak yang berkaitan juga memiliki tingkat kesadaran yang tinggi mengenai manfaat musik bagi siswa, tentunya musik-musik edukatif tidak akan mengalami krisis. Musik yang memiliki muatan edukatif terus diproduksi
12
agar siswa memiliki kesesuaian dalam memiliki selera musik. Hal tersebut juga dapat menanggulangi siswa untuk tidak menikmati lagu-lagu yang memiliki muatan tidak sesuai bagi mereka. Apabila hal ini dapat direalisasikan, tentunya siswa akan lebih memiliki emosi serta inteligensi yang baik dan dapat mencegah siswa untuk melakukan hal-hal diluar batas yang dapat merusak moral.
Kesadaran pihak-pihak yang mengesampingkan krisis apresiasi musik siswa. Apabila dicermati, musik memang memiliki peranan dalam hal membentuk kecerdasan, inteligensi, serta karakter siswa. Apabila peranan musik dimanfaatkan sebatas media hiburan yang berlebihan, tentunya akan membuahkan perilaku kurang baik dan akan mempengaruhi pertumbuhan moralitas anak
Krisis apresiasi musik siswa bertolak dari minimnya pemahaman mengenai seni. Masyarakat perlu mengetahui bahwa sebuah karya seni tidak semata-mata dibuat hanya untuk dijadikan sebagai media penyalur hobi ataupun media hiburan saja. Sudah semestinya hasil dari karya seni ditujukan untuk masyarakat agar memiliki integritas kehidupan. Namun tidak sedikit masyarakat yang memiliki pengetahuan minim tentang pemahaman seni, oleh sebab itu tidak jarang masyakarat kurang bisa mengapresiasi sebuah karya seni dengan baik.
Karya seni yang dilahirkan oleh seorang seniman merupakan karya seni yang tidak lepas dari masyarakatnya. Setiap karya seni sedikit-banyak mencerminkan seting masyarakat tempat seni itu diciptakan. Karya seni diciptakan oleh seorang seniman, dan seniman itu tentunya berasal dari suatu kelompok masyarakat. Tentunya kehidupan dari masyarakat tersebut menjadi pemicu kreativitas seniman dalam pembuatan suatu karya seni. Dengan demikian seniman dapat sekedar menjadi saksi masyarakat, atau bisa juga menjadi kritikus untuk masyarakat itu sendiri. Seniman juga dapat memberikan alternatif dari kehidupan kemasyarakatannya dan atau memberikan pandangan baru yang sama sekali asing bagi masyarakatnya
13 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Apresiasi seni musik adalah kegiatan menggauli, memahami, menghargai musik dengan penuh penghayatan, dengan itu menumbuhkan yang namanya kenikmatan, pemahan, serta pengetahuan yang dalam terhadap sebuah musik. Saat ini apresiasi musik dari masyarakat sudah sangat baik sekali.
Pendidikan seni musik secara garis besar terdiri dari 2 (dua) aspek yang saling berkaitan.
Aspek tersebut adalah unsur ekspresi dan unsur apresiasi. Unsur ekspresi meliputi cara penyampaian atau penampilan seni musik yang berdasarkan proses penguasaan materi seni musik yang dipelajari, sedangkan unsur apresiasi adalah sikap untuk menghargai dan memahami karya musik yang ada. Ruang lingkup pendidikan seni musik mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal seperti dasar-dasar teknik bernyanyi, memainkan alat musik, dan apresiasi musik.
B. Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan kami yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Kami banyak berharap para pembaca sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini dan penulisan serta penyusunan makalah di kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi kami dan para mahasiswa khususnya juga para pembaca pada umumnya.
14
DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud. 1996. Musik dan Anak. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik
Hariyadi, Slamet dan Sri Widati. 1989. Seni Musik bagi Siswa. Jakarta: C.V. Baru Kodijat, Latifah. 1986. Istilah-Istilah Musik. Cet ke-2. Jakarta: Djambatan
Mukhtar, 1995. Desain Pembelajaran Seni, Jakarta : Misaka Galiza,
Notepam. 2019. 11+ Pengertian Seni Musik Menurut Para Ahli (+Fungsi &
Unsur). Jakarta : Rajagrafindo.
Suharsimi Arikunto, 2009. Dasar-dasar evaluasi pendidikan, Jakarta : Bumi aksara
Soedarso. 1990. Tinjauan Seni Sebuah Pengantar Untuk Apresiasi Seni.
Yogyakarta. Suku Dayar Sana
Utami, Niken Wahyu. 2011. Optimalisasi Sumber Belajar Dalam Peningkatan Apresiasi Siswa. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta