• Tidak ada hasil yang ditemukan

AQILLA WISNU AMARTYA 190251609620 (sclup1)

N/A
N/A
AQILLA WISNU AMARTYA

Academic year: 2023

Membagikan "AQILLA WISNU AMARTYA 190251609620 (sclup1)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENGETAHUAN DASAR PATUNG ( PENGERTIAN, JENIS, ALAT BAHAN, DAN FUNGSI )

PAPER

untuk memenuhi tugas mata kuliah Patung yang dibina oleh Drs. AAG Rai Arimbawa, M.Sn

oleh

AQILLA WISNU AMARTYA NIM 190251609620

OFF C / 2

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA FEBRUARI 2021

(2)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam kehidupan kita banyak ditemui objek seni buatan manusia. Objek buatan manusia merupakan hasil pengolahan citra budi manusia secara tekun untuyk mengubah benda benda alamiah bagi kepentingan rohani maupun jasmaninya (Lilik 2009:6). Salah satu objek buatan manusia yang ada disekitar kita adalah Patung.

Patung merupakan salah satu hasil karya manusia yang telah ada sejak zaman praaksara dan berkembang hingga saat ini. Perkembangan seni patung tidak terlepas dari hal hal teknis dan fungsi dari pembuatan karya patung, hal tersebut dipengaruhi oleh daya imajiner manusia. Sebagai contoh Jika Pada zaman Praaksara patung dibuat dengan sederhana berbahan dasar batu, bentuknya sederhana dan biasanya fungsinya digunakan sebagai sarana kegamaan, kemudian berkembang dalam bentuk visualnya yang menggunakan ukiran yang indah dan rumit namun fungsi religi dan agama masih tetap dipertahankan pada saat masuknya pengaruh budaya Hindu Buddha di Nusantara. Berbeda dengan masa kini patung tidak hanya sebagai sarana religi saja, namun sebagai sarana pengungkapan ekspresi jiwa sesorang. Untuk memperdalam pengetahuan mengenai pengertian, teknik dan fungsi maka akan dibahas dalam penulisan paper ini.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Patung ? 2. Apa saja jenis jenis patung ?

3. Apa saja teknik, alat dan bahan dalam membuat karya seni patung ? 4. Apa saja fungsi seni patung ?

1.3 Tujuan

Dari rumusan masalah tersebut , tujuan dari tugas paper ini adalah 1. Mengetahui dan menjelaskan pengertian patung

2. Menjelaskan dan memahami jenis jenis patung

3. Menjelaskan dan menyebutkan secara tepat teknik teknik, dan media karya seni patung

4. Memahami fungsi dari diciptakannya seni patung.

(3)

BAB II PEMBAHASAN

Menurut kbbi definisi dari Patung adalah tiruan bentuk orang, hewan, dan sebagainya dibuat (dipahat atau sebagainya) dari batu, kayu, dan sebagainya.

Sedangkan menurut Mikke Susanto (2011:296) “patung merupakan sebuah karya yang memiliki dimensi tiga dimana bentuknya diperoleh dengan menggunakan metode subtraktif (mengurangi bahan seperti memotong,menatah) atau metode aditif (membuat model terlebih dahulu sperti mengecor dan mencetak”.

Dalam Seni patung dapat divisualisasikan dengan menggunakan beberapa teknik. Teknik adalah segala cara atau keterampilan untuk menciptakan sebuah karya dengan mengolah unsur bahan dengan menggunakan bantuan peralatan. humar sahman (1993) . Teknik teknik tersebut diantaranya adalah 1. Assembling

Assembling berarti menyusun, merakit material material menjadi sebuah komposisi yang untuh untuk mewujudkan suatu karya visual yang indah, material material yang disusun dapat berupa material yang sejenis maupun yang tidak.

Gambar 1

Shattered Glass Animals by Marta Klonowska salah satu contoh patung assembling

Sumber https://pin.it/3Mn9Cu2

2. Carving

Carving merupakan teknik substraktif dalam karya seni patung, artinya proses carving ini dilakukian dengan cara mengurangi material sampai memperoleh bentuk yang di inginkan. Menurut Sukaryono (1994:33) tekniik carving atau pahat adalah membuang bagian bagian bahan sedikit demi sedikit dan meninggalkan bagian yang ingin dicapai. Bahan yang digunakan untuk teknik ini adalah media atau bahan yang memiliki sifat keras dan padat.

(4)

Gambar 2 Wood Sclupture Sumber https://pin.it/3Mn9Cu2

3. Modeling

Modeling merupakan proses additive atau menambah material menuju bentuk visual karya. Menurut Sahman (1992:85), mejelaskan bahwa modeling merupakan teknik membentuk dengan menambah sedikit demi sedikit bahan sehingga membentuk karya visual yang utuh.

Gambar 3 Patung berbahan lunak Sumberhttps://pin.it/5lpNysc

4. Menuang (Casting)

Casting merupakan salah satu ketehnikan patung dengan memanfaatkan cetakan dengan bahan cair. Menurut Sahman (1992:86) casting berarti mencetak, yakni mencetak adonan yang bersifat cair dengan menggunakan cetakan untuk mengghasilkan bentuk yang ingin di capai.

Gambar 4 Penuangan slip teknik cor

(5)

Sumberhttps://pin.it/56T8rrj

Patung dapat dikategorikan kedalam beberapa corak. Karthadinata (2009:3) menjelaskan bahwa dilihat dari perwujudannya, patung dapat dibedakan menjadi tiga, yakni :

a. Corak imitatif (Realis/Representatif)

Corak ini bisa dikatan sebagai perwujuda realis, artinya corak ini mengambil objek benda benda alam secara nyata dan sama peri seperti aslinya tanpa ada perubahan pada bentuk aslinya. Dalam corak ini biasanya menggambarkan figur manusia ataupun hewan secara nyata

Gambar 5

Patung Realis figur manusia Sumberhttps://pin.it/56T8rrj

b. Corak Deformatif

Corak ini merupakan corak yang sudah terdapat perubahan dan sudah banyak meninggalkan kesan mimesis. Bentuk bentuk yang nampah sudah diolah dari brntuk aslinya. Gubahan yang dilakukan menurut daya kreatifitas si pematung, sehingga melahirkan bentuk bentuk patung yang tidak realis.

Gambar 6

Patung corak deformatif pingwin Sumberhttps://pin.it/52bezsw

c. Corak Nonfiguratif (Abstrak)

Corak ini sudah tidak terikat dengan berbagai aturan, artinya seniman berhak untuk memvisualisasikan gaya patung dengan daya imajinernya menggunbakan bentukbentuk bebas (abstrak). Patung jenis ini juga pastinuya sudah meningglkan kesan imitatif

(6)

Gambar 7 Patung kontemporer Sumberhttps://pin.it/3uQbiQa

Karthadinata (1997:88) mengungkapkan bahwa seni patung terdirin dari dua jenis yakni relief dan patung lepas. Relif sendiri merupakan patung yang timbul diatas bidang datar dimana untuk mewujudkan visualisasinya harus dengan ditambah atau dikurangi, dan untuk menikmati hasil visualisasinya hanya bisa dinikmati dari 1 sudut pandang saja. Sedangkan patung lepas merupakan patung yang memiliki dimensi 3, dapat dilihat dari berbagai arah pandang. Namun pada perkembangannya patung tidak hanya sebatas itu saja namun terdapat juga jenis jenis patung lainnya seperti :

a. kinetic sclupture, merupakan jenis patung yang dapat bergerak, dimana gerak patung tersebut diperoleh dari suatu tenaga.

b. Setting sculpture, patung ini dirancang terlebih dahulu menyesuaikan seting tempat atau dimana patung tersebut akan ditempatkan.

c. Architectural sculpture, patung yang dirancang untuk sebuah bagian dari rancangan lingkungan arsitektur

d. Potrait sclupture, merupakan patung yang merepresentasikan bentuk visual dari seorang manusia secara realis

e. Monumental Slupture, patung yang digunakan untuk memperingati, simbol atau mengabadikan suatu peristiwa penting.

Untuk mewujudkan sebuah karya seni patung maka dibutuhkan bahan bahan untuk memvisualisasikannya, bahan bahan tersebut dapat digolongkan menjadi 3 bahan yakni :

a. Bahan Lunak

Bahan lunak adalah bahan bahan yang bersifat plastis, mudah dibentukdan biasanya bahan ini dicapai dengan teknik modeling.

Bahan bahan ini dapat berupa tanah liat, plastisin, clay dan bahan lunak lainnya

(7)

b. Bahan Keras

Bahan keras merupakan bahan yang memiliki sifat padat, dimana biasanya untuk membuat patung bahan ini dicapai dengan teknik carving. contoh bahan keras adalah kayu, batu dsb

c. Bahan Cair (Cor)

Merupakan bahan yang memiliki sifat bahan yang cair, biasanya bahan ini dicapai dengan menggunakan teknik cor.

Selain bahan bahan yang dibutuhkan juga diperlukan alat alat yang sesuai untuk mewujudkan karya seni patung diantaranya adsalah 1. Butsir (wire modeling tools dan wood modeling tools) alat ini

berfungsi untuk mengurangi dan memberikan detail pada patung 2. Pahat berfungsi untuk mengurangi permukaan benda padat untuk

memvisualisasikan sebuah kartya seni patung

3. Cetakan berfungsi untuk membentuk patung dengan teknik cor

4. Sendok / spatula berfungsi untuk mengambil adonan dan menemelkannya pada kerangka patung.

Dalam pembuatan patung tentunya memiliki beberpa fungsi. Fungsi Fungsi tersebut diseuaikan dengan tujuan patunng itu digunakan, fungsi fungsi patung tersebut diantaranya

1. Patung Dekorasi. Berfungsi untuk memperindah suatu ruangan atau lingkungan eksterior.

2. Patung Monumen, Dibuat untuk mengenang jasa tokoh atau kelompok tertentu, seperti sosok pahlawan suatu negara atau memperingati peristiwa bersejarah.

3. Patung Kerajinan. Merupakan patung yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar, sehingga dapat diminati untuk dibeli berdasarkan berbagai kebutuhan umum yang tidak spesifik.

4. Patung Arsitektur, dibuat untuk menunjang atau melengkapi kontruksi suatu bangunan sehingga lebih terpadu dan harmonis dengan desain arsitektur yang telah dirancang.

5. Patung Seni (fineart). Patung seni atau seni murni dibuat hanya untuk kepentingan estetis dan dapat menjadi sangat eskperimental bentuknya (seni tidak selalu indah).

(8)

6. Patung Religi. Bagi beberapa agama dan kepercayaan patung memiliki unsur dan makna religius dan digunakan sebagai sarana beribadah.

BAB III KESIMPULAN

Seni Patung merupakan salah satu cabang seni rupa yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari hari kita. Dalam pembuatan patung tidak terlepas dari fungsi dan tujuan dari patung tersebut diciptakan. Untuk menciptakan jenis jenis patung dapat digunakan dengan berbagai jenis bahan. Jenis bahan tersebutlah yang mempengaruhi ketehnikan apa yang akan digunakan dalam pembuatan patung. Patung juga bergerak mengikuti perkembangan zaman hal ini dipengaruhi oleh daya imajiner dan pengetahuan manusia, diaman pada awalnya patung digunakan untuk sarana religi pada zaman praaksara, bercorak sederhana. Kemudian patung berkembang dalam bentuk serta dekorasinya namun fungsi religi masih digunakan, hingga patung berkembang hingga masa kini yakni masa post moderenisme dimana patung yang dibuat secara bebas dan tanpa aturan .

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku :

Indrawati, Lilik. 2009. NIRMANA (Organisasi Visual). Malang: Universitas Negeri malang

Sadjiman Edi, Sanyoto. 2010. NIRMANA Elemen elemen Seni dan Desain.

Yogyakarta: JALASUTRA edisi 2

Sugihartono. 2013. Cetak Patung Teknik Tunggal. Jakarta: Direktur pembinaan SMK

Susanto, Mikke. 2011. DIKSI RUPA Kumpulan istilah dan gerakan seni rupa.

Yogyakarta;Bali: DictiArt Lab & Djagad Art House

Sumber Karya ilmiah

Skripsi karya RINRIN OKTAVIANI berjudul “PATUNG PEREMPUAN KARYA PINUNGGUL” – UNY SEPTEMBER 2016

Skripsi ksrya Roky Budi Wahana berjudul “SENI PATUNG “KAWI DESIGENS” BLORA : KAJIAN PROSES PRODUKSI dan BENTUK ESTETIS – UNNES 2011

Sumber Online

https://serupa.id/seni-patung/

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini mengenai kerajinan patung kayu di Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar dimana sebanyak 59,7% tenaga kerja, modal dan bahan baku dapat mempengaruhi

Dari klasifikasi tersebut menunjukkan bahwa contoh kayu tersebut memiliki mutu kayu kelas II dan III sebagai bahan baku pulp dengan sifat diantaranya massa jenis ringan

Jenis penambangan ini dilakukan untuk memperoleh bahan galian padat yang biasanya terdapat tidak jauh dari permukaan tanah.. Contoh bahan galian tersebut adalah emas, batubara,

 Diesel Oil / Heavy Oil Sistem pada high pressure boiler dipakai untuk start up dan sebagai back up pada saat pembakaran bahan bakar padat ada masalah ( kulit kayu, gambut dan

Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemadatan, baik pada contoh uji yang dikukus maupun tidak dikukus dapat memperbaiki sifat kayu jabon umur muda untuk bahan mebel.. Berdasarkan

Bahan bakar padat berupa kayu digunakan sebagai sumber energi untuk memanaskan udara pada tahap pelayuan dan pengeringan, dimana bentuk energi panas yang dihasilkan

Dimana abu sisa pembakaran limbah kayu sebagai pengganti bahan campuran pembuatan batu bata 2 abu sisa pembakaran limbah kayu yang diperoleh dari industri kayu 3 tanah lempung/liat yang

FABA dapat digunakan untuk pembuatan substitusi bahan baku bangunan seperti batu bata, semen dan juga batako dimana FABA memiliki sifat / fungsi yang sama dengan bahan baku yang