GAMBARAN UMUM EKSPLOITASI DAN INDUSTRI PERTAMBANGAN Eksploitasi Merupakan kegiatan yang dilakukan baik secara sederhana (manual) maupun mekanis yang meliputi penggalian, pemberaian, pemuatan dan pengangkutan bahan galian. Beberapa tahapan kegiatan penambangan secara garis besar adalah : bahan galian dan memanfaatkannya. Kegiatan ini dapat dibedakan berdasarkan sifat bahan galiannya yaitu, galian padat dan bahan galian cair serta gas.
a. Bahan Galian Padat
Untuk memperoleh bahan galian yang bersifat padat dapat dilakukan penambangan secara terbuka dan penambangan bawah tanah
Penambangan Terbuka
Jenis penambangan ini dilakukan untuk memperoleh bahan galian padat yang biasanya terdapat tidak jauh dari permukaan tanah. Contoh bahan galian tersebut adalah emas, batubara, batu gamping, sirtu dan lain-lain. Penambangan Bawah Tanah
Jenis penambangan ini dilakukan dengan membuat terowongan untuk memperoleh bahan galian padat. Contohnya emas, batubara dan lain-lain yang biasanya terdapat di bawah permukaan tanah.
Pemboran Lepas Pantai (Offshore Drill Rig), bila bahan galian ini terdapat di lepas pantai atau laut.
Pada hakekatnya industri pertambangan mempunyai karakteristik khusus di banding dengan Industri umum lainnya, diantaranya:
1. Remote Location ( Jauh dari kota ) 2. Cadangan tidak dapat ditentukan 3. Kadarnya sangat kecil
4. Cendrung merusak lingkungan
5. modal besar dengan pengembalian modal memakan waktu lama ( Padat modal )
6. Resiko banyak dan besar ( padat resiko )
Remote Location/Jauh dari kota merupakan gambaran bahwa industri pertambangan memilki akses yang cukup jauh dari kota.
Cadangan tidak dapat ditentukan maksud dari hal ini disadari bahwa kepastian tentang cadangan yang dapat ditambang, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya, merupakan salah satu kunci utama bagi usaha pertambangan. Mengingat sifat dari sumberdaya mineral yang tersebar tidak merata baik secara kuantitatif maupun kualitatif, maka sistem pengkavlingan tidak dapat dilakukan sebagaimana pada kawasan industri.
Kadarnya sangat kecil yaitu dalam hal pertambangan jarang ditemukan bahan galian bersifat native elemet tetapi bahan galian bersatu atau tergabung dengan unsur – unsur yang lain. Sebagai contoh emas dalam 1 ton batuan terdapat 5 gr emas.
lingkungan bekas tambang tidak bisa dikembalikan sepeti 100 % lingkungan awal sebelum kegiatan pertambangan.
Modal besar ( padat modal ) yaitu dalam dunia pertambangan pastinya memerlukan dana atau modal yang besar dalam memulai usaha dalam dunia pertambangan.
Resiko Banyak dan besar ( padat resiko ) yaitu dalam dunia pertambangan pastinya memilki resiko baik sebelum atau ketika memulai kegiatan pertambangan.
Dasar dalam pemilihan metode penambangan yaitu : Stripping Ratio (SR)
Stripping Ratio (SR) Yaitu berapa jumlah waste (tanah buangan baik O/B maupun batuan samping) yang harus dibuang/disingkirkan untuk memperoleh 1 ton endapan bijih sampai pada ultimate pit limit.
SR = BCM OB / Stripping cost (ton coal)
SR = (Jumlahhh Waste (m3 atau ton))/(jumlah Ore (m3 atau ton)) SR > 1 = Ongkos pengupasan lebih kecil (Tamka)
SR > 1 = Ongkos pengupasan lebih besar (Tamda) SR = 1 = Bisa Tamka/Tamda
Break Evevn Stripping Ratio (BESR)
Break Evevn Stripping Ratio (BESR) Yaitu perbandingan antara keuntungan kotor dengan ongkos pembuangan O/B.
BESR =(Cost Penggalian Bijih)/(Cost Pengupasan O/B)
Untuk memilih system penambangan digunakan istilah BESR-1 bagi open pit yaitu overall stripping ratio.
BESR-1 > 1 = Tamka BESR-1 < 1 = Tamda
Kemudian setelah ditentukan yang dipilih Tamka, maka dalam rangka pengembangan rencana penambangan tiap tahap digunakan istilah economic stripping ratio (BESR-2).
BESR-2 = ((Recovable value)⁄(Ton Ore)- (Production cost)⁄(Ton Ore ))/ ((Stripping Cost)⁄(Ton Ore))
BESR-2 untuk menentukan maksimal berapa ton waste yang disingkirkan untuk memperoleh 1 ton ore agar tahap penambangan ini masih memberikan keuntungan (max allowable stripping ratio) dan untuk menentukan batas pit (pit limit).
Konsep pemilihan cara penambangan yaitu : Konsep konsensional atau kedalaman
Jika letak endapan bijih dangkal dipilih tamka
Jika letak endapan bijih dalam dipilih tamda
Konsep ekonomis/keuntungan
Cut off grade (COG)
Break even stripping ratio (BESR)
Cut off grade (COG) mempunyai dua pengertian yaitu :
Kadar endapan bahan galian yang masih memberikan keuntungan apabila endapan ditambang (tidak diperlukan pencampuran endapan bahan galian)
Kadar rata-rata terendah dari endapan bahan galian yang masih memberikan keuntungan apabila endapan ditambang (diperlukan pencampuran: mixing/blending)
Jika ada pertanyaan mengenai tahapan kegiatan tambang atau pertambangan, silahkan comment dibawah ini. Jangan lupa share ke social bookmark supaya bisa dibaca dan diketahui oleh semua penambang atau miners.
Incoming search terms: tahap ilmu geologi
tahap-tahap ilmu geologis
alat yang dibutuhkan dalam kegiatan study kelayakan di pertambangan
tamda yg mana besar kecil > dan < dlm perhitungan
tahapan sebelum melakukan penambangan
tahapan kegiatan penambangan secara garis besar
tahapan dalam pekerjaan eksplorasi
tahap pertambangan tanah setelah eksplorasi
struktur tahapan pekerjaan eksplorasi
stockfield batubara
4. NIKEL
Sifat-sifat nikel :
• Putih mengkilat • Sangat keras • Tidak berkarat
• Tahan terhadap asam encer
• Penebangan pohon dan semak • Pengupasan tanah permukaan
• Penggalian dengan sistem tangga (benching system) yaitu dimulai dari bawah ke atas mengikuti garis kontur dengan alat gali power shovel atau dozer shovel
Pengolahan nikel melalui beberapa tahap , yaitu : • Pemanggangan
• Peleburan • Elektrolisis Penggunaan Nikel
• Untuk melapisi barang yang terbuat dari besi, tembaga, baja karena nikel mempunyai sifat keras, tahan korosi dan mudah mengkilap jika digosok. • Untuk membuat baja tahan karat (stailess stell)
• Untuk membuat aliase dengan tembaga dan beberapa logam lain seperti : a. Monel (Ni, Cu, Fe) Digunakan untuk membuat instrumen tranmisi listrik
b. Nikrom(Ni,Fe,Cr) Digunakan sebagai kawat pemanas
c. Alniko (Al, Ni, fe, Co) Untuk membuat magnet.
d. Palinit dan Invar yaitu paduan nikel yang mempunyai koefisien muai yang sama dengan gelas yang digunakan sebagai kawat listrik yang ditanam dalam kaca, misalnya pada bolam lampu pijar.