• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ariani Krishanti 2113053070 UTS Kajian Pemb Terpadu

N/A
N/A
ariani krishanti

Academic year: 2024

Membagikan "Ariani Krishanti 2113053070 UTS Kajian Pemb Terpadu"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Ariani Krishanti NPM : 2113053070 Kelas : 6I

UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP T.A 2023/2024 TAXEHOME EXAM

MATA KULIAH/KOPEL : KAJIAN PEMBELAJARAN TERPADU / KPD620312 PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD) DOSEN : Dr. Darsono, M.Pd. dan Alif Luthvi Azizah, M,Pd

PETUNJUK

1. Tuliskan identitas anda selengkapnya.

2. Jawablah pertanyaan/soal dengan jelas dan benar, gunakan literatur dan daftar literatur harus dicantumkan di bagian akhir lembar jawaban.

3. Bekerjalah dengan jujur dan mandiri dalam menjawab.

4. Jawaban harus sudah dikumpulkan paling lambat hari Sabtu, tanggal 20 April 2024, pukul 10.00. WIB via Google Drive, sesuai dengan kelas masing-masing.

5. Jawaban ditulis pada kertas: HVS A.4, font: 12 Times New Roman, jarak:1,5 spasi.

SOAL

1. Mengapa sekolah dasar kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran terpadu dengan menggunakan tema tertentu dari kelas I sampai dengan kelas VI? Jelaskan!

Jawaban :

Sekolah dasar kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran terpadu dengan menggunakan tema tertentu dari kelas I sampai dengan kelas VI karena beberapa alasan:

1. Integrasi Mata Pelajaran: Pembelajaran terpadu memungkinkan guru untuk mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dalam satu tema, sehingga siswa dapat melihat hubungan antara mata pelajaran yang sepertinya berbeda.

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS LAMPUNG

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR Jalan Budi Utomo No 1 Metro Selatan, Kota Metro

(2)

2. Menggabungkan Pembelajaran Berbasis Game: Pembelajaran terpadu dapat menggabungkan pembelajaran berbasis game edukasi dengan pembelajaran tradisional, sehingga siswa dapat lebih aktif dan menyenangkan dalam belajar.

3. Menggabungkan Pembelajaran Berbasis Teknologi: Pembelajaran terpadu dapat menggabungkan pembelajaran berbasis teknologi dengan pembelajaran tradisional, sehingga siswa dapat lebih menyenangkan dan efektif dalam belajar.

4. Menggabungkan Pembelajaran Berbasis Multidisiplinar: Pembelajaran terpadu dapat menggabungkan pembelajaran berbasis multidisiplinar, sehingga siswa dapat melihat hubungan antara berbagai disiplin dalam satu tema.

5. Menggabungkan Pembelajaran Berbasis Peristiwa Alam: Pembelajaran terpadu dapat menggabungkan pembelajaran berbasis peristiwa alam dengan pembelajaran tradisional, sehingga siswa dapat lebih menyenangkan dan memahami materi lebih baik.

6. Menggabungkan Pembelajaran Berbasis Sosial: Pembelajaran terpadu dapat menggabungkan pembelajaran berbasis sosial dengan pembelajaran tradisional, sehingga siswa dapat lebih memahami hubungan antara berbagai sosial dan materi yang dipelajari.

Dengan pembelajaran terpadu, siswa dapat lebih memahami materi yang dipelajari dan dapat melihat hubungan antara berbagai materi yang sepertinya berbeda. Hal ini akan membantu siswa dalam memahami materi yang dipelajari lebih baik dan dapat melihat hubungan antara materi yang dipelajari.

Sumber :

Sakti, B. P. (2021). PEMILIHAN JUDUL, IDENTIFIKASI DAN RUMUSAN MASALAH. PENELITIAN TINDAKAN KELAS: TEORI DAN PENERAPANNYA, 59.

Pujiastuti, P., & Mustadi, A. Pembelajaran Tematik Integratif Kurukulum 2013 SD.

Fatmawati, K. (2017). Implementasi Kurikulum 2013: Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar. Primary Education Journal (Pej), 1(1), 11-16.

2. Bagaimanakah pengorganisasian model pembelajaran terpadu yang cocok untuk di SD/MI? Kemukakan alasannya!

(3)

Jawaban :

Pengorganisasian model pembelajaran terpadu yang cocok untuk di SD/MI adalah model keterpaduan (integrated), karena model ini memperoleh pengalaman secara langsung siswa dalam pembelajaran terpadu. Model keterpaduan ini mempunyai beberapa kelebihan yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep yang akan dipelajari.

1. Menggabungkan Konsep: Model keterpaduan memungkinkan guru untuk menggabungkan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam satu tema. Hal ini dapat membantu siswa dalam memahami hubungan antara konsep yang sepertinya berbeda.

2. Menggabungkan Pembelajaran Berbasis Game: Model keterpaduan dapat menggabungkan pembelajaran berbasis game edukasi dengan pembelajaran tradisional. Hal ini dapat membuat siswa lebih aktif dan menyenangkan dalam belajar.

3. Menggabungkan Pembelajaran Berbasis Teknologi: Model keterpaduan dapat menggabungkan pembelajaran berbasis teknologi dengan pembelajaran tradisional. Hal ini dapat membuat siswa lebih efektif dalam belajar.

4. Menggabungkan Pembelajaran Berbasis Multidisiplinar: Model keterpaduan dapat menggabungkan pembelajaran berbasis multidisiplinar. Hal ini dapat membantu siswa dalam memahami hubungan antara berbagai disiplin dalam satu tema.

5. Menggabungkan Pembelajaran Berbasis Peristiwa Alam: Model keterpaduan dapat menggabungkan pembelajaran berbasis peristiwa alam dengan pembelajaran tradisional. Hal ini dapat membantu siswa dalam memahami konsep yang akan dipelajari lebih baik.

6. Menggabungkan Pembelajaran Berbasis Sosial: Model keterpaduan dapat menggabungkan pembelajaran berbasis sosial dengan pembelajaran tradisional.

Hal ini dapat membantu siswa dalam memahami hubungan antara berbagai sosial dan materi yang dipelajari.

(4)

Dengan model keterpaduan, siswa dapat lebih memahami konsep yang akan dipelajari dan dapat melihat hubungan antara materi yang dipelajari. Hal ini akan membantu siswa dalam memahami konsep yang akan dipelajari lebih baik dan dapat melihat hubungan antara materi yang dipelajari.

3. Bagaimanakah landasan filosofis, psikologis, yuridis dan empiris pembelajaran terpadu di SD/MI? Jelaskan!

Jawaban :

Landasan filosofis, psikologis, yuridis, dan empiris pembelajaran terpadu di SD/MI menggunakan teori-teori yang berbeda-beda, tetapi semuanya bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran di SD/MI.

1. Landasan Filosofis: Landasan filosofis pembelajaran terpadu didasarkan pada progresivisme, konstruktivisme, dan humanisme. Progresivisme menganggap bahwa proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreativitas, pembelajaran sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah, dan memperhatikan pengalaman siswa.

Konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa sebagai kunci dalam pembelajaran. Humanisme melihat siswa dari segi keunikan atau kekhasannya, potensinya, dan motivasi yang dimilikinya.

2. Landasan Psikologis: Landasan psikologis pembelajaran terpadu berkaitan dengan psikologi perkembangan siswa dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan dibutuhkan terutama dalam menentukan isi atau materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamnya sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal ini bagaimana isi atau materi pembelajaran tematik itu disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya.

3. Landasan Yuridis: Landasan yuridis pembelajaran terpadu didasarkan pada berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di Sekolah Dasar. Contohnya adalah Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional.

4. Landasan Empiris: Landasan empiris pembelajaran terpadu didasarkan pada hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum. Hal ini harus diperhatikan oleh

(5)

para pendidik dalam melaksanakan pembelajaran tematik terpadu, karena landasan ini sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku itu harus

dikembangkan.

Dalam pembelajaran terpadu, landasan-landasan ini harus diterapkan secara terpadu untuk mencapai tujuan dari pendidikan, yaitu untuk mengubah perilaku peserta didik menuju kedewasaan dalam hidup mulai dari kedewasaan fisik, emosional, mental, intelektual, sosial, dan moral.

4. Bagaimanakah Pendekatan dan Model Pembelajaran Tematik Terpadu berpikir tingkat tinggi (HOTS)? Jelaskan!

Jawaban :

Pendekatan dan model pembelajaran tematik terpadu berpikir tingkat tinggi (HOTS) adalah sebuah metode pembelajaran yang mengumpulkan berbagai kompetensi berpikir yang mencakup analisis, sintesis, dan evaluasi. HOTS merupakan strategi yang menggunakan proses berpikir tinggi yang mendorong siswa untuk mencari dan mengeksplorasi informasi sendiri untuk mencari struktur serta hubungan yang mendasarinya.

Pendekatan pembelajaran HOTS mencakup beberapa aspek yang penting, seperti:

1. Pendekatan Instruksional: Pendekatan instruksional mengacu pada proses pembelajaran yang dilakukan guru, yang bertujuan untuk membentuk kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa.

2. Pendekatan Pembelajaran: Pendekatan pembelajaran mengacu pada proses belajar yang dilakukan siswa, yang bertujuan untuk mengaplikasikan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) yang telah diberikan oleh guru.

3. Prosedur Penilaian: Prosedur penilaian mengacu pada cara dan tata cara yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa, yang bertujuan untuk menilai kemampuan berpikir tingkat tinggi yang telah diperoleh siswa.

Pendekatan pembelajaran HOTS bertujuan untuk mengubah perilaku peserta didik menuju kedewasaan dalam hidup mulai dari kedewasaan fisik, emosional, mental,

(6)

intelektual, sosial, dan moral. Hal ini dapat membantu siswa dalam menghadapi masalah yang kompleks dan membutuhkan pikiran kritis dan kreatif.

5. Bagaimana mekanisme pengembangan indikator dan tujuan pembelajaran terpadu dari Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013? Jelaskan!

Jawaban :

Mekanisme pengembangan indikator dan tujuan pembelajaran terpadu dari Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013 melibatkan beberapa langkah yang terdiri dari analisis tingkat kompetensi, analisis karakteristik mata pelajaran, analisis kebutuhan dan potensi, merumuskan indikator, mengembangkan indikator penilaian, dan pengembangan indikator.

1. Analisis Tingkat Kompetensi: Analisis tingkat kompetensi dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar memberikan informasi tentang tingkat kompetensi yang diinginkan dalam sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah.

2. Analisis Karakteristik Mata Pelajaran: Analisis karakteristik mata pelajaran peserta didik dan sekolah memberikan informasi tentang karakteristik mata pelajaran yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan indikator.

3. Analisis Kebutuhan dan Potensi: Analisis kebutuhan dan potensi peserta didik, sekolah, dan lingkungan memberikan informasi tentang kebutuhan dan potensi yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan indikator.

4. Merumuskan Indikator: Merumuskan indikator secara cermat memberikan arah dalam pengembangan materi pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, potensi, dan kebutuhan peserta didik, sekolah, dan lingkungan.

5. Mengembangkan Indikator Penilaian: Mengembangkan indikator penilaian memberikan informasi tentang bagaimana menilai kemampuan berpikir tingkat tinggi yang telah diperoleh peserta didik.

6. Pengembangan Indikator: Pengembangan indikator memberikan informasi tentang bagaimana mengembangkan indikator sesuai dengan tingkat kompetensi, karakteristik mata pelajaran, kebutuhan, dan potensi.

(7)

Tujuan pembelajaran terpadu dari Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013 adalah untuk mengubah perilaku peserta didik menuju kedewasaan dalam hidup mulai dari kedewasaan fisik, emosional, mental, intelektual, sosial, dan moral. Pendekatan pembelajaran terpadu ini bertujuan untuk mengubah perilaku peserta didik menuju kedewasaan dalam hidup mulai dari kedewasaan fisik, emosional, mental, intelektual, sosial, dan moral.

SELAMAT BEKERJA SEMOGA SUKSES

Referensi

Dokumen terkait

pelajaran IPS Terpadu. Sedangkan secara khusus tujuan penelitian ini adalah :.. Untuk menguji hasil belajar IPS Terpadu siswa yang diajarkan dengan strategi. pembelajaran berbasis

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS KECERDASAN MAJEMUK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA. DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU BUNAYYA

Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu Perspektif Metode Pembelajaran: Antara Discovery Learning Dengan Ceramah-Tanya Jawab Pada

4) Siswa lebih mudah memahami pembelajaran keterampilan sosial yang disampaikan oleh guru menggunakan permainan tradisional. 5) Siswa menjadi lebih termotivasi dalam

Pemb terpadu juga memungkinkan siswa memahami secara langsung konsep dan prinsip yg ingin di pelajari.... Mengapa

diperoleh kemampuan memahami artikel dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif terpadu oleh siswa kelas X SMA Negeri 8 Medan Tahun Pembelajaran

pembelajaran menggunakan LKS berbasis keterampilan proses terpadu dan pengetahuan baru siswa terhadap materi transpor membran sebelum melaksanakan kegiatan

Blended Learning menggabungkan aspek pembelajaran berbasis web/internet, streaming video, komunikasi audio synchronous dan asynchronous dengan pembelajaran