• Tidak ada hasil yang ditemukan

Article Journal Review 1

N/A
N/A
NabilaFatim88 11

Academic year: 2024

Membagikan "Article Journal Review 1"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BAB I PENDAHULUAN

Kurikulum merupakan bagian penting yang sangat mempengaruhi keberlangsungan pendidikan di sekolah. Kurikulum membuat program pendidikan yang ada di sekolah menjadi lebih terinci dan terarah dalam pengimplementasiannya.

Menurut Pranata & Wijoyo (2020) Kurikulum merupakan inti dari proses pendidikan.

Kurikulum merupakan bidang yang paling langsung berpengaruh terhadap hasil pendidikan untuk terbebas dari ketidaktahuan. Kurikulum ini sangat berpengaruh dalam proses dan juga hasil dari sebuah sistem pendidikan yang ada. Selain itu, kurikulum juga dapat berfungsi sebagai media dan pedoman untuk mewujudkan pengajaran pada berbagai jenis dan tingkat pendidikan yang ada. Oleh karena itu, kurikulum ini sangat penting keberadaannya dalam pendidikan.

Seperti yang kita tahu, meskipun kurikulum ini telah ada dalam setiap jenjang pendidikan, tetapi dalam implementasinya, masih banyak kekurangan yang dihadapi terutama apabila terjadi perubahan dalam kurikulum yang digunakan. Pada tahun 2013, kurikulum yang diterapkan di Indonesia mengalami perubahan dari kurikulum 2006 atau yang biasa disebut dengan KTSP menjadi kurikulum 2013. Perubahan kurikulum ini terjadi karena perkembangan zaman dan perkembangan kebutuhan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Tentunya kurikulum ini harus tetap ada karena seperti yang sudah dijelaskan bahwa kurikulum ini penting. Akan tetapi, kurikulum ini juga perlu disesuaikan dengan segala kondisi dan juga perkembangan yang terjadi di sekitar.

Perubahan yang terjadi pada kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013 ini didasarkan oleh beberapa hal, yaitu: (1) Kurikulum 2013 standar kompetensinya lebih menekankan pada sikap dan kebutuhan peserta didik, sementara kurikulum 2006 hanya pada standar isi dan tidak mencakup standar pendidikan nasional, (2) Proses pembelajaran pada kurikulum 2013 menekankan pada keaktifan peserta didik agar dapat mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, (3) Penilaian pada kurikulum 2013 mengadopsi penilaian yang otentik sesuai dengan tujuan pembelajaran.

(3)

BAB II

INTISARI ISI ARTIKEL JURNAL

Perubahan yang terjadi pada kurikulum mengharuskan guru sebagai yang melaksanakan kurikulum harus memiliki kesiapan dan juga kompetensi yang memadai agar perubahan yang terjadi tidak menurunkan tujuan dan hasil yang ingin dicapai dari adanya perubahan kurikulum tersebut. Akan tetapi, pada tahap pengembangan pun terjadi beberapa kendala atau permasalahan yang cukup menghambat. Salah satunya pada saat diseminasi atau sosialisasi pada pihak-pihak yang berhubungan dengan pendidikan yang akan mempengaruhi pada tahap implementasi kurikulum yang akan digunakan nantinya. Selain itu, kurangnya pemahaman guru pun akan menjadi kendala pada saat implementasi kurikulum.

Sejalan dengan hal tersebut, Shulman (1986) dan Clark dan Peterson (1986), mengungkapkan bahwa pemahaman guru mengenai kurikulum dan aspek lain dalam merancang proses belajar mengajar dapat mempengaruhi kinerja mereka dalam menerapkan kurikulum di sekolah dan standar penilaian. Oleh karena itu, guru perlu memiliki kesiapan dan kompetensi agar guru dapat mendukung perubahan kurikulum.

Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Sundayana (2015) menunjukkan bahwa dari 12 responden guru dengan hasil nilai rata-rata persepsi guru terhadap pemahamannya dalam menyusun RPP untuk menghadapi implementasi Kurikulum 2013 adalah 3,40 (dari nilai maksimal 5,00). Nilai ini menunjukkan bahwa secara umum guru memiliki pengetahuan dan kesiapan yang cukup untuk menerapkan Kurikulum 2013. Selanjutnya, kompetensi guru untuk memahami prinsip dan tahapan penyusunan RPP mata pelajaran bahasa Inggris, memiliki nilai 3,40 (dari nilai maksimal 5,00). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru secara umum memiliki kompetensi yang memadai untuk mengembangkan komponen silabus menjadi RPP. Terakhir, dalam pengimplementasiannya, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru relatif siap untuk menerapkan Kurikulum 2013 dalam kegiatan kelas yang ditunjukkan oleh kesesuaian RPP dan kinerja guru yang sebenarnya di kelas.

Dari data tersebut, pemahaman dan kompetensi guru dalam menyusun dan mengimplementasikan kurikulum 2013 dalam pelajaran Bahasa Inggris cukup memadai.

Namun, koefisien korelasi, yaitu R= 0,4284 menunjukkan bahwa secara teknis kedua

(4)

variabel berkorelasi positif, namun hubungan keduanya kurang memadai. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa kesiapan guru untuk menerapkan Kurikulum 2013 berkorelasi rendah dengan kompetensinya.

(5)

BAB III PEMBAHASAN

Berdasarkan intisari jurnal yang berjudul “Readiness and competence of senior high school English teachers to Implement Curriculum 2013” oleh Wachyu Sundayana pada tahun 2015 dapat dilihat bahwa kesiapan dan kompetensi guru ini merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan dalam implementasi kurikulum terutama perubahan kurikulum. Guru memiliki peranan penting dalam proses implementasi Kurikulum 2013. Guru memiliki tugas dan peranan yang penting dalam membentuk pribadi anak yang baik, demi menyiapkan dan juga mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang akan berperan penting dalam memajukan masyarakat, bangsa dan juga negara. Kontribusi guru, kinerja guru, kualitas guru, kemampuan mengembangkan kurikulum dan manajemen sekolah merupakan faktor keberhasilan dalam mewujudkan tujuan pendidikan (Marpaung, Pongkendek, & Siregar, 2019).

Menurut Arikunto (2001) kesiapan merupakan sebuah kompetensi yang dimiliki oleh seseorang sehingga seseorang yang memiliki kompetensi artinya seseorang tersebut telah memiliki kesiapan yang baik untuk memulai sebuah tindakan. Sementara, menurut Slameto (2010) kesiapan adalah sebuah kondisi secara menyeluruh yang membuat seseorang siap dalam memberikan sebuah respons dalam menghadapi suatu situasi yang ada. Penyesuaian kondisi yang terjadi pada suatu waktu akan berpengaruh terhadap kecenderungan untuk memberikan respons.

Selanjutnya, kompetensi menurut Sanjaya (2006) merupakan perilaku yang dilakukan oleh seseorang secara rasional untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Sedangkan, menurut Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 mengenai Guru dan Dosen Pasal 1 Ayat 10 menjelaskan bahwa kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang perlu dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan (Mansyur, 2017).

Penelitian sebelumnya yang dilakukan di Makassar menunjukkan bahwa kompetensi seorang guru pada saat proses pembelajaran kimia di SMK dan SMAK di Makassar dengan mengimplementasikan pembelajaran kurikulum 2013 menunjukkan kategori keterlaksanaan yang sangat baik (Asniati, Mansyur & Gani, 2018). Penelitian

(6)

lain juga menunjukkan bahwa tingkat pelaksanaan Kurikulum 2013 di Kabupaten Gunung Kidul tergolong sangat baik dengan rata-rata sebesar 82,69% (Nur Ihsan, Miftahudin & Sukarna, 2013). Lalu, hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Kartika menunjukkan bahwa kesiapan seorang guru dalam melaksanakan penilaian juga pembelajaran untuk sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 secara utuh berada dalam kategori kurang siap dengan skor yang diperoleh yaitu 33,50 (Pramesti, 2017). Berdasarkan beberapa hasil penelitian yang telah disebutkan dan penjelasan mengenai kesiapan dan kompetensi dari seorang guru, dapat disimpulkan bahwa kompetensi dan kesiapan guru dalam pelaksanaan atau implementasi kurikulum sangat berperan penting, juga kompetensi dan kesiapan guru perlu berada di tingkatan yang baik.

(7)

BAB IV

SIMPULAN DAN IMPLIKASI

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam perubahan kurikulum, perlu adanya kompetensi dan kesiapan yang matang agar kurikulum yang akan digunakan pun tidak membuat hasil dari pembelajaran menjadi menurun hasilnya.

Guru sebagai pelaksana kurikulum memerlukan kompetensi dan kesiapan dalam mengimplementasikan kurikulum. Seperti yang kita ketahui, kurikulum ini akan terus berkembang sesuai dengan zaman untuk membantu memenuhi kebutuhan peserta didik, dengan begitu kompetensi dan kesiapan bagi perkembangan kurikulum harus terus dikembangkan sesuai dengan perubahan zaman dan kondisi yang ada.

Adapun implikasi yang dapat diterapkan berdasarkan penjelasan di atas yaitu pihak-pihak pengembang kurikulum dan yang menerapkan kurikulum harus selalu mempersiapkan diri dan mengembangkan kompetensi yang dimiliki agar pada saat terjadinya perubahan, kita dapat menyesuaikan diri dengan cepat dan tidak mengalami kendala yang terlalu besar karena kita selalu mengikuti perkembangan (dalam hal ini, perkembangan kurikulum) dan juga perubahan yang terjadi yang menyangkut dengan kurikulum yang berlaku di sekolah.

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2001). Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Asniati, Mansyur, & Gani, T. (2018). Analisis kompetensi guru kimia dalam mengimplementasikan model pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 di SMK- SMAK Makassar. Chemistry Education Review, 1(2), 1–12

Clark, CM, & Peterson, PL (1986). MC Wittrock (Ed.), Handbook of research on teaching (edisi ke-3). New York: Macmillan.

Mansyur, M. (2017). Keterampilan Dasar Mengajar dan Penguasaan Kompetensi Guru (suatu Proses Pembelajaran Micro). El-Ghiroh: Jurnal Studi Keislaman, 12(1), 130-147.

Marpaung, D. N., Pongkendek, J. J., & Siregar, L. F. (2019). The development of innovative learning material integrated with environmental activities to improve student learning outcomes on electrolyte and nonelectrolyte solution. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 343 (012218), 1-7.

Najib, K. H., & Pardjono, P. (2019). Manajemen pengembangan kompetensi guru untuk implementasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri Pilot Project Yogyakarta. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 7(1), 50-61.

Nur, I. I., & Sukarna, I. M. (2013). Survei pemahaman dan pelaksanaan kurikulum 2013 oleh guru kimia kelas X sekolah menengah atas di kabupaten Gunung Kidul.

Jurnal Pembelajaran Kimia 5(3). 1–9.

Pramesti, K. A. (2017). Kesiapan Guru Ekonomi dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Dan Ekonomi, 6(6), 623-635.

Pranata, J., & Wijoyo, H. (2020). Analisis Upaya Mengembangkan Kurikulum Sekolah Minggu Buddha (SMB) Taman Lumbini Tebango Lombok Utara. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 2, pp. 778-786.

Sanjaya, W. (2006). Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan.

Jakarta: Kencana Prenada Media.

Shulman, L.S (1986). Paradigma dan penelitian program dalam studi pengajaran:

Sebuah perspektif kontemporer, di Buku pegangan penelitian dalam pendidikan.

New York: Macmillan.

(9)

Slameto. (2010). Belajar & Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sundayana, W. (2015). Readiness and competence of senior high school English teachers to implement Curriculum 2013. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 5(1), 29-36.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru biologi terhadap hasil belajar biologi siswa

Berdasarkan penjelasan diatas maka hasil penelitian ini yang dilakukan di SMK Negeri 1 Surabaya pada program keahlian multimedia adanya kompetensi profesional guru

Hasil penelitian kompetensi pada guru sertifikasi keselruhan pada kompetensi pedagogik kinerja guru SDN 006 langgini dari hasil pengamatan I, II, dan III sebesar 79%,

Untuk mengetahui keberhasilan kurikulum mengenai kesesuaian kompetensi pendidik terhadap Kurikulum 2013 serta kesiapan guru melaksananakan perubahan dalam

Berdasarkan hasil analisis data serta pembahasan dapat disimpulkan bahwa pola pembinaan melalui workshop dapat meningkatkan kompetensi guru Taman Kanak-Kanak di

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik kepala sekolah dapat meningkatkan Kompetensi Guru dalam menyusun

PENUTUP Berdasarkan analisis hasil penelitian dan diskusi dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.Pembinaan kepala sekolah dalam upaya meningkatkan Kinerja Guru dalam proses

Dalam artikel jurnal disebutkan bahwa buku teks Bahasa Inggris menunjukkan sebagian besar isi dari buku teks sesuai dengan KI dan KD kurikulum 2013, jika dilihat dari tahun terbit