* Corresponding Author
Email : [email protected]
© 2023 Author(s), Administratio: Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan (14) 1 2023
DOI: 10.23960/administratio.v14i1.352 Accredited by Kemenristek Number 85/M/KP/2020 (Sinta 4)
ARTICLE
Media Sosial dan Pelayanan Publik: Pengaruh Adopsi dan Penggunaan Media Sosial Instagram Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan
Zakiatul Zahara1, Januar Eko Aryansah2*
1,2 Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Indonesia
How to cite: Zahara, Z., & Aryansah, J. E. (2023) Media Sosial dan Pelayanan Publik: Pengaruh Adopsi dan Penggunaan Media Sosial Instagram Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan. Administratio: Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan, 14(1)
Article History
Received: 21 Januari 2023 Accepted: 28 April 2023 Keywords:
Adoption; Use of
Instagram; Social Media;
Quality of Public Service
Kata Kunci:
Adopsi; Penggunaan Instagram; Media Sosial;
Kualitas Pelayanan Publik
ABSTRACT
Utilizing ICT and social media is crucial in government for effective service provision. The South Sumatra Trade Office adopts Instagram to improve public services. However, challenges arise due to institutional rigidity. This study quantitatively examines the impact of Instagram adoption and usage on service quality. Findings reveal significant partial and joint effects, highlighting the importance of leveraging social media in enhancing public services. The results showed that the X1 variable, namely the Instagram Adoption variable, had a partial effect on the Quality of Public Service (Y) with a significance value of 0.000
<0.05. In the X2 variable, namely the Instagram Social Media Usage variable, it has a partial effect on the Quality of Public Service (Y) with a significance value of 0.004 <0.05. In addition, the Adoption of Instagram Social Media (X1) and the Use of Instagram Social Media (X2) have a joint or simultaneous effect on the Quality of Public Services at the Trade Office of South Sumatra Province with an Fcount of 47.635. While the value of Sig. F 0.000 < 0.050.
ABSTRAK
Memanfaatkan TIK dan media sosial sangat penting dalam pemerintahan untuk penyediaan layanan yang efektif. Dinas Perdagangan Sumatera Selatan mengadopsi Instagram untuk meningkatkan layanan publik. Namun, tantangan muncul karena kekakuan kelembagaan. Studi ini secara kuantitatif meneliti dampak dari adopsi dan penggunaan Instagram terhadap kualitas layanan. Temuan-temuan yang ada menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan secara parsial dan bersama-sama, yang menyoroti pentingnya memanfaatkan media sosial dalam meningkatkan pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel X1 yaitu variabel Adopsi Instagram berpengaruh secara parsial terhadap Kualitas Pelayanan Publik (Y) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Pada variabel X2 yaitu variabel Penggunaan Media Sosial Instagram berpengaruh secara parsial terhadap Kualitas Pelayanan Publik (Y) dengan nilai signifikansi 0,004 < 0,05. Selain itu,
64 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 63-82
Adopsi Media Sosial Instagram (X1) dan Penggunaan Media Sosial Instagram (X2) berpengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan dengan nilai Fhitung sebesar 47,635. Sedangkan nilai Sig. F 0.000 < 0.050.
A. PENDAHULUAN
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada bidang pemerintahan menjadi suatu kebutuhan untuk mentransformasi pelayanan pemerintah menjadi lebih mudah diakses, efektif, dan akuntabel. Hal ini terutama berhubungan dengan pencapaian tujuan dari SDGs, yang secara spesifik memuat pembahasan mengenai penguatan institusi. Tujuan yang termuat dalam poin ke-16 dari SDGs, yakni “develop effective, accountable and transparent institution at all levels” dalam poin 16.6, serta “Ensure responsive, inclusive, participatory and representative decision-making at all levels” dalam poin 16.7, dapat dilihat dan diwujudkan melalui pemerintahan elektronik terbuka (open e-government) (Yamin, 2018).
Selain itu, sejak dikeluarkannya Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-government, telah banyak daerah yang menerapkan e- government dalam pelayanan publik, ditandai dengan banyaknya lembaga-lembaga pemerintahan yang mulai memanfaatkan kemajuan teknologi informasi guna diaplikasikan sebagai media dalam memberikan kemudahan penyampaian informasi publik dan kemudahan pelayanan publik (Surdin, 2016). Adanya media sosial sebagai media informasi merupakan bentuk aplikasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menyatakan bahwa negara menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik (Hafidhah et al., 2020).
Ada berbagai macam aplikasi media sosial yang digunakan oleh masyarakat Indonesia.
Instagram merupakan salah satu aplikasi yang cukup populer di kalangan masyarakat baik dari kalangan menengah atas maupun kalangan menengah bawah.
Peneliti juga melakukan telaah pustaka mengenai adopsi dan penggunaan media sosial oleh instansi pemerintah. Menurut Pangestu, T. A., Suryana, C., & Muhaemin, E. (2020) dalam penelitian adopsi inovasi media sosial Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka memberikan hasil bahwa media sosial efektif dalam mempublikasikan informasi, jangkauan luas, biaya operasional lebih murah dan prosesnya lebih mudah. Antusiasme masyarakat dengan media sosial Disparbud Kabupaten Majalengka, berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan. Adapun juga menurut Rahmanto, N. A. (2022) dalam penelitian media sosial dan persepsi publik tentang good governance pada pemerintah daerah di Solo Raya menunjukkan bahwa media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi publik tentang good governance dan ketiga aspeknya. Temuan penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya bahwa penggunaan media sosial dapat meningkatkan transparansi pemerintah dan partisipasi warga.
Menurut data Wearesocial.com sebuah perusahaan media dari Inggris mengeluarkan laporan terbaru mereka terkait penggunaan Instagram sekarang. Dalam laporan berjudul
“Instagram Penetration by Country” Instagram menduduki urutan kedua setelah WhatsApp sebagai platform media sosial yang banyak digunakan di Indonesia Tahun 2022. Selain itu, jumlah pengguna Instagram di Indonesia tahun 2022 yaitu 99,15 juta jiwa (tahun 2021: 85 juta jiwa) (Hootsuite, 2022). Mengingat besarnya potensi masyarakat yang bergabung dengan media sosial, maka pemerintah daerah mau tidak mau harus melakukan adopsi dan
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 63-82 | 65 penggunaan media sosial untuk dapat berkomunikasi serta sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan pubik kepada masyarakat (Pangestu et al., 2020).
Gambar 1. Tampilan Akun Instagram Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan
Sumber: Instagram @dinasperdagangansumsel (2022)
Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan adalah instansi pemerintah yang bertugas dalam bidang perdagangan. Dalam pelaksanaan demokrasi ekonomi yang dilakukan melalui kegiatan perdagangan merupakan penggerak utama dalam pembangunan perekonomian nasional yang dapat memberikan daya dukung dalam meningkatkan produksi dan memeratakan pendapatan serta memperkuat daya saing produk dalam negeri. Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan memberikan pelayanan publik melalui pemberian informasi pada media sosial Instagram. Untuk dapat melakukan pelayanan yang baik dan efektif sangat dibutuhkan peran media sosial dalam proses reformasi birokrasi dan menciptakan pemerintahan yang baik. Dengan adanya tren adopsi media sosial yang muncul di organisasi pemerintah, Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan memiliki akun sosial media Instagram yang menyajikan berbagai informasi sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dengan nama akun @dinasperdagangansumsel. Selain adanya adopsi media sosial, ada faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas pelayanan publik yaitu penggunaan media sosial Instagram. Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan telah melakukan upaya adopsi media sosial, namun dalam pelaksanaannya terdapat permasalahan pada keterbatasan pengunaan media sosial. Karakteristik lembaga pemerintahan seperti Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan cenderung kaku karena terikat dengan berbagai peraturan perundang-undangan membuat penggunaan media sosial oleh pemerintah seperti Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan menjadi cukup berbeda dengan penggunaan oleh perusahaan swasta maupun perorangan. Keterbatasan penggunaan media sosial juga disebabkan oleh kurang responsifnya pihak akun @dinasperdagangansumsel dalam merespon komentar masyarakat, kurangnya tenaga terlatih serta terkadang tidak adanya pegawai yang
66 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 63-82
mendokumentasikan ketika ada kegiatan atau program. Penelitian ini memiliki kebaruan pada Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan yang memberikan pelayanan publik melalui pemberian informasi pada media sosial Instagram. Untuk dapat melakukan pelayanan yang baik dan efektif sangat dibutuhkan peran media sosial dalam proses reformasi birokrasi.
Salah satu upaya yang dilakukan Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik yaitu dengan menerapkan adopsi dan penggunaan media sosial Instagram. Adopsi media sosial Instagram adalah suatu model yang digunakan pemerintah sebagai keputusan untuk memanfaatkan penggunaan teknologi baru melalui media sosial.
Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Media Sosial dan Pelayanan Publik: Pengaruh Adopsi dan Penggunaan Media Sosial Instagram Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adopsi dan penggunaan media sosial instagram terhadap kualitas pelayanan publik di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan.
B. TINJAUAN PUSTAKA Perkembangan Pariwisata
Difusi cepat media sosial telah menarik banyak organisasi pemerintah di seluruh dunia termasuk pemerintah daerah. Media sosial dapat membantu pemerintah daerah untuk menjadi lebih responsif terhadap warga, terlibat dengan masyarakat dan mempromosikan akuntabilitas dan transparansi. Selain itu, media sosial dapat menawarkan penghematan biaya dan fleksibilitas sambil memberikan peluang untuk meningkatkan pemberian layanan dan memperoleh umpan balik yang efektif dan efisien dari masyarakat (Sharif et al., 2013) Penelitian ini memiliki beberapa referensi penelitian terdahulu mengenai adopsi dan penggunaan media sosial oleh instansi pemerintah. Menurut Rahmanto, N. A. (2022) dalam penelitian media sosial dan persepsi publik tentang good governance pada pemerintah daerah di Solo Raya menunjukkan bahwa media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi publik tentang good governance dan ketiga aspeknya. Temuan penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya bahwa penggunaan media sosial dapat meningkatkan transparansi pemerintah dan partisipasi warga. Selain itu, menurut Sutrisno & Mayangsari (2022) dalam penelitian pengaruh penggunaan media sosial Instagram @humasbdg terhadap pemenuhan kebutuhan informasi followers memberikan hasil bahwa variabel penggunaan media sosial (X) berpengaruh signifikan positif terhadap variabel kebutuhan informasi (Y) dengan menggunakan empat dimensi pengunaan media sosial menurut Chris Heuer (dalam Solis, 2010:263) yaitu context, communication, collaboration, dan connection.
Menururt DePietro et al., (1990) dalam (Sharif et al., 2013:5), adopsi adalah keputusan untuk menggunakan sepenuhnya ide, cara-cara baru, gagasan atau produk baru oleh seseorang atau suatu kelompok yang dapat dianggap sebagai cara bertindak yang paling baik.
Pada penelitian ini untuk variabel X1 menggunakan teori adopsi yaitu Teori TOE (Technology-Organization-Environment) oleh Rocco DePietro, Edith Wiarda dan Mitchell Fleischer (1990).Tiga elemen dalam penelitian ini mempengaruhi cara organisasi memandang kebutuhan, pencarian dan pengadopsian teknologi baru (DePietro et al., 1990).
Tabel 1. Dimensi dan Indikator Adopsi yang Digunakan Penulis
Variabel Dimensi Indikator
Adopsi Media Sosial
Teknologi (Technology) 1. Keuntungan relatif 2. Kompabilitas 3. Kompleksitas
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 63-82 | 67
Variabel Dimensi Indikator
Instagram (X1) Organisasi (Organization) 1. Ukuran organisasi
2. Dukungan manajemen puncak 3. Keahlian TIK
4. Infrastruktur TIK Lingkungan (Environment) 1. Lingkungan kompetitif
Sumber: Diolah Oleh Penulis Merujuk Pada Teori TOE (Technology-Organization- Environment) oleh Rocco DePietro, Edith Wiarda dan Mitchell Fleischer (1990)
Croteau dan Hoynes (2002) dalam (Hastrida, 2021:151) menjelaskan media sosial mengunakan teknologi berbasis website atau aplikasi yang dapat mengubah suatu komunikasi ke dalam bentuk dialog interaktif. Beberapa contoh media sosial yang sering digunakan yaitu YouTube, Facebook, Blog, Twitter, dan lain-lain. Media sosial juga dianggap telah membuka kemungkinan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melibatkan publik dalam pekerjaan pemerintah. Pada penelitian ini untuk X2 menggunakan teori dari Crish Heuer dalam (Solis, 2010:263).
Tabel 2. Dimensi dan Indikator Penggunaan Media Sosial Instagram yang Digunakan Penulis
Variabel Dimensi Indikator
Penggunaan media
sosial Instagram
(X2)
Context 1. Kemenarikan informasi pelayanan 2. Kelengkapan informasi pelayanan 3. Keinformatifan informasi pelayanan Communication 1. Isi pesan mudah dimengerti
2. Isi pesan bermanfaat 3. Isi pesan dapat direspon
Collaboration 1. Pandangan tentang pelayanan yang baik
2. Pemberian refrensi pelayanan terhadap pengikut Instagram lainnya
Connection 1. Hubungan yang baik antara pengikut akun Instagram (followers) dan organisasi 2. Hubungan yang dibangun dalam pelayanan
memiliki kenyamanan
Sumber: Diolah Oleh Penulis Merujuk Pada Teori Crish Heuer dalam (Solis, 2010:263) Menurut Xenia Papadomichelaki and Gregoris Mentzas (2011) dalam (Saputra et al., 2018:1795), kualitas pelayanan publik adalah ukuran seberapa bagus tingkat kualitas layanan yang diberikan mampu sesuai dengan ekspektasi masyarakat. Pada penelitian ini untuk variabel Y yaitu kualitas pelayanan publik menggunakan teori E-Govqual. Menurut Xenia Papadomichelaki and Gregoris Mentzas (2011) dalam (Saputra et al., 2018:1795) E-govqual mempunyai enam dimensi, yaitu:
Tabel 3. Dimensi dan Indikator Kualitas Pelayanan yang Digunakan Penulis
Variabel Dimensi Indikator
68 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 63-82
Variabel Dimensi Indikator
Kualitas Pelayanan Publik (Y)
Kemudahan Penggunaan (Ease of Use)
1. Kemudahan dalam mencari akun media sosial Instagram
2. Kemudahan mengingat nama akun media sosial Instagram
Kepercayaan (Trust) 1. Kepercayaan masayarakat terhadap media sosial Instagram sebagai media pelayanan publik
2. Keamanan dan privasi dari media sosial Instagram
Fungsionalitas dari Interaksi Lingkungan (Functionality of The Interaction Environment)
1. Penyajian informasi dan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat
Keandalan (Reliability) 1. Kemampuan untuk melakukan layanan yang dijanjikan secara akurat dan tepat waktu.
2. Ketersediaan media sosial
3. Kecepatan layanan dalam media sosial Isi dan Tampilan Informasi
(Content and Appearance of Information)
1. Kesesuaian pelayanan 2. Warna, grafis, dan animasi
Pendukung (Citizen Support) 1. Kecepatan membalas pertanyaan pengikut akun Instagram
2. Pengetahuan pegawai
Sumber: Diolah Oleh Penulis Merujuk Pada Teori E-govqual Menurut Xenia Papadomichelaki and Gregoris Mentzas (2011) dalam (Saputra et al., 2018:1795)
C. METODE
Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (Sugiyono, 2009:14) metode kuantitatif ialah riset yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan guna mempelajari pada populasi ataupun sampel tertentu, pengumpulan informasi memakai instrumen riset. Analisis informasi bersifat kuantitatif ataupun statistik bertujuan guna menguji hipotesis yang sudah ditetapkan. Dalam mendapatkan data yang diperlukan guna memenuhi proses riset ini, penulis melaksanakan serangkaian aktivitas yang bersumber dari data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui kuisoner dan studi kepustakaan. Populasi dalam penelitian ini yaitu pegawai Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan berjumlah 94 orang. Selain itu populasi dalam penelitian ini juga meliputi semua pengikut akun Instagram
@dinasperdagangansumsel yang berjumlah 2.104 followers. Adapun sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan hasil 48 responden pegawai dan 95 responden followers akun Instagram @dinasperdagangansumsel. Untuk kuisoner pegawai menggunakan probability sampling dengan cara simple random sampling. Penyebaran dan pengumpulan data dengan instrumen kuisoner dalam penelitian ini dilakukan 30 November sampai 6 Desember 2022 yang dilakukan secara langsung ke pegawai. Pada kuisoner untuk followers akun Instagram @dinasperdagangansumsel menggunakan teknik sampling insidental. Pada penyebaran dan pengumpulan data dengan instrumen kuisoner dalam penelitian ini untuk followers dilakukan 28 November sampai 5 Desember 2022 yang disebarkan melalui fitur
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 63-82 | 69 Instagram direct message. Teknik Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji kualitas data, uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji hipotesis serta uji model regresi.
Tabel 4. Pengukuran Jawaban Berdasarkan Skala Likert
Alternatif Jawaban Jawaban Bobot Nilai
Sangat Setuju SS 5
Setuju S 4
Ragu-Ragu RR 3
Tidak Setuju TS 2
Sangat Tidak Setuju STS 1
D. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Kualitas Data
Tabel 5. Hasil Uji Validitas Pegawai Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan
Item Pernyataan
Corrected Item-Total Correlation
(rhitung)
rtabel Keterangan
Adopsi Instagram 1 0,537 0,291 Valid
Adopsi Instagram 2 0,595 0,291 Valid
Adopsi Instagram 3 0,698 0,291 Valid
Adopsi Instagram 4 0,514 0,291 Valid
Adopsi Instagram 5 0,601 0,291 Valid
Adopsi Instagram 6 0,688 0,291 Valid
Adopsi Instagram 7 0,561 0,291 Valid
Adopsi Instagram 8 0,772 0,291 Valid
Adopsi Instagram 9 0,788 0,291 Valid
Adopsi Instagram 10 0,495 0,291 Valid
Adopsi Instagram 11 0,363 0,291 Valid
Adopsi Instagram 12 0,635 0,291 Valid
Adopsi Instagram 13 0,589 0,291 Valid
Penggunaan Instagram1 0,726 0,291 Valid
Penggunaan Instagram 2 0,772 0,291 Valid
Penggunaan Instagram 3 0,719 0,291 Valid
Penggunaan Instagram 4 0,613 0,291 Valid
Penggunaan Instagram 5 0,689 0,291 Valid
Penggunaan Instagram 6 0,719 0,291 Valid
Penggunaan Instagram 7 0,617 0,291 Valid
Penggunaan Instagram 8 0,479 0,291 Valid
Penggunaan Instagram 9 0,744 0,291 Valid
70 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 63-82 Item Pernyataan
Corrected Item-Total Correlation
(rhitung)
rtabel Keterangan
Penggunaan Instagram 10 0,796 0,291 Valid
Kualitas Pelayanan Publik (Pegawai) 1 0,651 0,291 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Pegawai) 2 0,448 0,291 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Pegawai) 3 0,633 0,291 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Pegawai) 4 0,561 0,291 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Pegawai) 5 0,619 0,291 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Pegawai) 6 0,668 0,291 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Pegawai) 7 0,736 0,291 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Pegawai) 8 0,796 0,291 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Pegawai) 9 0,768 0,291 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Pegawai) 10 0,773 0,291 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Pegawai) 11 0,745 0,291 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Pegawai) 12 0,676 0,291 Valid Sumber: Data Primer yang Diolah, 2022
Tabel 6. Hasil Uji Validitas Followers Akun Instagram @dinasperdagangansumsel Item Pernyataan
Corrected Item-Total Correlation
(rhitung)
rtabel Keterangan
Kualitas Pelayanan Publik (Followers) 1 0,675 0,204 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Followers) 2 0,744 0,204 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Followers) 3 0,829 0,204 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Followers) 4 0,799 0,204 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Followers) 5 0,864 0,204 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Followers) 6 0,851 0,204 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Followers) 7 0,901 0,204 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Followers) 8 0,751 0,204 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Followers) 9 0,882 0,204 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Followers) 10 0,741 0,204 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Followers) 11 0,708 0,204 Valid Kualitas Pelayanan Publik (Followers) 12 0,767 0,204 Valid Sumber: Data Primer yang Diolah, 2022
Dalam pengambilan keputusan untuk menguji validitas indikatornya adalah jika rhitung >
rtabel maka butir atau variabel tersebut valid. Untuk hasil analisis dapat dilihat pada output SPSS uji reliabilitas pada bagian corrected item total correlation. Hasil uji validitas pada kuisioner pegawai menunjukkan bahwa terdapat pernyataan yang tidak valid pada item pernyataan adopsi Instagram 14 dengan nilai 0,265 karena nilai corrected ttem total correlation pertanyaan tersebut kurang dari 0,291. Pernyataan yang tidak valid dapat
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 63-82 | 71 dihapus dari kuisioner. Sedangkan berdasarkan hasil tabel 5 diatas menunjukkan bahwa 12 pernyataan kuisioner yang terdapat dalam variabel dependen yaitu kualitas pelayanan publik di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan secara keseluruhan adalah valid.
Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas
No Item Variabel Chronbach's
Alpha Kriteria N of
Items Keterangan
1 Adopsi Instagram (X1) 0,899 0,6 13 Reliabel
2 Penggunaan Instagran (X2) 0,915 0,6 10 Reliabel
3 Kualitas Pelayanan Publik Menurut
Pegawai (Y) 0,921 0,6 12 Reliabel
4 Kualitas Pelayanan Publik Menurut
Followers (Y) 0,958 0,6 12 Reliabel
Sumber: Data Primer yang Diolah, 2022
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur dan menunjukkan sejauh mana alat ukur tersebut dapat dipercaya dan diandalkan dalam penelitian.
Berdasarkan tabel 6 diatas, diketahui bahwa semua pernyataan dari variabel Adopsi Instagram, Penggunaan Instagram, dan Kualitas Pelayanan Publik memiliki nilai Cronbach’s Alpha yang lebih besar dari 0,60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan yang digunakan untuk variabel Adopsi Instagram, Penggunaan Instagram, dan Kualitas Pelayanan Publik dalam penelitian ini adalah reliabel.
Uji Statistik Deskriptif
Tabel 8. Kualitas Pelayanan Publik Menurut Pegawai dan Followers Instagram (N=143)
Report Kualitas Pelayanan Publik
Responden Mean N Std. Deviation
Pegawai 52,19 48 5,060
Followers Instagram 48,52 95 8,893
Total 49,75 143 7,991
Sumber: Data Primer yang Diolah, 2022
Dalam penelitian ini alat uji statistik yang digunakan adalah Compare Means dengan menggunakan program SPSS dimana hasilnya menunjukkan perbedaan penilaian untuk pengguna jasa pelayanan publik, yaitu para stakeholders (pengikut akun Instagram
@dinasperdagangansumsel) dan para pegawai Kantor Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan tabel 7 diketahui bahwa rata-rata kualitas pelayanan publik menurut pegawai sebesar 52,19 dengan standar deviasi 5,060 sedangkan kualitas pelayanan publik menurut followers akun Instagram @dinasperdagangansumsel sebesar 48,52 dengan standar deviasi 8,893. Jadi kualitas pelayanan publik melalui Instagram di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan sebesar 49,75 dengan standar deviasi sebesar 7,991.
Uji Asumsi Klasik
72 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 63-82
Gambar 2. Uji Normalitas Menggunakan Normal Probability Plot (P-Plot)
Sumber: Data Primer yang Diolah, 2022
Hasil pengujian berdasarkan gambar 10 menunjukan bahwa model regresi layak dipakai karena memenuhi asumsi normalitas. Dari gambar 10 dapat disimpulkan bahwa model regresi mempunyai data yang berdistribusi normal dikarenakan data menyebar di sekitar garis diagonal. Distribusi normal akan membentuk suatu garis lurus diagonal. Jika distribusi data adalah normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengkuti garis diagonalnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tersebut memenuhi asumsi normalitas.
Tabel 9. Uji Normalitas Menggunakan Non Parametrik One Sample Kolmogrov-Smirnov
Unstandardized Residual
N 48
Normal Parametersa,b
Mean 0,0000000
Std. Deviation 2,86592835 Most Extreme Differences
Absolute 0,071
Positive 0,067
Negative -0,071
Test Statistic 0,071
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Selain uji normalitas dengan analisis menggunakan Normal Probability Plot (P-P Plot), juga dapat dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Uji Kolmogorov-Smirnov berguna untuk memastikan bahwa model regresi layak dipakai dan memenuhi asumsi normalitas karena dengan analisis grafik terkadang dapat menyesatkan dan secara visual dapat terlihat normal, namun analisis statistik bisa saja tidak normal. Jika signifikansi lebih dari 0,05 maka residual terdistribusi secara normal (Ghozali, 2018:178). Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 8 didapatkan hasil bahwa uji kolmogrov-smirnov dengan nilai signifikansi 0,200
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 63-82 | 73 (Asymp. Sig. (2-tailed)), maka dapat disimpulkan bahwa residual terdistribusi secara normal, karena nilai signifikansi sebesar 0,200 atau lebih dari dari 0,05.
Tabel 10. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa
Model
Unstandardized
Coefficients Standardized
Coefficients t Sig.
Collinearity Statistics
B Std.
Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 1,352 5,343 0,253 0,801
Adopsi_Instagram 0,610 0,093 0,638 6,571 0,000 0,757 1,321 Penggunaan_Instagram 0,365 0,120 0,295 3,041 0,004 0,757 1,321
Sumber: Data Primer yang Diolah, 2022
Berdasarkan tabel 34 diatas perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) menunjukkan nilai VIF Adopsi Instagram adalah 1,321 dan nilai VIF Penggunaan Instagram adalah 1,321. Hal ini menunjukkan tidak ada satu variabel independen pun yang memiliki nilai VIF lebih dari 10. Maka, dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinieritas antara variabel independen dalam model regresi. Adapun juga hasil perhitungan lainnya menunjukkan bahwa nilai Tolerance masing-masing variabel yaitu Adopsi Instagram sebesar 0,757 dan Penggunaan Instagram sebesar 0,757. Ini berarti menunjukkan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai Tolerance kurang dari 0,1. Maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan nilai Tolerance tidak terjadi multikolonieritas dalam model regresi. Hal ini sesuai dengan pernyataan menurut Imam Ghozali (2018: 108), bahwa nilai yang umum digunakan untuk menilai adanya multikolinieritas adalah jika nilai VIF ≤ 10 atau nilai Tolerance ≥ 0,1.
Tabel 11. Uji Heterokedastisitas
Sumber: Data Primer yang Diolah, 2022
74 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 63-82
Tabel 12. Hasil Uji Spearman untuk Heterokedastisitas Correlations
Adopsi_
Penggunaan_
Unstandardized Residual Spearman's rho Adopsi_Instagram Correlation
Coefficient 1,000 .548** 0,091
Sig. (2-tailed) 0,000 0,540
N 48 48 48
Penggunaan_Instagram Correlation
Coefficient .548** 1,000 0,076
Sig. (2-tailed) 0,000 0,608
N 48 48 48
Unstandardized Residual
Correlation
Coefficient 0,091 0,076 1,000
Sig. (2-tailed) 0,540 0,608
N 48 48 48
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber: Data Primer yang Diolah, 2022
Pengujian asumsi heterokedastisitas dapat dilihat berdasarkan scatterplot. Residual dikatakan memiliki ragam yang homogen apabila titik-titik residual pada scatterplot menyebar secara acak (Ghozali, 2018:139). Selain itu, uji dengan gambar scatterplot dapat menyesatkan bila jumlah data sedikit. Maka dari itu itu diperlukan pengujian lebih akurat yaitu dengan menggunakan metode spearman. Dapat dilihat pada table 11 bahwa nilai sig adopsi Instagram sebesar 0,540 dan nilai sig penggunaan Instagram sebesar 0,608. Maka dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung adanya heterokedastisitas.
Uji Hipotesis
Tabel 13. Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb
Model R R Square Adjusted
R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,824a ,679 ,665 2,929
a. Predictors: (Constant), Penggunaan_Instagram, Adopsi_Instagram b. Dependent Variable: Kualitas_Pelayanan Publik
Sumber: Data Primer yang Diolah, 2022
Berdasarkan tabel 12 diatas, besarnya nilai koefisien korelasi ditunjukan pada kolom R yaitu 0,824. Berdasarkan perhitungan diatas, menunjukan bahwa ukuran kekuatan hubungan linear antara variabel independen (adopsi Instagram dan penggunaan Instagram) dan variabel dependen (kualitas pelayanan publik) berada pada korelasi yang kuat.
Kemudian, besarnya nilai koefisien determinasi dalam persentase yaitu:
Kd = R2 x 100%
Kd = 0,679 x 100%
Kd = 67,90%
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 63-82 | 75 Berdasarkan tabel 12 di atas, besarnya nilai koefisien determinasi ditunjukkan pada kolom R Square yaitu 0,679. Berdasarkan perhitungan di atas, besarnya koefisien determinasi sebesar 67,90%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel dependen Kualitas Pelayanan Publik dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen dalam penelitian ini (Adopsi Instagram dan Penggunaan Media Sosial Instagram) sebesar 67,90%. Jadi sumbangan variabel independen sebesar 67,90%. Sedangkan sisanya sebesar 32,10% (100%-67,90%) dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam variabel independen penelitian ini.
Adapun faktor-faktor lain yang tidak dapat disertakan dalam variabel independen penelitian ini dapat dilihat pada beberapa penelitian terdahulu. Menurut Amin (2020) dalam penelitian terkait Pengaruh Profesionalisme Aparatur Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Bidang Administrasi Pemerintahan, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial aspek dari profesionalisme aparat kelurahan memiliki pengaruh positif serta signifikan dan berhubungan secara kontributif terhadap kualitas pelayanan publik. Upaya untuk mewujudkan good governance membutuhkan faktor profesionalisme dari aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan publik. Profesionalisme disini lebih menekan kepada kemampuan, keterampilan serta keahlian aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang responsif, transparansi, efektivitas serta efesien. Profesionalisme ialah gambaran keahlian serta kemampuan aparatur yang bisa berjalan efektif apabila didukung dengan kesesuaian tingkat pengetahuan atas dasar latar belakang pendidikan dengan beban kerja yang menjadi tanggung jawabnya dan juga sebagai cerminan potensi diri yang dimiliki aparatur, baik dari aspek kemampuan ataupun aspek tingkah laku yang mencakup loyalitas, inovasi, produktivitas serta kreatifitas.
Selain itu, menurut Muazansyah (2018) dalam penelitian Pengaruh Kemampuan Kerja (Work Ability) dan Kualitas Kerja (Work Quality) Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan menunjukkan bahwa kemampuan kerja (work ability) dan kualitas kerja (work quality) berpengaruh signifikan dan positif terhadap pelayanan publik di Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan. Dalam hal ini, kemampuan kerja menjadi hal penting yang harus dimiliki oleh pegawai aparatur sipil negara sebagai pelaksana penyelenggara pelayanan publik. Menurut Robbins (2008) kemampuan kerja merupakan kapasitas individu untuk melaksanakan berbagai tugas dalam pekerjaan tertentu. Kemampuan dalam bekerja seorang Pegawai Aparatur Sipil Negara mutlak dimiliki oleh Pegawai Aparatur Sipil Negara sehingga aktivitas atau pekerjaan yang menjadi tanggungjawab mereka dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Kemampuan kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara ditentukan dari kemampuan pengetahuan, kemampuan keterampilan serta kemampuan sikap. Kualitas kerja di dalam organisasi publik merupakan jawaban berhasil atau tidaknya sebuah organisasi dalam menciptakan dan menumbuhkan perilaku para pegawai untuk melihat apakah tugas, fungsi dan tanggungjawab serta tujuan-tujuan apakah sudah tercapai secara optimal. Seperti yang dikemukakan oleh Hao (2013) bahwa kualitas kerja merupakan keandalan dalam pelaksanaan tugas sehingga terlaksana mutu yang tinggi, waktu yang tepat, cermat dan dengan prosedur yang mudah dipahami oleh pegawai yang mempunyai tanggungjawab besar terhadap tugas-tugas dan kewajiban yang diberikan.
Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas kerja (work quality) memiliki peran penting dalam peningkatan kinerja pelayanan publik pada Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan, sehingga apabila Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan ingin meningkatkan kualitas pelayanan publik maka sangat penting untuk memperhatikan kualitas kerja pegawai yang akan dapat menunjang hasil kinerja para pegawai tersebut dalam memberikan pelayanan.
76 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 63-82
Tabel 14. Hasil Uji t (Parsial) Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B
Std.
Error Beta
1 (Constant) 1,352 5,343 0,253 0,801
Adopsi_Instagram 0,610 0,093 0,638 6,571 0,000
Penggunaan_Instagram 0,365 0,120 0,295 3,041 0,004
a. Dependent Variable: Kualitas_Pelayanan Publik
Sumber: Data Primer yang Diolah, 2022 Hasil Uji hipotesis adalah sebagai berikut:
1. Pengaruh Variabel Adopsi Instagram Terhadap Kualitas Pelayanan Publik
Ho : Tidak terdapat pengaruh antara variabel adopsi terhadap variabel kualitas pelayanan publik secara parsial.
Ha : Terdapat pengaruh antara variabel adopsi terhadap variabel kualitas pelayanan publik secara parsial.
Berdasarkan tabel 13, besarnya thitung variabel X1 terhadap Y adalah sebesar 6,571. Hal tersebut berarti bahwa thitung > ttabel (6,571 > 2,014). Nilai signifikansinya 0,000 < 0,05.
Berdasarkan perhitungan tersebut maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa variabel X1 yaitu variabel Adopsi Instagram berpengaruh secara parsial terhadap Kualitas Pelayanan Publik (Y) dengan nilai signifikansi < 0,05 yang berarti berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y.
Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan, hal ini serupa dengan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Pujani et al., (2019) terkait kesiapan mengadopsi sistem informasi pada rumah sakit pemerintah di Kota Padang yang menyimpulkan bahwa hasil pengujian 6 hipotesis dihasilkan semua faktor tersebut memilki hubungan yang signifikan dalam mengadopsi e-health di RS. Penggunaan teknologi informasi dalam aspek kesehatan sudah menjadi kebutuhan begitu penting terkait juga dengan pemahaman, kemampuan dan sumberdaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Teknologi internet dan teknologi kesehatan lainnya menyediakan media baru untuk menghubungkan antara sistem informasi kesehatan, pelayanan kesehatan masyarakat dan dunia usaha untuk saling bekerjasama. Teknologi informasi kesehatan (e-health) merupakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang mendukung kegiatan dibidang kesehatan yang mencakup pelayanan, perawatan, literasi, penelitian pendidikan dan pengetahuan kesehatan. Sehingga dalam melakukan adopsi teknologi informasi, pihak RS memperhatikan faktor kesiapan kegiatan pokok (core), kesiapan struktur teknologi (structural), kesiapan untuk berkolaborasi secara internal dan external (societal), kesiapan untuk mengoperasikan sistem (engagement), memiliki usaha untuk menggunakan sistem (effort) serta memilki harapan kinerja (performance expected) yang akan diperoleh ketika menggunakan e-health di RS masing- masing.
Adopsi media sosial Instagram berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan. Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan dalam melakukan pelayanan publik dituntut untuk dapat menciptakan suatu ide atau inovasi pelayanan supaya kepuasan suatu masyarakat dapat terjamin. Media sosial menjadi solusi yang sangat berperan penting untuk optimalisasi sebuah sistem kerja pemerintah dalam
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 63-82 | 77 meningkatan kualitas pelayanan publik, salah satunya melalui media sosial Instgaram.
Dengan adanya adopsi media sosial ini digunakan oleh Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan untuk strategi dan alternatif yang efektif dalam pelayanan prima kepada masyarakat dalam mencapai tujuan dari birokrasi itu sendiri. Peran media sosial pada pemerintahan telah menjadi salah satu trend di electronic government atau yang sering disebut dengan e- goverment. Eksistensi dari sosial media di sektor pemerintahan menjadi salah satu jembatan yang dapat menghubungkan pemerintahan dan masyarakat secara umum.
Dalam penelitian yang dilakukan di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, dapat dilihat bahwa sebagian besar dari responden pegawai menyatakan sangat setuju bahwa adanya adopsi media sosial Instagram, pelayanan publik menjadi mudah dilakukan. Informasi dari Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan dapat disebarkan secara terbuka kepada masyarakat melaui akun Instagram @dinasperdagangansumsel. Para pegawai merasa bahwa Instagram merupakan media sosial yang cocok dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Media sosial Instagram @dinasperdagangasumsel juga konsisten dalam melakukan pelayanan publik. Sebagian besar pegawai Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan juga sudah mengerti dan bisa menggunakan Instagram.
Dalam memulai adopsi juga dibutuhkan dukungan dari manajemen puncak untuk memberikan pengaruh pada perilaku pegawai dalam organisasi dan memotivasi seluruh pegawai organisasi untuk berpartisipasi dalam proses adopsi teknologi yang dapat tercermin pada Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan yang berperan aktif dalam Instagram @dinasperdagangansumsel dan mendukung adopsi Instagram sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain itu dalam melakukan adopsi, pegawai juga siap dalam memanfaatkan teknologi yang didukung oleh penyediaan komputer dan jaringan yang mencukupi kebutuhan di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan serta dengan adanya adopsi teknologi maka penyediaan layanan melalui Instagram dapat meningkatkan transparansi dan menghindari ketidakpercayaan publik.
2. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Ho : Tidak terdapat pengaruh antara variabel penggunaan media sosial Instagram
terhadap variabel kualitas pelayanan publik secara parsial.
Ha : Terdapat pengaruh antara variabel penggunaan media sosial Instagram dengan variabel kualitas pelayanan publik secara parsial.
Berdasarkan tabel 13, besarnya thitung variabel X2 terhadap Y adalah sebesar 3,041. Hal tersebut berarti bahwa thitung > ttabel (3,041 > 2,014). Nilai signifikansinya 0,004 < 0,05.
Berdasarkan perhitungan tersebut maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa variabel X2 yaitu variabel Penggunaan Media Sosial Instagram berpengaruh secara parsial terhadap Kualitas Pelayanan Publik (Y) dengan nilai signifikansi < 0,05 yang berarti berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y.
Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan, hal ini serupa dengan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Kosali (2020) yaitu Penerapan e-government di kantor Kelurahan Plaju Ulu Kecamatan Plaju Kota Palembang sangat berperan penting yaitu untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dalam melayani masyarakat agar pelayanan publik dapat diakses secara mudah, cepat, dan transparan. Implementasi electronic government telah diterapkan di kantor Kelurahan Plaju Ulu Kecamatan Plaju Kota Palembang dengan menilai 5 indikator yaitu mudah diakses, pelayanan harus selalu tersedia, keamanan dan kepercayaan masyarakat, hubungan dan biaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang kuat implementasi electronic government terhadap kualitas pelayanan di kantor Kelurahan Plaju Ulu Kecamatan Plaju Kota Palembang. Artinya apabila implementasi electronic government
78 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 63-82
semakin baik, maka kualitas pelayanan di kantor Kelurahan Plaju Ulu Kecamatan Plaju Kota Palembang juga akan semakin baik.
Penggunaan media sosial Instagram berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan. Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik menggunakan media sosial Instagram.
Adanya media sosial Instagram pada Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan membuat pemerintah menjadi lebih responsif dan transparan, mempromosikan kemitraan pemerintah lebih efisien, dan memberdayakan warga dengan membuat pengetahuan dan sumber daya lainnya dapat diakses secara langsung. Penggunaan media sosial ini dapat mendekatkan hubungan dengan masyarakat yang pada akhirnya meningkatkan partisipasi masyarakat dan meningkatkan reputasi Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam penelitian yang dilakukan di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, dapat dilihat bahwa sebagian besar dari responden pegawai menyatakan sangat setuju bahwa informasi pelayanan publik pada Instagram @dinasperdagangansumsel dibuat sangat menarik, lengkap, informatif dan mudah dimengerti masyarakat agar bermanfaat dalam penyebaran infromasi untuk masyarakat. Dengan adanya media sosial Instagram
@dinasperdagangansumsel terdapat caption postingan yang bertujuan agar informasi disampaikan secara jelas dan rinci. Pegawai juga mendukung penggunaan Instagram dan memberikan pandangan yang baik dalam postingan Instagram @dinasperdagangansumsel.
Dalam penggunaan Instagram ini pegawai dapat memberikan referensi tambahan kepada admin Instagram mengenai pelayanan dalam pemberian informasi. Selain itu, dengan terus menjalankan penggunaan media sosial melalui Instagram dibutuhkannya pemeliharaan hubungan yang sudah terbina. Bisa dengan melakukan sesuatu yang bersifat berkelanjutan dengan menjalin hubungan baik sehingga pengguna atau followers akun Instagram
@dinasperdagnagansumsel merasa lebih dekat dengan Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan.
Tabel 15. Hasil Uji F (Simultan) ANOVAa
Model
Sum of
Squares df Mean
Square F Sig.
1 Regression 817,276 2 408,638 47,635 .000b
Residual 386,037 45 8,579
Total 1203,313 47
a. Dependent Variable: Kualitas_Pelayanan Publik
b. Predictors: (Constant), Penggunaan_Instagram, Adopsi_Instagram Sumber: Data Primer yang Diolah, 2022
Ho = Secara bersama sama adopsi dan penggunan media sosial Instagram tidak berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan.
Ha = Secara bersama sama adopsi dan penggunan media sosial Instagram berpengaruh terhadap kualitas pelayanan pubik di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan.
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 63-82 | 79 Berdasarkan Tabel 38 nilai Fhitung sebesar 47,635. Sedangkan Ftabel (α = 0.05 ; db regresi
= 2 : db residual =45) adalah sebesar 3,20. Karena Fhitung > Ftabel yaitu 47,635 > 3,20 atau nilai Sig. F (0,000) <α = 0,05 maka model analisis regresi adalah signifikan. Kesimpulan dapat diperoleh dari perbandingan nilai sig dengan taraf signifikansi (α) adalah (0,000) jadi dapat dilihat bahwa perbandingan nilai sig < a (0,000 < 0,05). Karena nilai sig < α mempunyai probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak.
Artinya, kedua variabel independen yaitu Adopsi Instagram (X1) dan Penggunaan Instagram (X2) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap variabel dependen Kualitas Pelayanan Publik (Y). Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan, hal ini serupa dengan penelitian yang dilakukan oleh Rahmanto (2022) mengenai adanya suatu keputusan atau adopsi dari pemerintah untuk mulai menjalankan media sosial yang menawarkan berbagai kemudahan berkomunikasi untuk membangun hubungan yang interaktif antara warga negara dan pemerintah serta sebagai peningkatan akses, penyampaian layanan dan informasi pemerintah kepada masyarakat. Didorong oleh meningkatnya harapan warga dan kebutuhan inovasi pemerintah, penggunaan media sosial dalam meingkatkan kualitas pelayanan publik telah menjadi komponen kunci dari pemerintahan electronic government atau e-government.
Pemerintah menyadari pentingnya menyediakan layanan secara online dengan berbagai situs dan aplikasi yang terkoneksi internet guna meningkatkan kinerja layanan pemerintah yang diberikan kepada berbagai pemangku kepentingan (warga negara, bisnis dan pemerintah itu sendiri).
Dalam penelitian yang dilakukan di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, dapat dilihat bahwa nama akun Instagram @dinasperdagangansumsel dibuat dengan nama yang mudah diingat dan nama akun dapat ditemukan dengan mudah. Instagram
@dinasperdagangansumsel juga dapat berperan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam pelayanan publik. Pihak Dinas Perdagangan melalui akun Instagram
@dinasperdagangansumsel dapat menjaga keamanan dan privasi masyarakat dalam melakukan pelayanan publik. Adapun juga informasi yang ditampilkan dibuat dengan lengkap, tepat, rinci dan terbaru sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui adopsi dan penggunaan Instagram dibutuhkan citizen support yaitu admin Instagram yang membalas pertanyaan pengikut akun Instagram baik melalui kolom komentar postingan ataupun direct message dengan cepat serta adanya pegawai yang memiliki pengetahuan dalam memberi informasi terkait pelayanan publik pada media sosial Instagram. Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa Adopsi Instagram (X1) dan Penggunaan Instagram (X2) secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap Kualitas Pelayanan Publik (Y). Jika adopsi dan penggunaan Instgaram meningkat maka, kualitas pelayanan publik juga akan meningkat.
Uji Model Regresi
Tabel 16. Hasil Regresi Linier Berganda Coefficientsa
Model
Unstandardized
Coefficients Standardized
Coefficients t Sig.
Collinearity Statistics B Std.
Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 1,352 5,343 0,253 0,801
Adopsi_Instagram 0,610 0,093 0,638 6,571 0,000 0,757 1,321
80 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 63-82
Penggunaan_Instagram 0,365 0,120 0,295 3,041 0,004 0,757 1,321
Sumber: Data Primer yang Diolah, 2022
Berdasarkan tabel 16 diatas dapat diperoleh persamaan linier berganda sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2 + e
Y = 1,325 + 0,610X1 + 0,365X2
Persamaan regresi linier berganda dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Nilai konstanta sebesar 1,325 yang berarti jika Adopsi Instagram (X1) dan Penggunaan Instagram (X2) bernilai 0, maka Kualitas Pelayanan Publik (Y) bernilai positif adalah sebesar 1,325.
2. Nilai koefisiensi regresi variabel Adopsi Instagram (X1) adalah sebesar adalah sebesar 0,610. Hal ini berarti apabila terjadi peningkatan sebsar 1% pada Adopsi Instagram (X1), maka Kualitas Pelayanan Publik (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,610 dengan asumsi bahwa variabel bebas dianggap konstan atau tetap.
3. Nilai koefiensi variabel Penggunaan Instgram (X2) adalah sebesar 0,365. Hal ini berarti apabila terjadi peningkatan 1% pada Penggunaan Instagram (X2), maka Kualitas Pelayanan Publik (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,365 dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya konstan atau tetap.
Berdasarkan interprestasi tersebut, dapat diketahui bahwa adopsi dan penggunaan media sosial Instagram berpengaruh positif terhadap kualitas pelayanan publik. Dengan kata lain, bahwa jika adopsi dan penggunaan media sosial instagram meningkat maka akan diikuti dengan adanya peningkatan kualitas pelayanan publik. Adopsi dan penggunaan media sosial Instagram yang dijalankan dengan baik akan memberikan dampak positif bagi kualitas pelayanan publik di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan. Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan memberikan pelayanan publik melalui pemberian informasi pada media sosial Instagram. Untuk dapat melakukan pelayanan yang baik dan efektif sangat dibutuhkan peran media sosial dalam proses reformasi birokrasi dan menciptakan pemerintahan yang baik. Upaya yang dilakukan Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik yaitu dengan menerapkan adopsi media sosial Instagram sebagai keputusan untuk memanfaatkan penggunaan teknologi baru melalui media sosial. Dengan adanyan tren adopsi media sosial yang muncul di organisasi pemerintah, Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan memiliki akun sosial media Instagram dan sampai sekarang aktif menggunakan serta menyajikan berbagai informasi sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dengan nama akun
@dinasperdagangansumsel.
E. PENUTUP
Adopsi Media Sosial Instagram memiliki pengaruh terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan. Hasil penelitian ini dibuktikan dengan besarnya thitung variabel X1 terhadap Y adalah sebesar 6,571. Hal tersebut berarti bahwa thitung
> ttabel (6,571 > 2,014). Nilai signifikansinya 0,000 < 0,05. Adapun pada Penggunaan Media Sosial Instagram memiliki pengaruh terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan. Hasil penelitian ini dibuktikan dengan besarnya thitung variabel X2 terhadap Y adalah sebesar 3,041. Hal tersebut berarti bahwa thitung > ttabel
(3,041 > 2,014). Nilai signifikansinya 0,004 < 0,05. Berdasarkan perhitungan tersebut maka Ho ditolak dan Ha diterima. Adopsi Media Sosial Instagram (X1) dan Penggunaan Media Sosial Instagram (X2) berpengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan. Hasil penelitian ini dibuktikan dengan nilai Fhitung > F tabel yaitu 47,635 > 3,20 atau nilai Sig. F (0,000) <α = 0,05
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 63-82 | 81 maka model analisis regresi adalah signifikan. Karena nilai sig < α mempunyai probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya, kedua variabel independen yaitu Adopsi (X1) dan Penggunaan Media Sosial Instagram (X2) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap variabel dependen Kualitas Pelayanan Publik (Y). Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa Adopsi Instagram (X1) dan Penggunaan Instagram (X2) secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap Kualitas Pelayanan Publik (Y).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, dapat dilihat bahwa nama akun Instagram @dinasperdagangansumsel dibuat dengan nama yang mudah diingat dan nama akun dapat ditemukan dengan mudah. Instagram
@dinasperdagangansumsel juga dapat berperan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam pelayanan publik. Pihak Dinas Perdagangan melalui akun Instagram
@dinasperdagangansumsel dapat menjaga keamanan dan privasi masyarakat dalam melakukan pelayanan publik. Adapun juga informasi yang ditampilkan dibuat dengan lengkap, tepat, rinci dan terbaru sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui adopsi dan penggunaan Instagram dibutuhkan citizen support yaitu admin Instagram yang membalas pertanyaan pengikut akun Instagram baik melalui kolom komentar postingan ataupun direct message serta adanya pegawai yang memiliki pengetahuan dalam memberi informasi terkait pelayanan publik pada media sosial Instagram. Jika adopsi dan penggunaan Instgaram meningkat maka, kualitas pelayanan publik juga akan meningkat. Adapun saran yang dapat peneliti usulkan kepada Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan yaitu pada kualitas pelayanan publik menurut penilaian dari followers akun Instagram @dinasperdagangansumsel dalam penelitian ini mengenai indikator admin Instagram membalas pertanyaan pengikut akun Instagram baik melalui kolom komentar postingan ataupun direct message dengan cepat mendapat rata-rata penilaian yang paling rendah dari responden. Oleh karena itu, diharapkan admin Instagram agar lebih sigap dalam membalas komentar maupun direct message dari masyarakat. Dengan adanya kecepatan suatu pelayanan pada Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan akan menimbulkan suatu kesan atau nilai baik dari masyarakat.
REFERENSI
Amin, M. (2020). Pengaruh Profesionalisme Aparatur Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Bidang Administrasi Pemerintahan. Public Policy (Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik &
Bisnis), 1(2), 137–152. https://doi.org/10.51135/publicpolicy.v1.i2.p137-152
DePietro, R., Wiarda, E., & Fleischer, M. (1990). The Context for Change: Organization, Technology and Environment: Lexington, MA: Lexington Books.
Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivriate dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hafidhah, H., Herli, M., & Arifin, M. (2020). Peran Media Sosial dalam Menunjang Kinerja dan Popularitas Institusi Perguruan Tinggi. Jurnal Serambi Ilmu, 21(1), 1–17.
https://doi.org/10.32672/si.v21i1.1786
Hastrida, A. (2021). Proses Pengelolaan Media Sosial Pemerintah : Manfaat Dan Risiko.
Jurnal Penelitian Komunikasi Dan Opini Publik, 25(2), 149–165.
Hootsuite. (2022). Indonesian Digital Report 2022. We Are Social. https://wearesocial.com Kosali, A. Y. (2020). Pengaruh Implementasi Electronic Government (E-Government) Dalam
Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pada Kelurahan Plaju Ulu Kecamatan Plaju Kota Palembang. Jurnal Ilmiah Manajemen Terminal Informasi Ilmiah, 12(2), 1–70.
82 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 63-82
Muazansyah, I. (2018). Pengaruh Kemampuan Kerja (Work Ability) Dan Kualitas Kerja (Work Quality) Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Didinas Sosial Kabupaten Bangkalan. Aplikasi Administrasi: Media Analisa Masalah Administrasi, 21(1), 48.
https://doi.org/10.30649/aamama.v21i1.98
Pangestu, T. A., Suryana, C., & Muhaemin, E. (2020). Adopsi Inovasi Media Sosial Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka. Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 3(3), 33–52.
Pujani, V., Sermiaty, R., & Tri Wahyu Kotama, D. (2019). Kesiapan Mengadopsi Sistim Informasi Pada Rumah Sakit Pemerintah di Kota Padang. Jurnal Nasional Teknologi Dan Sistem Informasi, 5(1), 9–16. https://doi.org/10.25077/teknosi.v5i1.2019.9-16 Rahmanto, N. A. (2022). Media Sosial dan Persepsi Publik tentang Good Governance pada
Pemerintah Daerah di Solo Raya. Ilmu Komunikasi, 20(1), 88–100.
Saputra, R. A., Suprapto, & Rachmadi, A. (2018). Penilaian Kualitas Layanan E-Government Dengan Pendekatan Dimensi EGovqual dan Importance Performance Analysis (IPA) (Studi Kasus Pada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat). Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 2(5), 1794–1802.
Sharif, M., Davidson, R., & Troshani, I. (2013). Exploring Social Media Adoption in Australian Local Government Organizations. International Conference on Information Resources Management (CONF-IRM), 1–14. http://aisel.aisnet.org/confirm2013/29/
Solis, B. (2010). Engage: The Complete Guide for Brands and Business to Build Cultivate and Measure Success on The Web. John Wiley & Sons.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Surdin, J. (2016). Analisis Kelayakan Implementasi E-Government Dalam Pelayanan Publik Di Bidang Keagrariaan Di Kabupaten Pinrang. Jurnal Komunikasi KAREBA, 5(1), 178–
191. https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/1892/1057
Sutrisno, A. P., & Mayangsari, I. D. (2022). Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram
@Humasbdg Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Followers. Jurnal Common, 5(2), 118–133. https://doi.org/10.34010/common.v5i2.5143
Yamin, M. (2018). Analisis Open Government dan e-Government di Indonesia Berdasarkan Kerangka Kerja Sustainable Development Goals: Studi Kasus Desa Melung, Kabupaten Banyumas. Jurnal Hubungan Internasional, 7(2), 133–142.
https://doi.org/10.18196/hi.72137