• Tidak ada hasil yang ditemukan

(1)BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 4.1 Profil Partai Gerindra Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) merupakan partai politik yang ada di Indonesia sejak tahun 2008

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "(1)BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 4.1 Profil Partai Gerindra Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) merupakan partai politik yang ada di Indonesia sejak tahun 2008"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 4.1 Profil Partai Gerindra

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) merupakan partai politik yang ada di Indonesia sejak tahun 2008. Gerindra terbentuk dari hasil pemikiran Fadli Zon dengan seorang perngusaha bernama Hashim Djojohadikusumo. Tujuan awal dibentuknya Partai Gerindra adalah untuk membantu rakyat dari jerat kemiskinan akibat dari orang- orang yang tidak peduli pada kesejahteraan. Suhardi diangkat sebagai Ketua Umum pertama dengan periode menjabat tahun 2008 — 2014. Ia mengakhiri jabatannya karena meninggal dunia, kemudian digantikan oleh Prabowo Subianto dengan periode menjabat tahun 2014 — sekarang.

Gerindra terbentuk karena keresahan mengenai pemerataan ekonomi masyarakat Indonesia. Hingga terciptalah visi partai yaitu dalam menciptakan kesejahteraan serta keadilan dalam nilai nilai kebangsaan serta ketuhanan yang berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Misinya ialah mempertahankan kedaulatan NKRI; membangun ekonomi rakyat yang berkelanjutan;

membentuk tatanan sosial; menegakkan kesetaraan hukum; serta mendominasi kekuasaan pada tiap pemilu.

Tugas dan fungsi partai gerindra memiliki persamaan antar satu dengan lainnya, seperti: mengaplikasikan serta menuntun masyarakat sesuai dengan nilai-nilai pancasila serta UUD 1945; mempertahankan cita-cita negara; meningkatkan kehidupan dari aspek politik, agama, sosial budaya, ekonomi, hukum serta ideologi;

memperjuangkan aspirasi rakyat; menjadi medium untuk pembentukan karakter bangsa; mengawasi jalannya penyelenggaraan negara; dan mempersiapkan kader kader politik.

Setiap pada pemilihan umum legistalif 2009, Partai Gerindra selalu mengalami peningkatan pemilih dengan jumlah yang cukup signifikan. Pada tahun 2009 Gerindra sebagai partai baru sudah mendapat 4,6% (26 kursi) di peringkat ke-8, lalu mengalami peningkatan pada tahun 2014 dengan mengisi 11,8% (73 kursi) di peringkat ke-3, dan pada tahun 2019 Gerindra menempati peringkat ke-2 dengan perolehan 13,5% (78 kursi). Nilai elektabilitas Gerindra dapat meningkat drastis karena pada tahun 2014 dan 2019 hanya dua pasangan yang mencalonkan bakal presiden, dan pada saat itu

(2)

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menjadi salah satu partai populer sejak Pemilihan Legislatif 2014. Kini mereka giat menggunakan sosial media sebagai salah satu alat kampanye dan sebagai media untuk mewujudkan strategi politiknya.

Media sosial yang digunakan agar tetap terhubung dengan targetnya seperti: Facebook (Gerindra), Instagram (@gerindra) , Twitter (@gerindra) dan Youtube (GerindraTV).

Gerindra aktif membuat konten tentang visi-misi partai, kegiatan anggota partai, dan kritik terhadap kinerja pemerintah yang dikemas dalam artikel, lalu diunggah di segala platform dan di situs website resminya (http://partaigerindra.or.id/ ).

Berdasarkan hasil perolehan Pemilihan Umum Legislatif tahun 2019, Partai Gerindra menjadi partai kedua terbesar di Indonesia, dan menjadi partai terbesar ketiga yang menempati kursi DPR RI dengan jumlah 78 kursi. Sejak awal terbentuk hingga 2019 Gerindra menjadi partai oposisi, dan menjadi rival PDIP dalam pemilu 2019.

Setelah pemilu selesai diselenggarakan, Gerindra bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju mengikuti Presiden Joko Widodo hingga kini.

. PDIP(238) . Golkar (85) . Gerindra (78) . Nasdem (59) . PKB (58) . PAN (44) . PPP (19)

Oposisi (104): . Demokrat (54) . PKS (50)

Gambar IV. 1 Gambar ilustrasi perolehan kursi legislatif 2019

4.2 Gambaran Umum Akun Twitter @gerindra

Akun @gerindra merupakan salah satu akun Twitter partai politik yang ada di Indonesia. Akun yang mulai bergabung pada bulan Oktober 2011, kini memiliki 641.889 pengikut, dan 121.353 tweet (data per 3 Oktober 2022). Pada biografi dalam profil terdapat keterangan bertuliskan slogan Gerindra, yaitu “Kalau bukan kita, siapa lagi? kalau bukan sekarang, kapan lagi?” kemudian disambung dengan kalimat ajakan

“Ikuti terus perjuangan Partai Gerakan Indonesia Raya dalam membangun Indonesia berdikari”. Pada profil juga diselipkan tautan yang langsung terhubung ke website Gerindra.

(3)

Ditinjau dari teknik komunikasi Partai Gerindra tahun 2014 - 2019, pemilihan kata serta konteks pembahasannya cukup berbeda. Sebelumnya, Partai Gerindra dikenal sebagai partai yang formal dan informasi yang disampaikan cenderung menyudutkan dan mengintimidasi. Tak jarang akun tersebut menjadi bahan hujatan oleh masyarakat. setiap tweet yang diunggah, akan mendapat balasan bersifat negatif pada kolom komentarnya.

Menjelang pemilu 2019, Partai Gerindra menjadi salah satu akun media sosial yang aktif dalam membuat konten-konten dalam media sosial Facebook, Twitter, Instagram, dan Youtube. Konten yang diunggah didominasi pada konten yang bersifat provokatif serta kritik mengenai program pemerintah oposisi yang dinilai gagal.

Program rezim pemerintah yang dimaksud ialah dikala kepemimpinan Joko Widodo pada periode 2014-2019. Gerindra datang dengan mengkampanyekan tawaran dan janji-janji untuk memperbaiki kegagalan periode sebelumnya.

Konten propaganda dari Gerindra menunjukkan adanya rasa khawatir terhadap lawannya dalam pilpres. Pesan Propaganda dibangun dari upaya mengkampanyekan visi serta misi untuk menunjukkan rencana jangka panjang bila Gerindra memenangkan Pemilu 2019. Dalam kampanyenya di media sosial, gerindra memua konten yang menunjukkan kegiatannya dalam mengabdi kepada masyarakat, namun tetap diselipi konten berupa sindiran, serta kritik terhadap rezim pemerintahan.

Setelah pemilihan presiden, Gerindra melakukan perubahan gaya bahasanya.

Mereka tidak lagi membahas bahasan politik yang kaku dan mengintimidasi, namun lebih menempatkan penggunaan bahasa sesuai dengan target pemilih mereka. Partai Gerindra mampu melihat peluang dalam menarik perhatian para pengguna Twitter dengan usia 16-24 tahun. Hingga kini, interaksi antar akun Partai Gerindra dengan audience-nya terjalin cukup baik.

Tak jarang Gerindra masuk ke dalam pembahasan di kolom trending, selain itu Gerindra juga sering muncul dan dibahas akun di menfess (mention confess) bot dan akun base. Menfess bot adalah akun yang dapat mengunggah tweet yang ingin disampaikan tanpa mengungkap identitas pengirim. Contoh menfess yang sering membahas Partai Gerindra seperti @tanyakanrl. Sedangkan base adalah sebuah akun yang mengumpulkan orang-orang yang memiliki kesukaan atau hobi yang sama, contohnya seperti akun @convomf. Menfess dan base tersebut banyak diikuti oleh generasi Z, dan akun Gerindra sering membalas cuitan dari akun tersebut dengan

(4)

Berikut adalah jumlah konten yang diunggah; jumlah rata-rata likes yang didapat; dan jumlah peningkatan pengikut pada Partai Gerindra:

Tabel IV. 1 Rekap jumlah tweet pada tahun 2019-2022

Tahu n

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

2019 1.2 65

1.0 18

1.0 73

91 3

458 61 789 786 1.2 80

84 7

1.1 77

77 0 2020 73

6 50 1

75 1

76 0

475 636 824 553 747 47 8

533 31 0 2021 49

8 67 5

10 64

2.4 00

1.295 1.300 887 1.116 854 95 2

1.2 82

62 2 2022 83

8 1.1 36

74 3

82 8

620 815 864 1.086 1.0 07

- - -

Tabel IV. 2 Rata-rata Jumlah likes pada tahun 2019—2022

Tahu n

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

2019 18 21 19 4 2 3 13 8 16 15 19 24

2020 20 20 44 55 43 39 35 17 37 18 37 29 2021 28 36 39 41 33 34 69 104 113 89 95 90

2022 66 82 82 78 67 82 84 83 68 - - -

Tabel IV. 3 Rata-rata Jumlah kenaikan pengikut pada tahun 2019—2022

Tahu n

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

2019 13.

01 4

14.

06 6

14.

90 6

51.

55 3

36.28 4

15.84 3

5.150 2.861 6.4 21

9.6 12

6.1 37

2.9 19

2020 2.8 78

1.4 56

1.9 04

2.6 03

632 180 1.443 750 575 75 8

1.3 50

2.5 78 2021 1.8

46 1.7 05

9.4 03

21.

65 4

-836 767 770 2.200 - 492

4.9 71

7.0 10

5.6 88

(5)

2022 4.9 24

7.1 94

1.0 78

92 0

2.652 1.459 1.749 11.19 8

1.8 19

- - -

Berdasarkan ketiga tabel diatas, jumlah engagement ketika Partai Gerindra merubah gaya bahasanya cenderung meningkat daripada tahun sebelumnya, dan lebih stabil. Ditinjau dari website (https://socialblade.com/twitter/user/gerindra), sebelum tahun 2019, Gerindra pernah mengalami penurunan jumlah pengikut hingga 39.640 dalam sebulan. Gerindra merubah gaya bahasanya ketika pemilu telah dilaksanakan.

Selain perubahan gaya bahasa, gerindra mengalami lonjakan pengikut di tahun 2019 karena pada tahun itu terselenggara pemilihan presiden dan membuat Gerindra semakin dikenal masyarakat.

Referensi

Dokumen terkait

Social media marketing yaitu sebuah kegiatan promosi dalam bentuk pemasaran digital yang menggunakan platform sosial dan situs website seperti instagram, facebook, tiktok, youtube,

Susunan Personalia Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan lndonesia Raya (DPC Partai Gerindra) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Provinsi Sulawesi Utara dengan nama

bahwa penggunaan media sosial instagram hanya sebagai hiburan semata. Selain itu, dia juga mengatakan bahwa apabila ada orang lain yang memblokir. akun media sosial

Penelitian ini tentang keterlibatan konsumen melalui pengalaman perseptual, pengalaman sosial, pengalaman epistemik, dan pengalaman terwujud konsumen di media sosial Facebook

Melalui akun media sosial Instagram @visitbogor, masyarakat atau pengguna media dapat dengan mudah mencari informasi mengenai tempat destinasi wisata dan kuliner di Kota Bogor

Media sosial yang dimiliki layanan telkomsel adalah twitter, facebook dan instagram (Ad, n.d.). Telkomsel Semarang dalam mengembangkan layanan E-Care memiliki akun twitter dan

Peneliti melihat ketiganya hanya aktif pada saat menjelang pemilihan umum yaitu di 2019, ditambah ketiganya tidak mengiklankan unggahan sosial media mereka sehingga peneliti menilai

Media Sosial KPw Bank Indonesia NTT Sumber: Facebook, Instagram, Twitter dan YouTube KPw Bank Indonesia Provinsi NTT Minimnya pemahaman mengenai Cinta, Bangga dan Paham Rupiah