Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kimia Melalui Program Asistensi Mengajar di SMA Negeri 2 Malang
Hayuni Retno Widarti, Silviani, Riza Maulida Rizki, Nafisah Khairunnisa, Vina Dwi Nugrahani
Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang
corresponding author: [email protected]
Abstrak
Kualitas pembelajaran adalah salah satu tolak ukur yang dapat menentukan keberhasilan dari suatu proses kegiatan belajar di kelas. Pembelajaran kimia yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Malang kebanyakan masih menggunakan model konvensional yang berpusat pada guru sehingga mahasiswa kimia Asistensi Mengajar ingin melakukan upaya peningkatan kualitas pembelajaran yang berfokus pada bidang akademik, meliputi tahap observasi, pembuatan perangkat pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan Asistensi Mengajar dilakukan oleh tiga mahasiswa dan satu dosen pembimbing dari prodi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Malang. Hasil program Asistensi Mengajar ini, yaitu pembuatan perangkat pembelajaran (modul ajar dan pemanfaatan teknologi seperti Website, Canva, PhET Simulation, Quizizz, PowerPoint (PPT), dan lainnya sebagai media ajar). Adanya peran mahasiswa kimia Asistensi Mengajar diharapkan membantu guru pamong saat menyampaikan materi dalam proses pembelajaran dengan cara yang lebih variatif dan inovatif serta sesuai dengan kebutuhan siswa.
Kata Kunci: pembelajaran, teknologi, media
Abstract
The quality of learning is one of the benchmarks that can determine the success of a learning process in the classroom. Chemistry learning carried out at SMA Negeri 2 Malang mostly still uses a conventional model that is centered on the teacher so that the Teaching Assistance chemistry students want to make efforts to improve the quality of learning that focuses on academics, including the observation stage, making learning tools, implementing the learning process, and evaluation. The implementation of the Teaching Assistance activities was carried out by three students and one supervising lecturer from the Chemistry Education study program, State University of Malang. The results of this Teaching Assistance program are the creation of learning tools (teaching modules and the use of technology such as Websites, Canva, PhET Simulation, Quizizz, PowerPoint (PPT), and others as
teaching media). The role of Teaching Assistance chemistry students is expected to help supervising teachers when delivering material in the learning process in a more varied and innovative way and according to student needs.
Keywords: learning, technology, media
PENDAHULUAN
Kimia merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang struktur, sifat, komposisi, dan perubahan materi serta energi yang menyertainya. Ilmu Kimia memiliki kontribusi yang besar terhadap perkembangan ilmu-ilmu terapan, seperti farmasi, kesehatan, perikanan, dan pertanian. Sehingga, mata pelajaran kimia menjadi sangat penting untuk dipelajari dan dipahami dengan baik secara konseptual, faktual, dan prosedural (Yola, dkk, 2021). Agustin, dkk (2018), menyatakan bahwa beberapa materi kimia, seperti struktur atom, ikatan kimia, dan konsep asam basa bersifat abstrak dan kompleks. Oleh karena itu, peserta didik cenderung menganggap bahwa kimia merupakan mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari. Anggapan ini mempengaruhi minat dan motivasi siswa dalam mempelajari kimia. Sebab itu diperlukan adanya peningkatan kualitas pembelajaran sehingga mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik.
Menurut Setyosari (2014), menyatakan bahwa kualitas pembelajaran berkaitan dengan keefektifan pembelajaran itu sendiri dalam mencapai tujuan pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran kimia tidak lepas dari peran guru di dalamnya, seperti penggunaan metode dan model pembelajaran yang bervariatif dan media pembelajaran yang menarik dan inovatif diharapkan mampu meningkatkan minat dan motivasi peserta didik dalam mempelajari kimia (Nababan, K., 2023). Semakin tinggi motivasi belajar yang dimiliki peserta didik akan mendorong peserta didik untuk belajar lebih giat sehingga hasil belajarnya meningkat pula (Julyanti, dkk, 2021).
Pembelajaran kimia yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Malang kebanyakan masih menggunakan model konvensional dan metode ceramah yang berpusat pada guru. Meskipun metode ceramah ini memiliki kelebihan, seperti mudah digunakan karena cukup menggunakan lisan dalam penyampaian materi
tanpa perlu persiapan yang rumit, tetapi metode ini juga memiliki kelemahan yang berdampak pada hasil belajar siswa. Penggunaan metode ceramah ini memberikan kesempatan yang minim kepada siswa untuk berdiskusi dalam memecahkan masalah. Selain itu, penggunaan metode ceramah juga kurang memberikan ruang kepada peserta didik dalam mengembangkan kreativitasnya dan mengakibatkan situasi kelas yang monoton sehingga peserta didik cepat bosan ketika pembelajaran (Wirabumi, R., 2020).
Kualitas atau mutu pembelajaran merupakan sebuah proses yang telah dipersiapkan berdasarkan prosedur yang sudah ditetapkan dan juga pembuatan rancangan mengenai apa yang akan dipelajari dan diajarkan terhadap siswa dengan tujuan memperoleh hasil pembelajaran yang baik sesuai dengan yang diharapkan.
Kualitas pembelajaran berperan sebagai suatu penggambaran dari prestasi sekolah guna mempersiapkan potensi manusia yang dapat menghadapi persaingan dunia pendidikan (Napisah & Rasmitadila, 2023). Oleh karena itu, diperlukan kualitas pembelajaran yang bagus untuk mencapai tujuan prestasi yang diharapkan. Kualitas pembelajaran tidak lepas dari adanya peran guru dalam prosesnya, jika kualitas pembelajaran itu buruk maka hal tersebut akan berdampak pada menurunnya prestasi akademik siswa dan sejalan dengan prestasi sekolah. Dengan kualitas pembelajaran yang buruk, siswa akan kesulitan dalam menerima pembelajaran dan juga dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilannya, yang mana hal tersebut penting dalam peningkatan prestasi.
Selain peran guru dalam proses pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran juga berpengaruh pada peningkatan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran yang bagus merupakan kualitas pembelajaran dengan proses pembelajaran yang menyesuaikan keadaan siswa. Metode pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan efektif yang digunakan sangat diperlukan dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran (Napisah & Rasmitadila, 2023). Di mana kebutuhan metode pembelajaran harus mampu menarik minat dan motivasi siswa dalam belajar serta mengurangi rasa bosan siswa terhadap proses pembelajaran yang monoton. Tidak hanya itu, metode yang digunakan juga harus mampu
memfasilitasi keingintahuan siswa dengan guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan tempat bagi siswa dalam mengembangkan kemampuannya.
Sejalan dengan kualitas pembelajaran saat ini, Program Asistensi Mengajar dilakukan dengan tujuan membantu dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran kimia. Di mana kimia yang dikatakan kompleks dan abstrak, dengan program ini akan diupayakan bahwa kimia memiliki konsep dan dasar yang jelas.
Tujuan yang dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran kimia yaitu menyiapkan perangkat pembelajaran yang mampu membuat siswa mudah dalam memahami konsep kimia, memberikan inovasi dalam penggunaan model pembelajaran yang baru dan menyenangkan untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, memanfaatkan teknologi untuk membantu siswa dalam menggambarkan visualisasi yang sulit dibayangkan.
Dengan adanya Program Asistensi mengajar yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pihak kampus, diharapkan mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari oleh mahasiswa secara langsung di lapangan. Pengimplementasian mahasiswa terhadap perangkat pembelajaran, model pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi dapat memberikan manfaat diantaranya meningkatnya minat dan motivasi siswa dalam belajar, membantu guru dalam proses pembelajaran, meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa dalam digitalisasi, dan memberikan suasana pembelajaran yang berbeda dan tidak monoton. Manfaat dari pengimplementasian tersebut diharapkan mampu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 2 Malang.
METODE
Waktu dan Lokasi
Kegiatan Asistensi Mengajar dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2024 hingga tanggal 5 Desember 2024 di SMA Negeri 2 Malang yang berlokasi di Jalan Laksamana Martadinata 84 Malang, Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Kegiatan ini merupakan kegiatan kemitraan antara SMA Negeri 2 Malang dan Universitas Negeri Malang dalam program Asistensi Mengajar. Mahasiswa yang dilibatkan, salah satunya dari program studi pendidikan kimia berjumlah tiga
mahasiswa bersama dengan satu dosen pembimbing yang berasal dari Prodi S1 Pendidikan Kimia Universitas Negeri Malang.
Alur Pelaksanaan
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Asistensi Mengajar terbagi menjadi empat kegiatan pengabdian, yaitu membantu dalam kegiatan akademik sekolah, kegiatan non-akademik, kegiatan kokurikuler, dan kegiatan administrasi sekolah. Namun, pada kesempatan ini kegiatan lebih berfokus dalam hal akademik yang bisa dikaitkan pada pembelajaran berbasis teknologi saat proses pembelajaran berlangsung di kelas. Selama mengikuti kegiatan Asistensi Mengajar terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan, mulai dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi.
Pada tahap perencanaan, mahasiswa Pendidikan Kimia Asistensi Mengajar berdiskusi bersama guru pamong mata pelajaran kimia tentang apa saja yang dibutuhkan dan yang harus dilakukan oleh mahasiswa, seperti membuat perangkat pembelajaran, melaksanakan praktik mengajar di kelas, dan melakukan tes formatif siswa, serta pengolahan nilai. Pada tahap pelaksanaan, tercermin dari proses kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan oleh mahasiswa Pendidikan Kimia Asistensi Mengajar di mana tiga mahasiswa memegang 3-4 kelas dalam dua jenjang berbeda, yaitu kelas X dan XI.. Pada tahap evaluasi, dilakukan dalam bentuk asesmen formatif dan sumatif kepada siswa. Selain itu, dilakukan proses peninjauan bersama guru pamong terkait keberlangsungan proses pembelajaran yang dipengaruhi oleh perangkat pembelajaran yang telah dibuat dan oleh pendidik/pengajar.
Tabel 1. Tabel Jumlah Siswa Kelas X dan XI dan Jadwal Mengajar SMA Negeri 2 Malang
Jenjang Jumlah
Siswa
Hari Mengajar
Jam Pelajaran Ke-
Waktu (WIB)
Kelas X X-D 34 Senin 9-10 14.00-15.15
X-E 36 Kamis 7-8 12.15-13.45
X-F 36 Selasa 7-8 12.15-13.45
X-G 32 Senin 7-8 12.40-14.00
X-H 34 Jumat 5-6 09.55-10.30
X-I 36 Selasa 5-6 10.15-11.35
X-J 36 Jumat 3-4 08.20-08.45
Kelas XI XI-A 36 Rabu 1-3 07.00-09.15
Kamis 9-10 13.45-15.15
XI-B 36 Selasa 9-10 13.45-15.15
Kamis 4-6 09.15-10.00
10.15-11.35
XI-C 36 Senin 4-6 10.00 -12.00
Rabu 7-8 12.15-13.45
(Dionchi, dkk., 2022) Guru pamong mata pelajaran kimia memberikan amanah kepada tiga mahasiswa kimia Asistensi Mengajar untuk bisa bertanggung jawab terhadap segala proses pembelajaran di kelas X dan XI pada saat proses KBM kimia berlangsung di bawah pengawasan guru pamong.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan Asistensi Mengajar di SMA Negeri 2 Malang dalam aspek pembelajaran/akademik yang dilakukan mahasiswa meliputi serangkaian hal dalam proses pembelajaran, yaitu penyusunan perangkat pembelajaran, termasuk pembuatan dan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi. Rincian kegiatan bisa disimak berikut ini.
1. Perencanaan
Kegiatan akademik adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah dengan alokasi waktu yang telah ditetapkan dalam struktur dan muatan kurikulum. Kurikulum yang diterapkan di SMA Negeri 2 Malang ada dua, yaitu Kurikulum 2013 atau K13 dan Kurikulum Merdeka atau KurMer. Tiga mahasiswa kimia memegang 3-4 kelas (satu kelas team-
teaching) di kedua jenjang, kelas X dan XI, di mana sudah menerapkan kurikulum Merdeka.
Mahasiswa kimia telah melakukan kegiatan observasi selama dua minggu di mana merupakan salah satu upaya untuk mengamati proses pembelajaran bersama guru pamong sehingga bisa mengetahui karakter siswa di setiap kelas, respon dan pemahaman siswa saat menerima materi kimia oleh guru. Mahasiswa bisa menyusun perangkat pembelajaran yang disesuaikan dengan karakter siswa di kelas tersebut, khususnya dalam menerapkan metode dan strategi pembelajaran di bawah bimbingan guru pamong. Mahasiswa menyusun perangkat pembelajaran juga didasarkan oleh prota (program tahunan), promes (program semester), dan kalender akademik pekan efektif yang disediakan oleh guru pamong yang selanjutnya dikonsultasikan sebelum praktik mengajar di kelas. Penyusunan berdasarkan prota dan promes sangat penting dilakukan karena dapat menentukan batasan mengenai materi apa yang disampaikan kepada siswa (Dionchi, dkk., 2022).
Guru pamong memberikan tugas kepada mahasiswa bimbingannya untuk menyusun perangkat pembelajaran kelas X, terdiri dari Bab Konfigurasi Elektron; Ikatan Kimia; Rumus Kimia, Tata Nama Senyawa Kimia, Persamaan Reaksi; dan Kimia Hijau. Sedangkan kelas XI, terdiri dari materi Gaya Antarmolekul, Termokimia, Laju Reaksi, dan Kesetimbangan Kimia. Penyusunan perangkat pembelajaran yang dimaksud, antara lain modul ajar (MA) dan media ajar (Lembar Kerja Peserta Didik atau LKPD, PPT materi, dan lain-lain). Pembuatan modul ajar mempertimbangkan banyak hal, seperti karakteristik siswa, waktu pembelajaran, maupun kompleksitas materi yang akan diajarkan.
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan mengajar dilakukan pasca persiapan perangkat pembelajaran. Pelaksanaan berlangsung mulai tanggal 9 September hingga 22 November 2024 dengan jumlah total ada 11 pekan.
Mahasiswa Asistensi Mengajar diberikan kesempatan mengajar dengan rincian untuk kelas X memiliki 2 JP setiap pertemuan per minggu dan kelas XI memiliki 5 JP (2 + 3 JP) setiap minggu dengan jumlah 2× pertemuan.
Setiap bab atau materi memiliki bobot yang berbeda dalam hal penyampaian kepada siswa yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Maksud situasi dan kondisi ini, apabila pekan efektif terpotong oleh kegiatan-kegiatan sekolah yang tidak terduga atau di luar prota (program tahunan) dan promes (program semester) yang telah dibuat oleh guru pamong. Pada puncak kegiatan pengabdian, yaitu pelaksanaan kegiatan mengajar, banyak pengalaman yang diperoleh mahasiswa karena langsung berhubungan dengan guru dan siswa di kondisi nyata lapangan. Saat proses KBM berlangsung, mahasiswa menerapkan perangkat pembelajaran yang telah disusun dan dikonsultasikan kepada guru pamong sebelumnya.
Seiring perkembangan zaman, teknologi menginstruksi berbagai aspek kehidupan termasuk bidang pendidikan. Di era digital, sudah tidak asing lagi dengan adanya penggunaan media berbasis teknologi, salah satunya dalam bidang pendidikan di mana dapat dilihat sebagai fasilitas yang mampu mendorong perkembangan pendidikan dan berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Era Digital didefinisikan sebagai perubahan suatu keadaan di mana teknologi menjadi acuan utama yang menggerakkan perkembangan ilmu pendidikan (Julita & Dheni Purnasari, 2022).
Seperti yang diketahui jika penggunaan teknologi digital memiliki dampak positif, yaitu memudahkan manusia untuk melakukan kegiatan dan mendapatkan informasi. Pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan, bagi siswa, antara lain mudahnya mengakses informasi, membaca buku pengetahuan dari banyak sumber relevan di internet, dan lain-lain secara praktis. Sedangkan bagi guru, sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran, khususnya adalah penerapan media pembelajaran yang berbasis teknologi, seperti penggunaan Website, Canva, PhET Simulation, Quizizz, PowerPoint (PPT), video pembelajaran berbasis
YouTube, google form, dan media lainnya untuk membuat pembelajaran lebih informatif yang dikemas secara menarik. Dengan penerapan tersebut, diharapkan guru atau pendidik mampu mengikuti perkembangan pendidikan di era digital dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Gambar 1. Penggunaan PhET Simulation dalam Pembelajaran di Kelas XI-A Sumber: Dokumentasi Pribadi (2024)
Gambar 2. Penggunaan Quizizz untuk Latihan Soal Materi Rumus Kimia di Kelas X-I
Sumber: Dokumentasi Pribadi (2024)
Gambar 3. Penggunaan PowerPoint (PPT) untuk Menjelaskan Materi Tata Nama Senyawa Kimia di Kelas X-G
Sumber: Dokumentasi Pribadi (2024)
3. Pemanfaatan Teknologi
Di era tahun 2000 merupakan puncak kemajuan perkembangan teknologi, diantaranya teknologi informasi dan telekomunikasi yang menjadi trend kehidupan setiap individu. Berbagai kegiatan mulai dipermudah dengan adanya teknologi, mulai dari komunikasi, informasi, transaksi, edukasi, hiburan sampai pada kebutuhan paling pribadi sekalipun dapat terlayani dengan teknologi (Danuri, 2019). Di dalam dunia pendidikan atau edukasi pemanfaatan teknologi sangatlah diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman.
Oleh karena itu, dilakukan beberapa upaya oleh mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
a. Website
Website merupakan kumpulan halaman yang menampilkan informasi berupa data teks, data gambar, data animasi, suara, video, dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian yang saling terkait yang dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman atau hyperlink (Maharani dkk., 2021). Pemanfaatan website dapat digunakan sebagai media ajar yang mana website dapat memuat materi, tugas,
maupun tempat pengumpulan tugas yang dapat mempermudah guru dalam mengkoordinir tugasnya. Website yang digunakan merupakan salah satu fitur dari google yaitu google sites. Google sites merupakan platform gratis dari google yang dapat digunakan untuk membuat website sederhana. Google sites memberikan fitur yang mudah untuk diakses oleh pengguna, mulai dari penyediaan template desain, warna, tempat upload gambar, memiliki keterhubungan dengan fitur google yang lain seperti google form dan sebagainya. Layaknya website lain pemanfaatan google sites memudahkan siswa dalam mengakses materi yang tersedia. Pada kegiatan Asistensi Mengajar ini google sites dimanfaatkan pada tahap perencanaan dalam membuat media ajar materi gaya antar molekul dan pada tahap pelaksanaan dalam penggunaan media ajar.
Gambar 4. Pembuatan Google Sites untuk Media Pembelajaran Sumber: Dokumentasi Pribadi (2024)
b. Canva
Canva merupakan platform desain yang dapat digunakan untuk mendesain berbagai hal. Dalam dunia pendidikan canva banyak digunakan untuk mendesain PPT, LKPD, modul, poster, infografis, video, dan sebagainya. Pemanfaatan canva dalam desain bertujuan untuk menarik minat dan motivasi siswa dalam belajar karena ketertarikannya terhadap gambar-gambar yang mendukung dan unik pada PPT maupun LKPD. Selain itu, canva juga dimanfaatkan pada tugas siswa dalam menggali kreativitas siswa dalam mendesain terkait proposisi, keseimbangan tata letak,
keseimbangan warna dan sebagainya dalam pembuatan poster ataupun infografis. Selain itu, dengan pemanfaatan canva guru mengajak siswa untuk membaca, memilah, dan memasukkan data atau informasi yang penting dan tepat ke dalam poster maupun infografis yang dibuat. Pemanfaatan canva yang dilakukan pada kegiatan ini yaitu digunakan oleh pengajar pada tahap perencanaan dalam membuat dan mendesain LKPD materi dan PPT. Sementara pemanfaatan oleh siswa dilakukan pada tahap pelaksanaan dalam membuat dan mendesain poster dan infografis.
Gambar 5. Penggunaan canva untuk Membuat LKPD Sumber: Dokumentasi Pribadi (2024)
c. PhET Simulation
PhET Simulation adalah platform yang menyediakan simulasi ilmu sains dan matematika secara gratis dan interaktif.
Pemanfaatan PhET dalam pembelajaran kimia bertujuan untuk memberikan visualisasi yang mudah untuk dibayangkan siswa, sehingga hal tersebut dapat mendukung penjelasan dari konsepnya.
PhET dimanfaatkan dalam memvisualisasikan bentuk molekul suatu senyawa yang mana jika dilihat secara kasat mata, bentuk molekul tidak dapat dilihat. Suatu senyawa hanya terlihat sebagai zat padat, cair maupun gas, tidak dengan bentuk setiap molekul penyusunnya.
Oleh karena itu, pemanfaatan PhET ini sangat dibutuhkan dalam memberikan gambaran kepada siswa akan hal yang sulit untuk dibayangkan. Selain bentuk molekul PhET bisa untuk memvisualisasikan model atom, simulasi suhu, kalor, dan
sebagainya. Pemanfaatan PhET dalam kegiatan asistensi dilakukan pada tahap pelaksanaan dalam memvisualisasikan suatu bentuk molekul dengan bentuk 3D.
d. Quizizz
Quizizz merupakan platform pembelajaran interaktif yang dapat membuat kuis menjadi bentuk permainan atau game.
Pemanfaat quizizz bertujuan untuk menarik minat siswa dengan pembelajaran berbasis game, yang mana pada hasil akhir pengerjaan akan ditunjukkan juara 1, 2, dan 3. Dalam hal ini siswa akan bersaing untuk mendapatkan tiga posisi teratas, di mana 3 posisi teratas akan memperoleh suatu reward. Selain itu, pemanfaatan quizizz juga mempermudah guru dalam melihat, mengkoordinir hasil kerja siswa untuk setiap soalnya dan juga mempermudah dalam mengklasifikasikan siswa yang sudah tuntas dan belum tuntas. Pada kegiatan asistensi pemanfaatan quizizz dilakukan pada tahap perencanaan dalam membuat soal-soal kuis meliput soal kuis gaya antar molekul, rumus kimia, dan tata nama. Sementara itu pada tahap pelaksanaan quizizz digunakan dalam proses pembelajaran ketika pengerjaan kuis secara serentak.
e. PPT
Power Point atau PPT merupakan media ajar yang berisi poin-poin penting dari materi. PPT digunakan dalam membantu guru menjelaskan suatu konsep. Tidak hanya poin penting yang berisi kata-kata, PPT juga dapat berisi gambar yang dapat membantu dalam memperagakan suatu penjelasan konsep. Pemanfaatan PPT juga membantu dalam keefektifitasan penggunaan waktu, karena dengan adanya PPT guru tidak perlu menuliskan bahasan penting pada papan tulis, yang mana hal ini akan mengurangi waktu penjelasan. PPT dengan gambar pendukung yang menarik dan interaktif juga dapat menarik minat dan perhatian siswa dalam memperhatikan penjelasan. PPT dapat dibuat dengan memanfaatkan
software yang ada pada laptop maupun memanfaatkan platform canva. Pada kegiatan asistensi ini, PPT digunakan pada tahap pelaksanaan dalam proses penjelasan materi.
Gambar 6. Penggunaan PPT untuk penjelasan Sumber: Dokumentasi Pribadi (2024)
f. Video Youtube
Video Youtube dimanfaatkan membantu proses pembelajaran di kelas. Video youtube membantu dalam memberikan stimulasi kepada siswa dan juga membantu dalam memvisualkan suatu kejadian yang sulit untuk digambarkan.
Pemanfaatan video youtube tidak dilakukan secara asal, tetapi dalam pemilihan video harus disesuaikan dengan kriteria materi yang akan disampaikan, kejelasan materi dan video, dan juga kualitas video yang bagus. Pemanfaatan video youtube dilakukan pada tahap pelaksanaan di mana video digunakan sebagai stimulasi dan sebagai media yang digunakan dalam membantu penjelasan.
g. Google Form
Google form yang merupakan bagian dari google yang bermanfaat dalam pembuatan tugas secara online, tipe tugas yang dibuat dapat bervariasi. Tugas dapat dibuat dengan tipe soal pilihan ganda, soal esai, soal pilihan ganda kompleks, dan sebagainya.
Selain itu, pemanfaatan google form juga mempermudah guru dalam mengkoordinir pengumpulan tugas serta dalam penilaian. Selain
guru, google form juga memudahkan siswa dalam akses mengerjakan tugas. Pada kegiatan asistensi mengajar ini pemanfaatan google form dilakukan pada tahap perencanaan dalam membuat soal latihan kimia hijau.
Gambar 7. Penggunaan google form untuk Membuat tugas atau latihan soal Sumber: Dokumentasi Pribadi (2024)
4. Permainan Game Kartu “Ion Connect”
Penggunaan media pembelajaran game kartu yang interaktif dan menyenangkan juga diimplementasikan dalam pembelajaran kimia di SMA Negeri 2 Malang. Menurut Dony, dkk. (2018), menyebutkan bahwa penggunaan game interaktif seperti permainan kartu dapat menarik perhatian siswa selama pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu, keunggulan dari permainan kartu, yakni media kartu sendiri secara umum harganya relatif lebih terjangkau, mudah dibuat dan digunakan, serta mudah untuk dibawa kemana saja.
Penelitian yang dilakukan oleh Prawidyaka (2015), menyatakan bahwa penggunaan permainan kartu pada materi kolid dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu, permainan kartu yang dikembangkan oleh Larasati & Poedjiastoeti (2016), menunjukkan bahwa permainan kartu dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Permainan Ion Connect adalah pemainan kartu dimana terdapat dua jenis kartu, yakni kartu anion dan kartu kation. Setiap pemain bergiliran mengambil satu kartu anion dan satu kartu kation. Setelah itu, pemain harus
menentukan rumus kimia dan nama IUPAC dari senyawa yang terbentuk dari dua ion tersebut. Pemain yang paling banyak dapat menyebutkan rumus kimia dan nama IUPAC dari senyawa yang terbentuk ialah pemenagnya.
Permainan Ion Connect dapat dimainkan 2-5 orang pemain. Selain itu, dalam pembuatannya, game Ion Connect memanfaatkan platform canva untuk mendesain kartu.
Gambar 8. Proses Pembuatan Kartu dengan Platform Canva Sumber: Dokumentasi Pribadi (2024)
Gambar 9. Kartu Kation bagian Depan dan Belakang Sumber: Dokumentasi Pribadi (2024)
5. Evaluasi
Selama proses pembelajaran kimia di SMA Negeri 2 Malang berlangsung, terdapat beberapa hal yang perlu dievaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Pertama, efektivitas model dan metode pembelajaran perlu terus diperbaiki dengan menyesuaikan kebutuhan siswa dan tujuan pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk mendorong partisipasi aktif siswa. Kedua, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat ditingkatkan agar lebih relevan dengan kebutuhan siswa
di era digital serta lebih interaktif untuk menarik perhatian siswa. Selain itu, pengelolaan waktu pembelajaran baik perlu ditingkan agar materi disampaikan secara optimal dan tidak terburu-buru. Umpan balik dari siswa dan guru mengenai proses belajar dan mengajar perlu dilakukan untuk mengidentifikasi kendala dan tantangan yang dihadapi oleh kedua belah pihak, yakni siswa dan guru, dan menentukan solusi yang tepat sehingga kualitas pembelajaran di SMA Negeri 2 Malang dapat terus ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inovatif.
KESIMPULAN
Program Asistensi Mengajar memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran kimia di SMA Negeri 2 Malang. Program ini membantu guru dalam menyampaikan materi dengan cara yang lebih variatif dan inovatif serta sesuai dengan kebutuhan siswa. Terdapat beberapa upaya yang dilakukan, yakni pembuatan perangkat pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran yang beragam dan disertai dengan pemanfaatan teknologi. Juga digunakan media pembelajaran berbasis game kartu Ion Connect. Upaya-upaya yang telah dilakukan diharapakan mampu meningkatkan minat, motivasi, dan hasil belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Agustin, A., Supardi, K. I., & Sunarto, W. (2018). Pengaruh Penggunaan Peta Konsep Berbasis Multilevel terhadap Pemahaman Konsep Kimia SMA.
Chemistry in Education, 7(2), 8-13.
Danuri, M. (2019). PERKEMBANGAN DAN TRANSFORMASI TEKNOLOGI DIGITAL.
Dionchi, P. H. P., Gumilar, H. S., Zahro, S. L., Mutmainah, E., & Apriyadi, D. W. (2022). Peran mahasiswa asistensi mengajar Pendidikan Sosiologi dalam kegiatan akademik mata pelajaran Sosiologi di SMAN 3 Kota Malang. Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S), 2(7), 646–655. https://doi.org/10.17977/um063v2i7p646-655
Dony, N., Nuriah, N., Jurniah, J., & Karina, K. (2018). Media pembelajaran kimia menggunakan kartu. Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 3(4), 392-400.
Julita, & Dheni Purnasari, P. (2022). PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN ERA DIGITAL.
Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa), 2(2), 227–239.
https://doi.org/10.46229/elia.v2i2.460
Julyanti, E., Rahma, I. F., Chanda, O. D., & Nisah, H. (2021). Pengaruh motivasi terhadap hasil belajar siswa sekolah menengah pertama. Jurnal Pembelajaran Dan Matematika Sigma (Jpms), 7(1), 7-11.
Larasati, L. D., & Poedjiastoeti, S. (2016). Pengembangan Permainan Kartu Domino Kimia Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Unsur Bagi Siswa SMALB Tunarungu. UNESA Journal of Chemical Education, 5(1), 115-119.
Maharani, D., Helmiah, F., & Rahmadani, N. (2021). Penyuluhan Manfaat Menggunakan Internet dan Website Pada Masa Pandemi Covid-19.
Abdiformatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Informatika, 1(1), 1–7.
https://doi.org/10.25008/abdiformatika.v1i1.130
Nababan, K. (2023). Peran Kreativitas Guru dan Ketersediaan Laboratorium dalam Pelaksanaan Praktikum Kimia untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di SMA. Syntax Idea, 5(10), 1689- 1695.
Napisah, S. S., & Rasmitadila. (2023). Pengaruh Rendahnya Kualitas Tenaga Pendidik Terhadap Peningkatan Mutu Pembelajaran. 2.
Putri, Y. D., Elvia, R., & Amir, H. (2021). Pengembangan media pembelajaran kimia berbasis android untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Alotrop, 5(2), 168-174.
Setyosari, P. (2014). Menciptakan pembelajaran yang efektif dan berkualitas.
Jurnal Inovasi dan teknologi pembelajaran, 1(1), 20-30.
University of Colorado Boulder. (2024). PhET adalah simulasi ilmu fisika, ilmu kimia, ilmu biologi, ilmu kebumian dan matematika. PhET Adalah
Simulasi Ilmu Fisika, Ilmu Kimia, Ilmu Biologi, Ilmu Kebumian Dan Matematika. https://phet.colorado.edu/in/about
Wirabumi, R. (2020). Metode pembelajaran ceramah. In Annual Conference on Islamic Education and Thought (ACIET) (Vol. 1, No. 1, pp.
105-113).