• Tidak ada hasil yang ditemukan

ARTIKEL HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS JERUK

Fatmariani Abdul Wahab

Academic year: 2023

Membagikan "ARTIKEL HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS JERUK"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Hubungan Kekerabatan Fenetik Varietas Jeruk (Citrus sp.) Di Dataran Tinggi Kabupaten Bone Bolango

Fatmariani Abdul Wahab 1), Sandra Podungge2), Novi Puji Lestari3)

Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Gorontalo, Jl.

Prof. Dr. Ing. Bj. Habibie Kabupaten Bone Bolango,Provinsi Gorontalo, 96119. Telp. (0435) 827213-Fax (0435) 827213

a)Correspondingauthor: [email protected] [email protected] [email protected]

ABSTRAK

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman yang sangat tinggi.

Dari berbagai macam jenis spesies tumbuhan yang terdapat di Indonesia,tumbuhan dalam family Rutaceae salah satu yang memiliki berbagai macam jenis spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tumbuhan family Rutaceae. Dan mengetahui Hubungan Kekerabatan Fenetik Family Rutaceae. Metode observasi yaitu dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan langsung dengan disertai pencatatan- pencatatan dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan jenis-jenis famili Rutaceae di berbagai tempat didapatkan 5 spesies tumbuhan.

Kata Kunci: Citrus, Hubungan Kekerabatan, Fenetik

ABSTRACT

Indonesia is a country that has a very high diversity. Of the various types of plant species found in Indonesia, the plant in the Rutaceae family is one that has various types of species.

This study aims to determine the characteristics of the plant family Rutaceae. And knowing the phenetic relationship of the Rutaceae Family. The observation method is the data collection technique which is carried out through direct observation accompanied by notes and documentation. The results of the study found that there were 5 species of the family Rutaceae in various places.

PENDAHULUAN

Tanaman jeruk merupakan tanaman buah yang berasal dari Asia (Syaifullah, 2020) dan sudah sejak lama tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. (Ridjal, 2008). Selama kurun waktu 2010- 2014 sentra produksi jeruk di Indonesia didominasi oleh lima provinsi yaitu Sumatera Utara, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bali, dan

(2)

Kalimantan Selatan. Tanaman jeruk menjadi salah satu jenis tanaman hortikultura yang layak dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis tinggi karena banyak diminati oleh masyarakat, baik dalam bentuk buah segar maupun hasil olahan (Suamba dkk., 2014).

Tak hanya daging buahnya, bagian dari buah jeruk yang tidak dimakan seperti kulit dan biji pun dapat diolah menjadi beberapa produk yang bernilai ekonomi cukup tinggi, seperti bahan sabun wangi, pectin, gula tetes, aroma kue, dan lain-lain (Suhaeni, 2017).

Hal ini menjadikan jeruk sebagai salah satu komoditas buah andalan yang didasarkan dari potensi keanekaragaman varietas jeruk yang tinggi di Indonesia (Fikrinda, 2012).

Keragaman yang tinggi pada tanaman jeruk ditunjukkan oleh banyaknya anggota pada marga Citrus (Karsinah, dkk., 2002).

Karakterisasi morfologi tanaman jeruk dapat dilakukan sebagai bentuk pengenalan terhadap tanaman jeruk dengan mengamati bentuk, perkembangan, dan penampilan bagian luar tanaman yang dapat dibedakan secara visual (Sumiati, 2010). Umumnya, bagian-bagian yang biasa diamati pada tumbuhan tingkat tinggi berupa bagian vegetatif seperti akar, batang dan daun, sedangkan bagian generatifnya seperti bunga, buah dan biji (Tjitrosoepomo, 2002) (Adlini, 2020).

Identifikasi pada suatu tanaman perlu dilakukan sehingga terkumpul informasi mengenai keragaman dari tanaman tersebut yang dapat mendukung munculnya potensi genetik yang diharapkan. Melalui karakterisasi, data sifat ataupun karakter morfologi tanaman dapat diperoleh dan dapat diprediksi jumlah keragaman genetiknya (Bermawie, 2005). Hubungan kekerabatan yang dimiliki antar jenis tanaman dapat diketahui melalui pengamatan pada persamaan ciri morfologinya (Adlini, 2020).

Deskripsi Tumbuhan Famili Rutaceae

Habitat Tumbuhan Famili Rutaceae

a. Habitat spesies Jeruk Lemon (Citrus limon L)

Jeruk lemon merupakan buah yang tidak asing di Indonesia dan memiliki variasi penggunaan yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis jeruk lain sehingga sering disebut sebagai buah serba guna. Jeruk lemon mempunyai aroma yang kuat serta cita rasa yang khas. Jeruk lemon memiliki sifat-sifat khemis yang berbeda dengan jenis buah jeruk yang lain, seperti kadar gula, pH yang sangat rendah dan rasa masam buah jeruk sangat

(3)

tinggi (Prastowo dkk., 2006).

b. Habitat spesies Jeruk Purut (Citrus hystrix)

Tanaman jeruk purut (Citrus hystrix DC) merupakan tanaman yang berasal dari Indo-Malaya. Jeruk purut adaptif pada ketinggian 0–1.400 meter dari permukaan laut.

Volume produksi jeruk purut mencapai 300–400 buah per pohon per tahun setelah umur 3 tahun dengan tinggi pohon mencapai 2–12 meter (Trubus, 2009). Kondisi alam yang tropis menjadikan alasan mengapa Asia Tenggara mendominasi kekayaan jeruk purut.

c. Habitat spesies Jeruk Keprok (Citrus reticula blanc)

Tanaman jeruk keprok diduga berasal dari Asia Tenggara yang kemudian menyebar ke seluruh dunia terutama di daerah subtropik. Tanaman jeruk biasanya tumbuh optimal pada suhu antara 25 – 30°C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada suhu 38°C (Ladanyia, 2008). Jeruk keprok tumbuh baik di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 700 mdpl (Miranda, 2019).

d. Habitat spesies Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia)

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) adalah tanaman yang tumbuh subur pada daerah yang beriklim tropis. Jeruk nipis merupakan salah satu tanaman yang berasal dari famili Rutaceae dengan genus Citrus. Jeruk nipis memiliki tinggi sekitar 150-350 cm dan buah berkulit tipis serta bunga berwarna putih. Tanaman ini memiliki kandungan garam 10%

dan dapat tumbuh subur pada tanah yang kemiringannya sekitar 300(Prastiwi dan Ferdiansyah 2013).

e. Habitat spesies Jeruk Bali (Citrus maxima)

Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.) berasal dari Malaysia, kemudian menyebar ke Indo-Cina, Cina Selatan, Jepang Selatan, India Barat, Mediterania dan Amerika Tropik.

Kini pamelo telah diproduksi secara komersial di 74 negara baik untuk memenuhi kebutuhan lokal maupun ekspor (Rahayu et al., 2012).

Cara Perkembangbiakkan Famili Rutaceae

Cara Perkembangbiakkan Jeruk Lemon (Citrus limon L)

Jeruk lemon cocok ditanam di daerah beriklim kering dengan musim dingin yang relatif hangat. Suhu lingkungan ideal yang akan ditanami adalah 15-30°C atau 60-85°F

(4)

(Ahmad, 2017(Permana, 2021). Lahan yang digunakan untuk menanam lemon harus mendapatkan sinar matahari yang cukup besar. Jeruk lemon dapat tumbuh di dataran tinggi maupun rendah, di daerah tropis maupun di negara subtropik. Tanah yang gembur dan kandungan organik tinggi, memiliki aerasi dan drainase yang memadai, dengan nilai pH 6-7. Sehingga pohon jeruk lemon dapat tercukupi nutrisinya. Tanah yang akan ditanami memiliki tingkat garam yang rendah, bebas dari gulma dan tanaman pengganggu lainnya, tidak tergenang air, tidak becek dan tidak terlalu basah (Ahmad, 2017 (Permana, 2021). Stek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan menggunakan bagian batang, akar, atau daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi tanaman baru (Sasanti dkk., 2008).

Cara Perkembangbiakkan Jeruk Purut (Citrus hystrix)

Stek jeruk purut (cutting atau stuk) atau potongan adalah menumbuhkan bagian atau potongan tanaman sehingga menjadi tanaman baru. (Gaol, 2015). Tanaman jeruk purut merupakan salah satu tanaman berkayu yang sulit berakar oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan penggunaan hormon yang mengandung Auksin dan Sitokinin berhubungan erat dalam mengatur pembentukan organ tanaman khususnya pada stek sehingga mampu membentuk akar dan tunas (Panjaitan, 2014).

Cara Perkembangbiakkan Jeruk Keprok (Citrus reticula blanc)

Tanah merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pertumbuhan Citrus. Tipe tanah yang cocok untuk pertumbuhan Citrus adalah lempung sampai lempung berpasir.

Lahan yang ideal untuk pertumbuhan C. reticulata L. yaitu lahan yang memiliki lapisan tanah mencapai kedalaman 150 cm dan tidak terdapat lapisan yang kedap air serta kedalaman air tanah mencapai ± 75 cm (Mahfudhoh, 2018).

pH tanah yang baik untuk pertumbuhan C. reticulata L. yaitu bersifat netral berkisar 5,5 – 6,5. pH tanah dibawah angka 5, maka akan menyebabkan daun Citrus menjadi kuning dan pertumbuhan buah tidak berkembang dengan baik. Sedangkan jika pH di atas angka 7 maka tanaman tersebut akan kekurangan unsur borium pada pucuk daun. Jika C.

reticulata L. ditanam pada di luar kisaran pH tersebut, maka lahan harus dinetralisasi terlebih dahulu dengan cara pemberian kapur (Mahfudhoh, 2018).

Cara Perkembangbiakkan Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia swingle)

(5)

Jeruk nipis dapat dikembangbiakkan melalui dua cara yaitu vegetative dan generative, cara menanam jeruk nipis dengan Teknik vegetative biasanya dilakukan dengan cara stek atau okulasi (cangkok)

Cara Perkembangbiakkan Jeruk Bali (Citrus maxima) Penanaman

1. Persiapan kebun

Pembersihan lahan pada tanah bekas yang ditanami sebenarnya tidak harus dilakukan seperti tanah bekas sawah, kecuali pada lahan-lahan bukaan baru.

Pembersihan lahan untuk kebun jeruk besar tidaklah sulit, cukup dengan membabat dan menyingkirkan rumput dari lokasi yang akan ditanami (Sutrisno, 2003).

Untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang optimal sangat ditentukan oleh keasaman tanah. Jeruk besar membutuhkan pH sekitar 5-8. Sebelum melangkah pada tahap penanaman, terlebih dahulu sebaiknya diteliti terlebih dahulu keasaman tanahnya. Apabila diketahui pH tanahnya kurang dari yang dianjurkan maka diperlukan pengkapuran. Jumlah kebutuhan kapur Kalisit dan dolomit per lubang tanam secara pasti memang agak sulit ditentukan karena tergantung pada derajat keasaman (Sutrisno, 2003).

2. Penanaman

Lubang tanam digali dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm atau 60 x 60 x 60 cm. Cara menggali tanah bagian atas (30 cm dari permukaan) diletakan sebelah kiri lubang tanam.

Tanah bagian bawah (lebih dari 30 cm) ditempatkan ke sebelah kanan lubang tanam.

Tanah galian dan lubang dibiarkan selama satu bulan. Setelah itu tanah lapisan bawah dicampur dengan satu bagian pupuk kandang atau kompos untuk setiap satu bagian tanah bawah (Sutrisno, 2003).

Taksonomi Tumbuhan Famili Rutaceae

Klasifikasi Ilmiah Spesies Jeruk Lemon (Citrus limon L)

Klasifikasi tanaman jeruk lemon menurut Martasar (2008( ZA Permana, 2021)) adalah sebagai berikut:

(6)

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub Kelas : Rosidae

Ordo : Sapindales Famili : Rutaceae Genus : Citrus

Spesies : Citrus limon (L.)

Klasifikasi Ilmiah Spesies Jeruk Keprok (Citrus reticula blanco) man jeruk keprok adalah sebagai berikut (USDA, 2017):

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta Super Divisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta

Class : Magnoliophyta Ordo : Sapindales Familia : Rutaceae

Genus : Citrus L.

Spesies : Citrus reticulata Blanco

Klasifikasi Ilmiah Spesies Jeruk Purut (Citrus hystrix)

Jeruk purut merupakan tanaman yang termasuk dalam salah satu anggota (Sarwono, 2001) :

Kingdom : Plantae

Subkingdom :Tracheobionta Super Divisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Sapindales Famili : Rutaceae Genus : Citrus

Spesies : Citrus hystrix

Klasifikasi Ilmiah Spesies Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia swingle)

(7)

Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Sub-divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rutales Famili : Rutaceae Genus : Citrus

Spesies : Citrus aurantifolia swingle

Klasifikasi Ilmiah Spesies Jeruk Bali (Citrus maxima) Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae

Ordo : Sapindales

Famili : Rutaceae

Genus : Citrus

Spesies : Citrus maxima

Potensi dan Manfaat Tumbuhan Famili Rutaceae

Potensi dan Manfaat Spesies Jeruk Lemon (Citrus limon L)

Buah jeruk lemon mempunyai komposisi utama gula dan asam sitrat. Kandungan jeruk lemon antara lain flavonoid, limonene, asam folat, saponin, tannin, vitamin C, A, dan vitamin B1. Kulit lemon terdiri dari 2 lapisan. Bagian luar mengandung minyak esensial (6%) dengan komposisi limonene (90%), citral (5%), dan sejumlah kecil citronelall, alpha-terpineol, linalyl, dan granyl acetate. Kulit jeruk lemon lapisan dalam tidak mengandung minyak esensial, tetapi mengandung glikosida plavon yang pahit, derivate coumarin, dan pektin (Nurlaely, 2016).

(8)

Kandungan senyawa flavonoid pada jeruk lemon memiliki kandungan antibakteri dengan 3 mekanisme, yaitu: menghambat sintesis asam nukleat, menghambat fungsi membrane sel dan menghambat metabolisme energi. Flovonoid menghambat fungsi membrane sel bakteri melalui ikatan komplek dengan protein ekstraseluler yang bersifat larut sehingga dapat mengganggu integritas membrane sel bakteri (Chusnie dan Lamb, 2005 (Darmayasa, 2019)).

Potensi dan Manfaat Spesies Jeruk Purut (Citrus hystrix)

Jeruk purut termasuk suku Rutaceae yang berpotensi sebagai penghasil minyak atsiri. Daun jeruk purut mengandung sabinena dan limonene yang berguna untuk kosmetik, aromaterapi pencuci rambut, antelmintik, obat sakit kepala, nyeri lambung, dan biopestisida. Daunnya juga sering digunakan sebagai rempah yang berfungsi untuk memberi aroma yang khas pada masakan. Minyak atsiri jeruk purut dapat digunakan sebagai flavour alami pada bahan pangan. Penggunaan minyak jeruk purut sebagai flavor dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu kelompok flavor larut air dan flavor yang larut lemak (Widiastuti, 2012).

Potensi dan Manfaat Spesies Jeruk Keprok (Citrus reticula blanc)

Jeruk keprok merupakan salah satu tumbuhan yang menghasilkan minyak atsiri.

Daun, akar, dan kulit buahnya mengandung alkaloid dan polisakarida. Disamping itu daun, dan akarnya juga mengandung flavonoid, sedangkan daun dan kulit buahnya mengandung minyak atsiri serta akar dan kulit buahnya mengandung saponin (Miranda, 2019).

Selain daging buah jeruk keprok yang menuliki banyak manfaat, kulit buah jeruk juga memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Mengkonsumsi kulit jeruk keprok dapat membantu memerangi kolesterol jahat dalam tubuh yang beresiko pada penyakit jantung. Kulit jeruk keprok juga dapat meningkatkan kerja sistem pencernaan.

Flavonoid dalam kulit jeruk keprok membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker (Yuniarti et al, 2015).

Potensi dan Manfaat Spesies Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia swingle)

Minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman genus Citrus memiliki potensi sebagai insektisida alami yang dapat digunakan sebagai pengontrol nyamuk (Nath dkk., 2006).

Minyak atsiri yang terkandung dalam kulit jeruk nipis juga digunakan dalam parfum, kosmetik dan sebagai bahan pewangi sabun. Selain itu minyak kulit buah jeruk nipis dapat berfungsi sebagai antibakteri, antiseptik, desinfektan, penurun panas, hemostatik, tonik,

(9)

antidepresan, antioksidan, restoratif, antivirus, dan antirematik (Kurnia, 2014). Jus lemon (Citrus limon) dan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dalam pengobatan tradisional digunakan untuk untuk mengatasi hipertensi dan penyakit kardiovaskular lainnya (Oboh et al. 2015). Berbagai peneliti telah membuktikan bioaktivitas ekstrak buah CA sebagai anti kolesterol (Yaghmaie et al. 2011).

Potensi dan Manfaat Spesies Jeruk Bali (Citrus maxima)

Jeruk Bali biasa dikonsumsi dalam bentuk segar maupun dalam bentuk olahan, namun kulit jeruk yang beratnya hampir 36 % berat buahnya belum banyak dimanfaatkan, padahal bagian albedo kulit jeruk Bali mengandung pektin tinggi (Sarwono, 1991;

Kenastino, 2003). Albedo kulit jeruk Bali memiliki kandungan pektin sebesar 15,8265 % dalam 100 gram bahan (Jariyah dkk., 2007). Salah satu produk yang membutuhkan bahan pengental (pektin) adalah selai lembaran yang merupakan modifikasi bentuk praktis dari selai oles. Menurut deMan dan Gupta (1989), pembentukan gel terbaik pada pembuatan selai dapat dicapai jika kandungan pektin yang digunakan 0,2-1,5 % (Dewi, 2017).

Pemanfaatan albedo kulit jeruk Bali yang mengandung senyawa pektin sebagai bahan baku selai lembaran diduga akan menghasilkan rasa dan aroma yang kurang diterima oleh konsumen, serta warna yang tidak menarik (Dewi, 2017). Kulit jeruk bali bisa dimanfaatkan sebagai insektisida nabati dikarenakan adanya senyawa flavonoid dan limonoida, karena kedua senyawa tersebut memiliki rasa pahit yang tidak disukai oleh hama serangga (Irsanti, 2017).

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Pengamatan

Tempat : Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango, Kecamatan Tilongkabila Desa Dutohe, Kecamatan Bulango Ulu, Desa Mongiilo

Waktu : 3 April 2022 – 21 April 2022 Alat dan Bahan yang Digunakan

Alat :

1. Buku 2. Pulpen 3. Penggaris

(10)

4. Handphone 5. Meteran Bahan :

1. Tumbuhan Jeruk Lemon (Citrus limon ) 2. Tumbuhan Jeruk Purut (Citrus hystrix)

3. Tumbuhan Jeruk Keprok (Citrus reticula blanc) 4. Tumbuhan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) 5. Tumbihan Jeruk Bali (Citrus maxima)

Metode Observasi dan Literatur

Metode yang kami lakukan yaitu metode observasi, yang dimana kami mengumpulkan data melalui pengamatan langsung terhadap tanaman yang yang kami jadikan sebagai objek untuk diteliti dan disertai dengan pencatatan hasil data lapangan.

Prosedur Pengambilan Data dan Pengamatan

Dalam pengambilan data ini kami mengamati setiap spesies yang kami temukan, dan untuk data nya dibuatkan dalam bentuk tabel tiap-tiap spesies yang ditemukan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengamatan

Menurut Tjitrosoepomo 2002 (Adlini, 2020), kedudukan tanaman jeruk dalam sistem klasifikasi tumbuhan termasuk ke dalam famili Rutaceae. Rutaceae atau suku jeruk-jerukan memiliki ciri antara lain adanya kandungan senyawa minyak eteris dan asam askorbat sehingga menghasilkan aroma yang khas, umumnya memiliki anak daun. Pada Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango yaitu Desa Butu dijumpai 1 spesies jeruk yaitu Jeruk Lemon (Citrus liomon ), Pada Kecamatan yang sama yaitu Kecamatan Tilongkabila Desa Dutohe dijumpai tiga spesies jeruk yaitu Jeruk Purut (Citrus hystrix), Jeruk Keprok (Citrus reticula blanc), dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia), dan spesies jeruk yang kami temukan pada Kecamatan Bulango Ulu, Desa Mongiilo yaitu Jeruk Bali (Citrus maxima).

(11)

Gambar 1 . a) Pohon Jeruk Lemon (Citrus limon), b) Pohon Jeruk Purut (Citrus hystrix), c) Pohon Jeruk Keprok (Citrus reticula blanc), d) Pohon Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia swingle), e) Pohon Jeruk Bali (Citrus maxima).

4.1.1 Karakteristik Spesies Jeruk

Tabel 1. Karakteristik Spesies Jeruk

Karakter Jenis limon l. hystrix reticula blanco

aurantiif olia

maxima

Permukaan Batang 1. Licin 2. Kasar

3. Sangat Kasar 4. Berduri 5. Berduri pada ranting

4 4 4 4 5

Arah Tumbuh Batang

1. Tegak 2. Menjalar 3. Merambat 4. Membelit

1 1 1 1 1

(12)

Bentuk Batang 1. Silindris 2. Bersegi 3. Pipih

1 1 1 1 1

Sistem Percabangan 1. Monocaulis 2. Simpodial 3.Monopodial

2 2 2 2 2

Jenis Batang 1. Batang Sejati 2. Batang Semu

1 1 1 1 1

Warna Batang 1. Cokelat 1 1 1 1 1

Kekentalan Getah 1. Kental padat 2. Cair

1 1 0 1 0

Warna Getah 1. Cokelat Bening 2. Coklat

1 1 0 1 0

Tipe daun 1. Daun Tunggal 2. Daun Majemuk 3. Daun Majemuk

Paripinnate 4. Daun Majemuk

Unifoliolate 5. Majemuk

Parinnate

3 4 2 3 2

(13)

Bangun Daun 1. Eliptic 2. Oblong 3. Lancip 4. Oval 5. Obovate 6. Trapesium 7. Ovate 8. Lanceolate

5 7 8 1 7

Ujung Daun 1. Acuminate 2. Apiculate 3. Bulat (Rounded) 4. Obtuse

5. Mucronate 6. Cuspidate

4 5 6 2 4

Pangkal Daun 1. Rounded 2. Cordate 3. Oblique 4. Acute 5. Acuminate

1 4 4 4 5

Tepi Daun 1. Entire 2. Serrulate 3. Crenate 4. Undulate

3 4 4 4 1

Permukaan Atas Daun

1. Halus 2. Kasar

3. Sangat Kasar

1 1 1 1 1

(14)

Susunan

Pertulangan Daun

1. Arcuate

2. Cross-Venulate 3. Pinnate

4. Reticulate

3 3 3 3 3

Venasi Daun 1. Arcuate 2. Crenate 3. Entire

1 2 1 2 3

Tata Letak Daun 1. Opposite 2. Alternate

1 2 2 2 2

Warna Helaian Daun

1. Hijau muda 2. Hijau Tua 3. Hijau Muda &

Hijau Tua

3 3 3 3 3

Warna Tangkai Daun

1. Hijau 2. Hijau Kecoklatan

1 1 2 1 1

Tekstur Daun 1. Halus 2. Kasar

1 1 1 1 1

Bentuk Tangkai Daun

1. Bulat 1 1 1 1 1

Tata Letak Bunga 1. Ujung Daun 2. Aksiler (Ketiak

Daun)

1 1 2 2 1

Tipe Bunga 1. Tunggal 2. Majemuk

2 2 2 2 2

Warna Bunga 1. Putih 2. Kuning 3. Merah

1 1 1 1 2

(15)

4. Merah Keunguan Bentuk Buah 1. Kapsul

(Globose) 2. Bulat Telur 3. Bulat gepeng 4. Bulat

1 2 3 4 4

Warna Kulit Buah 1. Hijau dan Kuning

2. Hijau Tua dan kuning

1 1 2 1 1

Tekstur Kulit Buah 1. Halus dan Licin 2. Berkerut dan

berbenjol-benjol 3. Agak kasar

1 2 3 3 3

Warna Daging Buah 1. Putih 2. Orange 3. Merah Muda 4. Kuning

4 2 2 4 3

Warna Biji 1. Putih 1 1 1 1 1

Bentuk Biji 1. Bulat telur 2. Bulat Lonjong 3. Lonjong

1 2 3 2 2

(16)

4.2 Hubungan Kekerabatan Fenetik Family Citrus Sp.

Gambar 2. Hubungan Kekerabatan Fenetik 5 Spesies Citrus

Dari hasil penelitian yang telah kami amati terdari dari dua jenis, yaitu persamaan dan perbedaan ciri morfologi 5 spesies jeruk di beberapa lokasi yang berada di Kabupaten Bone Bolango yaitu Desa Butu Kec. Tilongkabila, Desa Dutohe Kec. Tilongkabila dan Desa Mongiilo Kec. Bulango Ulu. Berdasarkan gambar di atas hubungan kekerabatan paling dekat adalah Citrus aurantiifolia dan Citrus hystrix pada angka 0,82, Sedangkan hubungan kekerabatan paling jauh adalah Citrus maxima yaitu pada angka 0,64.

kekerabatan dalam sistematik tumbuhan dapat diartikan sebagai pola hubungan atau total kesamaan antara kelompok tumbuhan berdasarkan sifat atau ciri tertentu dari masing- masing kelompok tumbuhan tersebut. Berdasarkan jenis data yang digunakan untuk menentukan jauh dekatnya kekerabatan antara dua kelompok tumbuhan maka digunakan kekerabatan felogenik (didasarkan pada asumsi-asumsi evolusi) Sedangkan kekerabatan fenetik didasarkan pada persamaan sifat-sifat yang dimiliki masing-masing kelompok tumbuhan tanpa memperhatikan sejarah keturunannya. (Rahmawati, 2016).

Keanekaragaman tumbuhan meliputi variasi semua sifat dan ciri tumbuhan, misalnya keaneragaman bentuk hidup, ukuran, struktur, fungsi, perawakan (habitus), tanggapan terhadap faktor lingkungan, dan sebagainya. Keanekaragaman tumbuhan dapat disebabkan karena perkembangan struktur tubuh berdasarkan evolusi, perubahan-perubahan habitat, dan kemampuan beradaptasi yang mengakibatkan adanya variasi pada keturunannya yang lebih adatif dibandingkan induknya (zufahmi, 2018).

Istilah fenetik bertujuan untuk menunjukan hubungan kekerabatan yang disusun oleh seluruh similaritas (kesamaan). Makin besar persamaan di antara makhluk hidup, makin

(17)

dekat hubungan yang ada, semakin sedikit persamaannya akan semakin jauh hubungan kekerabatan makhluk hidup. Tumbuhan yang berkerabat dekat umumnya mempunyai karakter morfologi dan anatomi yang mirip. Morfologi mengkaji tentang bentuk dan susunan bagian luar tumbuhan meliputi akar, batang, daun, buah. Sedangkan anatomi tumbuhan mengkaji bagian struktur dalam tumbuhan. (Hasanuddin dan Fitriana, 2014).

Persamaan Dan Perbedaan Ciri Morfologi 5 Spesies Jeruk

Hasil pengamatan yang dilakukan terhadap 5 spesies jeruk di Desa Butu, Desa Dutohe dan Desa Mongiilo telah ditemukan perbedaan pada parameter yang diamati di tiap- tiap organ (batang, daun, bunga, buah dan biji). Parameter yang diamati di tentukan berdasarkan sifat yang pada umumnya dimiliki oleh kelompok famili rutacea ( jeruk-jerukan).

Parameter organ batang terdiri dari permukaan batang, arah tumbuh batang, bentuk batang, sistem percabangan, jenis batang, warna batang, kekentalan getah dan warna getah.

Terdapat 4 spesies yang memiliki permukaan batang yang berduri yaitu Citrus limon(L) Osbeck, Citrus hystrix, Citrus reticula Blanc, Citrus aurantiifolia, dan terdapat juga 1 spesis yang memiliki duri di ranting yaitu Citrus maxima. Arah tumbuh batang tegak dimiliki semua spesies. bentuk batang silindris, sistem percabangan simpodial, jenis batang sejati dan warna batang coklat dimiliki juga oleh semua spesies. Kekentalan getah yaitu kental padat ditemukan pada spesies Citrus limon(L) Osbeck, Citrus hystrix dan Citrus aurantiifolia, dan tidak ditemukan pada Citrus reticula Blanc dan Citrus maxima. Warna getah cokelat bening ditemukan pada spesies Citrus limon(L) Osbeck, Citrus hystrix dan Citrus aurantiifolia, dan tidak ditemukan pada Citrus reticula Blanc dan Citrus maxima.

Parameter daun diantaranya yaitu tipe daun, bangun daun, ujung daun, pangkal daun, tepi daun, permukaan atas daun, susunan pertulangan daun, venasi daun, tata letak daun, warna helaian daun, warna tangkai daun, tekstur daun, dan bentuk tangkai daun. Citrus limon(L) Osbeck dan Citrus aurantiifolia memiliki tipe daun majemuk paripinnate, Citrus reticula Blanc dan Citrus maxima memiliki tipe daun majemuk dan untuk Citrus hystrix memiliki tipe daun majemuk unifoliolate. Untuk bangun daun Citrus limon(L) Osbeck yaitu obovate, Citrus hystrix dan Citrus maxima memiliki bangun daun ovate, Citrus reticula Blanc memiliki bangun daun lanceolate dan Citrus aurantiifolia bangun daunnya Eliptic. Ujung daun Citrus limon(L) Osbeck dan Citrus maxima yaitu obtuse, Citrus hystrix memiliki ujung daun mucronate, ujung daun Cuspidate dimiliki Citrus reticula Blanc dan Citrus aurantiifolia yaitu ujung daun apiculate. Citrus hystrix, Citrus reticula Blanc dan Citrus aurantiifolia sama-sama memiliki pangkal daun acute, Citrus limon(L) Osbeck pangkal daunnya rounded

(18)

dan untuk Citrus maxima yaitu acuminate. Untuk tepi daun undulate dimiliki oleh Citrus hystrix, Citrus reticula Blanc dan Citrus aurantiifolia, Citrus limon(L) Osbeck tepi daunnya crenate dan Citrus maxima yaitu entire. Permukaan atas daun semua spesies sama yaitu halus.

Susunan pertulangan daun semua spesies sama yaitu pinnate. Venasi daun Citrus limon(L) Osbeck dan Citrus reticula Blanc sama yaitu arcuate, Citrus hystrix dan Citrus aurantiifolia juga sama yaitu crenate, dan untuk Venasi daun Citrus maxima yaitu entire. Tata letak daun Citrus limon(L) Osbeck yaitu opposite dan untuk ke 4 spesies lainnya memiliki tata letak daun alternate. Warna helaian daun untuk Citrus maxima yaitu hijau tua dan 4 spesies lainnya yaitu hijau muda & hijau tua. Warna tangkai daun Citrus reticula Blanc yaitu hijau kecoklatan dan untuk 4 spesies lainnya hijau. Tekstur daun semua spesies yaitu halus. Bentuk tangkai daun semua spesies sama yaitu Bulat.

Parameter bunga yang diamati terdiri dari tata letak bunga, tipe bunga, dan warna bunga. Tata letak bunga Citrus limon(L) Osbeck, Citrus hystrix dan Citrus maxima yaitu ujung daun, Citrus reticula Blanc dan Citrus aurantiifolia memiliki tata letak bunga yaitu aksiler (ketiak daun). Tipe bunga semua spesies sama yaitu majemuk. Warna bunga untuk semua spesies berwarna putih kecuali Citrus maxima yaitu berwarna kuning.

Parameter selanjutnya digunakan untuk mengidentifikasi buah. Adapun parameter yang diamati adalah bentuk buah, warna kulit buah, tekstur kulit buah, dan warna daging buah. Bentuk buah Citrus limon(L) Osbec yaitu kapsul (globose), Citrus hystrix yaitu bulat telur, Citrus reticula Blanc yaitu bulat gepeng, Citrus aurantiifolia dan Citrus maxima yaitu bulat. Warna kulit buah semua spesies yaitu hijau dan kuning kecuali Citrus reticula Blanc yaitu hijau tua dan kuning. Tekstur kulit buah Citrus limon(L) Osbec halus dan licin, Citrus hystrix berkerut dan berbenjol-benjol, Citrus reticula Blanc, Citrus aurantiifolia dan Citrus maxima yaitu agak kasar. Warna daging buah Citrus limon(L) Osbec dan Citrus aurantiifolia yaitu kuning, Citrus hystrix dan Citrus reticula Blanc yaitu orange, Citrus maxima yaitu merah muda.

Parameter biji yang diamati adalah warna biji dan bentuk biji. Warna biji semua spesies adalah berwarna putih. Bentuk biji Citrus limon(L) Osbec yaitu bulat telur, Citrus hystrix, Citrus aurantiifolia dan Citrus maxima yaitu bulat lonjong, Citrus reticula Blanc yaitu lonjong.

(19)

KESIMPULAN

Dalam menetukan kekerabatan dari tiap-tiap spesies jeruk yang kami temukan, kami mengidentifikasi dari segi morfologi batang, daun, dan juga buah. Dari ke tiga lokasi pengambilan sampel, morfologi batang, daun, bunga, buah dan biji itu memiliki persamaan dan perbedaan. Hubungan kekerabatan paling dekat adalah Citrus aurantiifolia dan Citrus hystrix pada angka 0,82, Sedangkan hubungan kekerabatan paling jauh adalah Citrus maxima yaitu pada angka 0,64.

DAFTAR PUSTAKA

Adlini., N.M. Umaroh., K.H. 2020. Karakterisasi Tanaman Jeruk (Citrus sp.) Di Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara. Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kegurusan, UIN Sumatera Utara Medan

B.Sarwono, 2001. Khasiat dan manfaat jeruk nipis : Mengenal jeruk nipis. Jakarta : Agro Media Pustaka.h.2-10

Darmayasa., G.G.P.I. 2019. Evektifitas Perasan Air Jeruk Lemon (Citur limon (L.) Burm, f) Terhadap Jumlah Total Bakteri, Coliform Dan Escherichia coli Pada Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii)

Dewi, Angelina Cynthia. 2017. Kualitas Selai Lembaran Dengan Kombinasi Ekstrak Pektin Dari Albedo Kulit Jeruk Bali (Citrus grandis) Dan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus). Jurnal. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Fakultas Teknobiologi Program Studi Biologi: Yogyakarta.

Hasanuddin, H., & Fitriana, F. (2014).Hubungan Kekerabatan Fenetik 12 Spesies Anggota Familia Asteraceae. Jurnal EduBio Tropika, 2(2).

Irsanti, Yulita. 2017. Pemanfaatan Kulit Jeruk Bali (Citrus maxima Merr.) Terhadap Mortalitas Larva Semut Hitam (Lasius fuliginosus L.) Serta Pengajarannya Di SMA Negeri 5 Palembang. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Palembang.

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Penidikan. Program studi Pendidikan Biologi.

Mahfudhoh, Fifith Maulidatul. 2018. Keragaman Genetik Aksesi Jeruk Keprok (Citrus reticulata L.) Berdasarkan Penanda Morfologi Daun Dan Molekuler Inter Simple Sequence Repeats (ISSR). Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Martosupono, M., Haryono Semangun, dan B. Y. Sunbanu. 2007. Budidaya Jeruk Keprok Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan. AGRIC Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 19

(20)

No.1 dan No. 2. Hlm 76-90.

Miranda, Diah Ayu. 2019. Efek Antimikroba Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Keprok (Citrus reticulata Blanco) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus Dari Isolat PUS Secara Invitro. Tugas Akhir. Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.

Oboh, G., Bello, F.O., Ademosun, A.O., Akinyemi, A.J., Adewuni, T.M. (2015).

Antioxidant, hypolipidemic, and anti-angiotensin-1- converting enzyme properties of lemon (Citrus limon) and lime (Citrus aurantifolia) juices. Comp. Clin. Pathol. 24:

1395-1406.

Permana., Z.A. 2021. Pengaruh Bahan Stek Dan Konsentrasi Hormon Naphtalene Acetic Acid (NAA) Terhadap Pertumbuhan Stek Jeruk Lemon (Citrus limon L) Pada Media Cocopeat. Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian. Universitas Medan Area.

Rahmawati, R. (2016). Hubungan Kekerabatan Fenetik Tujuh Anggota Familia Apocynaceae (Doctoral dissertation, Syiah Kuala University).

Rukmana, R. 2003. JERUK NIPIS, Prospek Agribisnis, Budidaya dan Pascapanen.

Yogyakarta: Kanisius.

Sutrisno. 2003. Budidaya Jeruk Besar (Citrus Maxima L.). Direktorat Tanaman Buah.

Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura.

Trubus. 2009. Meniran. Dalam Karjono: Herbal Indonesia Berkhasiat. Vol: 8. Depok: PT Trubus Swadaya. Hal 72-78.

Yuniarti, Indira, Sahid Maulana, Siti Desintha. 2015. Perancangan Buku Panduan Mengkonsumsi Kulit Buah Jeruk Keprok Untuk Usia 9-10 Tahun. e-Proceeding of Art & Design : Vol.2, No.3. ISSN : 2355-9349 hal. 1232.

Zufahmi, Z., & Nurlaila, N. (2018). HUBUNGAN KEKERABATAN FAMILI RUTACEAE BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DI KECAMATAN BANDAR BARU. Prosiding Biotik, 6(1).

Referensi

Dokumen terkait

Menurut pandangan kami, tugas akhir ini sudah memadai dari segi kualitas sebagai pemenuhan persyaratan kelulusan mata kuliah Tugas Akhir dan salah satu

Menurut pandangan kami, tugas akhir ini sudah memadahi dari segi kualitas sebagai pemenuhan persyaratan kelulusan mata kuliah Tugas Akhir dan salah satu

Menurut pandangan kami, tugas akhir ini sudah memadai dari segi kualitas sebagai pemenuhan persyaratan kelulusan mata kuliah Tugas Akhir dan salah satu persyaratan

Kesamaan kedua kelompok ini sebanyak ciri antra lain batang dikelilingi oleh lampang, ranting berbentuk segi empat, tangkai daun silindris, pangkal daun tirus, tulang

Kesamaan kedua kelompok ini sebanyak ciri antra lain batang dikelilingi oleh lampang, ranting berbentuk segi empat, tangkai daun silindris, pangkal daun tirus, tulang

Pada kelompok pertama yang beranggotakan 8 jenis terbagi menjadi 2 kelompok. confusa berkerabat dekat dengan indeks similaritas 0,8000 daripada dengan T. confusa

Menurut pandangan kami, tugas akhir ini sudah memadahi dari segi kualitas sebagai pemenuhan persyaratan kelulusan mata kuliah Tugas Akhir dan salah satu

Mata Kuliah Kritik Arsitektur merupakan keselaran ilmu dalam bentuk teori dalam program studi arsitektur. Ini merupakan salah satu pemenuhan tugas dari mata Kuliah Kritik Arsitektur jurusan S1 Teknik