• Tidak ada hasil yang ditemukan

ARTIKEL ILMIAH POPULER SD NEGERI 5 KESIMAN

N/A
N/A
Cipta Wardani

Academic year: 2023

Membagikan "ARTIKEL ILMIAH POPULER SD NEGERI 5 KESIMAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK MENGENALKAN EKONOMI SIRKULER PERSONAL UNTUK MENGURANGI EMISI KARBON PADA SISWA

SEKOLAH DASAR NEGERI 5 KESIMAN

Ni Putu Cipta Wardani, S.Pd

Emisi karbon merupakan proses karbondioksida ke atmosfer yang terjadi secara alami maupun dipicu aktivitas manusia, seperti deforestasi, konsumsi listrik, hingga kegiatan industri manufaktur.

Saat ini, jumlah jejak karbon di atmosfer sudah mencapai level yang tidak mungkin untuk diserap secara alami. Oleh karenanya, negara-negara di dunia bersatu membuat skenario menekan emisi karbon dan mencapai net zero emission pada 2050.Sumber-sumber emisi karbon terbesar adalah transportasi, pertanian, peternakan, rumah tangga, makanan dan industri. Industri fashion menempati urutan penyumbang emisi karbon terbesar diikuti oleh sampah makanan dan peternakan. Industri plastik termasuk penyumbang emisi karbon yang tinggi (Handwati dan Ilham, 2022). Plastik merupakan material yang sering digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia salah satunya di Indonesia. Kemudahan penggunaan plastik membuat masyarakat selalu menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari. Akan tetapi, hal tersebut jelas memiliki dampak yang tidak baik bagi lingkungan. Maka dari itu, sejumlah tokoh mulai mengenalkan konsep ekonomi sirkular untuk mengurangi limbah yang ada.

Zahra (2022) menyatakan “ekonomi sirkular memiliki slogan

"limbah = makanan" yang berarti limbah dari suatu proses produksi atau konsumsi dapat menjadi input untuk digunakan dalam proses selanjutnya dan berlanjut terus menerus. Hal tersebut berbeda dengan ekonomi linear yang memiliki slogan "take, make, and dispose”. Hal ini menunjukan bahwa ekonomi sirkular menekankan

(2)

adanya perubahan paradigma dan perilaku dari masyarakat untuk memanfaatkan sampah produknya menjadi bahan baku kembali.

Ekonomi sirkular adalah sebuah alternatif untuk ekonomi linier tradisional (buat, gunakan, buang) dimana kita menjaga agar sumber daya dapat dipakai selama mungkin, menggali nilai maksimum dari penggunaan, kemudian memulihkan dan meregenerasi produk dan bahan pada setiap akhir umur layanan.

Pengenalan ekonomi sirkular menjadi pemecahan masalah khusunya masalah sampah plastik. Warga sekolah khususnya siswa perlu mendapat informasi dan pengetahuan yang tepat terhadap penerapan ekonomi sirkular sehingga memudahkan siswa untuk merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Siswa dikenalkan dengan kegiatan personal yang sebenarnya mendukung ekonomi sirkular. Kegiatan-kegiatan yang mudah dan akrab sesuai kebutuhan siswa. Kegiatan yang bersifat sederhana namun diharapkan membangun mindset bahwa apa yang dilakukannya memberikan dampak yang besar bagi pengurangan emisi karbon hingga memperlambat meningkatnya suhu di bumi.

Beberapa kegiatan yang diterapakan di SD Negeri 5 Kesiman untuk mengenalkan ekonomi sirkuler personal di sekolah melalui kegiatan pembelajaran di kelas yang menekanan konsep numerasi dan literasi yang berdasarkan pada konsep Tri Hita Karana. Adapun ketiga bagian dari Tri Hita Karana adalah : (1) Parahyangan yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan), (2) Pawongan yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan sesamanya, (3) Palemahan yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam atau lingkungannya (Lilik, 2021). Ajaran Tri Hita Karana mengajarkan bahwa adanya hubungan yang harmonis antara manusia dengan Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dan antara manusia dengan sesamanya serta manusia dengan lingkungan, akan memungkinkan mengembangkan ekonomi sirkuler di lingkungan

(3)

SD Negeri 5 Kesiman dan dapat mengatasi permasalahan emisi karbon yang ditimbulakan oleh sampah plastik.

Kegiatan dalam pembelajaran yang mengelola sampah plastik guna untuk mengenalakan ekomoni sirkuler personal disekolah.

Kegiatan tersebut adalah.

1. Mengadakan kegiatan penimbangan sampah ditiap bulan

Kegiatan menimbang sampah dilakukan setiap bulan di SD Negeri 5 Kesiman melalu Bank Sampah Ganda Mayu. Tahap awal yang dilaksanakan adalah mengenalkan jenis-jenis sampah pada siswa melalui kegiatan sosialisasi dan guru memberikan contoh bagaimana cara memilah sampah, menimbang sampah, dan menentukan jenis sampah kepada siswa sehingga siswa memiliki kemauan untuk memilah sampah sebelum ditimbang, karena guru menyampaikan berapa nilai dari sampah yang telah dibawa dan selalui mengingatkan bahwa sampah bukanlah sampah melaikan adalah uangmu. Kegiatan ini dapat meningkatkan literasi dan numerasi siswa terkait jenis sampah dan tabungan yang telah dimiliki oleh siswa.

2. Membuat celengan dari botol bekas

Pembuatan celengan dari botol bekas dilakukan dengan memanfaatkan sampah botol yang dimiliki siswa. Sebelum diadakan kegiatan pembuatan celengan siswa diarahkan nilai

(4)

guna dari botol yang mereka timbang dapat dijadikan benda yang memiliki nilai jual yang lebih yaitu dengan membuat sebuah celengan. Adapun langkah yang dilakukan untuk membuat celengan adalah sebagai beikut.

a. Siapkan botol plastik bekas ukuran bebas.

b. Buat lubang koin kira-kira 3 cm di bagian tengah botol.

Lubang ini berfungsi sebagai tempat memasukkan koin ataupun uang kertas.

c. Cat botol sesuai kreasi.

d. Hias botol hingga menjadi celengan lucu. ...

e. Celengan dari botol bekas air mineral pun siap dipakai.

Kegiatan ini dapat meningkatkan literasi dan numerasi siswa terkait cara membuat celengan dan maaf dari menabung serta tabungan yang telah dimiliki oleh siswa

3. Membuat bunga hias dari gelas minuman

Pembuatan bunga dari gelas minum dilakukan dengan memanfaatkan sampah botol yang dimiliki siswa. Sebelum dilaksnakan pembuatan bunga hias siswa diarahkan nilai guna dari botol yang mereka timbang dapat dijadikan benda yang memiliki nilai jual yang lebih.

(5)

Adapun langkah-langkah dalam membuat bunga hias adalah sebagai beikut.

a. Potong plastik memanjang lalu tumpuk beberapa lembar potongannya.

b. Lipat kecil dari ujung plastik seperti ketika membuat kipas.

c. Gunting bagian ujungnya agar lebih rapi.

d. Lilit bagian tengah plastik dengan kawat lalu lebarkan plastik membentuk lingkaran

4. Membuat lukis wajah dari sachet

Membuat lukisan wajah dari kertas sachet juga diterapkan di SD Negeri 5 Kesiman. Kegiatan ini menambah nilai guna dari kertas sachet pembukus minum yang dapat meningkatkan nilai juga dan mengurangi emisi karbon yang ditimbukan oleh sampah plastik.

(6)

Beberapa kegiatan tersebut memberikan dampak yang baik bagi siswa. Siswa memberikan respon yang postif terhadap kegiatan yang telah dilakukan siswa memahami tentang ekonomi sirkular, dan akan menerapkan kegiatan ekonomi sirkular di rumah dan sekolah dengan alasan untuk menjaga lingkungan, menjaga bumi, mengurangi sampah. Mereka pun akan mengajak teman untuk melakukan hal yang sama. Siswa mulai memahami bahwa barang yang mereka beli/peroleh dan gunakan memiliki potensi menambah jumlah sampah. Melalui praktik ekonomi sirkular menyebabkan tempat sampah tidak lekas penuh (zero waste). Siswa pun secara antusias mengajak teman-temannya untuk menerapkan pengelolaan barang berbasis ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari.

(7)

DAFTAR PUSTAKA

https://www.nestle.co.id/kisah/penyebab-dan-cara-mengatasi-emisi- karbon

https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/snppm/article/download/19699/1020 2/

https://feb.ugm.ac.id/id/berita/3693-implementasi-ekonomi- sirkular-di-indonesia

https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/bawiayah

Referensi

Dokumen terkait

"Pembinaan Akhlak Terhadap Siswa Dalam Proses Pembelajaran Di SD Negeri Unggul Lampeneurut Aceh Besar" dalam Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah

Pengembangan Aplikasi Movie Maker Sebagai Media Untuk Mengenalkan Pendidikan Seksual Pada Anak Usia 5-6 Tahun.. Universitas Islam Negeri Raden