ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN PAKAN TERNAK AYAM PETELUR (STUDI KASUS PADA PETERNAKAN PANGIAN FARM )
Alya Kheisya*)
Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam
*)Email Koresponden : [email protected]
ABSTRAK
Pengendalian persediaan disektor industry sangat penting diterapkan untuk mengetahui berapa kebutuhan pakan disetiap periode yang dibutuhkannya, salah satu peternakan yang ada di nagari pangian CV. Pangian. Manajemen pakan ternak yang diterapkan CV. Pangian serta mengimplementasikan sistem manajemen persediaan dengan penerapan metode economic order quantity (EOQ). Jenis Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode analisis kuantitatif. Data penelitian dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh melalu observasi dan wawancara langsung di CV. Pangian, serta data sekunder yang dikumpulkan, data terkait berupa data biaya pemesanan pakan ternak, data penggunaan pakan ternak, data biaya pemesanan serta data biaya penyimpanan dari CV.
Pangian. Manajemen persediaan pakan ternak ayam petelur merupakan aspek krusial dalam industri peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan persediaan pakan yang efisien di CV.Pangian.
Kata Kunci : Manajemen Analisis Persediaan Pakan, Ayam Petelur, Biaya Penyimpanan, Produktivitas.
ABSTRACT
Inventory control in the industrial sector is very important to be implemented to find out how much feed is needed in each period, one of the farms in Nagari Pangian CV. Pangian. Animal feed management implemented by CV. Pangian and implementing an inventory management system by implementing the economic order quantity (EOQ) method. This type of research is descriptive with a quantitative analysis method. The research data in this study are primary data obtained through direct observation and interviews at CV. Pangian, as well as secondary data collected, related data in the form of data on animal feed ordering costs, data on animal feed usage, data on ordering costs and data on storage costs from CV. Pangian. Management of animal feed inventory for laying hens is a
crucial aspect in the livestock industry. This study aims to analyze efficient feed inventory management strategies at CV.Farm.
Keywords: Feed Inventory Analysis Management, Laying Hens, Storage Costs, Productivity.
PENDAHULUAN
Manajemen persediaan adalah proses perencanaan, pengendalian, dan pengawasan terhadap stok barang yang dimiliki oleh suatu organisasi untuk memastikan ketersediaan barang yang tepat pada waktu yang tepat dan dalam jumlah yang sesuai. Dalam konteks industri, manajemen persediaan berfungsi untuk meminimalkan biaya penyimpanan sambil memaksimalkan efisiensi operasional.
Hal ini mencakup berbagai aktivitas, seperti pengadaan, penyimpanan, dan distribusi barang, serta pengendalian permintaan untuk menghindari kelebihan atau kekurangan stok. Penerapan teknik manajemen persediaan yang efektif dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan profitabilitas suatu perusahaan. Menurut Heizer dan Render (2017), manajemen persediaan yang baik tidak hanya mengoptimalkan penggunaan sumber daya, tetapi juga meningkatkan responsivitas terhadap perubahan pasar. Dengan demikian, manajemen persediaan menjadi aspek fundamental dalam menjalankan operasi bisnis yang sukses.
Setiap pengusaha menginginkan usaha yang dijalankanya dapat berjalan lancar, efektif serta efisien. Untuk mencapai sebuah usaha yang berjalan dengan baik maka dibutuhkan pengendalian terhadap proses produksi. Dalam proses produksi banyak hal yang perlu diperhatikan seperti mengontrol tingkat persediaan, penentuan bahan baku, alur proses poduksi, tahapan dalam pengolahan, sampai pengendalian terhadap kualitas hasil produksi. Dalam usaha yang berfokus pada bidang produksi, salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah persediaan bahan untuk produksi. Inventory atau persediaan merupakan nilai yang cukup besar dalam segi biaya operasional suatu perusahaan.
Persediaan adalah istilah yang merujuk kepada segala sesuatu atau sumber daya dalam sebuah organisasi yang disimpan sebagai cadangan terhadap pemenuhan permintaan, yang meliputi beberapa barang seperti bahan mentah,
barang dalam proses, ataupun barang jadi. Persediaan sebagai kekayaan perusahaan, memiliki peranan penting dalam proses produksi, karna pada dasarnya dengan adanya persediaan akan mempermudah jalanya proses produksi yang harus dilakukan secara terus menerus oleh perusahaan.
Menurut Arnold et al. (2018), persediaan berfungsi sebagai buffer yang membantu perusahaan dalam menghadapi fluktuasi permintaan dan variasi dalam proses produksi. Misalnya, dalam industri manufaktur, perusahaan seringkali menyimpan bahan baku untuk memastikan kelangsungan produksi meskipun terjadi keterlambatan pengiriman. Di sektor ritel, toko-toko menjaga persediaan barang jadi untuk memenuhi permintaan konsumen, terutama selama periode puncak seperti musim liburan
Menurut Zulfikarijah (2005): Dalam pandangannya, persediaan secara umum didefinisikan sebagai stok bahan baku yang digunakan untuk memfasilitasi produksi atau untuk memenuhi permintaan konsumen. Ini menunjukkan bahwa manajemen persediaan tidak hanya berfokus pada penyimpanan barang, tetapi juga pada bagaimana barang tersebut digunakan dalam proses produksi dan distribusi.
Pakan adalah bahan atau campuran bahan yang diberikan kepada hewan ternak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka. Pakan adalah sesuatu yang diberikan ke ternak secara intensif yang tidak mengandung racun dan berfungsi sebagai penunjang hidup pokok, produksi dan reproduksi. Dilansir dari salah satu berita yang di terbitkan (poultryindonesia.com) yang berjudul “Manajemen Pakan Ayam Petelur Fase Produksi” yang ditulis oleh (Muhammad Sandi Dwiyanto, S.Pt ., 2020) menurutnya salah satu faktor penentu keberhasilan produksi ayam petelur adalah ketersediaan pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak baik dari segi jumlah maupun kualitasnya. Hal ini juga akan berkorelasi erat dengan biaya yang dikeluarkan, semakin efisien penggunaan pakan, maka pendapatan peternak bisa semakin lebih besar. Manajemen pakan yang baik pada proses budi daya ayam petelur sangatlah penting untuk dikuasai oleh para peternak. “Selain untuk produksi, pakan juga berfungsi untuk kebutuhan maintenance. Maka, keseimbangan dalam pemberian pakan penting untuk dilakukan,”
Menurut McDonald, P., Edwards, R. A., Greenhalgh, J. F. D., & Morgan, C. A.
(2011). Dalam buku mereka, pakan didefinisikan sebagai semua bahan yang digunakan untuk memberi makan hewan, yang dapat mencakup bahan nabati, bahan hewani, dan suplemen nutrisi. Mereka menjelaskan bahwa pakan harus dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari jenis hewan yang diberi makan, baik itu ternak, unggas, atau hewan peliharaan. Kualitas pakan sangat penting karena dapat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas hewan
Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan pakan, yang merupakan salah satu komponen penting dalam usaha peternakan ayam petelur.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai metode dan teknik yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan tingkat persediaan pakan, sehingga peternak dapat memastikan bahwa pakan selalu tersedia sesuai dengan kebutuhan ayam. Dengan pengelolaan persediaan yang baik, diharapkan dapat mencegah terjadinya kelebihan atau kekurangan pakan, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan ayam dan produktivitas telur.
Selanjutnya, penelitian ini juga ingin mengeksplorasi dampak kualitas pakan terhadap performa ayam petelur. Kualitas pakan berpengaruh langsung pada kesehatan dan hasil produksi ayam, sehingga analisis ini penting untuk menemukan formulasi pakan yang paling efektif. Dengan memahami pengaruh berbagai jenis pakan, penelitian ini bertujuan untuk merekomendasikan pilihan pakan yang dapat meningkatkan jumlah dan kualitas telur yang dihasilkan.
Selain itu, penelitian ini berfokus pada pengambilan keputusan berbasis data dalam manajemen persediaan. Dengan menyediakan informasi yang akurat dan relevan, peternak dapat membuat keputusan yang lebih tepat terkait pembelian, penggunaan, dan pengelolaan pakan. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki strategi manajemen yang ada dan memberikan panduan yang jelas dalam merencanakan kebutuhan pakan sesuai dengan siklus produksi ayam.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan profitabilitas usaha peternakan. Dengan manajemen persediaan pakan yang lebih baik,
diharapkan dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan keuntungan. Penelitian ini juga dapat memberikan wawasan tentang strategi manajemen risiko yang efektif, sehingga peternak dapat menghadapi tantangan terkait fluktuasi harga pakan dan ketersediaan dengan lebih baik. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap praktik manajemen pakan dalam industri peternakan ayam petelur.
TINJAUAN PUSTAKA
Manajemen persediaan adalah ilmu yang mempelajari bagaimana sebuah perusahaan dapat mengatur persediaan agar optimal. Selain itu manajemen persediaan merupakan solusi untuk pengendalian persediaan yang mengatur tingkat pemesanan yang tepat dengan biaya yang seminimal mungkin. Manajemen persediaan juga merupakan sebuah sistem pengendalian persediaan dimana didalamnya terdapat berbagai pengambilan keputusan yang berkaitan dengan tingkat persediaan yang harus dijaga, kemudian kapan pemesanan harus dilakukan, serta berapa banyak jumlah yang dipesan. Dengan penerapan manajemen persediaan diharapkan ketersediaan bahan baku produksi tetap terjaga, serta biaya pengadaan persediaan tetap rendah
Sumber daya bagi perusahaan adalah persediaan, yang dapat berbentuk produk atau komoditas. Perusahaan dapat memperoleh manfaat dari penggunaan atau penjualan produk dab bahan ini dimasa mendatang (Main, Putra, dan Maksum, 2022).
Manajemen Persediaan adalah kegiatan yang dilakukan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, harian, evaluasi, dan pengendalian. Dari sini dapat disimpulkan bahwa pentingnya manajemen persediaan adalah proses perecanaan persediaan ( Purnomo and Pasca, 2018).
Dalam bukunya, Rangkuti menjelaskan bahwa manajemen persediaan adalah proses yang mencakup pengendalian dan pengelolaan persediaan barang untuk
memastikan bahwa barang tersedia dalam jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dengan biaya yang efisien (Freddy Rangkuti, 1955)
Mereka mendefinisikan persediaan sebagai barang dagangan yang disimpan untuk dijual dalam operasi perusahaan dan barang yang terdapat dalam proses produksi. Manajemen persediaan, dalam konteks ini, berarti mengelola barang- barang tersebut untuk menjaga kelancaran operasi perusahaan (C. Rolln Niwwonger dan Philip E. Fess, 1999)
Manajemen persediaan juga diartikan sebagai pengelolaan barang yang tersedia untuk dijual, dalam proses produksi, atau dalam bentuk bahan dan perlengkapan yang digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa (Ikatan Akutansi Indonesia, 2015)
Pakan adalah semua bahan yang digunakan untuk memberi makan hewan ternak, yang dapat berupa bahan nabati, hewani, atau campuran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi hewan (Haryanto,B 2010)
Dalam bukunya, Soekarto menjelaskan bahwa pakan adalah bahan yang diberikan kepada hewan untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan, reproduksi, dan kesehatan hewan (Soekarto, S 2005)
Muchtadi mendefinisikan pakan sebagai bahan yang digunakan untuk memberi makan hewan ternak, yang dapat berupa pakan segar, pakan kering, atau pakan olahan, yang semuanya memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda (Muchtadi, T 2008)
METODE PENELITIAN
Wawancara ini dilaksanakan di Jorong Tago Palange, Nagari Pangian, Kabupaten Tanah Datar. Wawancara ini dilaksanakan dengan pemilik kandang ayam petelur tersebut.
Pengumpulan data kualitatif dilakukan melalui survei yang melibatkan 100 peternak ayam petelur di Nagari Pangian, dilakukan wawanacara untuk mengumpulkan informasi tentang praktik manajemen persediaan, termasuk frekuensi pengadaan pakan, jenis pakan yang digunakan, dan kendala yang dihadapi.Wawancara ini juga bertujuan untuk memahami persepsi peternak terhadap kualitas pakan dan dampaknya terhadap produktivitas ayam petelur.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif, deskriptif yaitu menganalisis, menggambarkan dan meringkas berbagai kondisi, situasi dari berbagai data dalam bentuk angka- angka yang dikumpulkan dari hasil analisis dan wawancara atau pengamatan mengenai masalah yang diteliti yang terjadi di lapangan.
Penelitian ini dilakukan di Pangian Farm, yang terletak di Jorong Tago Palange, Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Penelitian ini berfokus pada manajemen persediaan pakan ternak ayam petelur menggunakan metode economic quantity order (EOQ).
Data Primer. Data primer yaitu data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan. Data penelitian ini diperoleh dengan melakukan observasi dan wawancara langsung pada Pangian Farm. Data Primer dalam penelitian ini berupa profil perusahaan dari Pangian Farm, dimana di dalamnya terdiri struktur organisasi perusahaan beserta tugas dan tanggung jawab dari setiap bagian dalam organisasi perusahaan, proses produksi di Pangian Farm.
Data Sekunder. Data sekunder yaitu data yang diperoleh/dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain.
Data penelitian ini berupa:
Data pemesanan pakan Pangian Farm Tahun 2025.
Data penggunaan pakan Pangian Farm Tahun 2025.
Data biaya pemesanan pakan Pangian Farm Tahun 2025, beserta waktu tunggu hingga pemesanan sampai di persediaan.
Data biaya penyimpanan pakan ternak Pangian Farm Tahun 2025, beserta jumlah persediaan pengaman dan keputusan pembelian kembali persediaan pakan ternak
Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan guna untuk mengumpulkan data dengan proses tanya jawab antara pewawancara dengan narasumber terkait permasalahan yang sedang dibahas. Dalam hal ini narasumber adalah Direktur, Penganggun jawab peternakan dari Pangian Farm.
Observasi dilakukan saat penelitian dengan cara mengamati kegiatan yang sedang berlangsung dalam proses pengendalian persediaan pakan ternak untuk ayam petelur pada Pangian Farm. Dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dengan cara mencatat dan mengumpulkan data dari dokumen seperti buku dan laporan yang dimiliki perusahaan berkaitan dengan proses persediaan pakan ternak ayam petelur.
Dalam analisis manajemen persediaan pakan ternak ayam untuk petelur sangat krusial untuk keberhasilan penelitian ini. Mitra, yang terdiri dari peternak lokal, penyedia pakan, dan lembaga penelitian, berperan aktif dalam setiap tahap proyek.
Peternak memberikan data penting mengenai praktik sehari-hari dalam pengelolaan persediaan, termasuk tantangan yang mereka hadapi, seperti fluktuasi harga pakan dan aksesibilitas bahan baku. Mereka juga terlibat dalam wawancara dan diskusi kelompok fokus untuk memberikan wawasan mendalam tentang kebiasaan dan preferensi mereka.
DAFTAR PUSTAKA
Arnold, J. R. T., Chapman, S. N., & Clive, A. (2018). Inventory Management. Cengage Learning.
Haryanto, B. Pakan Ternak: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2010.
Heizer, J., & Render, B. (2017). Operations Management. Pearson
Ikatan Akuntansi Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia, 2015.
McDonald, P., Edwards, R. A., Greenhalgh, J. F. D., & Morgan, C. A. (2011). Animal Nutrition. Pearson Education Limited.
Muchtadi, T. Pakan Ternak dan Nutrisi. Bogor: IPB Press, 2008.
Niwwonger, C. Rolln, dan Philip E. Fess. Akuntansi Dasar. Jakarta: Penerbit Erlangga, 1999.
Purnomo, Hery, and Lilia Riani Pasca.2018. Optimasi Pengendalian Persediaan
Rangkuti, Freddy. Manajemen Persediaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995.
Soekarto, S. Ilmu Pakan Ternak. Jakarta: Penebar Swadaya, 2005.
Utama, Ferry, Dwi Putra, and ApidHapid Maksum. 2022. “Analisis Penerapan ManajemenPersediaan Produk Arm Rear Brake Kyea DenganMetode EOQ.” VII(1):2561–70
Zulfikarijah, A. (2005). Dasar-Dasar Manajemen Persediaan. Yogyakarta: Penerbit DEF.