PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK MELALUI EDUKASI KESEHATAN PADA REMAJA
KARANG TARUNA DI DUSUN KRADENAN DESA TROSEMI
Lilik Subagiyo Utomo1, Salsabella Septa Widyowati2, Lutfi’ah Gauri3, Intan Alifah Febriyanti4, Ailsa Putri Sahashika5, Titis Lulut Pujiati6, Nazhifa Nida Iftina7, Anis Ayu Arinda8, Fathia Azzahra Shafa Sabiella9, Ferrarista Nadja Raihani10, Hestia
Hardani11
1Prodi Keperawatan, Universitas Muhammdiyah Surakarta
2Prodi Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammdiyah Surakarta
3Prodi Ilmu Gizi, Universitas Muhammdiyah Surakarta
4Prodi Fisioterapi, Universitas Muhammdiyah Surakarta
*Email [email protected] Abstrak
Merokok menjadi salah satu perilaku yang masih banyak dilakukan oleh masayarakat Indonesia khususnya pada kalangan remaja. Remaja yang terlibat dalam perilaku merokok memiliki risiko yang lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker paru-paru, gangguan pernapasan, dan gangguan kesehatan lainnya. Untuk mengatasi perilaku merokok pada remaja yaitu dengan keputusan untuk menggurangi konsumsi rokok secara bertahap dan motivasi yang kuat untuk tidak merokok. Penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi rokok dan menekan resiko penyakit yang disebebkan oleh rokok melalui peningkatan pengetahuan remaja. Metode yang digunakan melalui survey awal, fokus discussion, diseminasi dan evaluasi. Target dan sasaran adalah remaja Karang Taruna Karya Utama Dukuh Kradenan Desa Trosemi. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai p (0,0001) < 0,05, maka Ha diterima. Kesimpulan: terdapat pengaruh sebelum diberi penyuluhan dan setelah diberi penyuluhan tentang bahaya merokok pada remaja. Saran yang diajukan adalah adannya keberlanjutan dalam pengembangan media edukasi kesehatan, agar bisa meningkatkan pengetahuan kesehatan mengenai bahaya merokok dan upaya pencegahan terhadap bahaya merokok.
Kata Kunci: Merokok; remaja; penyuluhan; pengetahuan; perilaku.
Abstract
Smoking is one of the behaviors that is still widely practiced by Indonesian people, especially among teenagers. Adolescents who engage in smoking behavior have a higher risk of various chronic diseases, such as heart disease, lung cancer, respiratory problems, and other health problems. To overcome smoking behavior in adolescents, namely by the decision to reduce cigarette consumption gradually and strong motivation not to smoke. This health education aims to reduce smoking consumption and reduce the risk of disease caused by smoking through increasing youth knowledge. The method used is through an initial survey, focus discussion, dissemination and evaluation. The target and target are the youth of Karang Taruna Karya Utama, Dukuh Kradenan, Trosemi Village. The results show that the p value (0.0001) <0.05, then Ha is accepted.
Conclusion: there is an influence before being given counseling and after being given counseling about the dangers of smoking in adolescents. The suggestions put forward are the existence of continuity in the development of health education media, in order to increase health knowledge about the dangers of smoking and efforts to prevent the dangers of smoking.
Keywords: Smoke; teenager; counseling; knowledge; behavio
PENDAHULUAN
Merokok merupakan perilaku yang masih banyak dilakukan oleh masayarakat Indonesia dari berbagai kalangan usia, salah satunya adalah usia remaja.
Pengaruh lingkungan sosial merupakan salah satu faktor yang menyebabkan remaja melakukan perilaku merokok. Menurut WHO (World Health Organization), rentang usia remaja adalah 10-19 tahun, selain itu terdapat istilah
‘anak muda’ dengan batas usia 15- 24 tahun(Witoko, 2017). Hal ini sejalan dengan penelitian yang diterbitkan jurnal The Lancet, bahwa batas usia remaja adalah 10- 24 tahun atau sama dengan kriteria
“anak muda” yang ditetapkan oleh WHO, sehingga dapat disimpulkan bahwa remaja adalah seseorang yang belum menikah dan berada pada masa transisi(Gobel et al., 2020).
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 diketahui bahwa prevalensi merokok konvensional dan elektrik di Indonesia pada usia ≥ 10 tahun sebesar 28,8%, dan pada usia ≥ 15 sebesar 67,7% dimana 62,9%
berjenis kelamin laki-laki dan 4,8%
berjenis kelamin perempuan dan selanjutnya prevalensi populasi merokok pada usia 10-18 tahun sebesar 9,1%. Hal ini tentu saja belum mencapai target dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2019 yaitu sebesar 5,4%. Menurut data Badan
Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, diketahui bahwa tahun 2019 prevalensi merokok konvensional di Indonesia usia ≥ 15 tahun ada sebesar 29,03%, lalu mengalami penurunan pada tahun 2020 menjadi sebesar 28,69% dan mengalami peningkatan lagi pada tahun 2021 sebesar 28,96%
(Kurniawati, 2022).
Menurut lembaga survey WHO tahun 2008, Indonesia menduduki peringkat ke 3 sebagai jumlah perokok terbesar di Dunia.
Sebanyak 13,2 % dari total keseluruhan remaja di Indonesia adalah perokok aktif. Ada beberapa alasan yang dikemukakan oleh para ahli untuk menjawab mengapa seseorang merokok. Setiap individu mempunyai kebiasaan merokok yang berbeda dan biasanya disesuaikan dengan tujuan mereka merokok. Pendapat tersebut diperkuat dangan pernyataan bahwa seseorang merokok karena faktor sosio kultural seperti kebiasaan budaya, kelas sosial, gengsi, dan tingkat pendidikan.
Salah satu faktor yang mungkin terjadi adalah kurangnya kesadaran dan sikap negatif masyarakat tentang bahaya merokok bagi dirinya maupun lingkungannya. Sehingga diperlukan upaya untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut.
Beragam kalangan memandang perilaku merokok sebagian besar mengarah bahwa rokok memiliki
dampak negatif. Merokok yaitu demi relaksasi dan ketenangan, terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok(Hidayati et al., 2020).
Perilaku merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan yang serius di banyak negara, termasuk di Indonesia. Remaja yang terlibat dalam perilaku merokok memiliki risiko yang lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker paru-paru, gangguan pernapasan, dan gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pemahaman yang baik tentang bahaya merokok kepada remaja agar mereka dapat membuat keputusan yang lebih bijak terkait perilaku merokok(Prihatiningsih et al., 2020).
Pengetahuan remaja tentang bahaya merokok akan diukur sebelum dan setelah intervensi edukasi kesehatan untuk melihat sejauh mana peningkatan pengetahuan yang terjadi setelah program tersebut dilakukan. Selain itu, penelitian ini juga akan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi sikap remaja terhadap merokok dan bagaimana edukasi kesehatan dapat memengaruhi sikap mereka terhadap perilaku merokok(Lenda Yuli Astuti, Akde Triyoga, 2019).
Dusun Kradenan, Desa Trosemi merupakan salah satu daerah pedesaan yang memiliki
populasi remaja yang cukup signifikan. Namun, pengetahuan remaja di daerah ini tentang bahaya merokok mungkin masih terbatas, karena kurangnya akses terhadap informasi dan pendidikan kesehatan yang memadai. Selain itu, faktor-faktor sosial, budaya, dan lingkungan di pedesaan juga dapat memengaruhi perilaku merokok remaja(Meikawati &
Prajayanti, 2020).
Dengan memfokuskan kegiatan penyuluhan pada remaja Karang Taruna di Dusun Kradenan, Desa Trosemi, kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok melalui program edukasi kesehatan. Dengan memberikan edukasi yang tepat dan relevan, diharapkan remaja dapat memahami konsekuensi negatif dari merokok dan mempertimbangkan keputusan mereka terkait perilaku merokok dengan lebih bijak(Herawati et al., 2020).
Dengan demikian, kegiatan penyuluhan kesehatan ini memiliki relevansi yang penting dalam
upaya pencegahan dan
pengendalian perilaku merokok pada remaja di daerah pedesaan.
Hasil kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan program edukasi kesehatan yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok, sehingga dapat berkontribusi pada penurunan angka perokok remaja
dan meningkatkan kualitas kesehatan mereka di masa depan.
METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN
Mahasiswa KKN UMS
melakukan pengabdian masyarakat dengan metode penyuluhan dengan partisipan pemuda-pemudi Karang Taruna Karya Utama. Materi penyuluhan yang diberikan berupa gambaran terkait bahaya merokok terhadap remaja. Dalam kegiatan ini diikuti oleh 25 remaja Karang Taruna Karya Utama Dukuh Kradenan Desa Trosemi. Kegiatan penyuluhan dilakukan pada hari Senin, tanggal 26 Juni 2023 pukul 19.30 - 20.30 WIB salah satu rumah pemuda karang taruna.
Tahap pertama dalam kegiatan penyuluhan bahaya merokok ini adalah penyusunan materi bahaya merokok yang diambil dari Kementerian Kesehatan Indonesia.
Penyusunan materi terkait gambaran merokok berupa pengertian merokok, faktor penyebab merokok, dampak negative merokok, dan cara mencegah bahaya merokok.
Penyusunan materi gambaran merokok berupa pengertian merokok, faktor penyebab merokok, dampak negative merokok, dan cara mencegah bahaya merokok disusun oleh Kelompok KKN IPE-AIK FIK UMS 45. Kemudian tahap pelaksanaan penyuluhan Kesehatan bahaya merokok remaja dilaksanalan pada
kelompok Karang Taruna Karya Utama Dukuh Kradenan Desa Trosemi. Kegiatan ini dimulai dengan pengisian pre-test oleh pemuda-pemudi Karang Taruna Karya Utama. Kemudian masuk dalam kegiatan pemaparan materi
bahaya merokok dengan
menggunakan media powerpoint precentation dan dengan metode ceramah, tatap muka dan tanya jawab. Pemaparan materi bahaya merokok dengan disampaikan oleh mahasiswa Kelompok KKN IPE-AIK FIK UMS 45. Kemudian di tahap akhir dalam kegiatan penyuluhan materi bahaya merokok dilakukan pengerjaan post-test dan tanya jawab untuk mengevaluasi pemahaman pemuda-pemudi Karang Taruna Karya Utama setelah diberikan penyuluhan materi bahaya merokok. Untuk masing-masing soal pre-test dan soal post-test berjumlah 6 soal dengan jawaban benar atau salah yang dikerjakan oleh pemuda- pemudi Karang Taruna Karya Utama.
Pengisian pos-test
Penyuluhan Kesehatan mengenai bahaya merokok
menggunakan metode ceramah, tatap muka dan
tanya jawab Pembuatan
powerpoint dengan mengutip materi dari
HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Hasil
Table 1. distribusi pengetahuan
Hasil Pengetah
uan
Prete st N(%)
Postte st N(%)
Baik 11
(44)
17 (68) Kurang 14
(56) 8 (32) Jumlah 25
(100
%)
25 (25%) Berdasarkan table 1, dari 25 responden terjadi peningkatan pengetahuan baik dari pre-test ke post-test sebesar 29,34%.
Table 2. distribusi nilai maksimal, minimal, rata-rata,SD
vari abel
Nilai mini mum
Nil ai m ak si m u m
Me an
Std Dev ia tion
Pret est
50,0 83 ,3
59, 28 0
10, 802 9 ppos
ttest
83,3 10 0, 0
88, 64 4
7,9 508
Tabel 2, menunjukkan bahwa nilai mean yang didapatkan responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan Kesehatan terjadi peningkatan sebesar 29,364.
Table 3. hasil uji paired sample test
variab el
me an
p- val ue
∝ Kesi m- Pula n Sebel
um penyu luhan
59, 28 0
0,0 00 1
0, 0 5
H0
ditol ak Setela
h penyu luhan
88, 64 4
0,0 00 1
0, 0 5
Ha
dite rim a Tabel 3, menunjukkan uji peired sample test terkait sebelum penyuluhan dan setelah penyuluhan
bahaya merokok
menggunakan media powerpoint precentation dan dengan metode ceramah, tatap muka dan tanya jawab. Hasil uji paired test menunjukkan bahwa nilai p < 0,05, maka Ha diterima. Kemudian
Pengisian pre-test
kesimpulannya berupa terdapat perbedaan penyuluhan sebelum dan setelah materi bahaya
merokok dengan
menggunakan media powerpoint precentation dan dengan metode ceramah, tatap muka dan tanya jawab.
3.2. Pembahasan
Pada tahap pertama dilakukan pengumpulan data mengenai pengetahuan peserta malalui pre-test. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan peserta mengenai bahaya merokok.
Pertanyaan diberikan sebanyak enam soal yang berkaitan dengan materi yang akan diberikan, yakni bahaya merokok pada remaja dengan tipe soal true or false (benar atau salah).
Soal yang diberikan dinilai dapat menjadi tolak ukur pengetahuan peserta mengenai bahaya merokok, mencakup kandungan berbahaya dalam rokok, resiko yang timbul dari kebiasaan merokok, serta cara untuk mengehentikan kebiasaan merokok.
Digunakan Google form sebagai alat bantu dalam proses pengumpulan data peserta. Selanjutnya dilakukan pemberian materi melalui metode ceramah dengan media Power point, diskusi dan tanya jawab, selama 60 menit oleh
pemateri mengenai
pengertian, kandungan, faktor penyebab, efek,
bahaya merokok serta cara berhenti merokok.
Mengkaji dari kegiatan penyuluhan yang telah dilaksanakan, peserta terlihat antusias dilihat dari penyampaian pertanyaan terkait materi yang disampaikan serta sesi diskusi yang aktif setelah penyampaian materi oleh
mahasiswa selesai
dilakukan. Beberapa
pertanyaan yang diberikan oleh peserta yakni terkait resiko yang timbul sebagai perokok pasif serta penyebab sulitnya berhenti dari kebiasaan merokok.
Setelah selesai
dilaksanakannya sesi tanya jawab serta diskusi, tahap terakhir yaitu mengukur sejauh mana pengetahuan peserta mengenai materi yang telah diberikan melalui post test dengan jumlah dan jenis soal yang sama dengan pre test. Dilihat dari hasil uji statistic yang telah dilakukan, terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta setelah dipaparkan materi melalui media power point mengenai bahaya merokok dinilai dari hasil penilaian pre test dan
pos test. Sebagaimana penelitian yang telah dilakukan oleh Sudiyono, dkk (2021) & Yulianti, dkk (2023) yang menyampaikan bahwasannya terdapat pengaruh penyuluhan mengenai bahaya merokok terhadap peningkatan pengetahuan.
Meningkatnya pengetahuan peserta mengenai bahaya merokok ini merupakan permulaan yang baik karena pengetahuan atau kognitif merupakan ranah yang sangat penting dalam membentuk perilaku
seseorang atau
overtbehavior (Pakpahan et al., 2022). dak. Selain itu, perubahan perilaku yang didasarkan pada
pengetahuan dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan
dengan perilaku berbasis non-pengetahuan. Terdapat
beberapa tingkat
pengetahuan manusia tentang objek yang diamati:
mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, sintesis, dan mengevaluasi (Notoatmodjo, 2018).
KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan dari hasil penyuluhan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulakan bahwa
1. Terdapat pengaruh sebelum diberi penyuluhan dan setelah diberi penyuluhan tentang bahaya merokok pada Remaja Karang Taruna Dukuh Kradenan Desa Trosemi.
2. Saran kepada Remaja Karang Taruna Dukuh Kradenan Desa Trosemi diharapkan adannya keberlanjutan dalam
pengembangan media
edukasi kesehatan, agar bisa meningkatkan pengetahuan kesehatan mengenai bahaya
merokok dan upaya
pencegahan bahaya merokok.
UCAPAN TERIMAKASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah salah satu pemuda yang sudah mengizinkan dan memfasilitasi kami melakukan penyuluhan, serta Remaja Karang Taruna yang sudah ikut berpartisipasi dan meluangkan waktunya untuk mengikuti acara penyuluhan ini.
DAFTAR PUSTAKA
Gobel, S., Pamungkas, R. A., Abdurrasyid, R. P. S., & ... (2020). Bahaya Merokok
Pada Remaja. In ….
digilib.esaunggul.ac.id.
https://digilib.esaunggul.ac.id/public/UE U-Journal-18034-11_0763.pdf
Herawati, A., Hidayat, A., & ... (2020).
Peningkatan Pengetahuan Dengan Metode Pemberian Edukasi Kesehatan Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Reproduksi Remaja Pada Siswa SMPN 20 …. In … Kesehatan ….
ojs.dinamikakesehatan.unism.ac.id.
https://ojs.dinamikakesehatan.unism.ac.i d/index.php/dksm/article/download/554/
442
Hidayati, I. R., Pujiana, D., & Fadillah, M.
(2020). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang bahaya merokok kelas XI SMA Yayasan Wanita Kereta Api Palembang Tahun 2019. Jurnal Kesehatan.
https://journals.ums.ac.id/index.php/jk/a rticle/view/9769
Kurniati, G., Widyastutik, O., & ... (2020).
Efektivitas Media Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Bahaya Merokok Pada Anak Sekolah Menengah Pertama (Studi di SMPN 05 …. … Problema Kesehatan.
http://ejournal.lldikti10.id/index.php/end urance/article/view/v5i2-4571
Kurniawati, R. D. (2022). Generasi Sehat Tanpa Rokok: Wujudkan Kawasan Tanpa Rokok RW 01 Kelurahan Paledang Kota Bandung. Journal of Dedicators Community, 6(1), 45–58.
https://doi.org/10.34001/jdc.v6i1.2113 Lenda Yuli Astuti, Akde Triyoga, S. D. R.
(2019). PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK DAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA. STIKES, 11(1), 1–90.
Martina Pakpahan, D., eborah Siregar, Andi Susilawaty, TasnimMustar, Radeny Ramdany, Evanny Indah Manurung, Efendi Sianturi, Marianna Rebecca Gadis Tompunu, Yenni Ferawati Sitanggang, & Maisyarah.M. (2021).
Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan(pp. 1–184). Yayasan Kita Menulis.
Meikawati, P. R., & Prajayanti, H. (2020).
Pendidikan Kesehatan tentang Tumbuh Kembang Remaja dan Bahaya Rokok bagi Kesehatan Remaja di SMK Baitussalam Kota Pekalongan. Jurnal ABDIMAS-
HIP….http://akbidhipekalongan.ac.id/e- journal/index.php/abdimaship/article/vie
w/76
Notoatmodjo, S. (2018). Ilmu Perilaku.
Rineka Cipta.
Prihatiningsih, D., Devhy, N. L. P., & ...
(2020). Penyuluhan bahaya rokok untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai dampak buruk rokok bagi kesehatan di smp tawwakal denpasar. …
Kesehatan.
https://jpk.jurnal.stikescendekiautamaku dus.ac.id/index.php/jpk/article/view/67 Witoko, Y. D. ; R. Y. A. R. (2017). Faktor-
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Pada Remaja di Karangtaruna Desa jalen Kecamatan Baong Kabupaten Ponorogo. VII, 1–23.