• Tidak ada hasil yang ditemukan

ARYA SU - UNISMA Repository - Universitas Islam Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ARYA SU - UNISMA Repository - Universitas Islam Malang"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI DI DESA POTO KECAMATAN MOYO HILIR KABUPATEN

SUMBAWA

SKRIPSI

Oleh:

ARYA SUARNA 215.010.32.044

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG

MALANG 2021

(2)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI DI DESA POTO KECAMATAN MOYO HILIR KABUPATEN

SUMBAWA

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pertanian strata 1 (S-1)

Oleh:

ARYA SUARNA 215.010.32.044

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG

MALANG 2021

(3)

LEMBAR PERSETUJUAN

Judul Penelitian : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI DI DESA POTO KECAMATAN MOYO HILIR KABUPATEN SUMBAWA

Nama : ARYA SUARNA

NPM : 215.010.32.044

Program Studi : Agribisnis

Fakultas : Pertanian

Meyetujui, Pembimbing Pertama

Dr. Ir. Masyhuri Machfudz, MP.

NIP: 1890200024

Pembimbing Kedua

Ir. Sri Hindarti, M.Si.

NIP: 1930200024

Dekan Fakultas Pertanian

Prof. Dr. Ir. Nur Hidayati, MP.

NIP: 1920200015

Kaprodi Agribisnis

Dr. Dwi Susilowati, SP., MP NIP: 1990200010

(4)

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Penelitian :ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI DI DESA POTO KECAMATAN MOYO HILIR KABUPATEN SUMBAWA

Nama : ARYA SUARNA

NPM : 215.010.32.044

Program Studi : Agribisnis

Fakultas : Pertanian

Mengsahkan, Majelis Penguji

Ketua

Dr. Ir. Bambang Siswadi, MP.

NIP: 1870200016 Anggota

Dr. Ir. Masyhuri Machfudz, MP.

NIP: 1890200024

Anggota

Ir. Sri Hindarti, M.Si.

NIP: 1930200024

(5)

PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI Yang bertandatangan dibawah ini:

Nama : Arya Suarna

NPM : 215.010.32.044

Program Studi : Agribisnis

Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi Di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa.

Saya menyatakan denngan sebenar-benarnya bahwa didalam skripsi ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk

memperoleh gelar akademik di suatu perguruan tinggi, dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali tertulis dalam naskah ini dan ditulis dalam sumber kutipan dan daftar pustaka. Apabila dalam skripsi ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur jiplakan, saya bersedia skripsi ini dibatalkan, serta diproses sesuai perundang-undangan yang berlaku (Undang-undang Republik Indonesia No12 tahun 2012, pasal 28 ayat 5 yang berbunyi “Gelar akademik, gelar vokasi, atau gelar profesi yang dinyatakan tidak sah dan dicabut oleh perguruan tinggi apabila karya ilmiah yang digunakan untuk memperoleh gelar akademik, gelar vokasi atau gelar profesi terbukti merupakan hasil jiplakan atau plagiat” dan pasal 42 ayat 3 yang berbunyi “lulusan perguruan tinggi yang menggunakan karya ilmiah untuk memperoleh ijazah dan gelar, yang terbukti merupakan hasil jiplakan atau plagiat, ijazahnya dinyatakan tidak sah dan gelarnya dicabut oleh perguruan tinggi”.

Malang, 25 Juli 2021 Yang Membuat Pernyataan

Arya Suarna

(6)

UCAPAN TERIMA KASIH

Dalam kesempatan ini penulis berhasil menyelesaikan skripsi. Penulis ingin menyampaikan terima kasih atas bimbingan, serta masukan yang sangat bemanfaat dan dorongan yang telah diberikan oleh semua pihak yang telah membantu selama menyusun skripsi. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Rektor Universitas Islam Malang Bapak Prof. Dr. H. Masykuri Bakri, M.Si.

2. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang Ibu Dr. Ir.

Nurhidayati, MP.

3. Ketua Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang Ibu Dr. Dwi Susilowati, SP.,MP.

4. Bapak Dr. Ir. Masyhuri Machfudz, MP. selaku dosen pembimbing I dan Ibu Ir. Sri Hindarti, M.Si. selaku dosen pembimbing II yang dengan sabar membimbing, memberikan motivasi, kritik dan saran dan solusi atas terselesaikannya skripsi ini.

5. Kepada bapak ibu dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang, khususnya Program Studi Agribisnis yang telah memberikan bekal dan mendidik penulis dengan berbagai ilmu pengetahuan.

6. Kepada kedua orang tua dan segenap keluarga serta kekasih tercinta yang telah banyak membantu baik dari segi moril maupun materil.

7. Kepada teman-teman asrama Sumbawa Malang (Bang Ferdi,Egi, Bang jack, Bang Gustav, Bang Riki, Mas Dod, Bang Ramli dll yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu) yang telah membantu memberikan motivasi dan semangat.

8. Kepada teman-teman di Desa Poto (Kober, Oker, Danker, Aceng, Keju, Lenga, Heko, Diman, Jepe dll yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu) yang telah mendorong dan memberikan semangat kepada penulis.

Hanya sekedar kalimat terima kasih dan doa yang bisa penulis berikan atas segala sesuatuya. Semoga segala amal baik dan bantuan semua akan mendapatkan balasan dan rahmat dari Allah SWT. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi penulis dan kepada para pembaca. Aminnn...

Malang, 26 Juli 2021

Arya Suarna

(7)

RINGKASAN

ARYA SUARNA. 21501032044. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa Dosen Pembimbing: 1) Dr. Ir. Masyhuri Machfudz, MP

2) Ir. Sri Hindarti, M.Si.

Kata Kunci: Padi, Usahatani, Produksi, Pendapatan

Padi merupakan tanaman yang memegang peranan penting bagi perekonomian negara sebagai bahan untuk mencukupi kebutuhan pokok masyarakat maupun sebagai mata pencaharian serta sebagai sumber pendapatan petani dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengembangan usaha pertanian di Kabupaten Sumbawa dilaksanakan disetiap desa. Pemanfaatan lahan pertanian di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa yang dikembangkan demi kesejahteraan petani dan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat agar tetap terus berjalan sesuai dengan tujuan pembangunan. Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumbawa tahun 2018 Desa Poto memiliki luas wilayah 13,67 km2 dengan luas lahan sawah 842 ha dan luas lahan bukan sawah 597 ha. Dahulu saat panen berhasil rata-rata padi yang dihasilkan yaitu sebesar 6-7 ton/ha.

Berdasarkan data dari kantor desa setempat, dapat disimpulkan bahwa hasil panen padi terus mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, namun cenderung menunjukkan penurunan. Pada tahun 2016 dan 2017 rata-rata produksi padi per hektar di Desa Poto 4-5 ton, pada tahun 2018 rata-rata produksi padi per hektar 6 ton, sedangkan pada tahun 2019 rata-rata produksi padi per hektar 4 ton.

Penurunan hasil produksi padi bisa dikarenakan tingkat penggunaan faktor produksi yang belum optimal oleh petani. Tidak optimalnya penggunaan luas lahan dan tenaga kerja juga dapat mempengaruhi hasil produksi padi.

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk menganalisis efisiensi usahatani padi di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa (2) untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi padi di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa.

Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proporsional area random sampling dengan jumlah populasi petani yang ada di Desa Poto sebanyak 300 orang yang terbagi dalam 3 dusun. Penentuan sampel dihitung dengan rumus Slovin, maka didapat 75 sampel. Penelitian ini dilaksanakan mulai 10 November – 10 Desember 2020. Data penelitian dikumpulkan dengan wawancara langsung kepada petani dan juga data pendukung dari kantor desa.

Hasil penelitian yang didapatkan bahwa total biaya usahatani padi di Desa Poto sebesar Rp 8.341.508/ha/MT. Penerimaan usahatani padi di Desa Poto sebesar Rp 17.016.000/ha/MT. Sehingga diperoleh pendapatan usahatani padi di Desa Poto sebesar Rp 8.674.492/ha/MT. Maka diketahui hasil analisis R/C Ratio 2,0 artinya setiap biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1 akan memperoleh penerimaan sebesar Rp 2.

Analisis fungsi Cobb Douglas digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi dengan didapatkan hasil variabel

(8)

yang berpengaruh adalah luas lahan menunjukkan hasil t hitung 20,17 dengan tingkat signifikansi 0,000 yang berarti variabel luas lahan berpengaruh secara signifikan terhadap produksi padi, pupuk urea menunjukkan nilai t hitung sebesar 4,06 dengan tingkat signifikansi 0,000 yang berarti variabel pupuk urea berpengaruh secara signifikan terhadap produksi padi, pupuk ZA menunjukkan nilai t hitung sebesar 3,14 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,002 yang berarti bahwa variabel pupuk ZA berpengaruh secara signifikan terhadap produksi padi.

Yang tidak berpengaruh terhadap produksi padi adalah variabel bibit dengan nilai t hitung sebesar 0,79 dengan tingkat signifikansi 0,432 sehingga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produksi padi, pestisida menunjukkan nilai t hitung sebesar 1,10 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,274 yang berarti variabel petisida tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produksi padi, tenaga kerja menunjukkan nilai t hitung sebesar 1,12 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,269 yang artinya variabel tenaga kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produksi padi.

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Rata-rata pendapatan usahatani padi sebesar Rp 8.562.550 per hektar dalam satu musim tanam dengan nilai R/C Ratio 2,0 yang berarti bahwa dalam usahatani padi di desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa efisien untuk dikembangkan.

2. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,923 yang artinya 92,9% produksi padi dipengaruhi oleh luas lahan, bibit, urea, ZA, pestisida dan tenaga kerja sehingga mempengaruhi pendapatan petani. Sedangkan untuk sisanya 7,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam model. Hasil analisis menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap produksi padi adalah luas lahan, urea dan ZA sedangkan variabel yang tidak berpengaruh terhadap produksi padi adalah bibit, pestisida dan tenaga kerja.

Dari hasil penelitian di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa, Peneliti memberikan saran antara lain:

1. Diharapkan petani padi lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan usahataninya agar pendapatan yang didapat semakin meningkat dari sebelumnya.

2. Untuk meningkatkan produksi diharapkan petani melakukan kerjasama dengan kelompok tani setempat untuk mendiskusikan setiap permasalahan yang dialami sehingga mendapatkan solusi bersama.

3. Menurut peraturan perundangan Kementerian Pertanian No.40 tahun 2007 tentang rekomendasi pupuk, didasarkan pada tingkat produktivitas padi sawah bahwa pada tingkat produktivitas tinggi (>6 t/ha) dibutuhkan urea 300-400 kg/ha. Maka dari itu dalam penggunaannya pupuk urea perlu dilakukan penambahan yang harapannya akan mendorong peningkatan produksi padi.

4. Dalam peraturan perundangan Kementerian Pertanian tentang rekomendasi pupuk pada tanah dengan pH tinggi (>7), seperti di Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT diperlukan penambahan pupuk ZA sebanyak 100 kg/ha untuk meningkatkan ketersediaan hara S, maka dari itu pada penggunaan pupuk ZA cenderung

(9)

berlebihan sehingga perlu dikurangi, yang semuanya dalam rangka maksimisasi produksi padi.

(10)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kita, sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

“Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa”.

Skripsi ini telah disusun sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam rangka memperoleh gelar Sarjana Pertanian Strata Satu. Dalam penulisannya, skripsi ini mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat berjalan lancar dan maksimal. Untuk itu penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan skripsi ini hingga dapat terselesaikan dengan baik.

Terlepas dari semua itu, Penulis sepenuhnya menyadari bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca yang sifatnya membangun agar kami dapat memperbaiki skripsi ini dengan baik lagi.

Akhir kata, semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca untuk dapat dijadikan sebagai referensi pada kemudian hari.

Malang, 1 Januari 2021

Penulis

(11)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI ... iv

HALAMAN UCAPAN TERIMA KASIH ... v

HALAMAN RINGKASAN ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR TABEL ... x

I. PENDAHULUAN ... 1

1.1 latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan masalah ... 5

1.3 Tujuan Penelitian ... 6

1.4 Manfaat Penelitian ... 6

II. TINJAUAN PUSTAKA ... 7

2.1 Teori Usahatani ... 7

2.2 Biaya Produksi ... 8

2.3 Penerimaan dan Pendapatan ... 8

2.4 Analisis Efisiensi ... 10

2.5 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Padi ... 11

1. Luas Lahan ... 11

2. Bibit/Benih ... 13

3. Pupuk ... 14

4. Pestisida ... 14

5. Tenaga Kerja ... 15

2.6 Pendapatan Usahatani ... 16

2.7 Hasil Penelitian Terdahulu ... 17

III. KERANGKA KONSEP PENELITIAN... 22

(12)

3.1 Kerangka Berfikir ... 22

3.2 Hipotesis Penelitian ... 24

IV. METODE PENELITIAN ... 25

4.1 Pendekatan Penelitian ... 25

4.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 25

4.3 Metode Pengambilan Sampel ... 25

4.4 Metode Pengumpulan Data ... 27

4.4.1 Jenis dan Sumber Data ... 27

4.4.2 Teknik Pengumpulan Data... 28

4.5 Metode Analisis Data ... 29

4.5.1 Analisis Efisiensi ... 29

4.5.2 Uji Asumsi Klasik ... 30

4.5.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi ... 30

1. Uji Koefisien Determinasi (R2)... 32

2. Uji Simultan (Uji F) ... 33

3. Uji Hipotesis secara Parsial (Uji t) ... 34

V. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 36

5.1 Keadaan Umum Lokasi Penelitian ... 36

5.1.1 Keadaan Umum Desa Poto ... 36

5.2 Karakteristik Petani Responden ... 36

5.2.1 Karakteristik Petani Responden Berdasarkan Umur ... 37

5.2.2 Karakteristik Petani Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 38

5.2.3 Karakteristik Petani Responden Berdasarkan Pengalaman Usahatani .. 39

5.3 Analisis Efisiensi Usahatani Padi ... 40

5.3.1 Biaya Tetap ... 40

5.3.2 Biaya Variabel... 41

5.3.3 Biaya Total Usahatani Padi... 43

5.3.4 Penerimaan Usahatani Padi ... 43

5.3.5 Pendapatan Usahatani Padi ... 44

5.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Padi ... 45

5.4.1 Hasil Analisis Uji Penyimpangan Asumsi Klasik ... 46

5.4.2 Hasil Analisis Koefisien Determinasi ... 47

5.4.3 Hasil Analisis Uji F ... 48

(13)

5.4.4 Hasil Analisis Uji T ... 49

5.5 Hasil Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Padi 49 5.5.1 Luas Lahan ... 49

5.5.2 Bibit ... 50

5.5.3 Urea ... 50

5.5.4 Pupuk ZA ... 50

5.5.5 Pestisida ... 51

5.5.6 Tenaga Kerja ... 51

VI. KESIMPULAN DAN SARAN ... 52

6.1 Kesimpulan ... 52

6.2 Saran ... 52

DAFTAR PUSTAKA ... 54

LAMPIRAN ... 56

(14)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Kerangka Berfikir Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi di desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa ... 20

(15)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Rata-Rata Produksi Padi perPetani/Kotak Tahun 2016-2019 ... 4 Tabel 4.3 Sebaran Sampel Petani di Desa Poto Kecamatan Moyo

Hilir Kabupaten Sumbawa ... 25 Tabel 1. Karakteristik Petani Responden Berdasarkan Umur ... 35 Tabel 2. Karakteristik Petani Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan... 36 Tabel 3. Karakteristik Petani Responden Berdasarkan Pengalaman Dalam

Usahatani ... 37 Tabel 4. Rata-Rata Biaya Tetap Usahatani Padi Per Hektar Per Musim Tanam .. 38 Tabel 5. Rata-Rata Biaya Variabel Usahatani Padi Per Hektar Per MT ... 39 Tabel 6. Rata-Rata Biaya Total Usahatani Padi Per Hektar Per Musim Tanam ... 41 Tabel 7. Rata-Rata Penerimaan Usahatani Padi Per Hektar Per Musim Tanam ... 42 Tabel 8. Rata-Rata Pendapatan Usahatani Padi Per Hektar Per Musim Tanam ... 42 Tabel 9. Hasil Pengujian Analisis Regresi Linier Berganda Per Hektar ... 44 Tabel 10. Uji Penyimpangan Asumsi Klasik Analisis Linier Berganda PerHa .... 45 Tabel 11. Uji Koefisien Determinasi Pada Produksi Padi ... 45 Tabel 12. Hasil Analisis Uji F Pada Produksi Padi ... 46

(16)

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara agraris dimana pertanian memegang peranan penting pada perekonomian nasional. Untuk mengimbangi semakin pesatnya laju pertumbuhan penduduk Indonesia, maka usaha pertanian yang maju perlu digalakkan diseluruh kawasan pertanian Indonesia. Dalam upaya membangun pertanian Indonesia agar kualitas dan kuantitas produk pertanian dapat ditingkatkan maka diperlukan peran pemerintah dalam hal kebijakan pertanian guna pencapaian pemerataan swasembada pangan. Pembangunan sektor pertanian merupakan sektor yang diutamakan terkait dengan kesejahteraan petani.

Sektor pertanian dalam proses produksinya memerlukan berbagai jenis masukan (input), seperti pupuk, pestisida, tenaga kerja, modal, lahan, irigasi dan lain sebagainya. Masukan tersebut menghasilkan keluaran seperti padi, jagung, susu, daging, kelapa, minyak, dan lain sebagainya yang merupakan masukan bagi sektor lain seperti sektor industri.

Proses produksi bisa berjalan dengan baik bila persyaratan faktor produksi yang dibutuhkan sudah terpenuhi. Faktor produksi terdiri dari empat komponen, yaitu tanah, modal, tenaga kerja, dan manajemen (pengelolaan). Dalam beberapa literatur, sebagian para ahli mencantumkan hanya tiga faktor produksi yaitu tanah, modal, dan tenaga kerja. Masing-masing faktor mempunyai fungsi yang berbeda dan saling terkait satu sama lain. Kalau salah satu faktor tidak tersedia maka proses produksi atau usaha tani tidak akan berjalan, terutama ketiga faktor seperti tanah, modal dan tenaga kerja (Daniel, 2004:50).

(17)

Faktor produksi tanah terdiri dari beberapa faktor alam lainnya seperti air, udara, temperatur, sinar matahari, dan lainnya. Keberadaan faktor produksi tanah, tidak hanya dilihat dari segi luas sempitnya saja, tetapi juga dari segi yang lain seperti jenis tanah, macam penggunaan lahan (tanah sawah, tegalan, dan sebagainya), topografi (tanah dataran tinggi, rendah, dan dataran pantai), pemilikan tanah, nilai tanah.

Selain faktor produksi tanah, subsektor pertanian juga dipengaruhi oleh faktor produksi modal. Semakin tinggi modal per unit usaha digunakan maka usaha tersebut dinamakan makin padat modal atau makin intensif. Apakah makin intensif suatu usaha maka makin tinggi atau tidak keuntungannya itu masih dipengaruhi oleh faktor harga output dan harga input.

Sama seperti tanah dan modal, tenaga kerja juga mempunyai peran yang penting dalam produksi pertanian. Dalam ilmu ekonomi yang dimaksud tenaga kerja adalah suatu alat kekuatan fisik dan otak manusia, yang tidak dapat dipisahkan dari manusia dan ditujukan pada usaha produksi. Menurut sebagian pakar ekonomi pertanian, tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja, yaitu yang berumur 10-64 tahun, merupakan penduduk potensial yang dapat bekerja untuk memproduksi barang atau jasa.

Sebagai salah satu kabupaten di Indonesia, Kabupaten Sumbawa masih mempunyai wilayah pengembangan pertanian sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan potensi ini dapat dilaksanakan dengan optimal melalui keterlibatan masyarakat terutama para petani. Kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian didukung dengan Panca Usaha Tani :

(18)

1. Penggunaan Bibit Unggul 2. Pemupukan

3. Pemberantasan Hama dan Penyakit 4. Pengairan

5. Perbaikan Sarana dan Prasarana Bercocok Tanam

Dalam Undang-undang No. 24/1992 tentang penataan ruang menyebutkan bahwa kawasan desa adalah kawasan fungsional dengan ini kegiatan utama desa adalah sektor pertanian. Oleh sebab itu, strategi pembangunan harus mampu menjawab tantangan pembangunan pedesaan.

Pengembangan usaha pertanian di Kabupaten Sumbawa dilaksanakan di setiap desa. Salah satunya adalah pemanfaatan lahan pertanian di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa yang dikembangkan demi kesejahteraan petani dan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat agar tetap terus berjalan sesuai dengan tujuan pembangunan.

Salah satu komoditas pertanian di Indonesia yang merupakan komoditas potensial adalah komoditas tanaman padi. Tanaman padi merupakan salah satu tanaman yang memegang peranan penting bagi perekonomian negara yaitu sebagai bahan untuk mencukupi kebutuhan pokok masyarakat maupun sebagai mata pencaharian serta sebagai sumber pendapatan petani dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

(19)

Komoditas tanaman padi ini pula yang kini menjadi tumpuan hidup masyarakat petani yang ada di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa. Luas area pertanian di Desa Poto yaitu 1.379 ha, sedangkan luas pemukimannya adalah 13,67 km2. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah di Desa Poto merupakan areal pertanian. Namun luas areal ini tidak sebanding dengan jumlah panen padi yang dihasilkan. Dahulu saat panen berhasil rata-rata padi yang dihasilkan yaitu sebesar 6-7 ton basah/ha, tetapi saat ini hasil itu sangat sulit dicapai. Berdasarkan data dari kantor desa setempat dapat disimpulkan bahwa hasil panen padi terus mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, namun cenderung menunjukkan penurunan.

Tabel 1.1 Rata-Rata Produksi Padi Per Hektar Per Musim Tanam Desa Poto Tahun 2016- 2019

2016 (Ton) 2017 (Ton) 2018 (Ton) 2019 (Ton)

4 5 4 3

Sumber: kantor Desa Poto, 2020

Peningkatan produksi pertanian diharapkan mampu meningkatkan pendapatan bagi petani, namun produksi masing-masing petani berbeda-beda karena ada beberapa hal yang mempengaruhi diantaranya adalah luas lahan, modal dan tenaga kerja yang digunakan. Adanya perbedaan pendapatan akan mempengaruhi kesejahteraan masing-masing keluarga petani. Kenyataan yang terjadi selama 4 tahun musim tanam terakhir (tabel 1.1) di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa adalah terjadi penurunan hasil produksi padi.

Berdasarkan pada permasalahan yang diuraikan pada latar belakang masalah diatas bahwa terdapat penurunan produksi padi. Penurunan hasil produksi

(20)

padi bisa dikarenakan tingkat penggunaan faktor-faktor produksi yang belum optimal oleh para petani. Tidak optimalnya penggunaan luas lahan dan tenaga kerja juga dapat mempengaruhi hasil produksi padi di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa. Berdasarkan fakta diatas, maka penelitian ini mengambil judul "Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa".

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Apakah usahatani padi efisien untuk diusahakan di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa?

2. Apa saja faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalah:

1. Untuk menganalisis efisiensi usahatani padi di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa.

2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah:

(21)

1. Bagi penulis sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program S1 dan sebagai tambahan pengetahuan serta pengalaman khususnya dibidang produksi padi.

2. Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan kontribusi untuk memperkuat penelitian sebelumnya, serta menambah informasi dan sumbangan serta bahan kajian bagi penelitian selanjutnya khususnya mengenai besarnya pengaruh luas lahan, modal, dan tenaga kerja terhadap produksi padi.

3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan khususnya bagi para petani padi.

(22)

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Usahatani

Usahatani adalah ilmu yang mempelajari tentang cara petani mengelola input atau faktor-faktor produksi (tanah, tenaga kerja, teknologi, pupuk, benih, dan pestisida) dengan efektif, efisien, dan kontinu untuk menghasilkan produksi yang tinggi sehingga pendapatan usahataninya meningkat (Abd. Rahim dan Riah Retno Dwi Hastuti, 2007:158).

Ilmu usahatani bisa diartikan juga sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana seseorang mengalokasikan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien untuk tujuan memperoleh keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu.

Dikatakan efektif bila petani dapat mengalokasikan sumberdaya yang mereka miliki (yang dikuasai) sebaik-baiknya, dan dikatakan efisien bila pemanfaatan sumberdaya tersebut menghasilkan keluaran (output).

Usahatani pada dasarnya adalah alokasi sarana produksi yang efisien untuk mendapatkan produksi pendapatan usahatani yang tinggi. Jadi usahatani dikatakan berhasil kalau diperoleh produksi yang tinggi dan sekaligus juga pendapatan yang tinggi. Pengelolaan usahatani merupakan pemilihan usaha antara berbagai alternatif penggunaan sumber daya yang terbatas yang meliputi lahan, tenaga kerja, modal, dan waktu. Dalam usahatani juga terjadi kegiatan mengorganisasi (mengelola) aset dan cara dalam pertanian atau suatu kegiatan yang mengorganisasi sarana produksi pertanian dan teknologi dalam suatu usaha yang menyangkut bidang pertanian.

(23)

Usahatani padi yang dilakukan petani di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa merupakan usaha atau pengelolaan yang mempertimbangkan kemampuan sumber daya yang dikuasainya yang meliputi lahan, tenaga kerja, modal, dan waktu. Tujuannya adalah memiliki pekerjaan dan mendapat pendapatan untuk membiayai kebutuhan pribadi maupun kebutuhan keluarga sehari-harinya.

2.2 Biaya Produksi

Biaya merupakan penjumlahan antara biaya tetap dan biaya variabel yang dikeluarkan selama satu tahun.

TC = FC + VC

Dimana TC = Total Cost (Total Biaya) FC = Fixed Cost (Biaya Tetap) VC = Variable Cost (Biaya Variabel)

Biaya tetap tidak berubah walaupun adanya perubahan tingkat keluaran.

Biaya ini tetap harus dibayar meskipun tidak ada keluaran (produksi), dan hanya dapat dihapus dengan sama sekali menutupnya. Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya bervariasi sesuai dengan variasi keluaran (produksi) yang dihasilkan. Semakin besar keluaran, maka biaya variabel juga semakin besar.

2.3 Penerimaan dan Pendapatan

Perkalian antara produksi yang diperoleh dengan harga jual produk merupakan penerimaan usahatani. Nilai produksi secara keseluruhan sebelum

(24)

dikurangi biaya produksi ialah penerimaan total. Sedangkan selisih antara penerimaan dan semua biaya atau total biaya merupakan pendapatan bersih dalam usahatani. Penerimaan yang tinggi dan biaya produksi yang rendah akan memberikan pendapatan yang tinggi bagi petani. (Rahim dan Diah, 2007).

Soekartawi (1995) mengemukakan bahwa pendapatan usahatani merupakan selisih antara penerimaan dan semua biaya atau dengan kata lain pendapatan meliputi pendapatan kotor atau penerimaan total dan pendapatan bersih. Pendapatan kotor atau penerimaan total adalah nilai produksi komoditas pertanian secara keseluruhan sebelum dikurangi biaya produksi. Pendapatan usahatani dapat dirumuskan sebagai berikut:

PD = TR-TC TR = Y. PY TC = FC + VC Dimana :

PD = Pendapatan Usahatani TR = Total Penerimaan TC = Total Biaya FC = Biaya Tetap VC= Biaya Variabel

Y= Produksi yang diperoleh dalam suatu usahatani PY = Harga y

(25)

2.4 Analisis Efisiensi

Efisiensi usaha adalah suatu ukuran untuk mengetahui apakah suatu usaha efisien untuk dikembangkan. Efisien dalam arti dapat menghasilkan manfaat/benefit dan profit bagi petani. Suatu usahatani yang akan dilaksanakan dinilai dapat memberikan keuntungan jika diketahui dengan analisis Revenue Cost Ratio (R/C-ratio) antara total biaya (TR) dan total penerimaan (TC), (Soekartawi, 2002).

Efisiensi dalam suatu usaha memiliki tujuan yang bermanfaat bagi petani dan untuk mengetahui suatu ukuran yang efisien dikembangkan dalam usaha tersebut. Soekartawi (2006) lebih lanjut mengemukakan bahwa analisis Revenue Cost Ratio merupakan analisis yang melihat perbandingan antara penerimaan atau revenue (R) dan biaya atau cost (C). Secara matematika dapat ditulis sebagai berikut :

𝑅/𝐶 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =Total Penerimaan Total Biaya Kriteria :

R/C Ratio < 1 usahatani tidak layak untuk dikembangkan R/C Ratio = 1 usahatani tidak untung dan tidak rugi R/C Ratio > 1 usahatani layak untuk dikembangkan

2.5 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Padi

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi adalah sebagai berikut:

1. Luas Lahan

(26)

Tanah merupakan faktor produksi yang memiliki kedudukan penting dalam suatu usahatani. Tanah merupakan syarat mutlak bagi petani untuk dapat memproduksi padi. Dengan memiliki lahan yang cukup berarti petani sudah mempunyai modal utama yang sangat berharga sebagai seorang petani karena pada lahan inilah petani akan melakukan proses produksi sehingga menghasilkan padi.

Whittow (1994) berpendapat, sebagaimana dikutip oleh Widiyanto dan Suprapto dalam Maryam (2002:12), lahan merupakan sebidang permukaan bumi yang meliputi parameter-parameter geologi, endapan permukaan, topografi, hidrologi, tanah, flora dan fauna yang secara bersama-sama dengan hasil kegiatan manusia baik di masa lampau maupun masa sekarang yang akan mempengaruhi terhadap penggunaan saat ini maupun yang akan datang. Pada umumnya lahan sawah merupakan lahan pertanian yang berpetak petak dan dibatasi oleh pematang, saluran untuk menahan/menyalurkan air.

Luas penguasaan lahan pertanian merupakan sesuatu yang sangat penting dalam proses produksi ataupun usaha tani dan usaha pertanian.

Semakin luas lahan (yang digarap/ditanami), semakin besar jumlah produksi yang dihasilkan oleh lahan tersebut. (Abd. Rahim, 2007:36).

Dalam usahatani misalnya pemilikan atau penguasaan lahan sempit sudah pasti kurang efisien dibanding lahan yang lebih luas. Semakin sempit lahan usaha, semakin tidak efisien usahatani dilakukan. Kecuali bila suatu usaha tani dijalankan dengan tertib dan administrasi yang baik serta teknologi yang tepat. Tingkat efisiensi sebenarnya terletak pada penerapan

(27)

teknologi, karena pada luasan yang lebih sempit, penerapan teknologi cenderung berlebihan (hal ini berhubungan erat dengan konversi luas lahan ke hektar), dan menjadikan usaha tidak efisien.

Faktor produksi tanah tidak hanya dilihat dari segi luas atau sempitnya saja, tetapi juga dilihat dari segi lain seperti produktivitas tanah yang bergantung pada (jenis tanah, macam penggunaan lahan seperti sawah/tegalan, keadaan pengairan, sarana prasarana), topografi (tanah dataran tinggi, dataran rendah atau daerah pantai), pemilikan tanah, nilai tanah serta fragmentasi tanah. Jenis tanah mengarahkan petani kepada pilihan komoditas yang sesuai, pilihan teknologi, serta pilihan metode pengolahan tanah. Selain itu juga mempengaruhi petani dalam pemilihan tanaman, pilihan waktu bertanam dan cara bercocok tanam.

Pada umumnya lahan sawah merupakan lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang, saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang dari mana diperolehnya atau status tanah tersebut. Sebaliknya, lahan bukan sawah merupakan semua lahan selain sawah yang meliputi:

lahan pekarangan, kebun, rumah dan perkebunan.

Status tanah adalah pernyataan hubungan antara tanah usahatani dengan kepemilikan atau pengusahaannya. Adapun status tanah dapat dibedakan menjadi:tanah milik atau tanah hak milik, tanah sewa, tanah sakap, tanah gadai dan tanah pinjaman. Berdasarkan sumber kepemilikan dan pengusahaannya maka tanah yang dimiliki atau dikelola petani dapat digolongkan atas beberapa jenis proses penguasaan dan status tanah, yaitu

(28)

dibeli, disewa, pemberian oleh negara, warisan, wakaf, dan membuka lahan.

Tanah sebagai faktor produksi mempunyai nilai yang tergantung pada tingkat kesuburannya atau kelas tanahnya, fasilitas irigasi, posisi lokasi terhadap jalan dan sarana perhubungan, adanya rencana pengembangan, dan lain-lain. Atas dasar pengertian lahan dan fungsi lahan diatas, dapat disimpulkan bahwa lahan merupakan faktor yang penting dalam sektor pertanian ini. Lahan mempunyai nilai ekonomis yang bisa sangat tinggi, dengan begitu akan menguntungkan pemiliknya. Dalam konteks pertanian, penilaian tanah subur mempunyai nilai yang lebih tinggi daripada tanah tidak subur.

2. Bibit/Benih

Benih merupakan salah satu faktor produksi yang habis dalam satu kali pakai proses produksi sehingga petani harus berhati-hati dalam setiap memilih benih sehingga diperoleh benih yang baik dan bermutu yang dapat menunjang produksi baik secara kuantitatif dan kualitatif. Menurut Suparyono (1993) bibit yang bermutu adalah bibit yang telah dinyatakan sebagai bibit yang berkualitas tinggi dengan jenis tanaman unggul.

Bibit yang berkualitas tinggi memiliki daya tumbuh lebih dari 90%

dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

1. Memiliki viabilitas atau dapat mempertahankan kelangsungan pertumbuhannya menjadi tanaman yang baik atau sering disebut sebagai bibit unggul.

(29)

2. Memiliki kemurnian, artinya terbebas dari kotoran bibit jenis lain, bebas dari hama dan penyakit.

3. Pupuk

Pupuk adalah material yang ditambahkan media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu memproduksi dengan baik. Material pupuk dapat berupa bahan organik maupun non-organik. Pupuk berbeda dari suplemen. Pupuk mengandung bahan baku yang diperlukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sementara suplemen seperti hormon tumbuhan membantu kelancaran proses metabolisme.

Dalam memberikan pupuk perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapatkan terlalu banyak zat makanan.

Terlalu sedikit atau terlalu banyak zat makanan dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk yang biasa digunakan untuk membantu pertumbuhan tanaman padi yaitu urea, phonska, dan ZA.

4. Pestisida

Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengontrol hama tanaman budidaya, sebagian besar bereaksi dengan cara mengganggu proses dasar biokimia dan fisiologi suatu orgasme.

Penyemprotan pestisida harus dilaksanakan pada saat yang tepat sehubungan dengan tahap-tahap perkembangan hama. Cara penggunaan pestisida bermacam-macam, antara lain dengan cara disemprotkan, ditaburkan, diinjeksikan pada batang, dan ada pula dengan cara pengasapan. Pada umumnya pestisida digunakan melalui penyemprotan.

(30)

Penggunaan pestisida dapat menimbul efek negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan, hal itu karena pestisida akan menjadi residu dalam tubuh hewan dan mengakibatkan jenis-jenis hama, misalnya serangga, menjadi resisten (kebal). Hewan-hewan pemakan serangga banyak yang mati karena akumulasi residu insektisida dalam tubuhnya.

Mengingat bahaya yang ditimbulkan oleh pestisida tidak dapat dihilangkan sama sekali maka tindakan yang dilakukan ialah mengurangi seminimal mungkin efek negatif penggunaan pestisida. Cara yang ditempuh yaitu menggunakan pestisida sesuai dosis dan tidak menggunakan pestisida yang dilarang karena sangat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan menurut Sudarmo, Subiyakto (1991).

5. Tenaga Kerja

Menurut Andi Hamzah (1990) mengatakan bahwa tenaga kerja yaitu produk yang melakukan kegiatan bekerja atau sudah melakukan pekerjaan.

Atau orang yang belum mendapatkan pekerjaan atau sedang mencari serta yang sedang melakukan kegiatan pekerjaan lain, seperti masih sekolah atau pelajar. Tenaga kerja terdiri dibagi menjadi dua macam yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja terdiri dari kalangan yang bekerja tetap dan kalangan yang pengangguran. Kelompok yang bukan angkatan kerja terdiri dari kalangan yang bersekolah, dan golongan lainnya atau yang sedang menerima penerimaan dari orang lain,seperti pensiunan dll.

Michael P.Todaro (1995) menyatakan banyaknya produktivitas tenaga kerja berarti semakin banyak jumlah tenaga kerja, Sedangkan

(31)

banyaknya populasi secara menyeluruh meningkatkan jumlah pasar-pasar yang memiliki potensial dalam negeri. Pendapatan nasional adalah sebagai senjata untuk kekayaan yang diperoleh negara.

Dari uraian diatas penulis menyimpulkan bahwa tenaga kerja adalah angkatan kerja yang sudah mempunyai pekerjaan atau yang masih bekerja, dimana seorang yang mempunyai pekerjaan yang dipakai dalam proses produksi dan curahan kerja dihitung per hari orang kerja dan di sini satuan yang digunakan yaitu orang.

2.6 Pendapatan Usahatani

Pendapatan dalam usahatani merupakan penerimaan yang diperoleh petani setelah selesai proses produksi baik masih berwujud barang-barang hasil produksi maupun uang dari hasil penjualan hasil produksi tersebut. Menurut Soekartawi (2002:54) penerimaan usahatani adalah perkalian antara produksi dengan harga jual produk. Biaya usahatani biasanya diklasifikasikan menjadi dua, yaitu : biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap (variable cost). Biaya tetap ini umumnya didefinisikan sebagai biaya yang relatif tetap jumlahnya, dan terus dikeluarkan walaupun produksi yang diperoleh banyak atau sedikit, contohnya pajak, sewa tanah, iuran pengairan, dan alat produksi. Biaya tidak tetap didefinisikan sebagai biaya yang besar kecilnya dipengaruhi oleh produksi yang diperoleh, contohnya biaya untuk produksi seperti tenaga kerja, bibit, pupuk, dan sebagainya.

Pada setiap akhir panen petani selalu menghitung berapa hasil bruto yang diperolehnya. Semuanya kemudian dinilaikan dengan uang. Hasil itu tidak semuanya untuk biaya usaha taninya tersebut seperti pupuk, pestisida, pengolahan tanah, perawatan, pemupukan dan pemetikan hasil atau pemanenan. Setelah biaya

(32)

tersebut dikurangkan terhadap hasil yang didapatkan barulah bisa dihitung berapa keuntungan yang diperoleh petani tersebut.

Menurut Adiwilaga (1975) menyatakan, antara nilai nyata pendapatan dapat dilihat dan diperhitungkan dari dua segi, yaitu :

1) Pendapatan tunai, merupakan selisih penerimaan tunai dengan biaya tunai.

Penerimaan tunai merupakan penerimaan yang betul-betul diterima petani atas penjualan dari sejumlah hasil produksinya. Sedangkan biaya tunai merupakan jumlah biaya yang betul-betul dikeluarkan oleh petani dalam mengelola usahataninya seperti biaya pupuk, obat, tenaga kerja, dan lain lain.

2) Pendapatan total, merupakan selisih dari penerimaan dengan pendapatan biaya, baik biaya tunai atau pun yang diperhitungkan. Dari kedua segi penilaian pendapatan ini, dapat dilihat secara nyata jumlah pendapatan betul-betul yang diperoleh petani dan sejumlah pendapatannya yang seharusnya diterima petani.

2.7 Hasil Penelitian Terdahulu

Berdasarkan jurnal penelitian Tino Margi dan Siti Balkis (2016) Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usahatani Padi Sawah di Desa Kota Bangun Kecamatan Kota Bangun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pendapatan usahatani padi sawah dan (2) Efisiensi usahatani padi sawah di Desa Kota Bangun I Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah biaya produksi usahatani rata-rata Rp 6.050.819/MT, sedangkan jumlah penerimaan yang diterima petani rata-rata Rp 23.770.900/MT dan rata-rata jumlah pendapatan sebesar Rp 17.720.081/MT. Nilai

(33)

R/C Ratio sebesar 3,87 yang berarti usahatani padi sawah yang dilakukan di Desa Kota Bangun I adalah efisien.

Berdasarkan jurnal penelitian Maulana Ishaq, Agnes Tuti Rumiati, Erma Oktania Permatasari (2016) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi di Provinsi Jawa Timur Menggunakan Regresi Semiparametrik Spline. Padi merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia.

Produksi padi pada tahun 2014 sebesar 70,85 ton Gabah Kering Giling (GKG) mengalami penurunan sebesar 433,24 ribu ton (0,61 persen) dibandingkan tahun 2013. Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi penyumbang produksi padi terbesar di Indonesia. Hal ini yang menuntut Provinsi Jawa Timur untuk terus meningkatkan produksi padi demi ketercapaian swasembada pangan khususnya untuk masyarakat Jawa Timur dan umumnya untuk Indonesia. Penelitian ini akan membahas tentang faktor-faktor apa saja yang diduga mempengaruhi produksi padi Jawa Timur tahun 2014 menggunakan regresi semiparametrik spline. Hasil dari regresi semiparametrik spline menunjukkan factor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap produksi padi yaitu luas panen padi dan curah hujan, sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh signifikan adalah luas puso padi, realisasi pupuk bersubsidi, dan ketinggian rata-rata dari permukaan laut dengan nilai koefisien determinasi yang didapatkan adalah sebesar 99,17 persen.

Berdasarkan jurnal penelitian Lien Damayanti (2013) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi, Pendapatan, dan Kesempatan Kerja Pada Usahatani Padi Sawah di Daerah Irigasi Parigi Moutong. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling (acak sederhana) dengan jumlah sampel 100 petani. Hasil dari penelitian ini yaitu Produksi usaha tani padi

(34)

sawah dipengaruhi oleh luas lahan, penggunaan benih, penggunaan pupuk urea, pupuk phonska, pestisida, total tenaga kerja, usia petani, frekuensi bimbingan petani dan Irigasi. Dimana irigasi dapat meningkatkan produksi usaha tani padi sawah sebesar 3,98%, Penggunaan tenaga kerja luar keluarga dipengaruhi oleh produksi, upah tenaga kerja, pendidikan petani dan irigasi. Dimana irigasi dapat menurunkan penggunaan tenaga kerja sebesar -8,14%, Pendapatan usaha tani dipengaruhi oleh luas lahan, harga benih, harga pupuk urea, harga pupuk phonska, harga pestisida, pendidikan petani, upah tenaga kerja dan irigasi. Dimana irigasi dapat meningkatkan pendapatan usaha tani sebesar 1,44%.

Berdasarkan jurnal penelitian Klivensi Ilona Mafor (2015) Analisis Faktor Produksi Padi Sawah di Desa Tompaso Baru Dua Kecamatan Tompasobaru.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi padi sawah di Desa Tompaso Baru Dua. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu menggunakan data primer. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan petani dengan menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling, dengan jumlah petani sebanyak 60 sampel.

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Variabel dependen adalah produksi padi dan variabel independen adalah luas lahan, penggunaan pupuk Urea, penggunaan pupuk phonska, dan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor- faktor produksi yang berpengaruh secara nyata terhadap produksi padi Desa Tompaso Baru Dua Kecamatan Tompasobaru adalah luas lahan, penggunaan pupuk phonska, dan tenaga kerja.

(35)

Berdasarkan jurnal penelitian Ricky Bagus Manggala dan Arfida Boedi R (2018) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi di Desa Sumengko Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu (1) Mendeskripsikan profil luas lahan sawah, modal petani, tenaga kerja dan produksi pada usahatani padi di Desa Sumengko (2) Menganalisis pengaruh luas lahan sawah, modal petani, dan tenaga kerja terhadap produksi padi di Desa Sumengko. Dalam penelitian menggunakan jenis kuantitatif, teknik pengambilan sampel menggunakan Proporsional Area Random Sampling diperoleh 92 sampel.

Variabel penelitian menghubungkan antara variabel dependen dan independen, variabel dependen terdiri dari luas lahan sawah, modal dan tenaga Kerja.

Sedangkan variabel independennya adalah produksi padi. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan luas lahan sawah terbanyak yang dimiliki petani adalah >

0,084 – 0,697ha, modal terbanyak yang digunakan sekitar Rp. 1.210.000 - 7.931.000, tenaga Kerja terbanyak yang digunakan sekitar 29 – 48 orang, dan produksi padi terbanyak yang dihasilkan ialah 5-47 kw. Sedangkan hasil penelitian menggunakan analisis regresi dan uji hipotesis menunjukkan variabel luas lahan sawah, modal dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi di Desa Sumengko Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk.

(36)

III. KERANGKA KONSEP PENELITIAN 3.1 Kerangka Berfikir

Gambar 3.1 Kerangka Berfikir Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi di desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa

Usahatani Padi

Lahan Benih Pupuk Pestisida Tenaga

Kerja

Biaya

Produksi Harga

Penerimaan

π = TR-TC

R/C Ratio

Efisien Tidak Efisien

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi 1. Luas Lahan 2. Benih 3. Pupuk 4. Pestisida 5. Tenaga Kerja

(37)

Usahatani padi merupakan mata pencaharian dan tulang punggung perekonomian keluarga petani hampir diseluruh desa di Indonesia. Proses produksi akan berjalan dengan lancar jika persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan dapat terpenuhi. Persyaratan ini lebih dikenal dengan nama faktor produksi. Usahatani padi merupakan suatu jenis kegiatan pertanian rakyat yang diusahakan oleh petani dengan mengkombinasikan faktor-faktor produksi seperti alam, tenaga kerja, modal, teknologi dan pengelolaan yang ditujukan pada peningkatan produksi. Dengan peningkatan produksi ini diharapkan akan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

Dalam gambar kerangka berfikir diatas proses produksi usahatani padi, petani mengeluarkan biaya tetap dan biaya variabel yang diperlukan untuk proses produksi. Sehingga dari jumlah biaya tetap dan biaya variabel diperoleh biaya total pengeluaran untuk produksi. Biaya tersebut adalah biaya awal untuk produksi, yang selanjutnya yang akan diketahui total penerimaan dari hasil produksi dengan harga perkilogramnya. Dari selisih penerimaan dan pengeluaran produksi akan diketahui pendapatan petani dari usahatani padi.

Masyarakat desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani. Dimana produksi usahatani padi yang dilakukan oleh petani disana semakin menurun dari tahun ketahun.

Produksi padi petani disana juga sangat bergantung pada faktor-faktor produksi yang digunakan. Diantara faktor-faktor produksi tersebut adalah luas lahan, bibit, pupuk, pestisida dan tenaga kerja.

(38)

3.2 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kerangka berfikir yang telah disusun diatas, maka diajukan beberapa hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Diduga usahatani padi di desa Poto efisien untuk diusahakan.

2. Diduga faktor produksi berpengaruh positif terhadap produksi padi di desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa.

(39)

IV. METODE PENELITIAN 4.1 Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei dimana menggunakan pertanyaan yang terstruktur.

Hasil dari metode survei tersebut selanjutnya akan dicatat, diolah dan dianalisis.

Kuesioner yang berisi pertanyaan yang akan diberikan kepada responden untuk mengukur variabel-variabel, serta dapat pula pengalaman maupun keuntungan dari responden disebut dengan pertanyaan terstruktur (Sugiyono, 2014).

4.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Dalam penelitian ini dilakukan di desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa daerah Kabupaten Sumbawa memiliki luas lahan sawah terbesar untuk tanaman padi di Provinsi NTB tahun 2017 menurut data sekunder yang diolah oleh tim peneliti Fakultas Pertanian UNRAM bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam penentuan daerah penelitian ini dilakukan dengan sengaja (purposive) dengan penelitian selama 1 bulan mulai dari 10 November – 10 Desember 2020.

4.3 Metode Pengambilan Sampel

Pada dasarnya semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk menjadi anggota sampel dalam sebuah penelitian (Sutrisno Hadi, 2000:

220). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik

(40)

Clastur Random Sampling adalah suatu jenis sampling dimana seorang peneliti membagi populasi menjadi beberapa kelompok yang terpisah yang disebut sebagai cluster, dari beberapa cluster ini diambil beberapa sampel yang dipilih secara acak. Dengan demikian peneliti memberikan hak yang sama kepada objek untuk memperoleh pertanyaan dan dipilih menjadi sampel di masing-masing area atau wilayah bagian sampel dalam penelitian ini yang mewakili populasi terdiri dari petani padi dari tiga dusun yaitu Dusun Poto, Dusun Lengas dan Dusun Tengke. Penentuan sampel ini dihitung dengan menggunakan rumus Slovin dalam Husein (1998:78- 79) berikut ini:

𝑛 = 𝑁

1 + 𝑁ₑ² Keterangan:

N: ukuran populasi n: ukuran sampel

e2: persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan Sampel yang ditolerir, dalam penelitian ini digunakan 10%. Berdasarkan rumus diatas, maka perhitungan nilai sampel sebagai berikut : 𝑛 = 300

1+300.0,1²

𝑛 = 300 1 + 3 𝑛 = 75

Perhitungan diatas diperoleh nilai sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini, yaitu sebanyak 75 petani padi dianggap sudah mewakili dari seluruh petani yaitu sebanyak 300 petani padi. Adapun proporsi sebaran

(41)

sampelnya yang terdapat pada tiga dusun di Desa Poto yaitu dusun Poto, dusun Bekat, dan dusun Tengke yang dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 4.3 Sebaran Sampel Petani di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa

No Dusun Populasi Sampel

1 Poto 180 180

300 x 75 = 45

2 Bekat 50 50

300 x 75 = 13

3 Tengke 70 70

300 x 75 = 17

Jumlah 300 75

Sumber: data primer diolah (2020)

Pada tabel 4.3 dapat diketahui persebaran sampel petani padi dari ketiga dusun di Desa Poto yaitu Dusun Poto 45 petani, Dusun Bekat 13 petani, Dusun Tengke 17 petani.

4.4 Metode Pengumpulan Data 4.4.1 Jenis dan Sumber Data

a. Data primer

Data primer merupakan data yang diperoleh dengan melakukan wawancara secara langsung dengan para responden yang telah terpilih menjadi sampel. Dalam kegiatan wawancara ini peneliti menggunakan kuesioner yang telah disusun sebelum melakukan wawancara. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar dalam kegiatan wawancara berlangsung efektif dan sesuai dengan tujuan data primer tersebut. Data primer yang

(42)

dikumpulkan meliputi identitas serta data lain yang berkaitan dengan penelitian ini.

b. Data Sekunder

Data sekunder diperoleh dari beberapa lembaga yang dianggap relevan dengan penelitian, jurnal dan juga dari buku-buku pustaka. Data sekunder yang dikumpulkan meliputi luas dan produksi padi, keadaan umum lokasi, monografi Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa.

4.4.2 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah a. Wawancara

Wawancara adalah merupakan percakapan antara satu orang dengan satu orang atau lebih, yang dilakukan antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk memperoleh suatu data informasi langsung dari narasumber dengan dengan mendapatkan data yang benar. Wawancara dilakukan dengan cara melontarkan beberapa pertanyaan yang diberikan kepada narasumber.

b. Observasi

Aktivitas yang dilakukan oleh seorang peneliti dengan melihat atau mendapatkan suatu informasi ketika sedang berada dalam suatu alam yang luas dan mengumpulkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian.

c. Kuesioner

(43)

Kuesioner merupakan beberapa pertanyaan atau pernyataan yang tertulis yang akan menjadi alat pendapatan informasi yang dianggap fakta atau kebenaran yang diketahui dan perlu dijawab oleh responden. Dalam kuesioner ini nantinya ada pertanyaan yang sudah dirancang sedemikian rupa yang masuk akal, berhubungan dengan pertanyaan dan suatu masalah yang ada.

d. Dokumentasi

Teknik yang dilakukan bertujuan untuk mengumpulkan bukti selama penelitian dengan dokumen-dokumen yang nyata, terutama data yang diperoleh ini ada hubungan dengan masalah yang mempengaruhi produksi usahatani padi.

4.5 Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: R/C Ratio dan analisis fungsi Cobb-Douglass dan menggunakan Regresi Linier Berganda. Analisis dilakukan dengan bantuan program Microsoft Excel dan program SPSS 16.

4.5.1 Analisis Efisiensi

Analisis yang digunakan dalam menjawab tujuan penelitian pertama adalah analisis penerimaan dan biaya (R/C Ratio). Analisis Revenue Cost Ratio merupakan analisis yang melihat perbandingan antara penerimaan atau revenue (R) dan biaya atau cost (C). Efisiensi dalam suatu usaha memiliki tujuan yang bermanfaat bagi petani dan untuk mengetahui suatu ukuran efisien atau tidak efisien usahatani itu sendiri. Secara matematika dapat ditulis sebagai berikut :

(44)

𝑅/𝐶 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =Total Penerimaan Total Biaya Kriteria :

R/C Ratio < 1 usahatani tidak efisien untuk dikembangkan R/C Ratio = 1 usahatani tidak untung dan tidak rugi

R/C Ratio > 1 usahatani efisien untuk dikembangkan 4.5.2 Uji Asumsi Klasik (Multikolinearitas)

Menurut Ghozali (2011) Uji Multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terhadap variabel bebas yang sangat serius. Untuk mendeteksi apakah ada multikolinearitasnya apa tidak dengan cara melihat nilai VIF, jika nilai VIF lebih dari 10 maka ditemukan multikolinearitas yang sangat serius, sedangkan jika kurang dari 10 maka tidak ditemukan adanya multikolinearitas yang sangat serius jika terdapat ada lebih dari 10 maka untuk membuat tetap bisa untuk dianalisis selanjutnya maka salah satu dari variabel tersebut dihilangkan.

4.5.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi

Fungsi produksi digunakan dalam menjawab tujuan penelitian yang kedua adalah fungsi Cobb-Douglass Yang dinormalkan dengan harga output. Metode penaksiran yang digunakan adalah Seemingly Unrelated Regression (SUR).

Metode ini digunakan dengan pertimbangan lebih efisien bila dibandingkan dengan Ordinary Least Square dan dapat menghindari adanya error dari masing- masing persamaan karena metode SUR dapat mengestimasi fungsi pendapatan dan fungsi permintaan input secara serentak.

(45)

Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi digunakan analisis regresi linier berganda. Dengan persamaan regresi linier berganda adalah sebagai berikut:

LnY = a + β1LnX1 + β2LnX2 + β3LnX3 + β3LnX4 + β3LnX5 + β3LnX6 + β3LnX7 + e

Keterangan:

LnY: Log Natural Variabel Hasil Produksi a: Konstanta

LnX1: Log Natural Variabel Luas Lahan LnX2: Log Natural Variabel Bibit LnX3: Log Natural Variabel Pupuk Urea LnX4: Log Natural Variabel Pupuk Phonska LnX5: Log Natural Variabel Pupuk ZA LnX6: Log Natural Variabel Virtako LnX7: Log Natural Variabel Tenaga Kerja β: Konstanta

e: Disturbance Error

Adanya perbedaan dalam satuan dan besaran variabel bebas dalam persamaan menyebabkan persamaan regresi harus dibuat dengan model logaritma natural. Alasan pemilihan logaritma natural (Ghozali, 2005) adalah sebagai berikut :

a. Menghindari adanya heteroskedastisitas

b. Mengetahui koefisien yang menunjukkan elastisitas c. Mendekatkan skala data

(46)

Model yang digunakan terdiri dari banyak variabel yaitu satu variabel dependent dan beberapa variabel independen. Untuk mengetahui berapa besar faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi yang ada dalam persamaan sebelumnya, dilakukan pengujian ketelitian dan pengujian kemampuan model regresi. Dalam penelitian ini, pengujian model regresi terdiri dari tiga pengujian, yaitu uji koefisien determinasi (R2) koefisien regresi menyeluruh (uji F), uji koefisien regresi parsial (uji t), yang dijelaskan sebagai berikut:

1. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Nilai R2 menggambarkan berapa besar keragaman dari variabel- variabel yang terikat (Y) yang dapat diterangkan oleh variabel besarnya (Xi). Nilai R2 mempunyai nilai yang positif dan kurang dari satu (0 ≤ R2 ≤ 1). Jika nilai R2 bernilai 0 maka keragaman tersebut tidak bisa dijelaskan oleh variabel bebas secara sempurna. R2 dapat dirumuskan sebagai berikut:

𝑅2 =𝐸𝑆𝑆 𝑇𝑆𝑆 Dimana :

ESS= Explaining of squared TSS= Total Sum of Squared

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel-variabel dependen. nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti

(47)

variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2011).

2. Uji Simultan (Uji F)

Uji simultan dalam penggunaan bertujuan untuk menunjukan apakah keseluruhan variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Hipotesisnya dapat dituliskan dapat dituliskan sebagai berikut (Gujarati,2007).

H0: β0, β1, β2, β3, β4, β5, β6, β7 = 0 Artinya seluruh variabel independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.

H1: β0, β1, β2, β3, β4, β5, β6, β7 > 0 Artinya setiap variabel independen dalam penelitian berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.

Rumus yang digunakan dalam Uji F ini adalah sebagai berikut:

𝐹 = 𝑅2 − (𝐾 − 2) (1 − 𝑅2)(𝑁 − 𝐾 + 1) Dimana:

R2 = koefisien determinasi N = jumlah observasi K = jumlah variabel

Sedangkan kriteria deteksinya yaitu :

● Apabila F hitung < F tabel, maka H1 ditolak dan H0 diterima.

● Apabila F hitung > F tabel, maka H1 diterima dan H0 ditolak.

Uji F pada dasarnya menunjukan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama

(48)

terhadap variabel dependen/terikat.Pada pengujian ini juga menggunakan tingkat signifikansi sebesar 5% atau 0,05.

3. Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Deteksi Uji-t digunakan bertujuan untuk menunjukan apakah masing-masing variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen perumusan hipotesisnya yaitu:

H0: β1, β2, β3, β4, β5, β6, β7 = 0

Artinya variabel independen (luas lahan, jumlah tenaga kerja, benih, pupuk, pestisida dan modal) secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (besarnya produksi usahatani bawang merah).

H1: β0, β1, β2, β3, β4, β5, β6, β7 > 0

Artinya bahwa variabel (luas lahan, jumlah tenaga kerja, benih, pupuk, pestisida, dan modal) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen (besarnya produksi usahatani bawang merah). Dalam deteksi hipotesis dengan Uji – t digunakan rumus sebagai berikut :

𝑡 = 𝛽𝑖 𝑆𝑒 (𝛽𝑖) Dimana :

βi : Koefisien Regresi

Se (βi) : Standar error Koefisien regresi Sedangkan kriteria deteksinya yaitu :

● Apabila T hitung > statistik, maka H0 ditolak dan H1 diterima.

● Apabila T hitung < statistik, maka H0 diterima dan H1 ditolak.

(49)

Tujuan dari uji parsial adalah untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh dari variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) secara parsial. Pengujian hipotesis akan dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikan sebesar 0,05 (a =5%) atau tingkat kepercayaan sebesar 95%.

(50)

V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Keadaan Umum Lokasi Penelitian

5.1.1 Keadaan Umum Desa Poto

Desa Poto merupakan salah satu desa di Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa NTB. Sebagian besar penduduk desa Poto bersuku daerah Sumbawa.

Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumbawa tahun 2018, secara geografis desa Poto memiliki luas wilayah 13,67 km2 dengan luas area pertanian 1.379 ha.

Jumlah penduduk 2.732 jiwa dengan kepadatan 200 jiwa/km. Adapun batas wilayah desa Poto adalah sebagai berikut:

a. Sebelah Selatan : Dusun Segunting b. Sebelah Timur : Orong Rea c. Sebelah Utara : Dusun Senampar d. Sebelah Barat : Olat Langko 5.2 Karakteristik Petani Responden

Karakteristik petani sampel merupakan gambaran mengenai keadaan petani sampel secara umum dibagi kedalam beberapa aspek untuk memahami kondisi petani sampel. Karakteristik petani sampel dibagi menjadi beberapa aspek yaitu umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman usahatani padi.

5.2.1 Karakteristik Petani Responden Berdasarkan Umur

Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil komposisi umur responden di desa Poto Kecamatan Moyo Hilir dari umur 25 tahun sampai

(51)

dengan umur 60 tahun. Berdasarkan umur secara ekonomi dapat dibagi menjadi 3 klasifikasi yaitu: kelompok 0-14 tahun merupakan kelompok usia yang belum produktif, kelompok umur 15-64 tahun merupakan kelompok usia yang produktif, dan kelompok umur yang diatas 65 tahun merupakan kelompok usia yang tidak produktif lagi. Komposisi umur responden di desa Poto Kecamatan Moyo Hilir tersebut dapat dilihat di tabel dibawah ini.

Tabel 1. Karakteristik Petani Responden Berdasarkan Umur NO Usia Responden

(Tahun)

Jumlah Petani Padi (orang)

Persentase (%)

1 25 – 35 22 29

2 36 – 45 33 44

3 46 – 60 20 27

Jumlah 75 100

Sumber data primer diolah (2020)

Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa sebagian besar petani responden di desa Poto berada pada kelompok umur 36-45 tahun. Responden yang menjadi objek penelitian di desa Poto berjumlah 75 orang petani yang mengusahakan usahatani padi.

5.2.2 Karakteristik Petani Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan yang dimiliki dapat mempengaruhi kemampuan petani dalam mengelola usahataninya. Pendidikan petani responden yang cukup tinggi setidaknya dapat membantu petani untuk menyerap teknologi, membantu kelancaran berkomunikasi dengan petugas penyuluhan lapangan dalam menerima

(52)

petunjuk ataupun motivasi baru tentang keterampilan dan tingkat adopsi petani terhadap ilmu dan pengetahuan yang diberikan, khususnya untuk teknik pola tanam usahatani. Gambaran tingkat pendidikan petani responden dapat dilihat di tabel 2.

Tabel 2. Karakteristik Petani Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Petani (orang) Persentase (%)

1 SD 37 49

2 SMP 14 19

3 SMA 22 29

4 S1 2 3

Jumlah 75 100

Sumber data primer diolah (2020)

Berdasarkan tabel 2 diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan di daerah penelitian rendah yaitu sebagian besar merupakan lulusan SD. Hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah petani sampel yang berusahatani padi sebanyak 37 orang (49%). Hal tersebut akan mempengaruhi pengetahuan serta pola pikir petani dalam menerima informasi dan pengetahuan terbaru, yang berkaitan dengan manajemen usahataninya dan berakibat pada hasil produksi usahatani.

Tingkat pendidikan petani dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berusahatani padi 14 orang (19%), tingkat pendidikan Sekola Menengah Atas

(53)

(SMA) yang berusahatani padi 22 orang (29%) dan tingkat Perguruan Tinggi atau sarjana yaitu 2 orang (3%).

5.2.3 Karakteristik Petani Responden Berdasarkan Pengalaman Usahatani Lama berusahatani merupakan salah satu indikator yang secara tidak langsung turut mendukung keberhasilan berusahatani yang dilakukan petani secara keseluruhan. Petani yang telah berpengalaman dan yang didukung oleh sarana produksi yang lengkap dan lebih mampu meningkatkan produktivitas jika dibandingkan dengan petani yang baru berusahatani. Gambaran karakteristik petani responden berdasarkan pengalaman Usahatani dapat dilihat pada tabel 3.

Tabel 3. Karakteristik Petani Responden Berdasarkan Pengalaman Usahatani No Pengalaman Usahatani

(tahun)

Jumlah Petani (orang) Persentase (%)

1 <10 6 8

2 10 – 20 44 59

3 >21 25 33

Jumlah 75 100

Sumber data primer yang diolah (2020)

Berdasarkan tabel 3 diatas di desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa menunjukkan bahwa persentase paling tinggi dalam pengalaman usahatani padi 10-20 tahun dengan jumlah persentase 59% dan jumlah petani sebanyak 44 orang. Kemudian pengalaman >21 tahun memiliki persentase 33%

dengan jumlah petani sebanyak 25 orang dan pengalaman petani dalam

Gambar

Gambar 3.1 Kerangka Berfikir Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi  di desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa ............
Tabel  1.1  Rata-Rata  Produksi  Padi  Per  Hektar  Per  Musim  Tanam  Desa  Poto  Tahun   2016- 2019
Gambar 3.1 Kerangka Berfikir Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi  Padi di desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa
Tabel 4.3 Sebaran Sampel Petani di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten  Sumbawa
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

v PERNYATAAN KEASLIAAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini: Nama : Yudha Dwi Anggono NPM : 21701012048 Program Studi : Hukum Keluarga Islam Judul Penelitian : Analisis Yuridis

Saran Hendaknya untuk terus-menerus tanpa henti melakukan beragam cara, upaya, dan inovasi supaya semakin banyak lagi umat Islam yang ikut bergabung serta sebagai generasi muda yang

Dalam hukum positif penerapan hak ex officio hakim pada perkara cerai talak nomor 3645/Pdt.G/2019/PA.Kab.Mlg, dalam memberikan hak-hak yang dimiliki oleh mantan istri walaupun hal

STUDI EVALUASI SISTEM DRAINASE PERKOTAAN BERBASIS ECODRAINAGE PADA WILAYAH DESA SUBULUSSALAM UTARA KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM ACEH SKRIPSI “Diajukan Sebagai Salah

Kata Kunci :Kemandirian Belajar,Motivasi Berprestasi Mahasiswa PGMI Pada kegiatan perkuliahan sebuah kemandirian sangat diperlukan karena terkait dengan kemampuan mahasiswa dalam

Kata Kunci: Peran Kepala Sekolah, Pengembangan, Ekstrakurikuler Kepramukaan Kepala sekolah merupakan pemimpin dalam bidang pengajaran dan pengembangan kurikulum, kepemimpinan kepala

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan tentang Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Akhlakul Karimah

Dalam penelitian ini, upaya yang ditempuh guru MI Miftahul Huda dalam melaksanakan pembelajaran di rumah atau Daring dalam jaringan pada masa Pandemi Covid-19 adalah memanfaatkan