LAPORAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GIZI BURUK DI RUANG ASTER 2 RUMAH SAKIT DAERAH DR. SOEBANDI JEMBER
Oleh :
Isna Zukhrofa, S.Kep.
NIM 242311101055
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER 2024
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN ANAK
Ruangan : Aster 2
Tgl/Jam MRS : 4 September 2024 / 12.47 WIB
Dx. Medis : Gizi Buruk Marasmus, Anemia, Undensensus Testis, Trombositopeni, Akut myeloid leukemia
No. Register : 000004xxx
Tgl/Jam Pengkajian : 17 September 2024 / 15.00 WIB A. IDENTITAS KLIEN
1. Nama : An. M F
Nama Panggilan : Fathir
Umur / Tgl. Lahir : 2 Tahun 4 bulan / 23 Mei 2022 Jenis Kelamin : Laki-laki
2. Identitas orang Tua
Nama Ayah : Tn. F Nama Ibu : Ny. N
Umur : 33 tahun Umur : 29 tahun
Suku : Madura Suku : Madura
Bahasa : Madura, Jawa, Indonesia Bahasa : Madura, Jawa, Indonesia
Pendidikan : SMA Pendidikan : SD
Pekerjaan : Wiraswasta Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Penghasilan : 1.000.000 Penghasilan : -
Alamat : Arjasa, Jember Alamat : Arjasa, Jember B. KELUHAN UTAMA
Ibu pasien mengatakan anaknya demam C. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang dari Poli anak dengan keluhan terdapat kelainan pada buah zakar, pasien mengeluh nyeri, dan demam Selanjutnya pasien MRS di Aster 2 pukul 12.47, saat masuk disaster dilaksanakan pengkajian Nadi : 107x/menit, RR : 32x/menit, Suhu 37,9 oC, pasien rewel, pasien mengalami kesulitan dalam bicara, pasien kesulitan dalam berjalan
Upaya yang telah dilakukan :
Ibu pasien mengatakan sebelumnya sudah mengopres pasien, karena tidak ada kemajuan, ibu pasien membawa ke rumah sakit.
Terapi yang diberikan :
Di Poli, pasien mendapatkan :
Di RS Soebandi pasien mendapatkan terapi :
Infus D5 ½ 250 cc/24 jam atau 10 tpm, pemberian susu F75 8x50 cc, injeksi cefotaxim 2x250 mg, injeksi paracetamol 80 mg (jika perlu)
D. RIWAYAT KESEHATAN DAHULU 1. Penyakit yang pernah diderita
Ibu pasien mengatakan anaknya belum pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya
2. Riwayat operasi
Ibu pasien mengatakan pasien tidak pernah melaksankan operasi apapun 3. Riwayat Alergi
Ibu pasien mengatakan pasien tidak memiliki alergi 4. Riwayat Imunisasi
Ibu pasien mengatakan pasien sudah diimunisasi lengkap di posyandu balita sejak usia 1 bulan.
E. RIWAYAT PERINATAL 1. Antenatal
Ibu pasien mengatakan selama kehamilan, ibu tidak mengalami gangguan atau kelainan apapun 2. Intra Natal
Ibu pasien mengatakan selama persalinan tidak ada masalah, pembukaan kurang lebih 3 jam 3. Post Natal (0-7 hari)
Ibu pasien mengatakan pasien tidak ada masalah pada 0-7 hari kelahiran F. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
Ibu pasien mengatakan keluarganya tidak ada yang mengalami masalah kesehatan turun temurun seperti hipertensi dan lain sebagainya.
GENOGRAM
G. PEMERIKSAAN TINGKAT PERKEMBANGAN 1. Perkembangan
a. Adaptasi sosial
Ibu pasien mengatakan pasien belum bisa bermain secar mandiri dengan tetangga, namun sering ikut bersama ibunya dengan digendong untuk bermain
b. Motorik kasar
Ibu pasien mengatakan pasien belum mampu menulis, pasien mobilisasi dengan cara merangkak, sebelum sakit pasien bisa berjalan namun dalam jarah yang dekat saja
c. Motorik halus
Ibu mengatakan anaknya belum bisa menganggam dengan baik, genggaman lemah, belum bisa mengenggam sendok
d. Bahasa
Ibu pasien mengatakan pasien sulit dalam bicara, ibu pasien mengatakan ada kode atau tanda khusus yang dilontarkan oleh anaknya ketika meminta sesuatu.
H. KEADAAN LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI TIMBULNYA PENYAKIT
Ibu klien mengatakan klien senang membeli makanan yang berwarna di warung, klien tidak menentu waktu makannya, klien hanya makan ketika ingin makan saja.
I. POLA FUNGSI KESEHATAN
1. Pola Persepsi dan Tata laksana kesehatan
Keluarga pasien memilikipola presepsi dan tatalaksana yang cukup baik karena ketika pasien mengeluh sakit pada bagian genitalia, ibu langsung membawa ke klinik dokter terdekat.
2. Pola Nutrisi & Metabolisme Antopometri :
BB : 7,8 kg PB : 80 cm IMT : 11,4
BB/U : BB anak – BB median BB Median – (Tabel -1 SD)
= 7,8 – 12,9 12,9 – 11,5
= -5,1 1.4
= -3,64 = < -3 SD (sangat kurang) PB/U : PB anak – PB median
PB Median – (Tabel -1 SD)
= 80 – 90,4 90,4 – 87,1
= -10,4 3,3
= - 3,15 ( < -3 SD ( Sangat Pendek) BB/TB : BB anak – BB median
BB Median – (Tabel -1 SD)
= 7,8 – 12,9 12,9 – 11,5
= -5,1 1.4
= -3,64 = < -3 SD (gizi buruk) IMT/U : IMT anak – IMT median
IMT Median – (Tabel -1 SD) : 11,4 - 15,9
15,9 – 14,7 : -3.75 SD Biomedical Sign
Hemoglobin : 12,4 g/dL Leukosit : 9,8 g/dL Hematokrit : 38,0 g/dL Trombosit : 25 103/uL 1. Pola eliminasi
BAK Sebelum Sakit Saat di Rumah Sakit
Frekuensi 5-6x/hari Pasien satu hari ganti popok 3-4x
Konsistensi Cair Cari
Warna Kuning – bening Kuning - bening
Bau Khas urin Khas urin
Tingkat kemandirian
Mandiri Popok
Konsistensi Cair Cari
BAB Sebelum Sakit Saat di Rumah Sakit
Frekuensi 1-2x/hari 1x/hari
Jumlah 200 cc 100 cc
Warna Kuning kecoklatan Kuning kecoklatan
Bau Khas tinja Khas tinja
Karakter Lembek – padat Terkadang berserat, lembek
Alat Bantu Tidak ada Tidak ada
Kemandirian Mandiri Dibantu
Interpretasi :
Pasien masih lemas sehingga dibantu oleh keluarga 2. Pola aktifitas / bermain (termasuk kebersihan diri)
Pasien semenjak sakit jarang beraktivitas, pasien sering tidur, pasien selalu digendong oleh ibunya untuk berpindah.
3. Pola Istirahat tidur
Istirahat dan Tidur Sebelum sakit Saat di Rumah Sakit
Durasi 8-10 jam 3-5 jam
Gangguan tidur Tidak ada Panas
Keadaan bangun tidur Segar Rewel dan menangis
Lain-lain Interpretasi :
Ibu pasien mengatakan pasien sering terbangun 4. Pola kognitif dan persepsi sensori
Pasien kompos mentis, pasien dapat membau, merasakan, melihat dengan baik, pasien sering menangis
5. Pola konsep diri
Pasien merupakan anak kedua dari dua bersaudara, pasien masih manja pada orang tuanya, pasien tidak bisa ditinggal sendirian ketika dirumah
6. Pola Hubungan – Peran
Pasien merupakan anak kedua, pasien memiliki hubungan yang baik dengan orang tua dan belum bisa menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan tetangga.
7. Pola Seksual – seksualitas
Seksual tidak aktif, pasien belum mengalami mimpi basah 8. Pola Mekanisme Koping
Apabila ada hal yang tidak disenangi oleh pasien, pasien cenderung rewel dan menangis 9. Personal Nilai dan kepercayaan
Pasien belum sholat rutin, sholat hanya ikut-ikut orang tuanya diwaktu tertentu saja J. PEMERIKSAAN FISIK
1. Status kesehatan Umum
Keadaan Umum : Pasien tampak lemah dn sering rewel Kesadaran : Composmentis E4 V5 M 6
Tanda-tanda vital :
Nadi : 142 x/menit Suhu : 38,1 oC RR : 30 x/menit
Tinggi badan : 80 cm Lingkar kepala : 20 cm Lingkar lengan atas : 12 cm
Berat badan sebelum sakit: Tidak terkaji, pasien lupa
Berat badan saat ini : 7,8 kg 2. Kepala
Inspeksi : Kepala pasien normal tidak ada luka, simetris tidak ada benjolan, terdapat luka goresan pada bagian dahi pasien, kulit pasien telihat melapisi pipi pasien, tulang wajah sangat terlihat
Palapsi : Tidak ada nyeri tekan pada kepala pasien, 3. Leher
Inspeksi : Tidak ada luka, tidak ada luka, tidak ada benjolan, warna kulit sama dengan area sekitarnya Palpasi : Tidak ada benjolan pada kelenjar tiroid, tidak ada nyeri tekan, tida ada benjolan yang teraba 4. Thorax / dada
Jantung
Inspeksi : tidak terlihat bengkak, warna dada sama dengan kulit yang lain, tidak ada luka, tidak ada benjolan, tulang dada sangat terlihat (hanya ditutupi kulit)
Auskultasi : Suara jantung S1 S2 tunggal reguler Palpasi : Nyeri tekan tidak ada
Perkusi : Dullness Paru
Inspeksi : pegerakan dada simetris kanan dan kiri, pasien tidak menggunakan pernapasan cuping hidung, pasien tidak terpasang bantuan oksigen, 30x/ menit
Palpasi : pergerakan dinding dada teratur Perkusi : sonor
Auskultasi : vesikuler 5. Abdomen
Inspeksi : Tidak ada luka, benjolan pada perut pasien, perut pasien buncit Auskultasi : Bising usus normal 29x/menit
Palpasi : Tidak terkaji, pasien rewel Perkusi : Tidak terkaji pasien rewel 6. Keadaan punggung :
Inspeksi : Tidak ada luka, tidak ada benjolan, tidak ada jejas, tulang dad a sangat terlihat Palpasi : Tidak terkaji, pasien rewel
Perkusi : Tidak terkaji, pasien rewel Auskultas : Tidak terkaji, pasien rewel 7. Ekstremitas
Ekstremitas atas :
Tangan kanan terpasang infus, tangan kanan dan kiri simetris bekas pengambilan darah pada bagian vena cubitus sebelah kanan, tangan kanan dan tangan kiri memiliki warna kulit yang sama, CRT ≤ 2 detik, tangan dan kaki hanya tertutupi kulit, tulang sangat terlihat.
Ekstremitas bawah :
Kedua kaki pasien simetris, tidak ada lesi, tidak ada jejas, tidak ada benjolan, tidak ada edema, kulit pada paha pasien sedikit menggelambir tanpa adanya lemak, tulang lutut dan kaki sangat terlihat
8. Genetalia & Anus
Testis pasien membesar akibat inflemasi
K. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. Laboratorium
Jenis Pemeriksaan Hasil
Pemeriksaan Normal Satuan Hematologi
Hemoglobin Laju Endap Darah Lekosit
12,4 27/- 9,8
11.5 – 15.5 0-15 4,5-13,5
g/dL mm/jam
103/uL Hitung Jenis
Eosinofil Basofil Stab Segmen Limfosit Monosit
0 0 0 8 54 38
0-3 0-1 28-48
3-6
%
%
%
% Neutrofil Limfosit
Ratio Ratio N/L Hematokrit Trombosit MCV MCH MCHC
0,13 38,0 25 84,40
27,6 32,6
< 3.13 35,0-45,0
150-450 69,00-73,00 22,00-34,00 32,00-37,00
% 103/uL
fL pg g/dL FaaL Hati
SGOT SGPT Albumin Protein Total Globulin
10 30 5,1 8,08 2,98
10 - 35 9 - 43 3,4 – 4,8 6,60 – 8,70 2,30 – 3,40
U/L U/L g/dL g/dL g/dL Gula Darah
Glukosa sewaktu 205 < 200 mg/dL
Faal Ginjal Kreatinin Serum BUN
0,5 7
< 0,47 6 - 20
mg/dL mg/dL 2. Radiologi
a. Rontgen Thorax paru
Interpretasi : Normal L. Terapi
1. Peroral
Apialis drop 1x0,5 ml Feriz drop 1x0,5 ml Psidii 3 ½ cth
Lacto B 4x1 cth Zinc 1x1 cth
2. Parenteral
Infus D5 ½ 250 cc/24 jam atau 10 tpm, pemberian susu F75 8x50 cc, injeksi cefotaxim 2x250 mg,, PCT 80mg, injeksi paracetamol 80 mg (jika perlu)
Isna Zukhrofa 242311101055
ANALISA DATA
Tanggal No Data Fokus Problem Etiologi
17 September
2024
1 DS :
a. Ibu mengatakan pasiennya panas naik turun
DO :
a. Kulit pasien memerah pada bagian pipi nampak jelas
b. Kulit pasien terasa hangat Suhu : 38,1 oC
Hipertermi b.d.
proses penyakit d.d suhu tubuh diatas normal, kulit terasa
hangat
Respon inflamasi Peningkatan termodinamika
hipotalamus Peningkatan suhu tubuh
Hipertermia 2 DS :
a. Ibu pasien mengatkan pasien lemas
DO :
a. Pasien pucat
b. Mukosa bibir kering c. BB/TB = -3 SD (gizi
buruk)
Defisit Nutrisi b.d ketidak mampuan mengabsorbsi nutris
d.d gizi buruk, otot menelan lemah, membrane mukosa
pucat
Nutrisi tidak adekuat (pasien sulit menelan,
rewel) Laju metabolism
meningkat Tubuh memecah lemak
di bawah kulit Defisit nutrisi 2 DO :
a. BB/TB = -3 SD (gizi buruk)
b. Pasien tampak lemas
Resiko Cidera b.d.
mal nutrisi
Nutrisi tidak adekuat Laju metabolism
meningkat
Tubuh kekurangan energi Pasien lemas Resiko cidera
DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN
Tanggal Muncul No.DX DIAGNOSA KEPERAWATAN TTD
17 September
2024 1
Hipertermi b.d. proses penyakit d.d suhu tubuh diatas normal, kulit terasa hangat
d.d kulit pasien memerah pada bagian pipi nampak jelas, kulit pasien terasa
hangat,suhu : 38,1 oC
Isna
17 September
2024 2
Defisit Nutrisi b.d ketidak mampuan mengabsorbsi nutris d.d gizi buruk, otot
menelan lemah, membrane mukosa pucat, kanker d.d BB/TB = -3 SD (gizi
buruk), pasien tampak lemas
Isna
17 September
2024 3 Resiko Cidera b.d. malnutrisi d.d gzi buruk d.d BB/TB = -3 SD (gizi buruk),
pasien tampak lemas
Isna
TINDAKAN PERAWATAN
Tgl Jam Tindakan Perawatan Nama
Mahasiswa 17
September 2024
19.00 a. Mengidentifikasi penyebab hipertermia (inflamasi pada testis)
b. Memonitor suhu tubuh pasien (38,1 oC) c. Menyediakan lingkungan yang dingin (pasien
dianjurkan untuk dikompres air hangat) d. Menyediakan cairan oral (orang tua dihimbau
memberikan susu sesuai waktu yang dianjurkan) e. Menganjurkan tirah baring
f. Kolaborasi pemberian cairan elektrolit intravena (pasien dinfus D5 ½ NS per IV)
Isna
19.20 a. Mengidentidfikasi status nutrisi (marasmus, gizi buruk)
b. Mengidentifikasi itoleransi makanan (pasien tidak dapat menelan khusunya makanan padat)
c. Mengidnetifikasi kenutuhn kalori harian dan jenis nutrien (pasien diberika susu F75 8x50cc sehari) d. Memonitor berat badan
e. Menghentikan pemberia makanan melalui MGT jika asupan oral bisa ditoleransi (oral belum bisa
ditoleransi)
Isna
19.30 a. Mengidentifiaksi keburuhan keselamatan (kondisi fisik pasien lemah, pasien harus djbantu
melkasanakan aktifitas
b. Menyediakan alat bantu pengamanan lingkungan (pembatas pada kasur)
c. Menghimbau ibu untuk tidak meninggalkan pasien sendiri atau nerganti menjaga anak
Isna
18 September
2024
15.30 a. Memonitor suhu tubuh pasien (37,5 oC) b. Menyediakan lingkungan yang dingin
c. Menyediakan cairan oral (orang tua dihimbau memberikan susu sesuai waktu yang dianjurkan) d. Menganjurkan tirah baring
e. Kolaborasi pemberian cairan elektrolit intravena (pasien dinfus D5 ½ NS per IV)
Isna
15.45 a. Mengidentidfikasi status nutrisi (marasmus, gizi buruk)
b. Mengidentifikasi itoleransi makanan (pasien tidak dapat menelan khusunya makanan padat)
c. Mengidnetifikasi kenutuhn kalori harian dan jenis nutrien (pasien diberika susu F75 8x50cc sehari)
d. Menghentikan pemberia makanan melalui NGT jika asupan oral bisa ditoleransi (oral belum bisa
ditoleransi)
e. Menganjurkan meningkatkan asupan nutrisi dan cairan
Isna
(Ibu mengatakan selalu memberikan air pada anaknya ketika anaknya meminta)
15.50 a. Mengidentidfikasi status nutrisi (marasmus, gizi buruk)
b. Mengidentifikasi intoleransi makanan (pasien tidak dapat menelan khusunya makanan padat)
c. Mengidentifikasi kenutuhan kalori harian dan jenis nutrien (pasien diberika susu F75 8x50ccsehari)
Isna
18 September
2024
20.50 a. Memonitor suhu tubuh pasien (37,5 oC) b. Menyediakan lingkungan yang dingin
c. Menyediakan cairan oral (orang tua dihimbau memberikan susu sesuai waktu yang dianjurkan) d. Menganjurkan tirah baring
e. Kolaborasi pemberian cairan elektrolit intravena (pasien dinfus D5 ½ NS per IV)
Isna
20.55 a. Mengidentidfikasi status nutrisi (marasmus, gizi buruk)
b. Mengidentifikasi itoleransi makanan (pasien tidak dapat menelan khusunya makanan padat)
c. Mengidnetifikasi kenutuhn kalori harian dan jenis nutrien (pasien diberika susu F75 8x50cc sehari) d. Memonitor berat badan (9,015 kg)
e. Menghentikan pemberia makanan melalui NGT jika asupan oral bisa ditoleransi (oral belum bisa
ditoleransi)
Isna
21.05 a. Mengidentifikasi intoleransi makanan (pasien tidak dapat menelan khusunya makanan padat)
b. Mengidentifikasi kenutuhan kalori harian dan jenis nutrien (pasien diberikan susu F75 8x50ccsehari) c. Memonitor berat badan (9,015 kg)
Isna
EVALUASI
Tgl No Diagnosa Evaluasi Nama
Mahasiswa 18
September 2024 05.30
Hipertermi b.d.
proses penyakit d.d suhu tubuh
diatas normal, kulit terasa
hangat
S :
a. Ibu pasien mengatakan pasien masih sering naik turun demamnya b. Ibu pasien mengatakan
pasien rewel apabila suhunya naik O :
Suhu pasien : 37,4 oC A : Hipertermia masih ada P : Intervensi dilanjutkan
Isna
05.40
Defisit Nutrisi b.d ketidak mampuan
mengabsorbsi nutris d.d gizi buruk, otot menelan lemah,
membrane mukosa pucat,
kanker
S :
a. Ibu pasien mengatakan pasien selalu diberikan minum tepat waktu O :
Pasien memakai NGT BB pasien : 7,8 kg
PB/U : <-3 (Sangat pendek) BB/TB : < -3 (Gizi buruk) A : Masalah masih ada P : Intervensi dilanjutkan
Isna
05.45
Resiko Cidera b.d. malnutrisi
S :
a. Ibu pasien mengatakan pasien lemas
b. Ibu pasien mengatakan pasien rewel ketika di tinggal
S :
a. Ibu pasien mengatakan pasien lemas
b. Pasien tampak lemah c. BB pasien 7,8 d. Pasien gizi buruk e. Pasien harus didampingi
keluarga
A : Resiko cedera masih ada P : Intervensi dilanjutkan
Isna
18 September
2024 20.30
Hipertermi b.d.
proses penyakit d.d suhu tubuh
diatas normal, kulit terasa
hangat
S :
a. Ibu pasien mengatakan pasien masih sering naik turun demamnya b. Ibu pasien mengatakan
pasien rewel apabila suhunya naik O :
Isna
Suhu pasien : 37,5 oC A : Hipertermia masih ada P : Intervensi dilanjutkan
20.40
Defisit Nutrisi b.d ketidak mampuan
mengabsorbsi nutris d.d gizi buruk, otot menelan lemah,
membrane mukosa pucat,
kanker
S :
a. Ibu pasien mengatakan pasien selalu diberikan minum tepat waktu O :
Pasien memakai NGT BB pasien : 7,8 kg
PB/U : <-3 (Sangat pendek) BB/TB : < -3 (Gizi buruk) A : Masalah masih ada P : Intervensi dilanjutkan
Isna
20.50
Resiko Cidera b.d. malnutrisi
S :
f. Ibu pasien mengatakan pasien lemas
O :
Pasien tampak lemah BB pasien 7,8 Pasien gizi buruk Pasien harus didampingi keluarga
A : Resiko cedera masih ada P : Intervensi dilanjutkan
Isna
19 September
2024 15.00
Hipertermi b.d.
proses penyakit d.d suhu tubuh
diatas normal, kulit terasa
hangat
S :
a. Ibu pasien mengatakan pasien demam
b. Ibu pasien mengatakan pasien rewel apabila suhunya naik O :
Suhu pasien : 38,2 oC A : Hipertermia masih ada P : Intervensi dilanjutkan
Isna
15.10
Defisit Nutrisi b.d ketidak mampuan
mengabsorbsi nutris d.d gizi buruk, otot menelan lemah,
membrane mukosa pucat,
kanker
S :
a. Ibu pasien mengatakan pasien selalu diberikan minum tepat waktu O :
Pasien memakai NGT BB pasien : 9,1 kg
PB/U : <-3 (Sangat pendek) BB/TB : < -3 (Gizi buruk) A : Masalah masih ada P : Intervensi dilanjutkan
Isna
15.20
Resiko Cidera b.d. malnutrisi
S :
a. Ibu pasien mengatakan pasien lemas
b. Ibu pasien mengatakan pasien rewel ketika di tinggal, pasien tidak mau dipegang orang asing O :
a. Pasien tampak lemah b. BB pasien 7,8 c. Pasien gizi buruk d. Pasien harus didampingi
keluarga
A : Resiko cedera masih ada P : Intervensi dilanjutkan
Isna