• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuhan Keperawatan Stroke Hemoragik dengan Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif

N/A
N/A
acc kusumamedika

Academic year: 2025

Membagikan "Asuhan Keperawatan Stroke Hemoragik dengan Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ASUHAN KEPERAWATAN STROKE HEMORAGIK DENGAN RESIKO PERFUSI SEREBRAL

TIDAK EFEKTIF DI RUANG ICU RSUD DR. SOEDIRMAN KEBUMEN

FRIDA OCTAVIANI

21040

(2)

Organ kompleks manusia adalah otak, yang terdiri dari sel-sel saraf yang ber anggung jawab atas semua sensasi yang memungkinkan tubuh manusia untuk berpikir, bergerak, dan bereaksi terhadap suatu peristiwa.

Otak merupakan organ yang sangat membutuhkan suplai oksigen.

Masalah yang terjadi, apabila otak kekurangan suplai oksigen akan menyebabkan terjadinya hambatan aliran darah dan mengakibatkan stroke.

Setiap tahunnya terdapat 5.5 juta kematian akibat stroke.

Latar Belakang

(3)

Lanjutan....

Beberapa permasalahan yang menyebabkan stroke adalah tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi ini menyebabkan adanya peningkatan

tekanan intrakranial yang menyebabkan penderita mengalami

penurunan kesadaran dan diikuti dengan adanya masalah

hipoksia jaringan yang diikuti dengan hemiparesis.

(4)

Rumusan Masalah

Bagaimana Asuhan Keperawatan pada Pasien Stroke Hemoragik dengan Resiko Per usi Jaringan Serebral Tidak Efektif?

Tujuan Umum

Memberikan gambaran manajemen asuhan keperawatan kritis pada klien dengan diagnosa Stroke Hemoragik berhubungan dengan resiko per usi jaringan serebral tidak efektif di Ruang Intensive Care Unit RSUD Dr. Soedirman Kebumen.

Tujuan Khusus

Melakukan pengkajian, menetapkan diagnosis keperawatan, menyusun perencanaan, melaksanakan tindakan keperawatan dan melakukan evaluasi pada pasien stroke hemoragik dengan resiko per usi jaringan serebral tidak efektif.

Manfaat Teoritis

Manfaat hasil penelitian secara teoritis diharapkan dapat memperbaiki dan mengembangkan kualitas pendidikan ,khususnya yang berkaitan dengan pemberian terapi posisi headup (semi fowler/fowler)

Manfaat Praktis

Karya tulis ilmiah ini dapat berguna untuk perawat, meningkatkan pelayanan rumah sakit, bermanfaat untuk institusi pendidikan dan bagi klien.

(5)

A. Konsep Dasar Teori Definisi Stroke 1.

Etiologi 2.

Patofisiologi 3.

Pathway 4.

Tanda dan Gejala 5.

Manifestasi Klinis 6.

Pemeriksaan Penunjang 7.

B. Konsep Asuhan Keperawatan Pasien Stroke Hemoragik

Pengkajian 1.

Diagnosa 2.

Intervensi 3.

Implementasi 4.

Evaluasi 5.

Tinjauan Pustaka

C. Konsep Risiko Per usi Serebral Tidak Efektif

Definisi 1.

Penyebab 2.

D. Konsep Dasar Elevasi Kepala 30°/Head Up Definisi

1.

Manfaat Elevasi Kepala 30°/Head Up 2.

Prosedur Posisi Head Up

3.

(6)

Metode Penelitian

Desain Penelitian

Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif (studi kasus) yang ber ujuan untuk mengeksplorasi masalah utama risiko per usi serebral tidak efektif di Ruang ICU RSUD RSUD Dr. Soedirman Kebumen.

Par isipan

Dua klien dengan gangguan per usi serebral tidak efektif yang akan dijadikan subjek dalam studi kasus selama 3 hari.

Lokasi Dan Waktu Penelitian

Studi kasus ini dilakukan di Ruang ICU RSUD Kebumen selama 2 minggu.

(7)

Metode Penelitian

Pengumpulan Data

Wawancara, observasi, studi dokumentasi dan askep.

Uji Keabsahan Data

Analisa Data

Studi kasus ini dilakukan di Ruang ICU RSUD Kebumen selama 2 minggu.

Dalam studi kasus ini penulis melakukan asuhan keperawatan pada pasien Stroke Hemoragik dengan masalah keperawatan gangguan per usi serebral tidak efektif dengan fokus intervensi pemberian terapi elevasi dan pemberian obat.

(8)

Asuhan Keperawatan Tn. S Ny. T

Pengkajian

Penurunan kesadaran Klien terpasang NK 4 lpm GCS: 9 (Somnolen)

Penurunan kesadaran Klien terpasang NK 4 lpm GCS: 9 (Somnolen)

Diagnosa Keperawatan

Resiko per usi serebral tidak efektif dan gangguan mobilitas fisik

Resiko per usi serebral tidak efektif dan gangguan mobilitas fisik

Intervensi Memberikan posisi elevasi kepala 30°

Memberikan posisi elevasi kepala 30°

Hasil dan Pembahasan

(9)

Asuhan Keperawatan Tn. S Ny. T

Implementasi

Implementasi yang dilakukan selama 3x24 jam pada klien 1 adalah memberikan posisi elevasi kepala 30° dan kolaborasi pemberian diuretik osmosis seper i:

Inj. Kalnex 1.

Inj. Ceftriaxone 2.

Inj. Furosemide 3.

Amlodipine 4.

Inf. Mannitol 5.

Ceftriaxone 6.

Implementasi yang dilakukan selama 3x24 jam pada klien 1 adalah

memberikan posisi elevasi kepala 30°

dan kolaborasi pemberian diuretik osmosis seper i:

Inj. Ceftriaxone 1.

Inj. Furosemide 2.

Amlodipine 3.

Inf. Mannitol 4.

Midazolam 5.

Ondancentron 6.

Evaluasi

Terjadi peningkatan saturasi oksigen dan Mean Ar erial Pressure (MAP) normal.

Terjadi peningkatan saturasi oksigen dan Mean Ar erial Pressure (MAP)

normal.

Hasil dan Pembahasan

(10)

Kesimpulan

Pengkajian

Pengkajian pada Tn. S klien dengan kesadaran somnolen GCS E2 M4 V3, mengalami penurunan kesadaran sejak dari bangsal, BAB dan BAK tidak ada keluhan, SPO2 92%

dengan NK, kulit teraba hangat. Pengkajian pada Ny. S kesadaran somnolen GCS E3 M3 V3.

Diagnosa Keperawatan

Intervensi

Intervensi yang dilakukan adalah pemberian posisi elevasi kepala 30° pada klien 1 dan klien 2 yang menghasilkan adanya peningkatan saturasi oksigen dan juga MAP yang normal

Diagnosa yang muncul pada klien 1 dan klien 2 adalah resiko per usi serebral tidak

efektif

(11)

Kesimpulan

Frida Octaviani | D III Keperawatan | 2024

Implementasi

Sesuai dengan rencana keperawatan ter ulis tindakan keperawatan klien Tn. S dan Ny. T antara lain memantau peningkatan TIK, memberikan posisi semi fowler/elevasi kepala 30 derajat, dan berkolaborasi dengan tim medis lain untuk pemberian oksigen, obat analgetik pada klien.

Evaluasi

Selama 3 hari klien mengalami peningkatan status kesadaran, respirasi dalam batas

normal, tidak adanya perdarahan yang keluar melalui mulut, hidung dan telinga. Pemberian

terapi elevasi kepala 30 derajat/posisi semi fowler terbukti efektif dalam upaya

peningkatan saturasi oksigen dan penurunan tekanan intrakranial.

(12)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Asuhan keperawatan akan memberikan wawasan yang luas mengenai masalah keperawatan mengenai klien stroke non hemoragik. Asuhan keperawatan akan memberikan wawasan kepada perawat dalam

Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik dengan pemenuhan kebutuhan fisiologis : oksigenasi dengan

Tujuan dalam penulisan ilmiah ini adalah mengetahui proses asuhan keperawatan pada Tn.K dengan diagnose medis stroke non hemoragik di instalasi gawat darurat RSUD

Hasil studi kasus menunjukan bahwa pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas dan istirahat dengan masalah keperawatan gangguan

Hasil studi menunjukkan bahwa pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak

Laporan asuhan keperawatan pada pasien Tn.N dengan Stroke Non Hemoragik (SNH) yang meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi

Hasil studi kasus menunjukan bahwa pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien stroke hemoragik dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas dan latihan dengan masalah keperawatan gangguan

Laporan ini menguraikan tentang asuhan keperawatan anestesi pada pasien dengan CVD SH (Stroke Hemoragik) yang akan menjalani tindakan shunt dengan metode anestesi umum (GA-ETT) di RSUD