1
MAKALAH
“ASURANSI KESEHATAN DI NEGARA INDONESIA VS MALAYSIA ”
Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Disusun oleh:
Nama : Kelas :
2024
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, yang telah memberikan kemurahan-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini sesuai harapan.
Didalam makalah ini penulis mengulas “Asuransi Kesehatan Di Negara Indonesia vs Malaysia ”. Tulisan dalam Makalah ini disusun dengan tujuan untuk mendalami lebih jauh mengenai Asuransi Kesehatan Di Negara Indonesia vs Malaysia itu sendiri utamanya untuk mahasiswa/mahasiswi dan sekaligus melaksanakan hal yang menjadi tugas dan kewajiban mahasiswa.
Meskipun menyadari kekurangan dalam penyusunan bahasa maupun aspek lainnya, penulis dengan tulus menerima saran dan kritik dari para pembaca untuk meningkatkan kualitas tulisan di masa depan. Semoga makalah ini memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta meningkatkan wawasan dan pengetahuan kita semua.
, 2024 Penyusun,
penulis
3
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... 1
KATA PENGANTAR ... 2
DAFTAR ISI ... 3
BAB I ... 4
PENDAHULUAN ... 4
1.1 Latar Belakang ... 4
1.2 Rumusan Masalah ... 5
1.3 Tujuan Penulisan ... 5
BAB II ... 6
PEMBAHASAN ... 6
2.1 Pengertian Asuransi ... 6
2.2 Asuransi Kesehatan di Negara Indonesia dan Malaysia ... 9
2.3 Perbandingan Sistem Kesehatan Antara Indonesia Dan Malaysia ... 13
BAB III ... 16
PENUTUP ... 16
3.1 Kesimpulan ... 16
3.2 Saran ... 16
DAFTAR PUSTAKA ... 17
4
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan jumlah penduduk lebih dari 240 juta jiwa Indonesia berada di peringkat keempat dunia.
Terjadi pergeseran demografis pada populasi usia kerja yang meningkat relatif terhadap populasi lainnya. Indonesia juga termasuk status ekonomi yang berpenghasilan menengah ke bawah. Dari sistem pemerintahan dan politik Indonesia juga mengalami transisi di Tahun 1998 dari sistem demokrasi otoriter sekarang menjadi demokrasi reformasi. Perubahan tersebut juga mempengaruhi sistem kesehatan di Indonesia (Mahendradhata, Yodi, et all, 2017).
Sistem kesehatan merupakan suatu istilah yang mencangkup personal, lembaga, komoditas, informasi, pembiayaan dan strategi tata pemerintah dalam memberikan layanan pencegahan dan pengobatan kepada masyarakat. Sistem kesehatan dibuat dengan tujuan dapat merespon kebutuhan dan harapan yang dimiliki masyarakat dalam pemenuhan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.
Negara berkembang dan negara maju banyak mengalami berbagai tantanggan dalam membangun sistem kesehatan yang kuat dan handal. Sistem kesehatan di negara maju terlihat lebih baik dibandingkan dengan negara berkembang, hal ini dapat di lihat dari status kesehatan masyarakat dan permasalahan kesehatan. Sistem Kesehatan Nasional (SKN) di Indonesia sudah mampu memberikanpeningkatan status kesehatan masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun. Namun masih diperlukan
5
upaya percepatan pencapaian indikator kesehatan dalam rangka mengejar ketertinggalan dari negara lain. Salah satu permasalahan di Indonesia seperti masih kurangnya tenaga kesehatan, akses pelayanan kesehatan yang kurang merata, pembiayaan kesehatan yang tidak tercover dengan baik, fasilitas yang kurang lengkap menjadi permasalahan dalam sistem kesehatan di Indonesia (Putri, 2019).
1.2 Rumusan Masalah
Dari penjelasan tersebut maka dapat dikemukakan pada latar belakang makalah ini dapat diformulasikan permasalahan yaitu:
1.2.1 Apa Pengertian asuransi ?
1.2.2 Bagaimana Asuransi Kesehatan di Negara Indonesia dan Malaysia ?
1.2.3 Bagaimana Perbandingan Sistem Kesehatan Antara Indonesia Dan Malaysia?
1.3 Tujuan Penulisan
berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penulisan makalah ini yaitu:
1.3.1 Untuk mengetahui Asuransi.
1.3.2 Untuk mengetahui Bagaimana Asuransi Kesehatan di Negara Indonesia dan Malaysia.
1.3.3 Untuk mengetahui Bagaimana Perbandingan Sistem Kesehatan Antara Indonesia Dan Malaysia
6
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Asuransi
Asuransi adalah perjanjian tertulis antara dua belah pihak, yaitu pihak tertanggung dan pihak penanggung (Ferry Faldzlul Rahman, 2020). Asuransi dapat diklasifikasikan berdasarkan jenisnya, seperti asuransi jiwa, kesehatan, dan kendaraan. Manfaat asuransi antara lain memberikan perlindungan terhadap risiko atau kerugian yang mungkin terjadi di masa depan (Ganie, 2023).Secara umum, asuransi dapat didefinisikan sebagai suatu mekanisme perlindungan terhadap risiko di masa yang akan datang. Risiko adalah suatu keadaan yang mengandung kemungkinan terjadi kerugian (Aziz, 2021). Risiko dapat berupa risiko pribadi, risiko properti, risiko kesehatan, atau risiko bisnis.
Berikut adalah beberapa jenis asuransi yang ada menurut Ganie (2023):
1. Asuransi Jiwa
Asuransi jiwa adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan finansial kepada keluarga atau ahli waris jika pemegang polis meninggal dunia. Manfaat asuransi jiwa dapat berupa uang pertanggungan yang dibayarkan secara sekaligus atau secara bertahap
Jenis-jenis asuransi jiwa antara lain:
a. Asuransi jiwa berjangka (term life insurance) b. Asuransi jiwa seumur hidup (whole life insurance) c. Asuransi jiwa unit link
d. Asuransi jiwa dwiguna,
7 e. Asuransi jiwa syariah.
2. Asuransi kesehatan
Asuransi kesehatan adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan finansial terhadap biaya pengobatan jika pemegang polis sakit atau mengalami kecelakaan. Manfaat asuransi kesehatan dapat berupa biaya rawat inap, biaya rawat jalan, biaya operasi, dan biaya obat- obatan.
Jenis-jenis asuransi kesehatan antara lain:
a. Asuransi kesehatan murni (pure health insurance)
b. Asuransi kesehatan plus (comprehensive health insurance) c. Asuransi kesehatan rawat jalan (ambulatory care insurance) d. Asuransi kesehatan rawat inap (hospital indemnity insurance)
e. Asuransi kesehatan rawat jalan dan rawat inap (hospital and surgical insurance)
f. Asuransi kesehatan rawat jalan dan rawat inap plus 3. Asuransi Kendaraan
Asuransi kendaraan bermotor adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan finansial terhadap kerusakan atau kehilangan kendaraan bermotor. Manfaat asuransi kendaraan bermotor dapat berupa biaya perbaikan atau penggantian kendaraan bermotor yang rusak atau hilang.
8
Jenis-jenis asuransi kendaraan bermotor antara lain:
a. Asuransi tanggung jawab pihak ketiga (TLO)
b. Asuransi tanggung jawab pihak ketiga dan kerusakan sendiri (All Risk)
c. Asuransi tanggung jawab pihak ketiga dan kerusakan.
4. Asuransi Properti
Asuransi properti adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan finansial terhadap kerusakan atau kehilangan properti, seperti rumah, apartemen, kendaraan, atau barang-barang berharga lainnya. Manfaat asuransi properti dapat berupa biaya perbaikan atau penggantian properti yang rusak atau hilang.
Jenis-jenis asuransi properti antara lain:
a. Asuransi kebakaran b. Asuransi banjir c. Asuransi gempa bumi d. Asuransi kerusuhan e. Asuransi pencurian f. Asuransi tanggung jawab.
5. Asuransi Pendidikan
Asuransi pendidikan adalah produk asuransi yang memberikan perlindungan finansial untuk biaya pendidikan anak. Asuransi pendidikan dapat memberikan manfaat berupa uang pertanggungan yang dapat
9
digunakan untuk membiayai pendidikan anak, baik pendidikan formal maupun non-formal.
6. Asuransi Investasi
Asuransi investasi adalah produk asuransi yang menggabungkan antara manfaat asuransi dengan manfaat investasi. Manfaat asuransi dapat berupa uang pertanggungan yang dapat digunakan untuk melindungi diri dari risiko yang tidak terduga, sedangkan manfaat investasi dapat digunakan untuk meningkatkan nilai investasi.
Asuransi investasi memiliki beberapa manfaat, yaitu:
a. Memberikan perlindungan finansial.
b. Meningkatkan nilai investasi.
c. Memberikan rasa aman dan ketenangan pikiran.
d. Asuransi tambahan (rider): memberikan perlindungan tambahan untuk risiko tertentu yang tidak tercakup dalam jenis asuransi utama
2.2 Asuransi Kesehatan di Negara Indonesia dan Malaysia 2.21 Indonesia
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang telah menghadapi beberapa perubahan dan tantangan strategis yang mendasar. Tujuan bangsa Indonesia tertuangdalam pembukaan UUD 1945 yang diselenggarakan melalui pembangunan nasional termasuk pembangunan kesehatan. Dalam mendukung terlaksananya pembangunan kesehatan memerlukan dukungan dari Sistem Kesehatan Nasional yang kuat. SKN dijadikan sebuah acuan dalam pendekatan pelayanan kesehatan
10
primer. Hal ini merupakan sebuah pendekatan yang tepat untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang diformulasikan sebagai visi Indonesia Sehat (Adisasmito Wiku, 2009).
Industri asuransi di Indonesia diatur melalui Undang-Undang No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian (UU Perasuransian), di mana undang-undang ini merupakan bentuk penyempurnaan dari undang-undang sebelumnya yaitu Undang- Undang No. 2 Tahun 1992, hal ini berdasarkan pertimbangan terjadinya perkembangan ekonomi dan dibutuhkan pembaruan regulasi demi mendukung perkembangan maupun inovasi industri asuransi di Indonesia (Susetyo, 2019).
Kebijakan pemerintah Indonesia terkait asuransi kesehatan diarahkan untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC), yaitu akses yang merata terhadap layanan kesehatan bermutu bagi seluruh penduduk Indonesia. Kebijakan tersebut diwujudkan melalui berbagai program, menurut Saputra et al. (2021) antara lain:
1. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
JKN adalah program asuransi kesehatan sosial yang memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. JKN diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
2. Program Jaminan Kesehatan Keluarga (Jaminan Kesehatan Keluarga)
Jaminan Kesehatan Keluarga (Jaminan Kesehatan Keluarga) adalah program asuransi kesehatan bagi keluarga miskin dan rentan miskin. Jaminan Kesehatan Keluarga diselenggarakan oleh Kementerian Sosial.
3. Program Kartu Indonesia Sehat (KIS)
11
Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah kartu identitas bagi peserta JKN dan Jaminan Kesehatan Keluarga. KIS dapat digunakan untuk mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan Kementerian Sosial.
Layanan asuransi kesehatan termasuk salah satu produk yang dinilai penting dan bermanfaat bagi masyarakat. Secara umum, asuransi kesehatan adalah asuransi yang dapat memberikan jaminan kesehatan atas rawat inap, rawat jalan, pengobatan untuk gigi, penggantian kacamata, dan melahirkan sesuai dengan batasan yang dijamin dalam polis. Pemerintah Indonesia memasukkan penanggungan biaya medis pada program jaminan sosial, yang sejak tahun 2014 beroperasi dengan nama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Selain dari yang disediakan pemerintah, produk asuransi kesehatan komersial juga tersedia di Indonesia guna melengkapi kebutuhan konsumen (Susetyo, 2019).
2.22 Malaysia
Malaysia negara berpenduduk terbanyak ke 43 dan negara dengan daratan terluas ke-66 di dunia dengan jumlah penduduk kira-kira 27 juta dan luas wilayah melebihi 320.000 km2 . Berbeda dengan Indonesia yang melaksanakan jaminan kesehatan semesta pada tahun 2014 dan baru akan merampungkan total populasi pada tahun 2019, negara tetangga Malaysia justru sudah melaksanakannya sejak tahun 1990an (Idris Haerawati, 2017).
Malaysia sudah berkembang luas dalam hal pelayanan kesehatan. Hal ini dicerminkan dari sistem pelayanan kesehatan universal, artinya sistem ini
12
banyak merujuk pada pelayanan kesehatan swasta. Angka kematian bayi (yang digunakan sebagai standar mengukur efisiensi pelayanan kesehatan secara keseluruhan) pada tahun 2005 adalah 10 menunjukkan perbandingan yang baik bila dibandingkan dengan negara Amerika Serikat dan Eropa Barat. Angka harapan hidup pada kelahiran di tahun 2005 adalah 74 tahun
Sistem asuransi kesehatan di Malaysia terbagi menjadi dua yaitu kesehatan publik dan kesehatan privat. Untuk kesehatan publik sumber dana berasal dari beberapa sumber yaitu pajak masyarakat yang dibayarkan langsung kepada pemerintah federal, anggaran pendapatan negara tahunan, dan dari lembaga SOSCO dan EPF.
Kementerian Kesehatan Malaysia berfokus memberikan pelayanan dari promosi kesehatan, pencegahan, kuratif dan rehabilitasi yang lebih menitikberatkan pada pelayanan promosi. Sedangkan sektor kesehatan swasta focus pada wilayah perkotaan dan kuratif. Saat ini pemerintah juga menyetujui beberapa rumah sakit umum untuk menerima perawatan pribadi sehingga meningkatkan biaya professional untuk menangani pasien pribadi mereka.
Dalam hal ini, Malaysia terus meningkatkan wisatawan kesehatan. Kendala yang dihadapi dalam sistem pelayanan kesehatan Malaysia adalah kebutuhan tenaga kesehatan (Dwi Putra & Chalik Sjaaf, 2022).
13
2.3 Perbandingan Sistem Kesehatan Antara Indonesia Dan Malaysia
Perbandingan sistem kesehatan antara Indonesia dan Malaysia, terdapat beberapa aspek yang dapat dianalisis.
1. Pembiayaan Kesehatan
Pembiayaan kesehatan yang kuat, stabil dan berkesinambungan sangat berpengaruh dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan guna mencapai tujuan penting pembangunan kesehatan di suatu negara yakni pemerataan dalam pelayanan kesehatan dan akses (equitable access to health care) serta pelayanan yang berkualitas (assured quality) (Putri, 2019).
a. Indonesia: Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan akses pelayanan kesehatan kepada seluruh
penduduk Indonesia. Pembiayaan JKN-KIS didasarkan pada kontribusi premi dari peserta dan subsidi pemerintah.
b. Malaysia: Malaysia memiliki sistem jaminan kesehatan yang dikenal sebagai “Sistem Kesehatan Malaysia” (MySalam). MySalam mencakup asuransi kesehatan swasta dan juga program bantuan kesehatan bagi warga miskin. Pembiayaan MySalam berasal dari kontribusi premi dan dana pemerintah.
14 2. Kualitas Pelayanan Kesehatan
Kualitas pelayanan dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada persepsi pelanggan. Hal ini berarti bahwa citra kualitas yang baik bukanlah berdasarkan sudut pandang atau pesepsi pihak penyedia jasa, melainkan berdasarkan sudut pandang atau persepsi pelanggan. Pelangganlah yang mengkonsumsi dan menikmati jasa perusahaan sehingga merekalah yang seharusnya menentukan kualitas jasa. Kualitas memberikan suatu dorongan kepada pelanggan untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan perusahaan (Alim, Tangdilambi, & Badwi, 2019).
a. Indonesia: Meskipun JKN-KIS telah meningkatkan akses ke layanan kesehatan, masih ada tantangan dalam hal kualitas pelayanan dan kesenjangan antara fasilitas kesehatan di daerah perkotaan dan pedesaan.
b. Malaysia: Malaysia memiliki infrastruktur kesehatan yang lebih baik dan lebih merata. Fasilitas kesehatan di Malaysia cenderung lebih modern dan terjangkau.
3. Status Kesehatan Masyarakat
Status kesehatan masyarakat merupakan salah satu faktor penting yang dapat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia dalam mendukung pembangunan di suatu negara. Negara akan berjalan secara optimal apabila penduduk memiliki status kesehatan masyarakat yang baik. Adanya peningkatan status kesehatan masyarakat tentu bukan hanya tugas dari institusi kesehatan,
15
tetapi juga integrasi dari berbagai pihak dan tidak lepas dari dukungan masyarakat sendiri (Sulistiarini, 2018).
a. Indonesia: Masalah kesehatan seperti stunting, penyakit menular, dan kematernalitas masih menjadi perhatian serius di Indonesia.
b. Malaysia: Malaysia memiliki indikator kesehatan yang lebih baik, termasuk angka harapan hidup yang lebih tinggi dan angka kematian bayi yang lebih rendah.
4. Kebijakan dan Regulasi
kebijakan kesehatan merupakan driver dari ekonomi, itu disebabkan karena adanya inovasi dan investasi dalam bidang teknologi kesehatan, baik itu bio-medical maupun produksi, termasuk usaha dagang yang ada pada bidang farmasi. Namun yang lebih penting lagi adalah keputusan kebijakan kesehatan melibatkan persoalan hidup dan mati manusia (Massie, 2012).
a. Indonesia: Pemerintah terus melakukan reformasi dan revitalisasi sistem kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan.
b. Malaysia: Malaysia memiliki kebijakan yang mendukung penguatan sistem kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan.
16
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Asuransi adalah kontrak tertulis antara pihak tertanggung dan penanggung untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko di masa depan. Terdapat beberapa jenis asuransi seperti asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan, properti, pendidikan, dan investasi, yang masing-masing menawarkan perlindungan spesifik.
Risiko yang dilindungi bisa berupa risiko pribadi, properti, kesehatan, atau bisnis. Di Indonesia, sistem asuransi diatur oleh UU No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian dengan program utama seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk mencapai Universal Health Coverage. Malaysia yang telah menerapkan jaminan kesehatan sejak 1990-an, memiliki sistem asuransi publik dan privat, didanai melalui pajak, anggaran negara, dan lembaga sosial seperti SOSCO dan EPF. Perbandingan antara Indonesia dan Malaysia menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam kualitas pelayanan dan kesenjangan fasilitas kesehatan, sedangkan Malaysia memiliki infrastruktur kesehatan yang lebih baik dan merata.
3.2 Saran
Untuk meningkatkan sistem asuransi di Indonesia, perlu meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan di seluruh daerah, terutama pedesaan. Edukasi masyarakat tentang manfaat asuransi harus ditingkatkan agar lebih banyak orang memanfaatkannya. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta harus diperkuat untuk memperluas cakupan asuransi dan meningkatkan inovasi produk.
17
DAFTAR PUSTAKA
Alim, A., Tangdilambi, N., & Badwi, A. (2019). Jurnal Kualitas Pelayanan Kesehatan (Studi Analitik Terhadap Pasien Rawat Jalan di RSUD Makassar). Jurnal
Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo, 5(2), 165.
https://doi.org/10.29241/jmk.v5i2.164
Dwi Putra, J. A., & Chalik Sjaaf, A. (2022). Comparison of the Health Service System and the Universal Health Insurance among Indonesia’s Neighboring Countries.
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation, 2(4), 502–508.
https://doi.org/10.35877/454ri.daengku1039
Massie, R. (2012). Kebijakan Kesehatan: Proses, Implementasi, Analisis Dan Penelitian. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 12(4), 409–417.
Mahendradhata, Yodi, et all. The Republic of Indonesia Health System Review. Health Systems in Transition Vol.7 No. 1. World Health Organization. 2017.
Putri, R. N. (2019). Perbandingan Sistem Kesehatan di Negara Berkembang dan Negara Maju. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 19(1), 139.
https://doi.org/10.33087/jiubj.v19i1.572
Sulistiarini, S.-. (2018). HUBUNGAN PERILAKU HIDUP SEHAT DENGAN
STATUS KESEHATAN PADA MASYARAKAT KELURAHAN UJUNG. Jurnal PROMKES, 6(1), 12. https://doi.org/10.20473/jpk.v6.i1.2018.12-22
Susetyo, R. S. (2019). Asuransi Kesehatan. Universitas Sumatera Utara, 14–32.