• Tidak ada hasil yang ditemukan

Auliya Putri Safitri K5418018 A BK Studi Kasus.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Auliya Putri Safitri K5418018 A BK Studi Kasus.pdf"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS TERSTRUKTUR

STUDI KASUS PERMASALAHAN PESERTA DIDIK BIDANG BELAJAR Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Bimbingan dan Konseling

yang diampu oleh:

Dr. Naharus Surur, M.Pd

Disusun Oleh:

Nama : Auliya Putri Safitri NIM : K5418018

Kelas : A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2020

(2)

A. Identifikasi Masalah

Peserta didik pada usia sekolah banyak mengalami berbagai permasalahan terutama dalam kaitannya dengan permasalahan di bidang belajar. Permasalahan bidang belajar peserta didik merupakan hal yang sangat umum ditemukan pada setiap peserta didik dalam berbagai tingkatan.

Belajar merupakan suatu kewajiban yang dilaksanakan oleh peserta didik untuk memperoleh ilmu terutama melalui kegiatan pembelajaran di sekolah.

Adapun permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik dalam bidang belajar adalah kesulitan dalam melakukan kegiatan belajar secara mandiri di sekolah.

Nama : AI

Tempat, tanggal lahir : 25 April 2004 Jenjang Pendidikan/Semester : SMA/IV Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

B. Analisis

Dalam kegiatan wawancara yang telah dilakukan dengan peserta didik AI melalui media Whatsapp diperoleh informasi yang berkaitan dengan latar belakang peserta didik dan informasi aspek kepribadian.

Peserta didik AI mempunyai Ibu yang bernama S (inisial nama ibu peserta didik) yang bekerja pada salah satu perusahaan BUMD. Peserta didik AI mengalami permasalahan yang berkaitan dengan bidang belajar yaitu kesulitan dalam melakukan kegiatan belajar secara mandiri di sekolah.

Permasalahan ini ditunjukkan dalam kegiatan kelompok yang dilaksanakan saat pembelajaran di dalam kelas. Peserta didik AI mengalami kesulitan karena kegiatan kelompok dilaksanakan sebelum guru menyajikan materi pembelajaran sehingga menuntut peserta didik untuk mempelajari materi pembelajaran secara mandiri.

Saat mempelajari materi pembelajaran dalam kategori sulit secara mandiri, peserta didik AI merasa stres karena tidak dapat memahami materi pembelajaran tanpa bantuan atau bimbingan dari guru atau lembaga

(3)

bimbingan belajar. Mata pelajaran yang menurut peserta didik AI mempunyai kategori sulit adalah mata pelajaran hafalan seperti biologi sehingga menurut peserta didik AI, dalam mempelajari mata pelajaran biologi diperlukan bimbingan dari guru atau lembaga bimbingan belajar.

Seiring dengan berkembangnya zaman, sistem pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan yang salah satunya ditandai dengan diperbaharuinya kurikulum pada pendidikan sekolah. Perubahan ini secara langsung mempengaruhi peserta didik AI dalam menyesuaikan sistem pembelajaran yang sebelumnya adalah KTSP dengan sistem pembelajaran teacher center learning menjadi Kurikulum 2013 dengan sistem pembelajaran student center learning yang menuntut peserta didik untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran sedangkan guru berperan sebagai fasilitator.

Kesulitan peserta didik AI dalam melaksanakan kegiatan belajar secara mandiri disebabkan karena peserta didik AI sudah terbiasa melakukan kegiatan belajar dengan di dampingi oleh seorang guru atau pendamping belajar lainnya yaitu lembaga bimbingan belajar Online yang sekarang digunakan peserta didik untuk membantu kegiatan belajar dirumah dengan menggunakan aplikasi Zenius. Selain itu peserta didik juga memanfaatkan platform youtube dalam membantu kegiatan belajar.

Kegiatan belajar secara mandiri oleh peserta didik AI hanya dilaksanakan pada saat mendesak seperti persiapan menjelang ujian.

C. Sintesis

Peserta didik AI mempunyai permasalahan dalam bidang belajar yaitu mengalami kesulitan belajar secara mandiri di sekolah dikarenakan peserta didik AI sudah terbiasa melakukan kegiatan belajar di dampingi oleh guru atau pendamping belajar lainnya yaitu lembaga bimbingan belajar.

Perubahan kurikulum pendidikan sekolah menengah menyebabkan peserta didik AI kesulitan beradaptasi dalam penggunaan sistem kegiatan pembelajaran baru di sekolah. Permasalahan ini membutuhkan bantuan dari

(4)

guru bimbingan konseling agar peserta didik dapat melaksanakan kegiatan belajar di sekolah secara maksimal dan tanpa kesulitan.

D. Diagnosis

Penyebab timbulnya masalah peserta didik dipengaruhi melalui dua faktor yaitu faktor yang berasal dari dalam diri dan faktor yang berasal dari luar diri. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari peserta didik AI, faktor dari dalam diri yang mempengaruhi penyebab timbulnya masalah adalah kebiasaan belajar peserta didik yang selalu di dampingi oleh seorang guru atau dari lembaga bimbingan belajar sehingga peserta didik memiliki ketergantungan melaksanakan kegiatan belajar bersama orang lain. Selain itu, kesulitan peserta didik AI dalam menyesuaikan sistem pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas menyebabkan timbulnya permasalahan peserta didik dalam kesulitan belajar secara mandiri.

Sedangkan faktor dari luar diri yang mempengaruhi penyebab timbulnya masalah adalah perubahan kurikulum pendidikan sekolah menengah yang sebelumnya adalah KTSP dengan sistem pembelajaran teacher center learning menjadi Kurikulum 2013 dengan sistem pembelajaran student center learning.

E. Prognosis

Apabila permasalahan peserta didik AI tidak segera mendapat bantuan atau diatasi, maka kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi kepada peserta didik AI adalah:

1. Peserta didik AI akan ketinggalan pelajaran karena pada saat dilaksanakannya kegiatan pembelajaran di kelas, peserta didik tidak dapat memahami materi pelajaran sehingga tertinggal dari peserta didik yang lainnya.

2. Prestasi belajar peserta didik AI semakin menurun karena peserta didik tidak memahami materi pelajaran sehingga dikhawatirkan akan mengalami kesulitan dalam kegiatan evaluasi pembelajaran.

(5)

3. Peserta didik AI akan terus mengalami kesulitan melakukan kegiatan belajar secara mandiri sehingga peserta didik akan selalu bergantung pada orang lain untuk melalukan kegiatan pembelajaran.

F. Treatment

Langkah yang dilakukan dalam kegiatan bimbingan dan konseling untuk memberikan bantuan kepada peserta didik AI yang mengalami permasalahan kesulitan belajar secara mandiri adalah dengan:

1. Guru bimbingan dan konseling melakukan strategi layanan bimbingan dan konseling yang meliputi layanan responsif berupa konseling individual dengan mengidentifikasi masalah, penyebab masalah, menemukan alternatif pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan terbaik untuk mewujudkan keputusannya dengan penuh tanggung jawab dalam kehidupannya. Guru bimbingan dan konseling dapat membantu peserta didik dalam memecahkan permasalahan belajar dengan meningkatkan kepercayaan diri dan kemauan belajar secara mandiri peserta didik melalui pemberian motivasi dan saran dalam pelaksanaan kegiatan belajar seperti melakukan belajar kelompok, mencoba belajar secara mandiri secara bertahap dan berkelanjutan, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan nyaman untuk menghindari perasaan stres dan rasa ingin tidur.

2. Guru bimbingan dan konseling melakukan strategi layanan bimbingan dan konseling yang meliputi layanan responsif berupa kolaborasi dengan guru mata pelajaran dengan memberikan informasi-informasi yang berkaitan dengan permasalahan dalam bidang belajar peserta didik untuk kemudian dilakukan pemecahan masalah oleh guru mata pelajaran seperti menyesuaikan model dan metode pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran yang interaktif dengan disesuaikan kepada kebutuhan peserta didik dan tidak melupakan unsur sistem pendidikan Kurikulum 2013 yaitu siswa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran (student center learning). Melalui penyesuaian model, metode, dan media pembelajaran yang interaktif, peserta didik

(6)

diharapkan dapat memahami materi pembelajaran dengan turut serta berperan mencari informasi-informasi materi yang berkaitan untuk melatih kemampuan peserta didik untuk belajar secara mandiri.

G. Follow up

Guru bimbingan dan konseling melakukan kegiatan lanjutan untuk mengetahui efektivitas bantuan yang diberikan kepada peserta didik AI melalui:

1. Guru Bimbingan dan Konseling melakukan pengamatan berkala terhadap kegiatan belajar peserta didik AI untuk mengetahui apakah terdapat perubahan kebiasaan belajar peserta didik yang mampu melaksanakan kegiatan belajar secara mandiri.

2. Guru Bimbingan dan Konseling melakukan pemantauan hasil belajar peserta didik AI apabila terdapat perubahan kebiasaan belajar peserta didik yang mampu melaksanakan kegiatan belajar secara mandiri.

(7)

LAMPIRAN

Bukti Screenshot wawancara bersama peserta didik AI melalui media whatsapp

Referensi

Dokumen terkait

Mata kuliah ini memberikan ketrampilan kepada mahasiswa berupa teknik-teknik yang digunakan dalam bimbingan kelompok, prosedur konseling kelompok, serta

Q Tindak lanjut layanan : Bekerjasama dengan guru mata pelajaran untuk mengamati langsung perubahan sikap siswa.. R Keterkaitan dengan

Andreas Supriyono (K5418010), kesulitannya yaitu untuk membangun pemahaman dan upaya bersama antara guru bimbingan dan konseling dengan guru mata pelajaran, wali kelas,

Guru kelas juga harus memberi pemahaman kepada peserta didik mengenai manfaat dan pentingnya dari layanan-layanan bimbingan dan konseling yanga da di SDIT Smart

Hasil dari layanan Bimbingan dan Konseling selanjutnya disampaikan kepada guru mata pelajaran agar menjadi refleksi guru dan perbaikan pembelajaran yang lebih sesuai dengan

Bentuk layanan bimbingan yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling disekolah Bentuk layanan bimbingan individual yang diberikan kepada subjek jika menyendiri, dan dijauhi

PELAKSANAAN KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING MATA PELAJARAN : BIMBINGAN KONSELING KELAS : X,XI dan XII SEMESTER : GANJIL KEGIATAN LAYANAN : HOME VISIT Kunjungan Rumah Untuk menjalin

Dalam upaya untuk memahami dengan lebih mendalam bagaimana guru Bimbingan dan Konseling BK di SMPIT Annida' Lubuk Linggau mengembangkan materi layanan BK yang mendukung implementasi