Buku ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa S1 dan S2 dalam menyelesaikan penelitian atau sebagai panduan dalam mata kuliah Metodologi Penelitian. Semoga buku ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan memberikan sumbangan pemikiran bagi para pembacanya.
- Pengertian
- Tujuan Penelitian
- Kegunaan Penelitian
- Aspek Penelitian
- Metode Penelitian
- Jenis Penelitian
- Sifat Metode Penelitian
- Perbedaan Metode Kualitatif dan Metode
Metode penelitian deskriptif merupakan sifat penelitian yang menggambarkan suatu fenomena dengan data yang tepat dan dipelajari secara sistematis. Metode penelitian eksperimen adalah penelitian yang mengkaji adanya hubungan sebab akibat dengan menambahkan variabel kontrol.
Rumusan Masalah Penelitian
Rumusan masalah asosiatif adalah pertanyaan yang membicarakan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih secara simetris atau kausal. Hubungan sebab akibat adalah hubungan yang tidak terjadi secara acak, melainkan timbul karena pengaruh variabel X sebagai. variabel bebas ke variabel Y sebagai variabel terikat.
Variabel Penelitian
Contoh : “pengaruh motivasi kerja terhadap prestasi kerja karyawan” maka variabel bebasnya adalah “motivasi kerja”, disebut variabel bebas karena variabel ini tidak bergantung pada variabel lain. Contoh variabel terikat : “pengaruh lingkungan kerja terhadap stres kerja karyawan”, dari pernyataan ini variabel terikatnya adalah “stres kerja”, variabel ini disebut variabel terikat karena tingkat stres kerja disebabkan oleh pekerjaan lingkungan kerja. sebagai variabel independen.
Paradigma Penelitian
Penelitian ganda dengan dua variabel independen Model dalam penelitian ganda ini terdiri dari dua variabel independen dan satu variabel dependen. Penelitian ganda dengan tiga variabel bebas Sama seperti penelitian ganda dengan dua variabel bebas, yang membedakan hanyalah jumlah variabel bebasnya saja. Penelitian Berganda dengan Dua Variabel Terikat Penelitian dengan menggunakan model ini membentuk variabel dengan satu variabel bebas dan dua variabel terikat.
Model penelitian ini mungkin lebih rumit dibandingkan model sebelumnya karena variabel yang diteliti terdiri dari dua variabel bebas dan dua variabel terikat.
Landasan Teori
Path penelitian seperti model di atas terdiri dari 3 variabel independen dan satu variabel dependen. Penelitian ini membentuk empat pernyataan masalah deskriptif dan enam pernyataan masalah relasional. Jenis-jenis paradigma penelitian yang dibahas di atas merupakan beberapa contoh terkait dengan teknik statistik yang digunakan, yang dituangkan dalam hipotesis penelitian.
Perumusan Hipotesis
Dalam penelitian kuantitatif, penelitian yang berbentuk angka-angka dapat diuji terlebih dahulu dengan uji validitas dan reliabilitas a) Data dan fakta yang dikumpulkan di lapangan b) Pengetahuan yang luas tentang kerangka teori, . penguasaan logika penggunaan teori, statistika dan teknik pengujian a) Hipotesis adalah jawaban sementara yang dibentuk oleh suatu teori. Hipotesis awal merupakan asumsi awal penelitian sebelum mencapai kesimpulan akhir dari hasil pengolahan data penelitian. Dalam membentuk suatu hipotesis tentunya harus didasarkan pada fakta dan teori yang relevan, yang juga dapat didukung oleh penelitian-penelitian sebelumnya.
Penentuan hipotesis awal harus konsisten dengan fakta, teori, dan penelitian sebelumnya yang telah terbukti.
Pengumpulan Data
Mendefinisikan hipotesis awal harus konsisten dengan fakta, teori, dan penelitian sebelumnya yang telah terbukti. terkait dengan pencarian dengan sumber default. Wawancara terstruktur merupakan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap subjek penelitian dan peneliti telah mengetahui secara pasti informasi yang akan diperoleh dari subjek penelitian. Wawancara tidak terstruktur merupakan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap subjek penelitian secara bebas, tidak terstruktur, hanya menggunakan petunjuk berupa uraian masalah penelitian yang diteliti.
Observasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dimana peneliti terjun langsung ke lapangan, kemudian mengamati gejala-gejala yang diteliti setelah itu peneliti dapat menguraikan permasalahan yang terjadi yang dapat dihubungkan dengan teknik pengumpulan data lainnya seperti angket atau wawancara dan hasil yang diperoleh adalah berkaitan dengan teori dan penelitian sebelumnya.
Pengembangan Instrumen Penelitian
Observasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dimana peneliti terjun langsung ke lapangan, setelah itu ia mengamati gejala-gejala yang diteliti, setelah itu peneliti dapat menguraikan permasalahan yang timbul, yang dapat dihubungkan dengan teknik pengumpulan data lainnya seperti angket atau wawancara, dan hasil yang diperoleh dikaitkan dengan teori dan penelitian sebelumnya. e) Analisis pertanyaannya.
Pengujian Instrumen Penelitian
- Populasi dan Sampel Penelitian
Non-probability sampling meliputi: sampling sistematik, sampling kuota, sampling acak, sampling purposive, sampling jenuh, dan sampling bola salju.” a) Probability sampling. Cara ini digunakan apabila sumber yang akan diteliti sangat besar dan luas, misalnya kota. dengan banyak kecamatan, maka pengambilan sampelnya sebaiknya menggunakan stratified random sampling, karena jumlah penduduk setiap kecamatan tidak sama.Metode pengambilan sampel secara acak adalah random sampling, jika sampel diperkirakan memenuhi kriteria yang diteliti f) Purposeful contoh.
Pengambilan sampel jenuh dilakukan apabila jumlah anggota populasi terlalu sedikit, oleh karena itu seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. h) Pengambilan sampel bola salju.
Analisis Data
Menurut Sugiyon (2012), teknik analisis deskriptif adalah suatu metode menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang dikumpulkan tanpa menarik kesimpulan, yang dapat diterapkan pada masyarakat umum. Teknik analisis inferensial merupakan analisis yang lebih luas dari deskriptif, analisis inferensial berkaitan dengan keeratan hubungan antar variabel. Agar penelitian dengan metode kualitatif dapat dikatakan baik maka data yang dikumpulkan harus akurat, lengkap baik berupa data primer maupun sekunder.
Basrowi & Suwandi (2014), Metode kualitatif dapat mengungkap dan memahami sesuatu di balik peristiwa yang tidak diketahui.
Rumusan Masalah
Teori Penelitian
Populasi dan Sampel
Pengetahuan dari penelitian kualitatif bergantung pada wawasan dan kemampuan analisis peneliti dibandingkan besar kecilnya sampel, sehingga suatu sampel lebih bermanfaat, meskipun jumlah sampel kualitatif sedikit, jika kaya akan informasi. Teknik pengambilan sampel yang umum digunakan dalam penelitian kualitatif adalah Probability Sampling dan Snowball Sampling.
Instrumen Penelitian
Teknik pengambilan sampel yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah teknik Probability Sampling dan Snowball Sampling. . digunakan untuk mengumpulkan informasi. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri yang mengumpulkan informasi dengan cara datang ke lapangan untuk menanyakan langsung kepada narasumber, atau bisa juga meminta bantuan orang untuk mengumpulkan data dengan prosedur yang sama.
Teknik Pengumpulan Data
Wawancara terstruktur dengan sejumlah pertanyaan yang dipersiapkan sebelum sesi wawancara dilakukan. Pertanyaan yang sama ditanyakan kepada setiap orang yang diwawancarai. Observasi dilakukan dengan mengamati langsung objek penelitian. a) Observasi terhadap petugas pembantu adalah pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data melalui . observasi langsung terhadap aktivitas sehari-hari narasumber. Observasi tidak terstruktur yaitu mengamati dengan cara mengamati tanpa menggunakan pedoman penelitian, peneliti mengembangkannya hanya berdasarkan peristiwa yang terjadi di lapangan.
Ada dua jenis alat dokumentasi, yaitu membuat kumpulan data untuk melakukan kueri dan membuat variabel untuk mengumpulkan informasi.
Analisi Data
Informasi yang diperoleh di lapangan tentunya terdiri dari data-data yang sangat rumit dan tidak jarang juga ditemukan informasi-informasi yang tidak ada hubungannya dengan topik penelitian, namun data tersebut tercampur dengan data penelitian. Fase ini dilakukan dengan menyajikan kumpulan informasi yang terorganisir sehingga dapat ditarik kesimpulan. Hal ini dilakukan karena data yang diperoleh selama proses penelitian kualitatif biasanya berbentuk narasi sehingga memerlukan penyederhanaan tanpa mengurangi isinya. Pada dasarnya tata cara analisis data kualitatif meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data, namun karena informasi yang diperoleh dalam penelitian kualitatif sangat banyak maka model analisis datanya pun berbeda-beda tergantung objek penelitiannya.
Secara umum bentuk analisis data dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu: pertama, kelompok metode analisis teks dan bahasa; kedua, kelompok metode analisis tema budaya; ketiga, analisis kinerja kelompok, perilaku individu dan perilaku institusi.
Regresi Sederhana
Regresi Berganda
Uji Hipotesis
Eksperimen F ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh bersama (simultan) variabel bebas terhadap variabel terikat. Pembuktiannya diuji dengan metode penyamaan bilangan Fhitung s Fhitung s Ftabel pada taraf kepercayaan 5% dan derajat kebebasan df = (n-k-1), dimana n adalah jumlah responden dan k adalah jumlah variabel. Ho : Variabel independen secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Uji parsial atau uji t merupakan uji parsial terhadap koefisien regresi, untuk mengetahui signifikansi parsial masing-masing variabel.
Koefisien Determinasi(R) 2
Contoh Soal Regresi Sederhana
Klik Analisis – Regresi – Linier. Kemudian muncul kotak Regresi Linier. Klik panah tengah untuk memindahkan variabel X ke kolom Independen dan variabel Y ke kolom Dependen. Lalu klik oke. Artinya jika imbalan meningkat sebesar 1 poin, maka kinerja karyawan meningkat sebesar 1,281 poin. Dengan kata lain, semakin tinggi variabel kompensasi maka nilai variabel kinerja pegawai akan semakin tinggi.
Dari hasil perhitungan terlihat nilai koefisien korelasi sebesar 0,988 yang berarti hubungan antara kompensasi dengan kinerja berada pada kategori sangat kuat.
Contoh Soal Regresi Berganda
Artinya jika kompensasi dan motivasi meningkat sebesar 1 poin maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 1,286 poin (kompensasi) dan 0,027 (motivasi). Dengan kata lain, semakin tinggi variabel kompensasi dan motivasi maka nilai variabel kinerja pegawai akan semakin tinggi. Hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja pegawai dapat diterima.
Artinya terdapat pengaruh antara variabel imbalan dan motivasi terhadap kinerja sebesar 97,6%, sedangkan sisanya sebesar 2,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Asumsi dalam Regresi
Uji Linearitas
- Uji Normalitas
Uji normalitas untuk menguji apakah variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi normal atau tidak. Jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05 maka hipotesis diterima karena data berdistribusi normal. Apabila nilai signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05, maka hipotesis diterima karena data tidak mempunyai Heteroskedastisitas.
Jika R2 = 0 berarti tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen maka nilai TOL = 1 dan sebaliknya jika Rj2 = 1 berarti terdapat kolinearitas antar variabel independen maka nilai TOL = 0.
Uji Heterokedanstisitas
Uji Multikolonieritas
Multikolinearitas dapat dirumuskan untuk mendeteksi multikolinearitas dengan menggunakan metode variance inflasi faktor (VIF) dan toleransi (TOL). Jika nilai VIF meningkat maka diduga terjadi multikolinearitas antar variabel independen, atau jika VIF melebihi 10 maka dapat disimpulkan terjadi multikolinearitas. Dengan demikian, semakin mendekati TOL ke 0 maka diduga terdapat multikolinearitas, dan sebaliknya, semakin mendekati nilai TOL ke 1 maka dicurigai tidak terjadi multikolinearitas.
Uji Autokorelasi
Tujuan Analisis Jalur
Tahapan Analisis Jalur
Analisis jalur memungkinkan analisis model yang lebih kompleks yang tidak dapat dilakukan dengan regresi linier berganda. H0 : Variabel tingkat pendidikan, disiplin kerja dan kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan baik secara kolektif maupun individu. H1 : Variabel tingkat pendidikan, disiplin kerja dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan baik secara kolektif maupun individu.
Setelah mendefinisikan model diagram rute, selanjutnya dibuatlah diagram rute, sebagai berikut: a. X3 sebagai variabel eksogen kepuasan.