• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESUME METODOLOGI PENELITIAN BAB 1 (KONSEP DASAR RISET) BUKU KARANGAN JOGIYANTO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RESUME METODOLOGI PENELITIAN BAB 1 (KONSEP DASAR RISET) BUKU KARANGAN JOGIYANTO"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

RESUME METODOLOGI PENELITIAN BAB 1 (KONSEP DASAR RISET)

BUKU KARANGAN JOGIYANTO Pengertian Riset

Dari berbagai pengertian yang dijelaskan oleh Uma Sekaran, Kinney, Cooper dan Schindler dapat disimpulkan bahwa riset adalah investigasi secara sistematik dengan tahapan yang jelas dan terencana, tujuannya guna menjawab suatu masalah serta memberikan solusinya.

Riset Ilmiah

Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait riset ilmiah adalah sebagai berikut:

 Observasi secara langsung

 Variabel-variabel yang digunakan didefinisikan secara jelas

 Hipotesis diuji secara empiris

 Memiliki kemampuan untuk mengalahkan hipotesis saingan

 Justifikasi kesimpulan secara statistik

 Mempunyai proses membenarkan dirinya sendiri (self correcting process)

Jadi, penelitian dengan menggunakan metode ilmiah dilakukan dengan membangun hipotesis berdasarkan kerangka teori (hubungan sebab akibat antara variabel-variabel yang akan diteliti), kemudian menguji hipotesis secara empiris (menggunakan fakta yang objektif).

Perbedaan Riset Metode Ilmiah dengan Riset Metode Naturalis

Jika riset metode ilmiah menggunakan pendekatan saintifik yang membutuhkan pengujian secara kuantitatif dan statistik, sedangkan naturalis bersifat kualitatif.

Berikut perbedaan diantara keduanya:

Pendekatan Ilmiah (Scientific Method) Pendekatan Naturalis

Menggunakan struktur teori Tidak menggunakan struktur teori, karena lebih bersifat menemukan teori atau membuktikan & menemukan keterbatasan suatu teori

Struktur teori digunakan untuk membangun satu atau lebih hipotesis

Sifat hipotesis implisit Adanya setting astifisial yakni metode

eksperimen dengan memanipulasi beberapa variabel

Lebih menjaga setting alamiah

Membutuhkan pengujian kuantitatif dan statistik

Bersifat kualitatif

Dua pendekatan diatas memiliki kebaikan dan kelemahan masing-masing, maka pendekatan mana yang harus digunakan?

 Aliran positivism: mendasar pada pengujian empiris dan pendekatan saintifik.

Sedangkan jika ingin menekankan pada aspek detail yang kritis serta studi kasus rinci, maka menggunakan pendekatan naturalis.

Ayu Nurul Sabilla (145020301111005)

Kelas CG

(2)

 Jika seorang peneliti ingin menjawab pertanyaan tentang perilaku, maka pendekatan yang cocok adalah naturalis.

 Ketika seorang peneliti ingin menjawab pertanyaan yang meliputi banyak objek maka menggunakan saintifik. Semisal bersifat khusus untuk satu objek, maka menggunakan penelitian naturalis.

Deduksi dan Induksi

Pendekatan saintifik menggunakan struktur teori untuk membuat hipotesis kemudian menggunakan fakta untuk menguji hipotesis guna memperoleh kesimpulan. Proses pengambilan keputusan dengan cara tersebut dinamakan dengan proses deduksi. Sedangkan naturalis menggunakan data untuk mengambil kesimpulan tanpa menggunakan hipotesis (proses induksi).

Berikut pengertian keduanya:

 Deduksi adalah proses pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisis data

 Induksi adalah proses pengambilan keputusan yang didasarkan pada satu atau lebih fakta.

Macam-macam Riset

1. Pelaporan (reporting) : dilakukan hanya guna menyediakan data/informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan tertentu

2. Penggambaran (descriptive) : bertujuan untuk menggambarkan pihak yang terlibat, apa yang dilakukan, kapan, dimana, dan bagaimana melakukannya

3. Penjelasan (expalanatory) : menjelaskan fenomena yang ada

4. Prediksi : menjelaskan apa yang akan terjadi dari suatu fenomena

Langkah-langkah Riset Metode Ilmiah

 Identifikasi isu/topik dari riset

 Menjustifikasi bahwa ide/isu tersebut menarik dan penting untuk diteliti

 Menentukan tujuan dari riset tersebut

 Mengembangkan hipotesis

 Merancang riset (merancang data & model empiris untuk menguji hipotesis secara statistik)

 Mengumpulkan data; bisa menggunakan metode data sekunder, wawancara, observasi, kuisioner, atau eksperimen.

 Menganalisis data dan menguji hipotesis

 Membuat ringkasan, mengevaluasi, dan mendiskusikan hasil pengujian serta menyimpulkan hasil tersebut

 Menunjukkan keterbatasan dan kendala dalam melakukan riset

 Mengusulkan perbaikan riset sebelumnya Laporan Hasil Riset

Secara umum, isi laporan berbentuk seperti berikut:

Bab 1. Pendahuluan

Bab 2. Kaji Teori dan Pengembangan Hipotesis Bab 3. Desain Riset

Bab 4. Hasil

Bab 5. Ringkasan, simpulan, diskusi, implikasi, kekurangan, dan saran Lampiran-lampiran

Daftar Pustaka

(3)

RESUME METODOLOGI PENELITIAN BAB 1 (PENGANTAR PENELITIAN)

BUKU KARANGAN UMA SEKARAN Pengertian Penelitian

Penelitian merupakan proses menemukan masalah setelah melakukan research yang mendalam dan menganalisis faktor situasi agar dapat mengambil keputusan secara tepat dengan menguasai berbagai langkah dalam menemukan solusi terhadap masalah yang dihadapi

Dalam kegiatan bisnis, seringkali dilakukan penelitian terkait bidang akuntansi (contohnya: metode biaya persediaan, akselerasi depresiasi, biaya transfer, metode pajak, dll), keuangan, manajemen, dan pemasaran.

Penelitian Terapan & Penelitian Dasar

Penelitian terapan : menerapkan hasil temuan untuk memecahkan masalah spesifik yang sedang dialami dalam perusahaan

Penelitian dasar : dilakukan untuk meningkatkan pemahaman terhadap masalah tertentu dan mencari metode untuk memecahkannya

Peran Penelitian dalam Membantu Manajer

 Memecahkan permasalahan secara efektif dalam konteks pekerjaan

 Dapat mengetahui serta membedakan mana penelitian yang baik & buruk

 Memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi dalam pengambilan keputusan

 Mencegah kepentingan pribadi yang dapat mempengaruhi situasi dan kondisi

 Dan lain-lain.

Hubungan Manajer dengan Peneliti

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh manajer sebelum memutuskan untuk menyewa peneliti/konsultan eksternal perusahaan:

 Memeriksa keahlian dan asal institusi

 Manajer dapat menjelaskan peran peneliti dan memberitahu jenis informasi apa yang dapat diakses oleh mereka

 Jika ada batasan tertentu, maka hendaknya dijelaskan dari awal agar peneliti dapat mencari alternatif untuk meneliti masalah dan mendesain penelitian

 Membangun hubungan baik dan transparan antara peneliti dengan karyawan organisasi

Keuntungan Peneliti Internal

 Tim internal mungkin akan lebih diterima oleh karyawan organisasi

 Tidak membutuhkan banyak waktu karena peneliti telah memahami struktur, filosofi, fungsi serta kinerja organisasi

 Biaya tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan menyewa peneliti eksternal

(4)

Kerugian Peneliti Internal

Cara pandang yang bisa jadi stereotip dalam melihat organisasi dan permasalahan didalamnya. Hal semacam itu dapat menghalangi ide segar seorang peneliti.

 Ditakutkan terdapat pihak dengan kekuasaan tertentu mempengaruhi tim internal untuk menyembunyikan/menyimpangkan fakta tertentu

Keuntungan Peneliti Eksternal

 Peneliti dapat menerapkan kekayaan pengalaman yang mereka miliki untuk menelahaan situasi secara kritis dan berfokus pada solusi yang relevan

 Peneliti mempunyai lebih banyak pengetahuan mengenai berbagai model pemecahan masalah yang terkini (diperoleh melalui program pelatihan periodik mereka)

Kerugian Peneliti Eksternal

 Biaya sewa yang mahal

 Membutuhkan banyak waktu untuk memahami organisasi yang hendak mereka teliti

 Tim konsultan eksternal juga akan membebankan biaya tambahan untuk bantuan mereka dalam fase implementasi dan evaluasi

Etika dan Penelitian Bisnis

Ketaatan terhadap etika dimulai dengan pihak yang melakukan penelitian itu sendiri, dimana peneliti harus melakukan research dengan sungguh-sungguh, memperhatikan indikasi hasil penelitian, melepaskan ego, dll. Perilaku etis itu sendiri meliputi setiap langkah dalam proses penelitian (pengumpulan data, analisis data, pelapora, penyebaran informasi di internet, dll)

RESUME METODOLOGI PENELITIAN BAB 2 (INVESTIGASI ILMIAH)

BUKU KARANGAN UMA SEKARAN Penelitian Ilmiah

Penelitian ilmiah berfokus pada pemecahan masalah dengan mengikuti metode langkah yang logis dan terorganisasi dalam mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, menganalisis, dan menarik kesimpulan yang valid.

Ciri-ciri Penelitian Ilmiah

1. Tujuan Jelas: menetapkan sasaran dan tujuan penelitian. Jadi, peneliti mempunyai sebuah fokus yang menjadi dasar dalam melaksanakan research

2. Ketepatan: dasar teori yang baik dan desain metodologi yang tepat

3. Dapat Diuji: dapat diuji dengan statistik tertentu pada data yang dikumpulkan untuk tujuan tersebut

4. Dapat Ditiru: hasil uji hipotesis harus didukung ketika jenis penelitian serupa diulangi dalam keadaan lain yang mirip

5. Ketelitian dan Keyakinan: ketelitian mengacu pada kedekatan temuan dengan realitas berdasarkan sebuah sampel, sedangkan keyakinan mengacu pada probabilitas

ketepatan estimasi

6. Objektivitas: berdasarkan fakta-fakta temuan yang berasal dari data aktual dan bukan nilai-nilai subjektif/emosional kita

(5)

7. Dapat Digeneralisasi: mengacu pada cakupan penerapan temuan penelitian dalam satu organisasi ke organisasi lainnya

8. Hemat: merupakan kesederhanaan dalam menjelaskan fenomena/persoalan dan menghasilan sebuah solusi

Deduksi dan Induksi

Deduksi adalah proses dimana suatu kesimpulan ditarik melalui generalisasi umum logis suatu fakta yang diketahui. Sedangkan induksi adalah membuat proposisi berdasarkan fakta yang diamati.

Tujuh Langkah Metode Hipotesis Deduktif 1. Pengamatan

Tahap pertama dimana seseorang merasakan bahwa suatu perubahan terjadi. Ketika hal tersebut diamati dan nampaknya mempunyai konsekuensi penting.

2. Pengumpulan Informasi Awal

Meliputi pencarian informasi secara mendalam mengenai hal yang diamati.

3. Perumusan Teori

Menggabungkan semua informasi sehingga faktor-faktor yang berkaitan dengan masalah dapat dikonseptualisasi dan diuji. Pada tahapan ini, variabel kritis diuji kontribusi dan pengaruhnya seperti apa dalam menjelaskan masalah yang terjadi serta bagaimana hal tersebut dapat diselesaikan.

4. Penyusunan Hipotesis

5. Pengumpulan Data Ilmiah Lebih Lanjut 6. Analisis Data

Data dikumpulkan dianalisis secara statistik untuk melihat apakah hipotesis terbukti 7. Deduksi

Proses dalam penyusunan kesimpulan dengan menginterpretasikan arti dari hasil analisis data.

Referensi

Dokumen terkait

(2) Metode Penelitian I lmiah, (3) Rancangan Penelitian Pendidikan Kimia : Perumusan Masalah, Kerangka Teori, Variabel dan Desain Penelitian, Populasi, Sampel, dan

lapangan, penulis menetapkan hipotesis awal yang digunakan sebagai dasar dari... Berdasarkan uraian kerangka pemikiran diatas, maka

Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kausalitas yaitu untuk menganalisis hubungan antar satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana

Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: Terdapat hubungan antara variabel X (aktivitas siswa mengikuti

Uji koefisien korelasi pearson product moment digunakan untuk menguji hipotesis hubungan antara satu variabel independen dengan satu variabel dependen (Sugiyono, 2019: 212).

Analisis lainnya yang berkaitan dengan model sistem VAR non struktural adalah mencari hubungan sebab akibat atau uji kausalitas antar variabel endogen di dalam sistem VAR. Metode

Metode regresi berganda (multiple regression) dilakukan terhadap model yang diajukan oleh peneliti menggunakan software SPSS untuk memprediksi hubungan antara

• Hipotesis menyatakan hubungan yang diduga antara dua atau lebih variabel dalam rumusan proposisi yang dapat diuji secara empiris. • Hipotesis Dapat Diturunkan Dari Telaah