• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Klaim merupakan suatu permintaan dari salah satu atau dua pihak yang mempunyai ikatan agar haknya terpenuhi satu dari dua pihak yang mempunyai ikatan tersebut akan mengajukan klaim kepada pihak lainnya sesuai dengan perjanjian atau provisi polis yang disepakati bersama oleh kedua pihak tersebut (Ilyas, 2006). Dalam KEMENKES RI 2015. PMK No. 36 Tahun 2015 tentang Pencegahan Kecurangan (Fraud) dalam Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan pada Sistem Jaminan Sosial Nasional diatur bahwa klaim juga dapat diartikan sebagaimana permintaan pembayaran biaya pelayanan kesehatan oleh fasilitas kesehatan kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.

Administrasi klaim menurut definisi HIAA (Health Insurance Association America) adalah proses pengumpulan bukti atau fakta yang berhubungan dengan kejadian sakit dan cedera, melakukan perbandingan dengan ketentuan polis, dan menentukan manfaat yang dapat dibayarkan kepada tertanggung atau penagih klaim. Ada beberapa permasalahan yang berhubungan dengan klaim yang mana pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan prosedur (Ilyas, 2006). Dengan adanya administrasi klaim yang baik di rumah sakit akan mampu menciptakan ketertiban mutu pelayanan dan kelengkapan klaim yang baik pula.

Bedasarkan penelitian (Putra dan Kusumo, 2016 : 2) Ketidaklengkapan administrasi klaim BPJS pasien rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Gamping disebabkan karena DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien) tidak lengkap mengisi rekam medis sebesar 33,33%, Verifikator BPJS rumah sakit tidak selalu ditempat sebesar 25%, kurangnya persamaan persepsi antar verifikator BPJS sebesar 25%, tarif yang didapatkan rumah sakit lebih kecil dibandingkan tarif klaim yang diajukan sebesar 12, 67%, dan coding atau grouping diagnosis ke system Ina-CBG’s berpengaruh pada hasil klaim yang didapatkan sebesar 4%.

Bedasarkan penelitian (Irmawati, Kristijono, Susanto, dan Belia, 2017) menunjukan bahwa ketidaklengkapan administrasi klaim disebabkan karena administrasi kepesertaan yang tidak sesuai sebesar 71%, kesesuaian administrasi pelayanan sebesar 28% berkas klaim dengan berkas yang tidak sesuai sebanyak 7

(2)

2

berkas (14%) meliputi kesesuaian spesialisasi DPJP dengan diagnosis 2 berkas (4%) dan koding penyakit bukan koding unbundling 5 berkas (10%).

Bedasarkan studi pendahuluan pada bulan November di Rumah Sakit Wava Husada jumlah dokumen klaim rawat inap sebesar 1485 sedangkan dokumen klaim rawat inap yang tidak lengkap pada bulan November sebesar 121. Dengan rincian ketidaklengkapan berkas terdapat pada resume medis yang meliputi diagnosa dan prosedur yang ditandatangani oleh Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP). Sedangkan untuk kasus bayi baru lahir cetak SEP masih ditulis manual tidak mengunakan aplikasi V-Claim.

Bedasarkan latar belakang diatas penulisan mengambil judul “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KETIDAKLENGKAPAN ADMINISTRASI KLAIM RAWAT INAP PASIEN JKN DI RUMAH SAKIT WAVA HUSADA”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, berikut ini rumusan masalah :

Apa Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaklengkapan dokumen administrasi klaim rawat inap pasien JKN di Rumah Sakit Wava Husada ?

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum

Untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaklengkapan dokumen administrasi klaim rawat inap pasien JKN di Rumah Sakit Wava Husada.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui ketidaklengkapan administrasi klaim rawat inap pasien JKN di Rumah Sakit Wava Husada.

2. Mengetahui faktor yang mempengaruhi ketidaklengkapan dokumen klaim Kepesertaan di Rumah Sakit Wava Husada.

(3)

3

1.4 Manfaat 1. Bagi Peneliti

Sebagai tambahan ilmu dan referensi bagi peneliti serta dapat mengembangkan penegtahuan mengenai faktor ketidaklengkapan dokumen administrasi klaim pasien JKN di Rumah Sakit Wava Husada

2. Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai pengembangan ilmu dibidang Administrasi Klaim Asuransi Kesehatan khususnya mengenai faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan dokumen klaim di Rumah Sakit Wava Husada

3. Bagi Rumah Sakit Wava Husada

Diharapkan dengan adanya penelitian ini dokumen Administrasi Klaim di Rumah Sakit Wava Husada dapat lengkap dan sesusai dengan prosedur yang telah ditetapkan pihak BPJS Kesehatan maupun Rumah Sakit.

Referensi

Dokumen terkait

deafness), saran untuk dilakukan pemeriksaan BERA ulang 6 bulan lagi. Dari hasil pelacakan yang telah dilakukan pada saat rawat inap di RS Sardjito, maka diagnosis akhir pada

Dampak yang ditimbulkan dari ketidaklengkapan pengisian formulir informed consent yaitu menurunnya kualitas mutu rekam medis sehingga bisa berpengaruh pada proses penilaian

Dari hasil observasi, informan menyatakan bahwa persentase ketidaklengkapan pengisian informed consent yang terus meningkat dapat berpengaruh kepada pengelolaan

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sub Seksi Rekam Medis dan petugas rekam medis di Rumah Sakit Panti Nugroho, diketahui bahwa pelaksanaan klaim BPJS dalam

keberadaan batu gamping, zona batu gamping dengan fokus daerah batu gamping prospek dengan melihat lapisan bawah permukaan dengan resistivitas semu untuk daerah kawasan karst

Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui lebih jauh bagaimana karakteristik pasien mioma uteri di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode 1 Januari 2011-31

Perancangan sistem berisi tentang sistem inform asi sensus hari an rawat inap RS Aisyiyah’ Ponorogo yang akan dibangun dan dirancang berdasarkan analisis yang

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Anggraini pada tahun 2013 dengan judul pengaruh mobilisasi dini terhadap keberhasilan penyembuhan luka pada pasien pasca operasi di RS PKU