1
BAB 1
PENDAHULUAN
Bab ini memuat latar belakang dari penelitian ini. Berdasarkan latar belakang tersebut diperoleh perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan kerangka penelitian yang dilakukan.
1.1 Latar Belakang
Listrik adalah salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi masyarakat di provinsi Kalimantan Timur. Menurut mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Yusuf Kalla pada tahun 2016 menegaskan bahwa listrik sangat penting bagi kehidupan manusia hingga saat ini karena sebagian besar kehidupan manusia dan aktivitasnya menggunakan listrik. Listrik juga telah menjadi kebutuhan primer keempat setelah sandang, pangan, dan papan (Viva.co.id, 2016). Listrik pada zaman sekarang telah menjadi kebutuhan sehari- hari bagi kehidupan manusia karena zaman sekarang teknologi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia untuk membuat hidup manusia lebih efektif dan efisien.
Listrik digunakan di beberapa sektor, yaitu sektor perumahan, rumah tangga, usaha komersial, industri dan tempat layanan umum. Populasi yang terus tumbuh dan kegiatan ekonomi yang terus berkembang memunculkan berbagai masalah perencanaan energi seperti alokasi, investasi energi, dan pencarian energi berkelanjutan baru. Masalah tersebut dapat diatasi dengan mengembangkan sistem manajemen kontrol listrik sehingga mereka dapat memantau, mengontrol, dan mengoptimalkan pembangkitan dan transmisi energi, terutama oleh perusahaan listrik dan pemerintah. Melalui sistem ini, data pemakaian beban energi listrik dapat diperoleh secara otomatis dari gedung kantor, jaringan toko ritel, dan pabrik.
Selanjutnya, diagnostik mandiri, analisis tren, dan peramalan dapat dilakukan pada data yang telah diperoleh. Selain itu, peramalan beban energi listrik membantu utilitas listrik untuk membuat keputusan yang penting termasuk keputusan pembelian serta menghasilkan energi listrik, pemindahan muatan, dan pengembangan infrastruktur (Ismail dkk, 2015).
2 Peramalan adalah suatu teknik untuk membuat suatu nilai pada masa yang akan datang dengan memperhatikan data dari masa lalu maupun data dari masa kini.
Peramalan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dari kegiatan pengambilan keputusan. Metode peramalan kuantitatif dibagi menjadi dua jenis model, yaitu model regresi dan model time series (Aswi dan Sukarna, 2006).
Studi tentang model peramalan beban energi listrik masih menjadi perhatian di Provinsi Kalimantan Timur, terutama pada perusahaan listrik dimana hasil dari studi ini sangat berguna untuk perencanaan energi dan manajemen daya. Peramalan beban energi listrik adalah suatu ilmu untuk memperkirakan beban energi listrik di masa yang akan datang berdasarkan beban energi listrik yang telah ada sebelumnya.
Berdasarkan jangka waktunya, peramalan beban energi listrik dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu, jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Tidak ada rumus yang eksak untuk membuat perkiraan beban energi listrik ini. Oleh karena itu perlu ada teknik atau metode dalam membuat perkiraan beban energi listrik (Effendi, 2009).
Ada beberapa faktor yang secara langsung berkontribusi terhadap perubahan permintaan energi listrik dari waktu ke waktu, yaitu faktor ekonomi, faktor lingkungan, faktor demografis, faktor terkait dengan perubahan kebijakan, dan faktor teknologi. Teknologi yang terus berkembang dengan pesat menyebabkan pemakaian energi listrik terus meningkat (Ismail dkk, 2015). Jika pemakaian energi listrik semakin meningkat, perencanaan prediksi beban energi listrik dinilai sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya unbalanced antara supply dan demand yang dapat mengakibat kerugian dan kebutuhan energi listrik bagi konsumen dapat terpenuhi. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin melakukan forecaste atau prediksi dari beban energi listrik di Provinsi Kalimantan Timur.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Fuzzy Time Series (FTS) untuk menyelesaikan masalah peramalan beban energi listrik di Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan utama FTS adalah untuk memprediksi data runtun waktu. FTS mempunyai kelebihan yaitu dapat digunakan secara luas pada sembarang data real time (Hansun, 2012). FTS pertama kali diperkenalkan oleh Song dan Chissom (1993). Konsep FTS adalah kombinasi antara analisis time series
3 dan teori fuzzy set yang digunakan untuk meramalkan masalah apabila data historis dibentuk dalam nilai-nilai linguistik (Song dan Chissom, 1993).
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis mengajukan tugas akhir tentang metode Fuzzy Time Series (FTS) dengan judul “Aplikasi Fuzzy Time Series dengan Studi Kasus: Peramalan Beban Energi Listrik di Provinsi Kalimantan Timur”. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca, dan dapat memberikan informasi serta pengetahuan terkait peramalan beban energi listrik di Provinsi Kalimantan Timur.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana penerapan Fuzzy Time Series (FTS) pada peramalan beban energi listrik di Provinsi Kalimantan Timur?
2. Bagaimana tingkat akurasi metode FTS pada peramalan beban energi listrik di Provinsi Kalimantan Timur?
1.3 Tujuan Penelitian
Berikut merupakan tujuan dilaksanakannya penelitian ini.
1. Mengetahui penerapan metode FTS pada peramalan beban energi listrik di Provinsi Kalimantan Timur.
2. Mengetahui tingkat akurasi metode FTS pada peramalan beban energi listrik di Provinsi Kalimantan Timur.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari dilaksanakannya penelitian ini diantaranya sebagai berikut.
1. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang peramalan beban listrik dengan pengaplikasian metode FTS.
2. Memberikan informasi kepada pembaca terkait peramalan beban energi listrik di Provinsi Kalimantan Timur.
4 3. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan rujukan dan pengembangan
pembelajaran statistika tentang time series.
4. Sebagai sumbangan pemikiran keilmuan matematika, khususnya di bidang statistika.
1.5 Kerangka Pemikiran Penelitian
Kerangka pemikiran penelitian dijelaskan melalui diagram fish bone yang ditunjukkan oleh Gambar 1.1.
Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran Penelitian
Permasalahan Metode
Penelitian Terdahulu Unbalanced
antara supply dan demand
Besar konsumsi energi listrik
Perkembangan teknologi informasi
Fuzzifikasi dan Defuzzifikasi Fuzzy Time Series
Fuzzy Set
Aplikasi Fuzzy Time Series dengan Studi Kasus: Beban Energi Listrik di
Provinsi Kalimantan Timur Ismail dkk (2015), Application of
Fuzzy Time Series Approach in Electric Load Forecasting.
Aditya dkk (2019), Peramalan Harga Emas Indonesia Menggunakan Metode Fuzzy Time Series Klasik.
Rahmah & Irawan (2019), Penerapan Fuzzy Time Series dalam Peramalan Nilai KWH Listrik Golongan tarif
RumahTangga di Jawa Timur.