1 BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi, potensi yang mulai diperhatikan dunia Internasional. Indonesia memiliki sejumlah karakteristik yang menempatkan negara ini dalam posisi yang bagus untuk mengalami perkembangan ekonomi yang pesat. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir ada dukungan kuat dari pemerintah pusat untuk mengekang ketergantungan Indonesia pada ekspor komoditas (mentah), sekaligus meningkatkan peran industri manufaktur dalam perekonomian.
Industri manukfaktur berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7,07% di kuartal kedua 2021, dengan pertumbuhan 6,91%
meski ada tekanan dari pandemi COVID-19. Sedangkan di kuartal ketiga 2021, industri manufaktur tumbuh 3,68% dan menyumbang 0,75% terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Badan pusat statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021 mengalami peningkatan hingga 7,07 persen secara tahunan. Peningkatan ekonomi Indonesia pada triwulan II- 2021 terutama didorong oleh peningkatan kinerja ekspor, konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah, perbaikan ekonomi ini menunjukkan bahwa Indonesia berhasil bangkit setelah mengalami tekanan selama beberapa triwulan terakhir akibat Covid-19.
Dalam perspektif sosiologi pengkajian terhadap peranan penduduk sebagai sumber daya manusia dalam pembangunan ekonomi merupakan hal yang sangat
mendasar. Hal ini mengingat penduduk adalah subjek dan sekaligus obyek pembangunan. Peranan penduduk di satu pihak dapat diandalkan sebagai modal dasar pembangunan, serta mampu menyerap output yang dihasilkan oleh perekonomian sehingga mampu untuk meningkatkan pendapatan Nasional.
Namun disisi lainnya penduduk yang besar akan menjadi beban pembangunan dan akan dapat menimbulkan problema dalam segala aspeknya.
Diantara permasalahan yang timbul ke permukaan berkaitan dengan pesatnya pertumbuhan penduduk adalah ketidakseimbangan antara pertumbuhan lapangan pekerjaan dengan semakin bertambahnya tenaga kerja setiap tahunnya.
Hal ini akan menimbulkan kelebihan penawaran tenaga kerja dibandingkan dengan permintaannya. Sehingga fenomena ini memunculkan adanya pengganguran dalam perekonomian.
Gambar 1.1 Data Pengganguran sesuai tingkat pendidikan tahun 2020
Berdasarkan gambar 1.1 dapat disimpulkan bahwa tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia terjadi pada tingkat pendidikan SMK, tingkat pengangguran
ini terjadi karena banyak anak SMK yang mengambil jurusan tidak sesuai drngan minat dan bakatnya akhirnya mereka mendapatkan kesusahan saat ingin mencari pekerjaan. Di sisi lain mereka akhirnya menggunakan kemampuan kreatifitas mereka untuk membuka peluang usaha dengan mencari owner yang bisa memberikan mereka suatu modal.
Faktor utama yang menyebabkan terjadinya pengganguran adalah kurangnya pengeluaran agregat. Pengusaha memproduksi barang dan jasa dengan maksud memperoleh keuntungan, akan tetapi keuntungan tersebut akan diperoleh apabila pengusaha tersebut dapat menjual barang dan jasa yang mereka produksi.
Semakin besar permintaan, semakin besar pula barang dan jasa yang mereka wujudkan. Kenaikan produksi yang dilakukan akan menambah penggunaan tenaga kerja.
Batam merupakan salah satu pulau di Indonesia yang dibangun menjadikota industri. Letak Batam begitu strategi, Batam berada dekat dengan jalur pelayaran besar di dunia. Posisi strategis Batam mengakibatkan banyak orang memiliki kepentingan tersendiri terhadap Batam. Batam menjadi sebuah kota dengan berbagai etnis tinggal di dalamnya. Suatu daerah menurut Horton dan Hunt (dalam Basundoro, 2011:22-23) dapat dikategorikan sebagai sebuah kota jika memenuhi persyaratan antara lain tersedianya air, terjadinya surplus pangan, dan tersedianya infrastruktur transportasi.
Kota Batam adalah salah kota industri yang dimana banyak sekali masyarakat yang melakukan urbanisasi, masyarakat dominan yang menjadi pendatang adalah mereka yang ingin mencari kerja karena kurangnya lapangan
pekerjaan ditempat tinggal mereka dan juga adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan skill dan kemampuan mereka. Kota Batam sendiri menjadi pusat perhatian industri yang sangat diminati oleh masyarakat urban dikarenakan penghasilan dan juga laju perkembangan ekonomi yang sangat sesuai dengan kebutuhan.
Tetapi tidak menutupi akhirnya banyak pengganguran yang mendiami Kota Batam salah satu faktor yang mendasari adalah pendidikan yang sangat minim sedangkan di Kota Batam dalam syarat untuk mendapatkan pekerjaan adalah dengan pendidikan yang minimal SMA/SMK bahkan sekarang banyak perusahaan besar yang memberhentikan masa kontrak pekerjaan mereka karena adanya kriteria pekerja yang baru sesuai kebijakan perusahaan. Tingkat pengganguran inilah yang akhirnya memicu adanya peluang-peluang usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Gambar 1.2 Data Pekerja Sesuai Tingkat Pendidikan Di Kota Batam tahun 2019
Berdasarkan data pekerja sesuai tingkat pendidikan bisa dilihat lulusan SMA dan perempuan sangat mendominasi kekurangan lapangan pekerjaan ini membuat anak muda akhirnya banyak yang membuka peluang usaha dengan mengandalkan media sosial seperti instagram dan juga facebook.
Dalam teori klasik yang menjelaskan pandangan bahwa pengangguran dapat dicegah melalui sisi penawaran dan mekanisme harga di pasar bebas supaya menjamin terciptanya permintaan yang akan menyerap penawaran. Menurut pandangan klasik, pengganguran terjadi karena mis-alokasi sumber daya yang bersifat sementara karena kemudian dapat diatasi dengan mekanisme harga (Gilarso.2004), pandangan klasik ini akhirnya memicu pada kegiatan pasar Kota Batam yang dimana kekuatan perekonomian di Kota Batam terstruktur dari pasar yang saling bersaing dengan kebutuhan masyarakat di Kota Batam.
Dari teori diatas dapat disimpulkan bahwa pengangguran di Kota Batam terjadi karena terlalu banyaknya tenaga kerja dan pemasukan dalam perusahaan sangat rendah, anak muda yang kebanyakan bekerja di perusahaan akhirnya banyak yang mengalami PHK dan belum lagi anak-anak yang baru saja lulus dengan tingkat kemampuan yang sangat minim. Tetapi kebanyakan anak muda yang tidak memiliki keinginan untuk mengikuti beberapa jenis sosialisasi tentang ketenagakerjaan yang sering dilakukan oleh GEN (Generasi Muda Entrepreneur) salah satu kegaiata adalah membuka pelatihan UMKM bersama dengan BP Batam.
Pengangguran di Kota Batam terjadi bukan hanya karena masalah ekonomi tetapi juga perlu dianalisis dalam perspektif sosiologis, psikolosgis, dan
manajemen SDM, karena beberapa studi menunjukkan adanya pengaruh sosioekonomi yang signifikan dan mendorong terjadinya pengangguran. Irfan Fito (2015) menjelaskan faktor-faktor penyebab pengangguran berupa: 1. Pendidikan rendah, 2. Kurangnya lapangan kerja, 3. Rasa malas dan ketergantungan diri pada orang lain, 4. Tidak mau berwirausaha.
Dari klasifikasi ini dapat disimpulkan bahwa peluang kerja dapat dilakukan dengan memiliki inovasi pekerjaan dalam diri anak muda, seperti adanya kreatifitas dan inovasi anak muda yang kreatifitas dan inovasi adalah mereka yang dapat menggunakan potensi suatu kota untuk membangun dunia wirausaha. Serta melihat persaingan ekonomi dan juga solidaritas yang ada dalam peluang usaha yang akan mereka lakukan. Pengangguran dapat teratasi jika anak muda dapat dengan baik memahami kondisi dan juga membangun kreatifitas mereka dalam dunia usaha.
Potensi industri fashion yang berkembang di Kota Batam membuat kalangan anak muda dan juga orangtua lebih suka menghabiskan waktu dan uang untuk berbelanja, tidak menutup kemungkinan untuk para pelaku usaha akhirnya memberikan penawaran khusus untuk para pembeli dan juga akhirnya banyak pelaku usaha yang mempekerjaan anak muda lainnya yang ingin membangun jiwa usaha dan juga menambahkan ekonomi mereka sendiri, seperti yang terjadi dengan anak-anak muda di Kota Batam yang memanfaatkan budaya fashion untuk mencari keuntungan dan membuka jiwa kreatifitas mereka dalam berwirausaha.
Fashion yang dijadikan acuan kaum muda adalah barang seken dari Negara Singapora dan Negara Malaysia, karena barang-barang trend yang berasal
dari negara sebrang sangat memenuhi kehidupan outfit semua kalangan di Kota Batam. Barang-barang seken ini menjadi modal untuk menambah keuntungan dan juga membangun kehidupan sosial dalam diri anak muda, kegiatan positif ini dilakukan untuk mengurangi pengangguran. Peluang usaha yang dilakukan oleh anak muda yang dibantu oleh owner ini merupakan cara anak muda untuk membentuk modal sosial kepada masyarakat.
Bentuk modal sosial yang dibangun oleh owner kepada anak muda adalah kepercayaan, jaringan sosial dan norma yang dimana ketiga modal sosial ini adalah acuan untuk anak muda bisa mejadi anak muda yang lebih kompetitif dalam dunia wirausaha.Modal sosial merupakan bagian dari organisasi sosial seperti kepercayaan, jaringan dan norma yang dapat memperbaiki efisiensi masyarakat dengan memfasilitasi tindakan terkoordinasi (Field,2010:6). Modal sosial hanya dapat dibangun ketika tiap individu belajar dan mau mempercayai individu lainnya.
Adanya kepercayaan membuat mereka mau menghasilkan komitmen yang dapat dipertanggungjawabkan untuk mengembangkan bentuk-bentuk hubungan yang saling menguntungkan. Modal sosial menunjuk pada jaringan sosial,norma sosial dan kepercayaan yang berpotensi pada produktivitas masyarakat. Modal sosial berperan sebagai perekat yang mengikat semua orang dalam masyarakat atau organisasi untuk mengakses sumber-sumber keuangan, mendapatkan informasi,menemukan pekerjaan, merintis usaha, dan meminimalkan biaya transaksi. Adanya jaringan sosial, kepercayaan dan norma sosial pada anak muda
selaku pelaku usaha dan owner sebagai pemberi modal sosial memungkinkan terjaliinya kerja sama pelaku dan owner.
Dari adanya perkembangan laju ekonomi yang ada di Kota Batam membuat banyak orang melakukan urbanisasi untuk mendapatkan ekonomi yang jauh lebih baik dengan memanfaatkan kesempatan potensi yang ada di Kota Batam yaitu Industri Fashion. Keadaan industri Fashion yang ada di Kota Batam banyak menarik kalangan dalam masyarakat bukan hanya kaum muda tetapi juga orangtua. Dalam usaha industri fashion ini sebagian orang memanfaatkan adanya barang dari Negara Singapura maupun Malaysia seperti barang seken yang masih baru yang di dapat di pasar seken aviari Kota Batam
Tabel 1.1 Daftar Nama Pasar Seken Di Kota Batam
No Nama Pasar Nama Barang Harga
1. Pasar Seken Aviari Tas,sepatu,tas,peralatan rumah tangga dan juga alat elektronik
Mulai dari harga Rp.5000 hingga harga Rp.1jt 2. Pasar Seken Jodoh Sepatu,baju,tas dan alat
elektronik
Harga mulai Rp.2000 hingga harga Rp.1jt 3. Pasar Seken Taras Sepatu ada yang branded dan
ada juga yang memang seken
Harga mulai Rp.25.000 -Rp 500 Sumber data olahan 2022
Berkembangnya gaya pada dunia fashion memang tidak dapat dihindari lagi, mulai dari kalangan atas hingga masyarakat pada umumnya masih menjadikan fashion sebagai salah satu hal penting dalam kehidupan. Mulai dari fashion yang memiliki brand besar dengan harga fantastis, hingga produk barang
bekas pun bisa menjadi peluang besar di dunia fashion. Masuknya sandang sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia, tidak terlepas pula dengan perkembangan fashion yang ada.
Dengan meningkatkan kebutuhan fashionable masyarakat Kota Batam membuat sebagian dari kalangan muda mempunyai inisiatif membangun dunia usaha dengan menggandalkan modal sosial, yang dimaksud dengan modal sosial adalah bagaimana cara kalangan muda itu berinteraksi kepada orang yang akan mengembangkan usaha fashionable tersebut, sebagai sebuah konsep sosiologis modal sosial merupakan pendekatan yang semakin intensif digunakan dalam mengatasi kemiskinan di banyak Kota , termasuk Kota Batam. Konsep modal sosial muncul dari pemikiran bahwa anggota masyarakat tidak mungkin dapat secara individu mengatasi berbagai masalah yang dihadapi.
Berdasarkan pada hal diatas ada fenomena menarik yang ingin diteliti yaitu, bagaimana dampak yang diberi kalangan anak muda kepada masyarakat dalam mengembangkan modal sosial untuk membangun peluang usaha di Kota Batam.
Tabel 1.2Gambaran Modal Usaha Peluang Bisnis
NO Nama Toko Nama Owner Reseller Kontribusi 1. Distro Eastern T-
shirt
Moa 1 Buat usaha dengan
modal sendiri dan mengajak 1 orang teman ikut bergabung yang kebetulan adalah teman satu sekolah bernama Agus
2. Poce AP Store Ana Parera 1 Membuat peluang usaha untuk membantu perekonomian orang lain
3. Arka_Store Arka 1 Selain membantu orang
lain juga sudah membuka peluang bagi anak muda yang ingin berkarya.
Sumber data olahan 2021
Dari tabel diatas dapat digambarkan bagaimana modal sosial akhirnya membantu peluang usaha anak muda untuk berkarya dan berkreativitas dengan memanfatkan relasi serta partisipasi jaringan yang mereka bangun untuk memenenuhi kebutuhan kehidupan sendiri dan juga sosial. Di era terbaru ini diharapakan kalangan anak muda dapat menjadi pioner untuk perkembangan perekonomian Kota Batam demi mengurangi adanya pengangguran serta tindakan kriminalitas, dengan adanya potensi kreativitas dalam dunia kewirausahan ini juga membuktikan bahwa membangun dunia pekerjaaan tidak hanya melalui status pendidikan seseorang tetapi hanya membutuhkan mental dalam diri untuk melakukan perubahan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, adapun rumusan masalah yang akan dibahas ialah Bagaimana peran anak muda dalam berwirausaha dengan mengembangkan modal sosial sebagai bentuk peluang usaha di Kota Batam?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dan kegunaan ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana anak muda berwirausaha dengan mengembangkan modal sosial sebagai bentuk peluang usaha di Kota Batam.
1.4 Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, secara teoritis maupun praktis sebagai berikut.
1.4.1 Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan informasi dalam penelitian- penelitian berikutnya dengan permasalahan yang sama serta menjadi referensi pustaka bagi pemenuhan kebutuhan penelitian selanjutnya dan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya pada kajian – kajian yang bersifat sosiologis.
1.4.2 Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan memberi manfaat melalui analisis yang dipaparkan pada pihak yang bersangkutan. Melalui kajian ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan tentang bagaimana anak muda memberikan dampak sosial kepada masyarakat dari kegiatan usaha yang mereka lakukan.