• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB 1"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

Rumusan kebijakan ini akan menjadi prioritas pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Natuna dalam masa pembangunan yang sedang berlangsung. Permasalahan utama pembangunan Kabupaten Natuna adalah, “Belum optimalnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Natuna.” Permasalahan pokok dalam pembangunan Kabupaten Natuna kemudian dijabarkan dalam 5 (lima) permasalahan pokok sebagai berikut. Potensi ekonomi maritim yang dimiliki menjadikan kawasan ini sebagai prioritas untuk dikembangkan, mengingat Kabupaten Natuna memiliki sumber daya alam yang melimpah, salah satunya potensi perikanan.

Pada tahun 2021, kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap PDRB Kabupaten Natuna di luar migas yakni mencapai 40,92 persen, naik dari tahun 2020 yang memberikan kontribusi sebesar 39,95 persen. Untuk membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan program kerjanya, dibentuk Badan Perbatasan Daerah (BPP) Kabupaten Natuna.

Tabel 1.1 Potensi Tangkap Kabupaten Natuna Tahun 2017-2021  No  Periode
Tabel 1.1 Potensi Tangkap Kabupaten Natuna Tahun 2017-2021 No Periode

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dijelaskan, maka fokus penelitian ini adalah pengembangan potensi kawasan perbatasan khususnya perekonomian maritim dalam rangka kajian pengelolaan perbatasan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Natuna pada tahun 2017- periode 2021.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Manfaat Praktis

Studi Literatur

Bahwa teori poros maritim merupakan upaya untuk mendorong peran ekonomi maritim dan mensinergikan tujuan pembangunan maritim nasional dengan tujuan pembangunan ekonomi yang pelaksanaannya mencakup pengembangan jalur laut. Pemerintah daerah dapat berperan penting dalam membantu keberhasilan diplomasi ekonomi melalui paradiplomasi jika terdapat koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masing-masing pihak terkait. Dengan menguatnya desentralisasi kekuasaan dari pusat ke daerah dan munculnya pemimpin kabupaten/kota dan provinsi yang proaktif dalam melakukan terobosan pembangunan daerah.

Dalam tinjauan pustaka yang telah penulis peroleh dan telaah, terdapat beberapa persamaan mengenai potensi pengembangan kawasan perbatasan di Kabupaten Natuna, yang membedakan dengan penelitian yang akan penulis ulas adalah penggunaan teori dan definisi konsep. .

Kerangka Teori

Tata Kelola Perbatasan

“Kebijakan pengembangan potensi kawasan perbatasan dalam bidang perekonomian maritim yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Natuna periode 2017-2021.” Menurut Mulyadi, implementasi mengacu pada tindakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu keputusan. Tindakan ini bertujuan untuk mengubah keputusan-keputusan tersebut menjadi pola operasional dan berupaya untuk melakukan perubahan besar atau kecil seperti yang telah diputuskan sebelumnya.

Grindle (Mulyadi menyatakan bahwa implementasi adalah suatu proses umum tindakan administratif yang dapat diteliti pada tingkat program tertentu”. Sedangkan Horn (Tahir) mengartikan implementasi sebagai tindakan yang dilakukan baik oleh individu/pejabat atau pemerintah atau kelompok swasta yang bertujuan untuk mencapai tujuan. yang dituangkan dalam kebijakan”. Ekawati (Taufik dan Isril menyatakan “bahwa pengertian implementasi secara tegas mencakup tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu/kelompok swasta dan masyarakat yang secara langsung mencapai serangkaian tujuan yang berkesinambungan dalam pengambilan kebijakan yang telah ditentukan sebelumnya”.

Berdasarkan berbagai pernyataan di atas dapat diketahui bahwa pengertian implementasi adalah suatu proses yang berkaitan dengan kebijakan dan program yang akan dilaksanakan oleh suatu organisasi atau lembaga, terutama yang berkaitan dengan lembaga pemerintah dan mencakup sarana dan prasarana untuk mendukung program tersebut. yang akan dilaksanakan. Menurut Achmad Taufiqoerrochman dalam buku Kepemimpinan Maritim, Sebuah Memoir (2019), ekonomi maritim adalah suatu kegiatan ekonomi yang dilakukan. Kegiatan ekonomi tersebut memanfaatkan sumber daya alam dan jasa lingkungan laut untuk menghasilkan barang dan jasa.

Beberapa kegiatan ekonomi maritim meliputi transportasi laut, manufaktur kapal dan pesawat terbang, pembangunan dan pengoperasian pelabuhan, serta industri dan jasa terkait. Ilmu ekonomi maritim berfokus pada pengelolaan sumber daya alam di wilayah pesisir, laut, dan darat. Contoh kegiatan ekonomi kelautan adalah tambak garam, tambak udang, budidaya rumput laut, dan pengalengan ikan.

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran

Pendekatan Penelitian

Lokasi Penelitian

Fokus Penelitian

Sumber Data

Sumber Data Primer

Sumber Data Sekunder

Teknik Pengumpulan Data

Dokumentasi

Observasi

Wawancara

Informan

Teknik Analis Data

Jadwal Penelitian

Deskripsi Objek dan Lokasi Penelitian 1. Pemerintah Kabupaten Natuna

Kepadatan penduduk di Kabupaten Natuna sebesar 41,16 jiwa/km2, kepadatan penduduk di 15 kecamatan cukup bervariasi, kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Midai dengan kepadatan sebesar 254,49 jiwa/km2 dan terendah pada Kecamatan Midai dengan kepadatan penduduk sebesar 254,49 jiwa/km2. Kecamatan Bunguran Utara. sebesar 9,93 orang/km2 (BPP 2021). Orang-orang cerdas yang mampu berpikir kreatif dan inovatif untuk pembangunan dirinya sendiri, tetapi juga untuk pembangunan daerah. Masyarakat yang mandiri berarti kita mampu memperkuat dan memenuhi kebutuhan sehingga kita dapat terus menjalani kehidupan yang lebih baik.

Kemandirian ekonomi dan sosial merupakan suatu tatanan kehidupan dan eksistensi sosial material dan spiritual yang memungkinkan terjadinya hal tersebut bagi setiap orang. Peningkatan kemandirian dapat dicapai oleh pemerintah Kabupaten Natuna dengan program pembangunan daerah untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Salah satu fokus aspek ini adalah terwujudnya masyarakat yang religius dan toleran, dimana seluruh anggota masyarakat mengamalkan ajaran agamanya masing-masing dalam bentuk cara berpikir, berperilaku dan bertindak.

Masyarakat yang berbudaya mempunyai tingkah laku yang dilakukan sesuai dengan moral, norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, sesuai dengan perintah masing-masing agama yang dianutnya, dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Peraturan Daerah Kabupaten Natuna Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Natuna Tahun 2016 Nomor 6) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Daerah Kabupaten Natuna Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Daerah tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Natuna Tahun 2019 Nomor 11). Peraturan Daerah Kabupaten Natuna Nomor 13 Tahun 2019 tentang Pembentukan dan Susunan Tugas Dan Fungsi serta Tata Kerja Badan.

Berdasarkan pendidikan dan gender pegawai Kabupaten Natuna dapat kita lihat melalui penjelasan pada tabel dibawah ini, dimana pendidikan dan gender juga akan memberikan penilaian yang berbeda terhadap kinerja seseorang.

Tabel 4.1 Kondisi Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Natuna Menurut  Pendidikan dan Jenis Kelamin
Tabel 4.1 Kondisi Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Natuna Menurut Pendidikan dan Jenis Kelamin

Hasil Penelitian

Prinsip-prinsip Pengelolaan Perbatasan

  • Prinsip Pengalaman bersama (shared experience)
  • Prinsip Pembangunan Negara-bangsa (Nation-state construction)
  • Prinsip Perbedaan skala (scale difference)
  • Prinsip Ungkapan kekuasaan (notions of power)

Kabupaten Natuna ditetapkan sebagai daerah yang kaya akan potensi sumber daya perikanan tangkap alami yang mencapai ton pada tahun 2017-2021. Sebagai wilayah kepulauan, pengembangan sektor kelautan, perikanan, dan wisata bahari di Kabupaten Natuna diharapkan mampu memberikan manfaat nyata. demi kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Kewenangan tersebut berupa membangun negara-bangsa dalam arti membentuk lembaga-lembaga terkait yang nantinya lembaga-lembaga tersebut membantu pemerintah daerah.

Dengan diberikannya kewenangan tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan bentuk organisasi berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Natuna Nomor 11 Tahun 2019. Telah dibentuk lembaga-lembaga yang nantinya akan membantu pelaksanaan kegiatan dan koordinasi segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan kewenangannya. tugas dan fungsi dalam pengembangan perekonomian daerah di Natuna. Bentuk otoritas perbatasan ini digunakan dalam pembangunan berkelanjutan, seperti yang dikatakan oleh Mr. Jokowi ingin ada pembangunan yang multidimensi, tidak hanya kekuatan penegakan hukum, pertahanan dan keamanan di laut, bahkan ratusan kapal nelayan dari Pantura pun bersedia membantu menghidupkan kembali Laut Natuna Utara.

Tujuan dibangunnya SKPT ini adalah untuk membantu perekonomian Kabupaten Natuna dalam perekonomian perikanan dan memenuhi nilai ekspor perikanan. SKPT tersebut menjadi bukti tugas yang telah dijalankan para aktor dalam pembangunan pembangunan ekonomi kelautan di Natuna. Ekspresi kekuasaan (terms of power) diartikan sebagai sejauh mana bentuk pemerintahan daerah dilaksanakan.

Hingga saat ini, sesuai amanah pemerintah Natuna tahun 2017-2021 oleh Bapak. Abdul Hamid Rizal, bentuk kekuasaan yang dijalankan adalah dalam bentuk. Promosi pariwisata Natuna ke luar negeri, terkait promosi ini merupakan bentuk peran yang dilakukan Pak Hamid untuk menjadikan Natuna lebih maju. Pada tanggal 3 Juli 2018, Pemerintah Daerah Natuna menerima delegasi Kementerian Luar Negeri mengenai kedatangan tersebut untuk membahas rencana pengembangan sektor pariwisata di wilayah Kabupaten Natuna.

Gambar 4.1 Hasil Pembangunan SKPT Kabupaten Natuna
Gambar 4.1 Hasil Pembangunan SKPT Kabupaten Natuna

Proses Pengelolaan perbatasan

  • Proses Pengembangan pengetahuan (knowledge creation)
  • Proses Artikulasi hubungan (articulation of relationship)
  • Proses Pengambilan keputusan (decision making)
  • Proses Implementasi dan manajemen (implementation and management)
  • Proses Penilaian hasil (appraisal of results)

Selain menjelajah laut, Natuna juga menyelenggarakan event Yacht Rally permanen/tahunan dan kunjungan kapal pesiar setiap tahunnya. Dengan event ini (Disparbud 2021) menarik wisatawan mancanegara ke Natuna. Berdasarkan kebijakan pemerintah pusat “meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan industri maritim yang berdaya saing”, serta kebijakan pemerintah daerah dalam program “meningkatkan pengembangan destinasi wisata dan mengembangkan pemasaran pariwisata”. Berdasarkan kebijakan pemerintah mengenai pengembangan pariwisata, hal tersebut belum terealisasi dengan baik, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat belum sinkron dengan kebijakan yang diambil untuk meningkatkan pengembangan pariwisata, namun belum terlaksana karena upaya yang dilakukan belum disetujui oleh pemerintah. pemerintah pusat mengenai pembangunan bandara untuk potensi pariwisata.

Artikulasi hubungan diartikan sebagai upaya antara pemerintah dan lembaga terkait untuk menjalin kerja sama yang baik. Dalam kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat mengenai pengembangan perekonomian Kelutana dalam hal “membangun infrastruktur kelautan yang andal”, dimana kebijakan ini bermanfaat bagi pertumbuhan perekonomian di Natuna. Pembangunan tersebut diharapkan dapat dimulai pada tahun 2019, namun hingga saat ini pembangunan tersebut belum disetujui oleh pemerintah pusat, padahal pembangunan tersebut akan sangat membantu perekonomian di Natuna khususnya pembangunan di sektor pariwisata (Marwahkepri, 2017).

Selain upaya yang dilakukan pemerintah daerah terhadap Pemerintah Provinsi Kepri, pemerintah pusat juga meminta agar Kabupaten Natuna dan Kepulauan Anambas ditetapkan sebagai pintu masuk dan keluar kapal wisata asing. Proses pengambilan keputusan diartikan sebagai upaya pemerintah dalam mengambil keputusan melalui kerja sama yang telah dibangun. Terlihat pada gambar di atas tidak ada patroli yang dilakukan oleh pihak angkatan laut di perbatasan, sehingga terlihat kapal-kapal asing berlayar bebas mencari ikan di laut.

Terkait dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, SKPT Selat Lampa di Natuna belum berjalan maksimal, hal ini terlihat dari nelayan setempat yang lebih memilih menjual hasil tangkapannya kepada pengepul atau pengepul lain dibandingkan menjual ke SKPT dengan alasan bahwa harga pembelian ikan dari SKPT masih lebih rendah dibandingkan harga standar pasar (Batamnews, 2021). Perbedaan hasil dan harapan terhadap kebijakan pemerintah terkait pembangunan infrastruktur di Natuna belum maksimal karena anggaran yang akan disediakan APBN untuk pembangunan harus disalurkan. Upaya pencapaian visi dan misi Pemerintah Kabupaten Natuna telah menetapkan 9 sasaran strategis dalam pengembangan potensi ekonomi kelautan, dari 9 sasaran strategis.

Tabel 4.3 Jumlah Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Natuna   No  Tahun  Jumlah Wisatawan
Tabel 4.3 Jumlah Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Natuna No Tahun Jumlah Wisatawan

Kesimpulan

Wong Villanueva, proses pengelolaan pembangunan ekonomi maritim di Kabupaten Natuna masih belum berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Kabupaten Natuna mengenai Kebijakan Pemerintah Dalam Pengembangan Ekonomi Maritim Frontier, maka kesimpulan yang diambil dari penelitian ini adalah: Peran pemerintah. Kabupaten Natuna dalam mengambil kebijakan pembangunan ekonomi maritim di perbatasan secara prinsip sudah baik, namun prosesnya belum maksimal.

Saran

Gambar

Gambar 1.1 lokasi Perioritas di Kepulauan Riau
Tabel 1.1 Potensi Tangkap Kabupaten Natuna Tahun 2017-2021  No  Periode
Tabel 2.1 Studi Literatur  No  Nama, Tahun
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian dan penjelasan latar belakang diatas maka peneliti dapat menarik fokus penelitian yang akan dilakukan yaitu pada “Implementasi Ta’zir Dalam Membentuk