• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

Pada Gambar 2.1, struktur organisasi Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada di bawah Sekretariat yang membawahi Subbagian Program dan Keuangan serta Subbagian Umum, Pelatihan dan Bidang Produktivitas Tenaga Kerja yang membidangi Bagian Pelatihan dan Pemagangan, Bagian Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja dan Bagian Produktivitas Tenaga Kerja, Penempatan dan Penyuluhan Ketenagakerjaan yang membawahi Bagian Penerimaan Tenaga Kerja, Bagian Penyuluhan Ketenagakerjaan dan Bagian Analisis Ketenagakerjaan Pasar Tenaga Kerja dan Data Ketenagakerjaan, Hubungan Industrial dan Data Tenaga Kerja. Kesejahteraan yang membawahi Bagian Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja, Bagian Tuntutan Perburuhan dan Bagian Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, UPT dan Golongan Jabatan Fungsional (Disnaker, 2017; Disnaker, 2017). 11 Fokus utama penelitian ini adalah pada bidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja (HI Kesja). Bidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Perburuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf mempunyai tugas merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengendalikan kegiatan di bidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Perburuhan.

Bidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Perburuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh kepala bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Departemen Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Tenaga Kerja membawahi bagian-bagian dan setiap bagian dipimpin oleh seorang kepala bagian yang bertanggung jawab kepada kepala bidang (Effendi, 2016). Use case digunakan untuk menentukan aktivitas mana yang tersedia dan siapa yang dapat menggunakannya (Hendini, 2016).

Asosiasi: komunikasi antar aktor dan use case yang berpartisipasi dalam use case atau use case berinteraksi dengan aktor. Generalisasi: hubungan generalisasi dan spesialisasi antara dua use case dimana satu fungsi lebih umum dibandingkan fungsi lainnya. Sertakan: Kasus penggunaan tambahan dimana kasus penggunaan yang ditambahkan memerlukan kasus penggunaan ini untuk menjalankan fungsinya sebagai suatu kondisi.

Extend : Hubungan use case tambahan antar use case, dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri.

Tabel 2.1 Simbol Use Case
Tabel 2.1 Simbol Use Case

Systems Development Life Cycle (SDLC)

Berikut berbagai jenis metode yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi atau aplikasi yaitu Waterfall, Prototype, RAD, Spiral, PXP dan Scrum. Berdasarkan perbedaan masing-masing metode tersebut, maka digunakan metode air terjun dalam tugas penelitian akhir ini berdasarkan pertimbangan sebagai berikut. Sistem yang akan dibangun berskala kecil, berdasarkan kelebihan dari model air terjun dimana model ini cocok untuk proyek skala kecil dibandingkan dengan model spiral yang akan bekerja dengan baik pada proyek skala besar.

Dokumen pengembangan sistem yang menggunakan model air terjun sangat terorganisir, karena setiap fase harus diselesaikan sepenuhnya sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Dokumen pengembangan ini akan memudahkan pengembang di masa depan ketika ingin mengembangkan sistem di masa depan, sedangkan dokumentasi untuk metode PXP murni bersifat informal. Perancangan sistem dan perangkat lunak mendefinisikan uraian perancangan sistem, baik perangkat keras maupun perangkat lunak, yang terdapat dalam dokumen SDD, yang berisi rangkaian fungsi perangkat lunak dan uraian perancangan perangkat lunak.

Dokumen pengembangan sistem sangat terorganisir karena setiap tahapan harus diselesaikan secara lengkap sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Ini berfokus pada penyajian aspek perangkat lunak yang akan terlihat oleh pelanggan atau pengguna. Prototipe akan dievaluasi oleh pelanggan/pengguna dan digunakan untuk meningkatkan kebutuhan pengembangan perangkat lunak.

RAD bertujuan untuk mempersingkat waktu yang biasanya diperlukan dalam siklus hidup pengembangan sistem tradisional antara desain dan implementasi sistem informasi. Jika pengembangan sistem informasi normal membutuhkan waktu minimal 180 hari, namun dengan metode RAD sistem dapat diselesaikan dalam waktu 30-90 hari (Pricillia, 2021). Model RAD mengikuti tahapan pengembangan sistem seperti pada umumnya, namun memiliki kemampuan untuk menggunakan kembali komponen-komponen yang sudah ada sehingga pengembang tidak perlu membuatnya dari awal lagi, sehingga waktu pengembangan menjadi lebih singkat dan efisien.

Bentuk spiral menunjukkan bahwa semakin tinggi pengulangan maka semakin lengkap versi perangkat lunak yang digunakan. Extreme Programming (XP) adalah proses pengembangan perangkat lunak yang dirancang untuk diimplementasikan oleh pengembang perangkat lunak individu. Scrum dapat berjalan dengan baik jika Scrum Master mempercayai tim yang dikelolanya, jika Scrum Master mengontrol setiap anggota tim terlalu ketat dapat menyebabkan stres tim yang mengakibatkan demoralisasi dan kegagalan proyek.

Kebutuhan yang tidak dapat diverifikasi seperti pernyataan bahwa produk harus bekerja dengan baik atau bahwa produk harus memiliki antarmuka yang baik, hal ini tidak dapat diverifikasi karena tidak dapat didefinisikan dengan lebih baik. Dokumen STD dibuat untuk memeriksa apakah fungsi-fungsi berfungsi dengan baik atau sesuai dengan kebutuhan dan untuk mengevaluasi karakteristik sistem yang dibuat.

Gambar 2.2 Model SDLC Waterfall
Gambar 2.2 Model SDLC Waterfall

Penelitian Terdahulu

Tahapan dalam penelitian ini adalah Project Execution Plan (PEP), Identifikasi Stakeholder, Identifikasi Penawaran, Perencanaan Proyek, penggunaan (Pratiwi, 2015). Selanjutnya pada penelitian Nely Zahroh tahun 2015, permasalahannya adalah model sistem informasi pendataan siswa belum maksimal dan bersifat semi otomatis. Apalagi pada penelitian I Gede Agus Sanjaya tahun 2015 yang menjadi permasalahan adalah sistem yang ada saat ini.

Tahapan penelitian ini adalah deskripsi sistem, spesifikasi sistem, perancangan sistem, diagram aliran data, perancangan antarmuka aplikasi (Sanjaya, 2015). Selanjutnya pada penelitian Sukron Amin dan Kondar Siahaan pada tahun 2016, permasalahannya adalah sistem informasi yang ada saat ini belum maksimal, dan dalam hal penataan arsip kampus masih dilakukan secara manual. Tahapan penelitian ini adalah identifikasi masalah, literatur, pengumpulan data, analisis sistem, prototype (Amin, 2016).

Apalagi, pada penelitian Dian P tahun 2017, permasalahan sistem yang ada saat ini adalah masih manual sehingga menyulitkan penyaluran informasi pasar di lokasi kios. Tahapan dalam penelitian ini adalah studi literatur, observasi, wawancara, analisis kebutuhan, perancangan sistem, pembuatan sistem, pengujian sistem, implementasi (Puspitasari, 2017). Tahapan dalam penelitian ini adalah, identifikasi masalah, perumusan masalah, studi literatur, analisis sistem, pengumpulan data, perancangan sistem (desain dan program), pengolahan data dan hasil (Syam, 2018).

Lebih lanjut penelitian Anista Y dkk pada tahun 2019 menunjukkan bahwa permasalahannya adalah pengelolaan data industri kecil dan menengah (IKM) saat ini masih dilakukan secara manual menggunakan media Ms. Apalagi pada penelitian Wafa P dan Nana S tahun 2020, permasalahan pengelolaan data surat masih dilakukan secara manual dengan menggunakan selembar kertas berbentuk kartu, kemudian data surat keluar dan masuk dicopy ke Ny. Tahapan dalam penelitian ini adalah identifikasi masalah, tinjauan literatur, pengumpulan data, analisis dan desain, serta penyusunan laporan (Yanti, 2019).

Lebih lanjut permasalahan dalam penelitian Hendara K dan Wicaksono B pada tahun 2019 adalah proses kegiatan TA masih dilakukan dalam bentuk hard document sehingga menyebabkan proses kegiatan TA kurang maksimal. Sistem informasi pada penelitian ini meliputi informasi siswa, informasi jadwal ujian, informasi ujian, informasi guru ujian, informasi hasil ujian. Terkait dengan aspek penyiapan tata letak arsip mengacu pada penelitian Maulana Malik pada tahun 2017 dengan permasalahan pencatatan dan pendokumentasian yang belum dikelola dengan baik.

Tahapan dalam penelitian ini adalah: analisis masalah, analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi dan pengujian sistem (Malik, 2017). Selanjutnya permasalahan pada penelitian Reza T dan Entin S tahun 2017 adalah pengelolaan data perpustakaan masih bersifat manual dan menggunakan media kertas untuk pengolahan data keanggotaan, peminjaman dan pengecekan buku, serta pembuatan laporan.

Gambar

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan
Tabel 2.1 Simbol Use Case
Gambar  Keterangan
Tabel 2.3 Simbol Sequence Diagram
+7

Referensi

Dokumen terkait

BAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA Pada Bab ini akan diurutkan tentang penelitian terdahulu dan teori-teori relevan dengan pokok bahasan dalam penelitian TA ini, khususnya yang berkaitan dengan

(Maaring sumagot nang mas marami pa sa isa) ①Kung ako ay may libreng oras, gusto kong mag-aral ②Kung mayroon akong sapat na pera na magagamit para sa pag-aaral ng Nihongo.. ③Kung may