BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.F DENGAN PRE POST TONSILEKTOMI
A. Data Klinis
Nama klien : Tn. F
Tempat/ Tanggal Lahir : Tanjung Bungo/ 11 Januari 2005 Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
No. RM : 587896
Ruangan : Ruang THT/Mata
Usia : 18 Tahun 8 Bulan
TD : 140/80 mmHg
Suhu : 36,50C
HR : 100 x/i
RR : 14 x/i
BB : 62 kg
TB : 175 cm
Tanggal kedatangan : 16 November 2023
Waktu/ Jam : 16.00 WIB
Tanggal Pengkajian : 16 November 2023 Orang yang bisa dihubungi : Ny.M
Telepon : 0852741530
Catatan Kedatangan : Kendaraan Pribadi Diagnosa Medis : Tonsilitis Kronis B. Keluhan utama klien
1. Saat Pre Op
Saat dilakukan pengkajian pre op pasien mengeluhkan cemas, karena sebelumnya belum pernah melakukan tindakan operasi
Masalah Keperawatan: Ansietas 2. Saat Post Op
Saat dilakukan pengkajian setelah operasi pasien mengeluh nyeri dan sakit saat menelan serta berbicara keras dan pasien mengeluh tidak nyaman, sulit tertidur dan sering terbangun karena nyeri tersebut
Masalah Keperawatan: Nyeri Akut, Risiko infeksi, gangguan rasa nyam C. Alasan dirawat di Rumah Sakit saat ini
Pasien mengatakan alasan di rawat di rumah sakit karena nyeri pada tenggorokannya dan sulit untuk menelan. Nyeri tersebut sudah ada sejak setahun yang lalu. Pasien mengatakan nyeri hilang timbul dan sering terasa nyeri ketika pasien dalam keadaan kurang enak badan. Pasien mengatakan sebelumnya pergi ke klinik terdekat untuk
pemeriksaan dan di sarankan untuk datang konsul dengan dokter spesialis THT/Mata.
Pasien memilih melakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit RSAM Achmad Mochtar Bukittinggi. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di poli , dokter menyarankan untuk dilakukannya tindakan tonsilektomi.
Masalah Keperawatan: Nyeri Kronis
D. Riwayat Kesehatan Keluarga
Keluarga pasien mengatakan, keluarga pasien tidak memiliki penyakit yang sama dengan pasien dan tidak memiliki penyakit keturunan seperti hipertensi, diabetes, jantung, asma dan penyakit keturunan lainnya.
Genogram dan penyakit yang dialami oleh anggota keluarga lain
Keterangan :
X : Meninggal : Perempuan : Laki-laki
: Serumah
E. Riwayat kesehatan dahulu
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit dahulu. Pasien tidak memiliki riwayat hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit lainnya. Pasien mengatakan belum pernah melakukan tindakan operasi sebelumnya
Masalah Keperawatan: masalah keperawatan tidak ada
F. Pola persepsi dan penanganan kesehatan Persepsi terhadap penyakit :
Pasien mengatakan penyakit yang terjadi pada saat ini merupakan salah satu dampak dari pola hidup pasien sebelumnya, karena sebelumnya pasien sering mengkonsumsi makanan – makanan pedas dan minuman bersoda. Pasien mengatakan jika nyeri yang ditenggorokan pasien timbul, penanganan pasien hanya dibiarkan saja dan terkadang pasien hanya membawa tidur.
G. Penggunaan
a. Tembakau : Klien mengatakan tidak ada merokok
b. Alcohol : Klien mengatakan tidak pernah mengkonsumsi alcohol c. Obat lain : Klien mengatakan tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan d. Alergi : Klien mengatakan tidak ada memiliki alergi terhadap makanan,
obat-obatan atau plester.
H. Pola nutrisi dan metabolisme
Pre Op Post Op 1. Selera makan Baik dan berselera Selera makan baik Selera makan baik
2. Diet khusus Tidak ada diet khusus MB (Makanan Berat) MCMTKTP (Makanan Cair Makanan Tinggi Kalori Tinggi Protein) 3. Jenis
makanan dan minuman
Makanan (Nasi sayur buah lauk pauh) Minuman (Kopi, Air
putih, Teh, Jus, minuman berkaleng)
MB (Makanan Berat) MCMTKTP (Makanan Cair Makanan Tinggi Kalori Tinggi Protein)
4. Frekuens i makan dan minum
3-4 kali dalam sehari (makan) 6-8 liter sehari
(minum)
3-4 kali dalam sehari (makan) 6-8 liter sehari
(minum
3-4 kali dalam sehari (makan)
6-8 liter sehari (minum)
5. Cara Pemenuh an
Melalui oral Melalui oral Melalui oral
Penurunan sensasi kecap : Klien mengatakan tidak ada mual
Jumlah muntah : Tidak ada
Frekuensi muntah : Tidak ada
Perubahan BB 6 bulan terakhir : Tidak ada
Kesulitan Menelan (Disfagia) : Adanya nyeri saat menelan
Pantangan/Alergi : Tidak ada Masalah Keperawatan : Nyeri akut I. Pola Eliminasi
KONDISI SEBELUM SAKIT SAAT SAKIT
Pre OP Post OP
1. Frekuensi defekasi dan eliminasi urine
a. Defekasi 1-2 kali sehari 1-2 kali sehari 1 kali/2 hari b. Eliminasi urine 5-6 kali sehari 5-6 kali sehari 5-6 kali sehari 2. Konsistensi urine Normal (tidak terlalu
keras dan juga tidak terlalu cair )
Normal (tidak terlalu keras dan juga tidak
terlalu cair )
Normal (tidak terlalu keras dan juga tidak
terlalu cair ) 3. Kesulitasn defekasi
dan eliminasi urine
a. Defekasi Tidak ada ( normal) Tidak ada ( normal) Tidak ada ( normal) b. Eliminasi urine Tidak ada ( normal) Tidak ada ( normal) Tidak ada ( normal)
J. Pola Aktivitas dan olahraga Kemampuan Perawatan diri : 0 : Mandiri
1 : Dengan Alat Bantu 2 : Bantuan Orang lain
3 : Bantuan peralatan dan orang lain 4 : Tergantung atau tidak mampu
Aktivitas 0 1 2 3 4
Makan/minum ⱱ
Mandi ⱱ
Berpakain/berdandan ⱱ
Mobilisasi ditempat tidur ⱱ
Berpindah ⱱ
Berjalan ⱱ
Kemampuan pergerakan sendi : Bebas
Alat bantu : Tidak ada
Keluhan Saat beraktivitas : Tidak ada
Masalah keperawatan : Masalah keperawatan tidak ada K. Pola Istirahat Tidur
Kebiasaan : 3-4 Jam
Merasa segar setelah tidur : Klien mengatakan tidak merasa segar setelah bangun tidur Masalah tidur : klien mengatakan sulit tidur dan sering terbangun karena nyeri
Lain-lain : Tidak ada
Masalah Keperawatan : gangguan rasa aman nyaman, nyeri akut L. Pola Kognitif-Persepsi
Status mental : Sadar Terorientasi Tidak Terorientasi Tidak Sadar
Bicara : Normal Tidak Jelas Gagap
Bahasa Sehari-hari : Indonesia Daerah, Minang Kemampuan memahami : Baik Tidak Ya Keterampilan : Tepat Tidak tepat Tingkat Ansietas : Ringan Sedang
Berat Panik Vertigo : Tidak Ya
ⱱ ⱱ
ⱱ
ⱱ ⱱ
ⱱ ⱱ V
V
ⱱ
Nyeri : Nyeri Akut Nyeri Kronis Nyeri Post OP (Nyeri Akut) PQRST :
P : post operasi tonsilektomi
Q: klien mengatakan nyeri seperti menusuk-nusuk dan pedih R: nyeri pada tenggorokan
S: 5
T: Nyeri saat berbicara keras dan menelan Penatalaksanaan nyeri : Manajemen nyeri
Lain-lain : pasien mengatakan sebelumnya tidak mengetehaui tentang penyakitnya Masalah Keperawatan : Nyeri, Defisit pengetahuan
M. Pola Peran Hubungan
Status perkerjaan : Klien mengatakan tidak bekerja
Sistem Pendukung : Klien mengatakan sistem pendukung adalah keluarga.
Masalah keluarga berkenaan dengan Rumah Sakit :
Klien mengatakan tidak ada masalah yang berkenaan dengan R umah Sakit
Lain-lain : Tidak ada
N. Pola Seksual/Reproduksi
Klien mengatakan tidak ada punya masalah dengan sitem reproduksi O. Pola Koping-Toleransi Stres
Perhatian utama tentang perawatan di rumah sakit atau penyakit ( finansial, perawatan diri ):
Klien tampak acuh tak acuh pada setiap tindakan keperawatan yang didapatkan Kehilangan / perubahan di masa lalu : Tidak ada
V
Hal yang dilakukan jika ada masalah : Klien mengatakan jika ada masalah akan menyelesaikan dengan bermusyawarah
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : V Baik Sedang Gelisah Tanda-tanda vital : TD= 140/80 mmHg
HR= 100 x/i RR= 20 x/i T= 36,5 0C
GCS : 15 (E=4 V=5 M=6)
1. Rambut dan wajah
Bentuk kepala : V Normal Abnormal
Keadaan rambut : Mudah rontok Tidak ada masalah V Berminyak Bau
Distribusi rambut : V Merata Tidak merata Kulit kepala : V Bersih Kotor
Pedikulus Ada lesi Lain-lain : Tidak ada masalah
Masalah keperawatan : Tidak terdapat masalah keperawatan dalam pemeriksaan fisik rambut.
2. Sistem sensori persepsi Mata
Bentuk Mata : Normal
Posisi mata : V Simetris Asimetris
Konjungtiva : V Normal/pink Anemis Pendarahan Sklera : v Ikterik Anikterik Perdarahan Kornea : V Normal Keruh Pendarahan Pupil : V Isokor Anisokor
Miosis Midriasis Fungsi penglihatan : V Normal Kabur
Diplopia Exoptha’mus Lain-lain : Tidak ada masalah
Hidung
Bentuk Hidung : Normal
Secret hidung : V Tidak ada Ada
Bila terdapat secret : V jernih Purulen Perdarahan : Ya V Tidak Polip : V Tidak Ya peradangan Mucosa : V Tidak Ya
v v
Telinga
Bentuk Telinga : Normal
Kondisi telinga : V Normal Kemerahan Bengkak Terdapat luka Cairan dari telinga : Ada V Tidak ada Rasa penuh di telinga : Ya V Tidak
Fungsi pendengaran : V Normal Kurang Kurang Fungsi keseimbangan : V Tidak Ya
Lain-lain : Tidak ada masalah
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan dalam pola persepsi sensori 3. Sistem pernafasan
Jalan nafas : V Bersih Ada sumbatan Karakteristik Sumbatan : Sputum Lendir
Ludah Darah Pernafasan : V Normal Dispnea
Irama Nafas : V Teratur Tidak teratur Kedalaman nafas : V Dalam Dangkal
Pergerakan dinding dada : V Simetris Asimetris Penggunaan otot bantu: V Tidak ada Ada
Pernafasan Cuping Hidung : V Tidak ada Ada Batuk : Ya V Tidak
Produktif Tidak Produktif Sputum : Putih Kuning Hijau
Konsistensi sputum : Kental Encer
Palpasi paru : Normal ( Tidak ada kelainan seperti tumor atau benjolan pada dinding dada)
Perkusi paru : Sonor Auskultasi : Vesikuler
Suara nafas : V Normal Stridor Ronchi Rales Wheezing
Alat bantu nafas : v Tidak ada Facemask O2 Kanul
SPO2 : 99 %
Lain-lain : Tidak ada masalah
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan dalam Sistem pernafasan 4. Sistem kardiovaskuler
Sirkulasi Perifer
Nadi : V Reguler Irreguler Denyut nadi : Lemah V Kuat Akral : V Hangat Dingin CRT : V <3 detik >3 detik
Sirkulasi jantung
Irama jantung : V Teratur Tidak teratur Palpasi jantung : Normal (Pusasi teraba)
Perkusi jantung : Pekak V
Bunyi jantung : V Normal Abnormal
Kelainan bunyi : Murmur V Tidak ada kelainan Gallop
Nyeri dada : V Tidak ada Ada
Nyeri dada timbul : saat beraktifitas Tanpa beraktifitas Karakteristik nyeri : seperti terbakar atau terkena panas
Seperti tertindih/tumpul
Menjalar ke bahu dan lengan kiri seperti ditusuk tusuk
Lain-lain : Tidak ada masalah
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan pada sistem kardiovaskuler 5. Sistem pencernaan
Mulut
Kebersihan mulut : V Bersih Kotor Bau mulut : V Tidak Ya Stomatitis : V Tidak Ya Mukosa mulut : V Lembab Kering Karang gigi : V Tidak ada Ada caries gigi : V Tidak ada Ada Jumlah dan nama gigi yang caries : Tidak ada gigi tanggal : V Tidak Ada Jumlah dan nama gigi yang tanggal : Tidak ada Ginggivitis : V Tidak Ya
Keadaan lidah : V Bersih Kotor Tepi lidah : V Pink Hiperemis Peradangan tonsil : Tidak V Ya Peradangan faring : Tidak Ya
Tenggorokan : Tidak sakit saat menelan V Sakit saat menelan Masalah Keperawatan : Nyeri akut
Abdomen
Inspeksi : Normal (Abdomen simetris, Tidak ada massa) Auskultasi : Bising usus normal
Perkusi : Timpani
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
Nyeri tekan : Ya V Tidak Nyeri lepas : Ya V Tidak Hepar : V Teraba Tidak teraba Lien/spleen : V Tidak teraba Teraba
Warna Feses : V Kuning Coklat Hitam Dempul Putih seperti air cucian beras Konsistensi Feses : V ½ padat Cair Berdarah
Berlendir V Tidak ada kelainan Penggunaan alat : Tidak ada Klostomi NGT
V Cateter Urine Lain-lain : Tidak ada masalah
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan dalam sistem pencernaan
6. Sistem urogenital
Kebersihan : V Bersih Kotor
Pola BAK : V Terkontrol Tidak terkontrol Jumlah urine : 1.200 cc/ hari
Warna urine : V Kuning Coklat Merah Putih Distensi : V Tidak Ya Nyeri tekan : V Tidak Ya Nyeri lepas : V Tidak Ya Penggunaan kateter : V Ya Tidak Lain-lain : Tidak ada masalah
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan dalam sistem urogenital
7. Sistem musculoskeletal
ROM : V Baik Lemah Nyeri sendi : V Tidak Ya
Kekuatan otot : 5 5
5 5
Lain-lain : Tidak ada masalah
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan dalam sistem Muskuloskeletal
8. Sistem integumen
Warna Kulit : V Kuning Coklat Hitam Kondisi kulit : V Baik/utuh Ada Ulkus Ada lesi
Gatal Retensi urine Dekubitus : V Kuning Coklat petekie
Bercak merah Memar Turgor kulit : V Elastis baik Buruk Edema : V Tidak ada Ada Lokasi edema : Tidak ada edema
Lain-lain : Tidak ada masalah
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan dalam sistem Integumen
PEMERIKSAAN PENUNJANG Diagnostik :
Tidak ada pemeriksaan diagnositik yang dilakukan
Laboratorium :
Hasil Niai Normal
ALT/SGPT : 13 U/L 0-41
AST/ SGOT : 15 U/L 0-40
Creatinine : 0.95 mg/dL 0.51-1.17
Glucose : 108 mg/dL 74-109
Urea/ Bun : 15 mg/dL 17-49
Hemoglobin : 15.1 g/dL P (13.0-16.0) W (12.0-14.0)
Eritrosit : 4.920.000 uL P (4.5-5.5)
W (4.0-5.0)
Hemotokrit : 45.6 % P (42.0-52.0)
W (37.0-47.0)
Leukosit : 7.790 uL 5.0-10.0
Trombosit : 336.000 uL 150-450
PT : 11.2 9.2-12.4 sec
APTT : 24.0 20.3-27.5 sec
INR : 1.03
TERAPI YANG DIBERIKAN
Terpasang Infus RL : 20 Tetes/ menit
Paracetamol : 3x500 mg
Amoxiclav : 3x 6255 mg : pulpis
RENCANA PEMULANGAN Rencana tindak lanjut :
Pulang pada tanggal 18 November 2023
Nama dan Tanda Tangan Perawat
( )
DATA SUBJEKTIF DAN OBJEKTIF
A. DATA SUBJEKTIF
Pasien mengeluhkan cemas, karena sebelumnya belum pernah melakukan tindakan operasi
Pasien mengatakan telah dilakukannya tindakan operasi mandel
setelah operasi pasien mengeluh nyeri dan sakit saat menelan serta berbicara keras
Pasien mengeluh tidak nyaman, sulit tertidur dan sering terbangun karena nyeri tersebut
Pasien mengatakan penyakit yang terjadi pada saat ini merupakan salah satu dampak dari pola hidup pasien sebelumnya, karena sebelumnya pasien sering mengkonsumsi makanan – makanan pedas dan minuman bersoda.
Pasien mengatakan jika nyeri yang ditenggorokan pasien timbul, penanganan pasien hanya dibiarkan saja dan terkadang pasien hanya membawa tidur.
Klien mengatakan tidak merasa segar setelah bangun tidur
klien mengatakan sulit tidur dan sering terbangun karena nyeri
pasien mengatakan sebelumnya tidak mengetehaui tentang penyakitnya B. DATA OBJEKTIF
Diagnosa medis : Tonsilitis Kronis
KU: sedang
GCS : 15 (V4 E5 M6)
Pasien tampak meringis dan merintih
Pasien tampak gelisah
Pasien tampak sulit tidur
Pasien menunjukkan gejala distress
Tingkat ansietas : sedang
Pengkajian Nyeri Post OP (Nyeri Akut) : P : post operasi tonsil (tonsilektomi)
Q: klien mengatakan nyeri seperti menusuk-nusuk dan pedih R: nyeri pada tenggorokan
S: 5
T: Nyeri saat berbicara keras dan menelan
Klien tampak acuh tak acuh pada setiap tindakan keperawatan yang didapatkan
Tanda- tanda Vital
TD : 140/80 mmHg
HR : 100 x/i
RR : 20 x/i
T : 36,5 0C
Pemeriksaan fisik pada mulut : - Adanya pembesaran tonsil
- Sakit saat menelan post OP
Pereriksaan laboratorium - Leukosit : 7.700 / uL - Trombosit : 336.00/ uL - PT: 11,2 sec
- APTT : 24.0 sec
- Hemoglobin : 15.1 g/dL - Hemotrokit : 45.6 %
ANALISA DATA Pre OP
No Data Etiologi Masalah
Keperawatan 1. Data Subjektif:
Pasien mengeluhkan cemas, karena sebelumnya belum pernah melakukan
Pembesaran tonsil
Tindakan invansif
Ansietas
tindakan operasi Data Objektif :
- Pasien tampak gelisah - Pasien tampak tegang - Tingkat ansietas sedang - Pasien tampak sulit tidur - TTV :
TD : 140/80 mmHg HR : 100 x/i
RR : 20 x/i T : 36,5 0C
- GCS : 15 (E4 V5 M6)
(tonsilektomi)
Ansietas
2. Data Subjektif:
- pasien mengatakan sebelumnya tidak mengetehaui tentang penyakitnya
- Pasien mengatakan penyakit yang terjadi pada saat ini merupakan salah satu dampak dari pola hidup pasien sebelumnya, karena sebelumnya
Tn. F mengalami nyeri sejak setahun
lalu
Klien acuh tak acuh saat nyeri timbul
Tidak mengetahui tentang penyakitnya
Defisit Pengetahun tentang penyakit peradangan tonsil
pasien sering mengkonsumsi makanan – makanan pedas dan minuman bersoda.
- Pasien mengatakan jika nyeri yang ditenggorokan pasien timbul, penanganan pasien hanya dibiarkan saja dan terkadang pasien hanya membawa tidur.
Data Objektif :
- GCS : 15 ( E4 V5 M6)
- Klien tampak acuh tak acuh pada setiap tindakan keperawatan yang didapatkan
Kurang terpapar informasi
Defisit Pengetahun tentang penyakit
tonsil
ANALISA DATA Post OP
No Data Etiologi Masalah
Keperawatan 1. Data Subjektif
- setelah operasi pasien mengeluh nyeri dan sakit saat menelan serta berbicara keras
- Pasien mengeluh tidak nyaman, sulit tertidur dan sering terbangun
Pembesaran tonsil
Pembedahan
Nyeri akut
karena nyeri tersebut Data Objektif
- Pasien tampak meringis - Pasien tampak gelisah - Pasien sulit tidur - Ku = sedang - Pengkajian Nyeri:
P : post operasi tonsil (tonsilektomi) Q: klien mengatakan nyeri seperti menusuk-nusuk dan pedih
R: nyeri pada tenggorokan S: 4
T: Nyeri saat berbicara keras dan menelan
- TTV :
TD : 120/80 mmHg HR : 89 x/i
RR : 19 x/i T : 36,5 0C
- GCS : 15 (E4 V5 M6)
- Pemeriksaan fisik pada mulut :
Agen pencedera fisik
Nyeri akut
Adanya pembesaran tonsil
Sakit saat menelan post OP 2. Data Subjektif:
Pasien mengatakan telah dilakukannya tindakan operasi mandel
Data Objektif :
- Pasien melakukan Tonsilektomi dengan anastesi umum
- Pereriksaan laboratorium Leukosit : 7.700 /uL
TD : 120/80 mmHg HR : 89 x/i
RR : 19 x/i T : 36,5 0C
- GCS : 15 (E4 V5 M6) - KU : sedang
Peradangan tonsil
Tindakan invansif
Risiko infeksi
Risiko infeksi
3. Data Subjektif :
Pasien mengatakan telah dilakukannya tindakan operasi mandel
Data Objektif :
Pembesaran tonsil
Tindakan invansif (tonsilektomi)
Risiko perdarahan
- Tampak bekas operasi pada tonsil - TTV :
TD : 120/80 mmHg HR : 89 x/i
RR : 19 x/i T : 36,5 0C
- GCS : 15 (E4 V5 M6) - KU : sedang
- Pereriksaan laboratorium
Hemoglobin : 15.1 g/dL
Hemotrokit : 45.6 %
Leukosit : 7.700 / uL
Trombosit : 336.00/ uL
PT: 11,2 sec
APTT : 24.0 sec
Terdapat luka operasi
Risiko perdarahan
4. Data Subjektif:
- Pasien mengeluh tidak nyaman, sulit tertidur dan sering terbangun karena nyeri tersebut
Pembesaran tonsil
Tindakan invansif (tonsilektomi)
Gangguan rasa nyaman
- Klien mengatakan tidak merasa segar setelah bangun tidur
- klien mengatakan sulit tidur dan sering terbangun karena nyeri Data Objektif :
- Pasien tampak sulit tidur - Pasien tampak gelisah
- Pasien menunjukkan gejala distres - TTV :
TD : 120/80 mmHg HR : 89 x/i
RR : 19 x/i T : 36,5 0C
- GCS : 15 (E4 V5 M6) - KU : sedang
Nyeri
Agen pencedera fisik
Gangguan rasa nyaman
Diagnosis Keperawatan
1. Ansietas berhubungan dengan tindakan infansif pembedahan
2. Defisit pengetahuan tentang penyakit peradangan tonsil berhubungan dengan kurang terpapar informasi
3. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik : pembedahan
5. Risiko perdarahan dibuktikan dengan rindakan invansif : pembedahan (tonsilektomi) 6. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan nyeri
Prioritas Diagnosis Keperawatan A. Pre OP
1. Ansietas berhubungan dengan tindakan infansif pembedahan
2. Defisit pengetahuan tentang penyakit peradangan tonsil berhubungan dengan kurang terpapar informasi
B. Post OP
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik : pembedahan 2. Risiko infeksi dibuktikan dengan post operasi (tonsilektomi)
3. Risiko perdarahan dibuktikan dengan rindakan invansif : pembedahan (tonsilektomi)
ASUHAN KEPERAWATAN
No Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)
SLKI SIKI Aktivitas
1. Nyeri akut
berhubungan dengan agen pencedera fisik:
pembedahan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 6 jam diharapkan tingkat nyeri menurun dengan kriteria hasil :
Keluhan nyeri menurun.
Meringis menurun
Pola napas membaik.
Tekanan darah membaik.
Manajeme n Nyeri
Observasi :
Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri.
Identifikasi skala nyeri.
Identifikasi respons nyeri non verbal.
Identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri.
Terapeutik :
Berikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (tarik nafas dalam dan kompres dingin pada leher)
Edukasi :
Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri.
Jelaskan strategi meredakan nyeri.
Anjurkan menggunakan analgetik secara tepat.
Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
Kolaborasi :
Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu 2. Ansietas berhubungan
dengan tindakan infansif pembedahan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 6 jam diharapkan tingkat ansietas
Teknik Relaksasi
Observasi:
Identifikasi penurunan tingkat energi, ketidakmampuan berkonsentrasi, atau gejala
menurun dengan kriteria hasil :
Pola tidur membaik
Perilaku gelisah menurun
Perilaku tegang menurun
lain yang mengganggu kemampuan kognitif
Identifikasi teknik relaksasi yang pernah efektif digunakan
Periksa ketegangan otot, frekuensi nadi, tekanan darah, dan suhu sebelum dan sesudah latihan
Terapeutik
Ciptakan lingkungan tenang, dan tanpa gangguan dengan pencahayaan dan suhu ruang nyaman, jika memungkinkan
Berikan informasi tertulis tentang persiapan dan prosedur teknik relaksasi
Gunakan relaksasi sebagai strategi penunjang dengan analgetik atau tindakan medis lain, jika sesuai
Edukasi
Jelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan jenis relaksasi yang tersedia(mis. Musik, meditasi, napas dalam, relaksasi otot progresif)
Anjurkan mengambil posisi yang nyaman
Anjurkan sering mengulangi atau melatih teknik yang dipilih
3. Risiko infeksi
dibuktikan dengan
post operasi
(tonsilektomi)
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 6 jam diharapkan tingkat infeksi menurun dengan kriteria hasil :
demam menurun
kemerahan menurun
nyeri menurun
Pencegaha
n infeksi Observasi:
Monitor tanda gejala infeksi lokal dan sistemik
Terapeutik
Batasi jumlah pengunjung
Berikan perawatan kulit pada daerah edema
Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien dan lingkungan pasien
Pertahankan teknik aseptik pada pasien berisiko tinggi
Edukasi
Jelaskan tanda dan gejala infeksi
Ajarkan cara memeriksa luka
Anjurkan meningkatkan asupan cairan Kolaborasi
Kolaborasi pemberian imunisasi, Jika perlu 4. Risiko Pendarahan
dibuktikan dengan tindakan invansif ( pembedahan)
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 6 jam diharapkan tingkat perdarahan menurun dengan kriteria hasil :
Hemoglobin membaik
Hematokrit membaik
Tekanan darah membaik
Suhu tubuh membaik
Pencegaha n
Perdaraha n
Observasi:
Monitor tanda dan gejala perdarahan
Monitor nilai hemoglobin/hematokrit sebelum dan setelah kehilangan darah
Monitor tanda-tanda vita ortostatik
Monitor koagulasi Terapeutik
Batasi tindakan invasif, jika perlu
Pertahankan bedrest selama perdarahan
Gunakan kasur pencegah dekubitus
Hindari pengukuran suhu rektal Edukasi
Jelaskan tanda dan gejala perdarahan
Anjurkan meningkatkan asupan cairan untuk menghindari konstipasi
Anjurkan menghindari aspirin atau antikoagulan
Anjurkan meningkatkan asupan makan dan vitamin K
Anjurkan segera melapor jika terjadi perdarahan
Kolaborasi
Kolaborasi pemberian obat pengontrol perdarahan, jika perlu
Anjurkan pemberian produk darah, jika perlu
5. Defisit pengetahuan tentang penyakit peradangan tonsil berhubungan dengan kurang terpapar informasi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 6 jam diharapkan tingkat pengetahuan membaik dengan kriteria hasil :
Perilaku sesuai anjuran meningkat
Kemampuan menjelaskan pengetahuan suatu topik meningkat
Pertanyaan tentang masalah yang dihadapi menurun
Persepsi yang keliru terhadap masalah menurun
Menjalani pemeriksaan yang tidak tepat menurun
Perilaku membaik
Edukasi
kesehatan Observasi:
Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
Identifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan motivasi perilaku perilaku hidup bersih dan sehat Terapeutik:
Sediaakan materi dan media pendidikan kesehatan
Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan
Berikan kesempatan untuk bertanya Edukasi
Jelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
Ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
Ajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat
CATATAN PERKEMBANGAN No Hari/
Tanggal
Diagnosis Keperawata
n (SDKI)
Implementasi Evaluasi
1. Kamis/
16 Nov 2023 (Pre OP)
Ansietas berhubungan dengan tindakan infansif pembedahan
mengidentifikasi penurunan tingkat energi, ketidakmampuan
berkonsentrasi, atau gejala lain yang mengganggu kemampuan kognitif
mengidentifikasi teknik relaksasi yang pernah efektif digunakan
memeriksa ketegangan otot, frekuensi nadi, tekanan darah, dan suhu sebelum dan sesudah latihan
menciptakan lingkungan tenang, dan tanpa gangguan dengan
pencahayaan dan suhu ruang nyaman, jika memungkinkan
memberikan informasi tertulis tentang persiapan dan prosedur teknik
S : Pasien mengeluhkan cemas, karena sebelumnya belum pernah melakukan tindakan operasi
O :
- Pasien tampak gelisah - Pasien tampak tegang - Tingkat ansietas sedang - Pasien tampak sulit tidur - Ku : sedang
- TTV :
TD : 140/80 mmHg HR : 100 x/i
RR : 20 x/i T : 36,5 0C
relaksasi
menggunakan relaksasi sebagai strategi penunjang dengan analgetik atau tindakan medis lain, jika sesuai
menjelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan jenis relaksasi yang tersedia(mis. Musik, meditasi, napas dalam, relaksasi otot progresif)
menganjurkan mengambil posisi yang nyaman
menganjurkan sering mengulangi atau melatih teknik yang dipilih
- GCS : E4 V5 M6 A : Ansietas
Masalah belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan
mengidentifikasi penurunan tingkat energi, ketidakmampuan berkonsentrasi, atau gejala lain yang mengganggu kemampuan kognitif
mengidentifikasi teknik relaksasi yang pernah efektif digunakan
memeriksa ketegangan otot, frekuensi nadi, tekanan darah, dan suhu sebelum dan sesudah latihan
menciptakan lingkungan tenang, dan tanpa gangguan dengan pencahayaan dan suhu ruang nyaman, jika memungkinkan
memberikan informasi tertulis tentang persiapan dan prosedur teknik relaksasi
menggunakan relaksasi sebagai strategi penunjang dengan analgetik atau tindakan medis lain, jika sesuai
menjelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan jenis relaksasi yang tersedia(mis. Musik, meditasi,
napas dalam, relaksasi otot progresif)
menganjurkan mengambil posisi yang nyaman
menganjurkan sering mengulangi atau melatih teknik yang dipili
Defisit pengetahuan tentang penyakit peradangan tonsil
berhubungan dengan kurang terpapar informasi
mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan motivasi perilaku perilaku hidup bersih dan sehat
menyediaakan materi dan media pendidikan kesehatan
menjadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan
memberikan kesempatan untuk bertanya
menjelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
mengajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan
S :
- pasien mengatakan sebelumnya tidak mengetehaui tentang penyakitnya
- Pasien mengatakan penyakit yang terjadi pada saat ini merupakan salah satu dampak dari pola hidup pasien sebelumnya, karena sebelumnya pasien sering mengkonsumsi makanan – makanan pedas dan minuman bersoda.
- Pasien mengatakan jika nyeri yang ditenggorokan pasien timbul, penanganan pasien hanya dibiarkan saja dan terkadang pasien hanya membawa tidur.
O:
- Ku : sedang
- GCS : 15 ( E4 V5 M6)
- Klien tampak acuh tak acuh pada setiap tindakan keperawatan yang didapatkan
A: Defisit pengetahuan tentang peradangan tonsil Masalah belum teratasi
mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan motivasi perilaku perilaku hidup bersih dan sehat
menyediaakan materi dan media pendidikan kesehatan
menjadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan
memberikan kesempatan untuk bertanya
menjelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
mengajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat
2. Jumat/
17 Nov 2023 (Post Op)
Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik:
pembedahan
Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri. Identifikasi skala nyeri.
Mengidentifikasi respons nyeri non verbal.
S :
- setelah operasi pasien mengeluh nyeri dan sakit saat menelan serta berbicara keras
- Pasien mengeluh tidak nyaman, sulit tertidur dan sering terbangun karena nyeri tersebut
O :
memperberat dan memperingan nyeri.
Memberikan teknik
nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (tarik nafas dalam dan kompres dingin pada leher)
Menjelaskan elaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri.
Menjelaskan strategi meredakan nyeri.
Mengajarkan teknik
nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
Kolaborasi dalam pemberian analgetik, jika perlu
- Pasien tampak gelisah - Pasien sulit tidur - Ku = sedang - Pengkajian Nyeri:
P : post operasi karena tonsil meradang (tonsilektomi)
Q: klien mengatakan nyeri seperti menusuk-nusuk dan pedih
R: nyeri pada tenggorokan S: 5
T: Nyeri saat berbicara keras dan menelan - TTV :
TD : 120/80 mmHg HR : 89 x/i
RR : 19 x/i T : 36,5 0C
- GCS : 15 (E4 V5 M6) - Pemeriksaan fisik pada mulut :
Adanya pembesaran tonsil
Sakit saat menelan post OP A : Nyeri akut
Masalah belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan
Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri. Identifikasi skala nyeri.
Megidentifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri.
Memberikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (tarik nafas dalam dan kompres dingin pada leher)
Mengajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (tarik nafas dalam dan kompres dingin pada leher)
Kolaborasi dalam pemberian analgetik, jika perlu
Ansietas berhubungan dengan tindakan
mengidentifikasi penurunan tingkat energi, ketidakmampuan
berkonsentrasi, atau gejala lain yang mengganggu kemampuan kognitif
S : pasien mengatkan sudah tidak cemas lagi karena sudah dilaukannya tindakan operasi
O :
- Pasien tidak tampak gelisah
infansif pembedahan
mengidentifikasi teknik relaksasi yang pernah efektif digunakan
memeriksa ketegangan otot, frekuensi nadi, tekanan darah, dan suhu sebelum dan sesudah latihan
menciptakan lingkungan tenang, dan tanpa gangguan dengan
pencahayaan dan suhu ruang nyaman, jika memungkinkan
memberikan informasi tertulis tentang persiapan dan prosedur teknik relaksasi
menggunakan relaksasi sebagai strategi penunjang dengan analgetik atau tindakan medis lain, jika sesuai
menjelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan jenis relaksasi yang tersedia(mis. Musik, meditasi, napas dalam, relaksasi otot progresif)
menganjurkan mengambil posisi yang nyaman
menganjurkan sering mengulangi atau
- Pasien tidak tampak tegang - Tingkat ansietas ringan - Ku : sedang
- TTV :
TD : 120/80 mmHg HR : 80 x/i
RR : 19 x/i T : 36,5 0C - GCS : E4 V5 M6 A : Ansietas
Masalah sudah teratasi P : Intervensi dihentikan
melatih teknik yang dipilih Risiko infeksi
dibuktikan dengan
memonitor tanda gejala infeksi lokal dan sistemik
membatasi jumlah pengunjung
mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien dan lingkungan pasien
mempertahankan teknik aseptik pada pasien berisiko tinggi
menjelaskan tanda dan gejala infeksi
mengajarkan cara memeriksa luka
menganjurkan meningkatkan asupan cairan
S : Pasien mengatakan telah dilakukannya tindakan operasi mandel
O :
- pasien dilakukan tonsilektomi dengan anestesi umum
- Pereriksaan laboratorium Leukosit : 7.700/ uL
TD : 120/80 mmHg HR : 89 x/i
RR : 19 x/i T : 36,5 0C
- GCS : 15 (E4 V5 M6) - KU : sedang
A : Risiko Infeksi
Masalah belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan
memonitor tanda gejala infeksi lokal dan sistemik
membatasi jumlah pengunjung
mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien dan lingkungan pasien
mempertahankan teknik aseptik pada pasien berisiko tinggi
menjelaskan tanda dan gejala infeksi
mengajarkan cara memeriksa luka
menganjurkan meningkatkan asupan cairan Risiko
perdarahan dibuktikan dengan rindakan invansif : pembedahan (tonsilektomi)
Memonitor tanda dan gejala perdarahan
Memonitor nilai
hemoglobin/hematokrit sebelum dan setelah kehilangan darah
Memonitor tanda-tanda vital ortostatik
Monitor koagulasi
membatasi tindakan invasif, jika perlu
Menjelaskan tanda dan gejala perdarahan
Menganjurkan menghindari aspirin atau antikoagulan
Menganjurkan meningkatkan asupan makan dan vitamin K
Menganjurkan segera melapor jika terjadi perdarahan
Berkolaborasi pemberian obat pengontrol perdarahan, jika perlu
S:
Pasien mengatakan telah dilakukannya tindakan operasi mandel
O:
- Pasien pre Op tonsil (tonsilektomi) - Tampak bekas operasi pada tonsil - TTV :
TD : 120/80 mmHg HR : 89 x/i
RR : 19 x/i
T : 36,5 0C
- GCS : 15 (E4 V5 M6) - KU : sedang
- Pereriksaan laboratorium
Hemoglobin : 15.1 g/dL
Hemotrokit : 45.6 %
Leukosit : 7.700 / uL
Trombosit : 336.00/ uL
PT: 11,2 sec
APTT : 24.0 sec
A : risiko perdarahan (masalah belum teratasi) P : intervensi dilanjutkan
Defisit mengidentifikasi kesiapan dan S :
tentang penyakit peradangan tonsil
berhubungan dengan kurang terpapar informasi
mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan motivasi perilaku perilaku hidup bersih dan sehat
menyediaakan materi dan media pendidikan kesehatan
menjadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan
memberikan kesempatan untuk bertanya
menjelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
mengajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat
mengetehaui tentang penyakitnya O:
- Ku : sedang
- GCS : 15 ( E4 V5 M6)
- Klien sudah mulai peduli dengan tindakan keperawatan yang dilakukan
A: Defisit pengetahuan tentang peradangan tonsil Masalah sedikit teratasi
P: Intervensi dilanjutkan
memberikan kesempatan untuk bertanya
menjelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
mengajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat
3. Sabtu/
18 Nov 2023
Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik:
Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri. Identifikasi skala nyeri.
Mengidentifikasi respons nyeri non
S : pasien mengatakan nyeri sudah berkurang O : Ku = sedang
- Pengkajian Nyeri:
P : post operasi karena tonsil meradang (tonsilektomi)
Megidentifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri.
Memberikan teknik
nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (tarik nafas dalam dan kompres dingin pada leher)
Menjelaskan elaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri.
Menjelaskan strategi meredakan nyeri.
Mengajarkan teknik
nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
Kolaborasi dalam pemberian analgetik, jika perlu
seperti menusuk-nusuk dan pedih R: nyeri pada tenggorokan S: 3
T: Nyeri saat berbicara keras dan menelan - TTV :
TD : 115/80 mmHg HR : 76 x/i
RR : 18 x/i T : 36,5 0C - GCS : 15 (E4 V5 M6)
- Pemeriksaan fisik pada mulut :
Adanya pembesaran tonsil
Sakit saat menelan post OP A : Nyeri akut
Masalah sudah teratasi
P : Intervensi dihentikan (pasien boleh pulang) Risiko infeksi memonitor tanda gejala infeksi S : Pasien mengatakan telah dilakukannya tindakan
dibuktikan dengan tindakan pembedahan
lokal dan sistemik
membatasi jumlah pengunjung
mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien dan lingkungan pasien
mempertahankan teknik aseptik pada pasien berisiko tinggi
menjelaskan tanda dan gejala infeksi
mengajarkan cara memeriksa luka
menganjurkan meningkatkan asupan cairan
operasi mandel O :
- pasien dilakukan tonsilektomi dengan anestesi umum
- Pereriksaan laboratorium Leukosit : 7.700/ uL
TD : 115/80 mmHg HR : 76 x/i
RR : 18 x/i T : 36,5 0C
- GCS : 15 (E4 V5 M6) - KU : sedang
A : Risiko Infeksi Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan (pasien boleh pulang) Risiko
perdarahan dibuktikan dengan
Memonitor tanda dan gejala perdarahan
Memonitor nilai
hemoglobin/hematokrit sebelum dan setelah kehilangan darah
Memonitor tanda-tanda vital ortostatik
S:
Pasien mengatakan telah dilakukannya tindakan operasi mandel
O:
rindakan invansif : pembedahan (tonsilektomi)
Monitor koagulasi
membatasi tindakan invasif, jika perlu
Menjelaskan tanda dan gejala perdarahan
Menganjurkan menghindari aspirin atau antikoagulan
Menganjurkan meningkatkan asupan makan dan vitamin K
Menganjurkan segera melapor jika terjadi perdarahan
Berkolaborasi pemberian obat pengontrol perdarahan, jika perlu
- Pasien pre Op tonsil (tonsilektomi)
- Tampak bekas operasi pada tonsil tidak ada tanda- tanda perdarahan
- TTV :
TD : 115/80 mmHg HR : 76 x/i
RR : 18 x/i T : 36,5 0C - GCS : 15 (E4 V5 M6) - KU : sedang
- Pereriksaan laboratorium
Hemoglobin : 15.1 g/dL
Hemotrokit : 45.6 %
Leukosit : 7.700 / uL
Trombosit : 336.00/ uL
PT: 11,2 sec
APTT : 24.0 sec
A : risiko perdarahan (masalah sudah teratasi) P : intervensi dihentikan (pasien boleh pulang) Defisit
pengetahuan tentang penyakit peradangan tonsil
berhubungan dengan kurang terpapar informasi
menidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan motivasi perilaku perilaku hidup bersih dan sehat
menyediaakan materi dan media pendidikan kesehatan
menjadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan
memberikan kesempatan untuk bertanya
menjelaskan faktor risiko yang
S : pasien mengatakan sudah mengetahui tentang penyakitnya
O:
- Ku : sedang
- GCS : 15 ( E4 V5 M6)
- Klien sudah mulai peduli dengan tindakan keperawatan yang dilakukan
A: Defisit pengetahuan tentang peradangan tonsil Masalah teratasi
P: Intervensi dihentikan (pasien boleh pulang)
mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
mengajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat