• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 seminar siklus keperawatan medikal bedah 1

N/A
N/A
syahdila widya

Academic year: 2023

Membagikan "BAB 5 seminar siklus keperawatan medikal bedah 1"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Tonsilitis merupakan peradangan yang terjadi pada tonsil yang disebabkan oleh virus atau bakteri sehingga tonsil menjadi bengkak, merah, melunak, dan memiliki bintik- bintik putih di permukaannya (G. Z. Prasetya, Kusumastuti, & Kurniawati, 2018).

Tonsilitis dapat terjadi sepanjang tahun di daerah beriklim subtropis dengan puncak kejadian pada musim dingin dan musim semi (Carter dan Marshall, 2014).

Penyebab tonsilitis adalah infeksi bakteri streptococcus atau infeksi virus. tonsil berfungsi membantu menyerang bakteri dan mikroorganisme lainnya sebagai tindakan pencegahan terhadap infeksi. Tonsil bisa dikalahkan oleh bakteri maupun virus, sehingga membengkak dan meradang, menyebabkan tonsilitis. hal-hal yang dapat memicu peradangan pada tonsil adalah seringnya kuman masuk kedalam mulut bersama makanan atau minuman (Manurung, 2016). Tonsillitis berhubungan juga dengan infeksi mononukleosis, virus yang paling umum adalah EBV, yang terjadi pada 50% anak-anak (Allotoibi, 2017).

Penatalaksanaan yang dapat diberikan kepada pasien tondilitis yaitu pertama, dengan memberikan antibiotik peroral selama 10 hari, jika mengalami kesulitan menelan bisa diberikan dalam benyuk suntikanm. Kedua, dilakukannya pengangkatan tonsil atau tonsilektomi

B. Saran

Alhamdulillah puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena rahmat, taufik dan hidayah-NYA studi kasus ini dapat terselesaikan. Penulis sadar bahwa apa yang telah dipaparkan dalam studi kasus ini masih banyak kekurangan dan kelemahan baik dari segi penulisan bahasa maupun isi yang terkandung. Kekurangan dan kekhilafan sebagai manusia, menyadarkan penulis akan kekurang sempurnaan studi kasus ini. Oleh karena itu, tegur sapa dan saran kritik yang konstruktif sangat penulis harapkan. Oleh

90

(2)

karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan penulis demi kesempurnaan penulisan berikutnya. Semoga studi kasus ini bisa bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.

91

Referensi

Dokumen terkait

Keperawatan Medikal Bedah III adalah mata ajar yang membahas tentang masalah kesehatan yang lazim terjadi pada usia dewasa akut, maupun kronik yang meliputi gangguan

Memperhatikan : Permusyawaratan dalam KONAS II Himpunan Perawat Medikal Bedah Komisi yang membahas Garis Besar Program Kerja Periode 2016 – 2021 Himpunan Perawat Medikal

KEDUA : Penetapan Rekomendasi Hasil KONAS I tentang Praktek Keperawatan Mandiri area Medikal Bedah Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia sebagaimana dimaksud

Praktek profesi Keperawatan Medikal Bedah merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara

Keperawatan Politeknik Kesehatan Surakarta yang telah menerapkan metode PBL pada mata Kuliah Keperawatan Medikal Bedah I (KMBI) pada 8 sub pokok bahasan dan

Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan ini dapat dilakukan perawat dengan memeprhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan

Memperhatikan : Permusyawaratan dalam KONAS I Himpunan Perawat Medikal Bedah Komisi yang membahas Garis Besar Program Kerja Periode 2010 – 2015 Himpunan Perawat Medikal

Temuan empiris dan fenomena gap yang terjadi di lahan praktik rumah sakit dapat disimpulkan bahwa model faktual program pembelajaran klinik Keperawatan Medikal Bedah belum berjalan