• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 4 sedimen acara 8[1]ggregrege

N/A
N/A
Delon Firdaus

Academic year: 2024

Membagikan "Bab 4 sedimen acara 8[1]ggregrege"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTRIAN,PENDIDIKAN,KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS TADULAKO

UNIT LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

Kampus Bumi Tadulako Jl.Soekarno Hatta Km.9 Tlp (0451) 422611, (0451) 4222355

Fax (0451) 422844, email untad@untad ac.id @gmail.com

DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN

1. No. Sampel : Soal no 1

2. Warna Segar : Putih

3. Warna Lapuk : Abu-abu

4. Struktur : Tidak berlapis

5. Tekstur : Kristalin 6. Komposisi Material

 Allochem : Calcite 50%

 Mikrit : Aragonite 50%

 sparit : Dolomit 30%

7. Komposisi Kimia : CaCo3

8. Jenis Batuan : Sedimen non klastik

9. Nama Batuan : Crystalline (Dunham 1962)

10. Genesa :.Batuan sedimen karbonat crystalline terbentuk melalui serangkaian proses. Pertama, batuan karbonat terbentuk dari endapan kalsium karbonat yang dihasilkan oleh organisme seperti karang, foraminifera, dan alga.

Proses ini terjadi di lingkungan laut dangkal yang kaya akan kalsium karbonat.

Endapan ini kemudian terkompaksi oleh beban endapan di atasnya dan mengalami diagenesis, di mana mineral-mineral seperti kalsit (calcite) dan dolomit (dolomite) dapat terbentuk melalui pengaruh panas dan tekanan. Kristalisasi mineral-mineral ini menyebabkan batuan karbonat menjadi batuan sedimen karbonat crystaline yang padat dan keras. Proses ini berlangsung dalam skala waktu geologis yang panjang dan dapat menghasilkan berbagai jenis batuan karbonat dengan karakteristik kristal yang berbeda.

(2)

Gambar 4.1 Klasifikasi Dunham (1962)

(3)

KEMENTRIAN,PENDIDIKAN,KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS TADULAKO

UNIT LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

Kampus Bumi Tadulako Jl.Soekarno Hatta Km.9 Tlp (0451) 422611, (0451) 4222355

Fax (0451) 422844, email untad@untad ac.id @gmail.com

DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN

1. No. Sampel : Soal no 2

2. Warna Segar : Putih

3. Warna Lapuk : Coklat

4. Struktur : Massif (handspasiment) Tekstur

 Ukuran Butir : <63mm

 Sortasi : Baik

 Kemas/fabric : Terbuka

5. Komposisi Material

 Allochem : Interklas 5%

 Mikrit : Lumpur karbonat 80%

 sparit : Karbonat 15%

6. Komposisi Kimia : CaCo3

7. Jenis batuan : Sedimen non klastik

8. Nama Batuan : Calcilutite (Grabau 1904) Mudstone (Dunham 1962)

9. Genesa : Batuan mudstone terbentuk melalui proses deposisi dan pengendapan partikel-partikel halus dari kalsium karbonat. Partikel-partikel ini bisa berasal dari kerangka organik seperti foraminifera dan alga, serta dari material karbonat yang terbawa oleh aliran air atau angin. Ketika partikel-partikel ini mengendap di lingkungan pengendapan yang tenang seperti danau atau laut yang dalam, mereka mulai terkompaksi oleh endapan di atasnya. Proses diagenesis kemudian berlangsung di mana partikel-partikel tersebut mengalami pelitifikasi dan pengikatan mineral, yang mengubah endapan menjadi batuan sedimen karbonat mudstone yang padat dan homogen.

(4)

Tabel 4.1 Klasifikasi Grabau (1904)

Gambar 4.2 Klasifikasi Dunham (1962)

KEMENTRIAN,PENDIDIKAN,KEBUDAYAAN, RISET DAN

(5)

TEKNOLOGI

UNIVERSITAS TADULAKO

UNIT LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

Kampus Bumi Tadulako Jl.Soekarno Hatta Km.9 Tlp (0451) 422611, (0451) 4222355

Fax (0451) 422844, email untad@untad ac.id @gmail.com DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN

1. No. Sampel : Soal no 3

2. Warna Segar : Putih

3. Warna Lapuk : Abu-abu

4. Struktur : Massif (handspasiment) Tekstur

 Ukuran Butir : >2mm

 Sortasi : Buruk

 Kemas/fabric : Tertutup

5. Komposisi Material

 Allochem : Skeletal partikel (foraminifera) 50%,

 Mikrit : Mikrokristalin kalsit 30%

 Sparit : Kalsit 20%

6. Komposisi Kimia : CaCo3

7. Jenis batuan : Sedimen non klastik

8. Nama Batuan : Calcirudite ( Grabau 1904 ) Grainstone (Dunham 1962)

9. Genesa : Batuan sedimen grainstone dalam klasifikasi Dunham 1962 terbentuk melalui proses akumulasi dan pengendapan butiran-butiran kalsium karbonat yang kasar atau butiran pasir yang terdiri dari kalsium karbonat.

Butiran-butiran ini biasanya terbentuk dari hasil serangan organisme karbonat, seperti karang, maupun butiran pasir karbonat yang diangkut oleh arus air. Selama proses pengendapan, butiran-butiran ini mengendap dan terkompaksi oleh endapan di atasnya. Proses diagenesis kemudian berlangsung, di mana butiran-butiran tersebut dapat mengalami proses pengikatan mineral dan pelitifikasi, tergantung pada lingkungan diagenesisnya. Hasil akhirnya adalah batuan sedimen grainstone yang memiliki struktur butiran kasar hingga sedang, yang tersusun secara terbuka atau

(6)

semi-terbuka.

Tabel 4.2 Klasifikasi Grabau (1904)

Gambar 4.3 Klasifikasi Dunham (1962)

KEMENTRIAN,PENDIDIKAN,KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

(7)

UNIVERSITAS TADULAKO

UNIT LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

Kampus Bumi Tadulako Jl.Soekarno Hatta Km.9 Tlp (0451) 422611, (0451) 4222355

Fax (0451) 422844, email untad@untad ac.id @gmail.com DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN

1. No. Sampel : Soal no 4

2. Warna Segar : Putih

3. Warna Lapuk : coklat

4. Struktur : Massif (handspasiment) Tekstur

 Ukuran Butir : 2-63 mm

 Sortasi : Baik

 Kemas/fabric : Tertutup

5. Komposisi Material

 Allochem : Mikrofosil 40%

 Mikrit : Lumpur karbonat 20%

 Sparit : Kalsit 40%

6. Komposisi Kimia : CaCo3

7. Jenis batuan : Sedimen non klastik

8. Nama Batuan : Calcarenite (Grabau 1904) Packstone ( Dunham 1962)

9. Genesa : Batuan packstone dalam terbentuk melalui proses akumulasi dan pengendapan butiran-butiran kalsium karbonat yang lebih halus atau lebih kecil, sering kali terdiri dari partikel-partikel kerikil atau pasir yang disemen oleh matriks kalsium karbonat yang halus. Proses ini biasanya terjadi di lingkungan laut dangkal atau daerah pesisir, di mana organisme karbonat aktif seperti karang atau foraminifera berkontribusi pada pembentukan butiran-butiran tersebut. Selama proses pengendapan, butiran-butiran ini terendapkan dan terkompaksi oleh endapan di atasnya. Kemudian, proses diagenesis berlangsung di mana matriks kalsium karbonat terkompaksi dan disemen oleh mineral-mineral, menghasilkan batuan packstone yang kompak dengan matriks yang relatif homogen.

(8)

Tabel 4.3 Klasifikasi Grabau (1904)

Gambar 4.4 Klasifikasi Dunham (1962)

(9)

KEMENTRIAN,PENDIDIKAN,KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS TADULAKO

UNIT LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

Kampus Bumi Tadulako Jl.Soekarno Hatta Km.9 Tlp (0451) 422611, (0451) 4222355

Fax (0451) 422844, email untad@untad ac.id @gmail.com DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN

1. No. Sampel : Soal no 5

2. Warna Segar : Putih

3. Warna Lapuk : Coklat

4. Struktur : Massif (handspasiment)

Tekstur

 Ukuran Butir : 2-63 mm

 Sortasi : Baik

 Kemas/fabric : Tertutup

5. Komposisi Material

 Allochem : Mikrofosil 30%

 Mikrit : Lumpur karbonat 40%

 Sparit : Karbonat 30%

6. Komposisi Kimia : CaCo3

7. Jenis batuan : Sedimen non klastik

8. Nama Batuan : Calcarenite (Grabau 1904) Wackestone ( Dunham 1962)

9. Genesa : Wackestone terbentuk melalui proses pengendapan butiran-butiran kalsium karbonat yang lebih halus atau lebih kecil, sering kali terdiri dari partikel-partikel kerikil atau pasir yang disemen oleh matriks kalsium karbonat yang halus. Proses ini biasanya terjadi di lingkungan laut dangkal atau daerah pesisir, di mana organisme karbonat aktif seperti karang atau foraminifera berkontribusi pada pembentukan butiran-butiran tersebut. Selama proses pengendapan, butiran-butiran ini terendapkan dan terkompaksi oleh endapan di atasnya. Kemudian, proses diagenesis berlangsung di mana matriks kalsium karbonat terkompaksi dan disemen oleh mineral-mineral, menghasilkan batuan wackestone yang kompak dengan matriks yang

(10)

relatif homogen.

Tabel 4.4 Klasifikasi Grabau (1904)

Gambar 4.5 Klasifikasi Dunham (1962)

(11)

KEMENTRIAN,PENDIDIKAN,KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS TADULAKO

UNIT LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

Kampus Bumi Tadulako Jl.Soekarno Hatta Km.9 Tlp (0451) 422611, (0451) 4222355

Fax (0451) 422844, email untad@untad ac.id @gmail.com DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN

1. No. Sampel : 06

2. Warna Segar : Putih

3. Warna Lapuk : Putih Kekuningan

4. Struktur : Masif

Tekstur

 Ukuran Butir : < 63 mm

 Sortasi : Terpilah Baik

 Kebundaran : Rounded – Well Rounded

 Kemas/fabric : Tertutup

 Porositas : Buruk

 Permeabiltas : Buruk

5. Komposisi Material

 Allochem : -

 Mikrit : Kalsit 50%

 Sparit : Kapur karbonat 50%

6. Komposisi Kimia : CaCo3

7. Jenis batuan : Sedimen Non-Klastik

8. Nama Batuan : Calcarenite (Grabau 1904) Mudstone (Dunham 1962)

9. Genesa : Batuan mudstone terbentuk melalui proses deposisi dan pengendapan partikel-partikel halus dari kalsium karbonat. Partikel- partikel ini bisa berasal dari kerangka organik seperti foraminifera dan alga, serta dari material karbonat yang terbawa oleh aliran air atau angin. Ketika partikel- partikel ini mengendap di lingkungan pengendapan yang tenang seperti danau atau laut yang dalam, mereka mulai terkompaksi oleh endapan di atasnya. Proses

(12)

diagenesis kemudian berlangsung di mana partikel-partikel tersebut mengalami pelitifikasi dan pengikatan mineral, yang mengubah endapan menjadi batuan sedimen karbonat mudstone yang padat dan homogen.

Tabel 4.5 Klasifikasi Grabau (1904)

Gambar 4.6 Klasifikasi Dunham (1962)

(13)

KEMENTRIAN,PENDIDIKAN,KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS TADULAKO

UNIT LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

Kampus Bumi Tadulako Jl.Soekarno Hatta Km.9 Tlp (0451) 422611, (0451) 4222355

Fax (0451) 422844, email untad@untad ac.id @gmail.com DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN

1. No. Sampel : 07

2. Warna Segar : Putih

3. Warna Lapuk : Abu-Abu

4. Struktur : Masif

Tekstur

 Ukuran Butir : < 63 mm

 Sortasi : Terpilah Baik

 Kebundaran : Rounded – Well Rounded

 Kemas/fabric : Tertutup

 Porositas : Buruk

 Permeabiltas : Baik

5. Komposisi Material

 Allochem : -

 Mikrit : Kalsit 50%

 Sparit : Karbonat 50%

6. Komposisi Kimia : CaCo3

7. Jenis batuan : Sedimem Non-Silisiklastik 8. Nama Batuan : Calcarenite (Grabau 1904) Wackestone (Dunham 1962)

9. Genesa : Wackestone terbentuk melalui proses

pengendapan butiran-butiran kalsium karbonat yang lebih halus atau lebih kecil, sering kali terdiri dari partikel-partikel kerikil atau pasir yang disemen oleh matriks kalsium karbonat yang halus. Proses ini biasanya terjadi di lingkungan laut dangkal atau daerah pesisir, di mana organisme karbonat aktif seperti karang atau foraminifera berkontribusi pada pembentukan butiran-butiran tersebut. Selama

(14)

proses pengendapan, butiran-butiran ini terendapkan dan terkompaksi oleh endapan di atasnya. Kemudian, proses diagenesis berlangsung di mana matriks kalsium karbonat terkompaksi dan disemen oleh mineral-mineral, menghasilkan batuan wackestone yang kompak dengan matriks yang relatif homogen.

Tabel 4.6 Klasifikasi Grabau (1904)

Gambar 4.7 Klasifikasi Dunham (1962)

(15)

KEMENTRIAN,PENDIDIKAN,KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS TADULAKO

UNIT LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

Kampus Bumi Tadulako Jl.Soekarno Hatta Km.9 Tlp (0451) 422611, (0451) 4222355

Fax (0451) 422844, email untad@untad ac.id @gmail.com DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN

1. No. Sampel : 08

2. Warna Segar : Putih

3. Warna Lapuk : Putih Kecoklatan

4. Struktur : Masif

Tekstur

 Ukuran Butir : 63µm – 2 mm

 Sortasi : Baik

 Kebundaran : Angular – Sub Angular

 Kemas/fabric : Terbuka

 Porositas : Baik

 Permeabiltas : Buruk

5. Komposisi Material

 Allochem : -

 Mikrit : Kalsit 55%

 Sparit : Kapur karbonat 45%

6. Komposisi Kimia : CaCo3

7. Jenis batuan : Sedimen Non-Silisiklastik 8. Nama Batuan : Calcarenite (Grabau 1904) Mudstone (Dunham 1962)

9. Genesa : Batuan mudstone terbentuk melalui proses deposisi dan pengendapan partikel-partikel halus dari kalsium karbonat. Partikel- partikel ini bisa berasal dari kerangka organik seperti foraminifera dan alga, serta dari material karbonat yang terbawa oleh aliran air atau angin. Ketika partikel- partikel ini mengendap di lingkungan pengendapan yang tenang seperti danau atau laut yang dalam, mereka mulai terkompaksi oleh endapan di atasnya. Proses

(16)

diagenesis kemudian berlangsung di mana partikel-partikel tersebut mengalami pelitifikasi dan pengikatan mineral, yang mengubah endapan menjadi batuan sedimen karbonat mudstone yang padat dan homogen.

Tabel 4.7 Klasifikasi Grabau (1904)

Gambar 4.8 Klasifikasi Dunham (1962)

(17)

KEMENTRIAN,PENDIDIKAN,KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS TADULAKO

UNIT LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

Kampus Bumi Tadulako Jl.Soekarno Hatta Km.9 Tlp (0451) 422611, (0451) 4222355

Fax (0451) 422844, email untad@untad ac.id @gmail.com DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN

1. No. Sampel : 09

2. Warna Segar : Abu-Abu

3. Warna Lapuk : Putih Keabuan

4. Struktur : Masif

Tekstur

 Ukuran Butir : < 63 mm

 Sortasi : Verry Well Sorted

 Kebundaran : Rounded

 Kemas/fabric : Tertutup

 Porositas : Baik

 Permeabiltas : Buruk

5. Komposisi Material

 Allochem : -

 Mikrit : -

 Sparit : Lempung karbonat 100%

6. Komposisi Kimia : CaCo3

7. Jenis batuan : Sedimen Non-Silisiklastik 8. Nama Batuan : Calcilutite (Grabau 1904)

:.Mudstone (Dunham 1962)

9. Genesa : Batuan mudstone terbentuk melalui proses deposisi dan pengendapan partikel-partikel halus dari kalsium karbonat. Partikel- partikel ini bisa berasal dari kerangka organik seperti foraminifera dan alga, serta

(18)

dari material karbonat yang terbawa oleh aliran air atau angin. Ketika partikel- partikel ini mengendap di lingkungan pengendapan yang tenang seperti danau atau laut yang dalam, mereka mulai terkompaksi oleh endapan di atasnya. Proses diagenesis kemudian berlangsung di mana partikel-partikel tersebut mengalami pelitifikasi dan pengikatan mineral, yang mengubah endapan menjadi batuan sedimen karbonat mudstone yang padat dan homogen.

Tabel 4.8 Klasifikasi Grabau (1904)

Gambar 4.9 Klasifikasi Dunham (1962)

(19)

Referensi

Dokumen terkait