• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah daerah kabupaten kampar. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan menggunakan kuisioner. Pengiriman kuisioner dilakukan pada tanggal 08 April 2019 dan pengumpulan kuesioner yang telah terisi berakhir pada tanggal 29 April 2019.

Kuesioner yang disebarkan dalam penelitian ini adalah sebanyak 128 kuesioner kepada sampel yang terpilih yaitu kepala dinas, kasubag bagian keuangan, bendahara, dan kasubag bagian kepegawaian dan umum sesuai kriteria yang ditetapkan di Purposive Sampling. Berikut adalah tabel jumlah kuesioner:

Tabel 4.1 Jumlah Kuesioner

Penyebaran Kuesioner Total Persentase

Kuesioner dibagikan 128 100%

Kuesioner yang tidak kembali 48 37.5%

Kuesioner kembali 80 62.5%

Kuesioner tidak lengkap - 0%

Kuesioner yang dapat digunakan 80 100%

Sumber: Hasil Penyebaran Kuesioner 2019

Dari Tabel 4.1 menunjukkan bahwa jumlah kuesioner yang kembali adalah sebanyak 80 atau 62,5%. Kuesioner yang tidak kembali adalah sebanyak 48 atau 37,5%. Hal ini dikarenakan Kesibukan responden dan waktu penyebaran yang kurang tepat sehingga responden tidak sempat mengisi sampai waktu pengembalian. Seluruh kuesioner yang kembali seluruhnya bisa terpakai. Jadi, kuesioner yang memenuhi persyaratan serta layak untuk dipakai dalam penelitian ini adalah 80 kuesioner atau 62,5%.

(2)

Tabel 4.2Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No Penyebaran Kuesioner Total Persentase

1 Laki-Laki 41 51,25%

2 Perempuan 39 48,75%

Jumlah 80 100%

Sumber: Hasil Penyebaran Kuesioner 2019

Adapun gambaran umum profil seluruh responden berdasarkan jenis kelamin dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.2 di atas yaitu lebih dominan laki- laki yaitu sebesar 51,25%, sedangkan perempuan sebesar 48,75%.

Tabel 4.3 Profil Responden Berdasarkan Kelompok Umur

No Umur Jumlah Persentase

1 < 20 Tahun - -

2 20-35 Tahun 35 43,72%

3 36-50 Tahun 35 43,75%

4 > 50 Tahun 10 12,5%

Jumlah 80 100%

Sumber: Hasil Penyebaran Kuesioner 2019

Dari tabel 4.3 di atas dapat dilihat bahwa responden yang menjadi objek penelitian ini berdasarkan kelompok umur adalah rata-rata berumur 20-25 tahun yaitu sebanyak 35 orang atau 43,75%, umur 36-50 tahun sebanyak 35 orang atau 43,75% dan umur > 50 tahun sebanyak 10 orang atau 12,5%.

Tabel 4.4 Profil Responden Berdasarkan Gelar/Strata

No Penyebaran Kuesioner Total Persentase

1 Pendidikan SLTA 9 11,25%

2 Pendidikan D3 14 17,5%

3 Pendidikan S1 51 63,75%

4 Pendidikan S2 4 5%

5 Lainnya 2 2,5%

Jumlah 80 100%

Sumber: Hasil Penyebaran Kuesioner 2019

Dari tabel 4.4 di atas dapat dilihat bahwa responden yang menjadi objek penelitian ini berdasarkan gelar/strata sebagai berikut, SLTA sebanyak 9 orang atau 11,25%, berpendidikan D3 sebanyak 14 orang atau 17,5%, berpendidikan S1

(3)

sebanyak 51 orang atau 63,75%, berpendidikan S2 sebanyak 4 orang atau 5%, dan S3 sebanyak 2 orang atau 2,5%.

Tabel 4.5 Profil Responden Berdasarkan Lama Berada di PEMDA Kabupaten Kampar

No Penyebaran Kuesioner Total Persentase

1 < 5Tahun 38 47,5%

2 5-10 Tahun 33 41,25%

3 >10 Tahun 9 11,25%

Jumlah 80 100%

Sumber: Hasil Penyebaran Kuesioner 2019

Dari tabel 4.5 di atas dapat dilihat bahwa responden yang menjadi objek penelitian ini berdasarkan lama berada di Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar adalah rata-rata lama berada selama <5 tahun yaitu sebanyak 38 orang atau 47,5%, lama berada 5-10 yaitu sebanyak 33 orang atau 41,25%, lama berada > 10 tahun yaitu sebanyak 9 orang atau 11,25%.

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Uji Statistik Deskriptif

Gambaran mengenai variabel-variabel penelitian yaitu kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, penerapan standar akuntansi pemerintah, sistem akuntansi keuangan daerah, pemahaman akuntansi, pemanfaatan teknologi informasi dapat disajikan dalam tabel descriptive yang menunjukkan angka minimum, maksimum, mean dan standar deviasi yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.6 Uji Statistik Deskriptif

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Kualitas Laporan

Keuangan

Pemerintah Daerah.

80 30 45 38,46 2,624

Penerapan Standar Akuntansi

Pemerintah.

80 89 137 119,08 8,665

Sistem Akuntansi

Keuangan Daerah. 80 32 44 38,21 2,406

Pemahaman

Akuntansi. 80 35 65 50,72 7,407

(4)

Pemanfaatan Teknologi Informasi.

80 21 35 29,46 2,700

Valid N (listwise) 80 Sumber Data Olahan 2019

Tabel 4.6 hasil SPSS di atas memperlihatkan deskripsi variabel-variabel dalam penelitian ini secara statistik. Minimum (min) adalah nilai terendah dari total nilai pertanyaan setiap variabel sedangkan maksimum (max) adalah nilai tertinggi nilai pertanyaan setiap variabel.

Dapat dilihat di atas bahwa variabel Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah bahwa nilai minimum dari total pertanyaan variabel adalah 30, untuk nilai maksium sebesar 45, rata-rata nilai dari total pernyataan adalah 38,46, dengan standar deviasi 2,624, variabel Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah bahwa nilai minimum dari total pertanyaan variabel adalah 89, untuk nilai maksimum sebesar 137, rata-rata nilai dari total pertanyaan adalah 119,08, dengan standar deviasi 8,665, Sistem Akuntansi Keuangan Daerah bahwa nilai minimum dari total pertanyaan variabel adalah 32, untuk nilai maksimum sebesar 44, rata-rata nilai dari total pertanyaan adalah 38,21, dengan standar deviasi 2,406, variabel Pemahaman Akuntansi bahwa nilai minimum dari total pertanyaan variabel adalah 35, untuk nilai maksimum sebesar 65, rata-rata nilai dari total pertanyaan adalah 50,72,dengan standar deviasi 7,407, variabel Pemanfaatan Teknologi Informasi bahwa nilai minimum dari total pertanyaan variabel adalah 21, untuk nilai maksimum sebesar 35, rata-rata nilai dari total pertanyaan adalah 29,46 dengan standar deviasi 2,700.

4.2.2 Kualitas Data 4.2.2.1 Uji Validitas

Uji Validitas digunakan untuk mengukur validnya suatu kuisioner dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel. Pengujian validitas dengan menggunakan kolerasi bivariate. Berikut adalah tabel hasil pengujian validitas:

(5)

Tabel 4.7 Uji Validitas

Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Y)

No Item Pearson Corelation (r hitung)

Koefisien Korelasi (r tabel)

Ket

1 Y_1 0,554 0.2199 Valid

2 Y_2 0.478 0.2199 Valid

3 Y_3 0.518 0.2199 Valid

4 Y_4 0.471 0.2199 Valid

5 Y_5 0.513 0.2199 Valid

6 Y_6 0.477 0.2199 Valid

7 Y_7 0.443 0.2199 Valid

8 Y_8 0.539 0.2199 Valid

9 Y_9 0.506 0.2199 Valid

Tabel 4.8 Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah(X1) No Item Pearson Corelation

(r hitung)

Koefisien Korelasi

(r tabel) Ket

1 X1_1 0,464 0.2199 Valid

2 X1_2 0,422 0.2199 Valid

3 X1_3 0,443 0.2199 Valid

4 X1_4 0,497 0.2199 Valid

5 X1_5 0.484 0.2199 Valid

6 X1_6 0,455 0.2199 Valid

7 X1_7 0,417 0.2199 Valid

8 X1_8 0,424 0.2199 Valid

9 X1_9 0,376 0.2199 Valid

10 X1_10 0,342 0.2199 Valid

11 X1_11 0,592 0.2199 Valid

12 X1_12 0,476 0.2199 Valid

13 X1_13 0,553 0.2199 Valid

14 X1_14 0,499 0.2199 Valid

15 X1_15 0,476 0.2199 Valid

16 X1_16 0,608 0.2199 Valid

17 X1_17 0,578 0.2199 Valid

18 X1_18 0,475 0.2199 Valid

19 X1_19 0,579 0.2199 Valid

20 X1_20 0,567 0.2199 Valid

21 X1_21 0,537 0.2199 Valid

22 X1_22 0,523 0.2199 Valid

23 X1_23 0,530 0.2199 Valid

24 X1_24 0,555 0.2199 Valid

25 X1_25 0,607 0.2199 Valid

26 X1_26 0,559 0.2199 Valid

27 X1_27 0,456 0.2199 Valid

28 X1_28 0,469 0.2199 Valid

(6)

Tabel 4.9 Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (X2) No Item Pearson Corelation

(r hitung)

Koefisien Korelasi

(r tabel) Ket

1 X2_1 0,349 0.2199 Valid

2 X2_2 0,317 0.2199 Valid

3 X2_3 0,533 0.2199 Valid

4 X2_4 0,396 0.2199 Valid

5 X2_5 0,647 0.2199 Valid

6 X2_6 0,365 0.2199 Valid

7 X2_7 0,642 0.2199 Valid

8 X2_8 0,599 0.2199 Valid

9. X2_9 0,646 0.2199 Valid

Tabel 4.10 Pemahaman Akuntansi (X3) No Item Pearson Corelation

(r hitung)

Koefisien Korelasi

(r tabel) Ket

1 X3_1 0.681 0.2199 Valid

2 X3_2 0.752 0.2199 Valid

3 X3_3 0.665 0.2199 Valid

4 X3_4 0.731 0.2199 Valid

5 X3_5 0.717 0.2199 Valid

6 X3_6 0.771 0.2199 Valid

7 X3_7 0.744 0.2199 Valid

8 X3_8 0.724 0.2199 Valid

9 X3_9 0.712 0.2199 Valid

10 X3_10 0,706 0.2199 Valid

11 X3_11 0,712 0.2199 Valid

12 X3_12 0,673 0.2199 Valid

13 X3_13 0,761 0.2199 Valid

Tabel 4.11 PemanfaatanTeknologi Informasi (X4) No Item Pearson Corelation

(r hitung)

Koefisien Korelasi

(r tabel) Ket

1 X4_1 0.650 0.2199 Valid

2 X4_2 0.684 0.2199 Valid

3 X4_3 0.604 0.2199 Valid

4 X4_4 0.631 0.2199 Valid

5 X4_5 0.468 0.2199 Valid

6 X4_6 0,626 0.2199 Valid

7 X4_7 0,650 0.2199 Valid

Sumber: Hasil Penyebaran Kuesioner 2019

Dari tabel 4.11 di atas bahwa dapat diketahui masing-masing item pertanyaan valid, hal ini dapat diidentifikasi berdasarkan, apabila nilai korelasi besar dari r tabel maka data tersebut valid. Data di atas menunjukkan nilai korelasi lebih besar dari r tabel, nilai r tabel yaitu degree of freedom (df)= n-2 = 80-2 = 78 dengan alpha 0,05 didapat r tabel 0,2199. Dengan demikian item pernyataan yang digunakan dinyatakan valid dan bisa digunakan.

(7)

4.2.2.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk melihat apakah hasil yang diperoleh melalui instrument tersebut konsisten dan dapat dipercaya. Adapun hasil uji reliabilitas yang diperoleh dari dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 4.12 Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach Alpha Nilai Kritis Ket

Kualitas Laporan Keuangan

Pemerintah Daerah. 0.622 0,60 Reliabel

Penerapan Standar

Akuntansi Pemerintah. 0.888 0,60 Reliabel

Sistem Akuntansi keuangan

Daerah. 0.637 0,60 Reliabel

Pemahaman Akuntansi. 0.920 0,60 Reliabel

Pemanfaatan Teknologi

Informasi. 0.728 0.60 Realibel

Sumber: Hasil Penyebaran Kuesioner 2019

Dari hasil tabel 4.13 di atas menunjukkan bahwa nilai cronbach alpha besar dari 0,60. Reliabilitas kurang dari 0,60 adalah kurang baik, sedangkan 0,70 keatas dapat diterima. Hal ini menunjukkan bahwa indikator setiap variabel dapat dikatakan reliabel.

4.2.3 Uji Asumsi Klasik 4.2.3.1 Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Adapun uji normalitas adalah:

Tabel 4.13 Uji Normalitas

Unstandardized Residual

N 80

Normal Parametersa,bMean 0E-7

Std. Deviation 1,90374229

Most Extreme Differences

Absolute ,111

Positive ,088

Negative -,111

Kolmogorov-Smirnov Z ,997

Asymp. Sig. (2-tailed) ,274

Sumber data olahan 2019

Berdasarkan Tabel 4.14 uji normalitas dengan kolmogrov-SmirnovTest diperoleh nilai Kolmogrov-Smirnov Z sebesar 0,997 dan Asymp.Sig 0,274 lebih

(8)

besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal.

Berdasarkan uji asumsi klasik dan hasil output menunjukkan bahwa data tersebut memenuhi persyaratan untuk melakukan uji regresi linear berganda.

4.2.3.2 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel independen atau tidak. Uji multikolinearitas dapat dilihat dari variance inflationfactor (VIF) dan tolerance value (nilai toleransi). Multikolinearitas terjadi jika nilai toleransi <0,10 atau nilai VIF>10.

Tabel 4.15 Uji Multikolinearitas menunjukkan hasil uji multikolinearitas yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu dengan melihat nilai tolerance dan VIF. Terlihat bahwa nilai tolerance tidak ada yang lebih kecil dari 0,10.

Sedangkan VIF yang tertera pada tabel menunjukkan nilai yang lebih jauh kecil dari 10. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas antara variabel independen dalam model regresi.

4.2.3.3 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah variasi residual absolut sama atau tidak untuk semua pengamatan. Adapun uji heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan uji glejser.

Tabel 4.14 Uji Multikolinearitas

Model Collinearity Statistics

Tolerance VIF

1

(Constant)

Penerapan_standar_akuntansi_pemerintah ,764 1,308

sistem_akuntansi_keuangan_daerah ,785 1,274

pemahaman_akuntansi ,785 1,275

Pemanfaatan_teknologi_informasi ,814 1,229

Sumber : Data Primer yang diolah, 2019

(9)

Tabel 4.15 Uji Glejser

Model Sig.

1

(Constant) ,283

Penerapan_standar_akuntansi_pemerintah ,133

sistem_akuntansi_keuangan_daerah ,967

Pemahaman_akuntansi ,896

Pemanfaatan_teknologi_informasi ,514

Sumber: Data Primer yang diolah, 2019

Tabel 4.16 menunjukkan hasil uji heteroskedastisitas yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu dengan melihat nilai signifikansi. Terlihat bahwa nilai signifikansi tidak ada yang lebih kecil dari 0,05. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah heteroskedastisitas antara variabel independen dalam model regresi.

4.2.4 Uji Regresi Linear Berganda

Berdasarkan uji regresi linear berganda dapat diperoleh nilai regresi sebagai berikut:

Tabel 4.16 Uji Regresi Linear Berganda

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std.

Error Beta

1

(Constant) ,702 5,105 ,138 ,891

Penerapan_SAP ,087 ,029 ,286 2,990 ,004

Sistem_akuntansi_keuangan_daerah ,442 ,103 ,405 4,287 ,000

Pemahaman_akuntansi ,072 ,034 ,205 2,163 ,034

Pemanfaatan_teknologi_informasi ,233 ,090 ,240 2,582 ,012 Sumber: Data Primer yang diolah, 2019

Berdasarkan Tabel 4.16 uji regresi linear berganda yang diolah dengan bantuan program SPSS versi 20, maka dapat diperoleh hasil perhitungan regresi linear berganda sebagai berikut:

Y=0,702 + 0,087X1 + 0,442X2 + 0,072X3+ 0,233X4

Dimana:

X1 = Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah

(10)

X2 = Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah X3 = Pemahaman Akuntansi

X4 = Pemanfaatan Teknologi Informasi

Y = Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Interprestasi dari hasil regresi adalah sebagai berikut :

Persamaan diatas menunjukkan nilai konstanta sebesar 0,702 Hal ini menunjukkan bahwa jika variabel independen diasumsikan bernilai nol (0), maka variabel dependen (Beta) sebesar 0,702. Maka Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah, Penerapan Sistem Akuntansi keuangan Daerah, Pemahaman Akuntansi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah sebesar 0,702.

Nilai koefisien Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah untuk variabel X1 sebesar 0,087 dan bertanda positif. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah satu satuan maka akan menaikan variabel Kualitas Laporan Keuangan (Y) naik sebesar 0,087 satuan dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.

Nilai koefisien sistem akuntansi keuangan daerah untuk variabel X2 sebesar 0,442 dan bertanda positif. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan sistem akuntansi keuangan daerah satu satuan maka akan menaikkan variabel Kualitas Laporan Keuangan (Y) naik sebesar 0,442 Satuan dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.

Nilai koefisien pemahaman akuntansi untuk variabel X3 sebesar 0,072 dan bertanda positif. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan pemahaman akuntansi satu satuan maka akan menaikkan variabel Kualitas laporan keuangan (Y) naik sebesar 0,072 satuan dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.

Nilai koefisien Pemanfaatan teknologi informasi untuk variabel X4 sebesar 0,233 dan bertanda positif. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan Pemanfaatan teknologi informasi satu satuan maka akan menaikkan variabel Kualitas laporan keuangan (Y) naik sebesar 0,233 satuan dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.

(11)

1.2.5 Uji Hipotesis

4.2.5.1 Uji Signifikansi Parsial (Uji t)

Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara parsial berpengaruh atau tidak terhadap variabel dependen. Standar signifikansi yang digunakan adalah 0,05. Apabila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis akan diterima. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka hipotesis akan ditolak. Dari tabel 4.11 dapat dilihat pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

Variabel penerapan standar akuntansi pemerintah berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kampar atau H1 diterima. Hal ini dapat dilihat berdasarkan data pada tabel 4.11 nilai signifikansi pada variabel penerapan standar akuntansi pemerintah adalah 0,004 dengan demikian nilai signifikan lebih kecil dari 0,05.

Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel penerapan standar akuntansi pemerintah (X1) berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kampar.

Variabel Penerapan sistem akuntansi keuangan daerah berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten kampar atau H2 diterima. Hal ini dapat dilihat berdasarkan data pada tabel 4.11 nilai signifikansi pada Variabel Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah adalah 0,000 dengan demikian nilai signifikan lebih kecil dari 0,05. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (X2) berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kampar.

Variabel Pemahaman Akuntansi berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kampar atau H3 diterima. Hal ini dapat dilihat berdasarkan data pada tabel 4.11 nilai signifikansi pada variabel pemahaman akuntansi adalah 0,034 dengan demikian nilai signifikan lebih kecil dari 0,05. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel pemahaman akuntansi (X3) berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kampar.

(12)

Variabel pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten kampar atau H4 diterima. Hal ini dapat dilihat berdasarkan data pada tabel 4.11 nilai signifikansi pada variabel pemanfaatan teknologi informasi adalah 0,012 dengan demikian nilai signifikan lebih kecil dari 0,05. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel pemanfaatan teknologi informasi (X4) berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kampar.

4.2.5.2 Uji signifikan Simultan (Uji F)

Uji F untuk mengukur seberapa berpengaruhnya seluruh variabel independen terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikasinya <0,05 maka varibel independenya secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen. Hasil uji F dari pengujian statistic regresi linear berganda sebagai berikut :

Tabel 4.17 Hasil Uji F

Model Sum of

Squares

df Mean Square F Sig.

1

Regression 257.573 4 64.393 16.868 ,000b

Residual 286.315 75 3.818

Total 543.888 79

Sumber: Data Primer yang diolah, 2019

Berdasarkan tabel 4.18 diperoleh probabilitas (sig)=0,00 nilai signifikasi lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau 0,000<0,05. Berarti secara bersama-sama (simultan) standar akuntansi pemerintah, sistem akuntansi keuangan daerah, pemahaman akuntansi, pemanfaatan teknologi informasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kualitas laporamn keuangan pemerintah daerah.

4.2.5.3 Koefisien Determinasi (R2)

Tabel 4.18 Uji Koefisien Determinasi

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 ,688a ,474 ,446 1.954

Sumber: Data Primer yang diolah, 2019

Berdasarkan tabel 4.17 nilai R berkisar antara 0-1, jika mendekati 1 hubungan semakin erat, tetapi jika mendekati 0 maka hubungan semakin lemah. Angka R yang didapat 0,688 artinya korelasi antara variabel penerapan standar akuntansi

(13)

pemerintah, Penerapan sistem akuntansi keuangan daerah, pemahaman akuntansi dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah sebesar 0,688. Hal ini berarti terjadi hubungan yang erat karena nilai mendekati 1.

Model summary mempunyai R square 0,474. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan standar akuntansi pemerintah, Penerapan sistem akuntansi keuangan daerah, pemahaman akuntansi dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah secara bersama-sama berpengaruh 47% terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, sedangkan 53% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Setelah disesuaikan Adjusted R Square nilai sebesar 0,446. Ini menunjukkan sumbangan pengaruh variabel penerapan standar akuntansi pemerintah, Penerapan sistem akuntansi keuangan daerah, pemahaman akuntansi dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah sebesar 44%.

Untuk nilai ukuran kesalahan prediksi yang didapat dari Std Error of the Estimate adalah 1.954 artinya kesalahan yang dapat terjadi dalam memprediksi prestasi belajar sebesar 1.954

4.3 Pembahasan

Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa penerapan standar akuntansi pemerintah, Penerapan sistem akuntansi keuangan daerah, pemahaman akuntansi dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Adapun pembahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi pemerintah terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Kampar

Nilai koefisien penerapan standar akuntansi pemerintah untuk variabel Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah (X1) sebesar 0,087 dan bertanda positif. Hasil pengolahan data menggunakan SPSS nilai variabel penerapan standar akuntansi pemerintah memiliki signifikansi sebesar 0,004 atau lebih kecil dari 0,05. Hal ini memberikan arti bahwa H1 diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa penerapan standar akuntansi pemerintah berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Pengaruh positif ini menunjukan bahwa semakin baik

(14)

penerapan standar akuntansi pemerintah maka akan meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

Standar Akuntansi Pemerintahan merupakan pedoman penyajian laporan keuangan. Pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk menyajikan laporan keuangan sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap pengelolaan keuangan.

Laporan keuangan yang dibuat harus memuat unsur- unsur yang telah diatur dalam standar akuntansi pemerintahan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 71 tahun 2010 Standar Akuntansi Pemerintahan di Indonesia adalah berbasis akrual.

Basis akrual berarti mengakui dan mencatat peristiwa ekonomi serta melaporkan pada saat transaksi atau peristiwa ekonomi itu terjadi. Penerapan basis akrual diharapkan dapat memperlihatkan akuntabilitas penggunaan sumber daya ekonomi.

Hasil yang di dapat dari penyebaran kuisioner di lapangan bahwa dari penyebaran kuisioner di lapangan rata-rata responden menjawab setuju dan sangat setuju di Kabupaten Kampar rata-rata sudah menyusun dan menerapkan Standar Akuntansi Pemerintah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.71 tahun 2010 berbasis akrual.

Hasil penelitian ini juga mendukung penelitian yang dilakukan oleh Dhedy Tri Wardana (2017) yang berjudul “Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah, Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah dan Pemanfaatan Sumberdaya Manusia terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Kampar”. Standar Akuntansi Pemerintah berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah. Hal ini berarti semakin baik dalam menerapkan Standar Akuntansi Pemerintah, maka secara otomatis laporan keuangan yang disajikan juga berkualitas. Laporan keuangan dapat berkualitas karena transaksi yang dilaporkan telah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Laporan keuangan juga disajikan secara jujur dan lengkap. Dengan demikian, Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan dapat mengurangi potensi kecurangan dalam pengolaan keuangan daerah.

2. Pengaruh Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Kampar

(15)

Nilai Koefisien sistem akuntansi keuangan daerah untuk variabel Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (X2) sebesar 0,442 dan bertanda positif. Hasil pengolahan data menggunakan SPSS nilai variabel sistem akuntansi keuangan daerah memiliki signifikansi sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05. Hal ini memberikan arti bahwa H2 diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa sistem akuntansi keuangan daerah berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik sistem akuntansi keuangan daerah maka semakin baik kualitas laporan keuangannya, dengan adanya penerapan Sistem akuntansi keuangan daerah dapat mempermudah serangkaian prosedur mulai dari proses pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi dari computer. Sistem akuntansi keuangan daerah berfungsi untuk menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan, tentang entitas ekonomi yang dimaksudkan agar berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi serta meningkatkan akuntabiltas dan keandalan pengelolaan keuangan pemerintah.

Hasil yang di dapat dari penyebaran kuisioner di lapangan bahwa di Kabupaten Kampar rata-rata sudah menerapkan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah dengan menggunakan aplikasi komputer.

Hasil Penelitian ini sejalan dengan penelitian Andini (2015) yang berjudul

“pengaruh kompetensi sumber daya manusia dan penerapan sistem akuntansi keuangan daerah terhadap kualitas laporan keuangan daerah pada SKPD kabupaten empat lawing sumatera selatan”. Menyatakan bahwa penerapan sistem akuntansi keuangan daerah berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan daerah. Hal ini berarti semakin baik dalam menerapkan sistem akuntansi keuangan daerah maka kualitas laporan keuangan pemerintah daerah semakin berkualitas. Jadi, untuk memperoleh kualitas laporan keuangan daerah sesuai dengan standar akuntansi pemerintah harus melalui penerapan sistem akuntansi keuangan daerah. Apabila sejak awal penerapan sistem akuntansi keuangan daerah telah dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku makan

(16)

akan menghasilkan laporan keuangan yang wajar dan bebas dari salah saji material sehngga tidak menyesatkan para penggunannya.

3. Pemahaman Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar

Nilai koefisien Hasil variabel pemahaman akuntansi (X3) sebesar 0,072 dan bertanda positif hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan pemahaman akuntansi satu satuan akan menaikan variabel kualitas laporan keuangan pemerintah daerah (Y) naik sebesar 0,072 satuan dengan asumsi bahwa variabel babas yang lain dari model regresi tetap. Berdasarkan uji hipotesis nilai signifikan pada variabel pemahaman akuntansi adalah 0,034 lebih kecil dari 0,05. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel pemahaman akuntansi (X3) berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Pengaruh positif ini menunjukan bahwa semakin tinggi pemahaman akuntansi dalam penyusunan laporan, maka akan mampu meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah.

Penyajian laporan keuangan merupakan salah satu agenda dalam memenuhi suatu kewajiban dalam rangka pemenuhan kebutuhan bersama sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah daerah sebagai steward atau pelayanan untuk menyajikan informasi yang bermanfaat bagi organisasi dan para pengguna informasi keuangan sehingga dalam penyajian laporan keuangan yang disusun oleh pemerintah harus memuat laporan-laporan keuangan yang harus dipenuhi agar outputnya lebih baik. Oleh karena itu sangat diperlukan pemahaman akuntansi yang baik agar laporan keuangan yang disajikan berkualitas dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengguna laporan keuangan.

Hasil yang di dapat dari penyebaran kuisioner di lapangan rata-rata responden menjawab setuju dan sangat setuju bahwa di Kabupaten Kampar sudah mengelola dan menyajikan laporan keuangan dengan baik.

Hasil Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Diani (2014) yang berjudul “ Pengaruh Pemahaman Akuntansi Pemanfaatan Sistem Informasi Keuangan Daerah Dan Peran Internal Audit Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah pada SKPD Pariaman”.Menyatakan bahwa pemahaman Akuntansi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan

(17)

daerah. Hal ini berarti semakin baik pemahaman akuntansi maka kualitas laporan keuangan pemerintah daerah semakin berkualitas.

4. Pemanfaatan Teknologi InformasiTerhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar

Nilai koefisien Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk variabel (X4) sebesar 0,233 dan bertanda positif. Hasil ini memberikan arti bahwa setiap kenaikan Pemanfaatan Teknologi Informasi satu satuan maka akan menaikan variabel kualitas laporan keuangan pemerintah daerah (Y) naik sebesar 0,233 satuan dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regrsi adalah tetap.

Berdasarkan uji hipotesis niali signifikan pada variabel pemanfaatan teknologi informasi adalah 0,012 lebih kecil dari 0,05. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel pemanfaatan teknologi informasi (X4) berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Pengaruh positif menjelaskan bahwa semakin baik pemanfaatan teknologi informasi berdampak baik pula terhadap kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi akan sangat membantu mempercepat proses pengelolaan data transaksi keuangan, penyajian laporan keuangan serta dapat menghindari kesalahan dalam melakukan posting dari dokumen buku, jurnal, buku besar hingga menjadi kesatuan laporan keuangan yang utuh sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 65 tahun 2010 tentang sistem informasi keuangan daerah disebutkan bahwa pemerintah daerah berkewajiban dalam mengembangkan dan memanfaatkan kemajuan teknologi dan cara memanfaatkan teknologi dan informasi yang sangat pesat disertakan potensi pemanfaatan dalam mengakses, mengelola, dan mendayagunakan informasi secara cepat dan akurat.

Hasil yang di dapat dari penyebaran kuisioner di lapangan bahwa dari penyebaran kuisioner di lapangan rata-rata responden menjawab setuju dan sangat setuju di Kabupaten Kampar rata-rata Organisasi Perangkat Daerah sudah mengakses, mengelola, dan medayagunakan informasi secara cepat dan akurat sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang berlaku.

(18)

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh chodijah (2018) yang berjudul “Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus SKPD Provinsi DKI Jakarta)”. Yang menyatakan bahwa variabel pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Hal ini menunjukan apabila teknologi dimanfaatkan dengan baik akan mengurangi tingkat kesalahan dalam perhitungan dan menghemat waktu dalam proses penyusunan sehingga mampu meningkatkan kualitas laporan keuangan.

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Dengan Variabel Intervening Sistem

Dengan melihat hasil nilai rata-rata lebih besar dari pada nilai standar deviasi maka dapat dikatakan bahwa variabel jumlah komite audit memiliki data yang

Dari uji tersebut yang terlihat pada Tabel 4.4 diketahui bahwa dengan harga saham sebagai variabel dependen menunjukan semua variabel independen yang terdiri dari

Jika nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel dengan tingkat signifikansi 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa koefisien mediasi tersebut signifikan yang

Nilai mean tanggapan responden tertinggi untuk variabel Perceived Ease of Use adalah sebesar 3.957, yaitu pertanyaan bahwa secara keseluruhan, Self-Service

nilai risiko keuangan pada perusahaan transportasi yang paling minimum adalah -.. 11.89 yaitu perusahaan Weha Transportasi Indonesia Tbk ditahun 2013 dan

Dari perhitungan dan rangking di atas menunjukan bahwa kinerja keuangan dapat dilihat dari keseluruhan rasio baik : rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas,

Pada bentuk reaksi psikologis Mahasiswa memiliki nilai rata-rata sebesar 1,4905 yang lebih tinggi dibandingkan dengan Militer yang memiliki nilai rata-rata sebesar