• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pembedahan merupakan salah satu tindakan medis yang penting dalam pelayanan kesehatan. Pembedahan merupakan satu-satunya terapi yang dapat meringankan cacat dan mengurangi risiko kematian dari keadaan umum pasien.

Mengapa operasi yang aman sangat penting? Tindakan pembedahan merupakan salah satu tindakan medis yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa, mencegah kecacatan dan komplikasi. Namun demikian, pembedahan yang dilakukan juga dapat menimbulkan komplikasi yang dapat membahayakan nyawa (WHO, 2009).

Keselamatan pasien merupakan isue penting, baik di indonesia maupun di luar negeri. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa selama lebih dari satu abad perawatan bedah telah menjadi komponen utama dari perawatan kesehatan di seluruh dunia.

Setiap tahun ada 230 juta operasi utama dilakukan di seluruh dunia, satu untuk setiap 25 orang hidup (Haynes, et al. 2009).Penelitian di 56 negara dari 192 negara anggota WHO tahun 2004 diperkirakan 234,2 juta prosedur pembedahan dilakukan setiap tahun berpotensi komplikasi dan kematian (Weiser, et al. 2008).

Dalam mencegah terjadinya komplikasi pembedahan , telah dilakukan uji coba penggunaan surgical safety checklist di delapan rumah sakit. Pada 842 pasien , komplikasi bedah setelah penggunaan surgical safety checklistsecara keseluruhan turun dari 11% sampai 7%, dan angka kematian menurun dari 1,5%

menjadi 0,7% (Howard, 2011).

(2)

2

The Joint Commision for Accredittation of Health Care Organization pada tahun 2011 juga mengungkapkan lebih dari 13% kejadian salah sisi operasi.

Analisis dari 126 kasus operasi mengungkapkan bahwa 76% dilakukan pada sisi yang salah, 13% salah pasien dan 11% prosedur yang salah. Salah sisi operasi sering terjadi pada bedah ortopedi.

Karena pentingnya tindakan bedah yang aman dan pelaksanaan prosedur safety surgical yang tepat sesuai pengetahuan perawat perioperatif, maka peneliti berminat mengambil sebuah penelitian dengan judul, ”Hubungan Antara Pengetahuan Perawat Perioperatif Dengan Pelaksanaan Prosedur Surgical Safety Di Kamar Operasi Rumah Sakit Lavalette Malang“.

1.2 Rumusan masalah

Bagaimana pelaksanaan Surgical Safety Checklist oleh perawat perioperatif sesuai pengetahuan di Rumah Sakit Lavalette Malang ?

1. 3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum

Mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat perioperatif dengan pelaksanaan prosedur Surgical Safety oleh tim bedah di Kamar Operasi RS Lavalette Malang.

(3)

3

1.3.2 Tujuan Khusus

Dalam pelaksanaan penelitian ini bermaksud untuk memperoleh tujuan khusus sebagai berikut :

1. Mengetahui pengetahuan perawat perioperatif tentang pelaksanaan prosedur surgical safety checklist oleh tim bedah yang ada di Kamar Operasi Rumah Sakit Lavalette Malang.

2. Mengetahui pelaksanaan prosedur surgical safety checklist yang benar oleh tim bedah Rumah Sakit Lavalette Malang.

3. Mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat perioperatif dengan pelaksanaan prosedur surgical safety checklist oleh tim bedah yang ada di Kamar Operasi Rumah Sakit Lavalette Malang.

1.4 Manfaat Penelitian

Ada 2 manfaat dari hasil penelitian ini yaitu manfaat praktis dan manfaat teoritis.

1.4.1 Manfaat praktisi

1.4.1.1 Bagi Kamar Operasi RS Lavalette

Sebagai bahan masukan atau informasi bagi institusi pelayanan kesehatan tentang prosedur Surgical Safety Checklist yang tepat, sehingga bisa mencegah dan menurunkan komplikasi dan kematian akibat pembedahan, sebagai sarana tanggung jawab dan tanggung gugat dan bisa untuk meningkatkan kualitas pelayanannya.

(4)

4

1.4.1.2 Bagi tim bedah Kamar Operasi Rumah Sakit Lavalette Malang Sebagai sarana meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan Sign In, Time Out, Sign Out yang benar, serta dalam mengidentifikasi masalah-masalah sebelum pembedahan, sebagai gambaran atau informasi bagi teman sejawat dalam prosedur Surgical Safety Checklist, sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi bahkan kematian akibat pembedahan.

1.4.2 Manfaat Teoritis

1.4.2.1 Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai tambahan wawasan serta literatur baru yang otentik karena sesuai dengan kejadian realita yang benar – benar terjadi di lapangan.

1.4.2.2 Bagi Peneliti

Sebagai sarana menambah wawasan serta pengalaman nyata dalam melaksanakan dengan terampil prosedur Surgical Safety Checklist di kamar operasi.

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan untuk kebutuhan di WC (water closed) maka dengan perencanaan sistem yang sama digunakan sistem air laut (sea water) yang disuplai ke tiap deck yang memiliki kamar

4 Saat ini, RSAM telah memiliki Instalasi Pemeliharaan Sarana (IPS) sebagai unit kerja yang bertugas memelihara dan melakukan perbaikan terhadap sarana dan prasarana rumah sakit

Peningkatan kualitas layanan ini diharapkan dapat membantu pihak hotel dalam meningkatkan jumlah hunian kamar dengan mengetahui atribut lemah dari perusahaan dan

Walaupun CAC yang pertama memperoleh lisensi jaringan UMTS (3G), tetapi baru pada Februari 2004 teknologi 3G benar-benar diluncurkan ke masyarakat, dimana Telkomsel

Penyediaan pelayanan untuk mempersiapkan kamar yang rapih, bersih, indah dan nyaman bagi tamu mulai dari membersihkan kamar baik di kamar yang terisi (Occupied), maupun

Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota terdiri dari penanggung jawab,.. Distribusi, Monev dan Pengaduan Masyarakat, yang ditetapkan dengan. keputusan bupati/walikota. Keanggotaan

Random Number Generator (RAND) dengan Sign Respons (SRES) yang berisi algoritma A3 (Provide by Network) sehingga dalam proses simcard cloning RAND berperan serta

Dengan adanya manajemen sarana dan prasarana sekolah, semua fasilitas sekolah selalu dalam kondisi baik atau layak pakai yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran.. Dalam