• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Puskesmas merupakan kesatuan organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dijalankan oleh pemerintah dan masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan (Depkes, 2009).

Dalam Undang-undang No. 23 Tahun 1992 Bab 3 tentang hak dan kewajiban (Pasal 4) disebutkan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Dari pasal ini kita menyadari bahwa setiap orang menjadi pasien menduduki posisi yang sama atau sejajar dalam menerima tanpa adanya perbedaan jenis kelamin, suku, agama, kecacatan, dll. (Priharjo, R, 30, 2008).

Menurut Bertens (2000) di dalam Hendrik (2010: 32) istilah hak dan kewajiban adalah 2 kata yang hamper selalu tidak dapat dipisahkan (berkorelasi),akan tetapi tidak dapat dikatakan bahwa hubungan itu mutlak dan tanpa pengecualian, karena tidak selalu kewajiban satu orang sepadan dengan hak orang lain.

Menurut permenkes No 290 Tahun 2018 Setiap pasien yang datang berobat berhak mendapatkan informasi tentang hak dan kewajiban yang akan di terima dan di lakukan oleh pasien. Sebagai contohnya, salah satu hak pasien adalah mendapatkan pelayanan yang baik sampai pasien sembuh dari penyakit yang di derita dan memperoleh perlindungan tentang apa yang jadi penyakitnya.

Sedangkan salah satu contoh dari kewajiban pasien adalah menaati segala peraturan dan tata tertib yang berlaku Berdasarkan studi pendahuluan yang

(2)

2

dilakukan di Puskesmas Sisir pada tanggal 8 september 2018 dengan melakukan wawancara terhadap 10 pengunjung yang datang ke Puskesmas Sisir di peroleh informasi bahwa 7dari 10 orang pengunjung tidak pernah mendapatkan informasi mengenai adanya hak dan kewajiban pasien, tiga orang lainnya mengetahui tentang adanya hak dan kewajiban pasien tapi kurang memahami.

Dan diantara sepuluh pengunjung tersebut, terdapat pula dua diantaranya ada yang mengatakan bahwa pernah melanggar larangan yang diberikan oleh dokter.

Seperti dokter menyarankan untuk tidak memakan makanan pedas pada pasien tersebut yang menderita gangguan di bagian lambung, pasien tersebut justru sengaja memakan makanan pedas dengan alasan”makanan terasa tidak enak kalau tidak pedas”. Dan satu pasien lainya saat proses wawancara dengan dokter pasien tidak memberikan pernyataan yang jujur mengenai keluhan yang dideritanya dengan alasan pasien takut untuk mengetahui tentang penyakitnya.

Keterangan yang tidak jelas atau menyesatkan (seperti menyembunyikan penyakit yang pernah di derita sebelumnya, tidak memberitahukan obat yang pernah diminum nya selama ia sakit) dapat dianggap sebagai kesalahan pasien yang dikenal dengan contributory negligence (doktrin pasien turut bersalah).

Dengan demikian seorang pasien juga mempunyai kewajiban-kewajiban tertentu kepada tenaga kesehatan dokter dan juga terhadap dirinya sendiri. Oleh sebab itu pasien wajib untuk memenuhi standar seorang pasien dan memahami tentang hak dan kewajibannya sebagai pasien. Di puskesmas Sisir belum ada media tentang hak dan kewajiban pasien.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti membuat suatu media guna sebagai penunjang salah satunya dengan media penyampaian informasi berbentuk video diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hak dan kewajiban pasien.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah "Bagaimana pembuatan video penyuluhan

(3)

3

tentang hak dan kewajiban pasien dan pengetahuan tentang hak dan kewajiban pasien di Puskesmas Sisir?”

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang hak dan kewajiban pasien setelah mendapatkan informasi melalui media video.

2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi pengetahuan masyarakat tentang hak dan kewajiban pasien di Puskesmas Sisir

b. Pembuatan video penyuluhan tentang hak dan kewajiban di Puskesmas Sisir

c. Mengimplementasikan video penyuluhan tentang hak dan kewajiban pasien di Puskesmas Sisir.

d. Mengidentifikasi pengetahuan masyarakat terhadap hak dan kewajiban pasien di Puskesmas Sisir sesudah mendapatkan penyuluhan melalui video D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Puskesmas

Hasil dari penelitian ini diharapkan video dapat ditayangkan dalam penjelasan hak dan kewajiban pasien di puskesmas Sisir.

2. Bagi Peneliti

Menambah wawasan dan pengetahuan tentang video terhadap pengetahuan hak dan kewajiban pasien.

3.Bagi Institusi Pendidikan

a. Dapat digunakan sebagai pengetahuan tentang hak dan kewajiban pasien khususnya di bidang rekam medis.

b. Sebagai referensi penelitian lanjutan bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian.

(4)

4

Referensi

Dokumen terkait

ini tercermin dalam wawancara penulis ke 4 anggota Dalmas yang berada di Polres Jakarta Timur pada tanggal 10 juli 2014, hasil wawancara dari beberapa anggota Dalmas

Melakukan pengumpulan data, baik data yang diperoleh dari wawancara dengan warga Purbalingga dan sebagian pengunjung maupun dari buku – buku tentang perancangan, brand,

Dari informasi data yang di peroleh dari Puskesmas Manisak Kecamatan Ranto Baek Kabupaten Mandailing Natal masih banyaknya masyarakat yang BABS, dan peneliti juga

Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan Kota Semarang oleh peneliti di peroleh data bahwa 8 dari 10 ibu bekerja yang menyusui (bayi

beserta hardfile (1 Eksemplar) dikirimkan ke alamat sekretariat Civil Days 2018 sebelum tanggal 30 Agustus 2018 pukul 23.59 WIB. Finalis akan melakukan presentasi di depan

Tentunya dengan berbagai keunggulan desitanasi pariwisata di Harau ini harus dapat memberikan suatu pengelaman yang berkesan kepada pengunjung yang datang agar

Berdasarkan hasil wawancara dengan sekretaris umum TRKWC, diketahui bahwa kapasitas maksimum pengunjung di TRKWC sebanyak 400 orang setiap harinya, sedangkan

Berdasarkan studi pendahuluan yang telah peneliti lakukan pada tanggal 22 September 2018 terhadap kegiatan kodefikasi dokumen rekam medis pada kasus pasien bedah ortopedi, dapat