Pelatihan dan pengajaran ini dari sudut pandang Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy dalam Kitab Ta'limul Muta'alim. Bagaimana metodologi belajar mengajar yang ditawarkan menurut Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy dalam kitab Ta'limul Muta'allim.
Metode Penelitian
Sistematika Pembahasan
Bab Kedua Biografi Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy, berisikan : Kisah hidup dan perkembangan Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy, Kisah lahirnya Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy, Sejarah Pendidikan Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy -Zarnujy, Guru Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy, Situasi pendidikan pada masa Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy dan Karya Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy. Bab Keempat, Analisis Konsep Pendidikan dan Pengajaran Dalam Kitab Ta’limul Muta’allim Buah Karya Syaikh Burhanuddin Al-Zarnujy, berisi tentang : Tujuan Pendidikan dan Pengajaran yang ingin dicapai menurut Syaikh Burhanuddin Al. -Zarnujy, Metode pendidikan dan pengajaran menurut Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy, Interaksi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar, dan kriteria evaluasi (penilaian) menurut Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy dalam Kitab Ta'limul Muta' semuanya.
BIOGRAFI SYEKH BURHANUDDIN AL-ZARNUJY
Riwayat Hidup 1. Kelahiran
Bab ketiga, Uraian Kitab Ta'limul Muta'allim, memuat: Sejarah lahirnya Kitab Ta'limul Muta'allim, Perkembangan pemanfaatan Kitab Ta'limul Muta'allim, Kajian tentang bab 1-4, kajian bab 5-9, dan kajian bab 10 -13. Nama lengkapnya adalah Burhanuddin Al-Islam Al-Zarnujy, mengenai tempat dan tanggal lahirnya belum diketahui secara pasti, namun terlihat hubungannya yaitu Al-Zarnujy.
ﻳَﺎءً
Dalam catatan sejarah, masa ini merupakan masa keemasan atau kejayaan peradaban Islam pada umumnya dan pendidikan Islam pada khususnya. Berkaitan dengan hal tersebut Hasan Langgulung mengatakan: “Zaman Keemasan Islam berpusat pada dua pusat, yaitu Kerajaan Abbasiyah yang berpusat di Bagdad yang berlangsung kurang lebih lima abad (750-1258 M), dan Kerajaan Bani Umayyah di Spanyol yang berlangsung selama kurang lebih lima abad (750-1258 M). selama kurang lebih delapan abad.(711-1492 M)".15.
ﻲﱢ زَادُ
وْا ﻟ ﺴَ ِﻠﻨﱠ
ﻣَﺎﻳَ ﻞﱡ ﻠِــﻴْﻪِ
- Pendidikan
- Guru Al-Zarnujy
- Setting Pendidikan Pada Zaman Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy
- Karya-Karyanya
- Penampilan Materi Kitab Ta’Iimul Muta’allim
- Segi Kebenaran Isi Kitab Ta’limul Muta’allim
- Tentang Hadits Dalam Kitab Ta’limul Muta’allim
Selain ahli dalam bidang pendidikan, Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy juga ahli dalam bidang tasawuf, sastra, fiqh, ilmu kalam dan lain sebagainya. Kitab Ta'lim Muta'allim, satu-satunya kitab yang ditulis oleh Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy, tersebar hampir di seluruh dunia.
اﻟْ
Hal ini mencapai tujuannya, meskipun jalannya tidak sepenuhnya baik, karena Setan tidak pernah menelan manusia. Kitab Ta'limul Muta'allim selain mengajarkan adab, juga memuat norma hukum yaitu hukum mencari ilmu (belajar).
Segi Pengamalan Ilmu Dalam Kitab Ta’Iimul Muta’allim
وَ ﺮﱢﺴَﺗَﻨ
ﺴَ ﻧﻔُ
Imam Al-Ghazaliy mengemukakan pendapatnya bahwa mencari ilmu lebih bermanfaat dari pada mengamalkannya, dengan alasan: “Mengamalkan ilmu berarti terbebas dari keburukan, sedangkan mencari ilmu berarti mengamalkan kebaikan.” -bersuci menjadi syarat untuk menormalkan keadaan, yang kemudian diisi dengan hal-hal yang baik, yang kemudian menjadi lebih lengkap dari suatu keharusan, sehingga mencari ilmu lebih lengkap dari pada memperolehnya latihan.” 30.
ﻧﱠﻪُ ﻢْ أﻻَإِ
ـﻪَ ◌ِﻟﱠ اإِﻻ
اﻟ
ﻌَ اﻟْ
Tentang Sumber Rizqi
Kesehatan dan Menjaga Umur
DESKRIPSI KITAB TA’LIMUL MUTA’ALLIM
Latar Belakang Penulisan Kitab Ta’limul Muta’allim
Kerana tidak mempunyai nilai kitab Ta'limul Muta'allim, maka tidak mudah untuk dibaca oleh mereka yang tidak memahami ilmu Nehwu dan Sheraf. Antara kitab kuning yang banyak dipelajari ialah kitab kuning Ta'limul Muta'allim Thariqat Ta'allum (مَلِلُتَ الْتَ ﻖ ﻖ هُلُتُتُمُلْ اَمَلْتُتُ) yang kini terkenal.
Perkembangan Penggunaan Kitab Ta’limul Muta’allim
Kepopuleran kitab Ta'limul Muta'allim terlihat dan tersebarnya kitab ini hampir di seluruh dunia. Kitab Ta'limul Muta'allim memuat 13 Fashal yang menjadi topik pokok pembahasan dan beberapa subtopik pada setiap fashal.
Kajian Fasal 1-4
- Fasal I Pengertian Ilmu dan Fiqih serta keutamaannya
- Fasal II Niat Di Waktu Belajar
Buku ini telah dicetak, diterjemah dan dikaji di pelbagai negara, baik di Timur mahupun di Barat, dan telah menarik perhatian ramai ulama untuk memberikan ulasan atau syarahan mengenainya. Bagi bahasa Jawa, buku ini telah diterjemahkan oleh En. Kyai Hammam Nashruddin, Gerabag - Magelang, Dalam terjemahan bahasa Sunda, kitab ini diterjemahkan oleh En. Kyai A1-Hajj Ahmad Maky, Tipar-Sukabumi- Jawa Barat.
إِﳕﱠَﺎ ﻋْﻤَ اﻷَ
Morgan menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif permanen sebagai hasil dari pengalaman masa lalu. Witherington merumuskan pengertian belajar sebagai berikut: belajar adalah perubahan kepribadian, diwujudkan dalam perubahan, penguasaan pola respon atau perilaku baru, diwujudkan dalam perubahan keterampilan, kemampuan dan pemahaman.
ﺎلُ
Sedangkan menurut Winarno Surahmad, pembelajaran adalah suatu proses yang bertujuan untuk menghimpun pengetahuan, menumbuhkan konsep dan keterampilan serta membentuk sikap dan tindakan.38 Dalam proses pembelajaran, Burhanuddin Al-Zarnujy menyarankan agar setiap peserta didik sains mempunyai niat belajar yang baik harus dimiliki. selain tujuan pembelajarannya juga bagus. Niat belajar sangatlah penting dalam belajar karena niat adalah hal terpenting dan segalanya 39 seperti sabda Nabi Muhammad SAW :.
ﻟﻨﱢـﻴَﺎ ﺑﺎِ
Kedudukan Ilmu Dalam Islam Menurut Muhammad T.H. dalam bukunya The Position of Knowledge in Islam Knowledge ialah ilmu tentang hakikat sesuatu yang mendalam yang difahami dengan yakin dan jelas.
ﳕﱠَﺎﻜُ ﻟِ
رواﻩ ا
ﻠﻢ
ﻬَـﺘﱢﻚٌ
ﺴﱢﻚٌ
ﳘَُﺎﻓِﺘـْﻨَ
اﻟْ ﰱِ
ﻤَ ﻳﺘَ
ﻚُ ﺴﱠ
Fasal III Memilih Ilmu, Guru, Teman dan Ketabahan Berilmu
Apabila memilih seorang guru hendaklah memilih seorang yang lebih 'alim, wara' dan lebih tua, kerana Abu Hanifah setelah berfikir dan pertimbangan lebih lanjut memutuskan pilihannya Tuan Hammad bin Abu Sulaiman, Beliau berkata: "Saya mengenalinya sebagai seorang tua seorang yang berakhlak mulia, luas fikiran, dan penyabar.Adapun memilih kawan, pilihlah kawan yang rajin, bijak, jujur, dan mudah memahami masalah, dan singkirkan orang yang malas, leka, suka bercakap, pengacau. , dan pemfitnah.
ﻳَﺎرَﺑ ﺑَﺪَْﺪْ
اﷲِ
ﺼﱠـ اﻟ ﻤَﺪِ
ﻳَﺎرَﺑ أََﺪْ
ﻳَﺎرَﻧ
ﺮَاﺗَﺎ ﻳَﺎ
إِنﱠ ﳍَْﻮَ ا
ﳍَْﻮَا انِ
ﻻﱠ ﺑِ
ﺴِـﺘﱠﺔٍ
وَﺣِ ﺎءٍ
وَﺑـُﻠْ ﺎرٍ
ﺳَﺎأُﺳْـدِ
ﺘَﺎذِ
ﺎنِ
Fasal IV Mengagungkan Ilmu dan Ahli Ilmu
Yang termasuk memuji ulama atau guru antara lain: Jangan berjalan di hadapannya, jangan duduk di tempat guru, tidak boleh memulakan percakapan kecuali dengan izin guru, tidak boleh bercakap di hadapannya. . Guru, hormatilah anak-anak lelaki dan perempuannya dan orang yang berkaitan dengannya, dan jangan sakiti hati Tuan. Agama Islam sangat mementingkan orang yang berilmu, maka mereka tergolong dalam kategori makhluk Allah yang layak mencapai taraf dan keutuhan hidup yang tinggi, maka sewajarnya apabila Syeikh Burhanuddin Al-Zarnujy menyarankan agar seorang pelajar menghormati guru. miliknya dan memberikan haknya untuk dihormati dan dipuji.
اﻟْ إِنﱠ ﻤُﻌَ
ﻠﱢﻢَ
وَاﻟـﻴْﻄﱠﺒِ
ﺻْ ﻓﺎَ
ﺪَاﺋ ﻚَ
ﺎ وَاﻗـْ
ﻤًﺎ ﻌَﻠﱢ
Kajian Fasal 5-9
- Fasal V Sungguh-Sungguh, Kontinuitas dan Cita-Cita
- Fasal VI Permulaan Belajar dan Ukuran Belajar
- Fasal VII Bertawakkal
- Fasal VIII Masa Belajar
- Fasal IX Kasih Sayang dan Nasehat
Menurut Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy (Ta'limul Muta'allim: 36), pengabdian sangat diperlukan bagi seorang pelajar ilmu, baik dengan guru, orang tua, teman atau ilmu. Jadi, dalam usia belajar, seorang siswa memerlukan perhatian sebagai wujud kasih sayang dari semua orang terdekatnya.
Kajian Fasal 10-13
- Fasal X Mengambil Pelajaran
- Fasal XI Waro’ Pada Masa Belajar
- Fasal XII Hal-Hal Yang Membuat Mudah Hafal dan Mudah Lupa
Menunjukkan dan merasakan cinta bisa dilakukan dalam bentuk saling memberi nasehat, bertanya dan melepaskan rasa cemburu. Mempunyai rasa cinta terhadap guru, orang tua, sahabat dan ilmu pengetahuan akan mendidik anak untuk hidup rukun dan terhindar dari rasa iri dan permusuhan.
إِ ﻧَﺂﻟَ
Fasal XIII Hal-Hal Yang Mendatangkan Rizqi dan Menjauhkannya Dan Yang Memperpanjang Usia Serta Yang Memotongnya
ﻠﱠﻢَ
ﻻَﻳـَ : ﺮُدﱡ
ﻗَ الْ
ﻻﱠ اﻟ
اﻟْﻌُ
اﻟْ ﻻﱠ ﱪِﱡ
نﱠ ﺮﱠﺟُ اﻟ
اﻟﺮﱢزْقَ
ﺑِﺎ ﺬﱠﻧْ اﻟ
Adapun sebab yang paling kukuh untuk mendapatkan rezeki ialah berdoa dengan rasa ta'dhim, khusu', dengan menyempurnakan segala rukun, fardu, sunnah dan cara solat. Juga menunaikan solat Dhuha, membaca Surat Waqi'ah terutama pada waktu malam, membaca Surat Al-Mulk, Al-Muzamil, Al-Lail, Al-Insyirah, datang ke masjid sebelum azan, sentiasa bersuci, memberi makan sunnah. keluar solat sebelum subuh, dan solat putih di rumah dan jangan bercakap tentang perkara dunia.
ﺤَﺎنَ
ﺮُاوَأَﺗـُﷲَ
ﻤَﻠِ اﻟْ
ﳊَْ اﻖﱡ
ﻟِﻠﱠ وَﺳُ ﻪِ
ﺎنَ
أَﻟﻠﱠ ﻬُﻢﱠ
ﺣَﺮَاﻚَﻣِ
وَاﻛْ
ﻌَﺰِﻳـْ اﻟْ
ﻘٌﺪﱡ اﻟْ
ﷲُ اﺧَﺎ
وَاﻟﺴﱠ
ﳉَْﻨﱠ ا وَاﻟﻨﱠ ﺔِ
ﻋَ ﺎرِ
ا ﺎﱂِ
وَاﻟ ﺐِ
ﻬَﺎ ﺸﱠدَةِ
ﷲُ ااﻟْ
ﻤُﺘـَ اﻟْ
ﻌَﺎلُ
ﻞﱢ ﻛُ
ﷲُ ادَﻳﱠﺎ
ﺪﱢﻳْ اﻟﱂَْ ﻦِ
ﺗـَﺰَالْ
ﷲُ اﻟَـﻪَ ﻻَإِ
ﷲُ اﺣَاْﻷَ
ﺼﱠ اﻟ ﻤَﺪُ
ﻟﱠﻪُ
ﲪَْ اﻟﺮﱠ ﻦُ ا
ﺒَﺎرِ اﻟْ
ﻤُ اﻟْ
ﻮﱢرُ ﺼَ
اﳊْ
ﺒﱢﺢُ
ﻟَﻪﻣَﺎ
ﺴﱠ اﻟ ﻤَﻮَا
ﻤِﻴـْ اﻟْ
ﺰَانِ
اﻟْ ﻰﻌِﻠْ
وَزِ ﻰﻧَـﺔَ
ﻌَﺮْ اﻟْ
اﻟْ ﻰﻌِﻠ
ANALISIS TENTANG KONSEP PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN MENURUT SYEKH BURHANUDDIN
AL-ZARNUJY DALAM KITAB TA’LIMU MUTA’ALLIM
Tujuan Pendidikan dan Pengajaran Yang Ingin Dicapai Menurut Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy
- Tujuan Pendidikan Islam
Proses perjalanan dan pembinaan serta pertumbuhan pribadi sering kali menemui kendala yang menyebabkan proses atau mengalami kemunduran, namun jika masyarakat menyadari bahwa ini adalah ujian dan cobaan, maka manusia akan menerima hikmah dan hikmah.
ﻟِﯾَﻌْ ﻻﱠﺑُدُ
ونِ
Analisis
Dari uraian di atas jelas bahwa tujuan pendidikan dalam agama Islam memang terbagi menjadi tujuan pokok yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah SWT yang sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 yaitu jelas suatu tujuan yang harus menjadi landasan tujuan dalam pendidikan Islam karena peserta didik sadar akan hakikat ciptaan manusia. Demikian pula karena manusia tidak hanya hidup di akhirat saja, tetapi secara empiris manusia juga hidup di dunia, maka tujuan pendidikan hendaknya juga didasarkan pada hubungan antara manusia dan manusia, yaitu budi pekerti, pengembangan potensi peserta didik, pencarian makan. dan banyak lagi. lainnya.
Metode Pendidikan dan Mengajaran Menurut Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy
- Metode Belajar
Berdasarkan uraian bab demi bab dalam Kitab Ta'limul Muta'allim karya Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy memuat metodologi pendidikan dan pengajaran terutama yang berkaitan dengan beberapa komponen pedagogi, karena didasarkan pada pendidikan dan pengajaran yang ada saat ini. teori, prosedur metodologis harus ada beberapa faktor, yaitu: Tujuan pembelajaran, materi pembelajaran dan kurikulum, dosen atau guru, siswa atau mahasiswa, dan adanya fasilitas untuk mendukung proses bimbingan dan pengembangan pedagogi. Keberhasilan suatu proses belajar mengajar merupakan salah satu wujud dan penerapan metode pembelajaran yang baik, dalam konsep pendidikan secara keseluruhan yang dituangkan dalam Kitab Ta’limul Muta’allim karya Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy, metode pembelajaran merupakan salah satu diskusi terpenting dari semua diskusi, Ada.
ﺻﻠﻌ
Menurut Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy (Ta'limul Muta'allim : 45) mengatakan bahwa proses memulai belajar sebaiknya dimulai pada hari Rabu, fakta ini dibuktikan oleh Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy melalui hadits yang bersabda Rasulullah SAW. (Ta'limul Muta'allim : 45):.
ﺎءِ
وَﻗَ ﻻﱠﺪْ
Dalam proses memulai belajarnya, Al-Zarnujy tidak mengabaikan Sunnah Nabi. Ia menyarankan agar mahasiswa baru yang akan belajar disarankan mulai belajar pada hari Rabu. Pada umumnya lembaga pendidikan di Indonesia cenderung memulai belajar pada hari Senin, dan sepertinya Sunnah Nabi tidak pernah menyadari manfaat memulai belajar pada hari Rabu. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang lebih aktual untuk memperoleh data-data yang menunjukkan manfaat dan hikmah yang terkandung di dalamnya, namun setidaknya memulai belajar pada hari Rabu adalah sunnah dan sunnah akan mendapat pahala jika dilakukan sebagaimana tercantum dalam maqalah 'Ulama Ushul Fiqh:.
اَﻟﻨﱠ ﻫَ ﺬْ
Teknik menghafal dan teknik pemahaman bagi siswa sebenarnya sudah menjadi metode utama dalam teori pendidikan yang terdapat dalam Kitab Ta’limul Muta’allim, dan metode ini juga menjadi salah satu metode pembelajaran siswa untuk digunakan dalam teori pendidikan modern. , sebagai buktinya bisa dilihat dengan satu atau lain cara, salah satu dari empat faktor di atas, tepatnya pada poin nomor empat.
ﻋَ ﺐﱡﻠَﻰ
Adanya catatan yang dimiliki siswa menurut Burhanuddin Al-Zarnujy (Ta'limul Muta'allim: 29) akan sangat memudahkan siswa dalam mengoreksi semua pelajaran sebelumnya, bila lupa maka akan mudah dibuka dan dibaca untuk ingat lagi. Untuk itu menurut Al-Zarnujy (Ta'limul Muta'allim: 29), bahwa orang yang menuntut ilmu selain berusaha dengan sungguh-sungguh juga harus mengimbanginya dengan berdoa kepada Allah SWT, meratapi dan meratapi-Nya.
لَ ﻗَﺎرَ
Upaya memahami pelajaran yang dilakukan siswa, menurut Al-Zarnujy (Ta'limul Muta'allim: 29) merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam proses memperoleh ilmu, walaupun sangat sulit untuk memahami pelajaran tersebut, namun Jika pembelajaran dapat dicoba semaksimal mungkin maka energi yang perlu dipahami berulang-ulang lambat laun akan dapat dipahami, sedangkan salah satu sifat manusia yang harus dihilangkan sejak usia dini adalah rasa malas, karena rasa malas akan menghambat tercapainya pembelajaran. tujuan jika seseorang diabaikan sekali atau dua kali dan menolak untuk mencoba. , nanti kamu akan terbiasa, alhasil dia akan kesulitan memahami satu kalimat saja, apalagi pembahasannya sekaligus.
ادْ
ﻧِ ﻮﻲ
نﱠ ﻟﱠﺬِ ا
نَ وﻋَ
ﺳَ ﻲﯿَﺪْ
ﻢَ ﻨﱠﺧِدَا
Mudzakarah (wadah untuk saling mengingatkan), Munadharah (wadah bertukar pikiran) dan Mutharahah (berdiskusi), hal ini hendaknya dilakukan oleh seorang pelajar atas dasar berpikir positif dan menjauhi hal-hal yang berdampak negatif. Mudzakarah dan munadharah disini menurut Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy (Ta'limul Muta'allim: 30) adalah cara-cara melakukan musyawarah yang bertujuan untuk mencari kebenaran, oleh karena itu manfaat musyawarah atau musyawarah jelas lebih besar dari sekedar pengulangan pelajaran saja, karena selain mengulang pelajaran juga menambah ilmu dan hal baru yang bisa dilakukan oleh orang jujur.
رْﻫُ ﺎوِ
ﻛﱠ ﻋَ ﻞْ
ﻰﷲ ِ
ال ﻋ
Dalam kegiatan belajar baik menghafal maupun memahami pelajaran hendaknya siswa selalu sadar bahwa apapun yang dilakukannya hanya karena Allah SWT. Dan siswa juga harus mampu menjauhkan diri dari perasaan-perasaan yang menimbulkan keragu-raguan dalam dirinya.
ﯾَﺎﮭَأَﯾﱡ
Sabar adalah tabah, tabah dan tidak mengeluh apabila mendapat sesuatu yang tidak disukai, rela dan ikhlas serta berserah kepada Allah SWT. Sabar adalah sebahagian daripada taupiq dan tanda bahagia, sabar ialah sabar dalam menghadapi musibah dan tenang dalam menghadapi musibah.53 Dalam hal kesabaran Allah SWT.
ﻮ ﻣَﻨا
Sabar melibatkan usaha menghindari segala rintangan dengan berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT. Seorang penuntut ilmu mesti mempunyai kesabaran. Menurut Al-Zarnujy (Ta'limul Muta'allim: 14), sebaik-baiknya seorang pelajar mempunyai hati yang sabar ketika belajar, baik dalam menghadapi guru mahupun di dalam kelas, seperti dalam hal mempelajari kitab atau kitab. , supaya seseorang pelajar itu tidak meninggalkannya sehingga ia telah dipelajari dengan sempurna.
ﻄ ُﻮا وَ
Dengan sifat sabar akan lahir sifat teliti dan berhati-hati dalam setiap tindakan, dan bersama-sama dengan usaha, menghapuskan perkara yang tidak disenangi, tanpa rasa menyesal atau mengeluh.
اﺗﱠﻘُ
ﻮا
Interaksi Antara Guru dan Murid Dalam Proses Belajar Mengajar
Guru adalah bapa rohani atau bapa rohani bagi muridnya, dialah yang menyuburkan jiwa dengan ilmu, pendidikan akhlak dan alasannya, Al-Ghazali dalam kitabnya Fatihatul 'Ulum dan Ihya 'Ulumuddin, telah mengkhususkan guru dengan sifat - . Ulama yang beramal dan beramal lebih baik daripada orang yang hanya beribadat, yang hanya berpuasa sepanjang hari dan hanya bersolat sepanjang malam.
ﻤُﻌَـ وَﻓِﻠﱢﻢِ
Selanjutnya, A1-Ghazaliy menulis tentang kedudukan ilmu dan ulama atau 'ulama bahawa: "Orang yang berilmu kemudian beramal dengan ilmunya, maka orang yang digelar hebat di bawah langit langit ini adalah seperti matahari yang menyinari. orang lain dan menyinari dirinya seperti minyak kasturi yang baunya dinikmati oleh orang lain dan hanya harum, barangsiapa yang bekerja dalam bidang pendidikan, maka sesungguhnya dia telah memilih pekerjaan yang mulia dan yang paling utama hendaklah dia menjaga akhlak. dan tingkah laku dalam tugasnya." 57.
ﺒْﺠِ اﻟﺘﱠﻴْﻼَ
ﻌَـﻠﱢ ﻢُ أَ
Guru
Orang yang paling bertaqwa berarti orang yang mempunyai kualitas intelektual yang tinggi dan telah menguasai berbagai disiplin ilmu serta mempunyai ilmu agama. Ia sudah dewasa, karena orang yang matang secara mental dapat lebih mengontrol situasi, memiliki pengalaman dan dapat beradaptasi;
Anak Didik
Menurut Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy (Talimul Muta'allim: 16), bentuk-bentuk mengagungkan ahli ilmu atau guru adalah: . A). Menurut Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy (Ta'limul Muta'allim: 3), rasa kasih sayang sangat diperlukan bagi seorang pelajar ilmu, baik terhadap guru, orang tua, teman maupun dalam ilmu.
Analisis
PENUTUP
Kesimpulan
Mengenai konsep tujuan pendidikan dan pembelajaran, menurut Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy dalam kitab Ta'limul Muta'allim, orang yang menuntut ilmu atau mencari ilmu pasti mempunyai tujuan yang menjadikan orang yang menuntut ilmu itu mempunyai potensi ilmu yang besar, mampu memanfaatkannya. segala ilmu yang diperoleh dan tetap selalu bertaqwa kepada Allah SWT sebagai Pencipta segala sesuatu. Mengenai hubungan guru dan murid dalam proses belajar mengajar, Syekh Burhanuddin Al-Zarnujy dalam kitab Ta'limul Muta'allim berpendapat bahwa seseorang dapat dikatakan guru atau murid apabila mempunyai kriteria tertentu. yang harus dimiliki keduanya (guru dan siswa) agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar, efisien dan berhasil.
Saran-saran
Dalam teori pendidikan modern yang ada saat ini, konsep pendidikan dan pendidikan yang dikemukakan oleh Al-Zarnujy dalam kitab Ta’limul Muta’allim, masih terdapat kaitan atau persamaannya dengan konsep pendidikan pada masa kini, sehingga bahwa konsep tujuan pendidikan dalam Kitab Ta’allim ‘limul Muta’allim masih dapat diterapkan dalam sistem pendidikan modern, khususnya dalam sistem pendidikan modern.
HASIL PENELITIAN
KONSEP PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
DALAM PERSPEKTIF ISLAM MENURUT BURHANUDDIN Al-ZARNUJY
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA (UMJ) 2020