1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kota Bandung merupakan salah satu tujuan parwisata bagi para wisatawan di dalam negeri maupun luar negeri. Kota Bandung telah ditetapkan menjadi salah satu kota wisata dunia oleh UNESCO pada tanggal 25 September 2013 di Beijing. Kota Bandung menduduki posisi ke-21 di dunia yang bersaing secara global dengan kota-kota di berbagai negara. Selain itu Kota Bandung menduduki posisi ke-4 di benua Asia setelah Kota Seoul, Bangkok dan Mumbay, dan menjadikan Kota Bandung sebagai kota yang di unggulkan di Indonesia khususnya sebagai tujuan wisatawan di Kota Bandung. (Fauzan, 2016)
Selain dikenal sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung juga dikenal akan berbagai objek wisatanya yang dapat menarik perhatian wisatawan. Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Bandung banyak membuka taman-taman kota, festival kuliner, dan komunitas anak muda. Ini merupakan cara untuk memfasilitasi aktivitas masyarakat Bandung di berbagai lapisan masyarakat. Selain itu Kota Bandung menjadi salah satu kota tujuan utama para wisatawan, baik yang berasal dari dalam negeri maupun mancanegara. Sejak di bukanya Jalan Tol Cipularang, Kota Bandung telah menjadi tujuan utama dalam menikmati liburan akhir pekan terutama dari masyarakat yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya menjadi Kota Bandung sebagai Kota Wisata
Belanja. Selain itu Kota Bandung juga dikenal dengan sejumlah besar bangunan lama berarsitektur peninggalan Belanda dan icon wisata. (Riono, 2014)
Kota Bandung juga memiliki beberapa icon wisata seperti Gedung Merdeka di Jalan Asia-Afrika, Bandung merupakan gedung ini sangat bersejarah karena yang pernah digunakan sebagai tempat Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika tahun 1955, Gedung Sate merupakan gedung yang mempunyai ciri khasnya berupa enam biji sate tertusuk rapi dipuncak gedung, Jalan Layang Pasupati merupakan sebuah jembatan yang menghubungkan bagian utara dan timur Kota Bandung melewati lembah Cikapundung dengan panjang 2,8 km dan lebarnya 30-60 m, Jalan Braga merupakan sebuah jalan utama di Kota Bandung, Jalan Braga ini cukup dikenal pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, sampai saat ini Jalan Braga masih dipertahankan sebagai salah satu objek wisata Kota Bandung yang dulu dikenal sebagai Paris van Java, dan Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropong bintang tertua di Indonesia dan memiliki perpustakaan astronomi yang terbaik dan terlengkap di Asia Tenggara. (Bandungactual, 2015)
Icon lain dari Kota Bandung yang dapat ditemui oleh wisatawan adalah Bus Bandros (Bandung tour on the Bus). Bus Bandros adalah bus yang akan menjadi sebuah icon Kota Bandung dimasa yang akan datang dan Bus Bandros akan menanamkan nilai-nilai budaya dan sejarah dalam pengoperasiannya.
Nama Bandros sendiri berasal dari nama salah satu makanan khas Parahyangan, sehingga dengan nama ini semakin membuat bus wisata di Kota Bandung menarik. Secara fisik Bus Bandros yang basisnya Hino Dutro memiki panjang
747 cm, tinggi 315 cm, dan lebar 210 cm. Bus Bandros juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan potensi sejarah dan budaya yang ada di Kota Bandung, dalam sekali perjalanan Bus Bandros terdapat guide yang menjelaskan kepada wisatawan mengenai tempat-tempat bersejarah yang dilewati Bus Bandros. (Ridwan, 2015)
Tour guide menjadi salah satu hal penting yang diperlukan dalam perjalanan wisata Bus Bandros, karena dalam sebuah perjalanan wisata tidak akan lengkap tanpa disertai oleh seorang tour guide Tour Guide adalah seseorang yang memberikan penerangan, penjelasan, petunjuk kepada wisatawan (tourist) dan travellers, tentang segala sesuatu yang hendak dilihat, disaksikan oleh wisatawan dan travellers yang bersangkutan, bilamana mereka berkunjung pada suatu objek, tempat atau daerah tertentu (Susanty &
Ngamelubun, 2017).
Tour guide performance bertujuan untuk menciptakan persepsi kualitas jasa yang baik pada wisatawan. Persepsi wisatawan terhadap tour guide performance adalah penilaian yang dirasakan dan yang diterima wisatawan terhadap keseluruhan interaksi dan kinerja seorang tour guide dalam pelaksanaan perjalanan wisata. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap integritas perusahaan dan menciptakan kepuasan wisatawan dalam menggunakan jasa Tour (Triani, Purnama, & Setiyorini, 2014)
Kepuasan adalah suatu sikap yang diputuskan berdasarkan pengalaman yang didapatkan. Kepuasan merupakan penilaian mengenai ciri atau
keistimewaan produk atau jasa, yang menyediakan tingkat kesenangan wisatawan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan konsumsi wisatawan.
Kepuasan wisatawan dapat diciptakan melalui kualitas dan pelayanan, dengan keterampilan yang baik yang telah dikuasai oleh seorang tour guide, dalam melaksanakan tugasnya dengan memberikan informasi yang benar dan baik tentang Bus Bandros, daerah, objek wisata, kebudayaan dan hal-hal lainnya yang akan disampaikan pada wisatawan maka pelayanan yang diberikan oleh tour guide akan memberikan kesan baik bagi wisatawan. Jika baik pelayanan yang diberikan maka akan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan, sehingga hal itu akan membuat kenyamanan bagi para wisatawan dan dapat berpengaruh terhadap kepuasan wisatawan (Brigitha, Lapian, &
Taroreh, 2018).
Maka berdasarkan uraian diatas, penelitian bermaksud melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh tour guide performance terhadap kepuasan pengguna dengan judul “Pengaruh Tour Guide Performance terhadap Kepuasan Pengguna Bus Bandros di Kota Bandung”.
1.2. Identifikasi dan Rumusan Masalah 1.2.1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, penulis mengidentifikasikan masalah-masalah yang ada dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Kota Bandung memiliki beberapa icon wisata yang mempunyai nilai sejarah dan budaya dalam pengoperasiannya.
2. Sejak tahun 2013 Bus Bandros menjadi icon wisata di Kota Bandung yang dapat menarik perhatian wisatawan.
3. Tour guide performance berperan penting untuk menciptakan persepsi kualitas jasa yang baik pada kepuasan pengguna Bus Bandros.
1.2.2. Rumusan Masalah
Dari uraian pada latar belakang, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini yaitu:
1. Bagaimana tour guide perfomance pada Bus Bandros di Kota Bandung?
2. Bagaimana kepuasan pengguna pada Bus Bandros di Kota Bandung?
3. Bagaimana pengaruh tour guide performance terhadap kepuasan pengguna Bus Bandros di Kota Bandung?
1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1. Maksud Penelitian
Maksud penelitian ini dilakukan untuk mencari data dan informasi yang diperlukan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai tour guide performance terhadap kepuasan pengguna bus Bandros di Kota Bandung.
Informasi yang didapatkan dikumpulkan dan disusun dalam bentuk lapoan SKRIPSI yang meupakan salah satu syarat ujian guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Program Pendidikan Manajemen Pemasaran Univesitas BSI.
1.3.2. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian yang dilakukan pada penulisan skripsi ini adalah untuk:
1. Mengetahui tour guide performance pada Bus Bandros di Kota Bandung.
2. Mengetahui kepuasan pengguna Bus Bandros di Kota Bandung.
3. Mengetahui pengaruh tour guide performance terhadap kepuasan pengguna Bus Bandros di Kota Bandung.
1.4. Manfaat Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini, diharapkan akan memiliki manfaat sebagai berikut :
1.4.1. Manfaat Akademis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi tambahan bagi mahasiswa dan pembaca lainnya tentang pengaruh tour guide performance terhadap kepuasan pengguna bus Bandros di Kota Bandung.
1.4.2. Manfaat Praktis
Dengan adanya penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan manfaat bagi :
1. Bagi Perusahaan
Dengan adanya penelitian ini penulisan harapkan dapat menjadi sumbangan dan bahan masukan yang bermanfaat bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan mengenai pengaruh tour guide performance terhadap kepuasan pengguna bus Bandros di Kota Bandung.
2. Bagi penulis
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan penulis mengenai manajemen pemasaran khususnya mengenai pengaruh tour guide performance dan kepuasan, yang telah penulis dapatkan selama kuliah sehingga penulis mampu membandingkan teori-teori yang didapatkan di perkuliahan dengan penerapan yang sebenarnya di lingkungan usaha yang nyata.
3. Bagi pihak lain yang berkepentingan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan sebagai tambahan pengetahuan dibidang pemasaran. Khususnya pengaruh tour guide performance dan kepuasan pengguna bus Bandros di Kota Bandung.