Berdasarkan uraian di atas, mengingat pentingnya upah minimum bagi pekerja/buruh sebagai perlindungan kesejahteraan pekerja. Bagaimana aturan hukum mengenai upah minimum yang dibayarkan pengusaha kepada pekerja/buruh dalam UU Ketenagakerjaan? Dalam pasal 1 angka 4 undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang penciptaan lapangan kerja disebutkan bahwa pekerja/buruh adalah setiap orang yang menerima pekerjaan dan upah atau imbalan dalam bentuk lain8.
Pengusaha wajib memberikan kesempatan yang memadai kepada pekerja/buruhnya untuk melaksanakan ibadah yang diwajibkan agamanya. Sesuai dengan Pasal 99, setiap pekerja/buruh dan keluarganya berhak memperoleh jaminan sosial di tempat kerja. Sesuai dengan Pasal 104, setiap pekerja/buruh berhak membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh. k) Hak untuk mogok.
Merupakan hak dasar pekerja/buruh dan pekerja/serikat buruh untuk melakukan mogok kerja yang sah, tertib dan damai sebagai akibat dari kegagalan perundingan. Undang-undang nomor 21 tahun 2000 membagi serikat pekerja menjadi serikat pekerja dalam perusahaan dan serikat pekerja luar perusahaan. Selanjutnya serikat pekerja/serikat buruh tersebut dapat membentuk federasi/serikat buruh atau konferensi serikat pekerja/serikat buruh.
Berdasarkan ketentuan ayat 4 Pasal 1 UU No. 21 Tahun 2000, serikat pekerja/serikat buruh adalah gabungan dari serikat pekerja/serikat buruh16.
Tinjauan umum tentang hubungan kerja 1) Pengertian hubungan kerja
Perjanjian kerja merupakan alat untuk menciptakan hubungan hukum antara pekerja/pegawai dengan pengusaha dalam suatu hubungan kerja31. “Perjanjian kerja adalah suatu perjanjian yang mana salah satu pihak (pekerja) berkewajiban, atas perintah pihak lain, yaitu pemberi kerja, untuk jangka waktu tertentu untuk melaksanakan pekerjaan dan menerima upah” 32. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Perjanjian Kerja adalah perjanjian antara pekerja/pegawai dengan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat-syarat.
Berdasarkan ketentuan Pasal 52 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang telah diubah dengan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, kontrak kerja dibuat secara tertulis dan lisan. Ed. 1. Sabtu. 7. Jakarta: Sinargrafia, 2017, hal. 43. undang-undang no. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan juncto UU No. 11 Tahun 2020 tentang Penciptaan Lapangan Kerja) bagi seseorang yang dianggap mampu membuat kontrak kerja. Berdasarkan ketentuan ayat 2 dan 3 Pasal 52 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan juncto UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yaitu kontrak kerja yang dibuat oleh para pihak dan bertentangan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf a dan b dapat dihapus.
Dalam perjanjian kerja pasti ada pekerjaan yang diperjanjikan (objek perjanjian), pekerjaan itu harus dilakukan sendiri oleh pekerja, hanya dengan izin majikan barulah ia dapat memerintahkannya. Berdasarkan pasal 51 ayat 1 undang-undang ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003 yang telah diubah dengan undang-undang nomor 11 tahun 2020, perjanjian kerja dapat dibuat dalam bentuk lisan/tidak tertulis dan tertulis. Meskipun perjanjian kerja dibuat secara lisan/tidak tertulis, namun perjanjian kerja jenis ini dapat mengikat pekerja dan pengusaha untuk melaksanakan isi perjanjian kerja.
42 https://gajimu.com/kerja-yanglayak/jaminan-kerja-1/perkerjaan-kerja#apa-saja-jen-perkerjaan-kerja-sepas-besarnya> [Diakses 9 Agustus 2022]. Merupakan perjanjian kerja antara pekerja/bengkel dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja untuk waktu tertentu atau untuk suatu pekerjaan tertentu. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021, merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tetap, Kontraktor, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat serta Pemutusan Hubungan Kerja Waktu Tetap berdasarkan dalam: jangka waktu.
44https://gajimu.com/pekerjaan-yanglayak/jaminan-kerja-1/perjanjan-kerja#apa-saja-jenis-perjanjan-kerja- mengikut bentuknya> [Diakses pada 9 Ogos 2022]. Pengaturan kerja harian dibuat dengan syarat pekerja/pekerja bekerja kurang daripada dua puluh satu hari sebulan. Ia adalah perjanjian pekerjaan antara pekerja/pekerja dan majikan untuk mewujudkan hubungan pekerjaan tetap.
Tinjauan Umum Tentang Pengupahan 1) Pengertian Upah
Besar kecilnya upah yang diberikan oleh perusahaan tergantung pada nilai barang atau jasa yang dihasilkan oleh orang yang bersangkutan. Semakin besar nilai barang atau jasa yang dihasilkan seseorang, maka semakin besar pula upah atau imbalan yang diterimanya49. Selain itu, untuk memastikan upah yang diterima tidak terlalu rendah, pemerintah turut serta menetapkan standar upah minimum melalui peraturan perundang-undangan.
Sistem pengupahan berdasarkan waktu adalah sistem pengupahan yang dasar pembayaran upahnya didasarkan pada waktu kerja orang yang bekerja. Satuan waktu dapat ditentukan berdasarkan waktu kerja per jam, per minggu, per hari atau per bulan. Kelemahan dari sistem pengupahan berbasis waktu adalah seringkali seorang pekerja menjadi kurang aktif dan kurang teliti dalam melaksanakan suatu pekerjaan, karena besarnya upah yang diterima tidak ditentukan berdasarkan prestasi kerja pekerja tersebut52. Pada prinsipnya sistem pengupahan bagi hasil adalah suatu sistem pengupahan yang membagi sebagian keuntungan perusahaan kepada para pekerja, di samping penghasilan yang diterima di luar upah yang diterima secara berkala oleh para pekerja55.
Sistem penggajian berbasis kinerja adalah sistem pengupahan yang menentukan upah sesuai dengan prestasi kerja yang diterima pekerja/pegawai. Sistem pengupahan skala geser merupakan sistem pengupahan yang besarnya upah ditentukan berdasarkan kemajuan dan kemunduran hasil penjualan. Oleh karena itu, ketika biaya hidup meningkat maka upah yang dibayarkan kepada pekerja akan meningkat dan sebaliknya.
Lembur adalah pembayaran dari pemberi kerja yang memberikan pekerjaan kepada pekerja setelah jam kerja berakhir60. Pekerja yang ditempatkan pada jabatan tertentu tidak berhak atas upah lembur, dengan ketentuan pekerja tersebut menerima gaji yang lebih tinggi. Upah minimum adalah upah yang ditetapkan dengan tujuan untuk melindungi pekerja agar upah yang diberikan pengusaha kepada pekerja/buruh adalah wajar dan manusiawi.
36 Tahun 2021 menegaskan upah minimum hanya berlaku bagi pegawai dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Sementara itu, pengupahan bagi pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih harus berpedoman pada struktur dan skala pengupahan yang akan disusun dan dilaksanakan oleh perusahaan62. Upah Minimum Provinsi (UMP) merupakan upah minimum yang berlaku bagi seluruh kabupaten/kota dalam satu provinsi dan wajib ditetapkan setiap tahun oleh Gubernur (Pasal 27 ayat (1) PP 36/2021).
Tinjaun Tentang Perlindungan Hukum 1) Pengertian Perlindungan Hukum
68 Asri Wijaya, Hukum Ketenagakerjaan: Pasca Reformasi, edisi ke-1. cet 7, Jakarta, ray grafis 2017, hal. 11. a) Memberdayakan dan memanfaatkan tenaga kerja secara optimal dan manusiawi. Tujuan undang-undang ketenagakerjaan tidak lain adalah pemberdayaan dan pendayagunaan tenaga kerja secara optimal dan manusiawi. Oleh karena itu, tentunya dengan adanya peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan akan mampu meredam kejadian-kejadian tersebut.
Hal ini tentunya juga merupakan bagian dari cara memperkuat dan mendayagunakan pegawai sesuai dengan potensinya. Para pekerja selalu berteriak tentang sistem kerja kontrak, upah dll. semuanya bermuara pada kesejahteraan pekerja. Tentu saja hal-hal seperti di atas merupakan bagian dari kurangnya perlindungan terhadap pekerja sehingga tidak bisa menuntut atas ketidakadilan tersebut.
Hal ini berupa jaminan sosial umum atau mendasar bagi pekerja. Tujuan perlindungan sosial adalah agar pekerja dapat menjalani kehidupannya dan berkembang sebagai manusia pada umumnya, dan pada khususnya sebagai anggota masyarakat dan sebagai anggota keluarga. Kesehatan kerja mencakup peraturan yang dimaksudkan untuk membatasi kekuasaan pengusaha dalam memperlakukan pekerja sesuai keinginan mereka.
Oleh karena itu jelas bahwa kesehatan kerja bertujuan untuk melindungi atau melindungi pekerja dari kejadian/keadaan dalam hubungan kerja yang merugikan kesehatan dan moralitasnya pada saat pekerja melakukan pekerjaannya. Perlindungan teknis merupakan suatu jenis perlindungan tenaga kerja yang berkaitan dengan upaya melindungi pekerja dari bahaya kecelakaan yang disebabkan oleh alat atau bahan kerja yang dikerjakan. Berbeda dengan perlindungan kerja lainnya, keselamatan kerja tidak hanya memberikan perlindungan kepada pekerja saja.
Sehingga pekerja dapat semaksimal mungkin fokus pada pekerjaannya tanpa khawatir sewaktu-waktu akan terjadi kecelakaan kerja. Bagi pemerintah (dan masyarakat), dengan adanya dan dipatuhinya peraturan keselamatan kerja maka apa yang direncanakan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat akan tercapai melalui peningkatan produksi perusahaan baik kualitas maupun kuantitas. c) Perlindungan Ekonomi Pekerja. Perlindungan ekonomi adalah suatu jenis perlindungan yang berkaitan dengan upaya memberikan penghasilan yang cukup kepada pekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya dan keluarganya, termasuk dalam hal pekerja tidak dapat bekerja karena suatu hal di luar kemauannya.
Ruang Lingkup Penelitian
Jenis Penelitian
Sumber Bahan Penelitian
Bahan hukum tersier yaitu berbagai bahan yang memberikan informasi atau pedoman tentang bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum, kamus bahasa Indonesia dan pencarian di website terkait.
Metode pengumpulan data
Metode Analisis data