BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada saat penulis melaksanakan praktek laut diatas kapal SPOB WIJAYA KUSUMA 2 selama 12 bulan, kapal ini merupakan kapal Bunkering GRT 1421 T dengan destinasi tujuan merak - bengkulu yang menggunakan 2 mesin induk Yanmar 6A YM berjenis mesin 4 tak yang mempunyai 6 silinder, yang mempunyai tenaga 2 X 800 HP. RPM = 1.652.
Kapal ini juga dilengkapi mesin pendingin makanan, berikut data mesin pedingin makanan. Pada mesin pendingin makanan di SPOB.WIJAYA KUSUMA 2 mempunyai 1 ruang penyimpanan makanan berjenis Frezzer yang menggunakan satu mesin pendingin makanan yang disalurkan menuju 2 evaporator yang berbeda dalam masing-masing ruangan dengan pengaturan
menggunakan thermostart yang dapat mengatur suhu yang dibutuhkan.
Pada SPOB.WIJAYA KUSUMA 2 mesin pendingin makanan digunakan untuk mendinginkan 2 jenis ruang penyimpanan makanan yaitu meat room dan vegetable room, tentunya di setiap ruangan memerlukan suhu pendinginan yang berbeda-beda tergantung kebutuhan pemakaian, dimana bahasan pengamatan pada karya ilmiah ini didasarkan pada pengalaman selama praktek laut diatas kapal tersebut. Berdasarkan pengamatan ditemukan beberapa masalah, penyebab, dan upaya pencegahan melekatnya bunga es pada pipa evaporator mesin pendingin makanan. Setelah diamati ditemukan beberapa masalah yang disebabkan kurangnya perhatian dan perawatan terhadap bagian-
bagian mesin pendingin makanan diatas kapal yang menjadi faktor penting penyebab melekatnya bunga es pada pipa evaporator.
B. Hasil Penelitian
Hasil penelitian diambil dari metode pengumpulan data dengan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Berikut adalah data yang diambil dari proses observasi atau pengamatan terhadap mesin pendingin makanan di atas kapal SPOB.WIJAYA KUSUMA 2. Mesin pendingin makanan digunakan untuk 2 ruangan frezzer yang menggunakan dua evaporator yang berbeda yang suhunya diatur menggunakan Thermostat, untuk ruangan frezzer suhu yang diatur antara -9 derajat celcius sampai -16 derajat celcius. Mesin pendingin tersebut mempunyai evaporator berjenis plate, merupakan pipa yang diberi plat logam tipis atau sirip- sirip yang berfungsi untuk memperluas permukaan evaporator sehingga dapat menyerap panas lebih banyak. Pada evaporator ini pernah ada masalah tentang menumpuknya bunga es yang
menutupi seluruh permukaan evaporator dan pipa-pipa sehingga proses pendinginan kurang maksimal yang berpengaruh terhadap rusaknya bahan makanan dan yang paling fatal bisa memnyebabkan pembusukan bahan makanan.
Hasil penelitian diambil dari metode wawancara, pada kesempatan ini sumber informan saya adalah masinis 2 dan electriciant pada kapal SPOB WIJAYA KUSUMA 2, dan yang akan saya tanyakan guna mendapatkan informasi tentang melekatnya bunga es pada pipa evaporator yang pernah terjadi di kapal SPOB WIJAYA KUSUMA 2, menurut crew kapal factor-faktor yang menyebabkan melekatnya bunga-bunga es adalah :
a. Temperatur setting terlalu rendah (tingkatkan temperatur setting dengan mengatur TEV atau sensornya.
b. Kapasitas coil kurang (pasang coil evaporator yang lebih besar)
c. Defrost tidak bekerja (check dan pastikan system defrost bekerja normal) d. Kekurangan refrigerant (Freon)
e. Blower tidak menyala sehingga pendingin tidak dingin dan tidak dapat mensirkulasi udara disekitar evaporator.
f. Oli berada di evaporator g. Pipa kapiler tersumbat.
h. Ekspansi buntu.
i. Evaporator kotor
Selain itu juga terdapat dokumentasi foto disaat evaporator mesin pendingin makanan SPOB WIJAYA KUSUMA 2 terdapat bunga es yang melekat sehingga mengurangi kinerja dari proses pendinginan mesin pendingin makanan.
Berikut foto pada saat evaporator pada mesin pendingin makanan di kapal SPOB WIJAYA KUSUMA 2 mengalami kebekuan.
Gambar 4.1 Bunga Es pada Evaporator
Keadaan evaporator beku tertutup es, sehingga udara blower tidak bisa mengalir dengan sempurna, sehingga pendinginan tidak maksimal.
Selain terdapat pada evaporator, bunga es juga terdapat pada pipa pipa mesin refrigerator kapal SPOB WIJAYA KUSUMA 2.
Gambar 4.2 Defrosting Pipa Refrigerant
Gambar 4.3 Pembersihan Filter Drier
Gambar 4.4 Katup Selenoid Refrigerant
Gambar 4.5 Ruang penyimpanan (Freezer)
4.6 Compressor Unit
Gambar 4.7 SPOB.WIJAYA KUSUMA 2
Masalah ini diketahui karena pada saat kejadian tersebut suhu kamar pendingin berubah drastis dan pendinginan bahan makanan tidak maksimal. Jika evaporator dan pipa-pipa tertutup bunga es seperti diatas, banyak faktor yang mengakibatkan masalah tersebut terjadi.
Sedangkan upaya untuk menghilangkan bunga es pada pipa-pipa evaporator mesin pendingin makanan adalah :
a. Bukalah penutup filter pada AC split. Jika terdapat bunga es pada evaporatornya, langsung matikan AC dan tunggu bunga es berkurang.
b. Bersihkan filter udara yang terdapat pada indoor, serta bersihkan juga sirip pipa evaporator yang kotor
c. Pengecekan pada thermosstart, jika thermosstart sudah tidak berfungsi segera ganti dengan yang baru
d. Pengecekan pada saluran freon, apakah terjadi kebocoran pada freon, apabila terjadi kebocoran segera perbaiki atau ganti dengan yang baru.
e. Periksa motor blower pada indoor, jika motor blower tidak bekerja sama sekali segeralah perbaiki motor blower
f. Periksa juga thermistor, jika thermistor rusak atau tidak terpasang pads tempatnya maka akan mengakibatkan compressor akan bekerja secara terus-menerus
Masalah yang sering timbul pada mesin pendingin khusus nya pada evaporator juga bisa dipantau atau diatur menggunakan alat-alat bantu yang
membantu kinerja dari system pendingin makanan. Berikut adalah alat-alat bantu yang mempengaruhi kinerja mesin pendingin makanan di atas kapal beserta fungsinya.
1. Oil separator
Suatu alat yang digunakan untuk memisahkan minyak pelumas yang ikut termampatkan oleh kompresor dengan uap refrigerant. Oli yang ikut bersama refrigerant harus dipisahkan karena jika hal ini terjadi terus menerus, maka dalam waktu singkat kompresor akan kekurangan minyak pelumas sehingga pelumasan kurang baik, disamping itu minyak pelumasan tersebut akan masuk kedalam kondensor dan kemudian ke Evaporator sehingga akan mengganggu proses perpindahan kalor (Arismunandar dan Saito, 2005). Oil separator dipasang diantara kompresor dan kondensor.
2. Indikator (Gelas penduga)
Merupakan alat yang digunakan untuk melihat aliran cairan refrigerant pada mesin pendingin. Alat ini dipasang pada saluran cairan refrigerant bertekanan tinggi antara receiver dan katup ekspansi.
3. Alat penukar panas (Heat exchanger)
Merupakan suatu alat penukar panas yang gunanya untuk menambah kapasitas mesin refrigerasi dengan cara menyinggungkan antara saluran cairan refrigerant yang bertekanan tinggi dari receiver tank dengan saluran uap refrigerant bertekanan rendah dari evaporator sehingga terjadinya perpindahan panas dari cairan refrigerant bertekanan tinggi ke uap refrigerant yang akan dihisap oleh kompresor. Sehingga cairan refrigerant bertekanan tinggi mengalami penurunan tekanan sebelum mengalir ke katup ekspansi karena penurunan temperatur (Hartanto,1985)
4. Kran Selenoid (solenoid valve)
Kran solenoid adalah kran yang digerakkan dengan ada dan tidaknya aliran listrik, kran ini pada umumnya dipasang pada saluran cairan bahan pendingin bertekanan tinggi atau sebelum katup ekspansi (Hartanto,1985).
Selain alat bantu sistem refrigerasi juga memerlukan sejumlah kontrol guna mempertahankan kondisi operasi dan mengatur arus refrigerant agar peralatan bekerja aman dan ekonomis, antara lain :
1. Manometer
Alat ini digunakan untuk mengukur tekanan pada mesin refrigerasi yang pada umumnya dipasang pada saluran pengeluaran (discharge) kompresor,
saluran pengisapan (suction) kompresor, saluran minyak pelumasan, kondensor, tangki penampung dan akumulator (pada evaporator basah).
2. Thermometer
Alat ini digunakan untuk mengukur temperatur, pada mesin refrigerasi biasanya digunakan untuk mengukur temperatur ruang pendingin, media pendingin (masuk dan keluar) kondensor, refrigerant pada saluran hisap dan keluar kompresor dan sebagainya.
3. Alat pengaman
Alat ini digunakan untuk mengamankan mesin pendingin apabila terjadi keadaan pengoperasian yang tidak sesuai dengan yang diinginkan, jenis alat pengaman yang sering digunakan dapat berbentuk saklar dan katup atau keran. Adapun jenisnya antara lain:
a) Saklar tekanan tinggi (High pressure control/ LPC)
Adalah saklar listrik yang kerjanya dipengaruhi oleh keadaan refrigerant didalam mesin pendingin yang bertekanan tinggi, alat ini dapat mematikan kompresor secara automatic apabila tekanan pengeluaran kompresor terlalu tinggi (lebih tinggi dari batas tekanan yang telah ditentukan).
b) Saklar tekanan rendah (low pressure control/LPC)
Pada prinsipnya alat ini merupakan suatu saklar automatic yang bekerja berdasarkan tekanan hisap dari kompresor, apabila tekanan hisap dari kompresor, apabila tekanan hisap komporesor terlalu rendah, maka alat ini akan memutuskan aliran listrik ke motor penggerak kompresor sehingga kompresor akan mati. Apabila tekanan penghisapannya naik
sesuai dengan yang ditentukan maka secara automatic akan menghidupkan kompresor kembali.
c) Saklar tekanan minyak pelumas (oil pressure control)
Alat control yang dapat mematikan kompresor secara automatic apabila tekanan minyak pelumas pada kompresor terlalu rendah. Pada alat ini terdapat dua buah diafragma yang masing-masing kerjanya dipengaruhi oleh tekanan minyak pelumasan dan tekanan penghisapan kompresor, oleh karena itu alat ini selalu dihubungkan dengan saluran penghisapan kompresor.
d) Saklar temperatur (thermostat)
Alat yang dapat mematikan kompresor secara automatic apabila temperatur ruangan yang didinginkan mencapai pada temperatur yang dikehendaki. Alat ini menggunakan tabung perasa (sensor bulb) yang ditempatkan pada ruang pendingin untuk mendeteksi temperatur ruang pendingin, apabila suhu diruang pendingin sudah sesuai dengan yang ditentukan maka thermostat akan mematikan kompresor.
C. Penyajian Data
Pada pengoperasian mesin pendingin diatas kapal SPOB WIJAYA KUSUMA 2 selama saya mengadakan penelitian, ada beberapa masalah yang sering ditemui diantaranya adalah terdapat es yang melekat pada evaporator dan pipa-pipa mesin pendingin makanan yang menyebabkan kurang optimal kinerja mesin pendingin makanan.
Berikut beberapa penyebab yang sering ditemukan pada permasalahan tersebut:
1. Temperatur setting terlalu rendah (tingkatkan temperatur setting dengan mengatur TEV atau sensornya)
2. Kapasitas coil kurang (pasang coil evaporator yang lebih besar)
3. Defrost tidak bekerja (check dan pastikan system defrost bekerja normal) 4. Kekurangan refrigerant (Freon)
D. Analisis Data
Mengingat pentingnya mesin pendingin makanan di atas kapal, maka di dalam karya ilmiah terapan ini penulis membahas permasalahan yang terjadi pada melekatnya bunga-bunga es pada pipa-pipa evaporator di kapal SPOB WIJAYA KUSUMA 2 bahwa pernah terjadi penambahan suhu pada ruangan pendingin dimana kejadian itu disebabkan oleh tidak sempurnanya kinerja dari mesin pendingin makanan, hal ini diketahui dengan adanya bunga es yang melekat pada kisi-kisi evaporator. Banyak hal yang menyebabkan mesin pendingin makanan tidak bekerja secara optimal sehingga mutu dan kualitas dari bahan makanan yang disimpan dalam frezzer maupun chiller rusak atau tidak tahan lama.
Sirkulasi udara dingin yang masuk kedalam ruang pendingin berkurang, dan serapan kalor terhadap panas oleh kisi-kisi evaporator menjadi tidak sempurna karena ditutupi oleh bunga es pada semua bagiannya yang menjadikan sirkulasi udara dingin terhambat dan kalor atau panas dari ruangan pendingin tidak diserap dengan sempurna oleh evaporator.
E. Pembahasan
Mesin pendingin makanan diatas kapal sifatnya sangat penting dan vital, mesin pendingin makanan digunakan untuk menyimpan seluruh bahan makanan
untuk seluruh awak kapal dalam satu pelayaran, apabila mesin pendingin makanan tidak bekerja optimal akan menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi seluruh awak kapal karena berpengaruh pada kualitas makanan dan kebutuhan asupan nutrisi bagi seluruh awak kapal, dan kerugiannya makanan akan cepat basi dan rusak sehingga tidak bisa dikonsumsi lagi dan bahan makanan akan terbuang percuma. Dengan demikian perlu adanya perhatian khusus pada perawatannya. Banyak sekali factor-faktor penyebab melekatnya bunga es pada evaporator yang menyebabkan kurang optimalnya proses pendinginan makanan yang berada diatas kapal selama proses pelayaran dan sangat merugikan bagi seluruh awak kapal.
Penulis akan menjawab analisa rumusan masalah pada karya ilmiah terapan ini dan beserta cara-cara penanggulangan atau perawatan masalah-masalah tersebut. Antara lain :
1. Apa penyebab pipa-pipa evaporator bisa terdapat bunga es yang melekat?
2. Bagaimana upaya untuk menghilangkan bunga es pada pipa–pipa evaporator?
Berikut adalah cara-cara penanggulangan serta perawatan masalah-masalah tersebut.
1. Udara blower tidak berhembus sempurna
Jika seluruh permukaan evaporator tertutup oleh bunga es maka udara blower pada pendinginan tidak dingin dan tidak dapat mensirkulasi udara yang mengandung uap air disekitar evaporator karena terserap hawa panasnya dan evaporator akan mengembun serta menempel pada sirip-sirip evaporator, embun tersebutlah yang akan menjadi bunga es karena terus menerus terserap hawa panasnya.
2. Evaporator unit kotor
Bunga es yang terdapat pada Evaporator juga bisa disebabkan karena evaporator tersebut kotor, karena kotoran yang terlalu tebal menyebabkan evaporator tertutup, sehingga menyebabkan hembusan angin kurang kencang
karena terhalang oleh debu. Debu dan kotoran akan menyebabkan evaporator beku dan angin dari blower tidak bisa keluar karena terhalang gumpalan es di evaporator, kotoran tersebut juga akan menghalangi sensor temperatur suhu
atau thermistor cooler di evaporator, terhalangnya thermistor cooler dari hembusan blower membuat temperatur kerja dari sensor suhu atau thermistor cooler untuk memberikan signal cut off ke kompresor tidak tercapai, kalau temperatur kerja tidak tercapai, maka kompresor tidak bisa on/off dan akan kerja terus menerus. Dengan bekerja terus menerus tanpa on/off dari kompresor mulai terbentuk gumpalan es di evaporator dan menghalangi aliran udara dari blower. Perlu dilakukan pembersihan evaporator secara berkala untuk mencegah hal tersebut, bersihkan unit evaporator dari kotoran yang menempel menggunakan kuas atau sikat, jika evaporator masih menempel bunga es cairkan dengan mematikan mesin dan biarkan cair dengan sendirinya, atau semprot dengan air tawar, jangan mencoba membersihkannya dengan memukul atau mencongkel dengan benda tajam karena akan merusak unit evaporator.
3. Kekurangan refrigerant dan pipa kapiler tersumbat
Kekurangan refrigerant (freon) merupakan salah satu penyebab timbulnya bunga es, sebab ketika tekanan refrigerant dalam evaporator kurang menyebabkan refrigerant tidak stabil dan menimbulkan bunga es pada
evaporator, pipa kapiler tersumbat juga bisa menimbulkan bunga es tetapi
jika pipa kapiler telah tersumbat total maka pendinginan tidak akan dingin sama sekali, jadi bunga es dapat disebabkan oleh pipa kapiler yang tersumbat tetapi masih bisa mengalirkan refrigrant karena jumlah refrigrant yang masuk lebih sedikit karena terhambat kotoran pada pipa kapiler, ciri-ciri pipa kapiler tersumbat adalah tekanan refrigerant yang rendah dan arus listrik yang tinggi, untuk mengatasi hal ini perlu penggantian pipa kapiler dan pembersihan system refrigrant.
4. Oli berada di evaporator
Oli didalam evaporator juga berpotensi menimbulkan bunga es, sebab pipa evaporator yang seharusnya mengalirkan refrigrant secara lancar tetapi
karena sebagian pipa evaporator kemasukan oli menyebabkan daerah penyerapan panas tidak merata keseluruh permukaan evaporator dan menimbulkan bunga es karena penyerapan panas yang seharusnya sepanjang pipa evaporator tetapi karena sebagian kemasukan oli sehingga penyerapan pada satu titik lebih tinggi dibanding ketika normal
5. Katup ekspansi buntu
Katup ekspansi berfungsi untuk mengabutkan cairan Freon dari dryer ke evaporator dengan temperatur dan tekanan yang rendah, katup ekspansi bisa
rusak dan kemungkinan besar bisa merembet ke evaporator yang ikut terkena kotoran, gejala yang timbul tekanan suction cenderung vacum, Untuk mengatasi hal ini maka dapat dilakukan pembersihan condenser (cleaning), menaikkan efek pendinginan condenser dengan jalan menaikkan putaran kipas atau juga bisa meningkatkan volume air pendingin condenser (water
cooled). Terdapatnya bunga es di evaporator biasanya evaporator telah dilengkapi dengan sistem pencairan bunga es (system defrost) yang menumpuk di permukaan coil evaporator. Tetapi bila system defrostnya tidak bekerja sehingga terjadi penumpukan bunga es di evaporator maka dapat menghambat penyerapan panas oleh evaporator, akibatnya proses evaporasi tidak berjalan dengan maksimal, sehingga masih ada liquid refrigerant yang keluar dari evaporator.
6. Filter udara tersumbat
Filter udara pada evaporator tersumbat oleh debu dan kotoran sehingga udara yang melewati evaporator tersumbat oleh debu dan kotoran sehingga udara yang melewati evaporator tidak dapat bersikulasi dengan baik, perlu adanya pembersihan filter agar sirkulasi menjadi lancar.
Berikut bagaimana upaya untuk menghilangkan bunga es pada pipa-pipa evaporator, ketika evaporator tertutup oleh bunga es pada kisi-kisinya hal yang
perlu dilakukan untuk membersihkannya yaitu, matikan kompresor atau semprot dengan air yang bertekanan.
Dampak yang terjadi bila evaporator ditutupi bunga es yaitu, sirkulasi udara dingin tidak sempurna, sehingga menyebabkan proses pendinginan tidak lancar mengakibatkan panas pada ruangan tidak terserap oleh evaporator, penyimpanan makanan tidak akan bertahan lama dan menyebabkan rusaknya bahan makanan dan kerugian dalam pelayaran.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Prinsip kerja mesin pendingin merupakan suatu siklus. Uap panas (refrigerant) berasal dari evaporator dihisap oleh kompresor melalui saluran hisap, lalu disalurkan ke kondensor dengan suhu dan tekanan lebih tinggi. pada kondensor terjadi proses kondensasi pada uap refrigerant, lalu disalurkan ke pengontrol cairan melewati saringan dengan suhu dan tekanan tinggi. Cairan refrigerant mulai diatur, suhu dan tekanan pun menjadi lebih rendah, cairan refrigerant bersuhu dan bertekanan rendah masuk ke evaporator, cairan mulai diubah menjadi uap (panas) dengan menyerap panas dari udara kemudian masuk kembali ke kompresor dan seterusnya.
Berdasarkan uraian-uraian dari bab sebelumnya maka penulis mengambil kesimpulan tentang rumusan masalah yang menyebabkan melekatnya bunga- bunga es pada pipa-pipa evaporator dan akibat serta cara penanggulanganya, yaitu sebagai berikut :
1. Faktor yang menyebabkan melekatnya bunga es pada evaporator adalah blower kipas tidak menyala, cairan refrigerant kurang, evaporator kotor, katup ekspansi tersumbat, filter dryer kotor, terdapat oli pada evaporator, temperatur setting terlalu rendah, defrost tidak bekerja.
2. Upaya untuk menghilangkan bunga es yang melekat pada evaporator yaitu matikan mesin pendingin makanan dan perlahan semprot dengan air bertekanan.
B. Saran
Dari kesimpulan diatas penulis dapat memberikan saran mengenai permasalahan yang timbul dan dibahas dalam bab sebelumnya, dalam saran tersebut semoga dapat dijadikan pedoman dalam menyelesaikan masalah mesin pendingin yang terjadi diatas kapal khususnya tentang melekatnya bunga-bunga es pada pipa-pipa evaporator, antara lain sebagai berikut:
1. Sebaiknya perlu pengecekan terhadap elektro blower kipas, penambahan jumlah cairan refrigerant, selalu bersihkan evaporator, cek tekanan ekspansi, cek kebocoran oli, cek tekanan refrigerant, cek blower pendingin, atur temperatur yang sesuai kebutuhan, dan aktifkan defrost timer.
2. Selalu periksa pengaturan suhu di ruang pendingin dan atur sesuai kebutuhan ruangan jangan sampai berlebih agar tidak sampai terjadi gumpalan es, karena akan sulit untuk membersihkan dan bahanya bisa saja evaporator akan rusak oleh sebab itu sebaiknya dilakukan pembersihan sesuai prosedur.