PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pemberian asuhan kebidanan pada ibu nifas hari pertama yaitu dua jam setelah melahirkan, pada saat itu seorang ibu harus tidur terlentang kemudian miring ke kiri atau ke kanan kemudian duduk dan berdiri. Mobilisasi dini atau aktivitas segera dilakukan setelah beristirahat beberapa jam dengan beranjak dari tempat tidur ibu (pada persalinan normal). Apabila tidak melakukan mobilisasi dini maka dapat menyebabkan bendungan lochea dalam rahim, memperlambat mobilisasi alat kelamin ke keadaan semula, thrombosis vena, kekakuan atau penegangan otot-otot di seluruh tubuh dan sirkulasi darah dan pernapasan terganggu. Pada waktu masa nifas ibu berpeluang untuk terjadinya kematian maternal, sehingga perlu mendapatkan pelayanan kesehatan masa nifas yang optimal. 1
Mobilisasi dini adalah aktifitas yang dilakukan segera setelah beberapa jam dengan beranjak dari tempat tidur ibu bersalin normal. Kemampuan pasien dalam melaksanakan mobilisasi dini tidak sama antara pasien satu dengan pasien yang lain. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain seperti usia, status perkembangan, pengalaman yang lalu atau riwayat pembedahan sebelumnya, gaya hidup, tingkat pendidikan dan pemberian informasi oleh petugas kesehatan tentang proses penyakit. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemandirian pasien dalam pelaksanaan mobilisasi dini
adalah intervensi dari tenaga kesehatan (perawat, bidan dan dokter), pengetahuan keluarga besar (extended family) terhadap prosedur tindakan mobilisasi dini, dan motivasi diri sendiri.2
Motivasi merupakan istilah yang lebih umum yang menunjuk pada seluruh proses gerakan, termasuk situasi yang mendorong, yang timbul dalam diri individu, tingkah laku yang ditimbulkan, tujuan akhir dari gerakan atau perbuatan. Motivasi berarti membangkitkan motif membangkitkan daya gerak atau menggerakan seseorang atau diri sendiri untuk berbuat sesuatu dalam rangka mencapai suatu kepuasan atau tujuan. Motivasi yang dimiliki oleh ibu sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan mobilisasi dini secara mandiri. Informasi yang diberikan oleh petugas kesehatan jika tidak diikuti dengan motivasi yang baik membuat ibu akan tetap memiliki ketergantungan kepada petugas kesehatan dalam pelaksanaan mobilisasi dini. 3
Secara psikologis mobilisasi akan memberikan kepercayaan pada pasien bahwa dia mulai merasa sembuh. Perilaku kesehatan ini dipengaruhi oleh motivasi ibu nifas baik dari intrinsik maupun ekstrinsik. terdapatnya ibu nifas yang tidak mau melakukan mobilisasi dini dikaitkan dengan motivasi yang rendah. Oleh karena itu untuk meningkatkan motivasi ibu salah satunya dengan dukungan keluarga yang diberikan kepada ibu. Dukungan keluarga diartikan sebagai bantuan yang diberikan oleh anggota keluarga yang lain sehingga akan memberikan kenyamanan fisik dan psikologis pada orang yang dihadapkan pada situasi stress.4
Peran petugas kesehatan terutama bidan sangatlah penting, agar setelah
melahirkan ibu bersedia melakukan aktivitas setelah dua jam post partum, dengan menganjurkan ibu untuk melakukan mobilisasi dini dengan gerakan secara sederhana dan bertahap seperti miring kanan dan miring kiri, duduk setelah itu berdiri dari tempat tidur dan berusaha untuk berjalan Serta memberitahu ibu akan pentingnya mobilisasi dini.3
Menurut jurnal penelitian yang dibuat oleh Kartika Bellina, Mey Elisa Safitri dan Afrahul Padilah Siregar mengenai “Hubungan Motivasi ibu nifas, Dukungan Keluarga dan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan Mobilisasi Dini post sc di rs estomihi medan tahun 2020” menyatakan bahwa hasil penelitian ada hubungan motivasi dalam pelaksanaan mobilisasi dini post SC, yaitu motivasi rendah sebanyak 53,1%, diperoleh hasil (0,05). Ada hubungan dukungan keluarga dalam pelaksanaan mobilisasi dini Post SC, sebagian besar dukungan keluarga yang baik sebanyak 156,3, diperoleh hasil 0,05).
Ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan mobilisasi dini Post SC, dukungan tenaga kesehatan yang baik sebanyak 75%, diperoleh hasil (0,05).4 Penelitian yang dilakukan oleh Elisa Murti Puspitaningrum menyatakan bahwa Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemandirian pasien dalam pelaksanaan mobilisasi dini adalah intervensi dari tenaga kesehatan (perawat, bidan dan dokter), pengetahuan keluarga besar (extended family) terhadap prosedur tindakan dan motivasi diri sendiri. Motivasi yang dimiliki oleh ibu sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan ambulasi dini secara mandiri.5
Menurut peneliti ada hubungan motivasi ibu nifas dengan pelaksanaan
mobilisasi dini. Hal itu dikarenakan semakin tinggi motivasi seseorang untuk mencapai suatu tujuan, maka akan semakin tinggi semangat atau keinginan seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu demi mencapai perubahan dan tujuan yang ingin diwujudkannya.
Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan oleh penulis di PMB L melalui metode wawancara dengan 7 responden ibu nifas dengan persalinan normal, di dapatkan hasil 6 orang ibu nifas mengikuti bimbingan Bidan dan melakukan mobilisasi dini pada 2-8 jam dengan duduk tegak lurus di tempat tidur dan turun dari tempat tidur, menggerakkan kaki ke samping mengarah keluar tempat tidur, dan gerakan mengayun ibu untuk keluar dari tempat tidur serta melakukan jalan pelan-pelan. Sedangkan 1 orang yang tidak atau sulit untuk melakukan mobilisasi dini alasannya dikarenakan merasa sakit karena takut jahitan robek serta masih terasa lemas.
Berdasarkan latar belakang dan data-data yang sudah di peroleh di lapangan maka penulis tertarik mengambil judul untuk laporan tugas akhir terkait “ Gambaran Motivasi Ibu Nifas tentang Mobilisasi Dini di PMB L Kota Bandung tahun 2023 ”
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut “ Bagaimana Gambaran Motivasi Ibu Nifas tentang Mobilisasi Dini di PMB L Kota Bandung”
C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Motivasi Ibu Nifas tentang Mobilisasi Dini di PMB Bidan L tahun 2023.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui Gambaran Motivasi Intrinsik Ibu Nifas tentang Mobilisasi Dini di PMB L Kota Bandung
b. Untuk mengetahui Gambaran Motivasi Ekstrinsik Ibu Nifas tentang Mobilisasi Dini di PMB L Kota Bandung
D. Manfaat Penelititan a. Manfaat Teoritis
Dapat menjadi tambahan dalam memvariasikan hasil penelitian dan dapat menambah sumber bacaan sehingga nantinya hasil penelitian ini dapat dimengerti.
b. Manfaat Praktis
Dapat menjadi bahan informasi dan masukan dalam upaya meningkatakan pelayanan kesehatan khususnya pelayanan masa nifas mengenai pentingnya mobilisasi dini untuk kelangsungannya melakukan aktivitas dan merawat bayinya secara maksimal di PMB L Kota Bandung.
E. Ruang Lingkup
Ruang lingkup kebidanan ini difokuskan pada seluruh ibu nifas yang harus
melakukan mobilisasi dini pasca melahirkan karena untuk mempertahankan kemandirian serta percepatan hari rawat dan mengurangi resiko dan kompilkasi masa nifas di PMB Bidan L Kota Bandung.
F. Lokasi dan Waktu a. Lokasi
Tempat pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di PMB L Kota Bandung.
b. Waktu
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dari bulan Maret – Mei 2023.