• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian di dunia. World Health Organization (WHO) memperkirakan pada tahun 2020 PTM menyebabkan 73% kematian di dunia. Peringkat 5 terbesar PTM di Indonesia adalah penyakit kardivaskuler, penyakit pernafasan kronis, diabetes mellitus, kanker dan stroke. Penyakit kardiovaskuler meliputi hipertensi, penyakit jantung koroner, gagal jantung.

Di Indonesia hipertensi menduduki peringkat ke tiga di Indonesia sebagai penyakit PTM paling menyebabkan kematian (Husen, S.M.L dkk. 2022).

Jawa Barat menduduki peringkat ke-2 atau sebanyak 39,60% dengan kasus hipertensi tertinggi, dengan kelompok umur 55-64 tahun sebanyak 55,23%, umur 65-74 tahun sebanyak 63,22% dan umur 75+ tahun sebanyak 69,53%

kasus hipertensi. Sedangkan prevalensi penderita hipertensi yang secara rutin mengkomsusmsi obat antihipertensi pada kelompok umur 55-64 tahun sebanyak 57,66%, umur 65-74 tahun sebanyak 60,11% dan umur 75+ tahun sebanyak 57,35% (Riskedas 2018).

Hipertensi atau disebut juga The Sillent killer adalah suatu kondisi dimana pembuluh darah memliki tekanan darah tinggi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan diastolik ≥90 mmHg) yang menetap (WHO,2013). Hipertensi perlu mendapatkan perhatian khusus dan penanganan yang komprehensif mulai dari usaha preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif (Arianto, 2018). Penanganan hipertensi yang komprehensif bertujuan untuk menurunkan tekanan darah, meliputi terapi konvensional dan terapi non konvensional. Terapi konvensional merupakan terapi dengan pemberian obat - obatan yaitu obat anti hipertensi, sedangkan terapi non konvensional merupakan terapi komplementer yang dapat dilakukan dengan bekam, akupuntur, tanaman tradisional, akupresur, dan pijat (massage) (Ardiansyah, 2019).

Terapi pijat atau massage adalah salah satu terapi komplementer yang saat ini digunakan untuk hipertensi. Massage merupakan terapi paling

(2)

efektif untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi karena dapat menimbulkan efek relaksasi pada otot-otot yang kaku sehingga terjadi vasodilatasi yang menyebabkan tekanan darah turun secara stabil. Macam- macam metode massage yaitu metode Swedish massage, aroma massage, massage therapy, accupoint massage, scalp massage, without massage, back massage, classic massage, single session massage, mechanical massage, foot massage, dan whole body massage (Ardiansyah, 2019).

Gerakan-gerakan ritmis massage dapat mempercepat pengiriman darah dalam pembuluh vena sehingga dapat memperlancar sirkulasi darah dalam tubuh. Ada beberapa tekhnik dalam massage, yaitu gosokan (effleurage), meremas (petrissage), menekan (friction), memukul (tapotement), dan getaran (vibration). Tekhnik effleurage merupakan gerakan pijat dasar yang digunakan terapis dan cocok dilakukan diseluruh bagian tubuh, sebagai kontak dengan pasien untuk menghubungkan gerakan yang satu dengan yang lainnya, yang bertujuan untuk memperlancar peredaran darah dan memberikan efek penenangan, dan tekhnik petrissage membantu mempercepat aliran darah dan mendorong keluarnya sisa-sisa pembakaran (Ananto, 2017).

Foot massage merupakan salah satu terapi komplementer yang aman dan mudah diberikan dan mempunyai efek meningkatkan sirkulasi, mengeluarkan sisa metabolisme, meningkatkan rentang gerak sendi, mengurangi rasa sakit, merelaksasikan otot dan memberikan rasa nyaman pada pasien (Ainun, 2021). Foot massage bertujuan untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi kegiatan jantung dalam memompa, dan mengurangi mengerutnya dinding-dinding pembuluh nadi halus sehingga tekanan pada dinding-dinding pembuluh darah berkurang dan aliran darah menjadi lancar sehingga tekanan darah akan menurun (Patria, 2019).

Dari beberapa penelitian foot massage merupakan salah satu metode yang paling umum dari terapi komplementer, tidak memerlukan biaya yang terlalu mahal dan merupakan terapi manual yang dapat diterapkan dalam proses penyembuhan kesehatan yang dapat dilakukan oleh perawat (Ainun,

(3)

2021). Massage pada otot-otot besar pada kaki dapat memperlancar sirkulasi darah, merangsang jaringan otot, menghilangkan toksin, merilekskan persendian, meningkatkan aliran oksigen, mengendurkan ketegangan otot, sehingga membantu memperlancar aliran darah kejantung dan tekanan darah menjadi turun. Foot massage dapat memberikan efek relaksasi yang lebih besar terhadap sirkulasi darah keseluruh tubuh dari pada massage punggung (Yanti, 2019).

Hal ini sesuai dengan penelitian Ainun (2021) tentang “Terapi Foot Massage Untuk Menurunkan dan Menstabilkan Tekanan Darah Pada Hipertensi” yang menunjukkan hasil ada pengaruh massage kaki telah malaksanakan terapi foot massage 3 hari berturut turut selama 15 menit nyeri kepala hilang, badan terasa ringan, rileks dan hasil tekanan darah menjadi stabil.

Hasil penelitian lain oleh Patria (2019) tentang “Pengaruh Massage Kaki Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Kelompok Dewasa Yang Mengalami Hipertensi” yang menunjukkan hasil p-Value 0.000 untuk tekanan sistolik dan p-Value 0.001 untuk tekanan diastolik, yang berarti pada nilai α 0.05 dapat disimpulkan terdapat pengaruh massage kaki terhadap penurunan tekanan darah pada kelompok dewasa yang mengalami hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gisting.

Peran perawatkeluarga sangat penting dalam pemulihan pasien yang menderita hipertensi maupun orang yang mempunyai resiko menderita hipertensi. tugas yang dilakukan keluarga bidang kesehatan yaitu : Mengenal masalah kesehatan keluarga, Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga, Merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan, Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga, Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya bagi keluarga.

Adapun peran perawat dalam membantu keluarga yang anggota keluarganya menderita hipertensi antara lain : mampu mengenal asuhan keperawatan keluarg, sebagai pengamat masalah dan kebutuhan keluarga, coordinator pelayanan kesehatan, fasilitator Pendidikan kesehatan, penyuluhan dan

(4)

konsultan asuhan keperawatan keluarga yang menderitahipertensi (Indarti, 2015).

Dari hasil pendataan survei kelompok dan data dari kader di RW 03 Kelurahan Antapani Kidul. Mayoritas pra lansia di RW 03 Kelurahan Antapani Kidul mengalami hipertensi dengan jumlah 31,4% atau sebanyak 44 orang dari total lansia 140 orang. Rata-rata penderita pra lansia mengikuti program pengobatan hipertensi namun ada sebagian kecil penderita yang jarang sekali untuk mengontrol ke fasilitas kesehatan.

Kegiatan yang sudah pernah dilakukan oleh petugas setempat yaitu memberikan pendidikan kesehatan mengenai hipertensi dan pemberian terapi mentimun pada penderita hipertensi, namun belum pernah ada yang memberikan terapi foot massage sehingga peneliti tertarik mengambil penelitian ini, dan dilakukan pada keluarga Tn. P belum patuh terhadap pengobatan dan hipertensi sering kambuh akibat gaya hidup yang masih belum terkontrol dengan baik. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan “Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. P Pada Ny. I Dengan Pemberian Terapi Foot Massage Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Pada Hipertensi Untuk Menstabilkan Tekanan Darah Di Wilayah Kerja Puskesmas Jajaway Rt 03 Rw 03 Kelurahan Antapani Kidul Kota Bandung”.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Untuk menjelaskan “Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. P Pada Ny. I Dengan Pemberian Terapi Foot Massage Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Pada Hipertensi Untuk Menstabilkan Tekanan Darah Di Wilayah Kerja Puskesmas Jajaway Rt 03 Rw 03 Kelurahan Antapani Kidul Kota Bandung”.

2. Tujuan Khusus

a. Melakukan pengkajian keluarga pada Ny. I dengan hipertensi di Kelurahan Antapani Kidul.

(5)

b. Merumuskan diagnosa keperawatan keluarga pada Ny. I dengan hipertensi di Kelurahan Antapani Kidul.

c. Merumuskan intervensi keperawatan keluarga pada Ny. I dengan hipertensi di Kelurahan Antapani Kidul.

d. Melakukan implementasi keperawatan keluarga pada Ny. I dengan hipertensi di Kelurahan Antapani Kidul.

e. Melakukan evaluasi keperawatan keluarga pada Ny. I dengan hipertensi di Kelurahan Antapani Kidul.

f. Untuk mengidentifkasi hasil analisis inovasi keperawatan keluarga pada Ny. I dengan hipertensi di Kelurahan Antapani Kidul.

C. Manfaat

1. Manfaat keilmuan

Sebagai bahan masukkan kepada institusi pendidikan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar untuk acuan dalam pemberian asuhan keperawatan secara teori dan praktik.

2. Manfaat aplikatif a. Penulis

Menerapkan asuhan keperawatan keluarga dengan hipertensi, menambah pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan asuhan keperawatan kontrol pada pasien hipertensi.

b. Puskesmas

Sebagai bahan masukkan di Puskesmas dan dapat dimafaatkan sebagai bahan acuan dalam pemberian asuhan keperawatan secara teoritis dan praktik.

c. Keluarga

Sebagai informasi yang diharapkan menambah pengetahuan dan dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

Referensi

Dokumen terkait

Didapatkan bahwa dalam penilitian ini pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat terkait dengan HIV-AIDS pada ODHA khususnya di RT/RW 03/008 wilayah kerja UPT Puskesmas

5 melaksankan tindakan sesuai dengan intervensi yang telah dilakukan pada rencana keperawatan selama 3 hari 6 Evaluasi keperawatan pada Tn.I dengan masalah nyeri akut dan manajemen