• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan nasional, karena kesehatan menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia dan berguna untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yang pada gilirannya akan meningkatkan mutu sumber daya manusia. Angka kematian merupakan indikator outcome pembangunan kesehatan. Angka kematian dapat menggambarkan seberapa tinggi derajat kesehatan masyarakat di suatu wilayah (Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2021).

Indikator keberhasilan suatu bangsa dapat di lihat dari Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Mortalitas dan mordibitas pada wanita hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir adalah masalah besar di negara berkembang. Di Indonesia angka kematian ibu dan bayi relatif masih tinggi.

Sehingga diperlukan peran bidan dalam mendeteksi, mengatasi dan melakukan pencegahan mulai dari ibu hamil sampai bayi baru lahir, dengan melihat masalah tersebut maka diperlukan asuhan komprehensif yang bertujuan untuk mengurangi AKI dan AKB di Indonesia (Kemenkes RI, 2016).

Asuhan kebidanan komprehensif merupakan asuhan kebidanan yang diberikan secara menyeluruh di mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Dalam program pemerintah untuk mengurangi terjadinya kemungkinan komplikasi dengan cara melakukan asuhan dengan prinsip bersih dan aman, sehingga tidak berakhir dengan kematian (Prawirohardjo, 2014). Indikator Angka Kematian Ibu (AKI) atau Maternal Mortality Rate (MMR) menggambarkan besarnya risiko kematian ibu pada fase kehamilan, persalinan dan masa nifas di antara 100.000 kelahiran hidup dalam satu wilayah pada kurun waktu tertentu. Menurut data WHO (World Health Organization), sekitar 830 wanita meninggal karena komplikasi kehamilan atau persalinan di seluruh dunia setiap harinya. Data angka kematian ibu di dunia tahun 2017 mencapai 211 per 100.000 kelahiran (WHO, 2022).

(2)

Di seluruh dunia, Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia tercatat sebesar 177 kematian per 100 ribu kelahiran hidup pada 2017. Rasio itu sudah lebih baik dari belasan tahun sebelumnya yang lebih dari 200 kematian per 100 ribu kelahiran hidup. Kendati, AKI Indonesia masih ke tiga tertinggi di Asia Tenggara (Lidwina, 2021). Diperkirakan Jumlah kematian Ibu di Jawa Barat tahun 2021 berdasarkan pelaporan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota sebanyak 1206 kasus atau 147,43 per 100.000 KH, meningkat dibandingkan tahun 2020 yaitu 746 kasus. (Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2021).

Pada dasarnya penyebab kematian ada yang langsung dan tidak langsung, walaupun dalam kenyataannya terdapat interaksi dari berbagai faktor yang mempengaruhi terhadap tingkat kematian di masyarakat. Berbagai faktor yang berkaitan dengan penyebab kematian, baik langsung maupun tidak langsung, antara lain dipengaruhi oleh tingkat sosial ekonomi, kualitas lingkungan hidup, upaya pelayanan kesehatan dan lain-lain. (Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2021).

Adapun penyebab langsung yang berkaitan dengan kematian ibu adalah komplikasi pada kehamilan, persalinan dan nifas yang tidak di tangani dengan baik dan tepat waktu. kematian ibu yang terbanyak adalah pendarahan, hipertensi dalam kehamilan (eklampsia), infeksi, partus lama, dan komplikasi keguguran, penyebab tidak langsung dengan kematian ibu adalah penyakit atau komplikasi lain yang sudah ada sebelum kehamilan atau persalinan, misalnya hipertensi, penyakit jantung, hepatitis, anemia, malaria, dan lain-lain.

(Prawirohardjo, 2014).

Perdarahan postpartum menempati posisi tertinggi penyebab kematian ibu, yaitu sebesar 28%. Salah satu penyebab perdarahan postpartum yang paling sering secara tidak langsung adalah anemia dalam kehamilan. Munculnya anemia dalam kehamilan menyebabkan asupan oksigen yang tidak adekuat bagi ibu hamil dan janin sehingga menyebabkan munculnya berbagai gangguan baik pada saat kehamilan maupun pada saat persalinan. Anemia adalah salah satu penyebab tidak langsung munculnya perdarahan terbanyak pada ibu bersalin.

(3)

Anemia yang ditemukan pada ibu bersalin kemungkinan akan mengalami gangguan his, kekuatan mengejan, kala pertama dapat berlangsung lama, kala uri yang dapat diikuti retensio plasenta serta perdarahan post partum dan atonia uteri (Rahayu & Suryani, 2018). Kejadian perdarahan post partum dikarenakan atonia uteri sekitar 50-60 %, retensio plasenta sekitar 16- 17%, sisa plasenta sekitar 23 – 24%, laserasi jalan lahir sekitar 4 – 5 % dan kelainan darah sekitar 0,5 – 0,8%. Atonia uteri adalah pendarahan obstetri yang disebabkan oleh kegagalan uterus untuk berkontraksi secara memadai setelah kelahiran. Salah satu faktor predisposisi dari atonia uteri yaitu adanya anemia dalam kehamilan, induksi persalinan atau dipercepat dengan oksitosin. atonia uteri dapat menyebabkan terjadinya kehilangan darah yang banyak. (Cuningham, 2019).

Untuk membantu penurunan AKI dan AKB kehadiran bidan diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan yang telah ada sekaligus dapat meningkatkan cakupan program pelayanan KIA melalui peningkatan pemeriksaan kesehatan ibu hamil yang bermutu pertolongan persalinan, serta bidan dapat mendeteksi dini faktor kehamilan, dan peningkatan pelayanan neonatal. Bidan diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi yakni dengan melakukan asuhan secara komprehensif, sehingga diharapkan dengan adanya asuhan komprehensif tersebut dapat membantu meminimalkan dan mendeteksi secara dini adanya komplikasi pada kehamilan, persalinan, nifas maupun pada bayi baru lahir. Selain itu bidan juga dapat memberikan asuhan komplementer sesuai dengan kebutuhan pasien. Contohnya pada kasus persalinn, bidan mengajarkan ibu melakukan birthing ball dengan tujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan membantu penurunan kepala bayi ke dasar panggul sehingga kemajuan persalinan akan berjalan lebih cepat.

Berdasarkan uraian tersebut maka penulis bermaksud untuk mengangkat studi kasus yang berjudul “Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.A G1P0A0 Dengan Anemia Ringan Pada Kehamilan Dan Atonia Uteri di TPMB F. Retno Wijayanti Tahun 2023 dengan prosedur manajemen kebidanan dan didokumentasikan menggunakan metode SOAP. Di harapkan dengan asuhan tersebut penulis dapat memahami asuhan yang telah diberikan apakah telah sesuai atau tidak.

(4)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka perumusan masalah dalam laporan asuhan komprehensif kebidanan ini adalah “Bagaimana Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. A G1P0A0 Dengan Anemia Ringan Pada Kehamilan Dan Atonia Uteri di TPMB F. Retno Wijayanti Kota Bandung Periode April – Mei Tahun 2023 ?

C. Tujuan

1. Tujuan Umum

Menerapkan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. A G1P0A0

dengan dengan anemia ringan Pada Kehamilan Dan Atonia Uteri di TPMB F. Retno Wijayanti Tahun 2023 dengan menggunakan metode varney dan pendokumentasian SOAP.

2. Tujuan Khusus

a. Mampu memberikan asuhan kebidanan kehamilan secara komprehensif Ny.A G1P0A0 dengan anemia ringan di TPMB F. Retno Wijayanti

b. Mampu memberikan asuhan kebidanan persalinan secara komprehensif Ny.A G1P0A0 dengan atonia uteri di TPMB F. Retno Wijayanti.

c. Mampu memberikan asuhan kebidanan nifas secara komprehensif Ny.A G1P0A0 di TPMB F. Retno Wijayanti.

d. Mampu memberikan asuhan kebidanan bayi baru lahir secara komprehensif By. Ny.A di TPMB F. Retno Wijayanti

D. Ruang Lingkup

Penulisan laporan berupa asuhan kebidanan komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana (Continuity Of Care) pada Ny. A di Tempat Praktik Mandiri Bidan F Kota Bandung tahun 2023

(5)

E. Manfaat

1. Manfaat Teoritis

Dapat memberikan masukan untuk perkembangan ilmu dan wawasan terutama dalam memberikan asuhan kebidanan kompherensif, dan sebagai referensi bagi kebijakan pengambilan keputusan dalam memberikan asuhan kebidanan komprehensif.

2. Manfaat Praktis 1. Bagi Pasien

Dapat menjadi sumber informasi dan motivasi yang bermanfaat, bahwa penting untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dan menjadi bahan pertimbangan untuk kehamilan selanjutnya dengan melakukan kunjungan pemeriksaan yang lebih optimal.

2. Bagi TPMB

Dapat menambah pengetahuan, pengalaman dan pemahaman bidan tentang penelitian khususnya terkait dengan kepatuhan bidan terhadap standar pelayanan dan kewenangan bidan dalam menangani kehamilan dengan anemia ringan dan persalinan dengan penyulit atonia uteri.

3. Bagi Institut

Dapat mengembangkan pengetahuan dan materi perkuliahan baik di institusi maupun di lahan praktik sesuai dengan program studi kebidanan ataupun dalam pendidikan kesehatan lainnya yang berkaitan dengan masalah kebidanan, dan sebagai studi kepustakaan mengenai asuhan pelayanan kebidanan yang komprehensif.

F. Sumber Data

Sumber data yang digunakan berupa data primer yang didapatkan dari hasil anamnesa, observasi, hasil pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan lab. Selain dari data primer sumber data didapatkan juga dari data sekunder yang didapat melalui dokumen dari data rekam medis dan buku KIA pasien.

Referensi

Dokumen terkait

Description page 3.1 Electric oven 16 3.2 MLP Powder used as absorbent 17 3.3 Helios Gamma Spectrophotometer, UVG-152411 18 3.4 Gemmy orbit shaker, VRN-480 18 3.5 Scanning