Persamaan dengan penelitian yang dilakukan peneliti adalah sama-sama membahas tentang komunikasi organisasi dalam budaya organisasi dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Budaya organisasi sebagai sarana pembentukan citra” (Studi deskriptif strategi dan ukuran kualitas pelayanan Perseroan Terbatas Taspen kantor cabang Yogyakarta). Fokus penelitian ini adalah faktor budaya organisasi yang digunakan untuk membentuk citra perusahaan Perseroan Terbatas Taspen Cabang Yogyakarta.
Proses Sosialisasi Budaya Organisasi' (Studi Deskriptif Kualitatif pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat).
Kajian Literatur
Komunikasi Organisasi
Pengertian Komunikasi Organisasi
Aktifitas Komunikasi
Aktivitas Komunikasi Menurut Perilakunya a. Komunikasi Formal
Proses pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara informal dan tidak terikat secara kaku oleh pertimbangan protokol dan birokrasi (Suranto. Dari penjelasan di atas terlihat bahwa kegiatan komunikasi menurut perilakunya terdiri dari komunikasi formal yaitu proses pengiriman dan menerima pesan .untuk menyampaikan informasi secara resmi sehingga penanganannya juga dilakukan secara resmi dan informal, yaitu proses pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara informal dan tidak terikat erat dengan pertimbangan protokoler dan birokrasi.
Aktivitas Komunikasi Menurut Kelangsungannya a. Komunikasi Primer
Simbol sebagai media utama dalam proses komunikasi adalah bahasa, suatu tanda yang langsung digunakan sebagai sarana mengungkapkan perasaan atau pikiran komunikator kepada komunikator. Berdasarkan pengertian di atas maka proses komunikasi primer adalah proses komunikasi dimana komunikator menyampaikan pesan secara langsung kepada komunikator tanpa menggunakan media. Dalam konteks komunikasi organisasi, proses komunikasi primer ini mungkin melibatkan manajer dan karyawan, administrator dan anggota, namun umumnya proses komunikasi bersifat interpersonal.
Dari satu orang ke orang lain secara tatap muka, atau setidak-tidaknya di tempat yang sama dan pesan komunikasi disampaikan oleh peserta komunikasi tanpa melalui media. Dalam proses komunikasi primer, dimana komunikator dan komunikan bertemu secara tatap muka, maka dengan sendirinya akan terjadi proses saling persepsi. Oleh karena itu, ketika sebuah organisasi layanan publik melakukan seleksi pegawai, kriteria kemenarikan fisik menjadi salah satu pertimbangannya.
Kita akan lebih mudah menjalin komunikasi primer dengan orang-orang yang sudah kita kenal baik. Efendy (1997:16) Proses komunikasi sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan suatu instrumen atau sugesti sebagai media kedua setelah simbol digunakan sebagai media pertama (Suranto. Berdasarkan penjelasan di atas, terlihat bahwa yang dimaksud dengan komunikasi sekunder dalam organisasi adalah semua proses.
Teknik Komunikasi
Komunikasi Informatif
Komunikasi Persuasif
Dalam aktivitas sehari-hari dalam organisasi, teknik komunikasi persuasif dapat menjadi alternatif untuk menciptakan proses komunikasi yang harmonis, bersahabat, dan saling menghormati yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan teknik komunikasi yang demikian diharapkan akan selalu terjalin hubungan yang harmonis, baik secara internal maupun eksternal.
Komunikasi Koersif
Layanan Komunikasi
Layanan Komunikasi Publik Internal (Didalam Organisasi) Hakikat layanan komunikasi pada lingkup publik internal adalah
Layanan Komunikasi Publik Eksternal
- Budaya Organisasi
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pelayanan komunikasi ada dua yang terdiri dari internal dan eksternal, yaitu kegiatan menciptakan pemahaman melalui berbagai kegiatan pengelolaan dan pemberian informasi yang tujuannya untuk memperoleh kepuasan terhadap kualitas barang dan jasa.
Pengertian Budaya Organisasi
Budaya merupakan cara hidup dalam suatu organisasi.Budaya organisasi meliputi iklim atau suasana emosional dan psikologis, yang meliputi semangat kerja, sikap dan tingkat produktivitas para anggotanya. Budaya organisasi juga mencakup semua simbol dan makna yang ada yang dikaitkan dengan simbol-simbol tersebut oleh anggota organisasi. Makna dan pengertian budaya organisasi yang ada pada diri para anggota organisasi tidak tampak hanya dari tampilannya saja, melainkan melalui proses, interaksi dan komunikasi antar anggota organisasi tersebut (Morissan Dari ketiga definisi para ahli di atas, budaya organisasi adalah suatu bentuk upaya atau cara untuk mendapatkan perasaan, perasaan, suasana, karakter atau citra suatu organisasi dengan menggunakan sistem nilai, keyakinan, asumsi, norma yang berlaku dan disepakati sebagai pedoman berperilaku dalam organisasi dan memecahkan masalah yang timbul. dalam organisasi.
Menurut pendapatnya Deal & Kennedy, Miner dan Robbins dalam bukunya (Edy menyebutkan bahwa budaya yang kuat dan positif akan mempengaruhi perilaku dan efektivitas kinerja perusahaan karena akan menyebabkan antara lain sebagai berikut. Nilai-nilai kunci yang terjalin , mensosialisasikan, menginternalisasikan, menjiwai para anggota dan tidak terlihat. Memiliki pengaruh terhadap organisasi dalam tiga aspek: arah perilaku dan kinerja organisasi, penyebarannya kepada anggota organisasi dan kekuasaannya, yaitu dengan mendorong anggota untuk menjalankan nilai-nilai budaya.
Dari penjelasan di atas diketahui bahwa dalam suatu perusahaan yang memiliki budaya organisasi yang kuat, nilai-nilai bersama sangat dipahami, dianut dan diperjuangkan oleh sebagian besar anggota organisasi (karyawan perusahaan).
Fungsi Budaya Organisasi
Menciptakan identitas bersama bagi para anggota organisasi, yang pada akhirnya akan membantu membangun komitmen bersama terhadap organisasi. Menjadi pembentuk organisasi bisnis yang membantu anggotanya membedakan hal-hal baik dan buruk. Budaya organisasi memiliki empat fungsi dasar, yaitu rasa identitas dan peningkatan komitmen organisasi, alat pengorganisasian anggota, penegasan nilai-nilai dalam organisasi, dan mekanisme kontrol terhadap perilaku budaya yang kuat yang mempengaruhi keyakinan, perilaku, dan cara bertindak. hal-hal. , tanpa keraguan.
Karena kebudayaan berakar pada tradisi, maka kebudayaan mencerminkan apa yang dilakukan, bukan apa yang akan terjadi. Dari penjelasan di atas terlihat bahwa fungsi budaya organisasi selain sebagai identitas organisasi yang membedakannya dengan organisasi lain, juga sebagai perekat sosial dalam mempersatukan anggota dalam mencapai tujuan organisasi yang berupa sarana.
Peranan Budaya Organisasi Dalam Aktivitas Organisasi
Ketika hendak menjadi anggota suatu organisasi, calon anggota organisasi tersebut mempunyai latar belakang budaya dan karakteristik yang berbeda-beda. Pola pikir, asumsi dan filosofi organisasi yang sama mengurangi perbedaan dan konflik antar anggota organisasi. Budaya organisasi tidak hanya mempersatukan, tetapi juga memungkinkan adanya komitmen anggota organisasi terhadap organisasi dan kelompok kerja.
Budaya organisasi yang kondusif menumbuhkan rasa memiliki dan komitmen yang tinggi terhadap organisasi dan kelompok kerjanya. Budaya organisasi memberikan peraturan, pedoman, prosedur dan pola untuk mengoperasikan dan melayani konsumen atau pelanggan organisasi. Budaya organisasi adalah kekuatan tak terlihat di balik faktor-faktor organisasi yang terlihat dan dapat diamati.
Semua faktor tersebut merupakan indikator kinerja pegawai yang tinggi yang akan menyebabkan kinerja organisasi tinggi. Budaya organisasi yang kuat mendorong motivasi kerja, konsistensi, efisiensi dan efektivitas, serta mengurangi ketidakpastian yang memungkinkan keberhasilan organisasi dalam pasar dan persaingan. Dari penjelasan di atas bahwa peranan budaya organisasi dalam kegiatan organisasi yaitu sebagai pembeda dengan perusahaan lain, identitas bagi anggota, serta penumbuhan komitmen anggota dan meningkatkan stabilitas sistem sosial, penyatuan organisasi, pengurangan konflik, komitmen terhadap organisasi dan kelompok, mengurangi kepastian, menciptakan konsistensi, motivasi, kinerja organisasi, keamanan kerja, sumber keunggulan kompetitif.
Tantangan Budaya Organisasi
- Budaya Pribadi
- Kelompok atau Masyarakat
- Organisasi
- Pusat dengan daerah atau cabang, perwakilan
- Kultur dan Subkultur
- Negara atau Bangsa
- Kawasan Dunia
- Komitmen Organisasi
Setiap orang mempunyai kelemahan, keterbatasan dan kekurangan selain kelebihan, ketrampilan dan kelebihan dibandingkan dengan orang lain. Kepentingan seseorang dapat dipertukarkan dengan orang lain yang mempunyai kepentingan berbeda, sehingga tercapai keadaan yang saling menguntungkan. Kelemahan dan kelebihan dapat dikelola (manageable); agar tidak ada anggota tim yang menjadi musuh dalam selimut, menghajar teman, memotong-motong.
Tantangan budaya antar organisasi atau perusahaan yang budayanya berbeda dihadapi ketika orang berbicara tentang membangun kerja sama atau menyelesaikan konflik. Tantangan ini dibahas oleh William Ouchi dalam berbagai buku, antara lain Theory Z (1985) yang membahas tentang metodologi interaksi manajemen budaya antara perusahaan dan pemerintah di Jepang dibandingkan di Amerika, dan The M-Form Sciety (1984) yang membahas tentang tim lintas- organisasi. bangunan yang fungsinya berbeda-beda kelompok (pemerintah, perusahaan dan bank), agar tercipta hubungan yang saling mengontrol dan tidak saling mengeksploitasi. Jika tantangan budaya antara atasan dan bawahan adalah tentang bawahan terkait jarak kekuasaan, tantangan budaya antara pusat dan daerah atau pusat dan cabang, serta perusahaan (pabrik) dan toko, terletak pada asumsi bahwa itu adalah daerah (cabang, toko). lebih dekat dengan kenyataan, masyarakat atau konsumen dan sebaliknya, pusatlah yang paling banyak.
Tantangan ini bisa disebut juga tantangan regional atau global yang isinya berupa sistem nilai yang berbeda dengan nilai-nilai yang dianut oleh elite Indonesia selama ini. Sistem nilai di atas hendaknya dijadikan topik penelitian mengenai tantangan budaya global untuk mengantisipasi peluang masa depan sedini mungkin. Dari penjelasan di atas diketahui bahwa tantangan budaya yang dihadapi ada pada berbagai pihak, antara lain tantangan budaya pribadi, kelompok atau komunitas, atasan atau bawahan, organisasi, pusat dengan wilayah atau cabang, budaya dan subkultur, negara atau bangsa, dan wilayah. Dunia.
Pengertian Komitmen Organisasi
Tipe Komitmen Organisasi
Dari penjelasan diatas bahwa ada tiga jenis komitmen yaitu komitmen afektif yaitu keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi karena adanya hubungan emosional dan keterlibatan dengan organisasi, komitmen berkelanjutan yaitu keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi. . organisasi karena kekhawatiran terhadap biaya yang timbul jika meninggalkannya, dan komitmen normatif, yaitu keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi karena merasa mempunyai kewajiban.
Membangun Komitmen Organisasi
Rasa Memiliki Terhadap Organisasi
Rasa Antusias Terhadap Pekerjaan
Kepercayaan Terhadap Manajemen
- Aktivitas Bank Dilihat Dari Fungsi Bank
Secara spesifik, sebagaimana disampaikan Bustari, bank dapat berperan sebagai agen perwalian, agen pembangunan, dan agen pelayanan.
Agent of Trust
Reputasi
Pengertian Reputasi
Riel di Carroll (2013); Waska menawarkan pengertian bahwa reputasi dapat diartikan sebagai perhitungan atau penilaian yang terus menerus mengenai baik buruknya suatu badan, orang, organisasi atau produk dan jasa yang dihasilkan. Berdasarkan penjelasan mengenai pengertian reputasi menurut para ahli, bahwa reputasi secara lugas dan sederhana dapat dipahami sebagai suatu pengakuan terhadap nama baik yang diperoleh dari penilaian, keyakinan dan pandangan masyarakat luas bahwa seseorang atau suatu badan mempunyai kualitas-kualitas tertentu. . , karakter dan keterampilan yang kuat yang dilihat, diuji, dapat dirasakan dan diakui oleh masyarakat atau pemangku kepentingan (stakeholder).
Identitas Korporat ( Corporate Identity )
Teori ini, menurut Fomburn dalam bukunya tentang manajemen reputasi, teori ini mengacu pada karakteristik yang dimiliki oleh institusi atau perusahaan besar yang mampu bertahan. Ada karakter-karakter tertentu yang memimpin atau menjadi cikal bakal kesuksesannya, yaitu memiliki tujuan yang besar dan berani, mendorong dan menjaga ideologi dan nilai-nilai inti suatu lembaga atau perusahaan, peka terhadap lingkungan, mampu belajar dan beradaptasi, memiliki identitas dan kohesi untuk membangun komunitas dengan tujuan bersama, dan toleransi untuk dapat membangun hubungan. Budaya organisasi merupakan sumber keunggulan kompetitif karena mencakup individu dengan kepribadian unik, sejarah organisasi, dan pengalaman orang-orang yang bekerja di dalamnya.
Identitas organisasi merupakan ekspresi jati diri, tekad dan cita-cita, yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku. Teori identitas atau identitas menjelaskan ciri-ciri yang paling penting, khas dan bertahan lama pada suatu organisasi (lembaga atau bisnis), yaitu (1) ciri-ciri tersebut diketahui atau dikenali oleh kedua belah pihak, baik secara eksternal maupun internal, (2) identitas ditanamkan secara konsisten sehingga mampu memfasilitasi identifikasi pemangku kepentingan, membangun kepercayaan dan menciptakan komitmen (3) Perilaku konsisten lembaga atau perusahaan dalam menciptakan atau menampilkan identitas pada dasarnya merupakan inti dari membangun reputasi.
Kerangka Pemikiran