• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II - Teknokrat Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB II - Teknokrat Repository"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

Apabila kemauan dan kemampuan membayar perusahaan lebih baik maka tingkat kompensasi akan semakin besar. Sebaliknya, jika biaya hidup di daerah tersebut rendah, maka tingkat gaji/kompensasinya pun relatif kecil. Sebaliknya, pegawai yang memiliki pendidikan rendah dan pengalaman kerja lebih sedikit akan mempunyai tingkat gaji/kompensasi yang lebih rendah.

Jika kondisi perekonomian nasional membaik maka tingkat upah/kompensasi akan semakin tinggi karena mendekati kondisi fullemployment. Jika jenis dan sifat pekerjaannya sulit dan mempunyai risiko tinggi (finansial, keselamatan), maka tingkat upah/imbalan atas jasa tersebut akan lebih tinggi karena memerlukan keterampilan dan ketelitian dalam melakukannya. Bagi karyawan, disiplin kerja dapat mempengaruhi suasana kerja yang menyenangkan sehingga meningkatkan motivasinya dalam melakukan pekerjaannya.

Menurut Sastrohadiwiryo (2003), disiplin kerja adalah suatu sikap menghargai, menghargai, taat dan taat terhadap peraturan yang berlaku, baik tertulis maupun tidak tertulis, serta mampu melaksanakannya dan tidak menghindar dari menerima sanksi apabila melanggar tugas dan wewenang. dia. Lebih lanjut, disiplin kerja adalah suatu sikap menghargai, menghormati, mentaati dan mentaati peraturan yang berlaku, baik tertulis maupun tidak tertulis, serta mampu melaksanakannya dan tidak menghindar dari menerima sanksi serta melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya. . Menurut Hasibuan (2002), disiplin kerja adalah kesadaran dan kemauan seseorang untuk menaati segala aturan dan norma sosial yang berlaku.

Berdasarkan definisi para ahli di atas dapat kita simpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap menaati segala peraturan yang berlaku untuk mencapai prestasi kerja dan mencapai tujuan perusahaan.

Indikator Disiplin Kerja

Ketika hukuman menjadi lebih berat, karyawan menjadi semakin takut melanggar peraturan perusahaan, dan disiplin serta perilaku karyawan menurun. Hal ini merupakan indikator dasar untuk mengukur kedisiplinan dan biasanya pegawai yang memiliki disiplin kerja rendah sudah terbiasa terlambat masuk kerja. Karyawan yang menjunjung tinggi peraturan ketenagakerjaan tidak akan mengabaikan prosedur kerja dan akan selalu mengikuti pedoman kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Pegawai yang mempunyai kewaspadaan tinggi akan selalu berhati-hati, penuh perhitungan dan teliti dalam bekerja serta akan selalu memanfaatkan segala sesuatunya dengan efektif.

Pengertian Loyalitas Kerja

Pengertian loyalitas kerja pegawai menurut Hasibuan (2002) menunjukkan bahwa loyalitas merupakan salah satu unsur yang digunakan dalam penilaian pegawai, antara lain kesetiaan terhadap pekerjaan, organisasi, dan jabatan. Loyalitas tersebut tercermin dari kesediaan pegawai untuk menjaga dan melindungi organisasi dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, baik di dalam maupun di luar pekerjaan. Sedangkan loyalitas kerja menurut (Walker dalam Pandey & Khare, 2012) adalah kepuasan karyawan yang menjadi loyal ketika mereka merasa bahwa organisasinya menawarkan kesempatan untuk belajar, tumbuh dan pada saat yang sama memberikan jalur karir yang jelas yang dapat mereka kejar dalam organisasi. . .

Berdasarkan definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa loyalitas atau loyalitas merupakan salah satu unsur evaluasi untuk mengetahui kesetiaan pegawai terhadap pekerjaan, jabatan dan organisasinya, yang tercermin dari kesediaan pegawai untuk memelihara dan melindungi organisasi di dalam dan di luar organisasi. bekerja. . Loyalitas kerja ditunjukkan dengan sikap pegawai yang siap mengerahkan seluruh keterampilan, pemikiran, kemampuan dan keahliannya untuk mencapai tujuan perusahaan, melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan jujur ​​dalam bekerja, serta turut serta melindungi seluruh perusahaan. rahasia, dan berperilaku loyal terhadap perusahaan, tidak berpindah ke perusahaan lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Loyalitas Kerja

Indikator Loyalitas Kerja

Pengertian Kinerja Pegawai

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja pada umumnya merupakan hasil kerja seorang pegawai dari segi kualitas dan kuantitas dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya untuk mencapai tujuan instansi pemerintah.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai

Manfaat Penilaian Kinerja Pegawai

Penilaian kinerja dapat membantu perusahaan dalam menentukan kompensasi, baik kompensasi finansial maupun kompensasi non finansial. Kinerja kerja yang baik atau buruk mencerminkan kekuatan atau kelemahan prosedur personalia departemen personalia. Melalui penilaian kinerja dapat dijadikan pedoman dalam merencanakan dan mengembangkan karir karyawan, membuat rencana pengembangan karir yang tepat serta memadukan kebutuhan karyawan dengan kepentingan perusahaan.

Kinerja yang buruk akan menunjukkan kesalahan dalam analisis pekerjaan dan informasi perencanaan SDM. Faktor di luar lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan antara lain keluarga, keuangan, kesehatan, dan lain-lain. Keberhasilan perusahaan bergantung pada seberapa baik departemen SDM melaksanakan tugas rekrutmennya.

Indikator Kinerja Pegawai

Landasan Empiris

Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Inspektorat Kabupaten Pulau Taliabu Maluku Utara. Hasil penelitian menunjukkan gaya itu. Kepemimpinan dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai secara simultan 4. Pengaruh Manajemen Perkantoran Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kebersihan Lingkungan dan Pertamanan Kabupaten Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan kompensasi. pengaruh simultan terhadap kinerja pelayanan kesehatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan relasi. 2013) Insentif Terhadap Loyalitas Kinerja Guru di SMP Tri Mulya Semarang. Kompensasi disiplin kerja dan dampaknya terhadap kinerja pegawai pada pendapatan dan aset daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh karakteristik pekerjaan melalui disiplin kinerja lebih besar dibandingkan pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai.

Pengaruh Kompensasi dan Kondisi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai (Studi pada Pegawai Negeri Sipil di Kecamatan Sander Kabupaten Minahasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Berdasarkan Tabel 2.1 di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa persamaan dan perbedaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini, baik variabel maupun objeknya.

Kemudian hasil penelitian di atas dapat dijadikan acuan untuk mencari perbandingan dan selanjutnya untuk mencari inspirasi baru serta menunjukkan orisinalitas penelitian yang dilakukan.

Pengembangan Hipotesis

  • Pengaruh Kompensasi Finansial terhadap Kinerja Pegawai Menuru Hasibuan (2014), kompensasi adalah semua bentuk
  • Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai
  • Pengaruh Loyalitas Kerja terhadap Kinerja Pegawai
  • Pengaruh Kompensasi Finansial, Disiplin Kerja, dan Loyalitas Kerja terhadap Kinerja Pegawai

Oleh karena itu, kompensasi moneter pada instansi merupakan suatu hal penting yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai. H1: Kompensasi finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai honorer Dinas Bina Marga dan Konstruksi Provinsi Lampung. Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa disiplin kerja mempunyai pengaruh yang besar terhadap kinerja pegawai dalam organisasi, dan disiplin kerja berkaitan dengan kinerja pegawai.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fahri, Suriyanti, & Aryati (2021) yang membuktikan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Inspektorat Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Selanjutnya penelitian yang dilakukan Ahok (2016) menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Oleh karena itu, disiplin kerja dalam suatu instansi merupakan suatu hal penting yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai.

H2: Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai honorer Dinas Bina Marga dan Konstruksi Provinsi Lampung. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa loyalitas kerja mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kinerja pegawai dalam suatu organisasi, dan loyalitas kerja berkaitan dengan kinerja pegawai. Menerapkan prinsip loyalitas pada seorang karyawan, semakin baik loyalitas kerja maka semakin baik pula kinerja karyawan tersebut.

Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Rapalina (2017) menunjukkan bahwa loyalitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Oleh karena itu, loyalitas kerja terhadap suatu instansi merupakan suatu hal penting yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai. H3: Loyalitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai honorer Dinas Bina Marga dan Konstruksi Provinsi Lampung.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lilis dan Endang (2014) yang membuktikan bahwa Kompensasi Finansial, Disiplin Kerja dan Loyalitas Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Cihami. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Catherine (2016) menunjukkan bahwa Kompensasi Finansial, Disiplin Kerja dan Loyalitas Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. H4 : Kompensasi finansial, disiplin kerja dan loyalitas kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai honorer Dinas Bina Marga dan Konstruksi Provinsi Lampung.

Kerangka Pemikiran

Oleh karena itu kompensasi finansial, disiplin kerja dan loyalitas kerja pada instansi merupakan hal penting yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai, sehingga dibuat hipotesis sebagai berikut. Setelah menganalisis kerangka pemikiran di atas, maka rumusan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Kompensasi finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai honorer pada Dinas Bina Marga dan Jasa Konstruksi Provinsi Lampung.

Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai honorer pada Dinas Bina Marga dan Jasa Konstruksi Provinsi Lampung. Loyalitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai honorer pada Dinas Bina Marga dan Jasa Konstruksi Provinsi Lampung. Kompensasi finansial, disiplin kerja dan loyalitas kerja secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai honorer pada Dinas Bina Marga dan Jasa Konstruksi Provinsi Lampung.

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran  2.5  Hipotesis Penelitian
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran 2.5 Hipotesis Penelitian

Gambar

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran  2.5  Hipotesis Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penelitian membuktikan bahwa variabel bebas Independen pelatihan dan disiplin kerja secara bersama-sama berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan