• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Repository UMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Repository UMA"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

Kemudian (dalam Mussen, 2012) dijelaskan bahwa sikap kerja karyawan menunjukkan bagaimana individu menyikapi atribut. Menurut Krech (dalam Sears 2012) dan Meihati (dalam Sears 2012), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi sikap kerja seseorang, antara lain: Ketidakpuasan dalam bekerja akibat suasana lingkungan yang kurang mendukung diyakini dapat mempengaruhi sikap kerja (dalam Siagian 2012).

Selain itu, (Siagian 2012) menjelaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi sikap kerja karyawan terdiri dari: Selain faktor-faktor yang mempengaruhi sikap karyawan, terdapat beberapa aspek lain yang juga dapat mempengaruhi sikap kerja. Sikap kerja berupa reaksi emosional dan perilaku yang berkaitan dengan tugas seperti rasa ketaatan kepada atasan dan peraturan yang telah ditetapkan.

Sikap kerja yang menghargai hubungan interpersonal, baik hubungan dengan atasan (pimpinan) maupun rekan kerja. Sikap kerja terhadap perusahaan (agensi) berkaitan dengan kebijakan perusahaan dan rasa bangga terhadap perusahaan (agensi). Sikap kerja terhadap perusahaan (instansi) secara umum mengenai situasi kerja, kondisi kerja dan peralatan kerja.

Menurut (dalam, Djajendra 2011), karakter sikap kerja terbentuk dari kemampuan individu dalam mengartikulasikan secara sempurna setiap nilai budaya kerja.

Fungsi Kecerdasan Emosi

Empati mencakup kemampuan individu untuk memahami orang lain, menghadapi keberagaman dan mengembangkan orang lain, sedangkan keterampilan sosial adalah kemampuan untuk memperoleh tanggapan yang diinginkan dari orang lain. Individu yang memiliki keterampilan sosial akan mampu memahami orang lain dan bekerja dalam tim (dalam, Goleman 2012). Sekitar abad pertama dan kedua SM (SM), Azelepiades memahami bahwa manusia terdiri dari banyak aspek dan kesehatan berhubungan langsung dengan kesehatan emosional, fisik, dan spiritual.

Manfaat langsung dari kecerdasan emosional yang tinggi adalah antusiasme yang lebih besar, lebih sedikit penyakit, dan peningkatan vitalitas (dalam Seagel, 2012). Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi kecerdasan emosional adalah menyatukan pikiran dan jiwa dalam kaitannya dengan perilaku sehari-hari. Perkembangan emosi yang terhambat akan memisahkan tubuh dari pikiran dan jiwa, sehingga perasaan tidak dapat dihidupkan kembali dan emosi yang terfragmentasi secara ilmiah tidak dapat diperbaiki.

Aspek-Aspek Kecerdasan Emosi

Merupakan kemampuan mengenali perasaan orang lain dan merasakan apa yang dirasakan orang lain jika berada pada posisi tersebut, membina hubungan saling percaya dan harmonis dengan orang yang berbeda. Kemampuan untuk memecahkan masalah bersama-sama lebih ditekankan daripada konfrontasi yang tidak perlu yang sebenarnya bisa dihindari. Mampu menyelesaikan konflik, bekerja aktif meski dalam tekanan tanpa panik, tidak mudah marah atau terkejut.

Menurut Gould, Levinson dan Erikson (dalam Santrock, 2012) terdapat beberapa aspek yang mempengaruhi kecerdasan emosional seseorang, antara lain: Usia dapat mempengaruhi kecerdasan emosional seseorang, dimana upaya untuk mengatasi suatu krisis akan menghasilkan tanggung jawab moral yang kuat. Keadaan terbentuknya kepribadian seseorang terdapat dalam kehidupan keluarga dan budaya yang sudah menjadi kebiasaan yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Orang yang dalam masa perkembangan hidupnya dihadapkan pada baik buruknya lingkungan tempat tinggal seseorang.

Faktor-faktor kecerdasan emosi

Aspek fisik adalah faktor fisik dan kesehatan seseorang, sekiranya dapat mengganggu kondisi fisik dan kesehatan seseorang serta mempengaruhi proses kecerdasan emosional. Latar belakang objek lingkungan merupakan satu kesatuan yang sangat sulit untuk dipisahkan. v, Patton 2002) mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional dibagi menjadi lima bagian, yaitu. Cinta dan dukungan terdapat dalam keluarga, dalam batas-batas keluarga, yang merupakan alat untuk memperoleh kekuatan dan memupuk kecerdasan emosional.

Hubungan personal (interpersonal) dengan seseorang serta menawarkan penerimaan dan kedekatan emosional dalam kesehariannya dapat menimbulkan kematangan emosi dalam sikap dan tindakan seseorang. Interaksi individu dengan teman sebaya yang saling mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung dapat membentuk kehidupan emosional tertentu. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor kecerdasan emosional meliputi: faktor internal, meliputi faktor fisik dan psikis, dan faktor eksternal, meliputi stimulus itu sendiri dan lingkungan atau keluarga, hubungan pribadi, hubungan dengan teman kelompok, dan hubungan dengan rekan-rekan..

Manfaat Kecerdasan Emosi

Selain itu (dalam Goleman 2012), ia menjelaskan bahwa orang yang sadar emosi dan mampu mengelola emosinya dengan baik, mampu membaca dan menangani emosi orang lain secara efektif, memiliki keunggulan dalam segala bidang kehidupan. Karyawan, termasuk pemasar, yang memiliki keterampilan emosional yang berkembang dengan baik berarti mereka lebih mungkin menguasai kebiasaan mental yang mendorong produktivitas merek. Dengarkan dan perhatikan pembicaraan serta maksud lawan bicara untuk menghindari kesalahpahaman dan menjaga hubungan baik.

Kecerdasan emosional yang tinggi biasanya terdapat pada orang yang mampu berempati atau memahami situasi yang dihadapi orang lain. Hal ini sangat diperlukan untuk bisa memilih mana pekerjaan yang mendesak dan mana yang bisa ditunda. Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Sikap Kerja Pada Pegawai Bagian Pemasaran Bank SUMUT Cabang Utama Medan.

Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Sikap Kerja pada Pegawai Bagian Pemasaran Bank SUMUT Cabang Utama Medan

Ketahanan kerja sendiri dapat disimpulkan dari lima poin utama kecerdasan emosional seseorang, yaitu kemampuan menyadari dan mengelola emosi diri sendiri, kepekaan terhadap emosi orang lain, kemampuan merespons dan bernegosiasi secara emosional dengan orang lain, serta kemampuan memanfaatkan emosi. emosi sebagai sarana untuk memotivasi diri sendiri. , Gardner (dalam Eqi 2012). Dan hal tersebut dilakukan bukan karena terpaksa dan direkayasa melainkan karena orang tersebut mempunyai kecerdasan emosional yang baik yang diwujudkan dalam sikap kerja yang baik. Yudha (penanggung jawab kecerdasan emosional) mengatakan ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik adalah.

Orang yang suka berbagi apa yang mereka miliki dengan orang lain memiliki ciri kepribadian ini. Orang yang pelit selalu takut dan tidak akan mendapatkan sesuatu jika orang lain sudah mendapatkannya. Jika seseorang memiliki sifat ini, maka ia akan memandang orang lain sebagai bagian dari kebahagiaan hidupnya sendiri.

Selain itu, ia selalu melihat sisi positif dari apa yang dilakukan dan dipikirkan orang lain. Covey (dalam Yudha, 1990) menggunakan ungkapan “berusahalah memahami terlebih dahulu daripada dipahami” dalam upaya memahami orang lain terlebih dahulu baru kemudian meminta diri sendiri untuk dipahami. Orang yang memiliki ciri kepribadian ini tidak akan langsung mengambil kesimpulan tentang apa yang dikatakan orang lain sampai mereka memahami maksudnya.

Sifat ini dimiliki oleh orang yang selalu memilih kata-kata yang menyenangkan ketika berbicara dengan orang lain. Ciri ini dimiliki oleh orang yang dalam berinteraksi dengan orang lain selalu ingin membuat orang lain merasa bahagia dan mereka juga merasa bahagia. Orang yang mempunyai sifat ini sangat senang melihat orang lain bahagia dan sangat sulit melihat orang lain dalam kesulitan.

Orang yang memiliki sifat ini suka menghargai apa yang dilakukan orang lain. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional mengacu pada kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik dalam diri serta membina hubungan baik dengan orang lain. yang lain. . Dengan demikian, kecerdasan emosional mempunyai dimensi wawasan dan keterampilan naluriah seseorang dalam mengelola emosi dan perasaannya sendiri maupun orang lain, sehingga menimbulkan pengaruh manusiawi dalam rangka kemampuan merasakan dan memahami serta membina hubungan yang produktif dan efektif dengan orang lain. yang lain. rakyat.

Kerangka Konseptual

Dengan demikian, seorang pegawai pemasaran yang memiliki kecerdasan emosional yang baik akan menghasilkan pula sikap kerja yang baik sehingga dapat menunjang dirinya dalam menjalankan tugas operasional, salah satunya adalah kecerdasan dalam menghadapi pelanggan yang tercermin dari sikap kerja yang baik dari para pegawai di bagian pemasaran. bidang pemasaran pada Bank Sumut cabang utama Medan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara kecerdasan emosional seorang pemasar dengan sikap kerja dari pemasar itu sendiri. Pengendalian diri, seseorang yang memiliki pengetahuan diri yang baik akan lebih terkontrol dalam melakukan tindakan agar lebih berhati-hati.

Motivasi diri, ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana, orang yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi akan mampu memotivasi dirinya sendiri untuk mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya. Empati adalah kemampuan mengenali perasaan orang lain dan merasakan apa yang dirasakan orang lain jika dirinya sendiri berada pada posisi tersebut. Hubungan yang efektif, dengan keempat keterampilan tersebut seseorang dapat berkomunikasi secara efektif dengan orang lain.

Kemampuan untuk memecahkan masalah bersama-sama dan bukan konfrontasi yang tidak perlu, yang sebenarnya bisa dihindari, ditekankan. Aspek tugas yaitu reaksi emosional dan perilaku yang berkaitan dengan tugas, seperti mengikuti perintah dan peraturan yang ada, situasi dan kondisi lingkungan kerja. Hubungan interpersonal adalah hubungan positif atau negatif antara atasan dan bawahan serta rekan kerja dalam lingkungan.

Sikap kerja terhadap perusahaan secara umum terdiri dari penerimaan karyawan terhadap situasi dan kondisi kerja, seperti peluang pengembangan (promosi), status dan pengakuan terhadap tugas.

Hipotesis

Referensi

Dokumen terkait

2017.Implemestasi Web Service Dalam Layanan Sistem Informasi Akademik Siswa Pada Perangkat Mobile Android.. Online Utomo,

MODIFIKASI ALAT PENGGANTI BAN SEPEDA MOTOR YANG DIGERAKKAN SECARA MANUAL DENGAN EMPAT LENGAN PENEKAN TUGAS AKHIR Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana