• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB II"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

10 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Teori

2.1.1 Pengertian Standar Operating Procedure

Menurut (permadi, 2019) Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan acuan atau pedoman untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan penilaian kinerja agar perusahaan dapat berjalan dengan baik.

2.1.2 Penerapan SOP

Menurut (Hamidi & Raflah, 2019) sebelum membuat suatu SOP atau Standar Operasional Prosedur ada beberapa hal yang harus diperhatikan terutama dalam tahap-tahap penerapan SOP yang akan dibuat. Proses awal penerapan sop ini adalah melakukan pengamatan terhadap prosedur pada PT. Pos Indonesia cara menyusun dan membuat SOP terutama pelayanan terhadap karyawan serta menetapkan tipe dan format yang dibuat. Selanjutnya diindentifikasikan setiap setiap kebutuhan yang dibutuhkan dalam proses setelah seluruh kebutuhan didapatkan langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data dengan beberapa petugas serta atasan langsung bagian yang membawahi satuan pengiriman. Setelah data lengkap tahap berikut yang yang dilakukan adalah merancang dan menerapkan SOP untuk selanjutnya diberikan kepada PT. Pos Indonesia dalam hal ini bagian umum, jika sudah disetujui untuk digunakan maka akan dibuat SOP secara formal dan jika

(2)

11 belum disetujui maka proses perancangan dan penerapan SOP belum dapat digunakan dalam perusahaan.

2.1.3 Tujuan SOP

Menurut (Hamidi & Raflah, 2019) secara umum tujuan standar operasional prosedur adalah untuk menjelaskan secara detail tentang kegiatan tugas dan pekerjaan yang dilakukan berulang didalam suatu perusahaan. Menjelaskan tentang tujuan dari SOP adalah sebagai berikut:

1. Konsistensi, SOP dibuat agar setiap pelaksana, petugas atau karyawan mengetahui standar yang telah ditetapkan, sehingga mereka mampu menjaga konsisten dan tingkat kinerja sebuah tim.

2. Kejelasan alur, SOP dapat memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab apa saja dari masing-masing pelaksana petugas atau karyawan

3. Kejelasan tugas SOP dibuat agar setiap pelaksana petugas dan karyawan mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi.

4. Melindungi organisasi, SOP dibuat dengan tujuan untuk untuk melindungi organisasi atau unit kerja serta petugas atau karyawan dari tindakan-tindakan praktik atau kesalahan yang bersumber dari teknisi atau faktor lainnya.

(3)

12 5. Meminimalkan kesalahan, dengan kejelasan tugas, alur, tanggung jawab dan wewenang maka setiap pelaksana, petugas atau karyawan dapat meminimalkan atau menghindari kegagalan, kesalahan, keraguan atau duplikasi dalam bekerja.

Konsep yang dianalisis dari penelitian ini adalah standar operasional prosedur (SOP). Fokus dalam penelitian ini adalah tentang 5 hal pokok dalam SOP yaitu: Konsistensi, Kejelasan tugas, Kejelsan alur, Melindungi Organisasi, Meminimalkan kesalahan.

2.1.4 Manfaat SOP

Menurut (Hamidi & Raflah, 2019) sebagai pedoman kerja, tentu saja SOP memiliki peran yang sangat penting dalam perusahaan, terutama untuk dijadikan dasar bagaimana anggota perusahaan harus melakukan pekerjaan dengan efisien.

Berikut ini adalah beberapa manfaat SOP diantaranya:

1. Mengurangi dan meminimalisir kesalahan atau kelalaian karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan karena SOP berperan sebagai standarisasi perusahaan.

2. Dokumen SOP mengandung pedoman kerja karyawan sehingga dapat membantu karyawan agar lebih mandiri dan tidak tergantung dari intervensi manajemen.

3. Membantu meningkatkan akuntabilitas.

(4)

13 4. Menciptakan ukuran standar kerja dan menjadi acuan untuk evaluasi

kinerja karyawan

5. Membantu karyawan baru lebih cepat beradaptasi dengan perusahaan.

2.1.5 Prinsip-prinsip SOP

Konsep standar operasional prosedur merupakan istilah organisasi dan manajemen yang merujuk pada sistem pengawasan manajemen ( Management Control System). Dalam pengertian ini maka SOP diartikan sebagai peraturan dan regulasi yang merupakan kebijakan untuk menjamin kebenaran (validitas) perilaku anggota organisasi secara terus menurus. Mengacu pada pengertian SOP, maka dalam penerapan Standar Operasional Prosedur dalam perusahaan perlu memenuhi prinsip-prinsip SOP berikut ini:

1. Konsistensi.

Tujuan sebagai pedoman kerja, maka SOP harus dibuat dan dilaksanakan secara konsisten dari waktu ke waktu dan oleh siapapun dengan kondisi apapun.

2. Komitmen.

SOP harus dipenuhi dan dilakukan dengan penuh komitmen, baik untuk karyawan maupun jajaran petinggi perusahaan.

3. Perbaikan berkelanjutan.

(5)

14 SOP tidak bersifat kaku dimana dalam pelaksanaan SOP harus terbuka dengan penyempurnaan untuk membentuk prosedur yang lebih efektif dan efisien.

4. Mengikut .

Meskipun SOP bersifat dinamis terhadap penyempurnaan, namun dalam praktiknya, SOP bersifat mengikat bagi siapapun. Pekerjaan atau harus dilakukan diselesaikan sesuai dengan prosedur yang sudah tertulis dalam SOP.

5. Setiap memilik peran penting.

SOP mengandung peran-peran penting setiap karyawan sehingga jika terdapat satu karyawan yang tidak melaksanakan perannya dengan baik maka dapat mengganggu proses lainnya.

6. Terdokumentasi .

Setiap prosedur yang tercantum didalam SOP hendaknya dilakukan dokumentasi dengan baik sehigga dapat dijadikan referensi bagi anggota lain yang membutuhkan.

Berdasarkan hal ini dapat kemungkinan karena SOP merupakan petunjuk tertulis yang menggambarkan dengan tepat cara melaksanakan tugas/pekerjaan.

Tidak hanya itu, SOP juga berisi mekanisme untuk mengkomunikasikan peraturan dan prasyaratan teknisi, kebijakan organisasi dan perencanaan strategis bagi karyawan. Atau dengan suatu istilah dengan adanya SOP maka semua orang membaca peraturan yang telah ditetapkan dan dijalankan bersama.

(6)

15 2.1.6 Pentingnya SOP

Kondisi sop di dalam perusahaan berperan sangat penting terutama untuk hal operasional perusahaan. SOP bisa dijadikan pedoman untuk mengantisipasi berbagai situasi yang bisa terjadi dalam menjalankan perusahaan untuk melihat seberapa efisien terhadap kinerja karyawan. Meskipun bisnis yang dijalankan sedang sangat berkembang, namun dengan mempertahankan konsistensi untuk memenuhi SOP dapat membantu perusahaan agar berjalan pada sesuai dengan target dan tujuan utama. Tanpa SOP anggota perusahaan tidak dapat bekerja secara efektif dan efisien serta tidak memahami penting sebagai pedoman SOP sangat penting sebagai acuan perusahaan demi mendapatkan keuntungan maksimal mungkin melalui prosedur yang efektif.

2.1.7 Pengertian Perencanaan SDM

Menurut (Nawawi, 2001) Perencanaan sumber daya manusia adalah proses mengantisipasi dan membuat ketentuan/prasyaratan untuk mengatur arus gerekan kerja ke dalam pekerja baru, didalam promosi, pindah dan pension berhenti dan diberikan di lingkungan sebuah organisasi/perusahaan.

2.1.8 Tugas pokok Perencanaan SDM

Menurut (Nawawi, 2001) dari keterangan diatas tentang beberapa pengertian perencanaan jelas bahwa dalam Perencanaan SDM merupakan kegiatan pembuatan keputusan tentang masa yang akan datang cara membuktikannya di suatu lingkungan tertentu, khususnya sebuah organisasi dibidang bisnis. Sehubungan

(7)

16 dengan itu pembahasan mengenai pokok perencanaan sebagai kegiatan pengambilan keputusan dalam uraian pada dasarnya menempatkan Perencanaan SDM sebagai suatu displin kerja, bukan sebagai salah satu fungsi manajemen dengan demikian pembahasannya tidak dihubungkan dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya.

Terdapat tiga tugas pokok Perencanaan SDM yang di maksud dengan sebagai berikut:

1. Tugas Persiapan/Eksplenatif 2. Tugas prediktif

3. Tugas Kontrol

2.1.9 Tujuan Perencanaan SDM

Menurut (Nawawi, 2001) perencanaan SDM tujuan yang sederhana itu merupakan tujuan perumusannya. Pelaksanaannya tidak sederhana perumusannya.

Pelaksanaannya yang tidak semudah perumusannya itu karenakan bisnis merupakan aspek kehidupan fenomena, social, dan ekonomi yang dipengaruhi oleh banyak faktor dari luar (Faktor Lingkungan) yang mudah berubah. Kondisi itu mengakibatkan respon dari setiap organisasi/perusahaan tidak sama, yang sangat tergantung pada kualitas SDM yang dimilikinya, sebagai hasil Perencanaan SDM dengan tujuan umum dan tujuan khusus Perencanaan SDM, yang mampu mendukung pencapaian Perencanaan SDM.

(8)

17 2.1.10 Manfaat Perencanaan SDM

Menurut (Nawawi, 2001) berjalan dengan tujuan Perencanaan SDM dilingkungan si organisasi/perusahaan tersebut di atas, berarti terdapat beberapa manfaatnya jika pelaksanaanya berlangsung secara obyektif.

Beberapa manfaat Perencanaan SDM dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pada penggunaan SDM 2. Menyelaraskan aktivitas SDM berdasarkan potensinya masing-

masing dengan tugas-tugasnya yang sasaranya berpengaruh pada peningkatan efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan organisasi/perusahaan

3. Meningkatkan kecermatan dan penghematan pembiayaan (cost) dan tenaga kerja dalam melaksanakan rekrutmen dan seleksi

4. Perencanaan SDM yang professional mendorong usaha menciptakan dan menyempurnakan sistem informasi SDM agar selalu akurat siap dipakai untuk berbagai kegiatan manajemen SDM lainnya.

Berdasarkan hasil di atas menunjukkan bahwa pelaksanaan Perencanaan SDM Profesional harus dilakukan sebagai implementasi dengan adanya tiga tugas pokok Perencanaan SDM yang telah diuraikan pada dijelaskan, terdiri tugas eksplenatif, tugas prediksi dan tugas kontrol

(9)

18 2.1.11 Pengertian Kinerja

Kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah:

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja:

1. Lingkungan kerja,

2. Kelengkapan kerja, budaya kerja, motivasi, 3. Kemampuan Karyawan, struktur organisasi, 4. Kepemimpinan dan sebagainya,

Indikator Kinerja

Menurut (Sukmawati, 2017) indikator kinerja adalah:

1. Kuantitas 2. Kualitas

3. Ketepatan waktu 4. Efektivitas 5. Kemandirian

6. Komitmen organisasi/kerja.

(10)

19 2.1.12 Tujuan kinerja

Untuk mengoptimalkan kemampuan penilaian kinerja karyawan.

2.1.13 Sasaran Kinerja

Menurut (Wibowo, 2007) sasaran kinerja merupakan suatu pelayanan secara detail yang menjelaskan hasil yang baru dicapai, kapan, dan oleh siapa sasaran yang ingin di capai tersebut diselesaikan. Sifatnya dapat dihitung, prestasi yang dapat diamati dan dapat diukur. Sasaran merupakan harapan perusahaan.

2.1.14 Penelitian terdahalu

Berikut ini penjelasan mengenai penelitian terdahulu yang bahan rujukan dalam penelitian ini:

Tabel 1. Penelitian Terdahulu

No Nama Peneliti dan Tahun Judul Penelitian Variabel dan Metode Analisis

Hasil Penelitian 1. (Suryaningrum

Kusumastuti,S.Psi , 2014)

Pengaruh

pembuatan standar operasional

prosedur terhadap kinerja karyawan bagian produksi di pt wangsa jatra lestari

Variabel Independen

Pengaruh pembuatan standar operasional prosedur

Hasil penelitian Hasil

penelitian ini berupa Standar Operasional Prosedur yang dapat

meningkatkan

(11)

20 Variabel Dependen Kinerja karyawan bagian

Metode Analisis wawancara,

observasi dan data perusahaan.

kinerja karyawan.

yang berarti tidak valid.

2. ( Sigit permadi

Laode muhamad nafsahu, s.pd., m.m., 2019)

Pengaruh budaya organisasi dan penerapan standar operasional

prosedur (sop) terhadap kinerja karyawan pt. Spirit avia sentosa jakarta

Variabel Independen

Pengaruh budaya organisasi dan penerapan standar operasional prosedur (sop)

Variabel Dependen

Kinerja karyawan Metode Analisis

Metode deskriptif asosiatif

Hasil penelitian Hasil analisis data

menunjukkan pengaruh variabel Budaya Organisasi (X1) terhadap variabel

Kinerja

karyawan (Y) PT.Spirit Avia Sentosa

Jakarta adalah sebesar 32,3%

yang berarti

(12)

21

hipotesis 1 diterima dan signifikan pengaruh variabel Standar Operasional Prosedur (X2) terhadap variabel Kinerja

Karyawan (Y) PT.Spirit 3. (Khairul Umam1, Adam

Idris2, Gunthar Riady3 , 2019)

Analisis penerapan standar

operasional

prosedur dalam meningkatkan pelayanan publik di kelurahan baqa kecamatan

samarinda

seberang kota samarinda

Variabel Independen

Analisis penerapan standar operasional prosedur dalam meningkatkan pelyanan publik analisis penerapan standar operasional prosedur dalam meningkatkan pelyanan publik variabel dependen -

Hasil penelitian menunjukkan

yang di

signifikan terhadap Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) mendapatkan hasil

yangSignifikan positif untuk

(13)

22 metode analisis

Deskriptif kualitatif.

masyarakat kelurahan 4. (Rizky Trisna Firman

Haqiqi, 2017)

Pengaruh

perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja karyawan pt permata bahari Malindonesia

Variabel Independen Pengaruh

perencanaan dan pengembangan

sumber daya

manusia

Variabel Dependen Terhadap kinerja karyawan

Metode Analisis a qualitative approach with survey design

Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan dan simultan karakteristik

dan SOP

tentang kinerja manajerial

5 (Manajemen et al., 2018) Pengaruh perencanaan sumber daya manusia dan pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan di pt. Air manado

Variabel Independen Pengaruh

perencanaan sumber daya manusia dan pengalaman kerja

Hasil penelitian menunjukkan dengan

menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan

(14)

23 Variabel Dependen Terhadap kinerja karyawan

Metode Analisis kuantitatif- asosiatif yang diperoleh melalui kuesioner

bahwa variabel perencanaan sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan sedangkan variabel pengalaman kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

Pihak manajemen

PT. Air

Manado 6. (Manzoor et al., 2019) An Examination of

Sustainable HRM Practices on Job Performance: An Application of Training as a Moderator

Variabel Independen

An Examination of Sustainable HRM Practices on Job Performance

The main results of regression analysis validate that HRM

practices, such

(15)

24 Variabel Dependen An Application of Training as a Moderator

Metode Analisis The descriptive survey

as selection, participation, and employee empowerment,

have a

significant and positive effect on employee job

performance.

7. (Shahzadi et al., 2014). Impact of Employee

Motivation on Employee

Performance

Variabel Independen

Impact of Employee Motivation

Variabel Dependen Employee

Performance

Metode Analisis

using self-

administered questionnaire.

Regression analysis

The results of this study show that significant and positive relationship exists between employee motivation and employee performance

8 (Dally Sukmawati,2017) Pengaruh

Motivasi, Displin dan Kompetensi

Variabel Independen

Hasil penelitian dapat

(16)

25 9 (Abusweilem Mohammed

A., 2017)

Terhadap Kinerja pegawai

The impact of strategic human resources planning

on the

organizational performance of public

Pengaruh Motivasi,

displin dan

kompetensi

Variabel Dependen Terhadap Kinerja pegawai

Metode Analisis Survei deskriptif analisis

Variabel Independen

The impact of strategic human resources planning

on the

organizational

Variabel Dependen -

Metode Analisis Several statistical methods wereused, most notably the multiple regression analysis.

menunjukan bahwa

motivasi kerja, disiplin dan kompetensi secara simultan memberikan pengaruh nyata dan positif terhadap kinerja pegawai.

The

researchers found out a statistically significant impact of the strategic human resources planning (integration of

HRP and

strategic planning;

strategic

(17)

26

10 (Andrianto A, 2018) Impact of

Enterprise

Resource Planning (ERP)

implementation on user performance

Variabel Independen

Impact of Enterprise Resource Planning (ERP)

implementation

Variabel Dependen user performance

Metode Analisis The method used in this research is qualitative method is descriptive

analytical and evaluative, by analyzing the impact of ERP system implementation on employee

performance components

participation) on

organizational performance.

The data obtained from informants in this case lecturers and the results obtained is the application of ERP has a positive impact

on user

performance components.

(18)

27 2.3 Pengembangan Hipotesis

2.3.1 Hubungan antara SOP dan Kinerja

SOP secara umum tujuan standar operasional prosedur untuk menjelaskan secara detail tentang kegiatan tugas dan pekerjaan yang dilakukan berulang didalam suatu perusahaan Menurut (Hamidi & Raflah, 2019).

Perusahaan dalam sop berperan sangat penting terutama untuk hal operasional perusahaan. SOP bisa dijadikan pedoman untuk mengantisipasi berbagai situasi yang bisa terjadi dalam menjalankan perusahaan untuk melihat seberapa efisien terhadap kinerja karyawan. Adanya SOP pada suatu perusahaan jika peraturan ditaati dengan baik sehingga menimbulkan dampak positif, maka karyawan akan lebih bertanggung jawab dan displin atas pekerjaan yang dijalaninya. Penelitian dalam tabel presentase dari penyebaran kuesioner dengan melalui procedure data yaitu, Observasi. Kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menurut (sigit permadi,2019) menunjukan penerapaan SOP berpengaruh positif dan signifikan. Oleh karena ini penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H1 : Ada hubungan positif dan signifikan antara SOP dan Kinerja Karyawan

(19)

28 2.3.2 Hubungan antara perencanaan sdm dan kinerja

Menurut (Nawawi, 2001) Perencanaan sumber daya manusia adalah proses mengantisipasi dan membuat ketentuan/prasyaratan untuk mengatur arus gerekan kerja ke dalam pekerja baru, didalam promosi, pindah dan pension berhenti dan diberikan di lingkungan sebuah organisasi/perusahaan.

Perencanaan SDM tujuan yang sederhana itu merupakan tujuan perumusannya. Pelaksanaannya tidak sederhana perumusannya. Pelaksanaannya yang tidak semudah perumusannya itu karenakan bisnis merupakan aspek kehidupan fenomena, social, dan ekonomi yang dipengaruhi oleh banyak faktor dari luar (Faktor Lingkungan) yang mudah berubah. Penelitian dalam tabel presentase dari penyebaran kuesioner dengan melalui procedure data yaitu, Observasi.

Kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menurut (Haqiqi Rizky, 2017) menunjukkan perencanaan SDM berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Oleh karena ini penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H2 : adanya hubungan positif dan tidak signifikan antara perencanaan SDM dan Kinerja karyawan.

2.3.3 Hubungan antara penerapan sop, perencanaan sdm dan kinerja

SOP secara umum tujuan standar operasional prosedur untuk menjelaskan secara detail tentang kegiatan tugas dan pekerjaan yang dilakukan berulang didalam suatu perusahaan Menurut (Hamidi & Raflah, 2019). Perusahaan dalam sop berperan sangat penting terutama untuk hal operasional perusahaan. sop bisa

(20)

29 dijadikan pedoman untuk mengantisipasi berbagai situasi yang bisa terjadi dalam menjalankan perusahaan untuk melihat seberapa efisien terhadap kinerja karyawan.

Adanya SOP pada suatu perusahaan jika peraturan ditaati dengan Menurut (Nawawi, 2001) Perencanaan sumber daya manusia adalah proses

mengantisipasi dan membuat ketentuan/prasyaratan untuk mengatur arus gerekan kerja ke dalam pekerja baru, didalam promosi, pindah dan pension berhenti dan diberikan di lingkungan sebuah organisasi/perusahaan. Perencanaan sdm tujuan yang sederhana itu merupakan tujuan perumusannya agar lebih meningkatkan kinerja karyawan. Berdasarkan hasil penelitian menurut (Haqiqi Rizky, 2017) menunjukkan penerapan SOP antara perencanaan SDM berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Oleh karena ini penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H3 : Adanya hubungan positif dan tidak signifikan penerapan SOP antara perencanaan SDM dan Kinerja karyawan

(21)

30 2.4 Kerangka Pemikiran

H1

H3

H2

Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran Penerapan SOP (X1)

Dimensi 1. Teknis

2. Administratif 3. Prosedural sesuai

tata kerja

4. Sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan.

Sumber : (M.Hamidi, 2018)

Perencanaan SDM (X2) Dimensi

1. Seleksi 2. Pelatihan 3. Partisipasi 4. Pemberdayaan

Karyawan

5. Kinerja pekerjaan Sumber : (Faiza Manzoor , 2019)

Kinerja (Y) Dimensi

1. Kualitas 2. Kuantitas

3. Ketepatan Waktu 4. Efektivitas 5. Kemandirian 6. Komitmen

organisasi Sumber:(Dally Sukmawati, 2017)

(22)

31 2.5 Hipotesis

Berdasarkan latar belakang dan kerangka penelitian maka hipotesis yang diajukan, yaitu:

1. Penerapan SOP berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Pos Indonesia pusat pahoman Bandar Lampung.

2. Perencanaan SDM berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Pos Indonesia pusat pahoman Bandar Lampung.

3. Penerapan SOP dan perencanaan SDM berpengaruh positif dan tidak signifikan bersamaan terhadap kinerja karyawan PT. Pos Indonesia pusat pahoman Bandar Lampung.

Referensi

Dokumen terkait

ACCEPTED MANUSCRIPT Beta Estradiol and Norepinephrine Treatment of Differentiated SH-SY5Y Cells Enhances Tau Phosphorylation at Ser396 and Ser262 via AMPK but not mTOR Signaling